• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Menteri Pertanian dan Agraria Nomor 7 Tahun 1963

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Menteri Pertanian dan Agraria Nomor 7 Tahun 1963"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI PERTANIAN DAN AGRARIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN DAN AGRARIA NOMOR 7 TAHUN 1963

TENTANG

PELAKSANAAN KONVERSI IZIN PAKAI TANAH DI KEBAYORAN BARU

MENTERI PERTANIAN DAN AGRARIA,

Menimbang : bahwa perlu diadakan peraturan guna melaksanakan konversi izin pakai tanah di Kebayoran Baru yang lazim disebut ”occupatie vergunning”;

Mengingat : a. Pasal VI dan IX Ketentuan-ketentuan Konversi Undang-Undang No. 5 tahun 1960, (L.N. tahun 1960 No. 104);

b. Peraturan Menteri Agraria No. 1 tahun 1959;

c. Surat keputusan Menteri Agraria No. Sk. VI/5/Ka;

M E M U T U S K A N

Menetapkan : PERATURAN TENTANG PELAKSANAAN KONVERSI IZIN PAKAI

TANAH DI KEBAYORAN BARU.

Pasal 1

Barangsiapa menguasai tanah di Kebayoran Baru berdasarkan izin pakai yang sah, wajib datang pada Kantor Pusat Jawatan Agraria untuk melaporkan izin pakai tersebut dalam jangka waktu 3 bulan sejak berlakunya Peraturan ini.

Pasal 2

(1) Izin pakai yang sah yang masih ada pada orang yang namanya termuat dalam izin pakai yang bersangkutan dikonversi menjadi hak pakai yang berlangsung selama sisa waktu izin pakai yang bersangkutan, tatapi selama-lamanya 20 tahun sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria (Undang-Undang No. 5 tahun 1960, L..N. tahun 1960 No. 104);

(2) Kepada yang memenuhi syarat diberi kesempatan untuk mengajukan permohonan guna mendapatkan hak milik atau hak guna-bangunan.

Pasal 3

(2)

- 2 -

Pasal 4

Hak pakai tersebut dalam pasal 2 ayat 1 harus didaftarkan menurut ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961 (L.N. tahun 1961 No. 28), jika jangka waktunya pada waktu dilaporkan menurut pasal 1 masih bersisa 5 tahun atau lebih. Kepada yang berhak diberikan sertipikat atau sertipikat sementara.

Pasal 5

Barangsiapa tidak memenuhi ketentuan dalam pasal 1 peraturan ini dianggap memakai tanah tanpa izin yang berhak dan pemakaian tanah demikian akan diselesaikan menurut ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang No. 51 Prp. tahun 1960 (L.N. 1960 No. 158).

Pasal 6

Mereka yang mempunyai hak pakai atas tanah di Kebayoran Baru, yang diperoleh dengan surat-keputusan Menteri Agraria atau pejabat yang ditunjuknya, diberi kesempatan pula untuk mendaftarkan hak pakainya itu menurut ketentuan-ketentuan Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961 (L.N. tahun 1961 No. 28) pada Kantor Pendaftaran dan Pengawasan Pendaftaran Tanah Jakarta, jika jangka waktunya masih bersisa 5 tahun atau lebih. Kepada yang berhak diberikan sertipikat atau sertipikat sementara.

Pasal 7

Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam pasal 1 sampai dengan 3 dan pasal 5 tersebut di atas, oleh Kepala Jawatan Pendaftaran Tanah diberikan instruksi-instruksi yang diperlukan.

Pasal 8

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, maka Peraturan ini akan dimuat di dalam Tambahan Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 15 Maret 1963

MENTERI PERTANIAN DAN AGRARIA,

ttd

Referensi

Dokumen terkait

Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Atas Peralihan Hak Guna Bangunan (HGB) Menurut Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan

Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan

(5) Untuk perpanjangan dan atau pembaharuan Hak Guna Pakai yang diberikan sekaligus pada waktu pemberian pertama Hak Pakai tersebut sesuai Pasal 48 Peraturan Pemerintah Nomor 40

2 tahun 1960 tentang Perjanjian bagi-hasil, perlu ditetapkan perimbangan yang khusus mengenai besarnya bagian hasil tanah yang menjadi hak penggarap dan pemilik

Hak pakai yang dalam surat keputusan pemberian jangka waktunya tidak disebutkan, maka jangka waktunya akan berakhir pada tanggal 31 Desember 1970.. Hak pakai yang dalam surat

MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL.. PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN

PERTAMA : Bekerjasama mempercepat pelayanan pendaftaran Hak Milik atas tanah untuk rumah tinggal yang diberikan dengan Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan

10 tahun 1961 tersebut (lihat Peraturan Menteri Agraria No. 1 tahun 1962) penegasan konversi hak-hak Indonesia itu menurut Undang-Undang Pokok Agraria diwajibkan ,