• Tidak ada hasil yang ditemukan

RODA: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Otomotif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RODA: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Otomotif"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Hubungan Media Internet Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pelajaran Roda dan Ban Siswa SMK-TI Swasta Budi Agung

Medan

M. Heru Purnomo 1, Janter P. Simanjuntak2, Didik Rohmantoro3

1Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, Indonesia

2Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, Indonesia

3Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta, Indonesia

E-mail: [email protected]

Abstrak

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis: (1) hubungan media internet dengan hasil belajar roda dan ban, (2) hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar roda dan ban, (3) hubungan media internet dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar roda dan ban. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasional, memakai instrumen angket model Likert dan tes essay.

Jumlah populasi 201 siswa, dengan teknik Proportional Sampling didapat sampel sebanyak 67 siswa. Hasil penelitian di analisis menggunakan teknik korelasi korelasi Product Moment, korelasi parsial dan korelasi ganda dengan bantuan program SPSS 16.0. Dari hasil analisis pada N = 67 taraf signifikan 5 %, temuan penelitian menujukan bahwa: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara media internet dengan hasil belajar roda dan ban dengan koefisien korelasi 0,298. (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar roda dan ban dengan koefisien korelasi 0,265. (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara media internet dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar roda dan ban dengan harga koefisien korelasi ganda R sebesar 0,871. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara media internet dan motivasi belajar dengan hasil belajar roda dan ban siswa kelas xi kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan SMK-TI Budi Agung Medan T.A 2017/2018. Dengan demikian diharapkan kepada guru pengajar untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan pemanfaatan media internet dan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar roda dan ban siswa.

Kata Kunci: media internet, motivasi belajar, hasil belajar roda dan ban.

Abstrak

The purpose of this study was to analyze: (1) the relationship between internet media and learning outcomes of wheels and tires, (2) the relationship between learning motivation and learning outcomes of wheels and tires, (3) the relationship of internet media and learning motivation together with learning outcomes of wheels and tires.

This study uses a quantitative research approach with correlational research methods, using a Likert model questionnaire and essay test. With the proportional sampling technique, the total population of 201 students obtained a sample of 67 students. The study results were analyzed using the Product Moment correlation technique, partial correlation, and multiple correlations with the help of the SPSS 16.0 program. From the analysis results at N = 67 with a significant level of 5%, the research findings show that: (1) there is a positive and meaningful relationship between internet media and learning outcomes of wheels and tires with a correlation coefficient of 0.298. (2) there is a positive and significant relationship between learning motivation and learning outcomes of wheels and tires with a correlation coefficient of 0.265. (3) there is a positive and significant relationship between internet media and learning motivation and the learning outcomes of wheels and tires with a multiple correlation coefficient R of 0.871. This study concludes that there is a positive and significant relationship between internet media and learning motivation with the learning outcomes of wheel and tire class xi students of light vehicle engineering skills competency SMK-TI Budi Agung Medan. So it is hoped that the teaching teacher will know the factors that can increase the use of internet media and learning motivation to improve student learning outcomes of wheels and tires.

Keywords: internet media, learning motivation, learning outcomes of wheels and tires.

RODA: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Otomotif

Volume 1, No 1, Februari 2021

Available online https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/roda

(2)

PENDAHULUAN

Tujuan umum pendidikan yaitu setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat membentuk manusia sesuai dengan rumusan, baik pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Tujuan pendidikan umum dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal sesuai dengan pandangan hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh pemerintah dalam bentuk undang – undang.

Tujuan pendidikan nasional merupakan sumber dan pedoman dalam usaha penyelenggaraan pendidikan. Tujuan khusus/institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan.

Tujuan ini dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh setiap siswa setelah mereka menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga pendidikan tertentu. Tujuan institusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, seperti standar kompetensi pendidikan dasar, menengah kejuruan, dan jenjang pendidikan tinggi.

Dalam Garis–garis Besar Program Pengajaran Pelatihan (GBPPP) kurikulum SMK edisi 2006 sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan pasal 15 UU Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) sebagai berikut : “Pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik profesi, vokasi, keagamaan dan khusus. Dengan berpedoman kepada GBPPP, SMK diharapkan menghasilkan tenaga–tenaga kerja terampil tingkat menengah sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki siswa tersebut (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003). Untuk mencapai hal tersebut, maka SMK dituntut lebih memahami dan menguasai setiap program diklat saling mendukung dan saling mempengaruhi pada peningkatan ilmu serta keterampilan, perkembangan sikap dan kepribadiannya.

Pencapaian tujuan pendidikan kejuruan secara keseluruhan belum dapat terwujud. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa lulusan SMK banyak yang belum siap bekerja di industri karena belum terjamin pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan lapangan pekerjaan yang ditawarkan di dunia kerja. Hal

ini sesuai hasil penelitian yang menyebutkan bahwa kesiapan kerja siswa SMK masih rendah (Baiti & Munadi, 2014) (Naeli Fajriah

& Sudarma, 2017)(Chotimah & Suryani, 2020). Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa SMK diupayakan agar benar – benar mengusai ilmu yang telah disampaikan di sekolah maupun diluar sekolah dan juga terampil sesuai dengan bidang ilmu yang di pelajari.

Agar para lulusan dapat memiliki kualifikasi sesuai dengan tujuan SMK diatas, maka siswa harus dibekali dengan sejumlah pengetahuan yang tertuang dalam berbagai materi pembelajaran pada mata pelajaran yang dipelajari.

Adapun mata pelajaran di SMK dapat digolongkan dalam tiga golongan yaitu: mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif. Mata pelajaran adaptif merupakan pendukung untuk mata pelajaran produktif. Pembelajaran produktif adalah pembelajaran utama untuk membentuk keterampilan dan keahlian dari siswa sekolah kejuruan. Sehingga mata pelajaran produktif sangatlah penting.

Keterampilan yang di peroleh siswa di ukur oleh guru dan di konversi kedalam nilai sebagai hasil belajar.

Seorang guru harus dapat berinovasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai dan hasil belajar siswa dapat maksimal. Inovasi seorang guru tentu harus di dukung dengan minat dan motivasi belajar siswa yang baik, sehingga akan terjadi timbal balik proses pembelajaran yang selaras dan hasil belajar dapat tercapai maksimal. Namun hal lain terjadi di SMK-TI Swasta Budi Agung Medan, guru produktif mengeluhkan kurangnya motivasi belajar siswa dan hasil belajar pada mata pelajaran produktif yang kurang maksimal. Berdasarkan hasil observasi hasil belajar Roda dan Ban masih terbilang rendah. Hal ini dapat dibuktikan dengan data yang peneliti dapatkan berdasarkan Daftar Kumpulan Nilai Siswa (DKNS).

Tabel 1. Daftar Nilai Mata Pelajaran Roda dan Ban kelas XI TKR

Tahun Ajaran 2015/2016

(3)

Berdasarkan pada tabel. 1 diatas menunjukkan suatu masalah dimana ada siswa yang mendapatkan nilai yang rendah dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan ada juga siswa yang mendapatkan nilai yang memuaskan.

Secara keseluruhan dari 225 orang siswa terdapat 11 siswa memiliki hasil belajar yang sangat kompeten dengan persentase sebesar 4,78 %, 24 orang siswa memiliki hasil belajar yang kompeten dengan persentase sebesar 10,67 %, 54 orang siswa memiliki hasil belajar yang cukup kompeten dengan persentase sebesar 24 % dan 136 orang siswa memiliki hasil belajar yang kurang kompeten dengan persentase sebesar 60,44 %.

Tabel 2. Daftar Nilai Mata Pelajaran Roda dan Ban kelas XI TKR

Tahun Ajaran 2016/2017

Sumber :Wawancara dan Nilai Mentah (DKN) dari Guru Mata Pelajaran.

Sedangkan pada tabel 2. pada tahun ajaran 2016/2017 dari 185 orang siswa terdapat10 orang siswa memiliki hasil belajar yang sangat kompeten dengan persentase 5,40 %, dan 21 orang siswa memiliki hasil belajar yang kompeten dengan persentase 11,35 %, 43 orang siswa yang cukup kompeten dengan persentase 23,24 %, dan 111 orang siswa yang kurang kompeten dengan persentase sebesar 60,01

%.

Dari pemaparan diatas menujukan bahwa nilai rata – rata kurang memuaskan karena nilai yang diperoleh siswa masih sekitar nilai standart ketuntasan belajar minimal yang telah ditentukan yakni 77.

Hal ini menandakan bahwa hasil belajar

pada mata pelajaran Pemeliharaan Roda dan Ban masih banyak siswa yang belum memenuhi indikator standart nilai ketuntasan belajar.

Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Roda dan Ban di SMK-TI Swasta Budi Agung Medan, siswa belajar dalam kelas cenderung tidak mendengarkan guru menerangkan, siswa tidak ada keseriusan dalam belajar dan kurang berminat mengikuti praktik dikarenakan siswa sering membuka internet dari handphone yang mereka miliki sehingga proses pembelajaran di ruang kelas tidak berjalan dengan baik. Keadaan ini menujukan bahwa adanya masalah dalam Proses belajar siswa.

Ketidakseriusan dalam belajar adalah suatu masalah dan dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa dan dapat juga disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya berasal dari dalam diri siswa itu sendiri yang sering disebut faktor internal dan juga yang berasal dari luar diri siswa tersebut diantaranya adalah kemampuan, tanggung jawab, motivasi, disiplin, sikap, dan minat.

Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah kurangnya rasa ingin tahu, kecenderungan belajar dengan menghafal dan sikap yang terkadang kurang jujur dalam belajar. Meskipun para siswa sudah menggunakan handphone untuk mengakses internet, terkadang siswa juga masih menunggu perintah dari guru, serta rasa keingintahuan dalam belajar yang masih kurang, mampu mengendalikan suasana hati atau perasaan terhadap situasi yang dialami.

Penggunaan media internet merupakan suatu perkembangan dari era globalisasi, era globalisasi menuntut manusia hidup dalam kecanggihan teknologi yang terus berkembang setiap

(4)

saat. Penggunaan media internet bukanlah tuntutan dari pelajaran, melainkan kebiasaan itu dapat dibentuk oleh siswa sendiri serta lingkungan pendukungnya.

Suatu tuntutan atau tekad serta cita-cita yang ingin dicapai dapat mendorong seseorang untuk membiasakan dirinya melakukan sesuatu agar apa yang diinginkannya tercapai dengan baik.

Penggunaan media Internet yang baik akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sebaliknya penggunaan media internet yang tidak baik cenderung menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Faktor lain yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang secara awal hendaknya telah dimiliki siswa.

Apabila siswa termotivasi untuk mempelajari sesuatu maka akan memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Keaktifan para siswa mengikuti belajar mengajar, teori maupun praktik merupakan ciri khas siswa yang memiliki motivasi belajar. Motivasi belajar yang timbul dari dalam diri siswa memungkinkan untuk memperoleh hasil belajar yang memuaskan.

Hasil belajar merupakan sebagai alat ukur untuk mengetahui ketercapaian belajar siswa sehingga guru harus berupaya dengan maksimal untuk memfasilitasi siswa dalam belajar guna tercapainya hasil belajar yang baik. Permasalahan hasil belajar yang masih rendah memerlukan solusi yang efektif sehingga penelitian terhadap hasil belajar siswa yang masih rendah di SMK-TI Swasta Budi Agung Medan penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh dari pemanfaatan media internet dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Adapun manfaat dari penelitian ini

yaitu Melalui hasil penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kebiasaaan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar, Melalui hasil penelitian ini juga dapat memperkuat teori tentang hubungan antara pemanfaatan media internet dan motivasi belajar dengan hasil belajar.

KAJIAN LITERATUR

Belajar berasal dari kata ajar yang berarti suatu perubahan untuk memperoleh kepandaian dan ilmu pengetahuan. Belajar juga dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan mental yang terjadi pada diri seseorang yang melibatkan kegiatan berfikir dan terjadi melalui pengalaman- pengalaman dan dipengaruhi oleh reaksi disekitarnya sehingga terjadi sesuatu perubahan dari individu tersebut. Menurut Afrineldi belajar merupakan proses membangun pengetahuan melalui transformasi pengalaman (Afrineldi, Hidayat, & Yuza, 2020). Proses belajar itu sendiri bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar itu terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Proses belajar merupakan indikator berhasil tidaknya pembelajaran. Sedangkan isnawati belajar merupakan perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya (Isnawati, 2020).

Dari pendapat tersebut menunjukkan ada persamaan terhadap pengertian yaitu belajar sama-sama membutuhkan proses.

Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa yang berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan (eksternal) (Sugiarti & Pribadi, 2013)

(5)

(Pingge & Wangid, 2016). Beberapa ciri belajar yang menjadi karakteristik penting adanya perilaku belajar adalah : (a) Belajar dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan-tujuan dipakai sebagai arah kegiatan sekaligus sebagai tolak ukur keberhasilan belajar, (b) Belajar merupakan pengalaman sendiri, tidak dapat diwakilkan pada orang lain. Jadi, belajar bersifat individual, (c) Belajar merupakan proses interaksi antar individu dan lingkungan, berarti individu harus aktif bila dihadapkan pada suatu lingkungan tertentu.

Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan menjadikan peran guru sebagai sumber belajar sekarang sudah mulai tergeser. Guru yang tadi nya mendominasi proses belajar mengajar sebagai orang yang memberikan ilmu kepada siswa, sekarang sudah bergeser menjadi seorang fasilitator bagi siswa dalam proses belajar mengajar. Guru memfasilitasi siswa agar siswa dapat belajar dimana saja, kapan saja dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti; buku, jurnal, televise dan juga internet.

Media internet menjadikan siswa lebih mudah untuk memperoleh materi pembelajaran yang dapat diakses oleh siswa kapan saja, internet dapat diakses oleh siswa kapan saja dan dimana saja, melalui Handphone dan Warnet (Warung Internet). Media internet menjadikan pendidikan begitu luas, pendidikan dapat diperoleh siswa dimana saja dan bahkan tanpa batas. Media internet menyediakan berbagai informasi tentang dunia pendidikan. Siswa juga dapat mencari materi atau bahan pelajaran di internet., dengan demikian maka siswa dapat menambah bahan bacaan. Secara tidak langsung media internet mengajarkan siswa untuk belajar secara mandiri. Belajar

mandiri dapat dilakukan diluar jam pelajaran sekolah tanpa adanya guru yang membimbing dan tanpa teman-teman. Hal itu dapat terjadi dikarenakan belajar dengan menggunakan media internet dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, selagi ada kemauan dari siswa sendiri.

Kemauan belajar mandiri merupakan motivasi belajar yang baik dari individu siswa dan Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Menurut Yarangga motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain: adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif (yarangga, 2016). Selain itu, Winkel menyebutkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam siswa yang menimbulkan kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkel & Hastuti, 2005). Sejalan dengan pendapat di atas, Sardiman yang menjelaskan motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak di dalam diri siswa (Sardiman, 2007).

Hasil belajar dapat di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Media pembelajaran internet dapat di gunakan oleh guru atau pendidik untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebagai bagian dari faktor eksternal, hal tersebut

(6)

juga sebagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar siswa sebagai faktor internal siswa. sehingga kedua faktor tersebut saling berkaitan dan saling mendukung untuk tercapainya hasil belajar yang maksimal.

METODE

Penelitian dilakukan di SMK TI Swasta Budi Agung. Yang terletak di Jl. Platina Raya No. 7 Rengas Pulau, Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 201 siswa. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% (Riduwan 2005:

65) dan jumlah sampel total yang digunakan dari kelima kelas adalah 67 orang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan paradigma sebagai berikut :

Gambar 1. Paradigma Penelitian Keterangan :

X1 = Media Internet X2 = Motivasi Belajar

Y = Hasil Belajar Roda dan Ban

R = Korelasi Ganda X1 dan X2 dengan Y r1 = Korelasi Sederhana antara X1 dengan Y r2 = Korelasi Sederhana antara X2 dengan Y.

Data media pembelajaran dan motivasi belajar dijaring dengan menggunakan angket model skala Likert, sedangkan data hasil belajar pemeliharaan sasis dan pemindah tenaga pada saat penelitian dijaring menggunakan DKN Siswa.

Dari hasil penelitian digunakan statistik deskriptif untuk mencari rerata skor (M) dan Standard Deviasi (SD) dan Variansi. Untuk mengetahui tingkat kecenderungan setiap ubahan penelitian digunakan rerata skor ideal (Mi) dan Simpangan Baku (SDi). Untuk uji persyaratan analisis digunakan uji normalitas denga rumus Chi-Kuadrat, untuk analisis regresi menggunakan analisis regresi linear sederhana dan regresi ganda.

Setelah didapat uji persyaratan analisis maka langkah selanjutnya dilakukan pengajuan hipotesis. Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan teknik analisis korelasi sederhana (product moment), teknik analisis korelasi parsial dan teknik analisis korelasi ganda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian untuk variabel X1 dengan jumlah responden 67 orang, terdapat skor tertinggi = 88, skor terendah = 60, rentang skor (r) = 29, banyak kelas (k) = 7, panjang kelas (p) = 4, rata-rata (M) = 73,34, , median (Me) = 73,00 dan Modus (Mo) = 70, dengan tabel distribusi frekuensi

Tabel 1. Distribusi Frekuensi X1

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian untuk variabel X1

dengan jumlah responden 67 orang, terdapat skor tertinggi = 85, skor terendah

= 50, rentang skor (r) = 36, banyak kelas (k) = 7, panjang kelas (p) = 5, rata-rata (M) = 68.37, median (Me) = 69.00 dan Modus (Mo) = 69, dengan tabel distribusi frekuensi

Tabel 2. Distribusi Frekuensi X2

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian untuk variabel X1

dengan jumlah responden 67 orang, terdapat skor tertinggi = 85, skor terendah

= 50, rentang skor (r) = 36, banyak kelas

(7)

(k) = 7, panjang kelas (p) = 5, rata-rata (M) = 68.37, median (Me) = 69.00 dan Modus (Mo) = 69, dengan tabel distribusi frekuensi

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Y

Untuk tingkat kecenderungan masing-masing variabel adalah : (X1) termasuk kategori kurang, (X2) termasuk kategori cukup, (Y) termasuk kategori cukup.

Hasil uji normalitas data menggunakan rumus Chi-Kuadrat diperoleh data seperti pada tabel berikut :

Tabel 4. Uji Normalitas Distribusi

Dari tabel di atas, uji normalitas data setiap variabel penelitian diperoleh χ2hitung < χ2tabel pada taraf signifikan 5%.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data variabel Pemanfaatan Media Internet (X1), Motivasi Belajar (X2) dan Hasil Belajar Roda dan Ban (Y) berdasarkan chi-kuadrat adalah berdistribusi Normal.

Dari hasil analisis persamaan garis regresi variabel Hasil Belajar Roda dan Ban (Y) atas Pemanfaatan Media Internet (X1), yaitu

Tabel 5.Ringkasan ANAVA Untuk Variabel Y atas X1

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa F-Hitung yang diperoleh 8,651 sedangkan F-tabel dengan taraf signifikan 5% adalah 3,99. Ternyata Fh ≥ Ft yaitu (8,651 ≥ 3,99). Dari hasil ini dapat

disimpulkan bahwa persamaan garis regresinya adalah sangat signifikan.

Dari hasil analisis persamaan garis regresi variabel Hasil Belajar Roda dan Ban (Y) atas Motivasi Belajar (X2), yaitu

Tabel 6. Ringkasan ANAVA untuk Variabel Y

atas X2

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa F-Hitung yang diperoleh 10,186 sedangkan F-tabel dengan taraf signifikan 5% adalah 3,99. Ternyata Fh ≥ Ft yaitu (10,186 ≥ 3,99). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa persamaan garis regresinya adalah sangat signifikan.

Sedangkan untuk persamaan garis regresi ganda variabel Hasil Belajar Roda dan Ban (Y) atas Pemanfaatan Media Internet (X1) dan Motivasi Belajar (X2), yaitu Y = 41,392+ 0,235X1 + 0,201X2

Tabel 7. Ringkasan ANAVA Untuk Variabel Y atas X1 dan X2

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa F-Hitung yang diperoleh 7,799 sedangkan F-tabel dengan taraf signifikan 5% adalah 3,14. Ternyata Fh ≥ Ft yaitu (7,799 ≥ 3,14). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa persamaan garis regresi gandanya adalah sangat signifikan.

Dari hasil diperoleh koefisien korelasi parsial X1 terhadap Y sebesar 0,298. Sedangkan rtabel dengan N=67 dan taraf signifikan 5% adalah 0,244. Dengan demikian harga rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 5 % yaitu 0,298 > 0,244, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama (Ha) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Media Internet (X1) dengan Hasil Belajar Roda dan Ban (Y), dimana variabel X2

dikontrol.

Dengan demikian hipotesis pertama yang berbunyi terdapat hubungan yang X

Y =49,412 +0,313

X Y =29,577 +0,536

(8)

positif dan signifikan antara pemanfaatan media internet dengan hasil belajar roda dan ban pada siswa kelas XI kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan di SMK- TI Swasta Budi Agung, diterima

Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien korelasi parsial X2 terhadap Y sebesar 0,265. Sedangkan rtabel dengan N=67 dan taraf signifikan 5% adalah 0,244. Dengan demikian harga rhitung > rtabel

pada taraf signifikansi 5 % yaitu 0,265 >

0,244, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua (Ha) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Motivasi Belajar (X2) dengan Hasil Belajar Roda dan Ban (Y), dimana variabel X1

dikontrol.

Dengan demikian hipotesis kedua yang berbunyi terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar roda dan ban pada siswa kelas XI kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan di SMK-TI Swasta Budi Agung Medan, diterima.

Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa koefisien regresi ganda untuk X1

adalah 0,235 dan X2 adalah 0,201, sedangkan konstanta regresi adalah 41,392

sehingga persamaan regresi ganda adalah Y = 41,392+ 0,235X1 + 0,201X2.

Selanjutnya dari perhitungan didapati koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,871 dan (R2) sebesar 0,760 yang berarti 76% hasil belajar roda dan ban dapat dijelaskan oleh pemanfaatan media internet dan motivasi belajar. Kemudian berdasarkan hasil uji keberartian korelasi ganda (Fhitung) yaitu 109.112 dengan dk pembilang = 2 (banyaknya variabel bebas) dan dk penyebut = n–k–1=67–2–1=64, pada taraf signifikansi 5% diperoleh Ftabel

= 3,14. Terlihat bahwa Fhitung > Ftabel pada taraf sinifikan 5% yaitu 109.112 > 3,14.

Dengan demikian hipotesis ketiga yang

berbunyi, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan media internet dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar roda dan ban pada siswa kelas XI TKR di SMK- TI Swasta Budi Agung Medan, diterima.

Gambar 2. Hubungan Variabel Bebas dengan Variabel Terikat

Hasil penelitian ini mengungkapkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Media Internet dan Motivasi Belajar secara tersendiri maupun bersama-sama dengan Hasil Belajar Roda dan Ban.

Hal ini memberikan arti bahwa : (1)Apabila pemanfaatan media internet siswa ditingkatkan maka hasil belajar roda dan ban semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dengan rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 5 % yaitu 0,343 > 0,244.

(2)Apabila motivasi belajar siswa ditingkatkan maka hasil belajar roda dan ban semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dengan rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 5 % yaitu 0,368 > 0,244. (3) Apabila kebiasaan belajar dan motivasi belajar meningkat secara bersama-sama maka hasil belajar roda dan ban semakin meningkat. Hal ini juga dapat dilihat dengan Fhitung > Ftabel pada taraf sinifikan 5% yaitu 109.112 > 3,14.

Sesuai dengan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dapat diterima.

Untuk mengetahui lebih lanjut faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan media internet dan motivasi belajar serta hasil belajar roda dan ban siswa kelas XI kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan SMK-TI Budi Agung Medan T.A 2017/2018, perlu diadakan penelitian lebih lanjut.

SIMPULAN

(9)

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan , maka dapat disimpulkan : (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Media Internet dengan Hasil Belajar Roda dan Ban Siswa Kelas XI Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK-TI Swasta Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2017/2018. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Roda dan Ban Siswa Kelas XI Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK-TI Swasta Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2017/2018. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara Pemanfaatan Media Internet dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Roda dan Ban Siswa Kelas XI Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK- TI Swasta Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2017/2018.

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka sebagai tindak lanjut peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar roda dan ban diharapkan kepada guru pengajar untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan kebiasaan belajar siswa, seperti memberi kesempatan kepada siswa untuk berkunjung ke laboratorium komputer sekolah dan sering memberi tugas kepada siswa. (2) Guru diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah dengan melakukan berbagai cara, misalnya menggunakan metode belajar yang tepat, mampu memanfaatkan media pembelajaran dengan baik agar siswa dapat lebih memahami pelajaran sehingga termotivasi mengikuti pelajarannya. (3) Perlu kiranya penelitian lebih lanjut dan mendalam guna melihat faktor-faktor lain yang lebih dominan terhadap hasil belajar roda dan ban. Hal ini karena masih banyak lagi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar roda dan ban.

REFERENSI

Afrineldi, R., Hidayat, H., & Yuza, A. (2020).

“Development Of Interactive Learning Media Based On Tutorial Model In Ipa Learning Theme 6 My Ideals For Grade Iv Elementary School”. Jurnal Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 13(2).

Retrieved From

Https://Ejurnal.Bunghatta.Ac.Id/Index.P hp/Jfkip/Article/View/18302

Baiti, A. A., & Munadi, S. (2014). Pengaruh Pengalaman Praktik, Prestasi Belajar Dasar Kejuruan Dan Dukungan Orang Tua Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(2).

Https://Doi.Org/10.21831/Jpv.V4i2.254 3

Chotimah, K., & Suryani, N. (2020). Pengaruh Praktek Kerja Lapangan, Motivasi Memasuki Dunia Kerja, Dan Efikasi Diri Terhadap Kesiapan Kerja.

Economic Education Analysis Journal,

9(2), 391–404.

Https://Doi.Org/10.15294/Eeaj.V9i2.320 79

Isnawati, N. (2020). Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Bilangan Asli Dengan Penggunaan Media Gambar Pada Siswa Kelas Ii Sdn 5 Sikur. Journal Transformation Of Mandalika (Jtm) E-Issn 2745-5882, 1(2 Oktober), 123–130. Retrieved From Http://Ojs.Cahayamandalika.Com/Index.

Php/Jtm/Article/View/174

Naeli Fajriah, U., & Sudarma, K. (2017).

Economic Education Analysis Journal Pengaruh Praktik Kerja Industri, Motivasi Memasuki Dunia Kerja, Dan Bimbingan Karir Pada Kesiapan Kerja Siswa Info Artikel. Economic Education Analysis Journal, 6(2), 421–432.

Retrieved From

Http://Journal.Unnes.Ac.Id/Sju/Index.Ph p/Eeaj

Pingge, H. D., & Wangid, M. N. (2016).

Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Kota Tambolaka Faktor’s Affecting Student Learning Outcomes Elementary School Student’s In District Tambolaka.

Sardiman, A. M. (2007). Jakarta: Interaksi &

Motivasi Belajar Mengajar. Pt Raja Grafindo Persada.

Sugiarti, R., & Pribadi, A. S. (2013). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi

(10)

Keberhasilan Belajar Siswa Slow Learner Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang. Journal Wacana, 5(1), 1–17.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). (No.

Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). Indonesia.

Winkel, W. S., & Hastuti, M. M. S. (2005).

Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Media Abadi.

Yarangga, F. S. (2016). Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas III Gugus Wijaya Kusuma Ngaliyan Semarang. Semarang.

Gambar

Tabel 2. Daftar Nilai Mata Pelajaran Roda  dan Ban kelas XI TKR
Tabel 2. Distribusi Frekuensi X 2
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Y
Gambar 2. Hubungan Variabel Bebas dengan  Variabel Terikat

Referensi

Dokumen terkait