• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam era global ini peran pemasaran bagi perusahaan menjadi semakin penting karena kondisi persaingan yang semakin ketat yang ditandai dengan munculnya pesaing-pesaing baru maupun berekspansinya pesaing-pesaing yang sudah ada. Bahkan pesaing yang menghasilkan produk-produk subtitusi juga terus bermunculan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Semakin banyak pelaku pasar yang bersaing maka semakin banyak produk atau jasa yang menjadi pilihan konsumen agar semakin cermat dalam memilih produk untuk memenuhi kebutuhannya. Karena pada dasarnya segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan manusia akan mengalami perubahan, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan juga pengaruh pada pola perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Di wilayah Bandung yang merupakan wilayah padat penduduk,yang menjadikan titik-titik kota memiliki banyak perumahan perumahan menengah keatas maupun kebawah, bahkan diujung kota sekalipun. Banyak juga di temukan rumah-rumah yang dibangun di gang-gang kecil, disamping sungai maupun di pinggir rel kereta yang di bangun semi permanen. Hal ini membuat beberapa tempat menjadi terlihat kumuh/tidak bersih. Rata-rata penduduk tersebut sudah berkeluarga, yang menjadikan banyak sekali sampah-sampah dapur yang kadang sembarangn di buang oleh masyarakatnya. Memiliki tempat tinggal dan lingkungan rumah yang nyaman dan bersih, Tentunya menjadi impian semua orang dimana rumah menjadi tempat favorit setiap keluarga, setiap hari untuk beristirahat dan bercengkrama bersama keluarga setiap saat. Apalagi adanya anak kecil dirumah yang rentan kesehatannya menjadikan para orangtua harus selalu waspada dan mencegah timbulnya virus, bakteri atau kuman sekecil apapun dirumah.

(2)

Praktik Higienis (perilaku hidup bersih dan sehat) yang buruk mempengaruhi miliaran orang di seluruh dunia. Bagi jutaan orang hal ini bisa mematikan. Pada tahun 2015, hampir 5 juta orang meninggal akibat penyakit menular – sepertiga dari angka itu adalah anak-anak di bawah 5 tahun. Pada tahun yang sama, terdapat 672 juta kasus infeksi pernapasan dan 117 juta kasus penyakit diare yang dilaporkan terjadi di Indonesia. Praktik higienis yang terencana di rumah dapat membantu menguragi risiko penyakit diare sebesar 45%, dan membantu melindungi keluarga masyarakat. Sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan oleh semua orang untuk mencegah timbulnya kuman atau bakteri dirumah, antara lain:

sumber (https://www.wipol.co.id/articles/csr.html)

1. Pastikan dalam ruangan rumah kita mendapatkan sinar matahari dan udara yang cukup, karena tempat yang lembab dan basah bakteri akan cepa berkembang.` 2. Selalu bersihkan secara rutin tempat yang sering kontak langsung dengan kulit

seperti pegangan pintu, remote tv, HP, mainan anak-anak dan alat rumah tangga seperti perabotan dan alat kebersihan lainnya seperti lap pel dan spon untuk mencuci piring

3. Pastikan selalu mengunakan pembersih yang mengandung Desinfektan.

Dalam kegiatan pemasaran pun pihak pemerintah turut serta dengan hal ini dengan ditunjukkan nomor daftar dari Kementrian Kesehatan. Pemerintah mewajibkan adanya nomor dari Kementrian Kesehatan pada setiap kemasan produk pembersih lantai dan telah tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1190/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Izin Edar Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, yaitu KEMENKES RI PKD 20502710379 dan

20502710380, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; yang menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hal atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk

(3)

mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Kesehatan;

2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 119/Menkes/Per/2010 tentang Produksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga;

3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

1190/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Izin Edar Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

Wipol Karbol 5in1 merupakan produk pembersih lantai yang di produksi oleh PT. Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V Lever. Wipol dikenal sebagai merek pembersih lantai dengan pine action yang efektif membunuh kuman sekaligus memberikan keharuman khas cemara, menjadikan ruangan segar dan melindungi keluarga dari kuman penyakit. Wipol berkomitmen untuk membantu keluarga menghentikan penyebaran kuman yang dapat menyebabkan penyakit.

Banyak masyarakat yang belum menyadari ancaman kesehatan yang dapat timbul karena kuman dan bakteri, yang lebih meningkat penyebarannya di musim hujan. Wipol Karbol 5in1 percaya bahwa masyarakat memerlukan edukasi dan tindakan tepat agar terhindar dari penyebaran kuman, bakteri dan virus penyebab wabah penyakit. Dilihat dari kebutuhan pembersih lantai yang cukup besar dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan keluarga dan lingkungan yang baik, maka ini menjadi peluang baik untuk memasarkan produk pembersih lantai.

Konsumen sebagai individu yang membeli sebuah produk telah memalui berbagai proses untuk pengambilan keputusan membeli seperti menilai dari citra merek dan harga produk itu sendiri, selanjutnya membandingkan kualitas produk dengan produk lain sampai akhirnya pada keputusan membeli produk itu. Perilaku konsumen tersebut merupakan fenomena yang penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan.

(4)

Pada dasarnya keputusan pembelian pembersih lantai oleh konsumen dipengaruhi oleh faktor banyak faktor diataranya mutu suatu produk, merek, dan harga produk. Didorong kebutuhan dan keinginan dari dalam diri seseorang untuk melindungi keluarga dan lingkungan sekitar sehingga pada akhirnya konsumen menunjukan loyalitas. Dilihat dari permasalahan yang ada dilapangan bahwa adanya indikasi bahwa kurangnya pemahaman konsumen terhadap produk Wipol Karbol 5in1, dan adanya perbedaan harga dengan produk lain dimana juga akan berpengaruh pada loyalitas dan minat konsumen untuk kembali membeli produk Wipol Karbol 5in1. Pastinya akan menemui beberapa merek pembersih lantai, yang membuat konsumen lebih detail dan sangat hati-hati untuk menentukan pilihannya dalam membeli suatu produk. Konsumen akan membeli poduk yang berkualitas, bermerek dan harga yang realtif terjangkau untuk memenuhi kebutuhannya, terutama dalam masalah kebersihan lingkungan keluarga.

Pada kenyataan di lapangan ditemukan permasalahan bahwa penjualan produk Wipol di Toserba Griya mengalami penurunan dari tahun ke tahun yakni dari tahun 2016-2018 dapat dilihat seperti pada tabel dibawah ini:

Tabel 1.1

Data Penjualan Wipol Karbol 5in1 tahun 2016-2018

(5)

Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa penjualan Wipol Karbol 5in1 pada tahun 2016 ke tahun 2018 mengalami penurunan penjualan dari ukuran kemasan hingga varian wanginya, lanjut pada tahun 2017 ke tahun 2018 pada semester pertama dari bulan januari hingga juni, Wipol Karbol 5in1 mengalami penurunan dalam penjualannya yang cukup signifikan dalam penjualannya.

Kemudian di triwulan tahun 2019 penurunan penjualan terus terjadi meskipun yang menjadi target penjualan adalah hanya rata- rata penjualan perbulan dari tahun sebelumnya,dapat dilihat perbandingan penjualan pada triwulan pertama 2019 (Januari, Februari, Maret) dibandingkan dengan rata-rata penjualan bulan sebelum nya, dapat dilihat pada table dan grafik berikut :

Tabel 1.2

Data Penjualan Toko Jan – Maret 2019

Periode Target Penjualan

Rata-rata 2018 Rp 14,864,368.58 Rp 6,625,028.42 Jan 2019 Rp 14,864,368.58 Rp 5,962,525.58 Feb 2019 Rp 14,864,368.58 Rp 5,763,774.72 Mar 2019 Rp 14,864,368.58 Rp 4,770,020.46

(6)

Gambar 1.1

Data Penjualan Toko Jan – Maret 2019

Dari table dan grafik diatas bisa dilihat setiap bulan nya penjualan mengalami penurunan 3-5 % dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Apabila dibandingkan dengan target rata tahun sebelumnya penjualan pun hanya mencapai 40 % dari rata-rata target tahun 2018.

Dari sudut pandang konsumen, harga dan citra merek sering dijadikan indikator dalam menentukan untuk memilih sesuatu. Maka dari itu perusahaan harus mampu menciptakan brand image yang menarik dan menggambarkan manfaat produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dengan demikian konsumen memilih citra yang positif terhadap merek.

Banyak merek pembersih lantai yang ditawarkan dipasar dapat mempengaruhi posisi top brand indeks dari merek pembersih lantai yang ada di Indonesia. Kriteria yang harus dipenuhi adalah yang memperoleh Top Brand Index minimum 10% dan berada dalam posisi top three di kategori produknya. Pada dua kategori terserbut tidak menutup kemungkinan dalam satu kategori produk terdapat lebih dari satu merek, maksimal tiga merek yang meraih predikat Top Brand. Berikut adalah Top Brand Index tahun 2016-2018. Pada tahun 2018 fase 1 yang dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2018 pembersih lantai yang ada di Indonesia:

Rp5.000.000,00 Rp10.000.000,00 Rp15.000.000,00 Rp20.000.000,00

Rata-rata 2018 Jan 2019 Feb 2019 Mar 2019

Chart Title

(7)

Tabel 1.3

Top Brand Index Pembersih Lantai Tahun 2018

MEREK TBI 2016 TBI 2017 TBI 2018

So Klin 43.50% 41.00% 44.50% Superpel 20.20% 20.80% 18.10% Wipol 16.50% 16.80% 14.80% SOS 9.30% 9.10% 12.00% Karbol - - - Porstex - - - Supersol 2.10% 2.50% 2.30% Dettol - - -

Sumber: Top Brand Award Tahun 2016-2018

Salah satu survey merek di Indonesia yang dijadikan sebagai indikator kinerja sebuah merek di Indonesia adalah Top Brand Award. Konsep tentang Top Brand mengenai merek suatu produk didasarkan pada tiga parameter yaitu, merek yang paling diingat (top of mind), merek yang terakhir kali dibeli atau dikonsumsi (last used), serta merek yang akan dipilih kembali dimasa mendatang (future intention). Ketiga parameter tersebut diformulasikan dengan cara menghitung rata-rata terboboti masing-masing parameter untuk membentuk Top Brand Index (TBI). Menurut Tjiptono (2011:43)

merek bermanfaat sebagai sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau pelacakan produk bagi perusahan dan sebagai sinyal kualitas bagi pelanggan yang puas, sehingga pelanggan dengan mudah memilih dan membelinya dilain waktu. Berdasarkan data TBI diatas menunjukkan bahwa pembersih lantai merek Wipol Karbol 5in1 memiliki presentase yang kurang tinggi tetapi masih dapat bersaing dengan kompetitor-kompetitornya. Melihat Wipol Karbol 5in1 ada diposisi ketiga dalam Top Brand Indeks.

(8)

Selain merek hal yang harus diperhatikan oleh sebuah perusahaan dalam bersaing adalah kebijakan penetapan harga. Harga menjadi faktor yang berpengaruh secara nyata dan kuat pada keputusan pembelian konsumen. Hal ini menyebabkan persiangan antar semua perusahaan dalam penetepannya

Berikut adalah data penulis dapatkan mengenai persaingan harga seperti tabel dibawah ini:

Tabel 1.4

Daftar Harga Pembersih Lantai perr Maret 2019

Sumber: Toserba Grand Yogya Sunda, tahun 2018

Berdasarkan tabel 1.4 dapat diketahui bahwa dari segi penetapan harga Wipol Karbol 5in1 cukup kompetitif dibandingkan komprtitor lain yang masuk dalam jajaran

Top Brand bahkan dibandingkan antara harga pada tahun 2018 angka pada triwulan pertama 2019 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelum nya, terutama dalam variasi produk yang memiliki banyak competitor di kelasnya. Penurunan harga yang terjadi antara tahun 2018 dan triwulan pertama 2019 berkisar diantara Rp 50,- samppai dengan Rp 100.- pada setiap varian kemasan.

(9)

Harga yang ditetapkan oleh perusahaan dapat menjadi tolak ukur akan permintaan suatu produk. Menurut Kotler (2010:19) menyatakan harga merupakan unsure bauran yang bersifat fleksibel. Harga dapat berubah dengan cepat, tidak seperti ciri khas produk dan perjanjian distribusi. Pentepan harga yang salah pada suatu produk dapat mengakibatkan jumlah penjualan tidak dapat maksimal yang mengakibatkan penjualan menurun dan pangsa pasar berkurang. Harga merupakan variabel dari program bauran pemasaran yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh sebab itu, dalam penetapan harga perusahaan harus dapat menentukan harga penjualan sesuai dengan pangsa pasar yang dituju agar penjualan produk dan pangsa pasar semakin meningkat. Selain harga, merek pun menjadi penting bagi perusahan.

Selain brand image, salah satu syarat untuk mendapatkan pasar adalah harga yang kompetitif. Dalam persaingan yang kian terbuka, setiap pemilik merek ataupun pemasar dituntut untuk lebih jeli dalam menetapkan harga demi memenangkan persaingan. Pada zaman milenial seperti sekarang banyak masyarakat yang menginginkan harga yang murah tanpa harus menyampingkan citra merek dari produk tersebut. Karena masyarakat mempunyai tingkat sensitifitas terhadap harga dari sebuah produk yang akan mereka beli. Dengan kata lain harga sangat berpengaruh dalam keputusan pembelian konsumen.

Dengan demikian, akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan dan daya beli konsumen yang direspon dengan sangat baik oleh merek-merek terkuat di Indonesia dengan memberikan produk dan harga yang kompetitif, inovasi berdasarkan tujuan, pengalaman yang terbaik serta beragam faktor lainnya yang menambah nilai merek dan meningkatkan penjualan.

Berdasarkan fenomena permasalahan diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil keputusan penelitian dengan judul “Pengaruh Citra Merek dan Harga

Terhadap Keputusan Pembelian Wipol Karbol 5in1 (Studi kasus di Toserba Grand Yogya Sunda)”.

(10)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana tanggapan mengenai citra merek, harga dan keputusan pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Griya Sunda?

2. Seberapa besar pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Griya Sunda.

3. Seberapa besar pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Griya Sunda?

4. Seberapa besar pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Griya Sunda

1.3 Tujuan Penelitian

Sehubungan dengan judul dan uraian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Mengetahui dan menganalisa citra merek, harga dan keputusan pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Griya Sunda

2. Mengetahui dan menganalisa besarnya pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Grand Yogya Sunda.

3. Mengetahui dan menganalisa besarnya pengaruh harga terhadap keputusan

pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Grand Yogya Sunda.

4. Mengetahui dan menganilisa besarnya pengaruh citra merek dan haga terhadap keputusan pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Grand Yogya Sunda.

1.4 Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, karena berbagai keterbatasan penelitian ini hanya difokuskan pada Pengaruh Citra Merek dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Wipol 5in1 pada konsumen Toserba Grand Yogya Sunda di yang beralamatkan di Jl.Sunda No.60 Kb.Pisang Kec. Sumur Bandung Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari 2019 hingga selesai.

(11)

1.5 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan usulan dan masukan pada manajemen pemasaran perusahaan, agar dapat menentukan langkah strategi pemasaran yang tepat dalam mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan.

1.5.1 Kegunaan Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan sebagai pembimbing untuk penelitian sejenis lainnya.

1.5.2 Kegunaan Bagi Praktisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan masukan yang bermanfaat bagi manajemen pemasaran dlam mengambil langkah yang tepat agar meningkatkan penjualan.

Referensi

Dokumen terkait

(3) kedisiplinan belajar santri berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan menghafal al- Qur’an santri pondok pesantren Al-Aziz Lasem Rembang, hal ini terbukti

manual, namun salah. Pilih ulang jenis jaringan berdasarkan jenis SIM/USIM card yang digunakan. Terkoneksi ke Internet, namun tidak bias membuka halaman website apa pun.

Dengan hasil penelitian ini dapat dilihat keakuratan diagnostik potong beku, sitologi imprint intraoperasi, dan gambaran USG pada pasien dengan diagnosa tumor ovarium untuk

Pada Ruang Baca Pascasarjan perlu dilakukan pemebersihan debu baik pada koleksi yang sering dipakai pengguna maupun

Hasil uji Signifikansi Parsial (Uji-t) menunjukkan bahwa variabel Market Value Added (MVA) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Pendapatan Saham,

Berdasarkan hal-hal yang telah penulis uraikan dalam pembahasan mengenai kesesuaian penetapan tersangka korupsi oleh KPK tanpa bukti permulaan yang cukup dengan asas due of

Berkoordinasi dengan ADB agar NOL dapat segera terbit. Rencana lelang pada Bulan Juni 2017 3 Kegiatan Peningkatan Kualitas Skala Kawasan, Kawasan Bandengan, Kota Pekalongan TA 2017

Analisis dan Perancangan Sistem Basis Data Pembelian, Penjualan, dan Persediaan pada. PT Interjaya