• Tidak ada hasil yang ditemukan

ITS Undergraduate 7939 3104109527 kesimpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ITS Undergraduate 7939 3104109527 kesimpulan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. KESIMPULAN

Dari hasil analisa yang telah dilakukan (crashing biaya dan waktu) pada proyek Pembangunan Graving Dock Prima Marina ShipYard, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari hasil perencanaan metode pelaksanaan, digunakan 1 alat yang berjalan dari arah darat menuju laut. Untuk mempermudah pelaksanaan dibagi menjadi 6 segmen. Peralatan yang dipakai adalah Diesel Hammer 100s, vibro hammer VM2-5000E2, Crawler Crane Mitsubishi 6D – 22T, Excavator Komatsu PC400, dan 8 Dump Truck komatsu CWA 18T

2. Dari perhitungan produktifitas berdasar peralatan yang dipakai diperoleh hasil biaya pelaksanaan normal Rp 48.860.469.353,45 dan durasi normal adalah 557 hari. 3. Dari hasil pemampatan proyek dapat dipercepat sampai dengan 391 hari dengan

biaya total sebesar Rp 48.813.206.812,73

4. Sedangkan untuk mendapatkan waktu crasing dan biaya optimum didapatkan pada pemampatan 424 hari dengan biaya total Rp 48.694.806.106.15

Dapat kita gambarkan bahwa:

Sedangkan dari data yang didapatkan bahwa besarnya biaya sekali docking kapal diatas 10.000 DWT dengan kerusakan sedang sekitar 1 – 2 M dengan waktu docking sekitar 1 – 1,5 bln (Ket. Biaya dan waktu Docking tergantung kerusakan pada kapal).

(2)

Maka dengan mempercepat waktu pelaksanaan pembangunan graving dock akan memberikan keuntungan kepada pemilik, dengan catatan graving dock tersebut dapat langsung beroperasi.

5.2. SARAN

Dalam analisa pertukaran biaya dan waktu pada proyek Graving Dock PT Prima Marina Shipyard ini, penulis tidak memperhitungkan adanya kenaikan Indirect cost pada penambahan peralatan. Kenaikan indirect cost juga ikut mempengaruhi total cost proyek. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar dalam penelitian selanjutnya kenaikan Indirect Cost juga ikut diperhitungkan.

(3)

V- 1 DAFTAR PUSTAKA

Badri, S.,1997, Dasar-dasar Network Planning, Rineka Cipta, Jakarta.

Callahan, M.T. 1992, Construction Project Scheduling, McGraw-Hill, New York.

Dipohusodo, 1995, Manajemen Proyek & Konstruksi, Jilid 2 Kanisius, Yogyakarta.

Ervianto, W., 2002, Manajemen Proyek Konstruksi, Andi, Yogyakarta.

(4)

DAFTAR PUSTAKA

Badri, S.,1997, Dasar-dasar Network Planning, Rineka Cipta, Jakarta.

Dipohusodo, 1995, Manajemen Proyek & Konstruksi, Jilid 2 Kanisius, Yogyakarta.

Paulus Nugraha Dkk, “ Manajemen Proyek Konstruksi 2” , Kartika Yudha , Surabaya

“Pedoman Pokok Pelaksanaan dengan Menggunakan Peralatan ( P5 )”

Rochmanhadi. “ Perhitungan Biaya dengan Menggunakan Alat – Alat Berat.”

Soeharto, I. 1995, Manajemen Proyek (dari konseptual sampai operasional), Erlangga, Jakarta.

Rostiyanti, SF. “Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi”, PT Rineka Cipta, Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun faktor tegangan angin yang diperoleh dari koreksi kecepatan angin darat menjadi angin laut dari keempat arah angin perbedaanya kecil (lihat Tabel 1), akan

Berdasarkan arah arus laut saat surut menuju pasang dan pasang menuju surut yang membawa padatan tersuspensi dari arah utara ke selatan dan sebaliknya, pada bagian

Pada kondisi spring tide , saat surut menuju pasang, arus perairan Ulee Lheue bergerak dari arah barat laut menuju ke arah tenggara dan sebagian berbelok ke timur

Petunjuk: 1) Ruas jalan yang dievaluasi kelaikannya dapat dibagi menjadi beberapa segmen yang ditentukan oleh kese- ragaman fisiknya. Contoh: Satu segmen 2 lajur 2 arah,

Sedangkan arah arus di perairan sekitar Pulau Kurudu pada saat pasang menuju surut di dominasi dari Tenggara sejajar dengan pantai menuju ke arah barat Laut, di mana

Pelaksanaan sosialisasi terhadap segmen disabilitas diwilayah kabupaten Banggai laut dilaksanakan disekolah Luar Biasa ( SLB ) Negeri Adean yang.. Kegiatan berjalan

Sedangkan arah arus di perairan sekitar Pulau Kurudu pada saat pasang menuju surut di dominasi dari Tenggara sejajar dengan pantai menuju ke arah barat Laut, di mana

Berdasarkan arah arus laut saat surut menuju pasang dan pasang menuju surut yang membawa padatan tersuspensi dari arah utara ke selatan dan sebaliknya, pada bagian