Menggunakan SAP 2000
Komp. Duta Merlin Blok E 27
Jl. Gajah Mada 3-5
KATA PENGANTAR
Pertama-tama penuls panjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT karena perkenan- Nya jualah, maka penulis buku ini dapat diselesaikan.
Buku yang diberi judul “MENGGUNAKAN SAP 2000” dimaksudkan untuk membantu para siswa Widyaloka, khususnya yang mempelajari SAP 2000 menguasai materi pelajaran yang minimal harus dikuasai disamping pelajaran yang diberikan instruktur.
Bagi para instruktur, buku ini tidak perlu digunakan secara kaku tetapi dapat digunakan secara fleksibel. Penulis mengharapkan pelajaran yang ada didalam buku ini adalah pelajaran minimal yang diberikan kepada siswa, termasuk kemampuan siswa mengerjakan Latihan-latihan Soal yang ada dibagian terakhir.
Sesuai dengan situasi dan kondisinya, terutama untuk kelas-kelas privat para instruktur dapat saja menambahkan pelajaran diluar buku ini untuk merangsang siswa belajar lebih jauh.
Pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Widyaloka dan semua pihak yang telah membantu selesainya penulisan buku ini. Semog buku ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Akhir kata karena “TAK ADA GADING YANG TAK RETAK” maka penlis sangat mengharapkan saran dan kritik dari seluruh rekan-rekan di Widyaloka dan para pembaca sekalian guna perbaikan di masa-masa yang akan datang.
Surabaya, May 2006 Penulis,
Teguh Santoso SPd
~ Widyaloka ~ SAP2000/i
DAFTAR ISI
Hal
I. MENGENAL SAP2000 ... 1
I.1 Memulai SAP2000 ... 1
I.2 Memahami elemen-elemen dalam tampilan SAP2000... 1
I.2.1 Toolbar... 2
I.2.2 New Interface ... 4
I.3 Sistem Koordinat ... 4
I.3.1 Sistem Koordinat Global ... 4
I.3.2 Sistem Koordinat Lokal ... 4
I.4 Bentuk Penampang ... 5
I.5 Material Property ... 5
I.6 Beban pada Struktur ... 6
I.6.1 Berat sendiri ... 6
I.6.2 Beban terpusat pada elemen ... 6
I.6.3 Beban merata pada elemen ... 6
I.7 Derajat Kebebasan (DOF) ... 8
II. STRUKTUR DENGAN BEBAN STATIK (METODE FILLET ELEMENT) ... 9
II.1 Model Sloped/jembatan Model Struktur... 10
II.1.1 Menentukan geometri model struktur ... 10
II.1.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 11
II.1.3 Mendefinisikan Dimensi ... 11
II.1.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 12
II.1.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 12
II.1.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 13
II.1.7 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 13
II.1.8 Memeriksa Input Data ... 14
II.1.9 Analisis Mekanika Teknik ... 15
II.1.10 Design/Chech Struktur ... 16
II.1.11 Modifikasi Struktur/ReDesign ... 16
II.2 Model Kuda-kuda Truss 2 Dimensi ... 18
II.2.1 Menentukan geometri model struktur ... 18
II.2.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 20
II.2.3 Mendefinisikan Dimensi ... 20
II.2.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 21
II.2.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 21
II.2.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 21
II.2.7 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 22
II.2.8 Memeriksa Input Data ... 23
II.2.9 Analisis Mekanika Teknik ... 23
II.2.10 Design/Chech Struktur ... 24
II.3 Model Gable/Frame 2 Dimensi ... 25
II.3.1 Menentukan geometri model struktur ... 25
II.3.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 26
II.3.3 Mendefinisikan Dimensi ... 27
II.3.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 27
II.3.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 27
II.3.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 28
II.3.7 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 28
II.3.8 Memeriksa Input Data ... 29
II.3.9 Analisis Mekanika Teknik ... 30
II.3.10 Design/Chech Struktur ... 30
II.3.11 Modifikasi Struktur/ReDesign ... 31
II.4 Model Portal Beton 2 Dimensi ... 32
II.4.1 Menentukan geometri model struktur ... 32
II.4.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 33
II.4.3 Mendefinisikan Dimensi ... 33
II.4.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 34
II.4.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 35
II.4.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 35
II.4.7 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 36
II.4.8 Memeriksa Input Data ... 37
II.4.9 Analisis Mekanika Teknik ... 37
II.4.10 Design/Chech Struktur ... 38
II.4.11 Modifikasi Struktur/ReDesign ... 39
II.5 Model Portal Prestress 2 Dimensi ... 41
II.5.1 Menentukan geometri model struktur ... 40
II.5.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 42
II.5.3 Mendefinisikan Dimensi ... 42
II.5.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 43
II.5.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 43
II.5.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 44
II.5.7 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 45
II.5.8 Memeriksa Input Data ... 46
II.5.9 Analisis Mekanika Teknik ... 46
II.5.10 Design/Chech Struktur ... 47
II.6 Model Elemen Non-Prismatis 2 Dimensi ... 49
II.6.1 Menentukan geometri model struktur ... 49
II.6.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 50
II.6.3 Mendefinisikan Dimensi ... 51
II.6.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 51
II.6.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 52
II.6.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 52
II.6.7 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 53
II.6.8 Memeriksa Input Data ... 53
II.6.9 Analisis Mekanika Teknik ... 53
II.7 Model Elemen Shell/Plat ... 55
II.7.1 Tangkki Air ... 55
II.7.1.1 Menentukan geometri model struktur ... 55
II.7.1.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 56
II.7.1.3 Mendefinisikan Dimensi ... 57
II.7.1.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 57
II.7.1.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 57
II.7.1.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 58
II.7.1.7 Menempatkan Beban yang Bekerja... 58
II.7.1.8 Memeriksa Input Data ... 58
II.7.1.9 Analisis Mekanika Teknik ... 58
~ Widyaloka ~ SAP2000/iii
II.7.2 Kubah ... 60
II.7.2.1 Menentukan geometri model struktur ... 60
II.7.2.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 61
II.7.2.3 Mendefinisikan Dimensi ... 61
II.7.2.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 62
II.7.2.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 62
II.7.2.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 62
II.7.2.7 Menempatkan Beban yang Bekerja... 63
II.7.2.8 Memeriksa Input Data ... 63
II.7.2.9 Analisis Mekanika Teknik ... 63
II.7.3 Plat Lantai ... 65
II.7.3.1 Menentukan geometri model struktur ... 65
II.7.3.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 66
II.7.3.3 Mendefinisikan Dimensi ... 66
II.7.3.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 67
II.7.3.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 67
II.7.3.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 68
II.7.3.7 Menempatkan Beban yang Bekerja... 68
II.7.3.8 Memeriksa Input Data ... 69
II.7.3.9 Analisis Mekanika Teknik ... 69
II.7.4 Tangga ... 70
II.7.4.1 Menentukan geometri model struktur ... 70
II.7.4.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 71
II.7.4.3 Mendefinisikan Dimensi ... 72
II.7.4.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 72
II.7.4.5 Mendefinisikan Kombinasi Beban Rencana ... 73
II.7.4.6 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 73
II.7.4.7 Menempatkan Beban yang Bekerja... 73
II.7.4.8 Memeriksa Input Data ... 74
II.7.4.9 Analisis Mekanika Teknik ... 74
III. STRUKTUR DENGAN BEBAN DINAMIK ... 76
III.1 Analisis Ragam Spectrum (SPEC) ... 76
III.2 Analisis Respon Riwayat Waktu (Timeh) ... 77
III.3 Massa ... 77
III.4 Metode Portal Baja 2 Dimensi ... 78
III.4.1 Menentukan geometri model struktur ... 78
III.4.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 79
III.4.3 Mendefinisikan Dimensi ... 80
III.4.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 80
III.4.5 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 81
III.4.6 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 81
III.4.6.1 Menentukan beban elemen DL dan LL ... 81
III.4.6.2 Menentukan beban gempa statik ... 82
III.4.6.3 Menentukan beban gempa RAGAM SPECTRUM RESPON ... 82
III.4.6.4 Menentukan beban gempa dinamik TIME HISTORY 83 III.4.7 Memeriksa Input Data ... 84
III.4.8 Analisis Mekanika Teknik ... 84
III.4.9 Design/Chech Struktur ... 85
III.5 Model Frame Beton 3 Dimensi ... 86
III.5.1 Menentukan geometri model struktur ... 87
III.5.2 Mendefinisikan Jenis & Kuat bahan/material ... 87
III.5.3 Mendefinisikan Dimensi ... 88
III.5.4 Mendefinisikan Macam Beban ... 88
III.5.5 Menempatkan dimensi Penampang Profil ... 88
III.5.6 Menempatkan Beban yang Bekerja ... 89
III.5.6.1 Menentukan beban elemen DL dan LL ... 89
III.5.6.2 Menentukan beban gempa statik ... 89
III.5.6.3 Menentukan beban gempa RAGAM SPECTRUM RESPON ... 90
III.5.6.4 Menentukan beban gempa dinamik TIME HISTORY 90 III.5.7 Memeriksa Input Data ... 91
III.5.8 Analisis Mekanika Teknik ... 91 SOAL-SOAL LATIHAN
~ Widyaloka ~ SAP2000/1
I. MENGENAL SAP2000
Sap2000 merupakan program versi terakhir yang paling lengkap dari seri-seri program analisis struktur SAP, baik SAP80 maupun SAP90. Keunggulan program SAP2000 antara lain ditunjukkan dengan adanya fasilitas untuk disain elemen, baik untuk material baja maupun beton . Disamping itu juga adanya fasilitas Baja dengan mengoptimalkan penampang, sehingga pengguna tidak perlu menentukan profil untuk masing-masing elemen, tetapi cukup memberikan data profil secukupnya, dan program akan memilih sendiri profil yang paling optimal atau ekonomis.
I.1 Memulai SAP2000
Jika Anda untuk pertama kali menjalankan Autoacad, maka kotak dialog Startup akan ditampilkan. Untuk memulai SAP2000, lakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Dari MS Windows pilih menu Start/Programs/SAP2000 Nonlinier. Dalam
komputer akan muncul tampilan seperti gambar 1.1 dibawah ini.
Gambar 1.1 Tampilan menu untuk menjalankan
SAP2000 I.2 Memahami elemen-elemen dalam tampilan SAP2000
Elemen-elemen yang ada dalam tampilan SAP2000 dapat dilihat dalam gambar 1.2 dibawah ini.
Gambar 1.2 Elemen-elemen yang ada dalam
tampilan
I.2.1 Toolbar
Penjelasan Icon Toolbar secara singkat terlihat pada tabel dibawah ini.
Icon Nama Icon Fungsi
New Model Memulai membuat model struktur baru Open *.SDB File Membuka file SAP2000 yang sudah disimpan Save Mode Menyimpan data model terakhir
Undo Membatalkan perintah/perubahan yang terakhir dikerjakan
Redo Membatalkan perintah Undo terakhir
Refresh Window Menampilkan window dengan data baru
Lock/Unlock Model Membuka lock setelah analisis untuk merubah data model
Run Analysis Untuk melakukan analisis model
Zoom Memperbesar obyek yan dipilih dengan mouse
Restore Full View Mengembalikan model pada tampak keseluruhan Restore Previous View Mengembalikan model pada tampak sebelumnya
Zoom In Memperbesar tampak model
Zoom Out Memperkecil tampak model
Pan Menggeser model pada window
Show 3-D View Menampilkan model dalam 3D ( 3 Dimensi ) Show 2-D View of X-Y/r-
Θ Plane
Menampilkan model dalam 2D sejajar bidang X- Y/r-Θ
Show 2-D View of X-Z/r- Z Plane
Menampilkan model dalam 2D sejajar bidang X- Y/r-Z
Show 2-D View of Y-Z/Θ - Z Plane
Menampilkan model dalam 2D sejajar bidang X- Y/Θ-Z
Perspective Toggle Menampilkan model dalam prespektif 3D Shrink Elements Menampilkan elemen tidak penuh
Set Element Mengatur tampilan property elemen yang diinginkan
Up One Gridline Memindahkan satu garis grid ke atas pada tampak 2D
Down One Gridline Memindahkan satu garis grid ke bawah pada tampak 2D
~ Widyaloka ~ SAP2000/3
Icon Nama Icon Fungsi
Pointer Tool Untuk memilih satu elemen atau dengan
windowing
Select All Memilih semua elemen
Restore Previous Selection
Memilih ulang elemen yang terakhir kali dipilih Clear Selection Membatalkan elemen yang dipilih
Set Intersecting Line Select Mode
Memilih elemen dengan garis intersecting
Reshape Element Untuk memindah elemen dengan memilihnya, kemudian ujungnya atau joint-nya dipindahkan Add Special Joints Menambahkan joint khusus, yang tidak otomatis
ditentukan pada saat menggambar elemen Draw Frame Element Menggambar elemen frame dari joint ke joint Draw Shell Element Menggambar elemen shell dari sudut ke sudut Quick Draw Frame Menggambar elemen frame diantara garis grid Quick Draw Shell
Element
Menggambar elemen shell diantara garis grid
Draw Quadrilateral Shell Element
Mengambar elemen shell quadrilateral
Assign Joint Restraints Untuk menentukan restraint translasi dan rotasi Assign Frame Sections Untuk menentukan potongan dan material
property frame
Assign Shell Sections Untuk menentukan potongan dan material property shell
Assign Joint Load Untuk menentukan beban joint Assign Frame Span
Loading
Untuk menentukan beban merata dan terpusat elemen frame
Assign Shell Uniform loading
Untuk menentukan beban merata elemen shell
Show Underformed Shape Menampilkan bentuk tak terdeformasi struktur Display Static Deformed
Shape
Menampilkan struktur terdeformasi akibat beban statik
Display Mode Shape Menampilkan mode struktur akibat beban dinamik Joint Reaction Forces Menampilkan gaya-gaya reaksi pada dukungan Members Forces Diagram
for Frame
Menampilkan diagram gaya-gaya pada frame
Icon Nama Icon Fungsi Elemen Forces/Stress
Countour for Shell
Menampilkan gaya-gaya atau kontour tegangan pada shell
Set Output Table Mode Menampilkan text output joint atau elemen pada layar
I.2.2 New Interface
1. SAP2000 versi baru telah terpadu dalam operasi windows secara penuh.
2. Model yang dibuat, dianalisis, didisain dan keluaran hasilnya ditampilkan pada window (jendela yang sama).
3. Model dapat ditampilkan dalam beberapa window, maksimum 4 window.
4. Element frame yang ditampilkan dalam garis tunggal adalah sumbu pusat beratnya (centrelines).
5. Model dapat juga ditampilkan dalam pandangan perspektif dengan menekan tombol .
6. Konteks help yang diinginkan dapat ditampilkan dalam bentuk ‘form’ dengan menekan tombol kanan mouse.
7. Informasi detail tentang batang dan joint pada model dimungkinkan juga dengan menekan tombol mouse kanan pada batang atau joint yang diinginkan, misalnya tentang moment, displacements joint atau connectivity dan lain sebagainya.
I.3 Sistem Koordinat
Setiap model struktur menggunakan koordinat yang berbeda untuk menentukan joint dan arah beban, displacement, gaya dalam dan tegangan. Pengetahuan tentang sistem koordinat ini sangat penting bagi pengguna, karena untuk menentukan model dan mengterprestasikan hasil-hasil keluaran dari program, pengguna harus memahami sistem koordinat ini.
Semua sistem koordinat ditunjukkan dengan sumbu tiga dimensi, menggunakan aturan tangan kanan dan menggunakan sistem cartesius (segi-empat).
I.3.1 Sistem Koordinat Global
Sistem koordinat Global X-Y-Z digunakan untuk memberikan lokasi dua titik, sepasang sudut, atau dengan memberikan arah koordinat. SAP2000 selalu mengasumsikan sumbu Z arahnya vertikal, dengan Z+ arah ke atas.
I.3.2 Sistem Koordinat Lokal
Sistem koordinat Lokal 1-2-3 digunakan untuk menentukan potongan property, beban dan gaya-gaya keluaran. Untuk menentukan sistem koordinat lokal elemen yang umum dapat menggunakan orientasi default dan sudut koordinat elemen frame, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Sumbu lokal 1 arah selalu memanjang arah sumbu elemen, arah positif ialah dari ujung i ke ujung j.
2. Orientasi default sumbu lokal 2 dan 3 ditentukan oleh hubungan diantara sumbu 1 dan sumbu global Z sebagai berikut :