• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Kredibilitas Informasi di Internet. Sheila Savitri, S.Sos. Abstrak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Evaluasi Kredibilitas Informasi di Internet. Sheila Savitri, S.Sos. Abstrak"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

Evaluasi Kredibilitas Informasi di Internet Sheila Savitri, S.Sos.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta

Jalan Raya Ragunan No. 30 Pasar Minggu, Jakarta Selatan - 12540

Abstrak

Internet dalam era informasi telah menempatkan dirinya sebagai salah satu pusat informasi yang dapat diakses dari berbagai tempat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Internet disebut sebagai pusat informasi bebas hambatan karena dapat menghubungkan satu situs informasi ke situs informasi lainnya dalam waktu yang singkat. Internet menjadi sumber informasi yang mempunyai banyak manfaat dibandingkan dengan sumber informasi lainnya. Informasi yang diperoleh dari internet sebaiknya sebaiknya dievaluasi terlebih dulu sebelum digunakan lebih lanjut. Hal ini perlu dilakukan karena informasi yang sudah ditemukan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita. Mungkin saja informasinya menyesatkan dan tidak dapat dipercaya, atau berasal dari sumber yang tidak kredibel. Atau kemungkinan lain adalah datanya sudah ketinggalan atau sudah tidak up to date sehingga informasinya tidak memiliki nilai lagi. Kredibilitas sebuah informasi, secara kuantitas bisa diukur melalui banyaknya akses terhadap isi informasi tersebut. Secara kualitas, ukurannya adalah kecepatan, ketepatan, kejujuran, dan keseimbangan isi apa pun yang ingin disajikan kepada para pengguna. Dalam melakukan evaluasi kredibilitas informasi di internet ada beberapa cara, diantaranya adalah dengan melihat pengarang atau organisasi sumber informasi (Author or Organization); ketepatan informasi (Accuracy); Kekinian informasi (Currency); Objektif (Objectivity); Cakupan (Coverage).

Pendahuluan

Kebutuhan informasi semakin dibutuhkan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang terjadi. Keberlimpahan informasi dapat ditemui di internet. Hampir semua jenis informasi tersedia di internet. Namun, tidak semua informasi yang terdapat di internet dapat diketahui kebenarannya. Keragaman informasi yang beredar di internet memiliki tingkat kredibilitas yang berbeda-beda. Kredibiltas merupakan acuan untuk menilai suatu informasi menjadi dapat dipercaya. Kredibilitas informasi dibutuhkan untuk menilai sebuah informasi layak digunakan atau tidak, penting atau tidak pentingnya informasi yang diperoleh. Dengan diketahuinya kredibilitas suatu informasi, hal ini akan menggambarkan seberapa penting informasi yang tersedia bisa dimanfaatkan oleh pengguna informasi.

(2)

2

Informasi yang diperoleh dari internet sebaiknya sebaiknya dievaluasi terlebih dulu sebelum digunakan lebih lanjut. Hal ini perlu dilakukan karena informasi yang sudah ditemukan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita. Mungkin saja informasinya menyesatkan dan tidak dapat dipercaya, atau berasal dari sumber yang tidak kredibel. Atau kemungkinan lain adalah datanya sudah ketinggalan atau sudah tidak up to date sehingga informasinya tidak memiliki nilai lagi.

Kebanyakan situs, terutama blog tidak memiliki pengarang serta sumber yang jelas. Tidak seperti penerbit, informasi yang dipasang di web sering tidak diketahui reputasinya dan kadang-kadang tidak melalui penyaringan yang ketat (Lazar, Meiselwitz, dan Feng, 2007). Suatu informasi yang kredibel diperlukan penyeleksian yang sangat ketat. Informasi yang lebih kredibel lebih dipercaya dibandingkan dengan informasi yang tersebar begitu saja karena informasi yang sudah terbukti kebenarannya akan lebih banyak digunakan dan dibutuhkan daripada informasi yang tidak jelas poenulisnya, dan asal muasalnya (Maharani, S. dan Ardoni. 2013).

Internet sebagai Sumber Informasi

Internet. Kata ini sudah tidal asing lagi bagi kita. Dari kalangan orang tua bahkan sampai anak-anak sekalipun sudah familiar dengan istilah ini. Internet sebagai sumber informasi sangat akrab dengan kehidupan yang serba dinamis, tidak saja di perkotaan melainkan juga di pedesaan. Disamping menawarkan jasa informasi, internet mampu menawarkan lapangan pekerjaan bagi orang yang menekuninya. Namun, dalam menelusuri informasi melalui internet, kita harus mempersiapkan kepribadian dan mental. Hal ini penting karena selain internet banyak menawarkan manfaat namun juga membawa hal-hal yang negatif seperti pornografi, informasi yang menyesatkan, dan lain-lain.

Keberadaan internet sedikit banyak membantu para pengguna dalam memperoleh berbagai informasi karena fungsinya sebagai sumber ide, sumber informasi, tukar menukar data, dan masih banyak lagi. Namun perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terjadi saat ini menyebabkan terjadinya keberlimpahan informasi (information overload) sehingga diperlukan strategi dalam melakukan penelusuran atau pencarian informasi melalui internet.

(3)

3

Sejalan dengan ledakan informasi yang terjadi, banyak sekali informasi yang dapat diperoleh di internet, namun tidak semuanya bersifat valid. Keberlimpahan informasi tersebut menyebabkan para pengguna mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi yang relevan dengan cepat sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini disebabkan antara lain oleh belum atau tidak adanya keterampilan dalam menelusur secara online atau karena tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang informasi itu sendiri. Untuk itu, untuk mengatasi masalah penelusuran informasi diperlukan dasar kemampuan menelusur (basic information skill) dengan menggunakan strategi penelusuran.

Internet dalam era informasi telah menempatkan dirinya sebagai salah satu pusat informasi yang dapat diakses dari berbagai tempat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Internet disebut sebagai pusat informasi bebas hambatan karena dapat menghubungkan satu situs informasi ke situs informasi lainnya dalam waktu yang singkat. Internet menjadi sumber informasi yang mempunyai banyak manfaat dibandingkan dengan sumber informasi lainnya (Raudlatul Munawarah).

Perkembangan pesat internet telah mendorong tumbuhnya penerbitan elektronik (electronic publishing), yaitu publikasi berbagai karya melalui situs web. Ketersediaan bahan-bahan digital atau elektronik ini telah melahirkan istilah perpustakaan digital, yaitu semua sumberdaya informasi yang tersedia dan dapat diakses melalui internet. Penelusuran pustaka melalui internet merupakan metode penelusuran pustaka yang paling mutakhir yang memungkinkan untuk mendapatkan informasi dari belahan dunia dan perkembangan yang terkini.

Informasi yang ditawarkan di internet sangat beragam jenisnya. Bahan-bahan pustaka yang dapat diperoleh melalui media internet termasuk artikel lepas, artikel jurnal elektronik, makalah simposium dan konferensi, disertasi, karya pre-print, karya lama berbasis kertas, berita, katalog perpustakan, katalog produk, data statsitik, sampai dengan formula/paten, produk multi media seperti suara/lagu, gambar/foto, perangkat lunak, video/film, games, animasi, dan masih banyak lagi. Demikian banyaknya bahan-bahan pustaka tersedia di internet dan selalu bertambah dan berkembang melebihi kecepatan pertambahan bahan berbasis cetak. Hal ini akan mempermudah dan mempercepat untuk memperoleh bahan pustaka, namun

(4)

4

juga membawa konsekwensi bagi penggunanya. Hingga untuk mendapatkannya diperlukan strategi dan teknik agar penelusuran tersebut bisa efektif dan efisien.

Keunggulan Internet Sebagai Sumber Informasi

Internet menjadi media yang banyak digunakan oleh berbagai kalangan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang mereka butuhkan. Hal ini terjadi karena pada dasarnya kebutuhan setiap individu sangatlah beraneka ragam, sehingga adanya kebutuhan inilah yang menimbulkan motif untuk menemukan informasi pada sebuah media yang paling dianggap tepat. Dalam hal ini internet banyak digunakan karena menawarkan berbagai literatur dan referensi ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Internet mempunyai beberapa keunggulan sebagai sumber informasi, diantaranya adalah memiliki cakupan yang luas, baik itu dari segi topik/subyek, bahasa, waktu, bahkan geografi. Data yang disajikan juga dapat bersifat mutakhir, namun untuk kelengkapan data tidak semua website menyajikan data yang dimilikinya secara terbuka, ada yang bersifat gratis maupun berbayar yang biasanya melalui pesanan khusus (baik itu melalui email atau kotak pesan yang sudah disediakan).

Kecepatan dan kemudahan penelusuran informasi melalui jaringan internet, dikarenakan internet tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, bahkan dapat dilakukan pula secara interaktif.

Internet sebagai sumber informasi menyimpan berbagai jenis sumber informasi dalam jumlah yang tidak terbatas. Hampir seluruh bidang yang diminati dapat ditemui informasinya di internet. Abdul Rahman Saleh (2001) menjelaskan internet digunakan oleh banyak orang karena menawarkan banyak manfaat, antara lain seperti:

 Dapat mengakses ke seluruh sumber-sumber informasi di dunia secara tidak terbatas.

 Mempunyai fasilitas hyperlink yang memungkinkan kita menggabungkan informasi dari sumber yang satu dengan informasi dari sumber lain yang berada di dunia maya internet.

(5)

5

 Mempunyai kemampuan multimedia yaitu dapat menampikkan grafik, suara dan gambar bergerak dalam dokumen digital secara terpadu dan sinkron sehingga kita dapat menikmati informasi seperti kita menonton televisi.

 Menawarkan sarana komunikasi yang super cepat yaitu melalui surat elektronik (electronic mail atau disingkat e-mail).

 Menawarkan sarana berkomunikasi secara interaktif/langsung yaitu melalui Internet Relay Chat (IRC).

Dalam melakukan penelusuran melalui internet, banyak hal yang akan kita temui, bahkan terkadang lebih dari yang kita butuhkan. Jika belum memahami memanfaatkan search engine yang kita gunakan dalam penelusuran, ini sama saja dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Hal ini disebabkan karena beragamnya informasi yang tersedia di dunia maya tersebut.

Menurut Wikipedia, terdapat ratusan bahkan ribuan mesin pencari yang ada di internet, dan kapasitas mesin tersebut akan selalu tumbuh dari waktu ke waktu. Dari sebanyak itu, hanya sebagian kecil yang berpengaruh besar dalam lalu lintas untuk pengantar pengunjungnya ke situs tersebut. Untuk itu, harus pintar dalam memilih mereka yang tepat terutama dalam efisiensi dan efektivitas waktu dalam mencapai sasaran yang diinginkan.

Berikut ini adalah beberapa mesin pencari: 1. Google ( http://www.google.com/ )

2. Yahoo ( http://www.yahoo.com/ )

3. Open Directory ( http://www.dmoz.com/ ) 4. MSN ( http://www.msn.com/ ) 5. Live ( http://www.live.com ) 6. Altavista ( http://www.altavista.com ) 7. AOL ( http://www.aol.com ) 8. Altheweb ( http://www.althweb.com ) 9. Baidu ( http://www.baidu.com ) 10. Looksmart ( http://www.looksmart.com ) 11. Solusee ( http://www.solusee.com )

(6)

6 Kredibilitas Informasi

Keberadaan informasi di internet sangat berlimpah, oleh karena itu kredibilitas informasi merupakan suatu hal yang penting. Kredibilitas informasi dapat dipaparkan sebagai hal yang bisa dipercaya, hal yang bisa dianggap sebagai sesuatu yang akurat dan benar.

Informasi akan dipercaya jika mencantumkan nama penulis, bukan sekedar anonymous atau penulis lepas tanpa identitas. Dengan adanya identitas penulis suatu informasi akan semakin dipercaya. Informasi mengenai penulis, baik identitas maupun biografi singkat akan meningkatkan kredibilitas informasi yang disampaikannya (Sellin, 2011).

Tanpa penulis, informasi yang tersedia tidak bisa dinilai naik ataupun buruk. Kadang-kadang banyak informasi yang ditemukan tidak dijumpai siapa penulisnya, tetapi tetap digunakan informasi yang disajikan. Pengguna tidak memperhatikan dampak akan informasi yang akan digunakan jika informasi tanpa penulis. Informasi tanpa penulis diragukan kredibilitasnya.

Beredarnya informasi di internet dengan atau tanpa penulis, semakin membuat pengguna harus lebih teliti dengan informasi yang dibutuhkannya. Dengan mengevaluasi informasi yang ditemukan, akan semakin baik informasi yang bisa dimanfaatkan. Apabila informasi yang ditemukan tidak dievaluasi terlebih dulu, informasi yang ditemukan kadang-kadang tidak sesuai topik yang diinginkan. Dengan adanya penulis yang tertera pada informasi yang tersedia, informasi bisa digunakan dengan baik (Maharani, S. dan Ardoni. 2013).

Hassan Wirajuda dalam Siloih Agung Waesa (2006), memaparkan dalam artikelnya yang berjudul "Kedekatan Alamiah antara Public Relations dan Dunia Diplomasi" menyebutkan bahwa kredibilitas informasi merupakan permasalahan yang sangat penting dalam menilai informasi. Kredibilitas hanya bisa dipenuhi apabila informasi yang dihasilkan telah memelalui suatu proses pembuatan yanhg transparan dan memenuhi kaidah yang berlaku. Dengan kata lain, keterlibatan publik dan akuntabilitas penghasil informasi kepada publik sebenarnya sudah dimulai sejak informasi masih dalam proses pembuatan. Sehingga berhasil atau tidaknya kita

(7)

7

"menjual"informasi kepada publik sangat tergantung pada bagaimana informasi itu sendiri dibuat.

Kredibilitas informasi juga menuntut kredibilitas penyajinya, baik penghasil maupun penyebar informasi. Dalam hal ini, profesionalisme para pelaku dan organisasi penyaji informasi menjadi faktor kunci - yang dapat membangun dan memelihara reputasi organisasinya.

Faktor kecepatan juga tidak kalah penting. Dalam situasi demikian, banyak jumlah penghasil informasi, maka siapa yang lebih dulu tampil dengan informasinya akan memiliki peluang lebih besar untuk menetapkan agenda wacana dan arah perdebatan publik. Untuk itu, proses pembuatan informasi dalam suatu organisasi memang harus sesingkat mungkin. Artinya, jarak dari pengolahan informasi pada tingkat pertama hingga pengambilan keputusan pada tingkat akhir harus dibuat sependek mungkin. Pada organisasi yang besar atau birokrasi pemerintahan, jarak vertikal antara pengolah informasi pertama dan pengambil keputusan memang sangat jauh dan sering kali alur pemrosesan informasi itu tidak linier bahkan zig-zag. Kredibilitas sebuah informasi, secara kuantitas bisa diukur melalui banyaknya akses terhadap isi informasi tersebut. Secara kualitas, ukurannya adalah kecepatan, ketepatan, kejujuran, dan keseimbangan isi apa pun yang ingin disajikan kepada para pengguna.

Menentukan Kredibilitas Informasi di Internet

Dalam menemukan sumber informasi dari internet, kita harus selalu mengevaluasinya terlebih dahulu sebelum informasi tersebut digunakan. Dengan demikian, kelayakan informasi yang diperoleh melalui internet harus kita ketahui dengan jelas dan dapat dipertanggung-jawabkan.

Pengguna informasi cenderung merasa bahwa informasi yang disediakan oleh lembaga afiliasi atau organisasi lebih kredibel daripada informasi yang tersebar begitu saja. Informasi yang disediakan oleh lembaga afiliasi benar ada, dan menyebarkan informasi dengan online (Sellin, 2011).

(8)

8

Lembaga afiliasi dipercaya mampu meningkatkan kredibilitas informasi yang disajikan. Adanya lembaga afiliasi yang jelas yang tercantum pada suatu informasi dapat membuat pengguna meningkatkan keyakinannya akan informasi tersebut. Lembaga afiliasi membantu penilaian terhadap informasi yang disajikan, apakah bisa dimanfaatkan atau tidak. Berbagai macam lembaga afiliasi penyedia informasi di internet bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Berikut akan dijelaskan kriteria dan cara melakukan evaluasi hasil temuan informasi melalui internet yang disarikan dari http://lontar.ui.ac.id/il/evaluasi.jsp (salah satu website yang dikelola oleh Universitas Indonesia dalam modul Literasi Informasi, khususnya mengenai evaluasi informasi). Secara umum, kriteria dalam melakukan evaluasi dibagi ke dalam 3 bagian utama, yaitu :

 Kepengarangan (Authorship), mengecek kredibilitas diri dari pengarang atau organisasi dari karya yang akan dibaca.

Biasanya, dalam artikel ilmiah, maka dapat dilihat dari alamat sumber artikel ilmiah tersebut. Jika dikeluarkan oleh lembaga pemerintah atau pendidikan, maka keakuratan isi dapat dipertanggungjawabkan.

 Kesesuaian (Relevance), kesesuaian dibutuhkan untuk mengetahui tingkat relevansi dengan topik yang akan ditulis. Meskipun informasi memiliki kualitas sangat baik tetapi tidak relevan dengan rencana tulisan yang akan dibuat tetap tidak dikategorikan relevan.

 Kekinian (Currency), kekinian sangat dibutuhkan untuk lebih mengetahui perkembangan satu ilmu. Ini penting karena dengan melihat kekinian maka satu ilmu akan diketahui seberapa jauh tingkat perkembangannnya.

Berikut adalah cara mengevaluasi hasil temuan informasi yang kita peroleh melalui internet, yakni:

 Pengarang atau organisasi (Author or Organization)

o Apakah sumber informasi memiliki reputrasi yang baik atau bernaung di bawah organisasi dengan kredibilitas positif?

(9)

9

o Apakah si pembuat informasi memiloiki pengetahuan mendalam di bidang tersebut?

o Apakah sumber informasi yang disajikan disebutkan dalam konten? Apakah informasi yang disajikan dapat diverifikasi? Apakah si pembuat informasi dapat dikontak untuk keperluan klarifikasi atau dikabari mengenai adanya informasi baru?

o Adakah karya lainnya dari penulis tersebut?, Jika ya, apakah penulis sudah jelas identitasnya?

o Apakah penulis mempunyai kapabilitas untuk menulis di topik tersebut? o Apakah penulis berafiliasi dengan universitas dan organisasi tertentu? o Adakah karya-karya penulis di sitasi oleh penulis lainnya?

o Apakah sumber-sumber tersebut mewakili kelompok, organisasi, kelembagaan, korporasi atau badan lembaga lainnya?

o Adakah sarana berkomunikasi lebih lanjut (kontak) dengan penulis dan atau organisasi tersebut?

 Ketepatan (Accuracy)

o Apakah sumber informasi tersebut sudah di edit atau di kaji sebelum dipublikasikan?

o Apakah informasi yang faktual sudah diverifikasi dengan sumber-sumber yang terpecaya?

o Apakah sudah jelas siapa yang bertanggungjawab terhadap ketepatan informasi tersebut?

o Apakah data dalam bentuk grafik, diagram sudah jelas sumber informasinya?

 Kekinian (Currency)

o Adakah tanggal kapan karya tersebut dibuat atau diterbitkan?

o Sudah jelaskah kapan sumber tersebut terakhir diperbaharui, direvisi atau di edit?

(10)

10

o Adakah indikasi jika materi tersebut sering diperbarui atau secara konsisten selalu menampilkan informasi terkini?

o Adakah links ke websites yang terbaru?  Objektif (Objectivity)

o Apakah halaman situs bebas iklan atau promosi?

o Apakah halaman yang ditampilkan bias atau mengandung banyak perspektif?

o Adakah kejelasan tentang sudut pandang lain dari subjek tersebut di masa yang akan datang?

o Apakah mengandung bahasa yang provokatif?  Cakupan (Coverage)

o Apakah sumber informasi tersebut selalu terbaru dari karya lainnya dan mendukung karya lain yang ada sebelumnya?

o Apakah sumber informasi mencakup topik yang komprehensif atau hanya meninjau dari satu aspek saja?

o Apakah sumber online tersebut sudah baik atau masih dalam penataan (under construction)?

o Jika sumber online memiliki sumber tercetak, apakah bentuk tercetak sesuai dengan informasi di website, atau hanya ada di situs saja tanpa bentuk tercetak?

Penutup

Peningkatan pencarian informasi merupakan fenomena yang mengindikasikan bahwa informasi telah menjadi salah satu kebutuhan hidup yang utama. Untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut, muncul berbagai cara dan strategi yang dapat diterapkan untuk mendapatkan informasi.

Tidak semua informasi yang tersedia di internet bisa dipercaya kebenarannya. Informasi yang terdapat di internet perlu dievaluasi terlebih dahulu berdasarkan

(11)

11

kriteria atau aturan tertentu yang telah disepakati sebelumnya. Ada beberapa penilaian dalam menentukan kredibilitas informasi. Kredibilitas sebuah informasi, secara kuantitas bisa diukur melalui banyaknya akses terhadap isi informasi tersebut. Secara kualitas, ukurannya adalah kecepatan, ketepatan, kejujuran, dan keseimbangan isi apa pun yang ingin disajikan kepada para pengguna. Internet dalam era informasi telah menempatkan dirinya sebagai salah satu pusat informasi yang dapat diakses dari berbagai tempat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Internet disebut sebagai pusat informasi bebas hambatan karena dapat menghubungkan satu situs informasi ke situs informasi lainnya dalam waktu yang singkat. Internet menjadi sumber informasi yang mempunyai banyak manfaat dibandingkan dengan sumber informasi lainnya. Informasi yang diperoleh dari internet sebaiknya sebaiknya dievaluasi terlebih dulu sebelum digunakan lebih lanjut. Hal ini perlu dilakukan karena informasi yang sudah ditemukan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita. Mungkin saja informasinya menyesatkan dan tidak dapat dipercaya, atau berasal dari sumber yang tidak kredibel. Atau kemungkinan lain adalah datanya sudah ketinggalan atau sudah tidak up to date sehingga informasinya tidak memiliki nilai lagi. Kredibilitas sebuah informasi, secara kuantitas bisa diukur melalui banyaknya akses terhadap isi informasi tersebut. Secara kualitas, ukurannya adalah kecepatan, ketepatan, kejujuran, dan keseimbangan isi apa pun yang ingin disajikan kepada para pengguna. Dalam melakukan evaluasi kredibilitas informasi di internet ada beberapa cara, diantaranya adalah dengan melihat pengarang atau organisasi sumber informasi (Author or Organization); ketepatan informasi (Accuracy); Kekinian informasi (Currency); Objektif (Objectivity); Cakupan (Coverage).

Daftar Pustaka

Abdul Rahman Saleh. 2001. Pengantar Pengoperasian Internet dalam Penelusuran Informasi. Disampaikan pada Pelatihan Apresiasi Internet bagi Staf Pengajar Universitas Siliwangi, Tasikmalaya tanggal 23 Juni 2001. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/27345/Abdul%20Rah man%20Saleh_Pengantar%20Pengoperasian%20Komputer%20%2814%20h al%29.PDF?sequence=1, diakses pada tanggal 10/06/2014 Pk. 14.39 WIB

(12)

12

Arifah Sismita. 2014. Penelusuran Informasi. Materi Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli Angkatan XXXI. Jakarta : Pusdiklat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Chowdhury, G.G and Chowdhury, S. 2001. Searching CD-ROM and Online Information Sources. London : Library Association Pub.

Faizuddin Harliansyah. Strategi Penelusuran Informasi Ilmiah Online. http://www.slideshare.net/kangfaiz/strategi-penelusuran-informasi-ilmiah-online-13254509. Diakses pada 30 Juni 2014.

Faizuddin Harliansyah. Strategi Penelusuran Informasi Ilmiah Online. http://www.slideshare.net/kangfaiz/strategi-penelusuran-informasi-ilmiah-online-17741248. Diakses pada 30 Juni 2014.

http://lontar.ui.ac.id/il/evaluasi.jsp. Evaluasi Informasi. Diakses tanggal 5 Juli 2014. Lazar, J., Meiselwitz, G., dan Feng, J. 2007. Understanding Web Credibbility: A

Synthesis of The Research Literature. USA: Hanover.

Maharani, S. dan Ardoni. 2013. Kredibilitas Informasi Bidang Kesehatan yang Diperoleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Internet. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan. Vol. 2, No. 1, September 2013, Seri C.

Meliani Yahya Abas dan Erlina. 2013. Layanan Rujukan (Reference Services): Bahan Ajar Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli. Jakarta : Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Muhammad Firmansyah. 2011. Kemampuan Penelusuran Sumber Informasi Online oleh Dosen Inti Penelitian Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Depok : Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Mutiah Driani. 2009. Penelusuran Informasi Siswa Melalui Internet: Studi Kasus di Perpustakaan MAN Insan Cendikia Serpong. Skripsi. Fakultas Adab dan Humaniora Univeritas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah.

Pendit, Putu Laxman, (2008) Perpustakaan digital dari A sampai Z. Jakarta: Cita Karyakarsa Mandiri.

Purwono. 2008. Strategi Penelusuran Informasi Melalui Internet. Makalah disampaikan dalam Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri, Jakarta, tanggal 30 April 2008.

Onrizal. 2009. Bahan Ajar Metode Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah. Medan : Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

(13)

13

Priyandana, A. 2014. Pentingnya Menakar Kredibilitas Sumber Informasi.

http://gintong.me/2014/12/24/pentingnya-menakar-kredibilitas-sumber-informasi diakses 6 April 2015.

Rosa Widyawan. Menemukan Kembali dan Mengevaluasi Informasi. http://rosawidyawan.wordpress.com/2013/04/01/menemukan-kembali-dan-mengevaluasi-informasi diakses pada 30 Juni 2014.

Sellin, Hassan M. 2011. Content Evaluation Criteria for General Websites: Analysis and Comparison. UAE University.

Singarimbun, M. (1989). Metode dan Proses Penelitian, Metode Penelitian Survai/Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (ed.). Jakarta : LP3ES.

Waesa, S.A. (2006). Strategi Public Relations: Bagaimana Strategi Public Relations dari 36 Merek Global dan Lokal Membangun Citra, Mengendalikan Krisis, dan Merebut Hati Konsumen. Jakarta : Gramedia Pusyaka Utama.

http://www.library.illinois.edu/ugl/howdoi/webeval.html. Evaluating Internet Sources : Tips and Tricks for Evaluating Web Sites. Diakses pada 5 Juli 2014.

Referensi

Dokumen terkait