4. HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS
4.1. Gambaran Umum Sampel
Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan sektor manufaktur yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014-2016 dan menggunakan purposive sampling sebagai berikut:
Tabel 4.1 Sampel Penelitian
Keterangan Jumlah
Jumlah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 145 Jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2014-2016 94 Jumlah perusahaan yang memiliki data tidak lengkap (10) Jumlah persusahaan yang mengalami pergantian sektor industri dan
mengalami delisting
(31)
Sampel perusahaan 53
Laporan keuangan tahun 2014 hingga 2016 3 Tahun
Total sampel yang digunakan dalam penelitan ini 159 Sumber: Olahan Penulis
4.2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif ini digunakan untuk menjelaskan mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai mean, dan standard deviation. Berikut adalah hasil analisis deskriptif dari masing-masing variabel dari tahun 2014 hingga 2016 yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.2
Deskriptif Statistik Variabel Perencanaan Pajak
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
BTD Valid N
159 159
-3433471000000 4152206976000 60449227538,69 958732675758,483
24
Pada tabel 4.2 dapat dilihat bahwa nilai minimumdari variabel perencanaan pajak adalah sebesar -3433471000000 yang dimiliki oleh PT.
Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk pada tahun 2015. Sedangkan nilai maksimum dari variabel perencanaan pajak adalah sebesar 4152206976000 yang dimiliki oleh PT. Semen Indonesia Persero Tbk pada tahun 2014.
Tabel 4.3
Deskriptif Statistik Variabel Profitabilitas
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
ROA Valid N (listwise)
159 159
,011083 44,87429047 8,24526248069 8,236894500061
Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.3 dapat dilihat bahwa nilai minimumdari variabel profitabilitas adalah sebesar 0,011083 yang dimiliki oleh PT. Star Petrochem Tbk pada tahun 2015. Sedangkan nilai maksimumdari variabel profitabilitas adalah sebesar 44,874290470 yang dimiliki oleh PT. Multi Bintang Indonesia Tbk pada tahun 2016.
Tabel 4.4
Deskriptif Statistik Variabel Nilai Perusahaan
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
EV Valid N (listwise)
159 159
19609772032 445498234241024 19640216549212,6 58698012640953,7
Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.4 dapat dilihat bahwa nilai minimumdari variabel nilai perusahaan adalah sebesar 19609772032 yang dimiliki oleh PT. Nusantara Inti Corpora Tbk pada tahun 2015. Sedangkan nilai maksimumdari variabel profitabilitas adalah sebesar 445498234241024 yang dimiliki oleh oleh PT.
Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk pada tahun 2016.
4.3. Hasil Uji Asumsi Klasik 4.3.1. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat seberapa normal variabel independen dan variabel dependen. Data suatu variabel dikatakan normal apabila nilai signifikansi dalam uji Kolmogorov Smirnov> 0,05. Sedangkan apabila nilai signifikansi < 0,05 maka data dikatakan tidak normal. Berikut tabel hasil uji normalitas:
Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 159
Normal Parametersa,b Mean ,0078801
Std. Deviation 48439669810107,06
Most Extreme Differences
Absolute ,257
Positive ,257
Negative -,155
Kolmogorov-Smirnov Z 3,246
Asymp. Sig. (2-tailed) ,000
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.4 dapat dilihat bahwa hasil pengujian normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov memperlihatkan besarnya signifikansi dibawah 0,05 yaitu
0,000 dan dapat disimpulkan bahwa data residual tidak terdistribusi secara normal, sehingga tidak memenuhi uji asumsi normalitas. Maka dari itu untuk membuat distribusi data menjadi normal perlu menggunakan perhitungan log yang menghasilkan tabel sebagai berikut:
26 Tabel 4.6
Hasil Uji Normalitas (Log)
Pada tabel 4.6 dapat dilihat bahwa hasil pengujian normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov memperlihatkan besarnya signifikansi diatas 0,05 yaitu
0,383 dan dapat disimpulkan bahwa data residual yang telah menggunakan perhitungan log terdistribusi secara normal, sehingga memenuhi uji asumsi normalitas.
4.3.2. Hasil Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas dilakukan untuk melihat adakah ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan.Hasil uji heteorikedastisitas didapat dengan menggunakan uji Glejser. Berikut tabel hasil uji heterokedastisitas:
Tabel 4.7
Hasil Uji Heterokedastisitas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -3157877042778 3299292524890 -,957 ,340
BTD 4,165 2,441 ,098 1,706 ,090
ROA 3547118329222 284117637790 ,720 12,485 ,000
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Log_RES1
N 59
Normal Parametersa,b Mean 13,0086
Std. Deviation ,72740
Most Extreme Differences
Absolute ,118
Positive ,118
Negative -,090
Kolmogorov-Smirnov Z ,907
Asymp. Sig. (2-tailed) ,383
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Olahan Penulis
a. Dependent Variable: ABS_RES Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.7 dapat dilihat bahwa hasil pengujian heterokedastisitas memperlihatkan besarnya signifikansidibawah 0,05 dan dapat disimpulkanbahwa variabel-variabel dalampenelitianmengalami gejalaheterokedastisitas. Maka dari itu untuk membuat variabel-variabel tersebut terbebas dari gejala heterokedastisitas perlu menggunakan perhitungan log yang menghasilkan tabel sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Uji Heterokedastisitas (Log)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3,207 ,810 3,958 ,000
Ln_BTD -,090 ,033 -,363 -2,717 ,008
Ln_ROA ,076 ,044 ,232 1,738 ,087
a. Dependent Variable: ABS_RES4 Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.8 dapat dilihat bahwa hasil pengujian heterokedastisitas memperlihatkan besarnya signifikansi diatas dan dibawah 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada variabel yang terbebas dari gejala heterokedastisitas dan ada juga variabel yang masih mengalami gejala heterokedastisitas. Akan tetapi penelitian tetap dapat lanjut karena penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antar variabel dan bukan untuk membandingkan antar perusahaan.
4.3.3. Hasil Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan untuk melihat ada tidaknya korelasi antara variabel independen dalam model regresi linear berganda. Hasil dari uji multikolinearitas dilihat dari nilai tolerance dan nilai varian inflation factor (VIF).Berikut tabel hasil uji multikolinieritas:
28 Tabel 4.9
Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
BTD ,963 1,038
ROA ,963 1,038
a. Dependent Variable: EV Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.9 dapat dilihat bahwa masing-masing variabel independen dalam penelitian memiliki nilai tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini tidak mengalami gejala multikolinieritas oleh karena telah memenuhi standar dari uji multikolinieritas.
4.3.4. Hasil Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi dilakukan untuk melihat korelasi antara kesalahan pengganggu periode t dengan periode t-1 dalam regresi linear. Hasil uji autokorelasi didapat dengan menggunakan uji Durbin-Watson. Berikut tabel hasil uji autokorelasi:
Tabel 4.10 Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 ,565a ,319 ,310 48749191616396,02 ,836
a. Predictors: (Constant), ROA, BTD b. Dependent Variable: EV
Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.10 dapat dilihat bahwa nilai Durbin-Watson yaitu sebesar 0,836, di mana nilai tersebut tidak memenuhi syarat tabel Durbin-Watson, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat gangguan dalam suatu regresi linier
oleh karena terdapat gejala autokorelasi. Akan tetapi penelitian tetap dapat lanjut karena penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antar variabel dan bukan untuk membandingkan antar perusahaan.
4.4. Hasil Koefisien Determinasi
Analisis koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan suatu variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Berikut tabel hasil koefisien determinasi:
Tabel 4.11
Hasil Analisis Koefisien Determinasi Variabel Perencanaan Pajak dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,565a ,319 ,310 48749191616396
a. Predictors: (Constant), ROA, BTD Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.11 dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,319. Hal ini memiliki arti bahwa 31,9% nilai perusahaan (EV) dapat dijelaskan oleh variabel perencanaan pajak (BTD) dan profitabilitas (ROA).
Sedangkan 68,1% (100%-31,9%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang berada diluar penelitian.
4.5. Hasil Uji Hipotesis 4.5.1. Hasil Uji F
Uji F dilakukan untuk melihatpengaruh semua variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Berikuttabel hasil uji F:
Tabel 4.12
Hasil Uji F Variabel Perencanaan Pajak dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
30
1 Regression 1736507021162876 60000000000000
2 868253510581438300 00000000000
36,535 ,000b
Residual 3707314545873269 00000000000000
156 237648368325209560 0000000000
Total 5443821567036145 60000000000000
158
a. Dependent Variable: EV
b. Predictors: (Constant), ROA, BTD Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.12 dapat dilihat bahwa nilai F hitung adalah sebesar 36,535 dengan probabilitas signifikansi dibawah 0,05 yaitu 0,000 dan menunjukan model regresi dapat memprediksi nilai perusahaan, sehingga bisa disimpulkan bahwa variabel perencanaan pajak dan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
4.5.2. Hasil Uji T
Uji T dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara terpisah. Berikut tabel hasil uji T:
Tabel 4.13
Hasil Uji T Variabel Perencanaan Pajak dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -3477362247943,98 5570278376577,633 -,624 ,533
BTD -19,228 4,121 -,314 -4,666 ,000
ROA 2944709891966,5 479682938764,586 ,413 6,139 ,000 a. Dependent Variable: EV
Sumber: Olahan Penulis
Pada tabel 4.13 dapat dilihat bahwa variabel perencanaan pajak memiliki koefisien regresi negatif sebesar -19,228 dan variabel profitabilitas memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 2944709891966,5. Keduanya memiliki nilai signifikansi dibawah 0,05 yaitu 0,000 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
4.6. Pembahasan
4.6.1. Pengaruh Perencanaan Pajak Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil pengujian dari hipotesis pertama (H1) diuji untuk melihat pengaruh perencanaan pajak terhadap nilai perusahaanpada perusahaan sektor manufaktur.
Hasil dari penelitian ini dapat menjelaskan bahwa variabel perencanaan pajak berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat melalui hasil pengujian regresi. Nilai signifikansi yang didapatkan adalah sebesar 0,000.
Sedangkan nilai koefisien regresi yang didapatkan adalah sebesar negatif 19,228.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian lain yang dikemukakan oleh Wahab dan Holland (2012) yang berpendapat bahwa perencanaan pajak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dengan arah negatif. Hal ini berarti semakin tinggi perusahaan melakukan perencanaan pajak, maka semakin rendah nilai perusahaan. Hal tersebut dikarenakan peningkatan laba bersih yang disebabkan perusahaan melaksanakan perencanaan pajak akan mengakibatkan muncul asimetri informasi dan berakibat minat investor untuk berinvestasi berkurang dan membuat semakin rendah nilai perusahaan. Dengan kata lain, perencanaan pajak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut membuktikan bahwa semakin besar jumlah perencanaan pajak, semakin rendah nilai perusahaan. Artinya, perencanaan pajak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan arah negatif.
4.6.2. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil pengujian dari hipotesis kedua (H2) diuji untuk melihat pengaruh
32
terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat melalui hasil pengujian regresi.
Nilai signifikansi yang didapatkan adalah sebesar 0,000. Sedangkan nilai koefisien regresi yang didapatkan adalah sebesar positif 2944709891966,5. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian lain yang dikemukakan oleh Hanlon dan Slemrod (2009) yang berpendapat bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dengan arah positif. Hal ini berarti semakin tinggi profitabilitas, maka semakin tinggi nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan keputusan investasi investor dipengaruhi oleh profitabilitas perusahaan. Nilai profitabilitas yang baik akan membuat investor percaya kepada perusahaan dan membuat investor bersedia untuk menginvestasikan dananya ke perusahaan. Sebaliknya, apabila nilai profitabilitas tidak baik artinya perusahaan tidak mampu mendapatkan laba, maka investor akan tidak percaya kepada perusahaan dan menarik dananya yang telah diinvestasikan ke perusahaan. Artinya, profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.