“PERANCANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA
KLASTER INDUSTRI USAHA KECIL DAN MENENGAH
KOMPONEN OTOMOTIF, WARU - JAWA TIMUR”
Dosen Pembimbing :
Naning Aranti Wessiani, S.T., M.M.
Kontribusi UKM bagi
perekonomian Indonesia :
54, 5 % PDB, 97,33 % Tenaga
kerja, Jumlah 99,9 %
Evaluasi Kinerja
Klaster
Pengembangan klaster industri
Pergeseran
persaingan industri
menuju persaingan
klaster
Kebutuhan
Stakeholder
Belum memiliki
pengelolaan industri
yang bertata kelola
dengan baik
Industri suku cadang
otomotif Indonesia
memegang 0,37%
pangsa pasar dunia
Jawa Timur sebagai
penyumbang PDRB terbesar
kedua di Indonesia (15% dari
total PDRB Nasional
Sentra industri
Sentra industri
suku cadang
komponen
otomotif Waru
Roadmap Industri
Unggulan 2010
•
Sistem
pembukuan
•Kualitas &
kontinyuitas
produksi
•
Teknologi
•
Sistem
pemasaran
Merancang sebuah model sistem pengukuran kinerja
bagi klaster industri penghasil komponen otomotif
agar bisa menjadi dasar dalam peningkatan
performansi aktivitas klaster industri tersebut
Mengidentifikasi stakeholder
requirement & stakeholder objective
klaster industri komponen otomotif
Waru
Mendapatkan indikator kinerja kunci (key
performance indicator) pada klaster industri
komponen otomotif Waru
Merancang model sistem
pengukuran kinerja bagi klaster
• Penelitian
dilakukan pada
sektor produksi
hulu-hilir industri
komponen
otomotif di Waru
Batasan
• Keberadaan
industri-industri yang menjadi
obyek penelitian dalam
proses untuk membentuk
klaster industri.
• Seluruh pelaku klaster
yang akan diidentifikasi
baik pelaku inti maupun
pendukung memiliki
komitmen yang sama
untuk peningkatan daya
saing secara bersama.
Asumsi
Menjadi alat bantu dalam pelaksanaan
monitoring dan evaluasi kinerja klaster
industri pengasil suku cadang komponen
otomotif di Waru
Memberikan usulan dan bahan
pertimbangan yang dapat dimanfaatkan
dalam manajemen sistem pengukuran
kinerja klaster agar proses evaluasi dan
monitoring bisa berjalan optimal.
Konsep Klaster
Industri
Konsep
Performansi
Konsep
Manajemen
Strategis
IPMS
ANP
Konsep
Pengukuran
Kinerja Klaster
Sri Gunani Partiwi (2007)
PERANCANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA
KOMPREHENSIF KLASTER AGROINDUSTRI HASIL LAUT
ANALISIS RANTAI
NILAI UNTUK
MENGETAHUI POLA
PENINGKATAN DAYA
SAING KLASTER
INDUSTRI BERBASIS
LOGAM DI JAWA
TIMUR DENGAN
PENDEKATAN SISTEM
DINAMIK
Hidayati(2009
Suartika
(2007)
PERANCANGAN DAN
IMPLEMENTASI SISTEM
PENGUKURAN
KINERJA DENGAN IPMS
DI JURUSAN TEKNIK
MESIN UNIVERSITAS
MATARAM
PERUMUSAN
STRATEGI BAGI
KLASTER KOMPONEN
OTOMOTIF UNTUK
PERANCANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA
KLASTER INDUSTRI UKM KOMPONEN OTOMOTIF
PERANCANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA
KLASTER INDUSTRI UKM KOMPONEN OTOMOTIF
A
STUDI PUSTAKA STUDI LAPANGAN
· Usaha Kecil dan Menengah · Konsep Klaster Industri · Konsep Manajemen Strategi · Konsep Manajemen Performansi · Konsep Pengukuran Kinerja
· Konsep Pengukuran Kinerja Klaster Industri · Konsep dan metode lain yang relevan
· Identifikasi sistem klaster industri suku cadang otomotif Waru
· Identifikasi stakeholder klaster · Pengumpulan data pendukung MULAI
PERUMUSAN MASALAH DAN PERUMUSAN TUJUAN
VALIDASI KEBUTUHAN STAKEHOLDER IDENTIFIKASI KEBUTUHAN STAKEHOLDER VALID IDENTIFIKASI STAKEHOLDER OBJECTIVES
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN STAKEHOLDER
YA
TIDAK
TAHAP PENGUMPULAN DATA
EKSPLORASI KRITERIA DAN SUBKRITERIA KINERJA KLASTER
EKSPLORASI INDIKATOR KINERJA KUNCI KLASTER
PEMBOBOTAN INDIKATOR KINERJA KUNCI (IKK), KRITERIA, & SUBKRITERIA
PENYUSUNAN MODEL KONSEPTUAL PENGUKURAN KINERJA
VALIDASI MODEL VALID
PENYUSUNAN MODEL PENGUKURAN KINERJA
YA
TIDAK
TAHAP PENGOLAHAN DATA
B
INTERPRETASI DATA DAN ANALISIS
KESIMPULAN DAN SARAN
SELESAI
TAHAP ANALISIS DAN KESIMPULAN
Model Klaster Industri Komponen Otomotif Waru
Industri/ usaha Pemasok bahan baku utama (Lembaran logam, plat dll) dan penolong (plastik, karet, asesories dll)
1. Industri besar (orientasi ekspor)
2. Agen pemasaran dalam dan luar negeri
Lembaga Penelitian 1. Perguruan tinggi (penelitian dan pengembangan SDM) 2. Balai penelitian logam
Asosiasi:
ASPILOW
Lembaga keuangan - Bank
- Non Bank (koperasi)
Pemerintah Daerah
- Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan dan
Eneregi Sumber Daya Mineral Sidoarjo
Pemerintah Pusat
- Departemen Koperasi dan Usaha kecil
INDUSTRI PENDUKUNG
INSTITUSI PENDUKUNG PELAKU INTI (UKM BERBASIS
LOGAM DI WARU)
Industri berbasis logam komponen
1. Pelaku Inti yaitu industri-industri yang mengolah bahan
baku menjadi bahan jadi, mulai dari hulu sampai ke hilir.
2. Pelaku Pendukung adalah anggota klaster lainnya yang
bersifat mendukung proses produksi dari pelaku inti,
industri supplier, industri pemakai dll.
3. Pemerintah
4. Institusi Pendukung selain pemerintah:
-
Lembaga Keuangan, Lembaga Pelatihan, Lembaga
Penelitian, Perguruan Tinggi, dan Asosiasi
5. Masyarakat sekitar industri
Kondisi Pelaku Inti
22%
44%
28%
6%
Perbandingan Jumlah Tenaga Kerja Pada Industri
Inti
1-10 orang
10-20 orang
20-30 orang
30-40 orang
11% 11%
28% 39%
11%
Perbandingan Lama Berdiri Perusahaan Pada
Industri Inti
Level Bisnis Klaster
Bisnis : Klaster Industri Komponen Otomotif Waru Unit BisnisPelaku Inti Pelaku Pendukung Pemerintah PendukungInstitusi & CustomerMasyarakat
Proses Bisnis
1.
Terciptanya rantai nilai dan jejaring kemitraan yang kokoh antar pelaku
klaster
2.
Kemampuan dalam pengembangan teknologi dan kemampuan berinovasi
3.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan berwirausaha
4.
Perbaikan kualitas infrastruktur yang menunjang aktivitas industri
5.
Peningkatan kemudahan akses pembiayaan usaha dan formalitas anggota
klaster
6.
Peningkatan layanan dalam pengaksesan informasi kondisi pasar
7.
Keunggulan kompetitif dan komparatif yang berkelanjutan dalam klaster
untuk meningkatkan daya saing klaster
8.
Percepatan pengembangan dan pertumbuhan industri komponen otomotif
9.
Adanya peningkatan keuntungan usaha yang berdampak peningkatan
No Requirement
Performansi Saat Ini dibandingkan
Kompetitor
STB
TB
KB
CB
B
SB
1 Terciptanya rantai nilai dan jejaring kemitraan yang kokoh antar pelaku klaster/industry
2 Kemampuan dalam pengembangan teknologi dan kemampuan berinovasi
3 Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan berwirausaha
4 Perbaikan kualitas infrastruktur yang menunjang aktivitas industri 5 Peningkatan kemudahan akses pembiayaan usaha dan formalitas
anggota klaster
6 Peningkatan layanan dalam pengaksesan informasi kondisi pasar 7 Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam klaster untuk
meningkatkan daya saing klaster/industry
8 Percepatan pengembangan dan pertumbuhan industri komponen otomotif
Mapping Stakeholder Objective Ke Dalam Value Chain
No Objectives Primary Activities
Secondary Activities
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Peningkatan kolaborasi antar UKM dari proses hulu hingga hilir
v
v
v
v
2
Peningkatan kontribusi lembaga/institusi pendukung pengembangan
klaster
v
3
Peningkatan jumlah UKM /industri yang tergabung dalam klaster dalam
region klaster
v
4
Dukungan fasilitas/sarana pengembangan teknologi dan inovasi dari
institusi yang relevan
v
v
5 Peningkatan proses alih teknologi melalui pelatihan / pendampingan
v
6
Adanya pertautan teknologi antar UKM untuk mendukung proses alih
teknologi
v
v
7 Peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal oleh UKM
v
No Kolom
Jenis Aktivitas
No Kolom
Jenis Aktivitas
1
Inbound logistics
6
Procurement
Penyusunan Indikator Kinerja Kunci
Spesifikasi IKK
Spesifikasi Indikator Kinerja Kunci
No IKK
:
Nama IKK
:
Deskripsi
:
Tujuan
:
Target
:
Formula/cara mengukur
:
Frekuensi pengukuran
:
Frekuensi review
:
Siapa yang mengukur
:
Sumber Data
:
Pemilik IKK
:
Catatan dan komentar
:
Eliminasi Indikator Kinerja Kunci
menghilangkan indikator-indikator yang
bias
Keterwakilan Indikator Kinerja Kunci Pada Pelaku Klaster
No IKK
Tujuan
Stakeholder Yang Terkait Dengan Indikator
Kinerja Kunci
Sistem
Industri Inti
Industri
Pendukung
1
mengetahui tingkat kolaborasi
pada aktivitas hilir (pengadaan
bahan baku) dan memastikan
adanya kolaborasi antar supplier
dalam pengadaan bahan baku
V
2
mengetahui tingkat kolaborasi
pada aktivitas produksi dan
memastikan adanya kolaborasi
antar UKM inti dalam proses
pembuatan produk
V
3
mengetahui tingkat kolaborasi
pada aktivitas marketing, sales
dan distribution dan memastikan
adanya kolaborasi antar UKM
dalam proses pemasaran dan
Pendeploy-an IKK pada aspek
Lebih dari 7 buah IKK per aspek ?
Membuat kriteria pada aspek yang bersangkutan
Selesai Start
Mendeploy IKK pada kriteria
Lebih dari 7 buah IKK per kriteria ?
Selesai Membuat subkriteria
pada kriteria yang bersangkutan Mendeploy IKK pada
subkriteria
YA
TIDAK
YA
Penyusunan Aspek Pengukuran Kinerja
No IKK
Tujuan
Collective Efficiency Social Capital Economic & Social Result Company's performance
Kolaborasi antar
pelaku klaster
Komitmen bersama dan
keterwakilan komponen
Penyediaan sarana dan
fasilitas pendukung
aktivitas klaster
Adanya pertumbuhan dalam individu perusahaan1
mengetahui tingkat kolaborasi
pada aktivitas hilir (pengadaan
bahan baku) dan memastikan
adanya kolaborasi antar
supplier dalam pengadaan
bahan baku
V
10
mengetahui tingkat kontribusi
Penyusunan Kriteria
No IKK
Tujuan
Social Capital
Kelengkapan komponen
klaster untuk menunjang
aktivitas klaster dalam value
chain
Efektivitas Fungsional yang
mendukung aktivitas klaster
7
memastikan adanya kontribusi
dari institusi pemerintah yang
relevan dengan keberadaan
klaster
V
8
memastikan adanya kontribusi
dari institusi penelitian yang
relevan dengan keberadaan
klaster
Penyusunan Subkriteria
No
Tujuan
Kelengkapan Komponen Klaster
Keterwakilan industri
inti
Keterwakilan industri
pendukung
Keterwakilan institusi
pendukung
7
memastikan adanya kontribusi dari institusi
pemerintah yang relevan dengan keberadaan
klaster
V
8
memastikan adanya kontribusi dari institusi
penelitian yang relevan dengan keberadaan
klaster
V
11
memastikan adanya industri inti yang
tergabung dengan jumlah yang cukup
menjaga aktivitas klaster agar tetap optimal
V
12
memastikan adanya industri pendukung
(mesin dan peralatan) yang tergabung dengan
jumlah yang cukup menjaga aktivitas klaster
agar tetap optimal
V
13
memastikan adanya industri bahan baku
komponen otomotif yang tergabung dengan
jumlah yang cukup menjaga aktivitas klaster
terutama proses produksi bisa berjalan dan
tetap optimal
Penyusunan Model Konseptual
Pengukuran Kinerja Klaster Industri Komponen Otomotif Waru
Efisiensi Kolektif Social Capital Social-economic
result Company’s Performance Efektifitas fungsional Kelengkapan komponen klaster Keterwakilan Keterwakilan Ketenagakerjaan Penyerapan tenaga kerja Kualitas SDM Sarana Pendukung
Industri Profitabilitas Klaster
Legalitas usaha & Pemodalan Marketing & Sales Teknik operasional Pertumbuhan klaster KPI 1 KPI 2 KPI 3 KPI 4 KPI 5 KPI 6 KPI 9 KPI 10 KPI 18 KPI 36 KPI 37 KPI 38 KPI 39 KPI 40 KPI 72 KPI 73 KPI 74 KPI 58 KPI 59 KPI 46 KPI 47 KPI 64 KPI 67 KPI 63 KPI 60 KPI 62 KPI 41 KPI 43 KPI 44 KPI 45 KPI 61
Perhitungan Nilai Bobot Aspek, Kriteria,
Subkriteria dan Indikator Kinerja Kunci
n
a
a
an
Keterhubungan antar IKK
Hubungan antara persentase peningkatan market share klaster per
tahun dengan persentase peningkatan total penjualan per tahun.
Hubungan antara pangsa pasar produk klaster dibandingkan dengan
total penjualan produk klaster selama satu tahun
Hubungan antara Persentase produk yang cacat produksi saat
sebelum dipasarkan (per tahun) dan Persentase produk yang kembali /
retur karena rusak dalam proses distribusi (backorder) dengan Total
penjualan produk klaster selama satu tahun (rupiah).
Aspek
Bobot
Efisiensi kolektif
18%
Social Capital
13%
Social-economic result
29%
No IKK
Indikator Kinerja Kunci
Bobot
Relatif
Bobot
Normal
Efisiensi Kolektif
18.00%
1
Jumlah pelaku yang bekerja sama dalam pengadaan bahan baku
4.50%
25.00%
2
Jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses produksi
2.88%
16.00%
3
Jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses distribusi / pemasaran
3.24%
18.00%
4
Persentase peningkatan jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses
pengadaan bahan baku
2.88%
16.00%
5
Persentase peningkatan jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses
Kriteria/Subkriteria
Bobot
Relatif
Bobot
Normal
Efektivitas Fungsional
6.890% 53.00%
Kelengkapan Komponen Klaster
6.11% 47.00%
Keterwakilan industri inti
4.09% 67.00%
Keterwakilan industri pendukung
1.41% 23.00%
Kriteria/Subkriteria
Bobot
Relatif
Bobot
Normal
Ketenagakerjaan
21.8%
75%
Penyerapan Tenaga Kerja
8.05%
37%
KRITERIA
Bobot
Relatif
Bobot
Normal
Profitabilitas Klaster
15.60% 39%
Marketing & Sales
4.00%
10%
Pertumbuhan Industri
9.60%
24%
Legalitas Usaha & Pemodalan
4.00%
10%
Scoring system
Higher is better
Lower is better
Zero-one
▪
Must be zero
▪
Must be one
Traffic Light System
Kategori Merah: skor IKK <50%.
Kategori Kuning: skor IKK 51%-75%.
Kategori Hijau: skor IKK 76%-100%.
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Klaster
Pengukuran Kinerja Klaster dengan
Penggunaan Scoring board
IKK yang diukur : 58 & 59
Perhitungan Manual
IKK 58 (indeks spesialisasi perdagangan)
Bobot relatif : 4.32 %
Bobot normal : 45 %
Target : 0.75
Penentuan target didapatkan dari wawancara dengan
stakeholder yang relevan dengan indikator, yaitu Dinas
Koperasi dan Perdagangan UKM
Capaian : 0.6
Pencapaian ISP sebesar 0.6 didapatkan dari website Kemetrian
Perdagangan dan Perindustria Indonesia
IKK Yang Tidak Ter-record Dalam Sistem
Klaster
No IKK
Indikator Kinerja Kunci
1
Jumlah pelaku yang bekerja sama dalam pengadaan bahan baku
2
Jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses produksi
3
Jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses distribusi / pemasaran
4
Persentase peningkatan jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses pengadaan bahan baku
5
Persentase peningkatan jumlah pelaku yang bekerja sama dalam proses produksi
Analisis Kondisi Klaster Industri Komponen Otomotif
Waru
Mayoritas pelaku inti merupakan industri yang berada pada layer ke-3
atau ke-4 konsumen bahan baku
Belum ada champion klaster
Adanya industri pendukung (bahan baku, mesin & peralatan,
distributor)
Masalah utama yang dihadapi oleh sebagian besar UKM berbasis
logam adalah masalah permodalan, akses pasar, pemanfaatan iptek,
dan masalah jaringan kerja sama.
Analisis Stakeholder Requirement
Peningkatan kualitas SDM
dan kemampuan dalam
berwirausaha
antar pelaku klaster
Jejaring kemitraan
Kemudahan akses
mengenai informasi kondisi
pasar
Percepatan pengembangan dan
pertumbuhan industri
komponen otomotif
Peningkatan kemudahan akses
pembiayaan usaha dan formalitas
anggota klaster
Peningkatan kemampuan
dalam pengembangan
teknologi
Adanya peningkatan keuntungan
usaha yang berdampak peningkatan
kesejahteraan masyarakat
Keunggulan kompetitif dan komparatif
yang berkelanjutan dalam klaster untuk
meningkatkan daya saing klaster
Analisis Mapping Stakeholder Objective
firm infrastructure memiliki proporsi sebesar 29%
dari total obyektif
faktor tersebut berkaitan dengan faktor dasar
pembentuk klaster, hal-hal yang berkaitan
dengan aktivitas penguatan sistem klaster.
Analisis Keterkaitan Indikator Kinerja Kunci Dengan Stakeholder
Indikator kinerja terdistribusi dengan hasil
sebagai berikut :
▪
sistem sebanyak 31 IKK,
▪
industri inti sebanyak 27 IKK,
▪
industri pendukung sebanyak 23 IKK.
peran dan fungsi institusi pendukung klaster
KRITERIA
Bobot
Relatif
Bobot
Normal
Profitabilitas Klaster
15.60% 39%
Marketing & Sales
4.00%
10%
Pertumbuhan Industri
9.60%
24%
Legalitas Usaha & Pemodalan
4.00%
10%
Penyusunan Rekomendasi Pengelolaan Sistem
Pengukuran Kinerja
PELAKU INTI SUMBER DATA PELAKU PENDUKUNG LPB MITRA BERSAMA PEMERINTAH (BPS, DINAS, dll) COLLECTOR DATAPROSES PENGUKURAN KINERJA
PENENTUAN TARGET REVISI BOBOT
LEMBAGA
Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian
Perdagangan dan Eneregi Sumber Daya Mineral
Sidoarjo
SCORING PROCESS PENENTUAN RENCANA & STRATEGI PERBAIKAN EVALUASI KINERJA EKSEKUSI RENCANA PERBAIKAN Dinas Pemerintah LPB MITRA BERSAMA PELAKU INTI PELAKU PENDUKUNG LEMBAGA
Kesimpulan
Didapatkan 9 stakeholder requirement, antara lain
jejaring kemitraan, peningkatan kualitas SDM, dll
Didapatakan 25 stakeholder objective, antara lain
peningkatan kolaborasi antar UKM dari proses
hulu hingga hilir, peningkatan jumlah
lembaga/institusi pendukung pengembangan
klaster, dll
Aspek yang digunakan dalam pengukuran kinerja adalah :
company’s performance, social – economic result, social
capital, dan efisiensi kolektif.
Aspek company’s performance merupakan aspek yang
memiliki bobot terbesar
Dari aspek yang didapat, kemudian dilakukan
pem-breakdown-an dengan penyusunan kriteria dan subkriteria
pada aspek yang memiliki lebih dari tujuh buah IKK.
Rekomendasi pengelolaan sistem pengukuran kinerja
yang dapat diberikan adalah ada kerjasama atau
Agustina,S. 2010. Analisis Pangsa Pasar Suku Cadang Otomotif Dalam Persaingan Global Dengan Pendekatan Dinamika Sistem (Studi Kasus
: Klaster Industri Logam Di Ngingas, Jawa Timur). Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri ITS
Anoraga, P. dan Sudantoko, D. 2002. Koperasi, Kewirausahaan, Dan Usaha Kecil, : 227. Rineka Cipta 2002
Badan Pusat Statistik. 2009. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia. (URL: http://www.bps.go.id/). Diakses tanggal 4 Februari 2010
Basyir, A. 2009. Perumusan Strategi bagi Klaster Indsutri Komponen Otomotif Menggunakan Pendekatan Strategic Management untuk
Meningkatkan Daya Saingnya. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri ITS.
David, F.1989. Strategic Management, Columbus:Merrill Publishing Company.
Djamhari, C. 2006. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sentra UKM Menjadi Klaster Dinamis. Infokop Nomor 29 Tahun XXII, 2006.
Hamzah, M Iham. 2009. Penetapan Pola Sistem Pengembangan Dan Pembinaan Manajemen Untuk UKM Dengan Pendekatan Model MCDM
Hybrid DEMATEL Dan ANP (Studi Kasus : UKM Di LPB Waru, Sidoarjo) Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri ITS
Hanoum, S. & Partiwi, S.G. 2009. Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur dengan Pendekatan Klaster Industri dan Manajemen Strategis
: Pilot Project Klaster Industri Kecil & Menengah Berbasis Logam di Jawa Timur. Proposal Usulan Hibah Penelitian Program Hibah
Kompetisi A3.
Hidayati, Novita. 2009. Analisis Rantai Nilai Untuk Mengetahui Pola Peningkatan Daya Saing Klaster Industri Berbasis Logam di Jawa Timur
Dengan Pendekatan Sistem Dinamik. Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri ITS.
Juwita Putri, D. 2010. Analisis Daya Saing Industri Migas di Jawa Timur dengan Pendekatan Dinamika. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri ITS.
Marsuki, I. H. 2009. Personal Communication tanggal 4 September 2009.
Partiwi, S.G. 2007. Perancangan Model Pengukuran Kinerja Komprehensif pada Sistem Klaster Agroindustri. Disertasi Institut Pertanian Bogor. Pearce, J. A, Robinson, R. B.1996. Strategic Management, Formulation, Implementation, and Control. Boston: McGraw Hill Companies, Inc.
Rencana Strategis Pembangunan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi 2004 – 2009. 2004. Departemen Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Republik Indonesia.
Ridwan. 2007. Nilai Penjualan Suku Cadang di Jawa Barat Terbesar. (URL: http://disperindag-jabar.go.id//?pilih=lihat&id=2703). Diakses tanggal 7 Februari 2010.
Roeland, T, den Hertag, P.1999. Klaster Analysis and Klaster-Based Policy making in OECD Countries: An Introduction to the theme. In Boosting Innovation: The Klaster Approach. Paris: OECD.
Saaty, T. L. (2001). Decision making with dependence and feedback the analytic network process (2nded.). RWS Publication. Pittsburgh, USA
Suartika, I Made et al. 2008. Perancangan Dan Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Integrated Performance Measurement
Systems (Studi Kasus: Jurusan Teknik Mesin Universitas Mataram). Tesis Magister Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Suwigjo, Patdono (2009). Manajemen Performansi. Surabaya : Teknik Industri ITS.
Suwignjo, Patdono., 2000, “Sistem Pengukuran Kinerja: Sejarah Perkembangan dan Agenda Penelitian ke Depan”, Proceeding Seminar Nasional
Performance Management, Bagian C, Hotel Wisata, Jakarta.