• Tidak ada hasil yang ditemukan

YAMAHA MUSIC CENTER DI SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "YAMAHA MUSIC CENTER DI SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

D.K. Ching, Francis. 1999. Arsitektur: Bentuk, Ruang, dan Susunannya. Jakarta:

Erlangga.

De Chiarra, Joseph and Jauh Handcock Callender. 1981. Time Saver Standard For

Building Types. New York: McGraw-Hill Book Company

Depdiknas. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Ham, Roderick. 1972. Theatre Planning. The Architectural Press. London

Izenour, George C. 1977. Theatre Design. Mc Graw Hill Book Company. United States of America

Machlis, Joseph,1963. The Enjoyment of Music.WW Northon & Company. New York

Neufert, Ernst, 1980, Data Arsitek, Jakarta: Erlangga

Panero, Julius dan Martin Zelnik. 1979. Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta. Erlangga

Pedoman Pengelolaan dan Administrasi Sekolah Musik, Yamaha Musik Indonesia, 2004

Perda no. 5 tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang

tahun 2000-2010

Perda no. 6 tahun 2004 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) kota

Semarang tahun 2000-2010

RES, Shofiyah.2004.Kamus Lengkap.Surabaya. Mitra Pelajar.

DAFTAR REFERNSI

www.instrumensreviw.com

www.semarang.go.id

www.vokuz.com

www.yamaha.co.id

http://www.flickr.com

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Amir, Pedoman Penyelenggaraan dan Pengelolaan Museum, Proyek Pembinaan Permuseuman; Direktorat Jendral Kebudayaan; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam tahun-tahun belakangan ini sebagai sebuah reaksi dari pendekatan formal, musik telah menjadi bagian dari aktivitas anak-anak sehari-hari dan makin menjadi jelas dengan

− Perencanaan dan perancangan bangunan multifungsi yang memiliki fasilitas gedung pertunjukkan musik, studio rekaman musik professional, tempat kursus musik, pusat

3.2.1 Potensi Industri Musik dan Seni musik bagi masyarakat Kota Semarang.v. 3.2.2 Potensi Fasilitas Musik di Kota

Mahasiswa merupakan para pelajar yang melakukan berbagai aktivitas utama dalam sekolah tinggi musik.. Mahasiswa merupakan pelaku utama dengan

BAB 3 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SEKOLAH MUSIK KARAWITAN LOKANANTA DI SURAKARTA 3.1.. Pendekatan Kurikulum Sekolah Musik

Merancang sebuah Sekolah Tinggi Musik di Semarang yang menyediakan fasilitas yang representative untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam bermusik dan pengembanan bakat dan

Berdasarkan uji t maka ada dua variabel yang secara signifikan berpengaruh positip terhadap keputusan membeli Yamaha matik, yaitu kualitas produk dan program promosi,