ANALISA KEKERINGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI UPPER
BRANTAS DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KALI METRO
DENGAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX
(SPI) DAN DESIL
TUGAS AKHIR
Diajukan Oleh :
SUDHIAN ARYADIPURA
0853010005
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
2012
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
TUGAS AKHIR
ANALISA KEK ERINGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
UPPER
BRANTAS DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KALI METRO
DENGAN METODE
STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX
(SPI) DAN DESIL
Telah diper tahankan dihadapan dan diter ima oleh Tim Penguji Tugas Akhir Pr ogram Studi Teknik Sipil FTSP UPN ’’Veteran’’ J awa Timur
pada tanggal, 25 Mei 2012
Mengetahui
Dekan Fakultas Teknik Sipil Dan Per enca naan Univer sitas Pembangunan Nasional ’’Veter an’’ J awa Timur
Ir . NANIEK RATNI J AR., M.Kes. NIP. 19590729 198603 2 00 1
Tim Penguji :
1. Penguji I
Ir . SUMADIMAN, MT.
Pembimbing Pendamping
NOVIE HANDAJ ANI, ST., MT. NPT. 3 6711 95 0037 1
Dosen Pembimbing : Pembimbing Utama
Dr .Ir . MINARNI NUR TRILITA, MT. NIP. 19690208 199403 2 00 1
2. Penguji II
IWAN WAHJ UDIJ ANTO, ST., MT. NPT. 3 7102 99 0168 1
3. Penguji III
Ir . ABDULLAH HIDAYAT SA, MT
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
i
ANALISA KEKERINGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI UPPER
BRANTAS DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KALI METRO
DENGAN METODE
STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI)
DAN
DESIL
Oleh :
SUDHIAN ARYADIPURA NPM : 0853010005
ABSTRAK
Kekeringan merupakan bencana alam yang kejadiannya sangat lambat dan tidak disadari mengakibatkan kekeringan sulit di ukur. Daerah Aliran Sungai Upper Brantas dan K. Metro merupakan hulu dari sungai Brantas sehingga daerah aliran sungai ini mempengaruhi daerah jawa timur yang dilewati oleh sungai Brantas terutama daerah yang kemarau. Ini akan terlihat jelas dampak yang terjadi bila tidak di antisipasi sejak dini.
Standardized Precipitation Index (SPI) dan Desil merupakan indeks kekeringan yang dapat dijadikan pengukur tingkat keparahan kekeringan. Hasil indeks kekeringan dapat dipetakan dalam bentuk garis isohyets yang dibuat dengan program surfer.
Tingkat kekeringan dapat digambarkan oleh Metode Standarized Precipitation Index
(SPI) dan Desil mengindikasikan SPI mampu mendeteksi tingkat kekeringan lebih
baik dari metode Desil. Pada DAS Upper Brantas indeks kekeringan SPI 3 bulanan
didapatkan tahun 2006 dan tahun 2007 yang mempunyai kekeringan yang amat sangat kering, kekeringan SPI 6 bulanan didapatkan tahun 2006 dan tahun 2007 yang mempunyai kekeringan yang amat sangat kering, sedangkan SPI 12 bulanan tidak terindikasikan adanya kekeringan yang amat sangat kering. Pada DAS K. Metro kekeringan SPI 3 bulanan didapatkan tahun 1994, 1997, dan 2007 yang mempunyai kekeringan terparah, kekeringan SPI 6 bulanan didapatkan tahun 1997 dan 2007 yang mengalami kekeringan yang amat sangat kering. sedangkan SPI 12 bulanan tidak terindikasikan adanya kekeringan yang amat sangat kering.
Dari garis isohyet pada DAS Upper Brantas SPI 6 bulanan pada tahun 2006
kekeringan amat sangat kering terjadi pada bulan November-Desember. DAS K. Metro SPI 6 bulanan pada tahun 1997 amat sangat kering terjadi pada bulan Mei, Juni, dan Agustus.
Kata Kunci : Kekeringan, Indeks kekeringan, Program Surfer.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ii
Dengan segenap puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah S.W.T yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas
Akhir ini dengan judul “Analisa Kekeringan Daerah Aliran Sungai
Upper
Brantas dan
K. Metro dengan Metode
Standardized Precipitation Index
dan
Desil
“.
Dengan tersusunnya Tugas Akhir ini tidak lupa mengucapkan terima kasih
sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, dorongan,
semangat, arahan serta berbagai macam bantuan baik berupa moral maupun spritual,
terutama kepada :
1.
Ir. Naniek Ratni JAR., M.Kes., selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan
Perencanaan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2.
Bapak Ibnu sholichin, MT., selaku Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
3.
Ima Sholikhati, ST. yang telah memberikan bimbingannya. Terima kasih atas
waktunya.
4.
Dr. Ir. Minarni Nur Trilita, MT., yang telah sangat membantu dalam menyelesaikan
Tugas Akhir ini.
5.
Novie Handajani, ST., MT., yang telah sangat membantu dalam menyelesaikan
Tugas Akhir ini.
6.
(Alm) Febru Djoko BE., ST., yang selalu menjadi motivator penulis dalam
menyelesaikan Tugas Akhir ini.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
iii
7.
Ir. Wahyu Kartini MT., selaku Pembimbing Akademik.
8.
Segenap dosen dan staff Program Studi Teknik Sipil UPN “Veteran” Jawa Timur.
9.
Papa, Mama, Noval, dan Nenek yang telah banyak memberikan dukungan lahir dan
batin, material, spritual, dan moral sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas
Akhir ini dengan baik.
10.
Segenap keluarga besar Teknik Sipil UPN “Veteran” Jatim dan teman-teman
Teknik Sipil khususnya angkatan 2008 terima kasih atas dorongan dan semangatnya
yang bermanfaat sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Terutama Erwin,
Peri, Hendra, Popo, Eko, Dian Eka, dan joko
11.
Sekar Padan Arum dan mas Resa yang telah meminjamkan printer, makasih banyak.
Semoga jadi pasangan yang abadi.
12.
Siska Dwi Arti yang sangat membantu memberikan dukungan dan doanya.
Surabaya, 25 mei 2012
penulis
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
iv
ABSTRAK... . i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... x
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Maksud dan Tujuan ... 2
1.4 Batasan Masalah ... 3
1.5 Lokasi Studi ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Analisa Curah Hujan Rata-rata ... 5
2.1.1. Cara Arithmetik Mean ... 5
2.1.2. Cara ThiessenPoligon ... 5
2.1.3. Cara Peta Isohyet ... 7
2.2. Analisa Curah Hujan Rencana ... 7
2.2.1. Metode Log Pearson Type III ... 8
2.2.2. Metode Gumbel ... 11
2.3. Uji Kesesuaian Distribusi Frekuensi ... 12
2.3.1. Uji Chi-Kuadrat (X2 Test) ... 12
2.3.1. Uji Smirnov Komogorov ... 14
2.4. Analisa Kekeringan ... 16
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
v
2.4.1. Metode Standardized Precipitation indeks (SPI) ... 16
2.4.2. Metode Desil atau Precent Rank ... 19
2.5. Peta Isohyet Surfer ... 22
2.5.1. Lembar Kerja Surfer ... 22
2.5.1.1. Suface Plot ... 22
2.5.1.2. Worksheet ... 23
2.5.1.3. Editor ... 23
2.5.2. Gs Scripter ... 23
2.5.3. Simbolisasi Peta ... 24
2.5.4 . Editing Peta Kontur ... 24
2.5.5. Overlay Peta Kontur ... 24
2.5.6. Penggunaan Peta Dasar ... 24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi Studi ... 25
3.2. Langkah – langkah Pengerjaan ... 26
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA 4.1. Curah Hujan Rata-rata Daerah ... 29
4.2. Perhitungan Curah Hujan Rencana ... 36
4.2.1. Analisa distribusi ... 36
4.2.2. Perhitungan Distribusi Log Pearson Type III ... 39
4.2.3. Uji Kesesuaian Distribusi... 43
4.3. Analisa Kekeringan ... 50
4.3.1. Standardized Precipitation Index (SPI) ... 51
4.3.1.1. Analisa Data Hujan 3, 6, dan 12 Bulan ... 51 4.3.1.2. Transfer Data Hujan ke Probabilitas
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
vi
4.3.1.3. Menghitung H(i,k) ... 109
4.3.1.4. Menghitung SPI 3, 6, dan 12 ... 133
4.3.1.5. Grafik SPI 3, 6, dan12 ... 157
4.3.2. Desil ... 184
4.4. Pembuatan Peta Isohyet menggunakan Surfer ... 188
4.4.1. Hasil Ploting Nilai Tingkat Kekeringan ke Peta dengan Program Surfer DAS Upper Brantas dan DAS K. Metro ... 189
4.4.1.1. Standarized Precipitation Index (SPI) ... 189
4.4.1.2. Desil ... 204
BAB IV KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Layout Daerah Aliran Sungai Upper Brantas dan Daerah Aliran
Sungai Kali Metro ... 4
Gambar 3.1 Diagram Alur pelaksanaan penelitian ... 28
Gambar 4.1 Poligon Thiessen D.A.S. Upper Brantas ... 30
Gambar 4.2 Poligon Thiessen D.A.S. Kali Metro ... 31
Gambar 4.3 Grafik SPI 3 bulanan Pos Tinjumoyo Das Upper Brantas ... 158
Gambar 4.4 Grafik SPI 6 bulanan Pos Tinjumoyo Das Upper Brantas ... 159
Gambar 4.5 Grafik SPI 12 bulanan Pos Tinjumoyo Das Upper Brantas ... 160
Gambar 4.6 Grafik SPI 3 bulanan Pos Ngunjung Das Upper Brantas ... 161
Gambar 4.7 Grafik SPI 6 bulanan Pos Ngunjung Das Upper Brantas ... 162
Gambar 4.8 Grafik SPI 12 bulanan Pos Ngunjung Das Upper Brantas ... 163
Gambar 4.9 Grafik SPI 3 bulanan Pos Ngaglik Das Upper Brantas ... 164
Gambar 4.10 Grafik SPI 6 bulanan Pos Ngaglik Das Upper Brantas ... 165
Gambar 4.11 Grafik SPI 12 bulanan Pos Ngaglik Das Upper Brantas ... 166
Gambar 4.12 Grafik SPI 3 bulanan Pos Temas Das Upper Brantas ... 167
Gambar 4.13 Grafik SPI 6 bulanan Pos Temas Das Upper Brantas ... 168
Gambar 4.14 Grafik SPI 12 bulanan Pos Temas Das Upper Brantas ... 169
Gambar 4.15 Grafik SPI 3 bulanan Pos Tlekung Das Upper Brantas ... 170
Gambar 4.16 Grafik SPI 6 bulanan Pos Tlekung Das Upper Brantas ... 171
Gambar 4.17 Grafik SPI 12 bulanan Pos Tlekung Das Upper Brantas ... 172
Gambar 4.18 Grafik SPI 3 bulanan Pos Ngajum Das Kali Metro ... 173
Gambar 4.19 Grafik SPI 6 bulanan Pos Ngajum Das Kali Metro ... 174
Gambar 4.20 Grafik SPI 12 bulanan Pos Ngajum Das Kali Metro ... 175
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
viii
Gambar 4.22 Grafik SPI 6 bulanan Pos Dau Das Kali Metro ... 177
Gambar 4.23 Grafik SPI 12 bulanan Pos Dau Das Kali Metro ... 178
Gambar 4.24 Periode musim 3 bulan metode Desil DAS Upper Brantas... 186
Gambar 4.25 Periode musim 6 bulan metode Desil DAS Upper Brantas... 186
Gambar 4.26 Periode musim 3 bulan metode Desil DAS Kali Metro ... 187
Gambar 4.27 Periode musim 6 bulan metode Desil DAS Kali Metro ... 187
Gambar 4.28 DAS Upper Brantas ... 190
Gambar 4.29 Garis isohyet januari dan februari DAS Upper Brantas ... 191
Gambar 4.30 Garis Isohyet Maret dan April DAS Upper Brantas ... 192
Gambar 4.31 Garis Isohyet Mei dan Juni DAS Upper Brantas ... 193
Gambar 4.32 Garis Isohyet Juli dan agustus DAS Upper Brantas ... 194
Gambar 4.33 Garis Isohyet September dan Oktober DAS Upper Brantas ... 195
Gambar 4.34 Garis Isohyet November dan Desember DAS Upper Brantas ... 196
Gambar 4.35 DAS K. Metro ... 197
Gambar 4.36 Garis Isohyet Januari dan Februari DAS K. Metro ... 198
Gambar 4.37 Garis Isohyet Maret dan Apri DAS K. Metro ... 199
Gambar 4.38 Garis Isohyet Mei dan Juni DAS K. Metro ... 200
Gambar 4.39 Garis Isohyet Juli dan Agustus DAS K. Metro ... 201
Gambar 4.40 Garis Isohyet September dan Oktober DAS K. Metro ... 202
Gambar 4.41 Garis Isohyet November dan Desember DAS K. Metro ... 203
Gambar 4.42 Garis Isohyet DJF dan MAM DAS Upper Brantas ... 205
Gambar 4.43 Garis Isohyet JJA dan SON DAS Upper Brantas ... 205
Gambar 4.44 Garis Isohyet SONDJF dan MAMJJA DAS Upper Brantas ... 206
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ix
Gambar 4.45 Garis Isohyet Tahunan DAS Upper Brantas ... 207
Gambar 4.46 Peta Garis Isohyet DJF dan MAM DAS K. Metro ... 208
Gambar 4.47 Peta Garis Isohyet JJA dan SON DAS K. Metro ... 209
Gambar 4.48 Peta Garis Isohyet SONDJF dan MAMJJA DAS K. Metro ... 210
Gambar 4.49 Peta Garis Isohyet Tahunan DAS K. Metro ... 211
Gambar 4.50 Grafik Data Curah Hujan Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 214
Gambar 4.51 Grafik Data SPI 6 bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 218
Gambar 4.52 Grafik Data SPI 3 bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 219
Gambar 4.53 Grafik Data SPI 12 bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 220
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
x
Tabel 2.1. Persyaratan Pemilihan Distribusi Frekuensi ... 8
Tabel 2.2. Nilai K Distribusi Log Pearson type III ... 9
Tabel 2.3. Nilai Kritis untuk Distribusi Chi-kuadrat (Uji satu sisi) ... 14
Tabel 2.4. Nilai Kritis ∆0 untuk Uji Smirnov-Kolmogorov ... 16
Tabel 2.5. Klasifikasi SPI mengikuti skala ... 17
Tabel 2.6. Makna Peringkat Desil ... 21
Tabel 4.1. Luas Pengaruh Poligon Thiessen DAS Upper Brantas ... 31
Tabel 4.2. Luas Pengaruh Poligon Thiessen DAS K. Metro ... 32
Tabel 4.3. Curah Hujan Rata-rata DAS Upper Brantas ... 34
Tabel 4.4. Curah Hujan Rata-rata DAS K. Metro ... 35
Tabel 4.5. Perhitungan Penentuan Distribusi Upper Brantas ... 36
Tabel 4.6. Perhitungan Penentuan Distribusi DAS K. Metro ... 38
Tabel 4.7. Perhitungan Distribusi Log Pearson Type III DAS Upper Brantas ... 40
Tabel 4.8. Perhitungan Curah Hujan DAS Upper Brantas untuk beberapa periode ... 41
Tabel 4.9. Perhitungan Distribusi Log Pearson Type III DAS K.Metro ... 42
Tabel 4.10. Perhitungan Curah Hujan DAS Kali Metro untuk beberapa periode ... ... 43
Tabel 4.11. Perhitungan Dmax pada Uji Smirnov-Kolmogorov DAS Upper Brantas ... 44
Tabel 4.12. Perhitungan Dmax pada Uji Smirnov-Kolmogorov DAS Kali Brantas ... 46
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xi
Tabel 4.13. Uji Chi khuadrat DAS Upper Brantas ... 47
Tabel 4.14. Batas kelas Uji Chi khuadrat DAS Upper Brantas ... 48
Tabel 4.15. Uji Chi khuadrat DAS Kali Metro ... 49
Tabel 4.16. Batas kelas Uji Chi khuadrat DAS Kali Metro... 50
Tabel 4.17. Data hujan Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 52
Tabel 4.18. Data hujan Pos Ngunjung DAS Upper Brantas ... 53
Tabel 4.19. Data hujan Pos Ngaglik DAS Upper Brantas... 54
Tabel 4.20. Data hujan Pos Temas DAS Upper Brantas ... 55
Tabel 4.21. Data hujan Pos Tlekung DAS Upper Brantas dan DAS K. Metro ... 56
Tabel 4.22. Data hujan Pos Ngajum DAS Kali Metro ... 57
Tabel 4.23. Data hujan Pos Dau DAS Kali Metro ... 58
Tabel 4.24. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 59
Tabel 4.25. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Ngunjung DAS Upper Brantas ... 61
Tabel 4.26. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Ngaglik DAS Upper Brantas ... 62
Tabel 4.27. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Temas DAS Upper Brantas ... 63
Tabel 4.28. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Tlekung DAS Upper Brantas ... 64
Tabel 4.29. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Ngajum DASKali Metro ... 65
Tabel 4.30. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Dau DASKali
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xii
Tabel 4.31. Analisa data hujan 3 bulanan Pos Tlekung DASKali
Metro ... 67
Tabel 4.32. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper
Brantas ... 68
Tabel 4.33. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Ngunjung DAS Upper
Brantas ... 70
Tabel 4.34. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Ngaglik DAS Upper
Brantas ... 71
Tabel 4.35. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Temas DAS Upper
Brantas ... 72
Tabel 4.36. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Tlekung DAS Upper
Brantas ... 73
Tabel 4.37. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Ngajum DASKali
Metro ... 74
Tabel 4.38. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Dau DASKali
Metro ... 75
Tabel 4.39. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Tlekung DASKali
Metro ... 76
Tabel 4.40. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper
Brantas ... 77
Tabel 4.41. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Ngunjung DAS Upper
Brantas ... 79
Tabel 4.42. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Ngaglik DAS Upper
Brantas ... 80
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xiii
Tabel 4.43. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Temas DAS Upper
Brantas ... 81
Tabel 4.44. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Tlekung DAS Upper
Brantas ... 82
Tabel 4.45. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Ngajum DASKali
Metro ... 83
Tabel 4.46. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Dau DASKali
Metro ... 84
Tabel 4.47. Analisa data hujan 12 bulanan Pos Tlekung DASKali
Metro ... 85 Tabel 4.48. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 86 Tabel 4.49. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngunjung DAS Upper Brantas ... 87 Tabel 4.50. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngaglik DAS Upper Brantas ... 88 Tabel 4.51. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Temas DAS Upper Brantas ... 89 Tabel 4.52. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tlekung DAS Upper Brantas ... 90 Tabel 4.53. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 91 Tabel 4.54. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngunjung DAS Upper Brantas ... 92 Tabel 4.55. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xiv
Tabel 4.56. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Temas DAS Upper Brantas ... 94 Tabel 4.57. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tlekung DAS Upper Brantas ... 95 Tabel 4.58. Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 96 Tabel 4.59. Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngunjung DAS Upper Brantas ... 97 Tabel 4.60. Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngaglik DAS Upper Brantas ... 98 Tabel 4.61. Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Temas DAS Upper Brantas ... 99 Tabel 4.62. Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tlekung DAS Upper Brantas ... 100 Tabel 4.63. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngajum DAS Kali Metro ... 101 Tabel 4.64. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Dau DAS Kali Metro ... 102 Tabel 4.65. Transfer data hujan 3 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tlekung DAS Kali Metro ... 103 Tabel 4.66. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngajum DAS Kali Metro ... 104 Tabel 4.67. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Dau DAS Kali Metro ... 105
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xv
Tabel 4.68. Transfer data hujan 6 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Tlekung DAS Kali Metro ... 106 Tabel 4.69. Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Ngajum DAS Kali Metro ... 107 Tabel 4.70. Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Dau DAS Kali Metro ... 108 Tabel 4.71.Transfer data hujan 12 bulanan ke Probabilitas Gamma Pos
Dau DAS Kali Metro ... 109 Tabel 4.72. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Tinjumoyo DAS
Upper Brantas ... 110 Tabel 4.73. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Ngunjung DAS
Upper Brantas ... 111 Tabel 4.74. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Ngaglik DAS
Upper Brantas ... 112 Tabel 4.75. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Temas DAS
Upper Brantas ... 113 Tabel 4.76. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Tlekung DAS
Upper Brantas ... 114 Tabel 4.77. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Tinjumoyo DAS
Upper Brantas ... 115 Tabel 4.78. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Ngunjung DAS
Upper Brantas ... 116 Tabel 4.79. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Ngaglik DAS
Upper Brantas ... 117 Tabel 4.80. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Temas DAS
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xvi
Tabel 4.81. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Tlekung DAS
Upper Brantas ... 119 Tabel 4.82. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Tinjumoyo DAS
Upper Brantas ... 120 Tabel 4.83. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Ngunjung DAS
Upper Brantas ... 121 Tabel 4.84. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Ngaglik DAS
Upper Brantas ... 122 Tabel 4.85. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Temas DAS
Upper Brantas ... 123 Tabel 4.86. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Tlekung DAS
Upper Brantas ... 124 Tabel 4.87. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Ngajum DAS
Kali Metro ... 125 Tabel 4.88. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Dau DAS
Kali Metro ... 126 Tabel 4.89. Perhitungan Hx(i,k) data 3 bulanan Pos Tlekung DAS
Kali Metro ... 127 Tabel 4.90. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Ngajum DAS
Kali Metro ... 128 Tabel 4.91. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Dau DAS
Kali Metro ... 129 Tabel 4.92. Perhitungan Hx(i,k) data 6 bulanan Pos Tlekung DAS
Kali Metro ... 130
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xvii
Tabel 4.93. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Ngajum DAS
Kali Metro ... 131
Tabel 4.94. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Dau DAS Kali Metro ... 132
Tabel 4.95. Perhitungan Hx(i,k) data 12 bulanan Pos Tlekung DAS Kali Metro ... 133
Tabel 4.96. Perhitungan SPI-3 Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 134
Tabel 4.97. Perhitungan SPI-3 Pos Ngunjung DAS Upper Brantas ... 135
Tabel 4.98. Perhitungan SPI-3 Pos Ngaglik DAS Upper Brantas ... 136
Tabel 4.99. Perhitungan SPI-3 Pos Temas DAS Upper Brantas ... 137
Tabel 4.100. Perhitungan SPI-3 Pos Tlekung DAS Upper Brantas ... 138
Tabel 4.101. Perhitungan SPI-6 Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 139
Tabel 4.102. Perhitungan SPI-6 Pos Ngunjung DAS Upper Brantas ... 140
Tabel 4.103. Perhitungan SPI-6 Pos Ngaglik DAS Upper Brantas ... 141
Tabel 4.104. Perhitungan SPI-6 Pos Temas DAS Upper Brantas ... 142
Tabel 4.105. Perhitungan SPI-6 Pos Tlekung DAS Upper Brantas ... 143
Tabel 4.106. Perhitungan SPI-12 Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas... 144
Tabel 4.107. Perhitungan SPI-12 Pos Ngunjung DAS Upper Brantas ... 145
Tabel 4.108. Perhitungan SPI-12 Pos Ngaglik DAS Upper Brantas ... 146
Tabel 4.109. Perhitungan SPI-12 Pos Temas DAS Upper Brantas ... 147
Tabel 4.110. Perhitungan SPI-12 Pos Tlekung DAS Upper Brantas ... 148
Tabel 4.111. Perhitungan SPI-3 Pos Ngajum DAS Kali Metro ... 149
Tabel 4.112. Perhitungan SPI-3 Pos Dau DAS Kali Metro ... 150
Tabel 4.113. Perhitungan SPI-3 Pos Tlekung DAS Kali Metro ... 151
Tabel 4.114. Perhitungan SPI-6 Pos Ngajum DAS Kali Metro ... 152
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xviii
Tabel 4.116. Perhitungan SPI-6 Pos Tlekung DAS Kali Metro ... 154
Tabel 4.117. Perhitungan SPI-12 Pos Ngajum DAS Kali Metro ... 155
Tabel 4.118. Perhitungan SPI-12 Pos Dau DAS Kali Metro ... 156
Tabel 4.119. Perhitungan SPI-12 Pos Tlekung DAS Kali Metro ... 157
Tabel 4.120. Tingkat kekeringan dari nilai SPI-3 DAS Upper Brantas ... 179
Tabel 4.121. Tingkat kekeringan dari nilai SPI-6 DAS Upper Brantas ... 180
Tabel 4.122. Tingkat kekeringan dari nilai SPI-12 DAS Upper Brantas ... 181
Tabel 4.123. Tingkat kekeringan dari nilai SPI-3 DAS Kali Metro ... 182
Tabel 4.124 Tingkat kekeringan dari nilai SPI-6 DAS Kali Metro ... 183
Tabel 4.125 Tingkat kekeringan dari nilai SPI-12 DAS Kali Metro ... 184
Tabel 4.126. Nilai SPI-6 masing-masing pos pada Tahun 2006 DAS Upper Brantas ... 189
Tabel 4.127. Nilai SPI-6 masing-masing pos pada Tahun 1997 DAS Kali Metro ... 197
Tabel 4.128. Nilai Desil 3 bulanan masing-masing pos DAS Upper Brantas .. ... 204
Tabel 4.129. Nilai Desil 6 bulanan masing-masing pos DAS Upper Brantas .. ... 206
Tabel 4.130. Nilai Desil 12 bulanan (1 tahun) masing-masing pos DAS Upper Brantas .. ... 207
Tabel 4.131. Nilai Desil 3 bulanan masing-masing pos DAS K.Metro ... 208
Tabel 4.132. Nilai Desil 6 bulanan masing-masing pos DAS K. Metro ... 209
Tabel 4.133. Nilai Desil 12 bulanan (1 tahun) masing-masing pos DAS K. Metro .. ... 210
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
xix
Tabel 4.134. Perhitungan Koefisien korelasi serial lag-satu r1 Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas bulan Januari 1994-2011 ... 212 Tabel 4.135. Perhitungan Metode Markov lag-satu, Distribusi Normal Bulan
Januari Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 213 Tabel 4.136. Rata-rata hasil Kalkulasi dan Observasi ... 214
Tabel 4.137. Generate Data hujan Bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper
Brantas ... 215
Tabel 4.138. Analisa data hujan 6 bulanan Pos Tinjumoyo DAS Upper
Brantas ... 216
Tabel 4.139. Transfer Generate data hujan 6 bulanan ke Probabilitas gamma
Pos Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 217
Tabel 4.140. Perhitungan Hx(i,k) Generate data hujan 6 bulanan Pos
Tinjumoyo DAS Upper Brantas ... 217
Tabel 4.141. Perhitungan Generate data SPI-6 Pos Tinjumoyo DAS Upper
Brantas ... 218
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kekeringan merupakan bencana alam yang berbeda dengan bencana alam yang lain seperti banjir, gempa, tanah longsor, dan lain-lainnya. Ini terjadi karena perilaku yang berbeda dan belum ada definisi yang berlaku umum. Salah satu yang melatar belakangi hal ini adalah pengaruh kekeringan pada umumnya terakumulasi secara perlahan-lahan dalam suatu periode waktu yang cukup lama dan berkepanjangan sampai tahunan, sehingga awal dan akhir kekeringan sukar ditentukan.
Bencana alam termasuk kekeringan tidak akan bisa dihentikan namun sebagai manusia patut berusaha untuk meminimalkan dampak yang akan terjadi pada semua aspek. Kekeringan sangat berbeda dengan bencana banjir karena aliran banjir dapat terlihat dan terukur baik puncak banjirnya maupun volume banjirnya. Berbeda dengan kekeringan, karena kejadiannya sangat lambat dan tidak disadari mengakibatkan kekeringan sulit diukur. Salah satu parameter yang dapat dijadikan pengukur tingkat keparahan kekeringan adalah indeks kekeringan. Disini mutlak membutuhkan sistem antisipasi dan sistem respon terhadap bencana alam termasuk kekeringan. Dalam mengurangi dampak yang terjadi perlu dilakukan tindakan kesiagaan, mitigasi dan monitoring serta peringatan dini. Upaya tersebut akan mengurangi kebutuhan akan intervensi pemerintah di masa mendatang.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
2
Tugas utama monitoring adalah mengumpulkan, mengolah, dan
mendesiminasi data serta mendirikan dan memelihara jaringan alat pengukurnya. Data yang perlu dikumpulkan mencakup data iklim seperti hujan, serta data hidrologi yang memncerminkan status pasok air seperti di sungai, waduk, air tanah dan kelembaban tanah. Alat untuk mendeteksi awal dan akhir kekeringan sering kurang
memadai. Indeks kekeringan seperti Standardized Precipitation indeks (SPI) dan
Desil telah terbukti sebagai alat penting yang baru diketemukan dan telah diterima oleh masyarakat luas di berbagai Negara.
Daerah aliran sungai (DAS) Upper Brantas dan DAS Kali Metro merupakan
daerah hulu dari sungai brantas maka penting untuk menganalisa karena bila mengalami kekeringan akan mempengaruhi daerah yang dilewati oleh sungai Brantas. Dampak yang terlihat adalah daerah yang termasuk semi kering. Ini dapat mempengaruhi masyarakat jawa timur pada umumnya.
1.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang dapat dirumusan adalah sebagai berikut :
1. Lebih Handal mana antara metode SPI dan Desil dalam menganlisa
kekeringan.
2. Tahun berapa DAS Upper Brantas dan DAS K.Metro yang mengalami
Tingkat Kekeringan yang amat sangat kering.
3. Dari kedua DAS antara Upper Brantas dan DAS K.Metro yang mengalami
Tingkat kekeringan yang amat sangat kering lebih banyak.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud tujuan dari studi ini adalah :
1. Memberikan gambaran akan cara pengukuran tingkat kekeringan dengan
metode indeks kekeringan.
2. Mengetahui indeks kekeringan pada DAS Upper Brantas dan DAS K.Metro
dengan mengunakan metode SPI dan Desil.
3. Dapat mengetahui DAS mana yang mengalami Tingkat kekeringan yang
amat sangat kering lebih banyak.
1.4. BATASAN MASALAH
Masalah-masalah yang akan dibahas pada proposal ini adalah :
1. Analisis indeks kekeringan dengan metode Standardized Precipiation Index
(SPI) dan Desil, kemudian dipetakan kedalam program surfer.
2. Data hujan yang digunakan berupa data hujan 1994-2011.
3. Menggunakan data hujan dari Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal
Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.
4. Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dibahas adalah DAS Upper Brantas dan
DAS K.Metro.
5. Dalam pembuatan garis Isohyet pada Metode SPI hanya DAS yang Tahunnya
mengalami Badai El-Nino yang skala waktunya 6 bulanan. sedangkan Metode Desil akan dipetakan semua.
y
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4
1.5.Lokasi Studi
Lokasi dari penilitian ini adalah Das Upper Brantas dan DAS K.Metro yang
wilayahnya berada di kabupaten kota Batu dan kota malang.
Gambar 1.1 Layout Das Upper Brantas dan Das K.Metro di dalam DAS S.
Brantas
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
5
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1.Analisa Cur ah Hujan Rata-r ata
diperlukan analisis data dari curah hujan harian maksimum. Beberapa cara yang dapat dipakai untuk menentukan curah hujan rata- rata adalah sebagai berikut :
2.1.1. Car a Ar ithmetik Mean
Pada cara arithmetik dianggap bahwa data curah hujan dari suatu tempat
pengamatan dapat dipakai untuk daerah pengaliran di sekitar tempat itu dengan
merata-rata langsung stasiun penakar hujan yang digunakan. Cara arithmetik dipakai
pada daerah yang datar dan banyak stasiun penakar hujannya, dimana daerah
hujannya unifrom (seragam). Sumber : Hidrologi Sri Harto BR (1993)
) 1 . 2 ...( ... ... ... ... ... ... ... )... ...
( 1
2
1 R Rn
R n
R = + + +
dengan :
R = Curah hujan daerah rata-rata (mm)
R1, R2, ..., Rn = Curah hujan ditiap titik pos Curah hujan
n = Jumlah pos curah hujan
2.1.2. Car a ThiessenPoligon
Pada cara Thiessen dianggap bahwa data curah hujan dari suatu tempat
pengamatan dapat dipakai untuk daerah pengaliran di sekitar tempat itu. Cara ini digunakan apabila titik-titik pengamayan didalam daerah tersebut tidak menyebar merata, maka dilakukan dengan memperhitungkan daerah pengaruh pada tiap titik
6
pengamatan dengan curah hujan rata-rata daerah pengaliran di dataran yang
kondisinya tidak sama. Cara perhitungan dengan membuat poligon yang memotong
tegak lurus pada tengah-tengah garis penghubung dua stasiun hujan. Dengan
demikian tiap stasiun penakar Rn akan terletak pada suatu wilayah poligon tertutup
An. Perbandingan luas poligon untuk setiap stasiun yang besarnya An /A. Thiessen
memberi rumusan sebagai berikut:
) 2 . 2 ...( ... ... ... ... ... ... ... ... 2 1 2 2 1 1 n n n A A A R A R A R A R + + + + + + = ) 3 . 2 ...( ... ... ... ... ... ... ... 2 2 1 1 A R A R A R A
R = + + + n n
) 4 . 2 ...( ... ... ... ... ... ... R W ... R W R W
R= 1 1+ 2 2+ + n n
dengan :
R = Curah hujan daerah rata-rata (mm)
R1, R2, ..., Rn = Curah hujan ditiap titik pos Curah hujan
A1, A2, ..., An = Luas daerah Thiessen yang mewakili titik pos curah
hujan
A = Luas total daerah Thiessen, A = A1 + A2 + ... + An
n = Jumlah pos curah hujan
A A A A A A W W
W , ,... n 1 , 2 ,... n
2
1 =
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
2.1.3. Car a Peta Isohyet
Cara isohyet menggunakan peta dengan garis-garis yang menghubungkan
tempat-tempat dengan curah hujan yang sama, dimana sebaga garis-garis yang membagi daerah aliran sungai menjadi daerah-daerah yang luasnya dipakai sebagai faktor koreksi dalam perhitungannya. Besar curah hujan rata-rata bagi daerah seluruhnya didapat dengan mengalikan curah hujan rata-rata diantara kontur-kontur dengan luas daerah antara kedua kontur, dijumlahkan dan kemudian dibagi luas seluruh daerah. Curah hujan rata-rata di antara kontur biasanya diambil setengah harga dari kontur. Persamaan yang dipakai :
) 5 . 2 ...( ... . 2 ... 2 2 1 3 2 2 2 1 1 total n n n A R R A R R A R R A R + + + + + + = +
dengan :
R = Curah hujan daerah rata-rata (mm)
R1, R2, ..., Rn = Curah hujan ditiap titik pos Curah hujan A1, A2, ..., An = Luas daerah Thiessen yang mewakili titik pos
curah hujan
Atotal = Luas total daerah Thiessen, A = A1 + A2 + ... +
An
2.2. Analisa Cur ah Hujan Rencana
Curah hujan daerah yang telah dihitung dengan metode Thiessen selanjutnya
akan dihitung curah hujan harian maksimum rencana dengan menggunakan metode
statistik probabilitas dengan beberapa metode yaitu metode distribusi Gumbel, Log
Pearsontype III, dan Normal. Persyaratan pemakaian distribusi tersebut didasarkan
8
pada nilai Koefisien Skewness dan Koefisien Kurtosis, seperti persyaratan yang
tercantum pada Tabel 2.1. sumber : Hidrologi Sri Harto BR (1993)
Tabel 2.1. persyaratan Pemilihan Distribusi Frekuensi
Distr ibusi Fr ekwensi
Par ameter Data Statistik Koefisien Skewness
(Cs)
Koefisien Kur tosis (Ck)
Gumbel 1.14 5.4
Distr ibusi Nor mal -0.015 ≤ Cs ≤ 0.05 2.7 ≤ Ck ≤ 3.3
Log Pear son type III Bebas* 1.5 Cs2 + 3
Sumber : Hidrologi Sri Harto BR ; Hidrologi Jilid 1 Soewarno
*) Bila tidak ada yang mendekati parameter Gumbel dan Distribusi Normal,
Tersedia Tabel -3 ≤ Cs ≤ 3
Setelah mendapatkan data hujan maksimum dengan periode ulang tertentu tersebut maka dapat dilakukan analisa hujan rencana dengan metode Distribusi
Normal (Gauss), metode Gumbel dan metode Log Pearson type III sebagai berikut.
2.2.1 Metode Log Pear son Type lll
Dalam analisa hujan rencana yang diambil adalah hujan rencana dengan periode ulang 2 tahun, 5 tahun dan 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun.
Estimasi hujan rencana dengan metode Log Pearson type III dengan kala ulang
yang dikehendaki mengikuti persamaan :
Log R = LogR+k*(SdLogR)...(2.6)
Dengan :
Log R = Nilai Logaritma Dari R
LogR = Nilai Rata – Rata dari Log R
LogR
Sd = Standart Deviasi dari Log R
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
kt = Karakteristik dari distribusi Log Pearson Type III
Nilai kt dapat diketahui dari tabel distribusi Log Pearson Type III berdasarkan nilai
kemencengan Cs dan periode ulang yang direncanakan. Nilai rata-rata log R :
n Ri log R Log n 1 i
∑
== ...(2.7)
Standar deviasi :
(
)
1 n R log Ri log S n 1 i d − −=
∑
= …...(2.8)Koefisien kemencengan (Cs) :
(
)
(
)(
)
( )
33 n 1 i
S
2
n
1
n
R
log
Ri
log
n
Cs
−
−
−
=
∑
= ...(2.9)kemudian setelah mendapatkan nilaki Kt pada setiap periode ulangnya maka
dengan rumus Log R = ∗ ∗ ( ) , besarnya hujan rencana dapat
dihitung .
Tabel 2.2. Nilai K Distribusi Log Pearson type III
Cs
Periode Ulang ( Tahun )
2 5 10 25 50 100 200 1000
Peluang ( % )
50 20 10 4 2 1 0.5 0.1
3.0 -0.396 0.420 1.180 2.278 3.152 4.051 4.970 7.250
2.5 -0.360 0.518 1.250 2.262 3.048 3.845 4.652 6.600
2.2 -0.330 0.574 1.284 2.240 2.970 3.705 4.444 6.200
2.0 -0.307 0.609 1.302 2.219 2.912 3.605 4.298 5.910
1.8 -0.282 0.643 1.318 2.193 2.848 3.499 4.147 5.660
1.6 -0.254 0.675 1.329 2.163 2.780 3.388 3.990 5.390
10
1.4 -0.255 0.705 1.337 2.128 2.706 3.271 3.828 5.110 1.2 -0.195 0.732 1.340 2.087 2.626 3.149 3.661 4.820 1.0 -0.164 0.758 1.340 2.043 2.542 3.022 3.489 4.540 0.9 -0.148 0.769 1.339 2.018 2.498 2.957 3.401 4.395 0.8 -0.132 0.780 1.336 1.998 2.453 2.891 3.312 4.250 0.7 -0.116 0.790 1.333 1.967 2.407 2.824 3.223 4.105 0.6 -0.099 0.800 1.328 1.939 2.359 2.755 3.132 3.960 0.5 -0.083 0.808 1.323 1.910 2.311 2.686 3.041 3.815 0.4 -0.066 0.816 1.317 1.880 2.261 2.615 2.949 3.670 0.3 -0.050 0.824 1.309 1.849 2.211 2.544 2.856 3.525 0.2 -0.033 0.830 1.301 1.818 2.159 2.472 2.763 3.380 0.1 -0.017 0.836 1.292 1.785 2.107 2.400 2.670 3.235 0.0 0.000 0.842 1.282 1.751 2.054 2.326 2.576 3.090 -0.1 0.017 0.836 1.270 1.716 2.000 2.252 2.482 2.950 -0.2 0.033 0.850 1.258 1.680 1.945 2.178 2.388 2.810 -0.3 0.050 0.853 1.245 1.643 1.890 2.104 2.294 2.675 -0.4 0.066 0.855 1.231 1.606 1.834 2.029 2.294 2.675 -0.5 0.083 0.856 1.216 1.567 1.777 1.955 2.201 2.540 -0.6 0.099 0.857 1.200 1.528 1.720 1.880 2.016 2.275 -0.7 0.166 0.857 1.183 1.488 1.663 1.806 1.926 2.150 -0.8 0.132 0.856 1.166 1.448 1.606 1.733 1.837 2.035 -0.9 0.148 0.854 1.147 1.407 1.549 1.660 1.749 1.910 -1.0 0.164 0.852 1.128 1.366 1.492 1.588 1.664 1.800 -1.2 0.195 0.844 1.086 1.282 1.379 1.449 1.501 1.625 -1.4 0.225 0.832 1.041 1.198 1.270 1.318 1.351 1.465 -1.6 0.254 0.817 0.994 1.116 1.166 1.197 1.216 1.280 -1.8 0.282 0.799 0.945 1.035 1.069 1.087 1.097 1.130 -2.0 0.307 0.777 0.895 0.959 0.980 0.990 0.995 1.000 -2.2 0.330 0.752 0.844 0.888 0.900 0.905 0.907 0.910 -2.5 0.360 0.711 0.771 0.793 0.798 0.799 0.800 0.802 -3.0 0.396 0.636 0.660 0.666 0.666 0.667 0.667 0.668 Sumber : CD. Soemarto, tahun 1978
Lanjutan Tabel 2.2.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
2.2.2. Metode Gumbel
Persamaan Distribusi Gumbel Tipe I adalah :
) e ) x
( (x
e ) x (
p =α −α −β− −α −β ...(2.10) sedangkan persamaan CDF (Cumulative Distribution Function) adalah :
) x ( e e ) x (
p = − −α −β ...(2.11) Distribusi ini mempunyai 2 parameter, yaitu :
α = Parameter konsentrasi β = Ukuran gejala pusat
Karakteristik dari distribusi ini adalah : Koefisien skewness = 1,139 Koefisien Kurtosis = 5,4
Parameter distribusi diperoleh dengan menggunakan metoda momen, hasilnya adalah :
) 12 . 2 ( ... ... ... ... ... ... ... ... ... 2825 , 1
σ
α
= σ µβ = −0,45 ...(2.13)
Faktor frekuensi K untuk distribusi Gumbel Tipe I adalah :
) 14 . 2 ...( ... ... ... ... ... ... ... ... ) ( n n T S Y Y
K = −
) 15 . 2 ..( ... ... ... ... ... ... ... 1 ln ( ln − − − = T T YT dengan :
YT = Reduced variabel Y
12
T = Periode ulang (tahun)
Yn = Nilai rata-rata dari reduced variabel Y, merupakan fungsi dari jumlah data n
Sn = Simpangan baku dari reduced variabel Y, merupakan fungsi dari jumlah data n
Berdasarkan rumus tersebut maka hujan rencana dapat dihitung sebagai berikut:
R =
n R
Σ i ...(2.16)
Sd =
(
)
1 n
R
Ri 2
n
− −
∑ ...(2.17)
Berdasarkan rumus Gumbel dan setelah diketahui nilai Yn dan Sn maka dapat dihitung hujan rencana.
2.3. Uji Kesesuaian Distribusi Frekuensi
Untuk menentukan kesesuaian (the goodness of fit test) distribusi frekuensi
empiris dari sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan maka terhadap distribusi frekuensi tersebut perlu di lakukan pengujian parameter. Dengan menggunakan metode sebagai berikut :
1). Chi-kuadrat (chi-square)
2). Smirnov – Kolmogorov 2.3.1 Uji Chi-Kuadrat ( X2 Test)
Uji chi-kuadrat dimaksudkan untuk menentukan apakah persamaan distribusi peluang yang telah dipilih dapat mewakili dari distribusi statistik sampel data yang
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
dianalisis. Pengambilan keputusan uji ini menggunakan parameter χ2 χ2
Nugroho 2011
χ2
∑
(
)
= −
k 1 i
2 EF
OF EF
χ2
Observed Frequency
Expected Frequency
100% 1 N
n
⋅ +
χχρ α = 5 %
Nugroho 2011
Dk = K – (P + 1)
Dk
Dk α Derajat Kepercayaan
0,995 0,99 0.975 0.950 0.050 0.025 0.01 0.005
Sumber: Bonnier, 1980
2.3.2 Uji Smirnov Kolmogor ov
Smirnov -Kolmogorov
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Weibull
+ =
Log Pearson III
∆
∆
α
Sumber: Bonnier, 1980
2.4. Analisa kekeringan
2.4.1 Metode Standardized Precipitation Indeks (SPI)
Standardiszed recipitation Indeks
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Γ( )
( ) ( )
= ̅
= ̅
cumulative
distribution function
( ) = ∫ ~√ exp −
Standardized Precipitation Indeks
( ) = + (1 − ) ( )
= = − ( − 0 < ( ) ≤ 0.5)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
= ln (
( ( )) ≤
= ln (( . ( )) ≤
2.4.2 Metode Desil atau Precent Rank
Austalian Drought Watch
System
= + .
f
f
N
n
i
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
2.5. Peta Isohyet Surfer Surfer
grid
ploting
grid Grid
Surfer
surface
2.5.1 Lembar Kerja Surfer Surfer
•
•
•
2.5.1.1Suface plot
Surface plot file
grid
plot
plot layout
property
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Worksheet
Surfer
file grid
MS
excel Worksheet Surfer
worksheet file dat
2.5.1.3Editor
file
plot
volume file grid
file ASCII
txt
2.5.2 GS Scripter
Makro Surfer
GS Scipter
makro Makro GS Scripter interpreter
BASIC Makro bas
2.5.3 Simbolisasi Peta
symbol point
Surfer
2.5.4 Editing Peta Kontur
Interval
Counter labeling
2.5.5 Overlay Peta Kontur
Overlay
raster
Overlay
2.5.6 Penggunaan Peta Dasar
Surfer
grid-ding
gridding grid grid
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
25
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian merupakan suatu rancangan yang berisi langkah-langkah
dalam melakukan penelitian Tugas Akhir sehingga dapat terencana dengan baik agar
tujuan dan arah permasalahan tidak menyimpang. Metodologi penelitian berisi tentang
bagaimana mendapatkan data-data yang diperlukan, perhitungan yang diperlukan dalam
pengolahan data, dan menarik kesimpulan serta saran-saran yang dapat diberikan dari
hasil yang diperoleh.
Pada bab ketiga ini akan dijelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan selama
penelitian dilaksanakan sehingga didapatkan hasil akhir penelitian yang diharapkan.
3.1. Lokasi Studi
Daerah Aliran Sungai (DAS)
Upper
Brantas terletak di kabupaten Batu Jawa
Timur. DAS
Upper
Brantas merupakan wilayah wilayah sungai Brantas. Sedangkan
DAS Kali Metro terletak di kabupaten malang Jawa Timur yang juga wilayah sungai
Brantas.
26
3.2.Langkah-langkah Pengerjaan
Adapun langkah-langkah pengerjaan adalah sebagai berikut :
1.
Studi literatur
2.
Pengumpulan data sekunder dan pengolahan data.
•
Pengumpulan data
Data hujan harian kumulatif bulanan dengan panjang pencatatan
data 18 tahun (1994-2011), hujan harian, hujan absolut/hujan
ekstrim dan hujan pada saat terjadinya banjir.
Peta
Poligon Thiesen
DAS
Upper
Brantas dan DAS K.Metro
Peta titik koordinat pos-pos hujan
•
Pengolahan data
Uji kesesuaian :
Smirnov-Kolmogorof dan Uji Chi Kuadrat
(
Chi-Square Test
) supaya menjadi data layak untuk analisa frekuensi.
3.
Analisa hujan.
•
Pengumpulan data hujan yang lebih lengkap pada semua pos hujan, tidak
ada data hujan yang kosong.
•
Analisa curah hujan rata – rata menggunakan metode
Pholygon Theissen
•
Analisa reduksi untuk hujan wilayah dengan meneliti hujan wilayah
harian hujan wilayah titik untuk hujan ekstrim.
4.
Analisa Indeks Kekeringan
•
Analisa indeks kekeringan dilakukan dengan cara perhitungan indeks
kekeringan secara SPI dan Desil.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
5.
Pemetaan Indeks Kekeringan
Hasil indeks kekeringan dapat dipetakan dalam bentuk garis isohyets yang dibuat
dengan program surfer.
6.
Setelah dipetakan maka Analisa kekeringan pada Das
Upper
Brantas dan Das K.
Metro dapat digunakan.
28
Langkah - langkah pelaksanaan penelitian ini secara sistimatis :
Gambar. 3.1 Diagram Alur pelaksanaan penelitian
Analisa Hujan dengan menggunakan : Metode Theissen Pholygon
Pengumpulan Data - Data Hidrologi
- Peta Poligon Thiessen - Peta titik koordinat pos-pos
hujan
Studi literatur
Mulai
Analisa Indeks Kekeringan menggunakan : 1. Standardized Precipitation Index (SPI) 2. Desil
Pemetaan indeks kekeringan
Selesai
Analisa Frekuensi dengan menggunakan : Distribusi Log pearson tipe III
Uji kesesuaian dengan menggunakan : 1. Uji Chi-Kuadrat
2. Uji Smirnov-kolmogrov
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
29
PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA
4.1. Curah Hujan Rata-rata Daerah
DAS Upper Brantas merupakan wilayah sungai Brantas yang terletak di
kabupaten Batu. Pada DAS Upper Brantas terdapat 5 stasiun hujan yang
berpengaruh. Adapun ke 5 Stasiun hujannya adalah stasiun hujan Tinjumoyo, Ngunjung, Ngaglik, Temas, Tlekung. DAS Kali Metro merupakan wilayah sungai Brantas yang terletak di kabupaten Malang. Pada DAS Kali Metro terdapat 3 stasiun hujan yang berpengaruh. Adapun ke 3 Stasiun hujannya adalah stasiun hujan Dau, Tlekung, dan Ngajum. Untuk mengetahui curah hujan rata-rata daerah digunakan cara thiessen polygon dilakukan dengan cara sebagai berikut :
v Menghubungkan masing-masing pos hujan dengan garis polygon
v Membuat garis berat antara 2 pos hujan hingga beertemu dengan garis berat lainnya pada satu titik dalam polygon.
v Luas area yang mewakili masing-masing stasiun hujan dibatasi oleh garis berat pada polygon.
v Luas sub-area masing-masing stasiun hujan dipakai sebagai faktor pemberat dalm menghitung hujan rata-rata.
Untuk lebih jelasnya akan ditampilkan luasan pengaruh Thiessen per
masing-masing DAS pada Gambar 4.1. dan 4.2. dan di Tabelkan pada Tabel 4.1. dan 4.2.
30
LEGENDA :
Pos Stasiun Hujan Sungai Upper
Sta. Ngaglik Sta. Ngunjung Sta. Tinjumoyo Sta. Temas Sta. Tlekung
Gambar 4.1 ThiessenPolygon D.A.S. Upper Brantas
Perhitungan prosentase luas daerah pengaruh stasiun hujan DAS Upper
Brantas dengan rumus :
A Ai Wi=
Luas DAS Upper Brantas= 183,75 km2
Luas daerah pengaruh Stasiun Hujan Tinjumoyo = 98,65 km2
539 , 0 183,75
98,65
Wi= =
Luas daerah pengaruh Stasiun Hujan Ngunjung = 22,96 km2
125 , 0 183,75
22,96
Wi= =
Perhitungan prosentase luas daerah pengaruh Stasiun Hujan DAS Upper
Brantas di atas ditabelkan pada Tabel 4.1.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
LEGENDA :
Pos Stasiun Hujan Sta. Tlekung Sta. Dau Sta. Ngajum Tabel 4.1. Luas Pengaruh Poligon Thiessen DAS Upper Brantas
No. Stasiun Nama Stasiun
DAS Upper Brantas
Luas Bobot theisen
(km²) (%)
1 Tinjumoyo 98,65 53,90
2 Ngunjung 22,96 12,50
3 Ngaglik 30,49 16,66
4 Temas 21,12 11,54
5 Tlekung 9,74 5,40
Luas Total 183,75
Sumber : hasil perhitungan data
Gambar 4.2. Thiessen Polygon D.A.S. Kali Metro
32
Perhitungan prosentase luas daerah pengaruh stasiun hujan DAS K. Metro dengan rumus :
A Ai Wi =
Luas DAS K. Metro = 329,11 km2
Luas daerah pengaruh Stasiun Hujan Dau = 64,87 km2
0,198
329,11 64,87
Wi= =
Luas daerah pengaruh Stasiun Hujan Ngajum = 174,36 km2
532 , 0 329,11 174,36
Wi= =
Perhitungan prosentase luas daerah pengaruh Stasiun Hujan DAS Kali Metro di atas ditabelkan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2. Luas Pengaruh Poligon Thiessen DAS Kali Metro
No. Stasiun Nama Stasiun
DAS Kali Metro Luas Bobot theisen
(km²) (%)
1 Tlekung 88,47 19,8
2 Dau 64,87 27,0
3 Ngajum 174,36 53,2
Luas Total 329,11
Sumber : hasil perhitungan data
Perhitungan curah hujan (mm) dapat dihitung dengan rumus :
R = Wi x Ri
Curah hujan Das Upper Brantas pada Stasiun Hujan Tinjumoyo
16/Juli/2000 :
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
R = 0,539 x 161= 86,799 mm
Perhitungan curah hujan daerah rata-rata daerah (mm) dapat dihitung dengan rumus :
n 2
1
n n 2
2 1 1
A ... A
A
R A ... R
A R A R
+ +
+
+ +
+ =
Tinggi curah hujan rata-rata daerah dihitung dengan cara polygon thiessen, berikut hasil perhitungan tinggi curah hujan DAS Upper Brantas pada Tabel 4.3. dan
perhitungan DAS Kali Metro Tabel 4.4. :
34
CH W x CH CH W x CH CH W x CH CH W x CH CH W x CH
1 1994 24-Mar 42 22.64 29 3.63 31 5.16 78 9.00 90 4.86 45.29
2 1995 12-Jan 84 45.28 62 7.75 50 8.33 37 4.27 75 4.05 69.68
3 1996 12-Apr 91 49.05 91 11.38 75 12.50 68 7.85 62 3.35 84.11
4 1997 14-Feb 93 50.13 0 0.00 32 5.33 0 0.00 0 0.00 55.46
5 1998 28-Des 87 46.89 16 2.00 4 0.67 6 0.69 37 2.00 52.25
6 1999 26-Des 90 48.51 58 7.25 27 4.50 39 4.50 32 1.73 66.49
7 2000 16-Jul 161 86.78 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 86.78
8 2001 18-Feb 68 36.65 61 7.63 57 9.50 51 5.89 44 2.38 62.03
9 2002 26-Des 53 28.57 129 16.13 75 12.50 69 7.96 46 2.48 67.63
10 2003 27-Feb 46 24.79 96 12.00 110 18.33 61 7.04 0 0.00 62.16
11 2004 3-Des 59 31.80 70 8.75 70 11.66 57 6.58 70 3.78 62.57
12 2005 17-Feb 89 47.97 34 4.25 26 4.33 28 3.23 11 0.59 60.38
13 2006 29-Des 90 48.51 47 5.88 35 5.83 33 3.81 20 1.08 65.10
14 2007 26-Des 125 67.38 92 11.50 145 24.16 89 10.27 67 3.62 116.92
15 2008 31-Mar 0 0.00 504 63.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 63.00
16 2009 31-Jan 17 9.16 462 57.75 24 4.00 22 2.54 33 1.78 75.23
17 2010 15-Feb 50 26.95 75 9.38 103 17.16 69 7.96 0 0.00 61.45
18 2011 26-Mar 76 40.96 49 6.13 63 10.50 59 6.81 46 2.48 66.88
Sta Ngaglik (W = 0,1666) Sta Temas (W = 0,1154) Sta Tlekung (W = 0,0540)
∑ R No. Tahun Tgl/BlnSta Tinjumoyo (W = 0,5390) Sta Ngunjung (W = 0,1250)
Sumber : hasil analisa data
Tabel 4.3. Curah Hujan Rata-rata Maksimum pada DAS Upper Brantas
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
35
CH W x CH CH W x CH CH W x CH
1 1994 17-Jan 46 9.11 25 6.75 81 43.09 58.95
2 1995 5-Des 12 2.38 12 3.24 97 51.60 57.22
3 1996 21-Mar 0 0.00 0 0.00 90 47.88 47.88
4 1997 31-Des 0 0.00 0 0.00 75 39.90 39.90
5 1998 30-Okt 18 3.56 0 0.00 82 43.62 47.19
6 1999 9-Des 34 6.73 107 28.89 50 26.60 62.22
7 2000 9-Jan 0 0.00 0 0.00 99 52.67 52.67
8 2001 16-Okt 3 0.59 25 6.75 98 52.14 59.48
9 2002 30-Jan 40 7.92 19 5.13 140 74.48 87.53
10 2003 23-Nov 9 1.78 3 0.81 134 71.29 73.88
11 2004 4-Des 4 0.79 4 1.08 112 59.58 61.46
12 2005 13-Feb 50 9.90 17 4.59 116 61.71 76.20
13 2006 13-Apr 4 0.79 0 0.00 100 53.20 53.99
14 2007 26-Des 67 13.27 66 17.82 114 60.65 91.73
15 2008 30-Mar 37 7.33 110 29.70 100 53.20 90.23
16 2009 2-Apr 12 2.38 5 1.35 116 61.71 65.44
17 2010 8-Nov 0 0.00 200 54.00 132 70.22 124.22
18 2011 21-Des 46 9.11 20 5.40 122 64.90 79.41
∑ R Sta Dau (W=0,270) Sta Ngajum (W=0,532)
No. Tahun Tgl/Bln Sta Tlekung (W=0,198)
Tabel 4.4. Curah Hujan Rata-rata Maksimum pada DAS Kali Metro
36
4.2. Perhitungan Curah Hujan Rencana 4.2.1 Analisa Distribusi
Untuk mendapatkan distribusi hujan dengan kala ulang tertentu, harus dianalisa terlebih dahulu data curah hujan yang ada dengan parameter statistik. Tujuan dari analisa frekuensi digunakan adalah untuk menentukan jenis distribusi yang sesuai dengan data tersebut.
Hasil dari perhitungan hujan rencana dan uji distribusi DAS Upper Brantas
dapat dilihat dalam Tabel 4.5. berikut :
Tabel 4.5. Perhitungan Penentuan Distribusi DAS Upper Brantas
No R R-Rrata-rata (R-Rrata)² (R-Rrata)³ (R-Rrata)^4
(mm) (mm) (mm²) (mm³) (mm^4)
1 45.29 -22.68 514.31 -11663.81 264517.19
2 69.68 1.71 2.92 4.99 8.52
3 84.11 16.15 260.72 4209.89 67976.91
4 55.46 -12.51 156.48 -1957.37 24484.89
5 52.25 -15.72 247.04 -3882.82 61027.98
6 66.49 -1.48 2.19 -3.24 4.80
7 86.78 18.81 353.88 6657.13 125232.28
8 62.03 -5.93 35.20 -208.81 1238.79
9 67.63 -0.33 0.11 -0.04 0.01
10 62.16 -5.81 33.73 -195.91 1137.79
11 62.57 -5.40 29.12 -157.15 848.08
12 60.38 -7.59 57.60 -437.15 3317.74
13 65.10 -2.86 8.20 -23.47 67.19
14 116.92 48.95 2396.43 117313.26 5742876.42
15 63.00 -4.97 24.67 -122.56 608.79
16 75.23 7.26 52.78 383.44 2785.67
17 61.45 -6.52 42.51 -277.15 1806.97
18 66.88 -1.09 1.19 -1.29 1.41
Jumlah 1223.41 4217.89 109639.23 6297940.01
Sumber : hasil perhitungan data
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Rrata-rata = n R
∑
= 18 41 , 1223= 67,97 mm
Sd =
1 ) ( 2 − −
∑
n R R = 1 18 4217,89 − = 15,75Cs = 3
3 ) 2 ( ) 1 ( ) ( d xS n x n R R nx − − −
∑
=(
15,75)
3 16 17 23 , 109639 18 × × × = 1,857Ck = 4
4 2 ) 3 ( ) 2 ( ) 1 ( ) ( d xS n x n x n R R x n − − − −
∑
=
(
)
42
75
,
15
15
16
17
01
,
6297940
18
x
x
×
= 8,124Dari hasil perhitungan statistik hujan DAS Kali Upper Brantas, dapat dilihat
bahwa harga Cs, Ck menunjukkan ciri-ciri dari sebaran distribusi Log Pearson Tipe III.
38
Hasil dari perhitungan hujan rencana dan uji distribusi DAS Kali Metro dapat dilihat dalam Tabel 4.6. berikut :
Tabel 4.6. Perhitungan Penentuan Distribusi DAS Kali Metro
No R R-Rrata-rata (R-Rrata)² (R-Rr ata)³ (R-Rrata)
4
(mm) (mm) (mm²) (mm³) (mm4)
1 58.95 -9.36 87.63 -820.35 7679.45
2 57.22 -11.09 123.02 -1364.39 15132.74
3 47.88 -20.43 417.43 -8528.70 174251.85
4 39.90 -28.41 807.20 -22933.47 651567.88
5 47.19 -21.12 446.19 -9424.98 199085.98
6 62.22 -6.09 37.08 -225.78 1374.82
7 52.67 -15.64 244.71 -3828.06 59883.18
8 59.48 -8.83 77.99 -688.75 6082.52
9 87.53 19.22 369.36 7098.68 136427.86
10 73.88 5.57 31.01 172.69 961.70
11 61.46 -6.86 46.99 -322.15 2208.44
12 76.20 7.89 62.26 491.31 3876.85
13 53.99 -14.32 205.04 -2936.02 42041.45
14 91.73 23.42 548.63 12850.36 300991.06
15 90.23 21.91 480.26 10524.74 230647.25
16 65.44 -2.87 8.26 -23.72 68.15
17 124.22 55.91 3126.24 174796.69 9773368.53
18 79.41 11.10 123.23 1367.92 15184.96
Jumlah 1229.60 7119.30 154838.10 11605649.71
Sumber : hasil perhitungan data
Rrata-rata = n
R
∑
= 18
60 , 1229
= 64,04 mm
Sd =
1 )
( 2
− −
∑
n R R
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
= 1 18 7119,30 − = 20,46
Cs = 3
3 ) 2 ( ) 1 ( ) ( d xS n x n R R nx − − −
∑
=(
20,46)
3 16 17 10 , 154838 18 × × x = 1,196Ck = 4
4 2 ) 3 ( ) 2 ( ) 1 ( ) ( d xS n x n x n R R x n − − − −
∑
=
(
)
42
46
,
20
15
16
17
71
,
11605649
18
x
x
x
×
= 5,255
Dari hasil perhitungan statistik hujan DAS Kali Metro, dapat dilihat bahwa harga Cs, Ck menunjukkan ciri-ciri dari sebaran distribusi Log Pearson Tipe III.
4.2.2 Perhitungan Distribusi Log Pearson Type III
Dari hasil perhitungan diatas nilai Cs menunjukkan sifat yang khas, maka distribusi yang dipilih adalah Distribusi Log Pearson Type III. Distribusi Log
Pearson Tipe III merupakan hasil transformasi dari distribusi Log Pearson Type III
dengan menggantikan data menjadi nilai logaritmik. Persamaan distribusi Log Pearson Tipe III dapat ditulis sebagai berikut :
40
Log Rt = LogR+
(
G×S)
Perhitungan distribusi Log pearson type III dapatdi tunjukkan pada Tabel 4.7. :
Tabel 4.7. Perhitungan Distribusi Log Pearson Type III DAS Upper Brantas
No. Tahun Tanggal Terjadi R Log R (Log R - LogRr)2 (Log R - LogRr)3 (mm)
1 1994 24-Mar 45.29 1.6560 0.0278 -0.0046
2 1995 12-Jan 69.68 1.8431 0.0004 0.0000
3 1996 12-Apr 84.11 1.9249 0.0104 0.0011
4 1997 14-Feb 55.46 1.7440 0.0062 -0.0005
5 1998 28-Des 52.25 1.7181 0.0110 -0.0012
6 1999 26-Des 66.49 1.8227 0.0000 0.0000
7 2000 16-Jul 86.78 1.9384 0.0133 0.0015
8 2001 18-Feb 62.03 1.7926 0.0009 0.0000
9 2002 26-Des 67.63 1.8302 0.0001 0.0000
10 2003 27-Feb 62.16 1.7935 0.0009 0.0000
11 2004 3-Des 62.57 1.7964 0.0007 0.0000
12 2005 17-Feb 60.38 1.7809 0.0018 -0.0001
13 2006 29-Des 65.10 1.8136 0.0001 0.0000
14 2007 26-Des 116.92 2.0679 0.0600 0.0147
15 2008 31-Mar 63.00 1.7993 0.0006 0.0000
16 2009 31-Jan 75.23 1.8764 0.0029 0.0002
17 2010 15-Feb 61.45 1.7885 0.0012 0.0000
18 2011 26-Mar 66.88 1.8253 0.0000 0.0000
Jumlah 1223.41 32.81 0.14 0.01 Rerata 67.967 1.823 0.008 0.001 Sumber :hasil analisa data
Rrata-rata = n
R
∑
= 18
41 , 1223
= 67,967 mm
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Perhitungan Standart Devisi :
Sd =
1 ) log log ( 2 − −
∑ ∑
n Rr R = 1 18 14 , 0 − = 0,09Koefisien skewness (kepencengan)
Cs = 3
09 , 0 13 14 ) 01 , 0 ( 18 x x x = 0,99
Tabel 4.8 Perhitungan Curah Hujan DAS Upper Brantas untuk beberapa periode
R
K Log R R
(mm) (mm) (mm) (mm)
2 -0.16262 1.8082 64.300
5 0.75895 1.8913 77.860
10 1.33991 1.9437 87.842
25 2.04084 2.0069 101.604
50 2.53820 2.0518 112.657
Sumber : hasil analisa data
Nilai k dari interpolasi antara nilai k dari Cs = 0,9 dan Cs = 1,0 Log R2tahun = Log Rr + (k x Sd)
= 1,823 + ( -0,16262 x 0,09) = 1,8082
R2tahun = 64,300 mm
Hasil dari perhitungan distribusi Log pearson type III dapat di tunjukkan pada Tabel 4.9. :
42
Tabel 4.9.Perhitungan Distribusi Log Pearson Type III DAS Kali Metro
No. Tahun Tanggal Terjadi R Log R (Log R - LogRr)2 (Log R - LogRr)3 (mm)
1 1994 17-Jan 58.95 1.7705 0.0022 -0.0001
2 1995 5-Des 57.22 1.7575 0.0036 -0.0002
3 1996 21-Mar 47.88 1.6802 0.0189 -0.0026
4 1997 31-Des 39.90 1.6010 0.0469 -0.0101
5 1998 30-Okt 47.19 1.6738 0.0206 -0.0030
6 1999 9-Des 62.22 1.7939 0.0006 0.0000
7 2000 9-Jan 52.67 1.7215 0.0092 -0.0009
8 2001 16-Okt 59.48 1.7744 0.0019 -0.0001
9 2002 30-Jan 87.53 1.9422 0.0156 0.0019
10 2003 23-Nov 73.88 1.8685 0.0026 0.0001
11 2004 4-Des 61.46 1.7886 0.0008 0.0000
12 2005 13-Feb 76.20 1.8820 0.0042 0.0003
13 2006 13-Apr 53.99 1.7323 0.0072 -0.0006
14 2007 26-Des 91.73 1.9625 0.0210 0.0031
15 2008 30-Mar 90.23 1.9553 0.0190 0.0026
16 2009 2-Apr 65.44 1.8158 0.0000 0.0000
17 2010 8-Nov 124.22 2.0942 0.0766 0.0212
18 2011 21-Des 79.41 1.8999 0.0068 0.0006
Jumlah 1229.60 32.71 0.26 0.01 Rerata 68.311 1.817 0.014 0.001 Sumber :hasil analisa data
R rata-rata =
n R
∑
= 18
60 , 1229
= 68,311 mm Perhitungan Standart Deviasi :
Sd =
1
) log log
( 2
− −
∑ ∑
nRr R
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
=
1 18
26 , 0
−
= 0,123 Koefisien skewness (kepencengan)
Cs = 3
109 , 0 16 17
) 001 , 0 ( 18
x x
x
= 0,431
Tabel 4.10 Perhitungan Curah Hujan DAS Kali Metro untuk beberapa periode
R K Log R R
(mm) (mm) (mm) (mm)
2 -0.07123 1.8087 64.370
5 0.81354 1.9176 82.718
10 1.31885 1.9798 95.455
25 1.88923 2.0500 112.205
50 2.27638 2.0977 125.218
Sumber : hasil analisa data
Nilai k dari interpolasi antara nilai k dari Cs = 0,4 dan Cs = 0,5 Log R2tahun = Log Rr + (k x S)
= 1817 + (-0.07123 x 0,123) = 1.8087
R2tahun = 64.370 mm
4.2.3 Uji Kesesuaian Distribusi
Untuk menentukan kecocokan (the goodness of fit test)distribusi frekuensi
dari sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan maka terhadap
44
distribusi frekuensi tersebut perlu di lakukan pengujian parameter. yang di gunakan yaitu menggunakan metode sebagai berikut :
v Smirnov – Kolmogorov
v Chi-kuadrat (chi-square)
v Metode Smirnov-Kolmogorov
Hasil perhitungan Smirnov-Kolmogorov pada DAS Upper Brantas dapat
dilihat pada Tabel 4.11. dan 4.12. :
Tabel 4.11. Perhitungan Dmax pada Uji Smirnov-Kolmogorov DAS Upper Brantas
No. X Log X K m Sn (X) Pr P