• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN APLIKASI PERSEDIAAN BARANG (STUDI KASUS : MEBEUL MONALISA SUMEDANG)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN APLIKASI PERSEDIAAN BARANG (STUDI KASUS : MEBEUL MONALISA SUMEDANG)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN APLIKASI PERSEDIAAN BARANG (STUDI KASUS : MEBEUL MONALISA SUMEDANG)

Kiki Alibasah

Dosen Jurusan Sistem Informasi STMIK Sumedang Email : [email protected]

ABSTRAK

Perancangan merupakan salah satu awal dari perumusan penelitian. Perumusan perancangan yang baik akan berpengaruh pada sesuai tidaknya dengan kegiatan yang akan dilakukan. Namun dalam pelaksanaan kegiatannya perancangan sering kali diabaikan dan seolah-olah perancangan sudah dibuat tanpa ada dikumentasinya yang jelas. Dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di Mebeul Monalisa Sumedang yang sangat komplek, perlu adanya pengkajian dengen merumuskan perancangan yang matang guna menjadikan awal dari tahapan perkembangan sistem. Dalam penelitian ini yaitu metode pengembangan sistem prototype, dimana tahapan yang diambil dari metode ini hanya mencakup perancangan, yaitu identifikasi kebutuhan pemakai, pembuatan prototype, dan evaluasi prototype. Tujuan dari penelitian ini adalah terbentuknya perancangan yang matang terkait sistem yang akan dibuat dalam jangka panjang. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, yaitu bahwa perancangan yang dibuat dapat menggali kebutuhan informasi yang dibutuhkan pemakai sehingga perancangan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

Kata Kunci : Perancangan, Aplikasi Persediaan Barang, Prototype PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sekarang ini, perkembangan teknologi yang sangat pesat sudah dapat dirasakan, baik bermunculannya alat-alat canggih dan inovasi baru yang ditujukan dalam menunjang kegiatan sehari-hari. Komputer merupakan salah satu dari sekian banyak alat yang kian digunakan dalam menopang kegiatan sehari-hari, dengan alat ini dapat membantu pekerjaan, membuat dokumentasi bisnis, dan akses internet. Bahkan pelaku bisnis sudah mulai menggunakan komputer sebagai alat yang dianggap perlu untuk penopang bisnis.

Kebutuhan informasi yang harus tersaji dengan cepat menjadi suatu keharusan bagi pengelola bisnis untuk melakukan pengambilan keputusan secara cepat. Sehingga hal tersebut, menjadi dasar bagi pihak manajemen untuk pengambilan keputusan secara tepat dengan berdasar pada informasi yang tepat. Namun untuk mewujudkan semua kebutuhan informasi tersebut diperlukan sebuah sistem yang telah direncanakan dengan matang.

Mebeul Monalisa Sumedang merupakan salah satu dari sekian banyak mebeul yang berada dikabupaten Sumedang yang bisa dikatakan maju. Pada saat ini mebel tersebut sudah mempunyai tiga cabang di daerah Sumedang. Mebeul merupakan jenis usaha yang menyedikan perlengkapan rumah tangga yang sangat banyak variannya. Sehingga sudah jelas akan banyak barang yang ditawarkan untuk pelanggan. Satu merk barang biasanya terdapat beberapa jenis, warna, dan ukuran. Sedangkan melihat pekembangan merk barang untuk saat ini sangat banyak sekali.

(2)

Ruang Lingkup

Adapun beberapa dari permasalahan yang terjadi saat ini, yaitu :

1) Perputaran barang dari gudang ke gudang, toko ke toko, gudang ke toko, dan toko ke gudang sangat cepat tiap harinya sehingga terkadang pegawai lupa mendata perputaran barang tersebut dan akhirnya mengakibatkan stok barang menjadi tidak jelas.

2) Informasi yang diberikan kepada pelanggan terkait barang yang ditawarkan sering tidak tepat misalnya barang yang sudah dikonfirmasi stoknya tersedia ternyata ketika sudah dicek stoknya sudah habis.

3) Belum terjalinnya komunikasi yang baik antar pegawai, pegawai yang ditugaskan untuk mengambil barang secara terburu-buru terkadang lupa untuk mengonfirmasi kepada pegawai yang ditugaskan untuk mencatat stok.

Melihat permasalahan yang terjadi itu sangat kompleks karena menyangkut bukan satu tempat saja tetapi ketiga tempat usaha, maka dengan adanya permasalahan tersebut perlu adanya sebuah perancangan yang matang sebelum dibangunnya sebuah sistem. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah terbentuknya perancangan untuk aplikasi persediaan barang di Mebeul Monalisa Sumedang yang matang terkait sistem yang akan dibuat dalam jangka panjang.

Manfaat

Adapun manfaat yang dapat dirasakan bagi pengelola bisnis yaitu mempunyai dokumentasi jelas sedangkan untuk pengembang aplikasi dapat langsung memuat implementasi aplikasi dengan melihat pedoman yang sudah jelas dan tentunya tepat sasaran.

Metode Penelitian

Menurut Raymond McLeod, Jr. dalam bukunya “Sistem Informasi Manajemen Jilid 1”. Prototype merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan pengembangan aplikasi untuk menciptakan suatu model dari system informasi yang harus dikembangkan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksiselama proses pembuatan sistem. Manfaatnya yaitu pengembang tahu apa yang menjadi keinginan pelanggan dan pelanggan juga mengetahui proses – proses dalam penyelesaian yang diinginkan. Prototype memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya.

Ada 2 jenis prototype yaitu Prototype jenis I sesungguhnya akan menjadi sistem operasional sedangkan prototype jenis II merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.

(3)

Pengembangan prototype jenis I Mengidentifikasi kebutuhan pemakai Mengembangkan Prototype Mengkodekan sistem operasional Menggunakan sistem operasional Menguji sistem operasional Prototype dapat diterima Sistem dapat di terima TID AK YA TID AK

Gambar 1. Metode Pengembangan Sistem Prototipe [7] PEMBAHASAN

Kajian Teori

Untuk mengkaji permasalahan diatas, maka perlu beberapa kajian teori seperti : 1. Perancangan

Menurut George M Scott yang diterjemahkan oleh Jogiyanto HM dalam bukunya yang berjudul Analisa dan Desain Sistem Informasi, perancangan didefinisikan sebagai berikut : perancangan adalah desain yang menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan dalam tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analis sistem. [3]

Pengertian perancangan menurut S.P. Hariningsih dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi, menyebutkan bahwa : perancangan sistem merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem”. [2]

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan pengertian perancangan yaitu mendesain atau menggambar sesuatu dari kumpulan elemen–elemen, sub–sub, komponen–komponen untuk menghasilkan suatu kegunaan yang berguna dimasa yang akan datang.

(4)

2. Aplikasi

Menurut Jogiyanto aplikasi adalah penggunaan dalam suatu komputer, instruksi (instructiom) atau pernyataan (statement) yang disusun sedemikian rupa sehingga komputer dapat memproses input menjadi output. (1999:12)

Sedangkan menurut Hengky W. Pramana aplikasi adalah suatu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktifitas seperti sistem perniagaan, game pelayanan masyarakat, periklanan, ata semua proses yang hamper dilakukan manusia Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa aplikasi merupakan software yang berfungsi untuk melakukan berbagai bentuk pekerjaan atau tugas-tugas tertentu seperti penerapan, penggunaan dan penambahan data sebagai upaya untuk memberikan solusi terkait masalah yang dihadapi.

3. Persediaan Barang

Menurut Mulyadi persediaan adalah merupakan elemen aktiva yng disimpan untuk dijual dalam kegiatan bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dijual. [4]

Menurut Ristono persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan bahan setengah jadi dan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku dan bahan setengah jadi disimpan sebelum digunakan atau dimasukkan ke dalam proses produksi, sedangkan persediaan barang jadi atau barang dagangan disimpan sebelum dijual atau dipasarkan. Dengan demikian setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha umumnya memiliki persediaan. (2009:13)

Sedangkan menurut Skousen persediaan ditujukan untuk barang-barang yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal, dan dalam kasus perusahaan manufaktur, maka kata ini ditujukan untuk proses produksi atau yang ditempatkan dalam kegiatan produksi. (2004:653)

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan tentang pengertian dari persediaan yaitu kumpulan dari bahan baku dalam produksi yang diperuntukan sebagai cadangan dalam kegiatan produksi.

Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan

Analisis ini dilakukan untuk melihat kegiatan operasional yang sedang berjalan pada saat ini ditempat usaha tersebut. Sehingga sistem yang akan dibuat berdasarkan pada sistem yang sedang berjalan sekarang tanpa harus mengubah sistem secara keseluruhan.

(5)

Sistem Yang Sedang Berjalan P e g a w a i P e m ili k P e la n g g a n B a g ia n G u d a n g

Mulai Mencatat Pemasukan Barang Buku Daftar Barang Mengonfirmasi Pengambilan Barang Meminta Informasi Mengecek Barang Form Pengambilan Barang Form Pengambilan Barang Mencatat Pengeluaran Barang Informasi Barang Yang Tidak Tersedia Informasi Barang Yang Tidak Tersedia Menjual Barang Katalog Barang Katalog Barang Melakukan Pemilihan Barang Informasi Barang Yang Tersedia Status Ya Tidak Informasi Barang Yang Tersedia Selesai Menerima Informasi Ketersediaan Barang Status Melakukan Pembelian Tidak Ya Tidak Informasi Ketersediaan Barang

(6)

Analisis Kebutuhan Pengguna

Berdasarkan pada metodologi yang digunakan yaitu prototype yang salah satu tahapannya yaitu mengidentifikasi kebutuhan pengguna maka analisis kebutuhan pengguna harus dirumuskan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna terkait kebutuhan/informasi yang diinginkan para pelaku.

Tabel 1 Kebutuhan Pengguna

No Pengguna Kebutuhan

1 Pemilik Usaha  Jumlah stok barang keseluruhan  Rekap stok barang

 Jumlah penambahan barang  Jumlah pengeluaran barang  Daftar Retur Barang

2 Bagian Gudang  Jumlah stok barang keseluruhan  Jumlah stok barang per no barang  Jumlah stok barang per jenis barang  Jumlah stok barang per merk barang  Jumlah stok barang per tipe barang  Jumlah barang terendah

 Jumlah barang terbanyak

 Jumlah penambahan barang dari supplier  Jumlah penambahan barang yang dipindahkan

ke tempat lain

 Jumlah pengeluaran barang yang dibeli oleh pelanggan

 Jumlah pengeluaran barang yang dipindahkan ke tempat lain

 Jumlah Retur Barang 3 Pegawai  Info barang

4 Pembeli/Konsumen  Info jenis barang

 Info ketersediaan barang

Usulan Sistem Baru

Usulan untuk sistem baru yang diberikan tidak berbeda dengan proses bisnis yang sedang berjalan saat ini namun adanya pembaharuan, penambahan, atau penggabungan proses bisnis untuk mengoptimalkan proses bisnis yang dilakukan.

1. Flowchart Baru

Flowchart usulan untuk sistem baru selengkapnya dapat dilihat pada gambar 3 berikut :

(7)

Sistem Yang Diusulkan P e la n g g a n P e m ili k P e g a w a i B a g ia n G u d a n g Ya Tidak Tidak Ya Tidak Menerima Informasi Ketersediaan Barang Menjual Barang Selesai Form Pengambilan Barang Status Informasi Barang Yang Tidak Tersedia Informasi Ketersediaan Barang Meminta Informasi Informasi Barang Yang Tersedia Katalog Barang Katalog Barang Status Mulai Informasi Barang Yang Tidak Tersedia Form Pengambilan Barang Melakukan Pemilihan Barang Buku Daftar Barang Informasi Barang Yang Tersedia Mengonfirmasi Pengambilan Barang Melakukan Pembelian Menginput Pemasukan Barang Pada Aplikasi Menginput Pengeluaran Barang Pada Aplikasi Proses Pengecekkan Barang Pada Aplikasi Proses Pembuatan Laporan Pada Aplikasi Laporan berdasarkan Kategori Laporan berdasarkan Kategori

(8)

2. Perancangan Database

Tabel 2. Tabel Petugas

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

USERID Text 20 Primary key

NAMA_PETUGAS Text 50

PASSWORD Text 30

HAK_AKSES Text 20

Tabel 3. Tabel Jenis Barang

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

KODE_JENIS Text 10 Primary key

JENIS BARANG Text 50

Tabel 0. Tabel Barang

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

NO_BARANG Text 20 Primary key

JENIS_BARANG Text 50 MERK Text 50 TIPE Text 50 KODE_BARANG Text 20 UKURAN Text 50 WARNA Text 50

STOK Number Long Integer

HARGA Number Long Integer

KETERANGAN Text 100

Tabel 5. Tabel Penambahan Barang

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

NO_PENAMBAHAN Text 20 Primary key

TGL_PENAMBAHAN Data/Time

KATEGORI Text 30

KE_TEMPAT Text 30

DARI_TEMPAT Text 30

KETERANGAN Text 100

Tabel 6. Tabel Detail Penambahan Barang

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

NO_PENAMBAHAN Text 20 NO_BARANG Text 20 JENIS_BARANG Text 50 MERK Text 50 TIPE Text 50 KODE_BARANG Text 20 UKURAN Text 50 WARNA Text 50

STOK_AWAL Number Long Integer

(9)

Tabel 7. Tabel Pengeluaran Barang

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

NO_PENGELUARAN Text 20 Primary key

TGL_PENGELUARAN Data/Time

KATEGORI Text 30

KE_TEMPAT Text 30

DARI_TEMPAT Text 30

KETERANGAN Text 100

Tabel 8. Tabel Detail Pengeluaran Barang

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

NO_PENGELUARAN Text 20 NO_BARANG Text 20 JENIS_BARANG Text 50 MERK Text 50 TIPE Text 50 KODE_BARANG Text 20 UKURAN Text 50 WARNA Text 50

STOK_AWAL Number Long Integer

JML_PENAMBAHAN Number Long Integer Tabel 9. Tabel Retur Barang

Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan

NO_RETUR Text 20 Primary key

TGL_RETUR Data/Time

KATEGORI Text 30

KE_TEMPAT Text 30

KETERANGAN Text 100

3. Perancangan Desain

Tabel 10. Skema Desain dan Fungsi

No Desain Fungsi

1 Form Login Untuk akses pengguna

2 Form Menu Utama Untuk menyediakan fitur pada aplikasi 3 Form Input Jenis Barang Untuk menginput data jenis barang 4 Form Input Akses Petugas Untuk menginput data akses petugas 5 Form Input Data Barang Untuk menginput data barang tiap toko

dan gudang

6 Form Penambahan Stock Barang Untuk melakukan penambahan stock barang baik dari supplier atau

perpindahan barang

7 Form Pengeluaran Stock Barang Untuk melakukan pengeluaran stock barang baik dari penjualan atau perpindahan barang

(10)

8 Form Retur Untuk melakukan penukaran barang yang rusak dengan barang yang baru 9 Form Perubahan Transaksi

Penambahan Barang

Untuk melakukan pembaharuan transaksi penambahan yang telah dilakukan

10 Form Perubahan Trasaksi Pengeluaran Barang

Untuk melakukan pembaharuan transaksi pengeluaran yang telah dilakukan

11 Form Pencarian Stock Barang Untuk melakukan pencarian stock barang tiap toko dan gudang 12 Form Backup Data Untuk melakukan backup database 13 Form Kategori Daftar Barang Untuk menyediakan fitur pencetakan

daftar barang

14 Form Kategori Daftar Retur Untuk menyediakan fitur pencetakan daftar retur

15 Daftar Barang Diurutkan Berdasarkan No Barang

Untuk melihat daftar barang yang telah diurutkan berdasakran no barang 16 Daftar Barang Diurutkan

Berdasarkan Jenis Barang

Untuk melihat daftar barang yang telah diurutkan berdasarkan jenis barang 17 Daftar Barang Diurutkan

Berdasarkan Merk Barang

Untuk melihat daftar barang yang telah diurutkan berdsarkan merk barang 18 Daftar Barang Diurutkan

Berdasarkan Tipe Barang

Untuk melihat daftar barang yang telah diurutkan berdasarkan tipe barang 19 Daftar Barang Berdasarkan Jenis

Barang

Untuk melihat daftar barang berdasakan jenis barangnya saja 20 Daftar Barang Berdasarkan Jumlah

Barang Terendah

Untuk melihat daftar barang

berdasarkan jumlah barang terendah 21 Daftar Barang Berdasarkan Jumlah

Barang Tertinggi

Untuk melihat daftar barang

berdasarkan jumlah barang tetinggi 22 Rekap Stok Barang Untuk melihat rekap stok barang tiap

toko dan gudang

23 Daftar Penambahan Barang Untuk melihat daftar penambahan barang secara keseluruhan

24 Daftar Penambahan Barang per Supplier

Untuk melihat daftar penambahan barang berdasarkan supplier 25 Daftar Penambahan Barang per

Perpindahan Barang

Untuk melihat daftar penambahan barang berdasarkan perpindahan barang

26 Daftar Pengeluaran Barang Untuk melihat daftar pengeluaran barang secara keseluruhan

27 Daftar Pengeluaran Barang per Penjualan

Untuk melihat daftar pengeluaran barang berdasarkan transaksi penjualan 28 Daftar Pengeluaran Barang per

Perpindahan Barang

Untuk melihat daftar pengeluaran barang berdasarkan perpindahan barang

(11)

e. Evaluasi Desain

Tabel 11. Hasil Evaluasi Desain

No Desain Hasil Pengguna Keterangan

1 Form Login Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang)

Nonos (Pegawai)

-

2 Form Menu Utama Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Perlu tambahan identitas toko 3 Form Input Jenis

Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang)

Nonos (Pegawai)

-

4 Form Input Akses Petugas

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang)

Nonos (Pegawai)

-

5 Form Input Data Barang

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Field untuk input Barang masih ada yang kurang 6 Form Penambahan Stock Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 7 Form Pengeluaran Stock Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang)

Nonos (Pegawai)

-

8 Form Retur Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Perlu penambahan field baru 9 Form Perubahan Transaksi Penambahan Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 10 Form Perubahan Trasaksi Pengeluaran Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 11 Form Pencarian Stock Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang)

Nonos (Pegawai)

(12)

12 Form Backup Data Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 13 Form Kategori Daftar Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 14 Form Kategori Daftar Retur

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Tambahkan kateogri periode 15 Daftar Barang Diurutkan Berdasarkan No Barang

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Masih harus ada field yang harus ditambahkan 16 Daftar Barang Diurutkan Berdasarkan Jenis Barang

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Masih harus ada field yang harus ditambahkan 17 Daftar Barang Diurutkan Berdasarkan Merk Barang

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Masih harus ada field yang harus ditambahkan 18 Daftar Barang Diurutkan Berdasarkan Tipe Barang

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Masih harus ada field yang harus ditambahkan 19 Daftar Barang Berdasarkan Jenis Barang

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Masih harus ada field yang harus ditambahkan 20 Daftar Barang Berdasarkan Jumlah Barang Terendah

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Masih harus ada field yang harus ditambahkan 21 Daftar Barang Berdasarkan Jumlah Barang Tertinggi

Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Masih harus ada field yang harus ditambahkan 22 Rekap Stok Barang Sesuai Fahad (Pemilik)

Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 23 Daftar Penambahan Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang)

Nonos (Pegawai)

(13)

24 Daftar Penambahan Barang per Supplier

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 25 Daftar Penambahan Barang per Perpindahan Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 26 Daftar Pengeluaran Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 27 Daftar Pengeluaran Barang per Penjualan

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) - 28 Daftar Pengeluaran Barang per Perpindahan Barang

Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang)

Nonos (Pegawai)

-

29 Daftar Retur Blm Sesuai Fahad (Pemilik) Roby (Bagian Gudang) Nonos (Pegawai) Perlu penambahan field baru PENUTUP Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, yaitu bahwa perancangan yang dibuat dapat menggali kebutuhan informasi yang dibutuhkan pemakai sehingga perancangan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

Saran

Saran untuk kedepannya agar pedoman tentang perancangan ini agar diimplementasikan dalam bentuk Aplikasi Persediaan Barang.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Earl K. Stice, James D. Stice dan K. Fred Skousen., (2004). Akuntansi Intermediate, Edisi Lima Belas, Buku 1, Alih Bahasa oleh Salemba Empat, Salemba Empat, Jakarta.

[2] Hariningsih, S.P. (2006). Sistem Informasi Akuntansi, Ardana Media, Jakarta. [3] Jogiyanto H.M., (1999). Analisis dan Disain Sistem Informasi, Andi, Yogyakarta. [4] Mulyadi., (2001). Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit Salemba.

Empat, Jakarta.

[5] Pramana, H., (1999). Kunci Sukses Visual FoxPro 6.0, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

[6] Ristono, Agus., (2009). Manajemen Persediaan Edisi 1. Yogyakarta : Graha Ilmu. [7] Raymond McLeod,Jr. (2001). Sistem Informasi Edisi 7 Jilid 2. Prenhallindo. Jakarta.

Gambar

Gambar 1. Metode Pengembangan Sistem Prototipe [7]
Gambar 2. Flowchart Sistem Yang Sedang Berjalan
Tabel 1 Kebutuhan Pengguna
Gambar 0. Flowchart Sistem Yang Diusulkan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pengendalian biaya bahan baku adalah suatu cara untuk mengukur pelaksanaan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk menghindari terjadinya pemborosan biaya bahan

UJI AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SERTA UJI MUTU EKSTRAK ETANOL BATANG BROTOWALI (TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS.)... JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, September

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian analisis ialah untuk melihat permasalahan yang berhubungan atau berpengaruh antara dua atau lebih variabel

Depot Rawon Setan adalah suatu jenis usaha dalam bidang makanan yakni makanan rawon yang berdiri pada 21 Juli 1953 yang awalnya diberi nama dengan Rawon Nirom oleh sang

Setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok (TAK) penyaluran energi dengan membuat kerajinan tangan , diharapkan pasien dapat menjalin kerjasam dengan dengan membuat

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Hubungan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Penerima Program PKH (Program Keluarga Harapan) dengan Status Gizi Anak Usia Dini

pencegahan dan penanggulangan pencemaran adalah Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan tertib lalu lintas kapal di

Penilaian manfaat risiko menerima tantangan ini dengan mengambil pendekatan yang seimbang dan bijaksana: pendekatan yang memungkinkan anak kecil dan anak-anak memperoleh manfaat