• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Stress Kerja Pada Tenaga Kerja Shift Pagi, Shift Siang, Dan Shift Malam Di Bagian Weaving Pt. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Stress Kerja Pada Tenaga Kerja Shift Pagi, Shift Siang, Dan Shift Malam Di Bagian Weaving Pt. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Aamodt, M.D. 1991. Appliyed Industrial / Organizational. USA : Wodworth,

Inc

Azwar. S. 2008. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Aulia, U. 2010. Shift Kerja dan Efeknya.

http://ulyaulia.blog.com/2010/04/17/sift-kerja-dan-efeknya/ di akses tgl 19 Oktober 2013.

Andini, A. 2011. Jenis-jenis Stress. http/aditindi.blogsport.com/2011/04/

jenis-jenis-stress. html?m=1 di akses 19 Oktober 2013.

Cartwright, S., Cooper, C.L., and Murphy, L.R. 1995. Diagnosing a Healhty

Organisation A Protective Appraroach to Stress in the Workplace.

American Psychological Assosiation. Wasingto. 15: 217-229.

Cooper. C.L., and Payne. R., 1988. Causes, Coping and Consequences of stress

at work. New York, Wiley.

Dahlan, M. S. 2004. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Bina

Mitra Press.

Dahlan, M. S. 2012. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta:

Salemba Medika.

Dewi, R. K. 2010. Perbedaan Tingkat Stres Kerja Ditinjau dari Penggunaan

Strategi Koping Pada Pekerja Shift Bagian Finishing di P.T. Dan

Liris Sukoharjo

http://eprints.uns.ac.id/2862/1/174810601201110301.pdf di akses tgl 23 Oktober 2013.

Djati, A. 2010.Perbedaan tingkat Kelelahan Tenaga Kerja antara shift siang

(2)

Hardjana, A.M. 1994. Stres Tanpa Distres : Seni Mengolah Stres. Yogyakarta :

Kanisius.

Heryati E dan Faizah N. 2008. Psikologi Faal.

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/197710

132 005012-EUIS_HERYATI/DIKTAT_KULIAHx.pdf. ( 4

Oktober 2013).

HSE. 2007. Understanding ergonomics a work – Reduce accidents and ill

health and increase productivity by fitting the task to the worker – Health and Safety Executive.

Jumeidi, S. 2007. Analisis Pengaturan Shift Kerja yang Tempat untuk Menjaga

Kestabilan Performasi Kerja Karyawan dengan Mengunakan Psychophysiologyethod(Tugas Akhi). Yogyakarta : fakultas teknik industri UII.

Kuswadji, S. 1997. Pengaturan Tidur pekerja Shift. Jakarta : Cermin Dunia

Kedokteran No .116;1997.

Manuaba, A. 1998. Stress and Strain. Dalam: Bunga Rampai Ergonomi Vol I.

Program Studi Ergonomi-Fisiologi Kerja Universiyas Udayana

Denpasar.

Munandar, A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta; UIP

Monk,T. and Folkard S. 1983. Circadian Rhythm and Shift Work, John Wiley

Sons, New York.

Notoatmodjo, S.2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:Rineka Cipta.

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ilmu keperawatan.

Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Nuryati, K. 2007. Tingkat Stres Kerja pada Karyawan Spbu Bagian Operator

Ditinjau dari Shift Kerja

(3)

Patton, P. 1998. Emotional Intelegence di tempat kerja. Ed. Julia Tahitoe.

Jakarta.

Prasetyo, Bambang. Lina Miftahul Jannah. 2012. Metode Penelitian Kuntitatif

Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers

Pulat, B.M. 1992. Fundamental of Industrial Ergonomics, Prentice Hall,

Englewood Cliffs. New Jersey. USA.

Rice, Philip L. (1999). Stress and Health. United States of America:

Brooks/Cole Publishing company.

Suma’mur. 2009. Hiegiene Perusahaan dan Keselaamatan Kerja. Jakarta : CV

Sagung Seto

Setyawati. 2008. Faktor dan Penjadualan Shift kerja (Hasil Penelitian). FK

UGM dan Fakultas Teknik Industri UII.

Simanjuntak, R.A., & Situmorang, D.A. 2010. Analisis pengaruh shift kerja

terhadap beban kerja mental dengan metode subjective workload assessment technique (swat). Jurnal Teknologi, Volume 3, Nomor 1, 53-60.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. 2002. Buku Ajar Keperawatan-Medical Bedah

Brunner & Suddarth. Ed. 8. Vol. 2. (Brunner & Suddarth’s textbook of medical surgical nursing. 8/e), diterjemahkan oleh: Agung Waluyo, dkk. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Spears, Alison (2008). Work Related Stress.Victoria: Health and Safety

Executive Inc.

Sunyoto, A. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas

Indonesia Press.

Tarwaka, Sholichul HA, Lilik Sudiajeng, 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan,

Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA PRESS. Tarwaka. 2011.Ergonomi Industri. Surakarta : Harapan Press.

Taylor, PJ. 1970. Shift Work – Some Medical and Social Factors. Trans. Soc.

(4)

Revalicha, N. S. 2013. Perbedaan Stress Kerja Ditinjau dari Shift Kerja pada

Perawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Vol. 2 No. 01, Februari 2013

Wantoro. B. 1999. Stress Kerja. Majalah Hiperkes dan Keselamatan Kerja.

Jakarta. Vol XXXII (3); 3-9.

Wijono, Sutarto. 2006. Pengaruh kepribadian tipe A dan peran terhadap stres

kerja manajer madya. INSAN Vol. 8, No. 3, 188-197.

William, S.S. 1992. Managing Pressure for Peak Performance. Jakarta :

Referensi

Dokumen terkait

Iskandar Indah Printing Textile Surakarta berdasarkan hasil wawancara dengan tenaga kerja diketahui terdapat gejala stress kerja seperti sakit kepala, sulit untuk

Analisis menggunakan Kruskal- Wallis menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan tingkat stres kerja antara shift pagi, siang dan malam pada perawat rawat inap di

Analisis menggunakan Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan tingkat stres kerja antara shift pagi, sore dan malam pada perawat rawat inap di RSUD

Skripsi dengan Judul “ Perbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Perawat pada Shift Pagi, Siang, dan Malam di RSUD Pandan Arang Boyolali” ini disusun sebagai salah satu syarat

RSUD Pandan Arang Boyolali mempunyai perawat sebanyak 156 orang tenaga perawat, yang dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan menerapkan sistem kerja Shift yang dibagi dalam tiga

Penelitian ini ingin menguji perbedaan kelelahan ditinjau dari shift pagi (dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 13.00), shift siang (dimulai pukull3.00 sampai

Kerja Shift Pagi, Sore Dan Malam Dengan Kelelahan Pada Perawat Wanita Di Ruang Rawat Inap RSUD Dr.. Goeteng

Faktor tersebut meliputi keadaan fisik lingkungan kerja yang tidak nyaman, stasiun kerja yang tidak ergonomis, kerja shift, jam kerja yang panjang, pekerjaan beresiko