Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016
Teks penuh
Dokumen terkait
(1) Dalam hal jumlah KJSKB belum mencukupi, Surveyor Kadaster dan/atau Asisten Surveyor Kadaster secara perorangan dapat melaksanakan pekerjaan survei dan pemetaan
bahwa dalam rangka membangun tata kelola pemerintahan dan korporasi yang baik, bersih, dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Kementerian
yang bertuliskan: “ Tanah Dalam Proses Kegiatan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ” , pada lokasi pendaftaran tanah sistematis lengkap, oleh.
(1) Pencegahan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) huruf j dilakukan terhadap seseorang yang diduga kuat merupakan pelaku atau orang yang bertanggungjawab
Selain itu Pasal 2 ayat (2) Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 7 Tahun 1996 juga memberi batasan mengenai rumah tempat tinggal atau
pengaduan untuk menentukan pengaduan dapat diproses atau dikembalikan kepada pengadu, dalam hal pengaduan dapat diproses dan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh unit
(5) Dalam hal PTSL menggunakan biaya sendiri yang dibayar oleh pihak yang berhak atau pemilik bidang tanah, dan penyelesaian pekerjaannya merupakan Kategori 3
(3) Dalam hal pelaksanaan program PTSL dibiayai oleh anggaran khusus PTSL melalui APBN/APBD dan/atau anggaran lain yang sah menurut ketentuan peraturan