Pend id
ikan
Sejaral.r, Suatu Keharusan;Reformu las
i
Pendidikan
SejarahAditya
N.
Widiadi,
et.a/.Hak
cipta@2o13Diterbitkan
oleh
Program
Studi
Pend idil<an Sejarah,Fal<ultas
llmu.Sosial,
U n iversitas Negeri Yogyakarta,
Karangma lang, Yogyal(arta, 55281
Ielp.
lo27 4)586168
Psw. 3 85.Penulis
Ad
itya N.
Widiadi
Wahyudi
Tsabit
Azinar Ahmad
Aman
Yun
i
Maryuni
Dyah
KunralasariM. Nur
RokhmanTaat
Wulandari
Supard iZu
lkarnain
lsBN
978-979-15709
7
BPerpustakaan
Nasional
Katalog dalamTcrbitar
(l(DT)
Aditya
N.
Widiadi,
et.a/.Pend id
ikan
Sejarah, Suatu l(eharusarr;Relorntrrlrs' PenJirliL.ln 5ejaral'
Ed. 1,Cet.
I . YoByakarta: 2013184 hlm,
21
cmB
ibliografi:
Pe nd iclikan
Sejaralr 1.
2.
Aorrv,q
N.
Wroraor
Pembelajaran Sejarah
Berbasis
ADITS sebagai
Alternatrf
Solusi
PESEK(Pembelajararr Sejarah
Erlotif
dan
Kontroversia
I)5-23
Muvuor
Belajar
Se.jarahMenjadi
Lebih Menyenangkan
dengan Pernbelajaran l(reatif
25-46
Tslrrr
Azru,qnAHmlo
Reposisi l'eran
Curu
dalam Pembelajaran
Sejarah
l(on[rovcrs
ial:
Pcrspektif Pedagogi Kritis
47
-68
A,ranN
Konsep Perubahan Strategi dan
Evaluasi
f'embe
lajaran
di
Perguruan
Tir-rggiYut'lt
MlryuNr
Nilai
Budaya Pela-Candong dalam Pembelajaran
Sejara
h:
Alternatif
Penyelesaia
nl(onflil< di Ambon
B9-95
Dyns
KuruaresnnrPendidikan Karakter
Berbasis
Agama dan
Budaya
97
-123
M. Nur
RoxHr,t,qNPengembangan
Pendel<atan
Pembelajaran Kooperatif
( Coope
rati ve
Learn ing)
Bernuansa
Konstruklivisme
125,144
Teer
Wurntonnl
Memaknai Sejarah: Memanfaatkan Peristiwa
Al<tual
dalam Pengajaran
Sejarah
145_153
Surnror
Mengembangl<arr l(eterampilan
Berlikir
Kritis dalam
Pembelajaran
Sejarah
155-1
66
Z u Lx,l
nll
r l.tU
paya l(reatif dalam Pengembangan
Pembelajaran
Sejarah
167
-180
lNorxs
ontrovetsi dalam
rlmu
sejarah pacla dasar nya merupakan ha1yang wajar', IrarrIun kontroversi
ini
ak:rn nleujadi kesuLrtanter-sencliri kctika guru
ltarts
mclaksarrakan pembelajaran sejarah(Widradi,2009:86). Bagi guru yang tidak
mal
rncruperstriitdiri,
akan rengar)ggap bahwa nraterikor(tovcrsial
claLrD pcmbelajatan sc.;arah aclalah sesuaru yang hatts
tlihinclari.Bentrrk penghindaran
itti
bisa dilakukau dcngan dclak menyajikan
topik
kontroversi daJaur pembclajaran, alaupttn Dl!'nulup nratate
radap keiryataall akan adanya kontrovelsiulrttlk
kcrlntdixnltentak-sakan kebenaran scjarah
meuttul
versi yang dianlrt3rtr.
Seltlentara bagi€lur
u
ye[g
telah nrenrperoleh penceraharr akan ueuganggap muatan kontnxer:ial bukau sebagar mxalah yang har-rrs dilenyapkan, nanun akan lc-bih dianggap sebaflai sebuah tarlartgan untuk nrenciplaken pembelajatan scjarah yang lcbrh menrrik
dan menyerrangkan.Pernbelajaran sejarah yang mertrtrahas nrateli bcrrtlualan
kontro-vcrsial tidak cukup hanya clikertras dengan mettatik dan metryenangkansaja, rlelaurkanjr.rgr ltarus dapat drsajikan taupa utehkai perasaan semta
pitrak, khususnya
paa
siswa. Sifat rnuaian sejatah yang mengandungrnsur
kontrovemt nrernang bagaikan sisr cajaru pisau yang dapat meIukai siapa prrn yang drrugikan clari versi tel lentu tentang masa 1alu.
Guru
hatus menyajikan nralerikonttoversi itu
tlnpa
boieh se clikitpunnehrkai
hati siswa. Konltovcrsi selamlt dapat merryulut er-nosi(sr?o/i1.,c) siswa ketika nrateri yang disajikan terrlyala Lretbcda cleng.ur apa yang
diyakiti
siswa, atau ketike tncndiskreclitkan anggota keluarga, go longan, dan kelonrpok nrasyalakat yang rnenjadi asel siswa dibesarkan.5
Pu
i/,ko S,n^ 1, Soat" tula,".ca'tLee.l'J
(19t17).Histoical imaginarion.
PJ. Lee,and
PJ. Rogers (eds). Learning History.(pp. 1,54-167)London:
He-inemamr educational book.Lichm.nn,AlanJ, &Veleire French. (1978). Historiat and the /irirr* /-r,tii. Athngron Hetglrts: Harlan Davtdsorr
Sapriya. (2009). Pendidikan IPS Konsep dan Pembelajann.
Ban'
dung : PT Remaja Rosdakarya.Supardi
Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah, Fak ul I as
lllu
Sa si al, Un iw$if as Ne{et i VY),dl.aft asedangkan aspek proses dan capaian lainnya seperti prcses penanaman
uilai-nilai
kebangsaan, kepahlawanan dau proses peu.rbelajar:an men4jupada konsep penanaman kesadaran sejarah ruasih
ktrlang
lnendapatperhatian.
Oleh
karcnaitu,
selaku dosen saya n-remandang perluagar
se_gera
di..rrrkrn
solusinva yarrg.ilar'nya konsrr.rrktif, r,rerrgrgrr .ejarah dr kalangan generasi muda khususnya kalangan mahasisw",p"rlrud" d"r, pelajar sedang nendapat gugatankdtis
dari
ber-bagai kalangan, drsi_ nyalir generasimuda
merasa asir-rg, tidak intens danmiskin
terhadap penghayaran sejarah.Dengan
denikian,
dosenmaupun
gunr
harus terus berusahadan berupaya
mencari
solusikonshuktif lrengarah
pada perubahandemi mendukung proses pembelajaran yang
berinbauq
"r-rt"r" ,,rrrrr.
pengetahuan dan urxrrr
pen;nrnan nilai
.rilar kebarrg.aai.Unnrkrr.n_
duknng
semuaitu
dibutuhkanguru
profesionirl yang mempuyai kemanpuan
dalan mengembangkan materi,metode clannedia
pembe_ lajaran sejarah.fll
f
Pu/,/,/u
S.Sanl, Sutoll'la^cu
Proses belajar
nengajat
nrerupakan serangkaian aktiviras yangterdiri dari
pemiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. I{etigahal tersebut merupakan raugkaran
utuh
yang tidak dap:rtdipisah-pi-salrkan. Persiapan bela;ar mengajar n-rerupakan penyrapan sahran acala pelajaran (SAP) yang mcLputi attara lain standar kon-rpetensi dan
kompe-tensi dasar, alat evaluirsi, bahan ajar, n-retode penbelajalan, media/alat
peraga pendidikan, fasihcas, wakm, tempat, dana, hanpan harapan, dan perangkat
iufollnasi
yang diperlukanunluk mendukurg
pelaksanaan proses belajar mengajar'.Selain
itu,
kesiapan siswa,baik fisik
maupun mental,juga
ure-rupakanhal
penting.Jadi
esensi persiapan ptoses belajar mengajar adalah kesiapan segala hal yang diperlukanuntuk
berlarrgsurrgnya pro ses belajar nengajar,pembelajaran serl.racalrrini
akan beLjalanefektif
nrelalui pendekatan konstruktivistik.Un[rk
mewu.;udkan trngkat efekcivicas yang tinggi dari perilakupendidik
dan peserta diclik, perludipilih
stracegi proses pembelajarankontekstrel
yangeGktif
dan bermakna derrgarr mendekatkan pada realitas dan pengllaman. Jeuis rea.lita bisa asli atautiruan,
danjeus
pengalaDranbisl
kongkretatlu
abstrak.Penclekatan proses belajar r-ncngajar akan nrenekantan pada sfa-denl centercd, ryflccliuc lcarning, dctive lelftit1g, enjoyltle tlan
jolful
learning, nopetalive learning, quanlutn learning, learnitg rertolution, ddn @ntecludl /earnilgT\juan
pembelajatan sejaralr adalahunt
k
nrenunbuhkarr na-sionalisme dao inregnsi nasiona.l, nraka pendekatan yaug cocok adalahpendekatan nrulciperspektif
dan
multikultural
(Wiriaatmadja, 2004r 62).Dalam
rangka pengeurbangan pembelajaran sejarah agar lebih fungsional danteri[tegmsi
dengan berbagai bidang keilmuan lainnya,naka
terdApat berbagaibidmg
yang seyogianya r-nendapat perhatian, yaitu:Peftatna,
utuk
neqjawab lancangan masa depan, kreativitas dan daya inovacrf diperlukan agar suatt batgsa bukan harrya sekedarmen-jadi
konsurnen IPTEK, konsumen budaya, nlaupun penerina nilar-niaidari luar secara pasif, nrelainkan
lnenriliki
keunggulan konrpetitifdalaurhal penguasaan
IPTEI(.
Oleh karenarrya, srkap, motrvasi, clatr kreaeivitasR.f
o r.x alati Pulril;lat SeTa nI
perlu dikenbangkan
nelalui
penciptaan situasi proses beialer mengajaryang dinamis
di
nana
pengajarmendorong
viralitasdan
kreativitas pesettadidik untuk
mengembangkandiri.
Kedrd, peserta
didik
akan dapat mengembangkan daya krearivr-tasrrya apabila proses belajar mengajar dilaksanakan secar-a terprogmnl, sistemis dan sistematis, serta ditopang oleh keterscdiaan sarana dan pra-sararra yang memadai.Ketiga, dalan proses pengeurbanlan kenratrnEpn intelektualnya,
peserta
didik
perlu
dipacu kemampuanberfikirnya
secaralogis
dansistenutis.
Dalam
proses belajar mengajar, pengajar harus memberrarahan yangjelas agar peserta
didik
dapat llrerrecrhkan suatu persoalan secara logis danilmiah-Ke?r?dr, peserta
didik
harus diberi internalisasi dan keteladanan,di
mana mereka dapar berperan aktif daJaln kegratat belajar lnengajar. Fenonrerraini
dalamhal-hal tertentu
dapatmenbentuk
semangat loyalitas, tolemnsi, dan kemampuan adaprabilitas yangtinggi.
Dalam pendekatanini
perlu diselaraskan dengan kegiatau proses belajarme-ngajar yang membeti peluarrg kepada mereka untuk berprakarsa secaLa
dinanis
dankleatil
Oleh
karenaitu,
diperlukan
upaya upaya kr.earif yang sistinrates guna menclukung kemanlpuanguru
clalamnengem
bangkan materi dan metode pembelajann sejarah.Upaya
I{reatif
dalarn Pengembangan
Materi
Pembelajaran Sejarah
Pengembangan maced pembelajaran sejanh erat kaitannya de_ ngan pengembangan
kurikulunr. Hamid
Hasan pada per*uliahanKu-rikuium
peirrbelajamn sejarah pascasarja UniversitasNegeri
Jakarta mengemukakan bahwakurikulunr
cediri
darikurikrrlum
forn-ral dannon formal.
Kurikulum
folrlal
lnerrgacupadafzrre
ketentuan yang berlaku dari kebijakan pemerrncah, sedangkankurikulunr
non formal mengarah pada kehidupandi
sekirar.Definisi
kurikulum
non formal
ini
sesuai dengan definisikurikulum
yang dijelaskan olehWilder
dan Jacobsen yaitu,kurikulum
diartikan sebag^i siapapun dan apapun yang menjadiPu /,]/il u,9.7 a,a
l,
& a t^ rf 1' I w.,ca'rsubjek yang bisa
dig;unakan dalaankehidupan
sosialkontenpor€r
(tutriculun is lllose subjccls lhdldrc
lost usqful fLttlititrg in
nntenpontrysocie4,) CalirrJ. Mals. I{ey Cenr"Oulo, Understanding
Curriulun,
(koLtr-ledge,2009: 6)Kurikulum
seperti nem{bktskan pada isu-isu kekinian,masalah-nusalah sosial,
belfikil
kritis terkait dengan sosial s&ills. Pengertian dan konsep dasar kutikr"rlum akan berpengaruh pada pengembanganmateri pembelajaran.
Perrgeurbarrgan
kulikultrm
KTSP
sejalan clen;pn wawasanpos-rrodernisne.
Nana Supriacna menekantan enrparpoin
dalaln pembelajaran sejar:rh
dari
pandangan post tnodetni! rc (AgusMulya,2007:
2li3-2ii4), yaitu:1.
Pembela.;aran se'1arah difbkuskan padadinanika
nusyarakat bawah yaug selamaini
menjadi korban darr donrinasi kolo nidisme dan rnrperiahsme dalam berbaga.i bentuk.2.
Melakukan
pe,:[jesemndalam
pendeketan pembelajalatsejatah dar'r Eropa sentris atan nasional scnlris yang D-re[ dapat
penglruh
d:rrr Eropa sencris kepada pelso:rlau lokal rlasing-masing sekol:rh sepanjang kehidupan n-rereka dari clulu sampaikini.
3.
Melakukan pergeseran dari nalasi besar (gnnd natat'iue) ke pada kesemparanuntuk
kepentrngan, hasrat atau nrotivasi rrrasyarakat sctempat termasuk siswa (smaLl nanatiue).4.
Materi
penrbelajaran sejarah dapatdiambil
atau berangkatdari
pengal:rnun sehari-hari para siswa dan sesuai dengankurilcrrlum yarrg berlaku.
Materi
pembclajar;rnnlcnurut
Merril
seperti yang dikutip WinaSarlaya dapat dibedakan irenJadi
enpat nxcaln,
yaitu fakta, konsep, prosedurdan ptinsip.lvura,200tl:143).Pririsip mateti yangdiulgkapkanMerril
cukup
sesual dladopsl dalam pengeurbanganmateri
se.jarah.Konsep
fakta
n
sainya, nlerupakan pcngetahuarr dara spesifik yangbersifat tunggal
baik
yang telahmaupun
sedangterladi
yang dapacdiuji
dan diobservasi juga hamsterrruat
dalanl pengcmbanganmateli
pembelajaran sej;rrah.,?"fot n'lasi Per//i//E!,( Sola/q,l
.
Pengenrbangan materi pembelajaran juga harus meltperhatrkanprinsip, pengemasan. prinsip pengemasar dalam
pengembanln
materiperrrbel:jrran .e;arah
iru
rrrengarrr
kep.r,L
W,,,,,
Sr,,yr1"r.pnn"io
lrengellrrsarr rer,eLLt Urerr(,rkup(CilrI|
J MJr,
.2U0rJ:r,
L
N,,u,tty,slrlu
pe\,lr
akan ber.rn.rLrra.rp.rbiJabelrfir
barrr atau tnrltakhir.2.
Proxintitlt, pesan yang disampaikan sesuai clengan pengalalnan siswe.3.
ConJlik, pesan dikerras sedenrikianrupa
sehingga nreng_ gugah emosi.4.
ITwnot, artinya pesan yang disaurpaikan sebaiknya dikemas.chirrgga rrren;nrIilkan l,..arr hr, U \(
lullq!.r
, erjderung Ilte
narik perharian.
Jadi, perrgembarrgarr
materi
peurbelajamnkonrik
sejarah akanlnencakup
kurikulrrrn
formal
dan
non foirnal
serta aspe'k subtansi seperci kemasau yang dibtrat nrenarik, infornrasi
b".sif"r
b".u
"c"..
k_
Lrni rn. tL.ecrraiL,rrr dctrgan pcrrgalarrran ,r.w:t.Berdasar*au pengalarlan saya selama melakukan penrbimbingan, moniroring,
_
dan
ev,:rluasi telhadap mahasiswa penclidikarrs.ja.Jr
yllg
.eJang rnelakuk:n kegrarrrr
plt
dj .ckuj;lr
.ekolalr,b*il
.eLolahncp..]
IllallpUn sekolah cu,r\ta. pro\c\pe
tbelaj,rl.; se1,rr.rh p.rd;u,,u,,,,n1,
liih
menekanl<an pada kegiatal penenuhan
"rp"k
p.,rg"tdr.rrr,
1"trgtr..iri
materi petnbelajamn yang
bers
r hapalan, pragmaris.trn
intl.ki"lrstik,
sedargkan aspek pfcses dxn capaian lainnya,.p".ti
p.or", p"rrun"m".,
nilai
nilai kebangsaan, kepablawanan dan proses pernbelaj";"r, n;r;;
pada konsep peoanalrlall kesadatal se.latahrrrrril,
k,,.^r,rg r_r_r.rrd"p'^t perhatian.Oleh karcnanya, selaku dosen saya nenrarldxng periu agar segen dicatikau solusinla yang sifacnya koustrukr,q
"r"ngigat:"j"."I,
di'H"rr;;
geneiasi nrtrda kllususnya kalangan mahasiswa,pemrcla dan pelaj"r seda_ng nendapat.g gatan l<ritis dari ber.bagaikal"ngrl, .liri,,y"li,
g"r_r","r;
"luii
P.ddilar
,9ryal,
,laato tnlara.ratmelakukanperbaikan per.baikan demi mendukung ptoses pelrbelxjala r yang berimbang antara unsur pengetahnan dan
unslu
penananan nilai -nilai kebanppaan. Llpaya upayakreatf
yang harus dilakukar adalah:.
Guru harus
sela-lu berusaha dan berupaye o-renlbuat per siapan peurbelajaran dengan cara rnenlbuat silabus perrrbe_ lajararr sesuai dengan kontekslnateri
yang drajarkan, selalu betusaha nrembuat perencanaan pembelajaran secara lengkap, berkualitas dan disesuaikan dengan karakterisrik dan keperibadian mdrasiswa.
.
Gum
selalt
berusahadan
berr-rpaya rnelarih kemarnpuandan kecearnpilan sosial siswa dengarr cara
me
erapkan pola pembelajaran yangak[l
kreatifdarr inovarif.'
Guru
selait bernsahed,"
benpaya melaksanakankegiata'
penrbelajaran dengan cara menanarnkartnilai
nilai karakrer: atau kepribadian uahasiswa, sisteD, atau nrodel pembelajaral sepeitiini
drlakukanlntuk
melarih mahasiswa selaku calongluu unnlk nrelakukrn rckonstruksi pengetahuan sejarah agar ruerekr lebrh
nretlahani
peristiwa sejarah yang sedang di kaji, berupayamenernukin niiai nilai dibalik
perrsriwa iruurltuk
kenludian dicocokkan dengan pengalarulnempirik
hidupnye..
KlllrsLts nuter:i pembelajaran sejarah yangkon[ove$ial,
clo sen atau guru harus selalu berupaya mengolah, nenganalisis,dan melakukan interpretasi
dokunen
sejalah dari berbagai sumber infomrasi, baik materi yang pro maupulrkontla
te1DrasLlk nlelibatkan mahxsiswa guna nreughindari unsur sub yekrifires
sejarah-.
Irroses pembel4amn sejanh seharusnya dilakukan bukan hanyadi
ruang kelas tetapijuga
drhar
kelas, sepertidi
laborato,rilrnl
dali
tentpaL lainnya yang tepr.esenracif dan rclevan de-ng.lnnlatcri
yang saya ajar-kan.
Dalanl ploses pembelajaran dosen/guru ridak Dlemposisikan,lrlr
scl'.rr..rrrcorrrg
ncng"j.rr yarrg serba Lrisa.qcrLr rlc
ngetahui segalanya,doseD atxupurl gtrru seyogya[ya lneur
/73
R"/o
ft
, /as,n
4 /,i/i&4 S./" ral,
posisikan
diri
sebagai tenran seringinfornasi,reman
ber_ diskusi dengan mahasiswa,/siswa. pola pembelajamn seperciini
tcmyaca saDgat digelrari oleh nairasiswa. siswa karena nre_ reka bebas mengemukakan arglurentasi dan pendapacnya tentang nrateri sejarah yang drajaL*ar1 sehilgga meleka n1e resa Lul)wn perrd,rparrrva Jilr,rrg.rrrl;r,
.liapre.i",r oleh dosen..
GurLr yang profesional tidak hanya pandar me[guasaiteori
teori belajar-rDengajar danpenguasaan Drareri baltan ajat saja.Guru
juga dituntut ruerlliliki
keterantpilan dan seni dalamnreDgejarkan
materi
pelajaran sejarah. Salah satudari
seni mengajaritu
adalahntemiliki
daya inrejinasi dan penjiwaan terhadap bahan yang drajarkannya. lnrajinasi dan peqliwaanakan seulakin terbantu
jika
ada uredia pembelajamr yanglreldnkurjg
pa.la nrasal.rh)lrg
..J.r,jp
di ,1,rrkan kepada siswa..
Agar penrbelajaran sejar:Jr menarikdan ridak membosankan, selaku dosen atau guru kita hartrs terus berusaha nengunakan
netode
darr mcdia ber-pariasiyanli
sesllai dengan karakter darr perlq111br,'*rIt Irrrlrr\rcwrMedia
Pembelajaran
Batasan lain dikatakan oleh Heinich, Molenda. clan Russel.
me-nyatakarr
balrv,l
rrreJr: adrlah:A,trJiutt,
,pttrtal t,,,rti,t)i,,t,l,attnel
eJcanlntuni.ation Jfot exanple includc.fiLn, rclevision, diagram, pritttcd nateiais, conputey dnd i/?-rlr,r./orj. (Sudrajar,21|2
:
12)Meclia
adalah salurankomunikasi remlasuk
filtrr,
televisi, diagtam,olareri
cetak, kompurel,dan
instruktur. Jacli nreclia pcmbelajaran dapac didefinisika.,.j"g"i
segala sesuatu yang dapat digunakan unnrk rrrenyalulkan pesanana;n
medium daripengirin
kepadapenetlla
seirinp5ga rneralgsang pikiran,pelasaan, rniDat, serta perhacian terhadap Drater:i pe[rbclajaran.
_
Media pen-rbelajaran sejar:ah sebagai alat bantu untuk mengurangi verbalisne siswa sangar clibutuhkan olehgntu
guru sejarah di l"frrrg^"rr. Tecapi lnedia pembelajaran tersebur nrasih sangatminim
dilakufanf,ara
6pr
sejarah sehingga anakmengetahui
peristrwa selamh tetapiti.l"k
P",el,/ar S.n*^/, Soato tnla,ocat
merladikan
pelajalan sejanh hanya sebagai hapalan Betdasarkan data empiris, salah saru faktor penyebab nrinilllnya pengunakall mediapetn-bclajaran sejarah adalah riclak tersedranya lnedia
itu di
lapanganK;r-la
pun nen-rbnat, pal,, gurtl tidak lllenguasai teknik pembuatan mediayang dimaksud. Senlerrtar.a
itu,
pengadaan meclia per-nbelajalan yang mendekatkan siswa deng:ur sub.;ek sejarah sangat diPer'luken.Sampai saat
ini
telah barryak carauntuk
membuat media pembelajaran selarah, sepetd bagan, drorama, poster, galnbar, dsb sampai
pada replica
ieplica
peninggalan sejarah. Tetapi replica benda benda peninggalan sejalirh tersebr.rt terdapatdi
nuserun-nuseum.
I{eadaa[tersebut
kunng
rrrendui{ung secara langsung proses belajarnrenglat
sejarah.l-Intuk
nrengatasi permasalahan tersebut, Jurusan Pendidrkan Seiarah perlu mengembangkan l1G skrll nahasiswanya dalar-n pembuatan langsung replica benda benda peninggalan sejrrah sebagai halnya yang adadi
rnuseuur-n1lrseL1lrl alau ler-trpat lainnyalJntuk itu,
clal:rm r:rngkanendekatkar
rrraleri sejauh dengaflobjek peristiwa
naka
dlbutLlhkan kreatifitas dalam pcngembangalmedra perrrbeiaJaran Sejalah.
Berikut
penulis tawarkan bebetapa med:ia pembelajaransljarth
yang nerupakan hasil pengenbangan kle:rtifitas dosen dan mahasiswa pendidrkal se.jarah FISUNY:
7. Metode Actfue Debate
Debat bisa
merladi
salu lrl.erodc be L-halga yang dapat menclorongpenikiran
dan perenungan, terulanra kalau siswa diharapkan mertrpet tahankan pendap:rr yang bertenrangaDdengan
keyakinannya scndiri.Ini
merupakaD strale€il yang secaraaktif
mclibatkan setiap rrahasiswadi
dalam kelas, btrkan hanyx para pelaku debatnya Metoderni
adalahnetode
hasil
penelititn
yang dilakukan
oleh
dosen pendididikausejarah FIS
UNY
(Dyah I{r"rr.nalasari,2012)Prosedru pelaksaua;rn lrretode
ini
adalah: (1) dikenrbangkansc-buah pernyataan kontrovemial yang ber-kaitan
dengn
nrateri per*u-liahan, misaluyl"perlu
trdakrrya rasa lrasiooalislrre urrtrrk saatili?";
(2) kelasdibagi
metladi
dua
tin1, yaktrrkelompok
"pro"
dan"kontra";
(3) Berikutnya, dibuat dua hingga errrpal subkelonpok dalaln masrnglnasing
kelortrpok
clebat;(4)
Setiap subkelompok dinrinra untuk
/75
P"f".
^/as, P"l/,i
/4i
S/4,atmengenban6;kan argumen yang
mendukung
ruasiug masing posisi atau menyiapkan urutan daftar argumen yg bisa rneleLa diskusikan dan seleksi. Padaakhir
diskusi, setiap subkelompokmemilih
seorangjuru
bicara; (5) disiapkan dua hingga empar kutsi untuk parajutu bicara padakelompok
"pro"
dgjunrlah kursi yang sanra uncrrk kelompok"kontra".
Mahasiswa lainnya dudukdi
belakang par:ajrrru bicara. Perdebarandi
mulai dengau parajuru
bicara me mpresentasikan paudangan mereka. Prosesini
disebut argumen pembuka.Setelah mendengarkan argunren pernbuka, pcrdebatan diheu-tikan, dan kembali ke subkelompok. Setiap subkelompok
nenrpe$i
apkan argulnen untuk menyanggah argruuen pembuka dari kelompoklawan. Setiap subkelompok n.rernilihjuru bicam yang baru (yang belum
pernah bertindak sebagai3uru bicar.a). Perdebatan
dilarlutkan
kembali.Julu
bicara
yang
saling
berhadapandinrinta untuk
memberikan salggahanargrulen. I{erika
perdebatan berlangsung, peserta lairrnyadidorong
untuk
nren-rberikan catatanyang
ber.isiusulan
argunren atau bantahan. Mitrtalahnereka untuk
bersorak atau bertepuk tanganuntuk
masing-masing argumen dari par-awakil
kelourpokPada saat yang tepat perdebatan
diakhiri, tidak
pcrlu
menen-tukan kelornpoknana
yaug menang,keundian
kelas dibuat dengan posrsi urelitgkar. Pastikan bahwa kelas terintegrasi.Untuk
itu, nrerekadirrfnta duduk berdalnpingan denganlrlereka yangberada di kelompok
lawan. Diskusikan tentang sesuaru yang dapat dipelajari mahasiswa dati
pengrlarDan perdebatan tersebrrt.
Terakt[t,
nrahasiswadininca
rrntuk mengidentifikasi arpSmen yang paling baik nrenurut mereka.2. Metode dan Media
Playing Click
Playing
dik
atau bcrnrain dengankirk
adalah suatu media pembelajaran yang diciprakan oleh para luahasiswa, keuruclian dikenrbang
n,tu/4"
S/a."4
&oat"k,,son
Penutup
Guru
Sejamh yar-rg profesionaltidak
hanya pandai menguasaiteori
teori belajar'-mengajar dan penguasaan materi bdran ajar saja, gutujuga dituncut ur.er-rriliki k,.terampilal dan seni dalam metgajatkan uaceri pelajaran sejarah. Salah satu dad seni mengajar
itu
adahhnerniliki
daya imajinasi dan penjiwaan teriradap bahan yang diajarkannya. lmajinasi dan penjiwaan akan semakin terbantujika guru meupuyai kecerdasan,kemampuan dan upaya upaya kreatif dalam nengenbangkan
nateri,
metode dan media penbelajaran sejarah
Zulkarnain
Do sen J uru san Pencli tlikan Sej atah, FakultasIlnu
SosiaI, Universihts NegeiYogyakarla/30
A
Abdul
Cafur
142Adam,
Asvi Warman
21,
64Aditya
N.
Widiadi
1,2,3,
5,Ahmad Dahlan 1O3,109,
112,
121Ahmadi
A.H
94
Aman
1,2,
4, 69,
BB,178
Amien Rais
147,
152Anita
Lie
126,
142,
165
Azwan
Zain
45B
Bartolom6,
Lilia
64Barton,
Keith
64Berg,
Wolfgang
64.C
Carolin
RekarMunro
BZCarr, Paul
R
65 Cavet,Agnds
65 CeceWijaya 158,
1 65Colin Marsh
BZD
Davies,
lan
65, 66,
67Dyah
Kumalasari 4,
97,
174
F
Fallah
i,
Carolyn
65 Fisch man,Custavo
E
65P",{dkr S{uat,
&ot" rbla"neu4. Media
Pembelajaw
Kom.ihSebagar salah s:ltll tlpaya
untuk neningkatkan
dannendukung
pembelajaran se.larah sudah n-relakukanuji coba komk
sebagri salah satu nredia penbelajaran sejareh. Penggunaartkourik
sebagainedia
pembelajaran sejarrh diharapkan n-reryadi salah satu lelobosandalan
petrgeulbangaDpendidikan
sejarah.Deugan
adanyakonrik
sejarah diharapkan pembelalalan se.yanh dianggap tidak terlalu membosankan Pengembangenkourik
tni
diambrl
dari
perrgenbengan kurikulun-rpendidikan
non
formal
belbasislokal
yangterlu
saja nrendukungkurikulum
penclidikan sejarahformal
(Aman, 2011:2)Nana Suprr;rtana
nerlgat.kan
bahwa (nana,2008 209)komk
merupakan Dledilr, nredia perryampaian ide, gaE4asan dan bahkan
ke-bebasan
berpikir.
Kuuci
utalnakomk
adalahisi
pesan yangingiu
disanpaikalr.I(omik
dapatnretladi
n-iedia pembelajaran yaflg sanfjateGktii
Sebagai contohuntuk
menjelaskan konsep-konsepylng
sangat abstrak dan mernerlukau obyek yang sangatkonkrit
pa<la beberapa nrata pembelajar'an.Pada
nuta
peurbelajaun selarah,komik
dapacmemberi
peng-ganbaran yengkonkrit
p.rda masaIalt
pada suatukqadian
sejarah.Konrik
yangbcrisi
tentang peristiwa sejarah dapat drangkat scbagai bahan ajar penlbelaJaran sejar:airdi
sekolah.Komik
netladi
salah sampilihan peneliti unftrk
nrengenrbangkan petrbelajaran sejarah kalenekornik
adalah bacaan yang paling disukai dan dekat dcngan r.emaja. Dengan melakukan pendckatarl melalui apa yang disuakai oleh siswa diharapkan penbelajatan sejarah akan menjadi merryenangkan.5.
Motiort
Pict,res(Filn)
Filnr diseburjuga gambar hidr,rp
(
oliotl lictl!rcs)y^j:tv seunlrkaian gambardiarn (s/iilpicrr,"t yan[j nleluncur secara cepat dan diPloyeksikan sehinpJp4a meniurbulkan kcsanhidup
dan bergerak.Filnr
nleruPakxnnedia
yang menyajikan pesan audiovisual dan gelak, oleh karenanya,film
memberikan kcsan yang iurpresif bagi pen-rirsanya. Biasarrya Alnldigunakan sebagai hiburan, retapi penggunaannya menjadi
lebih
luaslagi ketika
digunakan sebagai media pembelajaran. Filn-r akan menjadi
alatintluksional
yangefekrif
mengembangkannledia
rjar
dan/76
P./,,*
^lasi Pqlid4q S?a
*
I
nremperkuat peruahanan siswa_ C)leh sebab itu kebanyakan
filrr
sudahmenjadi salah satu nredia standard dikelas-kelas karena sifarnya yang
r rr.rrghibur Jan rrd,rL rr,errrLru..rnlarr.
Mempelajari sejatah lewat
Iilm
memang nrengasyikkan daripada sekedar nrenrbacanya meialui buku. I{araktertllm
sebag:ri media audio visrral membuat pembelajaran remsalebih
menatik.Filnr
bertemakan sejarahjtrga
sccara langsungnrenbawa
Lita
untrrk
membaca suatuinterpretasi selarah
berikut
fakta fakta sosial yang ter*andungdi
dalarrrr,r:.
D.rrgrrr
krtt
larn.nrcrrrknt:ri
rrr:rrrr fiJrrrbelte,rralrn
sejrrrh seLasa nrenbaca suatu analisa peristiwa sejarah yang komprehensifda_ ripada sekedarmetghalil
narla-nana tokoh
selalah serta peristiwe pcr irr i,,'r; pentrrrg varrg nrclatrrbelakangrrrya.l-Ial
irri
daparrlempermudah
pemahaman sejatah serta mem_ buatnya r.idak membosaukan.Tentu saja penggunaanfilur
sebagai media pembelajaran sejatahnesti
didasari oleL suatu riset Dtengenai peristiwasejarah atau tokoh yang akan difilmkan
betikut
riset riset lain misainyatcntang arsitektur dan tata kota suatu iokasi yeng akan menjadi suatu
setting
lil[l
sejalah. Sifatfihn
yarg
nrenghibutnerupakan
salah satu alarnotivator
ter_baikuntuk
menatik perhadan siswa..6.
Ganes danSinulasi
Permainan
dan
simulasi merupakau, opelasionalmodel
yang rnendekati kenyataannya,memberikat
pelrg
:unan pada siswa denganurembelikan kesempatan
untuk
berpartisipasi dalaru permainar uncuklnemerankan
peun
yang berbeda beda.I{erikl
siswa r-uemainkan per_ tnainan/simulasi, siswadituntut
unruk merrrposisikarrdiri
mereka pada keada:rn yang disiruulasikan, baikitu
peran, tqjuan dan siswa pun jugadilibrtkan
dalan pengarnbilan keputusan.Per ruailan/sinrulasi sciain menarik, sekaligrrs nremberikan rang_
rrrrprrr
l',rgr sirw,rrrrrtrrl
lrcl.rjrr.d;n rrr.rr;lr.rru rrrat.ri
,c.ara
l.bih
merrdalanr, kareua dengen pernrainan/sirutrlasi siswa dibawa ke dalanrPqd'diu,9r/'a,at, &ato t"laraea'r
Mahasiswa/pelajar diinstruksikan
untuk
mengkJikfilm
sejarah yang sudah disiapkan pada websitetertentr
atau Padajejaring
sosial Fecebook, Kegiatan ber:ikutnya adalah urahasiswa diwajibkanuntuk
menonton
kemudianmembuat
enalisis,komentar,kritik dan hikmah lang bisa di pecik dari filem yang merckatonton
.Konentar konentar
dari
mahasiswadi jejaring
sosia.lkemudian
di
dan
dijadikantopik
diskusidi ruang
kelas. Penerapan metodeini
bertuajuan agar nahasiswa cidak iranya menriliki pengetahuan sejarzh seperti filn-r yang nlerekatonton
akantetapi
diharapkan sebagai pettunjukan yang ber-kelanjutan dimana mereka sendiridiharapkan
dapatmerladi
pelaku sejarah..Dampak Petubahan; Dengan usaha dan upaya
kreatif
dan
sis-tirnatis
seperti yang telah saya jelaskan diatas, saya nemsakanperu-bahan
positif
yang luar biasa dari mahasiswa yang saya ajarkan yakrucerjadi pernbahan
perilaku
belalar nahasiswa, pembelajaran sejarahyang sebelunrr-rya
identik
dengan pen-rbelajamn menbosankan, bcrsifat
hepalanjruh
dari
sentuhanteknologi,
secaraPe
ahan
lahan n-rulai terbancahkan. Kedisipiinan dan ketemmPilan nmhasiswa dalamnenyampaikan ide, pendapac dau gagasan
juga
mengalarui peruba han,mahasiswa mulai aktif bertanya dan mempunyai k.'beranian dalam menyampaikan ide atar.r gagasan baik dalam bentuk gagasan lisaonra-upun tulisan.
Penyelenggaraan per*uLiahan yang saya terapkan dengan
per-paduan nretode penrbelajar:rn konvensional dengan sentuhan
tekno-logi
modern yanli nlruahn-leiah
seperti n-renggunakan website uny. ac.iddanjejaring
sosial Facebook dengar letap memperhatikan kese irnbangan ataraaspek pengetahuan, p(oses dan
hasil
belajar
se-cara komprehensif ter nyata menrbawa pengouh positif terhadap hasil pembelajaran.Berdasar-kan hasjl evaluasi ytng sala lakukan baik melalui observasi dan pengamatan terhadrp tingkah laku niahasiswa dalam dan luar kelas perkuliahan, evaluasi secara lisan maupun lettr.rlis, dapat saya sirnpulkan bahwa secara akadenrik kem:mrpuan mahasiswa
neningkat
drastis baik secarakogniiif,
afektif, dar-ipsikomotorik.
Penggunaanmetode
dan rrredia sepetti nredia pembelajaran Playingdi&
teriryata sangat digemari
oleh mahasiswa kalena dianggap sangatpnktis,nurah,tidak
dr-P.f"r*
laai P"4AA/", S"/Ara:.batxi
oleh
ruang dan wakru,moder.en sekaligus menepis isu bahwajejaring
sosial harrya akan berdaurpak negatif bagi pet*entbangan danprestasi nuhasiswa.
3.
Still Pictwes (GanbarDianr)
Gaubar
mungkin tidak cukup uutuk
melukrskan/nemaknaiberibu ribu
kata, terepr gaurbar mampu menjelaskan waktu dan tem-pat yang ratusan kilometer jauhnya.Melalui
gambar, siswa dapatme-lihat
nanusia, urasyarakar, kehidupan social, cempat tinggal dari areal tempat yangjauh dari bayangan mereka. Dengan kata lain siswa dapatmenyelanri sesuatu
yang
nnngkin
mereka
belum
pernah
nelihat
wujud
nyatanya, cetapi merekamampu
nremahaDrinya hanya lewatgambar.Terdapat 4 macan-r bentuk still prcture, yal<r.i
berikut ini:
Opaqte still
plctrte (garnbar sederhana/tak ternbus
pan_dang),
gambar scderhana nterupakan gambar2
dimensi yangme-rupakan
representasidari
orang,tempat
atau beDda.Contoh
darigambar seder_hena
ini
antamlain
cetekal foto,
sketsa, kartun, bagan, gmfrk, peta,dll
yang biasanya digunakanuntuk individu,
atau apabiladippnakan secara
berkelompok
akan menggunakan alatbantu
yang berupa prqector.Karakteristik
ganbar
secler-hana yang dignnakan sebagai mediameliputi
senua gambar yang mudahkita
daparkan,baik dari
cetakanfoto,
guntingan
gan-rbar r.najalah,maupun lukisan.
Sebagai contohbiasanya seolang pengajar
untuk
menggunakanmedia
ini
untuk
nengajak siswamencernati
ganbar yeng menrang telah direncanakan sebagai ilustrasiuntuk
urenjelaskan bahan ajar.Keuntungan
menggunakan mediaini
antara lain berikuc ini:1)Munh
dan rnudah didapatkan;2).Mampu
urenyediakan pengalanansecara
lurlunl
dalam suatukelompol;3)Dapat
r-nenampilkan objectgambat/foto
yang
sebelumnyahampir ridak
bisa
dibayangkan;4).Gambar dapat
urencegahdan
melnbenar-kan kesalahpahaman;5).Galnbar
merupakanpenricu
untuk
belajarlebih
kerus;6).Fleksibelu[tuk
digunakan. I{elemahandari
metodeini
adalah:
Siswa belun-rtentu paham dalam "melihat/membaca" gaurbar,, Car.nbal yang kurang
jelas nrrrngkrrr dapat rnerrgkabrrrkan rnreprera.i
d:n
ukrrr:n
dan iarak!
.
r-J
Tffi