penulisan soal berbasis hots iwan

56 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Higher-Order Thinking

Skills (HOTS)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan

Menengah

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas

(2)
(3)

Sistem Evaluasi Nasional

(4)

Latar Belakang

(5)

1. Materi penilaian dikembangkan dari kurikulum.

2. Bersifat lintas muatan atau mata pelajaran.

3. Berkaitan dengan kemampuan peserta didik.

4. Berbasis kinerja peserta didik.

5. Memotivasi belajar peserta didik.

6. Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta

didik.

7. Memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi

responnya.

8. Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan

keterampilan.

9. Mengembangkan kemampuan berpikir divergen

.

10. Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran

.

11. Menghendaki balikan yang segera dan terus menerus.

12. Menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata.

13. Terkait dengan dunia kerja.

14. Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata.

15. Menggunakan berbagai cara dan instrumen

.

PRINSIP KHUSUS PENILAIAN AUTENTIK

(6)

Standards &

assessments

KECAKAPAN HIDUP ABAD 21

21

st

Century learning:

To know

To do

To be

(7)
(8)

8

Matematika Membaca

Source: Rodrigo, World Bank, Extracted from OECD. Pisa 2012 Results in Focus: What Students Know and What They Can Do With What They Know.

75% siswa di bawah kompetensi minimum 56% siswa di bawah kompetensi minimum

Hasil PISA 2012: mayoritas siswa usia 15 tahun belum

memiliki literasi dasar (membaca, matematika, sains)

Anak-anak kita tidak akan berdaya saing bila di sekolah mereka tak dilatih

(9)

Soal Matematika UN memerlukan komputasi yang

extensive,

namun tidak kaya konteks

(10)

Pertanyaan bukan

‘employing

’ matematika, tetapi

keterampilan berhitung

(11)

PENGALAMAN EMPIRIS

Proses pengumpuan, evaluasi, dan

distribusi berita kepada publik, hal ini

merupakan pengertian dari ....

A. Koran

B. Majalah

C. Pers

D. Berita

E. Televisi

(12)

PENGALAMAN EMPIRIS

Diketahui fungsi permintaan adalah

Qd = 150 – 3P dan fungsi penawaran

Qs = -60 + 4P.

Tingkat harga keseimbangan terjadi

pada:

A. (60, 30)

B. (60, 20)

C. (60, 40)

D. (30, 60)

E. (30, 45)

(13)

Apakah Higher-Order Thinking?

Higher-order thinking

adalah

meminimalisir kemampuan

mengingat kembali informasi

(14)

o

Transfer satu konsep ke konsep

lainnya

o

Memproses dan menerapkan

informasi

o

Mencari kaitan dari berbagai

informasi yang berbeda-beda

o

Menggunakan informasi untuk

menyelesaikan masalah

o

Menelaah ide dan informasi

secara kritis

o

Transfer satu konsep ke konsep

lainnya

o

Memproses dan menerapkan

informasi

o

Mencari kaitan dari berbagai

informasi yang berbeda-beda

o

Menggunakan informasi untuk

menyelesaikan masalah

o

Menelaah ide dan informasi

secara kritis

(15)

Apakah Higher-Order Thinking?

Higher-order thinking termasuk

menunjukkan

pemahaman akan informasi dan bernalar

bukan

sekedar mengingat kembali/recall informasi.

Higher order thinking

tidak

berarti soal yang lebih sulit

daripada soal recall.

Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh

para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut

berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan

diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif

Bloom pada level

analisis, evaluasi dan mengkreasi

, setiap

pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan

(16)

Table of Thinking

Krulik &

Rudnick

Orisinil

Bloom

Bloom

Revisi

Presseisen

“HOTS”

recall

Pengetahu

critical

Analisis

Menganalisi

s

Berpikir kritis;

Berpikir kreatif;

Pemecahan

masalah;

Pembuatan

keputusan

creative

Sintesis

Mengevalu

asi

(17)

Taksonomi Bloom

(18)

KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI

o

BERPIKIR KRITIS

o

BERPIKIR KRITIS

o

BERPIKIR KREATIF

o

BERPIKIR KREATIF

o

PEMECAHAN MASALAH

o

PEMECAHAN MASALAH

o

PEMBUATAN

KEPUTUSAN

o

PEMBUATAN

KEPUTUSAN

HOT

(19)

KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI

Berfikir

Kritis

adalah

berfikir

yang

memeriksa,

menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek situasi

atau masalah.  Termasuk di dalamnya mengumpulkan,

mengorganisir, mengingat, dan menganalisa informasi. 

Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan

pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan

dan tidak dibutuhkan.  Kemampuan menarik kesimpulan yang

benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan

ketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok

data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis. 

Dengan kata lain, berfikir kritis adalah analitis dan refleksif.

(20)

Tabel berikut mengklasifikasi instruksi-instruksi

yang umum digunakan dalam soal/pertanyaan sesuai

kategori Bloom taxonomy.

Menginga

Identifikasi

(21)

Proses Kognitif Bloom

(Anderson & Krathwohl, 2001)

Proses Kognitif Definisi

Ingatan Mengambil pengetahuan yang relevan dari ingatan jangka-panjang

Pemahaman Membangun arti dari proses pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tertulis, dan gambar

Aplikasi Melakukan atau menggunakan prosedur di dalam situasi yang tidak biasa

Analisis Memecah materi ke dalam bagian-bagiannya dan menentukan bagaimana bagian-bagian itu terhubungkan antarbagian dan ke struktur atau tujuan keseluruhan

Evaluasi Membuat pertimbangan berdasarkan kriteria atau standar

(22)
(23)

Menganalisis

Menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap

suatu

informasi

yang

belum

diketahuinya

dalam

mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara

satu kelompok/informasi atau menguraikan suatu materi menjadi

komponen-komponen yang lebih jelas.

Contoh

Kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan persamaan

dan perbedaan ciri- cirinya, memberi nama bagi kelompok

tersebut, menentukan apakah satu kelompok sejajar/lebih

tinggi/lebih luas dari yang lain, menentukan mana yang lebih

dulu dan mana yang belakangan muncul, menentukan mana

yang memberikan pengaruh dan mana yang menerima

pengaruh, menemukan keterkaitan antara fakta dengan

kesimpulan,

menentukan

konsistensi

antara

apa

yang

dikemukakan di bagian awal dengan bagian berikutnya,

menemukan pikiran pokok penulis/pembicara/ nara sumber,

menemukan kesamaan dalam alur berpikir antara satu karya

dengan karya lainnya, dan sebagainya

(24)

Mengevaluasi

Kemampuan menilai suatu benda atau informasi

berdasarkan suatu kriteria(menilai suatu ide,

kreasi, cara, atau metode).

Contoh

Kemampuan menilai apakah informasi yang

diberikan

berguna,

apakah

suatu

informasi/benda menarik/ menyenangkan bagi

dirinya, adakah penyimpangan dari kriteria

suatu

pekerjaan/keputusan/peraturan,

memberikan pertimbangan alternatif mana yang

harus dipilih berdasarkan kriteria, menilai

benar/salah/bagus/jelek dan sebagainya suatu

hasil kerja berdasarkan kriteria.

(25)

Mencipta

Membuat sesuatu yang baru dari apa yang

sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan

satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen

yang digunakan untuk membentuknya

Contoh

Kemampuan membuat suatu cerita/tulisan dari

berbagai sumber yang dibacanya, membuat

suatu benda dari bahan yang tersedia,

mengembangkan fungsi baru dari suatu benda,

mengembangkan berbagai bentuk kreativitas

lainnya.

(26)

Cotton, K (1991), berpikir kreatif memiliki karakteristik sebagai berikut: fluency (membangun banyak ide), flexibility (dapat merubah-ubah pandangan dengan mudah), originality (menghasilkan sesuatu yang baru), dan elaboration (membangun ide-ide berdasarkan ide-ide yang lain)

Robert W. Bailey (1989), pemecahan masalah merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan tingkat tinggi dari proses mental seseorang yang mengombinasikan gagasan cemerlang untuk membentuk kombinasi gagasan yang baru berdasarkan penalara. Edward Glaser (1941:5)

mengembangkan gagasan Dewey dan mendefinisikan berpikir kritis sebagai: (1) suatu sikap yang mau berpikir secara mendalam tentang masalah-masalah dan hal-hal yang berada dalam jangkauan pengalaman seseorang; (2) pengetahuan tentang metode-metode pemeriksaan dan penalaran yang logis; dan (3) semacam suatu keterampilan untuk menerapkan metode-metode tersebut. Berpikir kritis merupakan upaya keras untuk memeriksa setiap keyakinan atau pengetahuan asumtif berdasarkan bukti pendukungnya dan kesimpulan-kesimpulan lanjutan yang diakibatkannya.

Horold dan Cyril O’Donnell, pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

(27)

Menilai atau mengukur bukan sekadar untuk menghafal sejumlah informasi, namun lebih kepada bagaimana memproses sejumlah informasi untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang diajukkan

Menilai atau mengukur keterampilan yang lebih kompleks seperti

berpikir kritis dan merangsang siswa untuk mengintrepretasikan, menganalisa atau bahkan mampu memanipulasi informasi sebelumnya sehingga tidak monoton.

• Higher-order thinking menunjukkan pemahaman terhadap

informasi dan bernalar (reasoning) bukan hanya sekedar

mengingat informasi.

Kita tidak menguji ingatan, sehingga kadang-kadang perlu untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan siswa menunjukkan pemahaman terhadap gagasan dan informasi dan/atau memanipulasi atau menggunakan informasi tersebut.

• Teknik kegiatan-kegiatan lain yang dapat mengembangkan

keterampilan berfikir kritis dan kreatif siswa dalam bentuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inovatif:

Adakah Cara lain? (What’s another way?), Bagaimana jika…? (What if …?),

Manakah yang salah? (What’s wrong?), dan

Apakah yang akan dilakukan? (What would you do?) (Krulik & Rudnick, 1999).

(28)

Bagaimana Butir Soal yang dapat

menuntut HOTS...?

Agar butir soal

yang ditulis dapat menuntut

berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal

selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus)

 berbentuk sumber/bahan bacaan seperti:

teks bacaan, paragrap, teks drama,

penggalan novel/cerita/dongeng, puisi,

kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel,

daftar kata/symbol, contoh, peta, film, atau

suara yang direkam

(29)

Teknik Penulisan Butir HOTS

Perhatikan cakupan materi yang diharuskan

untuk level pendidikan

Perhatikan beberapa kompetensi yang

diharapkan pada tiap level pendidikan yang

kemudian diturunkan menjadi beberapa indikator

dan tujuan dari pembelajaran berdasarkan

anjuran yang tertuang pada kurikulum

Penggunaan pengetahuan dasar untuk suatu

cakupan materi sangat mungkin berbeda sesuai

dengan level pendidikan

Menggunakan pengetahuan atau kemampuan

dasar nya untuk menyesaikan permasalahan

yang ada

Dalam taksonomi Bloom tingkatan yang paling

(30)

Dianjurkan untuk menyediakan berbagai macam

data (pernyataan, tabel, grafik, hasil dari

percobaan yang dilakukan, laporan, bahan

bacaan, hasil observasi, dll) sebagai stimulus

untuk menjawab soal-soal HOTS

Berbagai macam data yang disediakan

seharusnya memberikan informasi kepada siswa

merujuk kepada pengetahuan atau kemampuan

dasar sehingga dapat diolah lebih lanjut

Data yang diajukkan sebagai stimulus kepada

siswa sedapat mungkin dibuat dengan situasi

yang “autentik” atau nyata

Menulis soal tertulis HOTS dapat berupa soal

(31)

Contoh Soal Ranah Kognitif Bloom

C1, C2

Mengingat (C1):

menarik kembali informasi yang tersimpan

dalam memori jangka panjang.

Larutan Asam adalah jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion

H

+

. Pernyataan ini diungkapkan oleh…

A. Arrhenius

C. Lewis

B. Bronsted-lowry

D. Dalton

Memahami (C2):

mengkonstruksi makna atau pengertian

berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki, mengaitkan

informasi yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki, atau

mengintegrasikan pengetahuan yang baru ke dalam skema yang

telah ada dalam pemikiran siswa

Apakah yang terjadi menurut Arrhenius jika suatu asam dilarutkan

dalam air...

A.

mengikat H

+

C. terurai sempurna mengasilkan ion H+

(32)

Aplikasi (C3):

melibatkan penggunaan

prosedur-prosedur tertentu untuk menyelesaikan masalah atau

mengerjakan tugas

Jika konsentrasi suatu larutan H

2

SO

4

0,1M maka

konsentrasi ion H

+

adalah....

A. dua kali konsentrasi H

2

SO

4

B. setengah kali konsentrasi H2SO4

C.sama dengan Konsentrasi H2SO4

D.tergantung jumlah H2SO4 yang ada

Berapakah pH larutan HCl dengan konsentrasi 0,01 M

E. 1

C. 13

F. 2

D. 12

(33)

Analisis (C4):

menguraikan suatu permasalahan

atau obyek ke unsur-unsurnya dan menentukan

bagaimana saling keterkaitan antar unsur-unsur

tersebut dan struktur besarnya

Jika Larutan HCl dan H

2

SO4 mempunyai konsentarsi

yang sama maka perbandingan konsentrasi H

+

pada

kedua larutan tersebut adalah...

A. sama besar

B. konsentrasi H

+

pada HCl lebih besar daripada

konsentrasi H

+

pada H

2

SO

4

C.konsentrasi H

+

pada H

2

SO

4

lebih besar daripada

konsentrasi H+ pada HCl

D.konsentrasi H

+

pada HCl ½ kali lebih besar daripada

konsentrasi H

+

pada H

2

SO

4

(34)

Evaluasi (C5):

membuat suatu pertimbangan atau

keputusan berdasarkan kriteria dan standar yang ada

4 orang siswa ingin mereaksikan logam Mg dengan 2

buah asam, yaitu HCl dan H

2

SO

4

. Reaksi yang dilakukan

haruslah menghasilkan jumlah gas H

2

yang sama. Berikut

hal yang dilakukan ke-4 siswa tersebut:

Siswa A: mereaksikan sejumlah Mg dengan sejumlah H2SO4 dan HCl yang sama

Siswa B: mereaksikan sejumlah Mg dengan sejumlah H2SO4 2 kali dari HCl

Siswa C: mereaksikan sejumlah Mg dengan sejumlah HCl 2 kali dari H2SO4

Siswa D: mereaksikan sejumlah 2 kali Mg dengan dengan sejumlah H2SO4 dan HCl yang sama

Dari percobaan yang dilakukkan oleh ke-4 siswa tersebut,

siswa manakah benar melakukannya...

A.Siswa A

C. Siswa C

B.Siswa B

D. Siswa D

(35)

Kreasi (C6)

memadukan bagian-bagian untuk

membuat sesuatu yang baru dan saling berhubungan

yang masuk akal atau dapat juga untuk menghasilkan

suatu produk yang orisinil

Jika anda akan membuat suatu larutan HCl dan H

2

SO

4

dengan pH yang sama besar maka yang akan anda

lakukan adalah...

A. Mengencerkan kedua larutan itu hingga mendapatkan

pH yang sama dengan menggunakan pengukuran

indikator universal

B. Membuat Konsentrasi larutan HCl menjadi 2 kali

larutan H

2

SO

4

C. Menuliskan reaksi keduanya dan memeriksa jumlah

H

+

yang terlibat dari kedua reaksi tersebut

D.Membandingkan langsung antara Konsentrasi HCl dan

H

2

SO

4

karena keduanya akan mempunyai konsentarsi

H

+

yang sama

(36)

 Bersifat divergen, memungkinkan

munculnya beberapa alternatif respons

atau jawaban

Tidak hanya mengukur kompetensi

pengetahuan, tetapi juga keterampilan

proses, dan sikap

Stem soal menggunakan stimulus berupa

konteks kehidupan nyata atau fenomena

yang dekat dengan kehidupan siswa

Tidak hanya mengukur pengetahuan

tentang IPA, tetapi juga mengukur sikap

dan bagaimana menggunakan

pengetahuan tersebut dalam kehidupan

nyata

Tidak cukup hanya berbentuk pilihan

ganda

(37)

Contextual Assessment

Asesmen yang berbasis situasi nyata dalam

kehidupan sehari-hari;

Ruang lingkup stimulus/konteks: personal, sosial,

dan global, seperti:

kesehatan

Pendidikan

Pekerjaan

sumbar daya alam

lingkungan hidup

bencana alam

(38)

Karakteristik asesmen kontekstual (

REACT

):

1. Relating

: terkait langsung dengan konteks pengalaman

kehidupan nyata.

2. Experiencing:

ditekankan kepada penggalian (

eksplorasi

),

penemuan (

discovery

), dan penciptaan (

invention

).

3. Applying:

menuntut kemampuan peserta didik untuk

menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam

kelas untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata.

4. Communication:

menuntut kemampuan peserta didik

untuk mampu mengomunikasikan kesimpulan model pada

kesimpulan konteks masalah.

5. Transfering:

menuntut kemampuan peserta didik untuk

mentransformasi konsep-konsep pengetahuan dalam kelas

ke dalam situasi atau konteks baru.

(39)

Ciri-ciri asesmen kontekstual:

Siswa mengkonstruksi responnya

sendiri, bukan sekadar memilih

jawaban yang tersedia.

Tugas-tugas merupakan tantangan

yang dihadapkan dalam dunia nyata.

Tidak hanya memiliki satu jawaban

tertentu yang benar, tetapi

memungkinkan banyak jawaban benar

atau semua jawaban benar.

(40)

Perbandingan asesmen tradisional dan kontekstual

(41)

C. PISA

(Programme for International Student Assessment)

PISA:

studi internasional tentang penilaian prestasi

literasi membaca, matematika, dan sains peserta didik

berusia 15 tahun.

Dikoordinasikan oleh

OECD (Organisation for

Economic Cooperation and Development),

berkedudukan di Paris, Prancis.

Konsorsium internasional:

Educational Testing Service

(ETS), the Australian Council for Educational Research

(ACER), the Netherlands National Institute for

(42)

Literasi Membaca

PISA

Definisi

Literasi Membaca: k

emampuan

seseorang untuk memahami,

menggunakan, merefleksi serta

terlibat pada wacana teks dalam

rangka mencapai tujuan membaca,

mengembangkan pengetahuan dan

potensi diri serta berpartisipasi

(43)
(44)
(45)

Tabel berikut menyajikan waktu lari dalam menit dan

detik untuk pemenang medali Emas pada Olimpiade

tahun 2008 dalam lomba lari 100 m, 200 m, 400 m

dan 800 m.

Lomba

Pria

Wanita

100 m

9,69

10,78

200 m

19,30

21,74

400 m

43,75

49,62

800 m

1:44,65

?

Manakah berikut ini yang paling mungkin merupakan waktu lari

bagi pemenang medali emas untuk lomba lari wanita 800 m?

A. 1:00,18

B. 1:20,43

C. 1:48,02

D. 1:54,87

(46)
(47)

Pengujian sifat larutan asam atau basa dapat digunakan bahan alam sekitar sebagai pengganti kertas lakmus. Berikut ini Beberapa

kelompok siswa akan menguji sifat asam dan basa suatu larutan

dengan menggunakan berbagai bahan yang ada dirumahnya. Mereka terlebih dahulu membuat beberapa indikator alam untuk mengujinya. Data yang diperoleh dari berbagai tanaman tertera pada tabel.

Bahan indikator mana seharusnya dipilih mereka untuk menguji bahan-bahan lain yang mempunyai sifat asam basa yang belum diketahui?

A. Tomat dan daun pandan B. Kembang sepatu dan tomat

C. Kol ungu dan kembang sepatu

D. Daun pandan dan kembang sepatu

(48)

Empat orang siswa yang bernama Juli, Poppy, Parmin dan Anang menyelidiki apakah tanaman membutuhkan cahaya untuk bertahan hidup. Mereka masing-masing menanam tanaman yang sama dalam kondisi yang berbeda seperti yang tertera pada gambar berikut

Dari ke-empat siswa tersebut, siapakah melakukan percobaan dengan menggunakan variabel kontrol yang tepat...

A. Anang C. Poppy B. Parmin D. Juli

1) Ditulis oleh Poppy,P4TK IPA

(49)
(50)

Sempurna

Kau begitu sempurna

Di mataku kau begitu indah Kau membuat diriku

Akan selalu memujamu Di setiap langkahku

ku kan selalu merindukan dirimu Tapi satu bayangkan hidup tanpa

cintamu

Janganlah kau tinggal diriku Ku tak akan mampu semua

Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku Kau adalah jantungku Kau adalah hidupku

Engkau di diriku, oh sayangku Engkau begitu sempurna

Dinyanyikan oleh: Gita Gutawa

Mengkreasi :

Tulislah sebuah puisi tentang

seseorang yang kamu kirimi surat!

Mengevaluasi :

Selama ini sikap baik apa yang sudah kamu lakukan kepada

seseorang yang kamu kirimi surat?

Menganalisis :

Bandingkan perasaanmu antara kepada temanmu dengan kepada seseorang yang kamu kirimi surat!

(51)

Kancil and Crocodile

Kancil was a clever mousedeer. He had many enemies. One of them was Crocodile. Crocodile lived in a river in the forest.

Now, one day, Kancil went to the river. It was a very hot day, and he wanted to have a bath. Kancil bathed and splashed about in the water. Crocodile saw Kancil. "A nice meal," he thought. Then, he crawled behind Kancil and grabbed him. He caught one of Kancil's legs.

Kancil was terrified. Then, he had an idea. He saw a twig floating near him. He picked it up and said, "You stupid fool! So you think you've got me. You're biting a twig - not my leg. Here, this is my leg."

And with that, he showed Crocodile the twig. Crocodile could not see well. He was a very stupid creature, too. He believed the cunning mousedeer. He freed the mousedeer's leg and snapped upon the twig. Kancil ran out of the water immediately.

"Ha! Ha!" he laughed. "I tricked you!".

Mengkreasi :

Compose a letter of apology from Kancil to Crocodile.

Mengevaluasi :

Do you think Kancil has done the right thing? Why?

Menganalisis :

In what ways are Kancil and Crocodile different?

(52)
(53)
(54)

Berikut diberikan stimulus

Pertanyaan apakah yang

dapat dibuat dari stimulus

tersebut berdasarkan latar

belakang MP

masing-masing ?

(55)

Terima Kasih

Selamat Berkarya

IWAN SUYAWAN

HP: 08129886486

(56)

• Contoh soal: Pada sebuah kandang ada 30 ekor kambing dan ayam. Jika 8 kambing dan 22 ayam jumlah kakinya ada 76, maka berapakah jumlah kambing dan jumlah ayam pada kandang tersebut?

• Jawaban 1:

• misal:

• jumlah kaki kambing=x

• jumlah kaki ayam=y

• x+y=30

• 4x+2y=76

• Dengan berbagai cara akan diperoleh jumlah kambing adalah 8 ekor, dan jumlah ayam adalah 22 ekor. Selanjutnya ajukan

Figur

Table of Thinking

Table of.

Thinking. View in document p.16
Tabel berikut menyajikan waktu lari dalam menit dan
Tabel berikut menyajikan waktu lari dalam menit dan . View in document p.45

Referensi

Memperbarui...