RISET SAHAM HARIAN
Samuel Equity Research Friday, 24 June 2016
: 4,874.3 : -22.5 (-0.46%) : 5,359 Mn shrs : 3,501 Bn rupiah Last Close +/- % BMRI 9,075 75 0.8 BBCA 12,950 50 0.4 SMAR 3,600 360 11.1 LPKR 1,050 30 2.9 HMSP 3,650 -80 -2.1 ICBP 17,150 -325 -1.9 BBRI 10,425 -75 -0.7 GGRM 65,450 -925 -1.4
Foreign Net Buy / Sell
Net Buy (Rpbn) Net Sell (Rpbn)
BMRI 40 HMSP 31 LPKR 39 PGAS 29 GGRM 33 WIKA 22 AKRA 24 ADRO 17 BBRI 24 MAPI 16 Money Market Last Close +/- % USD/IDR 13,258 -25.0 0.2 JIBOR O/N 4.6 0.0 -Infl (MoM) 0.2 -
-Dual Listing Securities
Last Close +/- % TLKM 59.7 1.2 2.0 ISAT 36.4 0.9 2.7 EIDO 24.0 0.5 2.2 World Indices Last Close +/- % DJIA 18,011 230 1.3 S&P 500 2,113 28 1.3 Euro Stoxx 3,038 60 2.0 MSCI World 1,692 24 1.4 Nikkei 16,328 89 0.5 Hang Seng 20,868 73 0.4 Commodities Last Close +/- % WTI Oil 49 -0.7 -1.4 CPO Malay 2,384 10.0 0.4 Coal Newc 53 0.0 0.0 Nickel 9,194 -5.3 -0.1 Tin 17,277 93.0 0.5 Lagging Movers Market Activity Friday, 24 Jun 2016 Market Index Index Movement Market Volume Market Value Changes Leading Movers Changes Changes Changes Changes
Update final pooling Brexit masih menjadi fokus pasar
Semalam indeks AS ditutup menguat ditengah penantian hasil pooling seputar Brexit. Dari pasar Eropa pasar juga tercatat menguat seiring dengan hasil pooling yang masih menunjukan preferensi Britain untuk tetap berada dalam EU membership. Data terakhir menunjukan sekitar 48% tetap menginginkan UK bergabung dengan EU sedangkan 46% memilih sebaiknya keluar. Sentimen tersebut juga telah mendorong nilai tukar Pound mengalami tekanan.
Dari update data AS, initial jobless dan continuing claims tercatat lebih rendah dari periode sebelumnya, sedangkan new home sales juga masih melemah MoM. Sementara itu, angka kekhawatiran pasar tercatat kembali turun ke 17.25 setelah hari sebelumnya menyentuh 21.17, atau tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Dari pasar komoditas, harga emas naik dan minyak turun
Pagi ini, beberapa indeks APAC yang telah mencatat transaksi perdagangan cenderung mengalami penguatan. IHSG kami perkirakan berpotensi merefleksikan kenaikan indeks global dan eropa serta indeks APAC pagi ini. Di sisi lain, kami juga melihat perubahan hasil pooling Brexit yang akan dimenangkan oleh keinginan Inggris keluar dari EU berpotensi memberikan tekanan pada pergerakan indeks APAC, EU dan IHSG. Nilai tukar menguat tipis ke level Rp13.258 sedangkan EIDO tercatat positif
Highlights
PPRO : Menjajaki ekspansi lahan 30ha
SOCI : Jajaki Pinjaman 200 juta Dolar AS
AISA : Fokus Beras Kemasan Bermerek
Perbankan : Premi penjaminan dan aturan DP
Konsumsi : Persaingan di industri terigu semakin ketat
AISA: Fokus Beras Kemasan Bermerek
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) ingin fokus mengembangkan bisnis branded pack rice (beras kemasan bermerek), yang marjinnya relatif lebih besar daripada beras curah bermerek (rata – rata marjin beras kemasan bermerek mencapai 17 – 23%, sedangkan beras curah bermerek sekitar 13 – 14%). Hingga kuartal I 2016, kontribusi penjualan beras merek terhadap total penjualan adalah sebesar 29% dan perusahaan ingin memperbesar menjadi 40%.
Dalam upaya membesarkan bisnis beras bermerek tersebut, AISA akan memperluas jaringan penjualan hingga di luar ritel modern. Target perusahaan adalah menjajakan beras di 2,5 juta gerai jaringan pemasaran. Merek beras kemasan AISA antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Desa Cianjur, Rojolele Dumbo, Jatisari, dan Istana Bangkok. Sementara merek beras curah AISA adalah Kepala Jago Hijau, Al Platinum, Kiwi, Putri Padi, dan Golden Land. (Kontan) AISA: Non Coverage, 16E’PE:12.1, PBV:1.2x.
PPRO: Menjajaki ekspansi lahan 30ha
PT PP Properti Tbk (PPRO) tengah menjajaki melakukan ekspansi pengembangan 30ha lahan di Bandung dan Jakarta untuk proyek landed house. Ekspansi ini bakal mendukung program sejuta rumah yang sedang dijalankan pemerintah.
Hal ini telah dimasukan kedalam bagian dari rencana perusahaan jika nantinya memperoleh penyertaan modal negara (PMN) 2016 (usulan Rp2.2triliun). Selain itu, PMN juga rencananya akan dimanfaatkan untuk investasi di jalan tol.
Perseroan baru-baru ini juga memperoleh dana senilai Rp 600 miliar dari hasil penerbitan obligasi. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja tahun ini yang dianggarkan sebesar Rp1.2 triliun. (Investor Daily) PPRO: Non-Coverage, 16E’ PE:N/A, PBV:N/A.
SOCI: Jajaki Pinjaman 200 juta Dolar AS
Emiten pelayaran dan galangan kapal PT Soechi Lines Tbk (SOCI) tengah menjajaki pinjaman sekitar US$200 juta dari bank asing maupun bank domestik. Awalnya, pendanaan US$200 juta tersebut akan dipenuhi dari penerbitan obligasi valas. Namun, pasar obligasi valas yang kurang kondusif membuat SOCI memilih untuk mencari pendanaan dari pinjaman perbankan.
Saat ini, SOCI menggenggam kontrak angkutan US$200 juta – US$250 juta. Selain dari kontrak angkutan, SOCI juga memiliki kontrak pembangunan delapan galangan kapal senilai US$90 juta yang diperoleh pada tahun 2015. Adapun pada awal tahun 2016, SOCI memperoleh kontrak baru senilai US$20 juta untuk pembangunan tiga kapal dari Kementerian Perhubungan. (Investor Daily) SOCI: Non Coverage, 16E’PE:4.6x, PBV:0.8x.
Perbankan: Premi penjaminan dan aturan DP
LPS mengisyaratkan pemberlakukan premi tambahan bagi bank berdampak sistemik. Saat ini bank membayar premi penjaminan 0,2% dari dana simpanan per tahun. LPS akan berdiskusi dengan pemerintah terkait rencana tersebut.
OJK tengah mempelajari kemungkinan melonggarkan aturan down payment atau DP bagi pembiayaan kendaraan bermotor. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menggairahkan sektor ini di tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi. (Bisnis Indonesia, Kontan).
Comment:
Kami melihat masuk akal bila bank berdampak sistemik dikenakan premi penjaminan yang lebih tinggi karena potensi bahaya yang lebih besar apabila terjadi gangguan atau kegagalan pada bank tersebut. Namun, di tengah-tengah kesulitan yang dialami bank saat ini seperti pelemahan ekonomi, masalah kualitas kredit, dan dorongan untuk menurunkan suku bunga pinjaman, kenaikan premi menjadi beban tambahan bagi bank. Hal ini bisa membuat saham perbankan semakin tidak menarik (YTD: IHSG: +6,1%, sektor keuangan: -1,5%).
Pelonggaran aturan down payment tersebut berpotensi mendorong penjualan kendaraan bermotor dan semakin menggairahkan sektor industri terkait. Namun, NPL berpotensi meningkat sehingga perlu diwaspadai. Banking: Neutral.
Konsumsi: Persaingan di industri terigu semakin ketat
Aktivitas dumping produk terigu di sejumlah negara seperti Turki, Ukraina, dan Sri Lanka yang mengekspor produknya ke Indonesia dengan harga yang dinilai tidak wajar dan sangat murah berpotensi merugikan produsen terigu di tanah air yang saat ini mengimpor gandum dan menggilingnya di dalam negeri.
Aptindo yang merupakan asosiasi terkait mendorong pemerintah untuk mengenakan bea masuk terhadap produk impor tersebut.
Di tahun ini, ada 3 pabrik tepung terigu baru akan beroperasi sehingga menambah sengit persaingan di sektor ini. Ketiga pabrik itu adalah milik PT Nutrindo Bogarasa (Mayora Group) di Banten, PT Paramasuka Gupita (Wings Group) di Marunda, Jakarta, dan PT Cerestar FM di Medan. Terigu dari pabrik milik Mayora akan dipakai untuk memproduksi biskuit sementara dari pabrik milik Wings akan dipakai untuk memproduksi mi instan. (Bisnis Indonesia, IMQ).
Comment:
Emiten dalam coverage kami yang memiliki bisnis terigu adalah INDF yang memiliki bisnis terigu Bogasari. Persaingan yang semakin ketat diperkirakan aka n semakin menyulitkan pemain-pemainnya dalam menaikkan harga jual ketika biaya meningkat. Namun di sisi lain, pertumbuhan jumlah penduduk sekitar 1,3% per tahun dan pertumbuhan ekonomi yang masih berkisar 5% akan mendorong
Construction: DPR setujui PMN bagi WIKA, PTPP dan JSM R
DPR telah menyetujui usulan penyertaan modal negara (PMN) bagi WIKA, PTPP dan JSMR dalam APBN-P 2016.
WIKA akan mendapatkan PMN sebesar Rp 4 triliun yang memungkinkan WIKA untuk mendapatkan total dana dari rights issue sebesar Rp6.15 triliun yang akan digunakan untuk membiayai investasi proyek High Speed Train Jakarta-Bandung. PTPP akan mendapatkan PMN sebesar Rp2.25 triliun sehingga memungkinkan
PTPP mendapatkan total dana rights issue mencapai Rp4.4 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan membiayai beberapa proyek pelabuhan.
JSMR akan mendapatkan PMN sebesar Rp1.25 triliun sehingga total dana rights issue yang akan didapatkan mencapai Rp1.65 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat permodalan dalam pembiayaan proyek tol-nya. (Kontan).
Comment:
Kami memandang positif persetujuan PMN dari DPR dan akan menjadi katalis positif bagi sektor konstruksi dan toll road secara keseluruhan seiring semakin kuatnya permodalan emiten konstruksi, maka realisasi proyek infrastruktur akan menjadi lebih baik. Construction: Overweight.
Ticker Rec. JCI Wgt Last price 1D Chg 1M Chg YTD Chg TP Cons TP SSI Upside
(%) (Rp) (%) (%) (%) (Rp) (Rp) (%) 16E 17E 16E 17E 16E 17E 16E 17E Banks
BMRI HOLD 4.0 9075 0.8 2.5 (1.9) 10039 9700 6.9 10.8 9.2 1.4 1.3 13.0% 13.8% n/a n/a BBCA HOLD 6.1 12950 0.4 (0.2) (2.6) 14407 13900 7.3 17.0 14.4 3.1 2.6 18.1% 18.2% n/a n/a BBRI HOLD 4.9 10425 (0.7) 6.1 (8.8) 11728 11500 10.3 10.1 8.8 2.0 1.7 19.5% 19.2% n/a n/a BBNI HOLD 1.7 4890 (0.6) 10.1 (2.0) 5762 5500 12.5 8.2 6.8 1.1 1.0 13.1% 14.0% n/a n/a
BBTN HOLD 0.3 1690 0.0 1.8 30.5 1937 1800 6.5 7.5 6.6 1.1 1.0 14.9% 14.9% n/a n/a
Consumer (Staples)
ICBP BUY 1.9 17150 (1.9) 8.0 27.3 16724 16500 -3.8 29.1 26.1 5.7 5.1 19.7% 19.5% 20.1 17.1 INDF BUY 1.2 7000 (1.4) 2.2 35.3 8423 8000 14.3 16.4 13.4 2.1 1.9 12.6% 14.0% 8.7 7.8 KLBF BUY 1.3 1400 (0.4) (0.4) 6.1 1455 1610 15.0 30.4 25.5 5.6 4.9 18.5% 19.4% 20.0 16.8 ROTI BUY 0.1 1480 (0.7) 6.5 17.0 1547 1670 12.8 26.9 20.6 5.3 4.4 19.6% 21.2% 13.1 11.6 ULTJ BUY 0.2 4210 (0.7) 7.9 6.7 n/a 5000 18.8 19.2 16.1 4.3 3.6 22.6% 22.5% 12.1 10.3 UNVR HOLD 6.3 43400 0.0 2.1 17.3 39944 39000 -10.1 51.1 46.7 62.1 55.6 121.5% 119.1% 36.2 33.1 Cigarette HMSP HOLD 8.1 3650 (2.1) (5.3) (2.9) 10977 4390 20.3 35.8 32.1 11.9 10.8 33.3% 33.8% 24.3 22.1 GGRM BUY 2.4 65450 (1.4) (8.0) 19.0 76373 77150 17.9 19.2 18.5 2.9 2.6 15.2% 14.1% 13.9 13.2 Healthcare MIKA BUY 0.7 2620 0.8 1.2 9.2 2852 2950 12.6 57.0 50.4 10.6 9.6 18.6% 19.0% 30.8 27.8 SILO HOLD 0.2 10850 0.2 17.9 10.7 11375 8600 -20.7 155.0 119.2 6.9 6.6 4.5% 5.6% 19.0 15.5 Retail MAPI BUY 0.1 4180 0.7 8.3 10.1 4670 5800 38.8 22.5 13.5 2.1 1.8 9.2% 13.4% 7.5 6.0 RALS HOLD 0.1 980 0.0 34.2 51.9 866 700 -28.6 19.2 17.8 2.0 1.9 10.3% 10.5% 14.6 12.9 ACES BUY 0.3 880 (1.1) 2.3 6.7 944 1000 13.6 23.2 20.5 4.9 4.1 21.0% 20.1% 16.9 15.0 Telco EXCL BUY 0.8 3830 (0.3) 21.2 6.4 4482 4600 20.1 23.6 20.9 2.1 2.0 8.9% 9.6% 6.9 6.0 ISAT HOLD 0.7 6500 0.0 (1.1) 18.2 7245 6600 1.5 29.4 19.8 2.6 2.4 8.9% 12.0% 4.2 3.8 TLKM HOLD 7.5 3860 (0.3) 3.5 24.9 4038 3500 -9.3 23.3 20.6 4.8 4.2 20.5% 20.5% 7.6 6.9 Auto and HE ASII HOLD 5.4 6950 (0.4) 9.0 15.8 6974 6800 -2.2 16.2 13.5 2.6 2.3 15.9% 16.8% 13.2 12.7 UNTR HOLD 1.0 14025 1.3 6.0 (17.3) 14960 16700 19.1 10.0 9.5 1.3 1.2 12.7% 12.5% 3.2 2.7 Aviation GIAA BUY 0.2 478 (2.0) 0.4 54.7 456 490 2.5 10.0 9.7 0.7 0.7 7.2% 7.7% 4.1 4.0 Property BSDE BUY 0.7 2020 (2.9) 14.1 12.2 2178 1950 -3.5 15.8 12.9 1.8 1.5 11.1% 11.8% 11.6 10.1 PWON BUY 0.5 585 (2.5) 14.7 17.9 590 590 0.9 20.9 19.5 3.5 3.1 17.0% 15.8% 8.4 7.2
KPIG BUY 0.2 1500 (3.8) 21.5 6.4 n/a 1810 20.7 34.9 29.4 1.2 1.2 3.5% 4.1% n/a n/a
ASRI HOLD 0.2 482 (2.8) 26.8 40.5 419 390 -19.1 15.1 13.8 1.4 1.3 9.0% 9.1% 6.9 6.1 SMRA BUY 0.5 1740 0.3 13.7 5.5 1736 1750 0.6 26.8 25.6 3.1 2.8 11.8% 11.0% 11.5 10.4 Construction PTPP HOLD 0.4 3820 (0.5) 12.0 (1.4) 4569 4000 4.7 22.7 18.7 5.3 4.3 23.1% 23.2% 9.8 8.7 ADHI HOLD 0.2 2720 (2.2) 7.9 27.1 3293 2700 -0.7 25.4 21.1 1.9 1.8 7.6% 8.6% 8.0 7.0 WSKT BUY 0.6 2490 (1.2) 1.6 49.1 2750 2900 16.5 40.8 31.9 3.5 3.2 8.6% 10.0% 21.5 18.3 WIKA BUY 0.3 2860 (3.1) 18.2 8.3 2979 3300 15.4 23.4 19.6 3.6 3.2 15.4% 16.4% 10.4 9.0 Cement INTP HOLD 1.1 16100 0.3 0.9 (27.9) 18272 18000 11.8 12.4 11.2 2.3 2.1 18.3% 18.6% 7.5 6.4 SMGR HOLD 1.0 8975 0.0 3.2 (21.3) 10762 10000 11.4 11.4 10.3 1.8 1.7 16.2% 16.3% 5.4 4.5 SMCB SELL 0.2 1070 (0.5) 8.1 7.5 957 920 -14.0 -133.8 89.2 1.0 1.0 -0.7% 1.1% 10.9 8.9 Utility PGAS BUY 1.1 2380 (1.7) 3.5 (13.3) 2976 3400 42.9 11.6 10.9 1.5 1.4 12.9% 12.9% 6.9 6.0 JSMR BUY 0.7 5225 (0.9) (0.5) 0.0 6211 6500 24.4 21.8 20.5 3.0 2.8 13.9% 13.7% 11.5 11.0
Coal and Metal
ANTM SELL 0.3 730 (1.4) 13.2 132.5 470 375 -48.6 -40.6 66.4 1.3 1.3 -3.2% 1.9% 31.4 24.9 INCO BUY 0.3 1765 (0.6) 17.7 8.0 1859 2400 36.0 64.7 16.2 0.7 0.7 1.1% 4.2% 100.9 67.8 TINS HOLD 0.1 715 (0.7) 14.4 41.6 603 650 -9.1 17.4 14.3 0.9 0.9 5.1% 6.0% 5.3 4.6 ITMG HOLD 0.2 8800 0.3 7.6 53.7 6438 8800 0.0 7.2 9.2 0.8 0.8 11.5% 9.0% 2.6 2.1 ADRO HOLD 0.5 850 0.6 28.8 65.0 786 700 -17.6 15.2 11.7 0.6 0.6 3.8% 4.8% 11.6 8.9 PTBA BUY 0.4 7950 (1.2) 26.7 75.7 7466 9000 13.2 13.5 9.5 2.0 1.7 14.6% 18.0% 8.3 6.3 Plantation AALI BUY 0.5 14500 0.0 4.6 (4.0) 17552 20000 37.9 17.4 15.0 1.8 1.7 10.4% 11.1% 12.8 11.6 LSIP BUY 0.2 1390 (1.1) (1.8) 5.3 1747 1900 36.7 13.1 10.5 1.2 1.1 9.2% 10.7% 5.5 4.5 SIMP BUY 0.1 452 0.0 (0.4) 36.1 565 550 21.7 13.3 11.3 0.5 0.5 3.6% 4.1% 5.7 5.3 Poultry
CPIN HOLD 1.2 3850 (0.3) 14.9 48.1 3681 4000 3.9 24.2 19.8 4.5 3.8 18.4% 19.4% n/a n/a JPFA BUY 0.2 1100 (1.3) 20.9 73.2 1060 1200 9.1 15.5 13.8 1.7 1.5 11.1% 10.9% 9.3 8.0
EV/EBITDA (x)
Regional Indices 1D Change
Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
World 23.85 1,692 1.43 1.38 3.42 2.26 4.29 1.74 (5.26) 1,799 1,460 U.S. (S&P) 27.87 2,113 1.34 1.44 1.70 1.79 3.80 3.39 0.22 2,133 1,810 U.S. (DOW) 230.24 18,011 1.29 1.16 1.57 1.72 2.83 3.36 0.25 18,168 15,370 Europe 59.55 3,038 2.00 3.23 7.75 0.92 1.71 (7.03) (15.87) 3,714 2,673 Emerging Market 6.10 835 0.74 1.22 3.62 6.02 2.68 5.20 (15.89) 995 687 FTSE 100 76.91 6,338 1.23 2.16 6.51 1.91 3.79 1.53 n/a 6,873 5,500 CAC 40 85.87 4,466 1.96 2.88 7.53 0.78 3.15 (3.69) (11.48) 5,218 3,892 Dax 185.97 10,257 1.85 2.96 7.40 1.99 4.12 (4.52) (10.58) 11,802 8,699 Indonesia (22.54) 4,874 (0.46) 0.22 1.24 3.47 0.98 6.12 (1.60) 4,983 4,034 Japan 86.17 16,325 0.53 0.96 4.65 (1.06) (3.36) (14.23) (21.77) 20,953 14,866 Australia (23.48) 5,257 (0.44) (0.33) 1.83 (0.72) 3.40 (0.73) (7.55) 5,728 4,707 Korea 1.20 1,988 0.06 0.26 1.77 2.59 0.10 1.36 (4.68) 2,111 1,801 Singapore 7.72 2,794 0.28 (0.25) 1.54 1.59 (1.88) (3.08) (16.63) 3,384 2,528 Malaysia 2.29 1,640 0.14 0.35 1.55 0.87 (4.40) (3.10) (5.30) 1,744 1,504 Hong Kong 73.22 20,868 0.35 1.75 4.14 5.23 2.57 (4.77) (23.85) 27,471 18,279 China (13.59) 2,892 (0.47) 0.11 0.67 2.49 (2.33) (18.29) (38.34) 4,721 2,638 Taiwan (39.57) 8,677 (0.45) 0.59 2.15 4.53 (0.76) 4.06 (7.67) 9,501 7,203 Thailand 11.72 1,436 0.82 1.01 1.79 3.77 2.21 11.52 (5.39) 1,525 1,221 Philipines (26.59) 7,730 (0.34) 0.84 2.19 5.07 5.02 11.19 1.13 7,792 6,084
Monetary Indicators 1D Change
Points 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
JIBOR Overnight (%) (0.00) 4.64 (4.23) 4.32 5.28 (38.90) (17.70) 8.26 4.63 Foreign Reserve (US$bn) n/a 103.60 n/a (3.82) (0.90) (2.20) (6.47) 108.03 100.24 Inflation Rate (%) n/a 0.24 n/a 153.33 366.67 (75.00) (52.00) 0.96 (0.45)
US Fed Rate (%) 0.00 0.50 0.00 0.00 0.00 0.00 100.00 0.50 0.25
Indo Govt Bond Yld (10yr) - % 0.00 7.61 (0.29) (4.39) (2.24) (13.00) (7.38) 9.90 7.40
Exchange Rate (per US$) 1D Change
Currency Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Indonesia (25.00) 13258 0.19 0.05 0.83 2.46 4.00 4.00 (0.03) 14,736 12,978 Japan (1.28) 104.88 1.22 (0.12) (0.69) 4.87 14.63 14.63 18.09 125.28 103.07
UK (0.03) 1.45 (2.31) (0.81) 1.22 (0.70) (1.38) (1.38) (7.47) 1.58 1.38
Euro (0.01) 1.13 (0.81) 0.45 0.14 1.36 3.97 3.97 0.79 1.17 1.05
China 0.00 6.58 (0.04) 0.02 0.16 (0.38) (1.32) (1.32) (5.68) 6.60 6.20
Commodities Indicators 1D Change
Spot Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Oil (0.69) 50.22 (1.36) (0.79) 2.14 3.31 24.18 34.71 (20.90) 65.05 27.10 CPO 10.00 2,384.00 0.42 (2.69) (3.40) (4.33) (11.70) (4.06) 7.34 2,793.00 1,863.00 Rubber 0.00 680.00 0.00 0.52 1.80 (1.09) 9.59 26.04 (5.23) 728.50 506.50 Coal 0.00 52.95 0.00 0.19 0.67 3.93 1.44 4.64 (12.04) 60.80 48.80 Iron Ore 0.00 49.20 0.00 0.41 (0.20) (7.34) (13.84) 13.36 (20.39) 132.60 37.50 Tin 93.00 17,277.00 0.54 1.58 1.47 7.45 (0.90) 18.41 12.62 17,625.00 13,223.80 Nickel (5.00) 9,225.00 (0.05) (0.65) 4.00 10.74 6.10 4.59 (28.27) 12,965.00 7,550.00 Copper 79.00 4,780.00 1.68 2.93 5.40 4.78 (3.42) 1.59 (17.30) 5,838.00 4,318.00 Gold 8.90 1,270.10 0.71 (0.03) (1.73) 3.33 3.97 19.80 8.31 1,316.40 1,046.20 Source: SSI Research, Bloomberg
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year Change (%) 1 Year
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year Change (%) 1 Year
Research Team
Andy Ferdinand, CFA
Head Of Equity Research Strategy, Banking, Consumer
+6221 2854 8148
Adrianus Bias Prasuryo
Senior Analyst Cement,Construction, Utility +6221 2854 8392 [email protected] Rangga Cipta Economist +6221 2854 8396 [email protected]
Akhmad Nurcahyadi, CSA
Senior Analyst
Auto, Heavy Equipment, Property, Cigarette, Media, Aviation, Healthcare
+6221 2854 8144
Marlene Tanumihardja
Analyst
Retail, Poultry, Consumer, Small Cap
+6221 2854 8387 [email protected]
Muhamad Makky Dandytra, CFTe
Technical Analyst
Indices, Equities, Commodities, Currencies, Fixed Income
+6221 2854 8382
Sharlita Lutfiah Malik
Analyst
Mining, Plantation
+6221 2854 8339
Adde Chandra Kurniawan
Research Associate
+6221 2854 8338
Equity Sales Team
Kelvin Long
Director of Equities
+6221 2854 8150 [email protected]
Evelyn Satyono
Head of Institutional Equity Sales
+6221 2854 8148
Lucia Irawati
Head of Retail Equity Sales
+6221 2854 8173
Yulianah
Senior Institutional Sales
+6221 2854 8146 [email protected]
Ronny Ardianto
Institutional Equity Sales
+6221 2854 8399 [email protected] Ferry Khusaeri Equity Sales +6221 2854 8304 [email protected] Indra S. Affandi
Senior Institutional Sales
+6221 2854 8334
Muhammad Isfandi
Institutional Equity Sales
+6221 2854 8329 [email protected] Peter Hamsja Equity Sales +6221 2854 8325 [email protected] Jovita Widjaja Equity Sales +6221 2854 8314 [email protected] Clarice Wijana
Institutional Equity Sales
+6221 2854 8395 [email protected] Iwan Setiadi Equity Sales +6221 2854 8313 [email protected] James Wihardja Equity Sales +6221 2854 8397 [email protected]
Online Trading Sales Team
Nugroho Nuswantoro
Head Of Marketing OLT
+6221 2854 8372
Rina Lestari
SPV Customer Service