Surat dari Muslim Gaza untuk Muslim Indonesia

25 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Surat dari Muslim Gaza untuk

Muslim Indonesia

Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza melalui surat elektronik (Email) dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami.

“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu

(2)

belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian. Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi.

(3)

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.

Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009,saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

(4)

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.

Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut. Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.

Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.

Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah

(5)

Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?

Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.

Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

(6)

Saudaramu di Gaza, Abdullah Al Ghaza

Spesial thanks to Hnedrik Blog for this article. Don’t forget to share this article yeahh

Source: http://hiendrich.blogspot.com/2014/07/surat-dari-musli m-gaza-untuk-umat.html

Kerugian Bagi Orang yang

Meninggalkan Salat

Wahai orang yang meninggalkan salat! Setelah engkau tinggalkan salat apa agi yang engkau sisakkan untuk agama Islam? Tidakkah engkau tahu bahwa salat merupakan tiang agama dan pokok dari keimanan?

Wahai orang yang meninggalkan salat! Seluruh alam semesta bersujud kepada Rabbya kecuali engkau!

“Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gungung, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari pada manusia? Dan banyak diantara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya.” (Q.S. Al- Hajj [22]:18)

Jika engkau tidak salat! Niscaya engkau termasuk orang-orang yang berhak untuk diazab.

Wahai orang-rang yang meninggalkan salat! Tidakkah engkau tahu bahwasanya meninggalkan salat termasuk kekafiran dan kemusrikan. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut. “Pembatas antara seorang dengan kemusyrikan dan kekafiran

(7)

adalah meninggalkan salat.” (H.R. Muslim)

Wahai orang-rang yang meninggalkan salat! Tidakkah engkau tahu bahwa meninggalkan slat dan menyepelkannya termasuk kemunafikan?

“Salat yang paling berat atas orang-orang munafik adalah salat isya dan subuh, jika saja mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.” (Mutaffaqun’alaih)

Tidakkah engkau tahu wahai orang yang meinggalkan salat! Bahwasanya orang munafik masih bersedia mengerjakan salat, walaupun dengan ria’ sedangkan engkau tidak salat sama sekali. Wahai orang-rang yang meninggalkan salat! Tidakkah engkau tahu bahwa meninggalkan salat akan menyebabkan kelalaian dan membuat hati menjadi keras.

“Hendaknya kaum-kaum itu benar-benar meninggalkan untuk tidak melaksanakan salat jumat atau Allah akan mengunci hati mereka, kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai.” (H.R. Muslim) Wahai orang-rang yang meninggalkan salat! Tidakkah engkau tahu bahwa meninggalkan salat akan menghapus amalan kebaikan lainnya.

“Siapapun yang meninggalkan salat ashar niscaya akan dihapus amalannya.” (H.R. Al- Bukhari)

Wahai orang-rang yang meninggalkan salat! Tidakkah engkau tahu bahwa meninggalkan salat bisa mendatangkan azab di dalam neraka bersama dengan orang kafir dan para pendosa? Sebagaimana yang dikisahkan oleh Allah SWT dalam Al- Quran. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Neraka Saqar?” Mereka menjawab: “kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat.” (Q.S. Al- Muddatstsir [74]:42-43)

(8)

bahwa meninggalkan salat adalah musibah terbesar yang akan menimpamu.

“Orang-orang yang tidak mengerjakan salat asar seakan ia telah terkurangi keluarga dan hartanya.” (H.R. Al- Bukhari)

Wahai orang-rang yang meninggalkan salat! Tidakkah engkau tahu bahwa meninggalkan salat akan membuat hidup tidak tenang, gelisah dan menjadi susah.

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.” (Q.S. Thaahaa [20]:124-126)

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah semangat untuk melaksanakan salat berjamaah. Dan jangan lupa untuk share ya.

Keutamaan dan Manfaat Salat

Salat merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW saat beliau berada di langit yaitu pada malam Mi’raj.

Nah, yang membuat istimewa ibadah salat ini dengan ibadah lainnya adalah bahwa ibadah salat diperintahkan oleh Alllah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ketika berada di langit sedangkan ibadah lainnya diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ketika masih berada di Bumi.

(9)

sampai lima kali dalam sehari, dimana tak pernah gugur kewajibannya dalam keadaan seperti apapun, kecuali saat haid dan nifas.

Salat termasuk amalan penting, paling utama, palling baik ketaatannya kepada Allah dan yang paling dekat dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.

“Amalan yang paing utama adalah salat pada waktunya.” (Mutafawunalaih)

“Istiqamahlah dan jangan memperhitungkannya, ketahuilah sesungguhnya sebaik-baik amal kalian adalah salat dan tidak memelihara wudhu melainkan orang mukmin.” (H.R. Ahmad, Al-Hakim, dan dishahihkan oleh Al- Albani_

Salat merupakan tiang agama, azaz keyakinan dan penyejuk mata bagi para muttaqin. Rasulullah SAW bersabda:

“Pokok dari segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah salat, puncaknya adalah jihad fisabilillah.” (H.R. Ahmad, Al-Hakim, dan dishahihkan oleh Al- Albani)

Alat sebagai pondasi Islam, tanda keimanan seseorang dan pemelihara darah manusia.

“Jika mereka bertaubat, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adaah saudara-saudaramu seagama, dan kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (Q.S. At- Taubah [9]:11)

Salat merupakan pembebas dari sifat nifak, sebagai tanda kejujuran dan kesuksesan. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.

“Siapapun yang salat selama 40 hari secara berjamaah dan mendapat takbbiratul ikhram dari imam, niscaya ditulis untuknya kebebasan dari nifak.” (H.R. Ahmad, dan dishahihkan oleh Al- Albani)

(10)

Salat merupakan perintah dari Al- Karimur Rahman, wasiat Nabi Al’Adnan, syiar ahli Islam dan iman.

“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” (Q.S. Thaha [20]:4)

Dengan salat maka akan menghapus dosa, keburukan dan kesalahan dan mengankat derajat. Rasulullah bersabda sebagai berikut. “Apakah pendapat kalian jika didepan pintu rumah kalian terdapat sungai, kemudian kalian mandi lima kali sehari, masih adakah kotoran kalian? Mereka menjawab: ‘Tidak ada sedikitpun kotoran.’ Rasulullah SAW bersabda: ‘Begitulah perumpamaan salat lima waktu yang akan menghapus kesalahan-kesalahan.” (Mutafaqunalaih)

Salat juga memberi keselamatan dari Neraka, terhindar dari marabahaya, selamat dari Dzat yang Maha Perkasa dan masuk surga bersama orang-orang yang beruntung. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

“Tidak akan masuk kedalam Neraka orang yang mengerjakan salat sebelum matahari terbit (subuh) dan sebelum matahari tenggelam (ashar)”. (H.R. Muslim)

“Siapapun yang melaksanakan salat subuh, niscaya ia berada dalam jaminan Allah. Wahai manusia, perhatikanlah! Jangan samapai Allah menarik jaminan-Nya dengan sebab apapun.” (H.R. Muslim)

Salat merupakan tanda kemenangan dan kebahagiaan, sebagai bukti diterimanya amal serta amalan yang pertama kali dihisab. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusuk dalam salatnya.” (Q.S. Al- Mu’minun [23]:1-2)

“Dan orang-orang yang memelihara salatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi Jannah Firdaus dan mereka kekal

(11)

di dalamnya.” (Q.S. Al- Mu’minun [23]-9-11)

“Amalan pertama kali yang dihisab pada hari kiamat nanti dari seorang hamba adalah salat. Jika salatnya baik, maka amalan yang lain akan ikut baik dan sebaliknya jika amalan salatnya rusak niscaya amalan lain pun akan ikut rusak.” (H.R. At-Tabrani dan dishahihkan Al- Albani)

Manfaat lain dari salat adalah sebagai bekal kehidupan, penenang ruh, penentram jasad, cahaya bagi hati, pembersih jiwa, penyelamat hati dan bukti keselamatan.

“Wahai Bilal! Dirikanlah salat tenangkanlah kami dengannya.” (H.R. Muslim)

“Saat manusia membaca ayat sajadah kemudian sujud, maka setan menjauh dan menangis sambil berkata: “celakalah aku! Manusia diperintahkan utnuk sujud kemudian aku membangkang, maka bagiku adalah Naar (Neraka).” (H.R. Muslim)

Dengan melaksanakan salat, membuat pelakuya bisa mengenal kebaikan, memuji Al- Jalil dan merupakan simpanan yang berisi tasbih, tahmid, dan tahlil.

“Setiap pagi salah seorang diantara kalian wajib bersedekah untuk persendiannya. Setiap tasbih, tahmid, tahlil, takbir, memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang mungkar merupakan sedekah dan menyamai hal itu semua adalah salat duha dua rekaat.” (H.R. Muslim)

Salat juga penyelamat dari sahwat, pencegah perbuatan keji dan mungkar.

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. (Q.S. Al- Ankabut [29]:45)

(12)

Tempat-Tempat yang Dilarang

dan Membatalkan Salat

Salat merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang usianya sudah ditentukan. Salat hendaknya dilakukan di Masjid secara berjamaah. Namun, apabila berhalangan untuk pergi ke Masjid salat boleh dilakukan di rumah atau tempat lain dengan syarat tempat tersebut suci.

Berbicara mengenai tempat salat, para ulama sepakat ada tujuh tempat yang dilarang untuk melakukan salat. Kata dilarang oleh Mazhab Hanbali dan Hanafi diartikan dengan diharamkan. Sedangkan menurut Mazhab Syafi’i kata dilarang diartikan sebagai makruh.

Ketujuh tempat tersebut dinyatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang mengatakan: “Rasulullah SAW melarang untuk melaksanakan salat pada tujuh tempat yaitu:

Tempat menimbun baja 1.

Tempat menyembelih hewan 2. Kuburan 3. Di tengah jalan 4. Di kamar mandi 5.

Tempat berbaring unta 6.

Diatas Baitullah 7.

Selanjutnya, hal-hal yang membatalkan salat itu sendiri adalah sebagai berikut.

Mengucapkan dua huruf diluar ucapan-ucapan salat. 1.

Makan dan minum saat salat. 2.

Melakukan banyak pergerakan dan berturut-turut diluar 3.

(13)

Membelakangi kiblat. 4.

Membuka aurat dengan sengaja. 5.

Terjadi dengan tiba-tiba hadas besar atau kecil. 6.

Jatuhnya najis yang tidak dimaafkan pada badan, pakaian 7.

dan tempat.

Tertawa terbahak-bahak. 8.

Murtad, gila, meninggal dunia. 9.

Berubah niatnya. 10.

Salah membaca bacaan. 11.

Meninggalkan rukun salat tanpa ada (penggantian)dan 12.

meninggalkan salat tanpa uzur (halangan).

Makmum mendahului imam dalam suatu rukun dengan sengaja. 13.

Dalam kedadaan salat, yang bertayamum mendapatkan air. 14.

Dengan sengaja bersalam sebelum sempurna salatnya. 15.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa untuk shaare ya.

Orang – Orang yang Dirindukan

Surga

Siapa sih manusia yang tak ingin masuk surga? Pasti semua manusia ingin masuk surga, sekalipun ia seorang pencuri. Kita sebagai manusia tidak bisa mengetahui secara pasti apakah diri kita ini adalah golongan orang yang masuk surga atau bahkan sebaliknya golongan orang-orang yang masuk neraka.

Walaupun demikian kita harus tetap berusaha untuk berbuat baik dalam kondisi apapun. Agar kita menjadi orang yang senantiasa diberi kemudahan untuk memasuki surga.

Di dalam Al- Quran surah Ali- Imran [3]:13 Allah menjelaskan sebagai berikut.

(14)

“Dan bersegeralah kamu pada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

Ayat diatas mengandung makna bahwa:

Kita sebagai manusia harus segera berlomba-lomba dalam 1.

mencari ampunan Allah.

Kita sebagai manusia harus berlomba-lomba dalam kebaikan 2.

agar kita bisa menggapai surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Dalam berlomba-lomba mencari ampunan Allah dapat dilakukan dengan menjalankan semua apa yang sudah menjadi aturan dan ketentuan Allah dan meninggalkan semua apa yang menjadi larangan Allah.

Sebagai manusia yang beriman, pasti mengharapkan untuk bisa menjadi golongan orang-orang yang bisa menikmati surga-Nya Allah. Walaupun kita tidak mengetahui apakah kita sudah pasti masuk surga atau sebaliknya.

Namun tidak ada salahnya jika kita mengetahui golongan orang-orang yang dirindukan surga. Maka Syekh Ustman bin Hasan dalam kitab Dzurratun Nasihin menerangkan empat golongan orang yang dirindukan surga, yaitu sebagai berikut.

Golongan orang-orang yang gemar membaca Al- Quran baik 1.

tiap pagi, siang, sore, maupun malam.

Golongan orang-orang yang mampu menjaga lisannya dari 2.

berbuat tercela seperti ghibah, adu domba, fitnah, caci maki, dan lain-lain.

Golongan orang-orang yang memberi makan orang fakir atau 3.

orang kelaparan.

Golongan orang-orang yang berpuasa dalam bulan Ramadhan. 4.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa ya untuk share kepada sahabat muslim laiinya.

(15)

Benda-Benda yang Termasuk

Najis

Berbicara soal benda, pada hukum aslinya adalah semua barang (benda) adalah SUCI selama tidak ada dalil yaang menunjukkan bahwa suatu benda itu najis. Maka dari itu ada beberapa kriteria tentang benda-benda yang dikatakan benda najis, adalah sebagai berikut.

1. Bangkai binatang darat yang berdarah selain dari pada mayat manusia

Adapun bangkai binatang laut –ikan- dan bangkai binatang darat yang tidak berdarah semasa hidupnya –belalang- serta mayat manusia adalah SUCI.

ُﺔَﺘْﻴَﻤْﻟا ُﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ْﺖـَﻣِّﺮـُ ﺣ “Diharamkan bagimu memakan bangkai.” (Q.S. Al- Maidah [5]:3) Bangkai ikan dan binatang darat yang tidak berdarah serta manusia tidak dalam arti bangkai yang umum dijelaskan pada ayat di atas karena ada keterangan lain.

Adapun dalil bahwa manusia itu suci adalah firman Allah SWT dalam Al- Quran.

َمَدا ﻰِﻨَﺑﺎَﻨْﻣَّﺮَﻛ ْﺪَﻘَﻟَو – “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam (manusia). (Q.S. Al- Isra [17]:70)

Arti dimuliakan pada ayat diatas jangan dianggap sebagai konsep kotoran (najis). Lagipula seandainya mayat manusia itu najis, tentunya kita tidak disuruh memandikannya. Maka suruhan terhadap kita untuk memandikan mayat itu adalah suatu tanda

(16)

bahwa mayat manusia bukan najis, hanya ada kemungkinan terkena najis sehingga kita disuruh memandikannya.

2. Darah

Segala macam jenis darah itu NAJIS, kecuali hati dan limpa. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al- Quran dan sabda Rasulullah SAW.

ُﻢْﺤَﻟَو ُمَّﺪﻟاَو ُﺔَﺘْﻴَﻤْﻟا ُﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ْﺖـَﻣِّﺮـُ ﺣ ِﺮْﻳِﺰْﻨِ ﺤْﻟا. “Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah dan babi.” (Q.S. Al-Maidah [5]:3)

ُﻚَﻤَّﺴﻟَا :ِنﺎَﻣَدَو ِنﺎَﺘَﺘْﻴَﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺖَّﻠِ ﺣُا ُلﺎَﺤـِّ ﻄﻟاَو ُﺪِﺒـَﻜْﻟاَو ُداِﺮـَ ﺠْﻟاَو. “Telah dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah: ikan dan belalang, hati dan limpa.” (H.R. Ibnu Majah) Dikecualikan juga darah yang tertinggal d idalam binatang yang sudah tersembelih, begitu juga darah ikan. Kedua macam darah ini suci atau dimaafkan, artinya diperbolehkan atau dihalalkan.

3. Nanah

Segala macam nanah itu NAJIS, baik yang kental maupun yang cair. Karena nanah itu merupakan darah yang sudah busuk.

4. Segala benda cair yang keluar dari dua pintu

segala cairan yang keluar dari dua pintu adalah najis kecuali MANI. Air kencing, tinja, mazi ataupun yg lain kecuali mani baik dari hewan yang halal maupun tidak halal dimakan adalah najis.

“Ketika orang Arab Badui buang air kecil di dalam masjid, beliau bersabda: ‘Tuangilah olehmu tempat kencing itu dengan setimba air’”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

(17)

5. Arak/minuman memabukkan

Firman Allah SWT di dalam Al- Quran menerangkan bahwa:

ُمَ ﻻْزَ ﻻاَو ُبﺎَﺼـْﻧَ ﻻَو ُﺮِ ﺴْﻴَﻤْﻟاَو ُﺮْﻤَ ﺨْﻠﻟا ﺎَﻤَّﻧِا ِنﺎـَ ﻄْﻴَّ ﺸﻟا ِﻞَﻤَﻋ ْﻦِﻣ ٌﺲْﺟِر. “Sesungguhnya meminum khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan.” (Q.S. Al- Maidah [5]:90)

6. Anjing dan babi

Semua hewan adalah suci, kecuali anjing dan babi. Rasulullah SAW bersabda:

ْنَا ُﺐْﻠَﻛْا ِﻪْﻴِﻓ َﻎَﻟَو اَذِا ْﻢُﻛَﺪَ ﺣَاِءﺎَﻧِا ُﺮُﻬَ ﻃ ِباَﺮُّﺘﻟﺎِﺑ َّﻦُﻫَ ﻻْوُا ٍتاَّﺮَﻣ َﻊْﺒَﺳ ُﻪـَﻠِ ﺴْﻐَﻳ. “Cara mencuci bejana seseorang dari kamu apabila dijilat anjing, hendaklah dibasuh tujuh kali, salah satunya hendaklah dicampur dengan tanah.” (H.R. Muslim)

7. Bangkai binatang yang diambil bagian tubuhnya selama masih hidup

Hukum bagian-bagiaan binatang yang diambil selagi masih hidup adalah seperti bangkainya. Maksudnya adalah, kalau bangkainya najis, maka yang dipotong itu juga najis. Contoh misalnya si Cecep memotong kaki dari babi atau kambing yang masih hidup, maka hukumnya najis. Kalau bangkainya suci, yang dipotong sewaktu hidupnya suci pula, seperti yang diambil dari ikan yang masih hidup.

Semua jenis najis tidak dapat dicuci, kecuali arakdan kulit. Jika arak sudah menjadi cuka dengan sendirinya, maka ia menjadi suci dengan syarat tertentu. Begitu juga dengan kulit, dapat menjadi suci dengan cara dimasak.

(18)

Macam – Macam Air dan

Pembagiannya

Dalam hukum Islam, soal bersuci dan seluk beluknya termasuk bagian dari ilmu dan amalan yang penting, terutama karena diantara syarat-syarat salat telah ditetapkan bahwa seseorang yang akan mengerjakan salat diwajibkan suci dari hadis dan suci pula badan, pakain, dan tempatnya dari najis.

ُّبِحُيَو َنْيَباَّوَّتلا ُّبِحُي َهلل َّنِا َنْيِرِّهَطَتُمْلا Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang –orang yang menyucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah [2]:222)

Sala satu alat bersuci adalah air. Maka dari itu kita harus tahu jenis-jenis air. Apakah air itu bersih dari najis atau memang bernajis dan tidak boleh di gunakan untuk bersuci. Macam-macam Air dan Pembagiannya adalah sebagai berikut.

1. Air yang suci dan menyucikan

Air yang suci dan menyucikan boleh diminum dan sah dipakai untuk menyucikan (membersihkan) benda yang lain. Air ini meliputi air yang jatuh dari langit atau air yang terbit dari bumi dan masih original keadaanya, seperti air hujan, air laut, air sumur, air es yang sudah hancur kembali, air embun, dan air yang keluar dari air mata.

(19)

هِب ْمُكَرِّهَطُيِّل “Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu.” (Q.S. Al- Anfal [8]:11)

Perubahan air yang tidak menghilangkan keadaan “suci menyucikan” adalah sebagai berikut.

Berubah karena tempatnya, seperti air yang tergenang 1.

atau mengalir di batu belerang.

Berubah karena lama tersimpan, seperti air kolam. 2.

Berubah karena sesuatu yang terjadi padanya, seperti 3.

berubah disebabkan ikan atau kiambang.

Berubah karena tanah yang suci, begitu juga segala 4.

perubahan yang sukar memeliharanya, misalnya berubah karena daun-daunan yang jatuh dari pohon-pohon yang berdekatan dengan sumur atau tempat-tempat air itu.

2. Air suci, tetapi tidak menyucikan

Adalah air yang suci namun tidak bisa untuk menyucikan sesuatu. Misalnya air kopi, air kopi suci boleh diminum namun tidak bisa menyucikan (membersihkan) badan. Apa sajakah yang termasuk air suci tetapi tidak menyucikan? Berikut ulasannya.

Air yang telah berubah salah satu sifatnya (warna, 1.

bentuk, rasa) karena bercampur dengan sesuatu benda yang suci. Contohnya seperti air kopi, teh, jus, es campur, dan lain-lain.

Air sedikit, yaitu air yang kurang dari dua kulah 1)

, 2.

sudah terpakai untu menghilangkan hadas atau najis, sedangkan air iru tidak berubah sifatnya dan tidak bertambah pula timbangannya.

Air pohon-pohonan atau air buah-buahan, seperti yang 3.

terdapat pada buah kelapa, jeruk, air nira, dan lain-lain.

(20)

3. Air yang bernajis

Air yang termasuk bernajis bagian ini ada dua macam, yaitu sebagai berikut.

Sudah berubah salah satu sifatnya (warna, rasa, bentuk) 1.

oleh najis. Air ini tidak boleh dipakai lagi, baik airnya sedikit ataupun banyak, sebab hukumnya seperti najis.

Air bernajis, tetapi tidak berubah salah satu sifatnya. 2.

Air ini kalau sedikit –kurang dari dua kulah- tidak boleh dipakai lagi, bahakn hukumnya sama dengan najis.

“Air itu tak dinajisi sesuatu, kecuali apabila berubah rasa, warna, atau baunya. “ (H.R. Ibnu Majah dan Baihaqi)

“Apabila air cukup dua kulah, tidaklah dinajisi oleh sesuatu apapun.” (Riwayat lima ahli hadis)

4. Air yang makruh

Adalah air yang terjemur oleh matahari dalam bejana, kecuali bejana emas dan perak. Air ini makruh untuk badan, tetapi tidak makruh untuk pakaian; kecuali air yang terjemur di tanah, seperti air sawah, air kolam, dan tempat-tempat yang bukan bejana yang mungkin berkarat.

“Dari Aisyah, sesungguhnya ia telah memanaskan air pada cahaya matahari, maka Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Janganlah engkau berbuat demikian, ya Aisyah. Sesungguhnya air yang dijemur itu dapat menimbulkan penyakit sopak.” (H.R. Baihaqi)

Semoga artikel fiqih ini bermanfaat. Jangan lupa untuk share yaa.

(21)

Tipe Manusia Dalam Mengabdi

Kepada Tuhan

Ada perbedaan perilaku dalam mengabdi (beribadah) kepada Allah. Setiap perbedaan memiliki tingkatan masing masing. Menurut sebagian pakar, ada tiga tipe manusia dalam beribadah (taat melaksanakan perintah-Nya). Ketiga tipe ini sebenarnya sama-sama lillahi ta’ala, hanya ‘penghayatannya’ yang berbeda. Dari perbedaan penghayatan ini maka akan terlihat pula kualitas ibadah seorang hamba tersebut.

Tipe pertama, adalah tipe ‘pedagang’, yaitu melakukan sesuatu demi memperoleh imbalan yang menyenangkan. Dalam kategori seseorang taat beribadah kepada Allah SWT adalah semata-mata agar mendapat imbalan kebaikan di akhirat kelak dan dimasukkan surga.

Tipe kedua, adalah tipe ‘budak’, yaitu orang yang takut kepada majikannya. Ia taat beribadah kepada Allah adalah semata-mata karena takut akan siksa neraka dan siksa Allah.

Tipe ketiga, adalah tipe ‘orang arif’, yaitu orang yang taat beribadah bukan karena mengharapkan imbalan surgawi dan juga bukan takut neraka, melainkan sebagai balas jasa karena menyadari betapa besar anugerah Allah yang telah diterimanya. Ia tidak berani membangkang kepada Allah semata-mata karena merasa malu bahwa Tuhannya telah memberikan yang terbaik untuk dirinya. Dengan kata lain tipe orang ketiga ini adalah tidak ingin membuat Tuhan KECEWA terhadap dirinya.

Meskipun diawal tadi saya mengatakan tiga tipe manusia dalam mengabdi kepada Tuhan, sebenarnya ada satu tipe lagi yang perlu diketahui, yaitu tipe ‘robot’, yaitu seseorang yang beribadah kepada Allah secara otomatis tanpa berfikir dan

(22)

penghayatan. Ia solat kok, tapi yang diingat bukan Allah, melainkan urusan duniawi seperti bisnis, kecantikan, benda-benda, dan lain-lain.

Dari tiga kemudian saya tambah satu tipe manusia dalam mengabdi kepada Allah, manakah tipe yang cocok buat Anda? Semoga tidak tipe yang terakhir, ‘robot’.

Islam Sebagai Pedoman Hidup

Manusia diciptakan Allah dimuka bumi ini untuk menjadi khalifah, yaitu orang yang memberdayakan, memakmurkan, menjaga, melestarikan dan melakukan peradaban di bumi. Hal ini telah Allah jelaskan didalam Al- Quran Surah Al- Baqarah [2]: 30 sebagai berikut.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang halifah dimuka bumi’.”

Fungsi kekhalifahan ini harus dilaksanakan oleh setiap insan dengan semestinya dalam rangka menegakkan pengabdian kepada Allah SWT (beribadah) sebagai salah satu tugas hidup manusia. Sebagaimana tercantum didalam Al- Quran Surah Adz- Zaariat [51]:56 sebagai berikut.

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.”

Agar manusia dapat melaksanakan tugas dan fungsi kehidupannya dengan baik dan benar maka Allah menurunkan undang-undang, aturan, ketentuan yang disebut dengan Dinul Islam yang

(23)

bersumber hukum dari Al- Quran dan Al- Hadis.

Islam agama yang luhur. Apabila seseorang melaksanakan semua aturan dan ketentuannya =, maka seseorang tersebut akan merasakan aman damai dalam kehidupannya.

Islam adalah agama yang holistik (lengkap), comprehensive (menyeluruh) dan kamil (sempurna). Dikatakan demikian karena ajaran Islam mencakup semua aspek kehidupan manusia, dimensi spiritual, dimensi sosial, dimensi ekonomi, dimensi pendidikan dan lain-lain.

Sebagai agama yang sempurna, Islam datang untuk menyempurnakan agama-agama yang dibawa oleh Nabi – Nabi Allah SWT sebelum Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Allah telah menjelaskan didalam Al- Quran Surah Al- Maidah [5]:3.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu.”

Allah menurunkan kitab suci Al- Quran sebagai pedoman hidup manusia. Dalam kitab suci-Nya Dia menyebutkan beberapa kali nama agama dengan nama “Islam” sebagai agama yang mengatur segala urusan dan aspek kehidupan. Dalam kaitan ini secara eksplisit Michael F. Taylor (2003), mengatakan:

“[Islam] is a comprehensive way of life, religious, and scular; it is a set of beliefs and a way of worship; it is a vast and integrated system of law; it is a culture and civilization; it is an economic system and commercial norm; it is a polity and method of governance; it is society and family conduct; it is prescribes for inheritance and divorce; dress and etiquette; food and personal hygiene. It is spiritual and human totality; this worldly and other-worldly.”

(24)

seseorang yang mengikuti petunjuk-Nya dengan baik dan benar untuk mencapai kebahagiaan hakiki, ketenangan, damai dan ketentraman hidup di dunia dan mendapat surga di akhirat kelak.

Pengertian Islam

Kata Islam itu merupakan turunan dari kata assalmu, assalamu, assalamatu, yang berarti bersih dan selamat dari kecacatan lahir dan batin. Dengan demikian Islam berarti suci, bersih tanpa cacat. Islam berarti “menyerahkan sesuatu”. Islam adalah memberikan seluruh jiwa raga seseorang kepada Allah SWT. (Arkoun, 1997: 17).

Makna lain dari turunan kata Islam adalah “damai” atau “perdamaian” (al- salmu/peace) dan “keamanan”. Islam adalah agama yang mengajarkan kepada pemeluknya untuk menamkan benih-benih perdamaian, keamanaan, dan keselamatan untuk diri sendiri, sesama manusia (Muslim dan Non Muslim) dan kepada lingkungan sekitrar (rahmatanlill ‘alamin).

Perdamaian, keamanaan, dan keselamatan ini hanya diperoleh jika setiap Muslim taat dan patuh, mengetahui dan mengamalkan aturan-aturan, menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT yang di jelaskan dalam Al-Qur’an dan Al- Hadis. Secara terminologis, pengertian “Islam” diungkapkan Ahmad Abdullah Almasdoosi (1962) sebagai kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia di gelarkan ke muka bumi, dan terbina dalam bentuknya yang terakhir dan sempurna dalam Al- Qur’an yang suci yang diwahyukan Allah kepada Nabi-Nya yang terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW; satu kaidah hidup yang memuat tuntutan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup manusia, baik spiritual maupun material.

(25)

Dari penegasan diatas dapat disimpulkan bahwa:

Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui rasul-Nya yang berisi hukum-hukum yang mengatur hubungan sehitiga yaitu hubungan manusia dengan Allah (hablum

min Allah), hubungan manusia dengan manusia (hablum min annas) dan hubungan manusia dengan lingkungan alam semesta.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :