P.69 Perubahan Atas Peraturan Menteri Kehutanan No.P.19 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar
Teks penuh
Dokumen terkait
Barang siapa mengambil tumbuhan liar dan atau satwa liar dari habitat alam tanpa izin atau dengan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3), Pasal 8
(1) Perolehan spesimen tumbuhan dan satwa liar asing bagi lembaga konservasi untuk kepentingan umum dengan cara penyerahan sukarela dari masyarakat sebagaimana
(2) Dalam hal permohonan izin peminjaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinilai lengkap, Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk dalam tenggat waktu 15 (lima
(1) Barang siapa tanpa izin menggunakan tumbuhan dan atau satwa liar yang dilindungi untuk kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dihukum karena
(1) Barangsiapa tanpa izin menggunakan tumbuhan dan atau satwa liar yang dilindungi untuk kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dihukum karena melakukan
Permohonan IPK pada areal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf c, diterbitkan pada areal hutan produksi atau hutan lindung dengan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk
Barang siapa mengambil tumbuhan liar dan atau satwa liar dari habitat alam tanpa izin atau dengan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3), Pasal 8
Ketentuan Pasal 7 ayat 2 huruf c diubah sehingga Pasal 7 berbunyi sebagai berikut: Pasal 7 1 Untuk memperoleh izin PBF, pemohon harus mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal