• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

____________________________________ Jumadi.(2010). Praktikum Analisis Rangkaian Listrik

1

Percobaan I HUKUM OHM

A. Tujuan

Menentukan hubungan antara arus yang lewat pada resistor dengan beda potensial antara ujung-ujung resistor tersebut.

B. Dasar Teori

Menurut Hukum Ohm, arus yang melewati suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung pengahantar tersebut. Kesebandingan tersebut dapat diubah menjadi persamaan dengan memberikan konstante kesebandingan yang disebut konduktansi.

I = arus yanglewat penghantar, satuannya ampere (A)

V = beda potensial ujung-ujung penghantar, satuannya volt (V) G = konduktansi penghantar, satuanya mho = (ohm)-1 = (Ω)−1

Kebalikan konduktansi disebut resistansi (R), satuannya ohm = (Ω). Jadi hukum Ohm dapat dituliskan menjadi :

Penghantar yang konduktansinya besar biasanya disebut konduktor, sedangkan jika resistansinya yang besar sering disebut resistor.

[image:1.612.107.495.499.704.2]

Resistansi resistor dapat diukur dengan ohmmeter. Namun dapat pula diketahui melalui kode warna yang berupa cincin warna yang tertulis pada badan resistor. Arti kode warna tersebut dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Kode Warna Resistor

Warna Cincin ke 1 Cincin ke 2 Cincin ke 3 Cincin ke 4

Hit am 0 0 100

Co kelat 1 1 101 1 %

Me rah 2 2 102 2 %

Ji ngga 3 3 103

Ku ning 4 4 104

Hi jau 5 5 105

Bi ru 6 6 106

U ngu 7 7 107

A bu-abu 8 8 108

Pu tih 9 9 109

Emas 10-1 5 %

Perak 10-2 10 %

Tak berwarna 20 %

I V I = G V

(2)

____________________________________ Jumadi.(2010). Praktikum Analisis Rangkaian Listrik

2 Jika digambarkan maka cincin-cincin pada badan resistor tersebut seperti terlihat pada gambar 1.1. Cincin ke 1 menunjukkan angka pertama, cincin kedua menunjukkan angka kedua, cincin ketiga menunjukkan faktor perkalian, cincin keempat menunjukkan toleransi.

Cincin ke 1 2 3 4

Gambar 1.1. Resistor

Contoh :

Warna cincin ke 1 sampai ke 4 suatu resistor berturut-turut adalah : cokelat, hitam, merah, emas. Maka :

Angka ke 1 : 1 Angka ke 2 : 0 Faktor perkalian : 102

Toleransi : 5 %

Jadi besar resistansinya :

R = (10x 102 ± 5 % ) ohm = (1000 ± 50) ohm . Artinya harga berkisar antara 950 ohm sampai dengan 1050 ohm, dengan harga rata-rata (terbaik) sebesar 1000 ohm.

Dewasa ini ada resistor yang mempunyai 5 cincin. Kode warna untuk 5 cincin sama dengan kode warna pada 4 cincin. Cincin ke 1 sampai ke 3 berturut-turut menunjukkan angka pertama, kedua, dan ketiga. Sedangkan cincin ke 4 da ke 5 masing-masing menunjukkan faktor perkalan dan toleransi.

C. Alat dan Bahan

1. Resistor 100 ohm, 220 ohm, dan 470 ohm 2. Ampermeter, kabel dan bread board

D. Prosedur

Ampermeter resistor

Dc Power supply

[image:2.612.70.552.481.636.2]

Gambar 1.2.

Susunan rangkaian

1. Susun rangkaian seperti gambar 1.2. Gunakan resistor 100 ohm

2. Atur tegangan dc power supply 1 V. Kemudian ukur arusnya melalui ampermeter. 3. Ulangi langkah 1 s.d. 2 untuk tegangan 2V, 3 V, 4 V, 5 V

4. Ulangi langkah 1 s.d. 3 berturut-turut untuk resistor 220 ohm dan 470 ohm

+ - +

(3)

____________________________________ Jumadi.(2010). Praktikum Analisis Rangkaian Listrik

3 5. Masukkan hasil-hasilnya dalam tabel.

6. Buatlah grafik antara V dan I. untuk tiap resistor. Apakah untuk tiap resistor besarnya V/I tetap, dan besarnya sama dengan resistansi yang terkait ?

E. Tabel Data

Untuk R = 100 ohm

V (volt) I (ampere) V/I (volt/ampere)

1 2 3 4 5

Untuk R = 220 ohm

V (volt) I (ampere) V/I (volt/ampere)

1 2 3 4 5

Untuk R = 470 ohm

V (volt) I (ampere) V/I (volt/ampere)

(4)

____________________________________ Jumadi.(2010). Praktikum Analisis Rangkaian Listrik

Gambar

Tabel 1. Kode Warna Resistor
Gambar 1.2.

Referensi

Dokumen terkait

Kompetensi Dasar : Menguasa aplikasi teori pengukuran modern (teori respon butir) pada penelitian pendidikan Indikator Ketercapaian : Mahasiswa dapat

Karena kadang-kadang voltase yang dibutuhkan untuk suatu reaksi jauh lebih tinggi dibandingkan yang ditunjukkan oleh potensial elektrodanya  overvoltase  selisih antara

Topik yang dibahas meliputi: Dasar-dasar rangkaian listrik, Rangkaian resistif, Metode analisis dan Teorema rangkaian, Arus dan tegangan tukar, Pemakaian phasor dan bilangan

Siswa harus dibantu untuk dapat mengamati dan memahami hubungan antara unsur-unsur materi belajar, situasi komunikasi, dan budaya lewat diagram, grafik dan visualisasi yang

Keputusan Terbuka & Tertutup Sistem terbuka adalah sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya. Teori Sistem Mcleod Sistem tertutup adalah sistem

Mata kuliah ini menyajikan konsep dasar teori kepribadian, yang meliputi sejarah, teori-teori kepribadian, asesmen, gangguan kepribadian dan penerapan baik bagi diri maupun

Arus hubung singkat yang begitu besar sangat membahayakan peralatan, sehingga untuk mengamankan perlatan dari kerusakan akibat arus hubung singkat maka

Beberapa lampu pijar 7.3 Dasar Teori Arus yang mengalir pada suatu penghantar besarnya sebanding dengan tegangan beda potensial antara ujung-ujung penghantar atau dinyatakan dalam