Pendahuluan
1.1
latar belakang
Sebagai salah satu dinas teknis yang berada langsung di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Tata Kota berperan untuk membantu mengatasi dan meminimalkan permasalahan-permasalahan yang timbul di Kota Jakarta terutama dalam bidang perencanaan kota. Bentuk pelayanan di bidang ketatakotaan sebagai bagian dari perencanaan kota, juga merupakan sebagian tugas pokok yang diemban oleh Dinas Tata Kota dalam melaksanakan Tugas Pokok tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Tata Kota setiap tahun anggaran merupakan bentuk antisipasi terhadap permasalahan tata ruang yang dihadapi oleh DKI Jakarta sekaligus dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas pokok dan fungsinya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain berupa pengkajian/studi dalam rangka menyusun
dan menyiapkan ketentuan-ketentuan teknis/pedoman pelaksanaan dalam pengembangan dan pembangunan kota, peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dan upaya untuk menciptakan kwalitas SDM yang berkualitas yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Seluruh kegiatan Dinas Tata Kota untuk tahun anggaran 2008, terangkum dalam Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Tahun Anggaran 2008 Nomor : 058/DPA/2008 Tanggal 27 Maret 2008 yang anggarannya diambil dari APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2008. Proses pelaksanaan program kegiatan dan pelayanan yang dilaksanakan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta dan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan fungsinya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terangkum dan tersusun dalam Laporan Tahunan Dinas Tata Kota.
Dalam penyusunan Laporan Tahunan ini tentunya tidak lepas dari upaya Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta untuk menilai keberhasilan kinerjanya dalam pelaksanaan program-program tahunan yang telah ditetapkan dan keterkaitannya dengan program-program lima tahunan, yang tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta tahun 2008-2012. Hal ini juga berkaitan dengan paradigma baru pembangunan sebagai jawaban dari tuntutan reformasi, sehingga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Tata Kota untuk menjalankan tata pemerintahan yang baik (Good Governance). Dengan sikap masyarakat yang semakin kritis di era keterbukaan sekarang ini, Dinas Tata Kota dituntut untuk terus meningkatkan kinerjanya. Buku laporan tahunan ini yang memuat kegiatan dan hasil-hasil yang dicapai oleh Dinas Tata Kota di tahun 2008 diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan kegiatan di tahun berjalan dan menjadi arahan bagi pelaksanaan program yang
akan datang, terutama dalam peningkatan mutu perencanaan kota maupun dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di DKI Jakarta.
1.2
maksud dan tujuan kegiatan
1.2.1
maksud kegiatan
Maksud kegiatan ini adalah untuk menyusun Laporan Tahunan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta dalam rangka
monitoring dan evaluasi program kerja dan pelayanan ketatakotaan dalam 1 (satu) tahun anggaran 2008.
1.2.2
tujuan kegiatan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas program kerja dan pelayanan ketatakotaan di lingkungan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta dengan diperolehnya informasi yang menggambarkan keberhasilan, hambatan dan kendala serta pemecahan permasalahan dalam pelaksanaan tupoksi Dinas Tata Kota di Tahun Anggaran 2008.
1.3
manfaat hasil kegiatan
Manfaat dari hasil kegiatan ini adalah :
1. Sebagai upaya Pemda Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas program kerja dan pelayanannya;
2. Sebagai bahan evaluasi bagi program kerja Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta serta perbaikan program kerja dan kegiatan-kegiatan di tahun anggaran berikutnya.
1.4
hasil yang diharapkan
Adapun hasil yang diharapkan adalah tersusunnya Laporan Tahunan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta yang berisikan informasi hasil pelaksanaan tupoksi Dinas Tata Kota Tahun Anggaran 2008 sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan program kerja dan pelayanan di tahun anggaran selanjutnya.
Program Kerja DTK Tahun 2008
ja DTK Tahun 2008
2.1
2.1
data umum organisasi
data umum organisasi
2.1.1
dasar hukum
Dasar hukum dari Dinas Tata Kota mengacu kepada :
a. Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
b. Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 tahun 2001 tentang Bentuk Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
d. Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 147 tahun 2000 tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) dan Penerbitan Izin Pendahuluan (IP) Mendirikan Bangunan pada Seksi Kecamatan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
e. Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 140 tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
f. Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun Anggaran 2008 Nomor : 058/DPA/2008 Tanggal 27 Maret 2008.
2.1.2
visi dinas tata kota
Terwujudnya tata ruang kota Jakarta yang nyaman, adil dan berkelanjutan.
2.1.3
misi dinas tata kota
a. Membangun tata kelola Pemerintahan yang baik dalam penataan ruang kota; b. Pelayanan prima dalam penataan ruang kota;
2.1.4
tujuan
a. Meningkatkan kapasitas dan peran seluruh stakeholder dalam penataan ruang kota; b. Meningkatkan penegakkan hukum dalam penataan ruang;
c. Meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan dalam penataan ruang kota; d. Meningkatkan manajemen penataan ruang kota;
e. Meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam penataan ruang kota;
f. Meningkatkan kualitas perencanaan ruang kota yang dapat mewadahi aktivitas seluruh warga sesuai dengan daya dukung kota.
2.1.5
sasaran
a. Terciptanya upaya-upaya pemberdayaan seluruh stakeholder dalam perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian ruang kota;
b. Terciptanya keselarasan dalam penataan ruang kota;
c. Terciptanya upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas organisasi melalui prinsip akuntabilitas, transparansi serta berkeadilan;
d. Terciptanya upaya-upaya untuk meningkatkan manajemen dalam penataan ruang kota;
e. Terciptanya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dan penataan ruang kota yang ditandai dengan adanya kemudahan, kecermatan serta kecepatan dalam pelayanan;
f. Terciptanya rencana kota yang komprehensif dan terpadu; g. Terciptanya rencana kota yang partisipatif;
h. Terciptanya rencana kota yang responsif terhadap dinamika perkembangan kota.
2.1.6
tugas pokok
Merumuskan kebijakan pengembangan kota ke dalam Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan, menyusun rencana teknik ruang kota, menyusun panduan rancang kota serta melaksanakan pelayanan kepada masyarakat di bidang penataan ruang kota.
2.1.7
fungsi
a.Perumusan kebijakan teknis di bidang penataan ruang kota yang mencakup kebijakan perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kota;
b.Survei dan pendataan primer dan atau sekunder baik untuk keperluan penataan ruang kota maupun penyusunan pedoman teknis perencanaan unsur kota;
c. Pengkajian struktur ruang kota yang meliputi persebaran dan kepadatan penduduk, peruntukan lahan, jaringan prasarana wilayah dan intensitas ruang kota untuk keperluan penjabaran rencana tata ruang dan atau evaluasi rencana tata ruang kota;
d. Perumusan arahan rencana tata ruang baik dua maupun tiga dimensi dalam rangka pengembangan kawasan baru, perbaikan lingkungan, peremajaan lingkungan dan pemugaran lingkungan;
e. Penyiapan rencana prasarana dan sarana kota yang diperlukan oleh instansi teknis maupun masyarakat;
f. Pengkajian kelayakan pemanfaatan lahan untuk informasi dasar perencanaan lokasi; g. Pelayanan pengukuran tanah untuk informasi dasar perencanaan lokasi;
h. Pengkajian untuk menyajikan informasi dan publikasi untuk mewujudkan keterbukaan rencana kota dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat di bidang penataan ruang;
i. Pemberian izin tertentu/ rekomendasi rencana kota; j. Pemungutan retribusi di bidang ketatakotaan;
k. Pembinaan teknis operasional di bidang ketatakotaan; l. Pengelolaan dukungan teknis dan administratif;
m. Pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan Suku Dinas.
2.2
bidang/sektor
Mengacu pada kebijakan umum Pemerintah Provinsi dan Struktur Program Pembangunan Provinsi DKI Jakarta tahun 2008, maka bidang/sektor/program kegiatan sesuai dengan tugas pokok Dinas Tata Kota adalah sebagai berikut :
Fungsi : Lingkungan Hidup
Urusan : Penataan Ruang
Program : Pelayanan Administrasi Perkantoran Pelayanan Ketatakotaan
Penataan Ruang
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
2.3
program kerja/ kegiatan serta anggaran/ biaya
Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, berdasarkan DPA-SKPD Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Nomor: 058/DPA/2008 tanggal 27 Maret 2008, Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta mendapatkan anggaran sebesar Rp. 42.956.299.875 yang dikelompokkan ke dalam Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 20.850.000.000 dan Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 22.106.299.875, tetapi kemudian mengalami perubahan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Nomor : 24/SE/2008 tanggal 12 Mei 2008 perihal Penyampaian Plafon Anggaran SKPD pada Perubahan APBD Tahun 2008 menjadi sebesar Rp. 42.889.563.649 yang dikelompokkan ke dalam Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 17.050.000.000 dan Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 25.839.563.649.
2.3.1
anggaran belanja langsung
Pengelolaan Anggaran Belanja Langsung terdiri dari 6 (enam) program dengan rincian :
No. Program Anggaran Realisasi %
I. Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp. 180.000.000 Rp. 151.682.967 84.26
II. Pelayanan Ketatakotaan Rp. 900.000.000 Rp. 668.457.336 74.27
III. Penataan Ruang Rp. 12.451.758.000 Rp. 8.755.322.164 70.31
IV. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Rp. 786.000.000 Rp. 561.651.685 71.45
V. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan Rp. 255.000.000 Rp. 207.313.250 81.29
VI. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp. 2.477.242.000 Rp. 1.776.303.031 71.70
Untuk lebih rincinya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2.1
Rincian Kegiatan Belanja Langsung
Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2008
PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN
(Rp)
REALISASI
(Rp) %
01 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 180.000.000 151.682.967 84.26
001 Penyusutan Arsip Dinas 50.000.000 42.139.990 84.27
002 Penunjang Operasional Rapim BPUT 80.000.000 78.395.477 97.99
003 Penyempurnaan SIMPEG 0 0 0
004 Penyusunan Laporan Monitoring Pelayanan Wilayah 50.000.000 31.147.500 62.29
02 PROGRAM PELAYANAN KETATAKOTAAN 900.000.000 668.457.336 74.27 001 Sertifikasi ISO 9001:2000 di Sudin Tata Kota Jakarta Pusat dan Sudin
Tata Kota Jakarta Selatan 200.000.000
182.417.350 91.20
002 Pengelolaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 250.000.000 132.493.000 52.99
003 Opname Lapangan Daerah Terbangun 0 0 0
004 Survey Titik KP 0 0 0
008 Pembuatan Aplikasi Perhitungan Polygon dan Penggambaran
Topografi
0 0 0
009 Sertifikasi ISO 9001:2000 di 5 Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan 350.000.000 265.546.986 75.87
010 Registrasi/ Keanggotaan ISO 100.000.000 88.000.000 88
04 PROGRAM PENATAAN RUANG 12.451.758.000 8.755.322.164 70.31 001 Integrasi Peta Dasar, KRK dan lembar Rencana Kota (LRK) Dinas
Tata Kota Propinsi DKI Jakarta 0
PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp)
REALISASI
(Rp) %
003 Sosialisasi Ketatakotaan Melalui Media Massa 250.000.000 0 0
004 Pembangunan Exhibition Center 2.000.000.000 831.598.096 41.57
005 Operasional Infobox Jakarta 75.000.000 74.587.946 99.45
006 Pelaksanaan Pameran Ketatakotaan 200.000.000 2.428.404 1.21
007 Pengelolaan dan Pengembangan Website 50.000.000 43.541.750 87.08
008 Sosialisasi Ketatakotaan Kepada Masyarakat 200.000.000 130.791.306 65.39
011 Operasional Kegiatan Perpustakaan Dinas Tata Kota Provinsi DKI
Jakarta 25.000.000
15.992.430 63.96
012 Pengembangan Sistem Integrasi Aplikasi Administrasi Layanan dan
Data Spasial (GIS) 300.000.000
250.227.736 83.40
013 UDGL Transit Oriented Development (TOD) terhadap Struktur
Pemanfaatan Ruang Kota pada Koridor Pengembangan Transportasi (Dukuh Atas, lebak Bulus, Harmoni)
500.000.000 460.524.242 92.10
015 Penyusunan Insentif dan Disinsentif Pemanfaatan Ruang Kota di Provinsi DKI Jakarta
450.000.000 321.748.280 71.49
017 Revisi penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan 4.000.000.000 3.158.312.004 78.95
020 Penyusunan Panduan Rancang Kota (UDGL) Zona Fatahillah
Kawasan Kota Tua 300.000.000
252.025.242 84
024 Penyusunan Panduan Rancang Kota Sentra Primer Timur 0 0 0
033 Penyusunan Panduan Rancang Kota (UDGL) Zona Sunda Kelapa
Kawasan Kota Tua 500.000.000
284.599.242 56.91
034 Penyempurnaan Perencanaan Trace, Halte, Pedestrian, Park and
Ride, Depo dan Lokasi SPBG untuk Koridor 1 s.d 10 1.000.000.000
891.667.530 89.16
035 Perencanaan Pembangunan Exhibition Center 250.000.000 126.638.904 50.65
PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp)
REALISASI
(Rp) %
037 Dialog Interaktif Penataan Kota Jakarta 1.651.758.000 1.494.749.566 90.49
038 Rencana Detail Koridor BKT 0 0 0
039 Sosialisasi Tata Kota Modern melalui Media TV 0 0 0
040 Pembentukan Komisi Penataan Ruang 200.000.000 0 0
05 PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR 786.000.000 561.651.685 71.45
001 Pembinaan Teknis Ketatakotaan 110.000.000 95.390.350 86.71
002 Penyegaran Tupoksi Perencanaan dan Pelayanan Ketatakotaan 105.000.000 98.515.320 93.82
003 Pelatihan Aplikasi Administrasi Layanan (AAL) dan GIS 85.000.000 70.149.315 82.52
004 Pelatihan Pemetaan dan Pengukuran Ketatakotaan 75.000.000 67.250.700 89.66
006 Biaya Pelatihan Substanstif dan Forum Pengembangan Kualitas
SDM 71.000.000
0 0
007 Sosialisasi Peraturan Kepegawaian 50.000.000 47.789.550 95.57
008 Pembinaan Administrasi Kepegawaian 50.000.000 45.425.700 90.85
009 Pembinaan Rohani Pegawai Dinas Tata Kota 150.000.000 68.850.000 45.9
010 Bimbingan Teknis Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa
Pemerintah 90.000.000
68.280.750 75.86 06 PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN
CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN 255.000.000
207.313.250 81.29 001 Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Dinas Tata Kota Provinsi DKI
Jakarta Tahun 2009 180.000.000
143.825.750 79.90
003 Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta 75.000.000 63.487.500 84.65
005 Pengembangan Sistem Monitoring Pelayanan Ketatakotaan 0 0 0
07 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR 2.477.242.000 1.776.303.031 71.70
PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp)
REALISASI
(Rp) %
002 Pengadaan Hardware Pendukung IT Ketatakotaan 400.000.000 350.651.000 87.66
003 Pengadaan Sarana Penunjang Teknologi Informasi dan
Komunikasi 250.000.000
174.706.644 69.88
014 Pengadaan Kop Surat Dinas 5.000.000 0 0
015 Pengadaan Amplop Dinas 5.000.000 0 0
016 Pengadaan Map Dinas 50.000.000 31.859.000 63.71
017 Pengadaan Lembar Disposisi 5.000.000 0 0
018 Pengadaan Lembar Pengantar 3.000.000 2.970.000 99
020 Pengadaan Konsumsi Dinas 75.000.000 67.257.200 89.67
021 Belanja Pemeliharaan Kendaraan Dinas Operasional 237.372.000 134.448.400 56.64
022 Belanja Pemeliharaan Komputer/Laptop 50.000.000 43.686.061 87.37
024 Belanja Pemeliharaan Mesin Faximile 10.000.000 3.154.800 31.54
025 Belanja Pemeliharaan Jaringan Komunikasi 35.000.000 0 0
026 Belanja Pemeliharaan Peripheral/Alat Pendukung Komputer 20.000.000 9.760.360 48.80
027 Belanja Pemeliharaan Peralatan Cetak 50.000.000 38.203.205 76.40
028 Belanja Pemeliharaan Peralatan Computing 50.000.000 32.209.258 64.41
029 Belanja Pemeliharaan Peralatan Pemetaan Ukur/Alat Ukur 15.000.000 11.825.000 78.83
031 Pendukung Kegiatan Operasional Kantor 182.870.000 178.892.500 97.82
032 Pengadaan Mobile Internet 0 0 0
033 Pengadaan Personal Komputer Pelayanan Ketatakotaan 85.500.000 82.933.050 96.99
034 Pengadaan Proyektor Penunjang Operasional 165.000.000 155.369.026 94.16
035 Pengadaan Kebutuhan ATK Penunjang Operasional Dinas 400.000.000 380.659.229 95.16
036 Pengadaan Kebutuhan Perkakas Kerja (pakai habis) Penunjang
Operasional Dinas
PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp)
REALISASI
(Rp) %
037 Pengadaan Koran/Majalah/Media Cetak Penunjang Operasional
Dinas 8.500.000 8.468.000 99.62
038 Penyewaan Mesin Fotocopy Penunjang Operasional Dinas 75.000.000 20.088.750 26.78
JUMLAH TOTAL 17.050.000.000 12.120.730.433 71.08
Realisasi penyerapan anggaran terbesar terdapat di Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan persentase realisasi 84.26 % atau terserap sebesar Rp. 151.682.967 dari anggaran yang tersedia sebesar Rp. 180.000.000. Sedangkan persentase realisasi penyerapan terkecil terdapat pada Program Penataan Ruang dengan nilai 70.31 % atau terserap sebesar Rp. 8.755.322.164 dari anggaran yang tersedia sebesar Rp. 12.451.758.000.
Sedangkan dari keseluruhan Anggaran Belanja Langsung realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 12.120.730.433 atau sebesar 71.08 % dari anggaran yang tersedia sebesar Rp. 17.050.000.000. Kecilnya persentase penyerapan anggaran disebabkan karena tidak semua rincian kegiatan dapat diserap. Hal ini disebabkan karena kurangnya waktu pelaksanaan rincian kegiatan tersebut, sehingga rincian kegiatan tersebut ditunda/dibatalkan atau dihapus sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Nomor 24/SE/2008 tanggal 12 Mei 2008 perihal Penyampaian Plafon Anggaran SKPD pada Perubahan APBD Tahun 2008.
2.3.2
anggaran belanja tidak langsung
Anggaran Belanja Tidak Langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta tahun 2008 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.2
Rincian Kegiatan Belanja Tidak Langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2008 KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) % 01 Gaji Pokok 3.312.818.860 3.303.095.900 99.70 02 Tunjangan Keluarga 356.055.433 350.612.525 98.47 03 Tunjangan Jabatan 405.346.500 394.330.000 97.28 04 Tunjangan Umum 307.874.125 239.345.000 77.74 05 Tunjangan Khusus (PPh) 165.670.671 150.549.211 90.87 06 Tunjangan Beras 248.681.810 202.431.180 81.40 07 Pembulatan Gaji 102.016 86.117 84.41 08 Tunjangan Kesejahteraan Pegawai 378.000.000 301.000.000 79.62 09 Tunjangan Transport Pejabat/ Pegawai 39.540.000 38.895.000 98.36 010 Tunjangan Peningkatan Mutu Beras 34.920.000 29.286.000 83.86 011 Tunjangan Peningkatan Penghasilan 2.952.000.000 2.477.550.000 83.92 012 Tunjangan Khusus Pegawai/ Pejabat 13.905.290.460 12.302.469.700 88.47
Dari Anggaran Belanja Tidak Langsung pada tahun 2008 terserap sebesar Rp. 19.789.650.633 atau 89.52 % dari anggaran yang tersedia sebesar Rp. 22.106.299.875. Dengan terserapnya Anggaran Belanja Tidak Langsung diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para Pejabat/ Pegawai yang ada di lingkungan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta.
2.4
tujuan/ sasaran
Tujuan dari pelaksanaan program kerja/ kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2008 pada dasarnya bertitik tolak dari misi dan visi pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Strategis DTK Provinsi DKI Jakarta 2008-2012.
Pelaksanaan program kerja/ kegiatan tahun 2008 dimasukan ke dalam kegiatan Belanja Langsung dan kegiatan Belanja Tidak Langsung. Pada prinsipnya penggolongan kegiatan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung dilakukan secara saling terkait dan mengisi agar visi dan misi dinas dalam penataan ruang kota di DKI Jakarta tetap tercapai.
Pelaksanaan Tupoksi &Program Kerja
Tupoksi &Program Kerja
3.1
3.1
pelaksanaan tupoksi
pelaksanaan tupoksi
3.1.1
dinas tata kota provinsi dki jakarta
Penyelenggaraan tugas Dinas Tata kota yang memberikan pengarahan dan petunjuk dalam rangka kegiatan pembangunan fisik kota bertujuan menciptakan kesadaran masyarakat untuk berperan serta aktif dalam setiap usaha yang menyangkut perencanaan pembangunan fisik sesuai dengan rencana kota yang telah digariskan demi tercapainya pembangunan kota yang tertib, teratur, terarah dan indah. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 140 Tahun 2001, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Susunan Organisasi Dinas Tata Kota terdiri dari :
1. Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai tugas :
Memimpin dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Tata Kota;
Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Bagian, Sub Dinas, Suku Dinas dan Kelompok Jabatan Fungsional;
Kepala Dinas dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Wakil Kepala Dinas.
2. Wakil Kepala Dinas
Wakil Kepala Dinas mempunyai tugas :
Membantu Kepala Dinas dalam memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Tata Kota;
Menyelenggarakan koordinasi dan pengendalian atas pelaksanaan segala kebijaksanaan yang ditetapkan Kepala Dinas;
Mewakili Kepala Dinas apabila Kepala Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya;
Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Kepala Dinas bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
3. Bagian Tata Usaha
Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha terdiri dari : Sub Bagian Umum, mempunyai tugas :
- Menerima, mencatat dan menyampaikan surat masuk dan keluar;
- Menyusun, memberi nomor, cap stempel, mengatur penyiapan dan menyajikan surat-surat atau arsip.
Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga, mempunyai tugas :
- Menyusun rencana kebutuhan dan melaksanakan pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian serta pemeliharaan perlengkapan kantor dan pelaksanaan teknis;
- Mengurus penggunaan dan memelihara barang-barang inventaris dinas;
- Mengendalikan pelaksanaan pengadaan barang dan kerumahtanggaan serta penyajian laporan dan arsip data perlengkapan barang dan rumah tangga;
- Menyelenggarakan urusan kerumahtanggaan, termasuk menyiapkan keperluan rapat,
pertemuan, upacara atau kegiatan protokoler serta melaksanakan tugas menjaga tata tertib dan kebiasaan lingkungan kerja.
Sub Bagian Kepegawaian, mempunyai tugas :
- Menyusun, menyimpan dan memelihara berkas dan arsip kepegawaian;
- Menyiapkan dan menyajikan data kepegawaian;
- Mengurus dan menyiapkan kelengkapan administrasi dalam rangka peningkatan
kemampuan pegawai;
- Mengurus dan menyiapkan bahan mutasi, pengangkatan dalam jabatan, pemerintahan, kenaikan gaji, cuti, kenaikan pangkat dan pensiun pegawai;
- Mengurus dan mengusahakan kesejahteraan pegawai dan keluarganya. Sub Bagian Anggaran, mempunyai tugas :
- Melaksanakan kegiatan pengelolaan anggaran belanja rutin meliputi menerima, menyimpan, membayar dan mempertanggungjawabkan atas pelaksanaan anggaran;
- Menyusun rencana anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan;
- Melakukan pengendalian atas pelaksanaan anggaran serta menyusun laporan realisasi keuangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemutakhiran data;
- Melaksanakan pembukuan anggaran rutin dan belanja pembangunan;
- Menyiapkan dan memproses pembayaran gaji, uang kesra dan tunjangan pegawai lainnya, serta melakukan pemeriksaan posisi kas serta menghimpun dan menyetor PPh 21, 22 dan PPn;
- Melaksanakan pembinaan teknis di bidang administrasi keuangan yang mencakup anggaran belanja rutin dan belanja pembangunan.
Sub Bagian Pendapatan, mempunyai tugas :
- Melaksanakan kegiatan pengelolaan keuangan yang berhubungan dengan pendapatan di bidang retribusi yang meliputi Balai Dinas, Suku Dinas dan Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan;
- Menghimpun usulan dan menyusun rancangan target penerimaan retribusi pelayanan
ketatakotaan;
- Melaksanakan pembukuan atas pungutan retribusi berdasarkan ayat-ayat penerimaan serta menyusun laporan atas realisasi penerimaan retribusi untuk disampaikan ke instansi terkait;
- Meneliti, mengevaluasi serta mengadakan usaha-usaha intensifikasi dan ekstensifikasi dalam rangka peningkatan penerimaan retribusi;
- Melaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal konfirmasi data penerimaan retribusi dan proses penyelesaian permohonan keberatan dari wajib retribusi;
- Melaksanakan pembinaan teknis pembukuan di lingkungan Dinas Tata Kota, Suku Dinas Tata Kota dan Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan.
Setiap Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha
4. Sub Dinas Bina Program
Sub Dinas Bina Program mempunyai tugas melaksanakan pendataan dalam rangka penyusunan program kerja dinas jangka menengah dan tahunan, evaluasi kinerja dan akuntabilitas organisasi dan pengendaliannya serta pembinaan teknis ketatakotaan dalam rangka peningkatan kemampuan.
Untuk menjalankan tugasnya, Sub Dinas Bina Program mempunyai fungsi :
Pendataan dalam rangka pengkajian system informasi dan pengembangan kegiatan organisasi; Penyusunan dan pemaduan program kerja organisasi;
Pembinaan teknis operasional di bidang ketatakotaan dan penyusunan peraturan dan panduan ketatalaksanaan pelayanan masyarakat;
Pemantauan kinerja dan akuntabilitas serta pemodelan kebijakan pengembangan ruang kota.
Sub Dinas Bina Program terdiri dari :
Seksi Penyusunan dan Pemaduan Program Kerja, mempunyai tugas :
- Menyusun dan menyajikan program kerja dinas secara menyeluruh berdasarkan program kerja masing-masing subdinas, suku dinas dan bagian;
- Menyusun dan menyajikan rencana anggaran kegiatan dinas;
- Mensinergikan program kerja tahunan antara dinas dengan suku dinas serta antara seksi dan atau subbagian;
- Menyusun rencana pelaksanaan program pembinaan teknis ketatakotaan, termasuk bidang perencanaan dan pelayanan masyarakat;
- Menyiapkan sumber daya manusia untuk diusulkan mengikuti program pendidikan
perjenjangan dan pelatihan teknis fungsional. Seksi Evaluasi Pelayanan, mempunyai tugas :
- Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja;
- Mengevaluasi pelaksanaan prosedur dan mekanisme kerja sistem pelayanan;
- Mengevaluasi hasil pelayanan ketatakotaan secara berkala;
- Menyusun dan menyajikan laporan evaluasi kinerja dan akuntabilitas dinas;
- Menyiapkan bahan-bahan tanggapan atas keluhan masyarakat di bidang pelayanan
ketatakotaan;
- Menyusun arahan dan melaksanakan sosialisasi pelaksanaan program kerja. Seksi Pemantauan dan Pemodelan, mempunyai tugas :
- Mengolah dan menyajikan data informasi untuk pengembangan kegiatan dinas;
- Menghimpun peraturan-peraturan yang berhubungan dengan kegiatan ketatakotaan;
- Merancang dan mengembangkan sistem informasi ketatakotaan;
- Menyusun model pengkajian kebijakan dan pengembangan kegiatan ketatakotaan;
- Menyelenggarakan kegiatan studio teknik yang meliputi pembuatan desain sistem dan pemutakhiran informasi bagi publik;
- Mengkoordinasikan penyediaan bahan publikasi dan penyelenggaraan pembudayaan aspek ketatakotaan di Kotamadya, Kecamatan dan Kelurahan bersama Suku Dinas Tata Kota;
- Menyelenggarakan kegiatan keputusan dinas. 5. Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota
Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota mempunyai tugas menyelenggarakan pengkajian struktur ruang kota melalui kegiatan survey, analisis, perumusan rencana kota dan evaluasi rencana tata ruang wilayah serta menyiapkan peraturan dan pedoman teknis dan penggandaan peta, dokumentasi, publikasi rencana kota.
Untuk menjalankan tugasnya, Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota mempunyai fungsi : Perencanaan struktur tata ruang wilayah regional dan kota;
Evaluasi rencana struktur tata ruang kota, meliputi kependudukan, aktifitas kota, jaringan prasarana dan intensitas ruang;
Pengkajian dan penyusunan peraturan dan pedoman teknis perencanaan tata ruang kota. Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota terdiri dari :
Seksi Perencanaan Struktur Ruang Kota, mempunyai tugas :
- Menghimpun data perkembangan kota;
- Mempersiapkan pengkajian atas perkembangan tata ruang kota berdasarkan aspek fisik, sosial ekonomi dan sosial budaya serta hukum tata lingkungan;
- Mempersiapkan penyusunan data ruang makro kota;
- Memberikan arahan persebaran penduduk, pengembangan aktifitas, sistem jaringan dan intensitas ruang.
Seksi Evaluasi Rencana Ruang Kota, mempunyai tugas :
- Menyelenggarakan evaluasi rencana ruang kota pada bagian jenjang rencana;
Seksi Pengembangan Peraturan dan Pedoman, mempunyai tugas :
- Menyusun peraturan pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kota serta
penyempurnaannya;
- Menyusun pedoman teknis penjabaran rencana makro ke dalam rencana mikro kawasan ataupun unsur kota;
- Menyusun metodologi evaluasi pada berbagai jenjang rencana;
- Menyusun mekanisme peran serta masyarakat pada berbagai jenjang rencana;
- Mengumpulkan, memelihara dan menyajikan produk perundang-undangan yang berkaitan dengan rencana tata ruang.
6. Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang Kota
Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang Kota mempunyai tugas penyelenggaraan perencanaan pengembangan pola tata ruang kota, perencanaan tata lingkungan serta arah dan tahapan pembangunan lingkungan perkotaan yang merupakan penjabaran rencana makro menjadi rencana antara dalam rangka pembangunan baru, peremajaan, perbaikan dan pemugaran kota.
Untuk menjalankan tugasnya, Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang kota mempunyai fungsi :
Pengkajian struktur tata ruang dalam rangka perencanaan kawasan dan lingkungan;
Pengkajian struktur tata ruang dalam rangka pemugaran dan pemeliharaan ruang kota.
Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang Kota terdiri dari :
Seksi Perencanaan Pembangunan Kawasan dan Lingkungan, mempunyai tugas :
- Menyiapkan pola-pola super blok dan blok/perpetakan, peruntukan, tipe bangunan, intensitas bangunan dan ketinggian bangunan dalam rangka pembangunan lingkungan baru;
- Menyiapkan rencana dan petunjuk teknis pembangunan beserta tahapanya;
- Menentukan kebutuhan dan alokasi sarana dan prasarana lingkungan;
- Mengkaji dan menyiapkan rencana pembangunan terpadu ant lingkungan;
- Menetapkan cara-cara pengembangan potensi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat penghuni lingkungan;
- Mengkaji dan menyiapkan penyesuaian rencana peruntukan tanah. Seksi Perencanaan, Peremajaan dan Perbaikan Kota, mempunyai tugas :
- Mengadakan pengkajian secara menyeluruh atas lingkungan yang perlu diremajakan dan atau diperbaiki kualitas ruang kotamadya dalam rangka revitalisasi bagian-bagian kota;
- Menyiapkan pola-pola penataan blok dan lingkungan perpetakan, pola peruntukan tanah, pola intensitas bangunan dan pola ketinggian bangunan serta pola perbaikan dan pembaharuan struktur lingkungan dalam rangka peremajaan;
- Menyiapkan panduan rencana kota yang berisi konsep kawasan, panduan pembangunan kawasan/blok/subblok, pengelolaan kawasan dan starategi tahapan penanganan;
- Mennetukan kebutuhan dan alokasi prasarana maupun sarana lingkungan;
- Mengkaji dan menyiapkan rencana pembangunan terpadu dengan lingkungan sekitarnya. Seksi Pemugaran dan Pemeliharaan Ruang Kota, mempunyai tugas :
- Mengadakan pengkajian atas lingkungan yang perlu dilindungi dalam rangka konservasi lingkungan pemugaran;
- Menyiapkan panduan rencana kota yang berisi konsep perlindungan kawasan pemugaran, panduan pembangunan kawasan blok/subblok, pengembangan fasilitas, pengelolaan kawasan dan strategi tahapan penanganan;
- Mengkaji dan menyiapkan rencana pembangunan terpadu dengan lingkungan sekitarnya;
- Mengadakan pengkajian atas kualitas ruang kota;
- Menyiapkan panduan teknis pembangunan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kualitas ruang kota.
7. Sub Dinas Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota
Sub Dinas Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota mempunyai tugas melakukan analisis untuk menyusun rencana geometrik prasarana dan sarana kota yang meliputi rencana prasarana jalan dan transportasi, utilitas kota, prasarana tata air, sarana sosial budaya kota dan ruang terbuka hijau dan media luar ruang kota serta pedoman dan petunjuk pelaksanaannya.
Sub Dinas Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota mempunyai fungsi : Perencanaan jalan dan transportasi;
Perencanaan utilitas kota;
Perencanaan ruang terbuka hijau dan tata air;
Perencanaan sarana kota yang meliputi sarana sosial dan sarana budaya. Sub Dinas ini terdiri dari 4 Seksi, yaitu :
Seksi Perencanaan Jalan dan Transportasi, mempunyai tugas :
- Melakukan penelitian, evaluasi dan kajian dalam rangka mengusulkan sistem, pola dan hirarki jeringan jalan;
- Menyiapkan dan mengembangkan petunjuk teknis yang
berkenaan dengan perencanaan jeringan jalan dan drainasenya;
- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian dalam rangka mengusulkan sistem dan pola transportasi kota dan sarana pelengkapnya;
- Menyusun petunjuk teknis yang berkaitan dengan pola transportasi kota. Seksi Perencanaan Utilitas Kota, mempunyai tugas :
- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian sistem serta usulan pola utilitas meliputi jeringan listrik, air minum, telekomunikasi, gas dan jeringan utilitas kota lainnya;
- Membuat petunjuk teknis pengarahan berkenaan dengan perencanaan utilitas kota. Seksi Perencanaan Ruang Terbuka Hijau dan Tata Air, mempunyai tugas :
- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian dalam rangka mengusulkan pola ruang terbuka hijau dan rekreasi;
- Membuat usulan petunjuk teknis pengarahan yang berkenaan dengan ruang terbuka hijau dan rekreasi;
- Membuat usulan petunjuk teknis pengarahan yang berkenaan dengan perencanaan tata air, jeringan saluran makro pengendalian banjir, waduk dan air limbah;
- Mengadakan penelitian, evaluasi dan kajian dalam rangka mengusulkan sistem dan pola kebijaksanaan tata air, jeringan saluran makro pengendalian banjir, waduk dan air limbah. Seksi Perencanaan Sarana Kota, mempunyai tugas :
- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian dalam rangka mengusulkan sarana social busaya dan ekonomi kota;
- Menyiapkan dan menyusun petunjuk teknis serta penerapan sarana sosial budaya dan ekonomi kota;
- Merumuskan dan mengarahkan rencana sarana social budaya dan ekonomi kota;
- Melakukan koordinasi dalam rangka perencanaan pemanfaatan dan pengendalian
8. Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan
Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan mempunyai tugas menyelenggarakan pengkajian kelayakan pemanfaatan lahan, penyusunan naskah-naskah perjanjian pengembangan lokasi/lahan dan evaluasi pemanfaatan lahan serta pemberian petunjuk teknis dalam rangka pelaksanaan program kerjasama pembangunan kawasan yang ditetapkan Gubernur.
Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan mempunyai fungsi : Pengkajian kelayakan administrasi, ekonomis dan teknis pemanfaatan lahan;
Pemantauan pemanfaatan lahan dan evaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan dengan rencana tata ruang kota;
Penyusunan rencana teknis dan administrasi pemanfaatan lahan. Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan terdiri dari :
Seksi Pengkajian Kelayakan Pemanfaatan Lahan, mempunyai tugas :
- Mengkaji kelengkapan administrasi dan studi kelayakan pemanfaatan lahan dalam rangka pemberian izin Gubernur;
- Mempersiapkan dan mengusulkan penilaian kelayakan pemanfaatan lahan;
- Menyiapkan hasil penilaian sebagai bahan dalam rangka pengambilan keputusan kebijakan operasional pemanfaatan lahan;
Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pemanfaatan Lahan, mempunyai tugas :
- Melaksanakan monitoring kesesuaian pemanfaatan lahan terhadap izin Gubernur;
- Menghimpun hasil pendataan di lapangan dan melakukan evaluasi pemanfaatan lahan;
- Menyajikan informasi pemanfaatan lahan dan rekomendasi tindakan terhadap
penyimpangan.
Seksi Penyusunan Rencana Teknis dan Administratif Pemanfaatan Lahan, mempunyai tugas :
- Menyusun naskah hukum pemanfaatan lahan;
- Melakukan koordinasi dengan unit terkait dalam rangka penyusunan pemanfaatan lahan dalam rangka izin Gubernur.
9. Sub Dinas Pengendalian Peta Rencana Kota
Sub Dinas Pengendalian Peta Rencana Kota mempunyai tugas melaksanakan pengendalian atas pelaksanaan rencana kota, yang meliputi penerapan rencana kota, pengusulan rencana kota serta mendokumentasikan dan mengadakan peta rencana. Dalam menjalankan tugasnya, Subdin ini mempunyai fungsi :
Pemantauan ketelitian rencana kota dalam rangka pelayanan masyarakat; Penelitian usulan rencana kota dalam rangka pembakuan lembar rencana kota; Penelitian lembar rencana kota dalam rangka pengesahan;
Sub Dinas Pengendalian Peta Rencana Kota terdiri dari : Seksi Pemantauan Rencana Kota, mempunyai tugas :
- Melakukan pemantauan kesesuaian ketetapan rencana kota dengan lembar rencana kota;
- Menyelenggarakan koordinasi penelitian secara periodik terhadap semua peta rencana yang dikeluarkan;
- Melaksanakan pembaharuan peta rencana;
- Mengusulkan tindak lanjut hasil pemantapan.
Seksi Penelitian Usulan Rencana Kota, mempunyai tugas :
- Meneliti dan menilai usulan rencana yang diajukan oleh Suku Dinas Tata Kota dan atau Sub Dinas lain;
- Menampung masalah dan pengaduan yang berkenaan dengan rencana kota atau
perkembangan kota serta mengusahakan penyelesaiannya. Seksi Legalisasi Rencana Kota, mempunyai tugas :
- Meneliti dan menilai kelengkapan berkas usulan yang diajukan;
- Menyelenggarakan perubahan atas usulan rencana kota;
- Memproses pengesahan usulan rencana kota;
- Menyelenggarakan persidangan yang mempunyai kaitan dengan peningkatan
perencanaan;
Seksi Dokumentasi dan Penggandaan Rencana Kota, mempunyai tugas :
- Mengumpulkan, memelihara dan menyajikan produk hukum yang telah diterbitkan;
- Menyusun, menyimpan dan mengadakan copy negatis serta dokumentasi peta rencana kota yang telah diperiksa.
10. Sub Dinas Pengolahan Data Dasar
Sub Dinas Pengolahan Data Dasar mempunyai tugas menyiapkan data dasar perkotaan secara numeris dan grafis untuk perencanaan kota. Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Dinas ini mempunyai fungsi :
Penyelenggaraan survei topografi dan pengolahan data dalam rangka pembakuan peta dasar; Pengolahan data digital dalam rangka pembakuan peta dasar;
Pengolahan data digital sebagai data dasar perencanaan.
Sub Dinas Pengolahan Data Dasar terdiri dari :
Seksi Survei dan Pemaduan Data Lapangan, mempunyai tugas :
- Menyusun dan menyiapkan kebutuhan prasarana dan sarana pengukuran;
- Melaksanakan survei dan pengukuran topografi tanah;
- Melaksanakan pengumpulan data lapangan untuk keperluan perencanaan kota;
Seksi Pengolahan Peta Dasar, mempunyai tugas :
- Menyusun, menyiapkan dan menyajikan peta dasar, peta wilayah, peta tematik dalam bentuk digital dan bentuk analog untuk penyusunan rencana kota;
- Menyusun dan menyiapkan program komputerisasi pemetaan;
- Melengkapi data grafis peta dasar dan tingkat kedalamannya secara berkala. Seksi Pengolahan Data Dasar Perencanaan, mempunyai tugas :
- Menyusun dan menyiapkansistem pendataan data dasar numerik untuk perencanaan kota;
- Melaksanakan pendataan dan pengolahan data dasar perencanaan kota;
SEKSI DINAS TATA KOTA KECAMATAN SUKU DINAS TATA KOTA
SUB BAGIAN TATA USAHA WAKIL Ka. DINAS TATA KOTA
BAGIAN TATA USAHA SUB BAGIAN UMUM SUB BAGIAN PERLENGKAPAN & R.T
SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN ANGGARAN SUB BAGIAN PENDAPATAN
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN & LINGKUNGAN SEKSI PERENCANAAN PEREMAJAAN & PERBAIKAN KOTA SEKSI PEMUGARAN & PEMELIHARAAN RUANG
KOTA SUBDINAS BINA
PROGRAM
SEKSI PEMANTAUAN & PEMODELAN SEKSI PENYULUHAN & PEMADUAN PROGRAM
KERJA
SEKSI EVALUASI PELAYANAN
SUBDINASPENGKAJIAN STRUKTUR RUANG KOTA
SEKSI PERENCANAAN STRUKTUR RUANG KOTA
SEKSI EVALUASI RENCANA RUANG KOTA
SEKSI PENGEMBANGAN PERATURAN & PEDOMAN
SUBDINAS PERENC. PENGEMBANGAN RUANG
KOTA
SUBDINAS PERENC. PRASARANA & SARANA
KOTA
SEKSI PERENCANAAN UTILITAS KOTA SEKSI PERENCANAAN JALAN & TRASNPORTASI
SEKSI PERENCANAAN RTH & TATA AIR
SEKSI PERENCANAAN SARANA KOTA SUBDINAS PENGKAJIAN PEMANFAATAN LAHAN SEKSI PENGKAJIAN KELAYAKAN PEMANFAATAN LAHAN
SEKSI PEMANTAUAN & EVALUASI PEMANFAATAN
LAHAN SEKSI PENYUS. RANC.
TEKNIS & ADM. PEMANFAATAN LAHAN SUBDINAS PENGENDALIAN PETA RENC. KOTA SEKSI PEMANTAUAN RENCANA KOTA SEKSI PENELITIAN USULAN RENCANA KOTA
SEKSI LEGALISASI RENCANA KOTA SEKSI DOKUMENTASI & PENGGANDAAN RENCANA
KOTA
SUBDINAS PENGOLAHAN DATA DASAR
SEKSI SURVEY & PEMADUAN DATA LAPANGAN SEKSI PENGOLAHAN PETA DASAR SEKSI PENGOLAHAN DATA DASAR PERENCANAAN
STRUKTUR ORGANISASI DTK
STRUKTUR ORGANISASI DTK
KEPALA DINAS TATA KOTASUKU DINAS TATA KOTA
SEKSI PENGENDALIAN RENCANA
SEKSI PRASARANA DAN SARANA KOTA
SEKSI PELAYANAN PENGUKURAN SEKSI PELAYANAN RENCANA SEKSI PELAYANAN INFORMASI KETATAKOTAAN
SEKSI DINAS TATA KOTA KECAMATAN Gambar 3.1
3.1.2
suku dinas tata kota
1. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 140 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta bahwa di setiap Kotamadya dibentuk Suku Dinas Tata Kota dan setiap Suku Dinas Tata Kota dipimpin oleh seorang Kepala Suku Dinas. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Suku Dinas Tata Kota bertanggung jawab secara teknis administratif kepada Kepala Dinas secara taktis operasional kepada Walikotamadya yang bersangkutan.
2. Suku Dinas Tata Kota mempunyai tugas melaksanakan kebijakan di bidang penataan struktur ruang bagian-bagian kota, koordinasi dan pengamatan teknis yang ditetapkan oleh Dinas serta pelayanan kebijakan teknis rencana kota melalui penerbitan Ketetapan Rencana Kota berbentuk petunjuk rencana yang mencantumkan persyaratan rencana kota dan tata letak bangunan sesuai ketentuan untuk pemanfaatan dan penggunaan tanahnya.
3. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 32 ayat 1 Surat Keputusan Gubernur Nomor 140 Tahun 2001 tersebut di atas, Suku Dinas Tata Kota mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan pelayanan ketatakotaan kepada masyarakat;
b. Menyediakan infomasi ketatakotaan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat; c. Melaksanakan pelayanan instansional di bidang rencana prasarana dan sarana kota; d. Penerbitan Ketetapan Rencana Kota dan atau rekomendasi rencana kota;
f. Pengelolaan dokumen teknis administratif di tingkat Kotamadya;
g. Pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan Seksi Dinas Tata Kota tingkat Kecamatan.
4. Suku Dinas Tata Kota terdiri dari : a. Sub Bagian Tata Usaha; b. Seksi Pengendalian Rencana;
c. Seksi Pelayanan Informasi Ketatakotaan; d. Seksi Prasarana dan Sarana Kota;
e. Seksi Pelayanan Pengukuran; f. Seksi Pelayanan Rencana.
5. Pelaksanaan tugas dan fungsi Kepala Suku Dinas Tata Kota sebagaimana tercantum dalam pasal 31 dan 32 Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 140 Tahun 2001 tersebut dilengkapi juga oleh Keputusan Kepala Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pelimpahan wewenang kepada Suku Dinas Tata Kota menerbitkan Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sampai dengan luas lantai bangunan 2500 m2.
Untuk melihat lebih detail pelaksanaan Tupoksi dari Subdin/ Subbag dan Suku Dinas Tata Kota 5 Kotamadya terdapat pada Lampiran Laporan Tahunan ini.
3.1.3
seksi dinas tata kota kecamatan
1. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 140 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta bahwa di setiap Kecamatan dibentuk Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan yang dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab secara teknis administratif kepada Kepala Suku Dinas Tata Kota dan secara taktis operasional kepada Camat yang bersangkutan.
2. Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan mempunyai tugas :
a. Menyelenggarakan observasi lingkungan, termasuk penggunaan bangunan yang tidak sesuai dengan rencana kota dan atau izin mendirikan bangunan serta membuat laporannya;
b. Menyusun analisis tentang perkembangan fisik tata ruang kota serta mengajukan gagasan rencana kota dan perencanaan tiga dimensi;
c. Memfasilitasi penyusunan rencana tata ruang yang berbasis pada masyarakat; d. Melaksanakan sosialisasi rencana kota kepada masyarakat;
e. Melaksanakan kegiatan pelayanan ketatakotaan;
f. Melaksanakan pemutakhiran peta dasar bekerjasama dengan Seksi Pelayanan Pengukuran; g. Menerbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah;
3. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 147 Tahun 2000 tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) dan Penerbitan Izin Pendahuluan (IP) Mendirikan Bangunan pada Seksi Kecamatan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk permohonan luas tanah sampai dengan 200 m2 menurut data surat
tanah di Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan.
4. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 18 Tahun 2003 tentang Peningkatan Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) pada Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kecamatan Kebayoran Lama, Kotamadya Jakarta Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Kecamatan Grogol Petamburan, Kotamadya Jakarta Barat, Kecamatan Menteng, Kecamatan Tanah Abang, Kotamadya Jakarta Pusat, Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur untuk permohonan luas tanah sampai dengan 400m2 menurut data surat tanah.
5. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 99/2007 tentang Peningkatan Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) pada 42 Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan di 5 (lima) Wilayah Kotamadya Provinsi DKI Jakarta untuk permohonan luas tanah sampai dengan 500m2.
3.2
sumber daya manusia
Sebagai Dinas Teknis yang mengemban tugas pokok di bidang pengadaan rencana kota dan sekaligus melayani penyediaan Ketetapan Rencana Kota, Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta dituntut untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan tersebut diantaranya adalah dengan melengkapi sarana dan prasarana penunjang serta SDM yang berkualitas. Perlu diketahui jumlah karyawan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta saat ini berjumlah 468 orang, dengan perincian staf di Balai Dinas 123 orang dan di Suku Dinas Tata Kota serta Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan 345 orang, dimana 102 orang merupakan staf yang memasuki masa pensiun sampai dengan akhir Desember 2008.
Tabel 3.1
Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Pangkat/ Golongan
NO SATUAN UNIT GOLONGAN IV GOLONGAN III GOLONGAN II GOLONGAN I JUMLAH D C B A D C B A D C B A D C B A
1. DTK Prov. DKI Jakarta - - 3 7 12 13 37 18 12 11 2 7 0 1 - - 123
2. SDTK Jakarta Pusat - - - 1 8 7 25 6 8 7 1 5 2 - - - 70 3. SDTK Jakarta Utara - - 1 - 4 7 21 3 1 5 2 5 2 - - - 51 4. SDTK Jakarta Barat - - 1 1 6 5 20 10 8 7 - 4 - - - - 62 5. SDTK Jakarta Selatan - - 1 - 8 7 35 2 7 10 - 7 1 - - - 78 6. SDTK Jakarta Timur - - - 1 7 11 45 6 7 3 1 3 - - - - 84 JUMLAH 0 0 6 10 45 50 183 45 43 43 6 31 5 1 0 0 468
Tabel 3.2
Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Pendidikan
NO SATUAN UNIT S2 TEKNIK S1 UMUM TEKNIK D3 UMUM TEKNIK SLTA UMUM TEKNIK SLTP UMUM SD JUMLAH
1. DTK Prov. DKI Jakarta 13 15 19 3 4 28 37 1 1 2 123
2. SDTK Jakarta Pusat 2 6 5 3 3 18 20 1 7 5 70 3. SDTK Jakarta Utara 3 4 3 2 1 6 24 - 5 3 51 4. SDTK Jakarta Barat 2 4 5 1 3 17 16 4 6 4 62 5. SDTK Jakarta Selatan 2 5 6 2 3 22 25 2 6 5 78 6. SDTK Jakarta Timur 4 6 11 - 2 36 21 1 1 2 84 JUMLAH 26 40 49 11 16 127 143 9 26 21 468 Tabel 3.3
Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Usia NO SATUAN UNIT < 30 31- 40 USIA 41 - 50 51 - 56 JUMLAH
1. DTK Prov. DKI Jakarta 7 26 32 58 123
2. SDTK Jakarta Pusat - 5 12 53 70 3. SDTK Jakarta Utara 1 7 9 34 51 4. SDTK Jakarta Barat - 3 7 52 62 5. SDTK Jakarta Selatan - 6 13 59 78 6. SDTK Jakarta Timur - 10 15 59 84 JUMLAH 8 57 88 315 468
Tabel 3.4
Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta yang Memasuki Masa Pensiun Tahun 2008 berdasarkan Bulan NO SATUAN UNIT JAN FEB MAR APR MEI JUN BULAN JUL AGT SEP OKT NOV DES JUMLAH
1. DTK Prov. DKI Jakarta 2 1 2 - 2 2 1 6 1 4 1 - 22
2. SDTK Jakarta Pusat 1 - 2 1 3 1 1 - 1 1 1 - 12 3. SDTK Jakarta Utara - - - - 3 1 3 - 1 5 - 4 17 4. SDTK Jakarta Barat 2 3 3 1 1 2 2 1 5 1 2 2 25 5. SDTK Jakarta Selatan 2 2 1 2 1 - 1 2 - 1 - 12 6. SDTK Jakarta Timur 2 2 1 - 1 - 2 3 1 1 1 - 14 JUMLAH 9 6 10 3 12 7 9 11 11 12 6 6 102
3.3
pelaksanaan program kerja
Berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh Dinas Tata Kota DKI Jakarta dalam kegiatan belanja langsung dan belanja tidak langsung yang terangkum dalam Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun Anggaran 2008, merupakan perwujudan dari visi dan misi yang terangkum dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tata Kota 2008-2012, adalah sebagai berikut :
3.3.1
program kegiatan belanja langsung
Hasil yang dicapai dalam rincian kegiatan belanja langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2008 diuraikan dalam tabel berikut di bawah ini.
Tabel 3.5
Pelaksanaan Program Kegiatan Belanja Langsung dan Hasil yang Dicapai
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA %
01 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
001 Penyusutan Arsip Dinas Meningkatnya efektifitas dan efisiensi pengelolaan arsip dinas dengan adanya penyusutan arsip dinas tahun 2002 dan 2003 Tahun Berkas 2 1012 2 1012 100
002 Penunjang Operasional Rapim BPUT Terselenggaranya kegiatan RAPIM
BPUT Tahun 1 1 100
003 Penyempurnaan SIMPEG Meningkatnya proses kerja informasi kepegawaian dengan tersedianya sistem informasi manajemen kepegawaian
Sistem 1 0 0
004 Penyusunan Laporan Monitoring
Pelayanan Wilayah Tersusunnya Laporan Monitoring Pelayanan Wilayah Laporan 1 1 100
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 001 Sertifikasi ISO 9001:2000 di Sudin Tata
Kota Jakarta Pusat dan Sudin Tata Kota Jakarta Selatan
Diperolehnya Sertifikat ISO 9001:2000 sehingga tercipta sistem manajemen mutu pelayanan yang berstandar internasional Suku Dinas Tata Kota (SDTK) Kota Administrasi 2 2 100
002 Pengelolaan Sistem Manajemen
Mutu ISO 9001:2000 Terlaksananya pembinaan, perbaikan dan evaluasi secara berkesinambungan terhadap ISO
9001:2000 yang telah diperoleh
Suku Dinas Tata Kota (SDTK) Kota Administrasi Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan 3 10 3 10 100
003 Opname Lapangan Daerah
Terbangun Tersedianya peta dasar daerah terbangun dengan informasi yang lebih lengkap dan up to date
Wilayah 1 0 0
004 Survey Titik KP Diperolehnya informasi yang akurat tentang titik-titik KP yang dapat digunakan sebagai titik ikat lapangan
Wilayah 5 0 0
008 Pembuatan Aplikasi Perhitungan Polygon dan Penggambaran Topografi
Tersedianya aplikasi perhitungan polygon dan penggambaran topografi
Software
Aplikasi 1 0 0
009 Sertifikasi ISO 9001:2000 di 5 Seksi
Dinas Tata Kota Kecamatan Diperolehnya Sertifikat ISO 9001:2000 sehingga tercipta sistem manajemen mutu pelayanan yang berstandar internasional
Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 010 Registrasi/ Keanggotaan ISO Terselenggaranya registrasi
keanggotaan ISO pada 3 Suku Dinas dan 10 Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan yang telah memperoleh Sertifikat ISO 9001:2000 sehingga terwujud sistem manajemen pelayanan yang semakin baik di tingkat wilayah dan dinas secara bertahap Suku Dinas Tata Kota (SDTK) Kota Administrasi Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan 3 10 3 10 100
04 PROGRAM PENATAAN RUANG
001 Integrasi Peta Dasar, KRK dan lembar Rencana Kota (LRK) Dinas Tata Kota Propinsi DKI Jakarta
Meningkatkan efektifitas perencanaan ketatakotaan dengan
adanya peta dasar dan LRK tunggal yang sistematis
Paket Evaluasi Peta
1 0 0
003 Sosialisasi Ketatakotaan Melalui
Media Massa Terselenggaranya sosialisasi tentang peraturan dan mekanisme penataan ruang melalui media cetak dan elektronik
Tahun 1 0 0
004 Pembangunan Exhibition Center Tersedianya belanja modal
pembangunan exhibition center Paket 1 1 100 005 Operasional Infobox Jakarta Tersedianya honor tenaga pemandu
Infobox Jakarta Orang 3 3 100
006 Pelaksanaan Pameran
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 007 Pengelolaan dan Pengembangan
Website Terkelola dan terup-datenya website Dinas Tata Kota Website Aplikasi 1 1 100 008 Sosialisasi Ketatakotaan Kepada
Masyarakat Terselenggaranya kegiatan sosialisasi ketatakotaan kepada masyarakat berupa seminar
Orang 100 100 100
011 Operasional Kegiatan Perpustakaan
Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Terkelolanya perpustakaan Dinas Tata Kota Tahun 1 1 100 012 Pengembangan Sistem Integrasi
Aplikasi Administrasi Layanan dan Data Spasial (GIS)
Berkembangnya sistem integrasi aplikasi administrasi layanan dan data spasial (GIS) Dinas Tata Kota
Software Aplikasi Kecamatan
1 1 100
013 UDGL Transit Oriented Development (TOD) terhadap Struktur Pemanfaatan Ruang Kota pada
Koridor Pengembangan Transportasi (Dukuh Atas, lebak
Bulus, Harmoni)
Tersusunnya pedoman/ panduan rancang kota yang dapat mewujudkan lingkungan kota yang berkualitas, tanggap terhadap rencana investasi serta mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di koridor pengembangan transportasi (Dukuh Atas, Lebak Bulus, Harmoni)
Draft Panduan Rancang Kota/ Urban design Guide Line (UDGL) 1 1 100
015 Penyusunan Insentif dan Disinsentif Pemanfaatan Ruang Kota di Provinsi DKI Jakarta
Tersusunnya Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengaturan Pemberian Insentif dan Disinsentif dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Provinsi DKI Jakarta
Rancangan Peraturan
Daerah
1 1 100
017 Revisi penyusunan Rencana Rinci
Tata Ruang Wilayah Kecamatan Tersusunnya revisi penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan
Rancangan Peraturan
Daerah
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 020 Penyusunan Panduan Rancang
Kota (UDGL) Zona Fatahillah Kawasan Kota Tua
Tersusunnya pedoman/ panduan rancang kota yang dapat mewujudkan lingkungan kota yang berkualitas, tanggap terhadap rencana investasi serta mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kawasan Kota Tua Draft Panduan Rancang Kota/ Urban design Guide Line (UDGL) 1 1 100
024 Penyusunan Panduan Rancang
Kota Sentra Primer Timur Tersusunnya pedoman/ panduan rancang kota sentra primer timur Panduan Draft Rancang Kota/ Urban Design Guide
Line (UDGL)
1 0 0
033 Penyusunan Panduan Rancang Kota (UDGL) Zona Sunda Kelapa Kawasan Kota Tua
Tersusunnya pedoman/ panduan rancang kota yang dapat mewujudkan lingkungan kota yang berkualitas, tanggap terhadap rencana investasi serta mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kawasan Kota Tua Draft Panduan Rancang Kota/ Urban Design Guide Line (UDGL) 1 1 100 034 Penyempurnaan Perencanaan Trace, Halte, Pedestrian, Park and Ride, Depo dan Lokasi SPBG untuk Koridor 1 s.d 10
Ditetapkannya beberapa Peraturan Gubernur mengenai trace, halte, pedestrian, park and ride, depo dan lokasi SPBG untuk Koridor 1 s/d 10
Paket 1 1 100
035 Perencanaan Pembangunan
Exhibition Center Tergambarkannya konsep design dalam pembangunan exhibition center Konsep Desain Exhibition Center 1 1 100
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 036 Pembuatan Materi Exhibition Center Tersusunnya materi yang akan
digunakan dalam exhibition center Program Aplikasi 1 1 100
037 Dialog Interaktif Penataan Kota
Jakarta Terselenggaranya kegiatan Dialog Interaktif mengenai Penataan Kota Jakarta di Stasiun TV (Metro TV)
Dialog
Interaktif 3 3 100
038 Rencana Detail Koridor BKT Tersedianya rancangan design
jembatan pada koridor BKT Dokumen 1 0 0
039 Sosialisasi Tata Kota Modern melalui
Media TV Terselenggaranya sosialisasi tata kota modern di Media TV Paket 1 0 0
040 Pembentukan Komisi Penataan
Ruang Terbentuknya komisi penataan ruang Paket 1 0 0
05 PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR
001 Pembinaan Teknis Ketatakotaan Terselenggaranya kegiatan
pembinaan teknis ketatakotaan Orang 110 110 100 002 Penyegaran Tupoksi Perencanaan
dan Pelayanan Ketatakotaan Terselenggaranya kegiatan penyegaran tupoksi perencanaan dan pelayanan ketatakotaan
Orang 100 100 100
003 Pelatihan Aplikasi Administrasi
Layanan (AAL) dan GIS Terselenggaranya pelatihan Aplikasi Administrasi Layanan (AAL) dan GIS Orang 55 55 100 004 Pelatihan Pemetaan dan
Pengukuran Ketatakotaan Terselenggaranya pelatihan pemetaan dan pengukuran ketatakotaan
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 006 Biaya Pelatihan Substanstif dan
Forum Pengembangan Kualitas SDM
Terselenggaranya pelatihan substantif dan forum pengembangan kualitas SDM
Tahun 1 0 0
007 Sosialisasi Peraturan Kepegawaian Meningkatnya pengetahuan/ pemahaman para pegawai terhadap peraturan kepegawaian
Orang 160 160 100
008 Pembinaan Administrasi
Kepegawaian Terselenggaranya kegiatan pembinaan administrasi kepegawaian
Orang 70 70 100
009 Pembinaan Rohani Pegawai Dinas
Tata Kota Terselenggaranya kegiatan pembinaan rohani pegawai Dinas Tata Kota
Tahun 1 1 100
010 Bimbingan Teknis Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Terlaksananya bimbingan teknis ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa Pemerintah
Orang 30 30 100
06 PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN
001 Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009
Terprogramnya rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 sesuai dengan kebutuhan dan Repetada
Dokumen 1 1 100
003 Penyusunan Laporan Kinerja Dinas
Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Diperolehnya gambaran kinerja Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta selama tahun 2008
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 005 Pengembangan Sistem Monitoring
Pelayanan Ketatakotaan Berkembangnya aplikasi sistem monitoring pelayanan ketatakotaan Program Aplikasi 1 0 0
07 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR
001 Pengadaan Software Pendukung IT
Ketatakotaan Tersedianya software pendukung IT Ketatakotaan Paket 1 0 0 002 Pengadaan Hardware Pendukung
IT Ketatakotaan Tersedianya hardware komputer (server, laptop, dll) Paket 1 1 100 003 Pengadaan Sarana Penunjang
Teknologi Informasi dan Komunikasi Tersedianya sarana penunjang teknologi informasi dan komunikasi (continous form, flash disk, pita printer, tinta printer, dll)
Paket 1 1 100
014 Pengadaan Kop Surat Dinas Tersedianya kop surat dinas Rim 150 0 0
015 Pengadaan Amplop Dinas Tersedianya amlop dinas Dus 245 0 0
016 Pengadaan Map Dinas Tersedianya map dinas Buah 11100 11100 100 017 Pengadaan Lembar Disposisi Tersedianya lembar disposisi Blok 724 0 0
018 Pengadaan Lembar Pengantar Tersedianya lembar pengantar Blok 625 625 100 020 Pengadaan Konsumsi Dinas Tersedianya konsumsi dinas berupa
makanan dan minuman harian, rapat dan tamu
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 021 Belanja Pemeliharaan Kendaraan
Dinas Operasional Terpeliharanya kendaraan dinas operasional (mobil dan motor) Dinas Tata Kota
Paket 1 1 100
022 Belanja Pemeliharaan
Komputer/Laptop Terpeliharanya komputer/laptop yang dimiliki oleh Dinas Tata Kota Paket 1 1 100 024 Belanja Pemeliharaan Mesin
Faximile Terpeliharanya mesin faximile yang dimiliki oleh Dinas Tata Kota Unit 15 15 100 025 Belanja Pemeliharaan Jaringan
Komunikasi Terpeliharanya jaringan komunikasi di Dinas Tata Kota Paket 1 0 0
026 Belanja Pemeliharaan Peripheral/Alat Pendukung Komputer
Terpeliharanya peripheral/alat pendukung komputer berupa printer laser jet dan dot matrik
Paket 1 1 100
027 Belanja Pemeliharaan Peralatan
Cetak Terpeliharanya peralatan cetak yang dimiliki oleh Dinas Tata Kota Paket 1 1 100
028 Belanja Pemeliharaan Peralatan
Computing Terpeliharanya peralatan computing yang dimiliki oleh Dinas Tata Kota Paket 1 1 100 029 Belanja Pemeliharaan Peralatan
Pemetaan Ukur/Alat Ukur Terpeliharanya peralatan pemetaan ukur/alat ukur yang telah dimiliki Dinas Tata Kota
Unit 1 1 100
031 Pendukung Kegiatan Operasional
Kantor Terbayarkannya Upah dan Tunjangan Kesra tahun 2008 Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinas Tata Kota Prov. DKI Jakarta
NO PROGRAM / KEGIATAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KINERJA TARGET REALISASI KINERJA % 032 Pengadaan Mobile Internet Tersedianya mobile internet Tahun 1 0 0 033 Pengadaan Personal Komputer
Pelayanan Ketatakotaan Tersedianya Personal Komputer Unit 5 5 100 034 Pengadaan Proyektor Penunjang
Operasional Tersedianya Proyektor Unit 3 3 100
035 Pengadaan Kebutuhan ATK
Penunjang Operasional Dinas Tersedianya ATK (ballpoint, isolasi, rapido, kertas, dll) Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta sebagai penunjang operasional dinas
Paket 1 1 100
036 Pengadaan Kebutuhan Perkakas Kerja (pakai habis) Penunjang Operasional Dinas
Tersedianya perkakas kerja (helm, jas hujan, yalon, roll meter, dll) sebagai penunjang operasional dinas
Paket 1 1 100
037 Pengadaan Koran/Majalah/ Media
Cetak Penunjang Operasional Dinas Tersedianya sarana media cetak berupa majalah dan koran Tahun 1 1 100
038 Penyewaan Mesin Fotocopy