3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif – surveys karena penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti untuk menghindari kesalahan dalam penelitian. Tujuan utama digunakannya metode ini untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang berjalan pada saat penelitian dilakukan dan untuk memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu.
3.2 Deskripsi Operasional Variabel 3.3.1 Variabel Bebas (X)
Variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel tergantung dan mempunyai hubungan positif maupun negatif bagi variabel tergantung nantinya (Kuncoro, 2006, p.42).
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 buah, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dengan kebutuhan khusus terhadap pembentukan keputusan untuk melakukan suatu aktivitas leisure.
Tiga variabel tersebut adalah:
a. Variabel (X1) adalah Faktor Personal
Faktor personal adalah faktor yang berasal dari dalam tiap diri individu sehingga membuat perbedaan keputusan antara satu orang dengan orang lainnya dalam mengambil keputusan untuk melakukan aktivitas leisure.
Indikator:
• Usia responden saat ini mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x1.1)
• Jenis kelamin responden mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x1.2)
• Peran dalam keluarga mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x1.3)
• Pendidikan terakhir yang didapat mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x1.4)
• Kebutuhan khusus yang dialami oleh responden mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x1.5)
b. Variabel (X2) adalah Faktor Lingkungan sosial
Faktor lingkungan sosial adalah faktor-faktor yang ada di lingkungan sekitar individu yang mempengaruhi pembentukan keputusan masyarakat dengan kebutuhan khusus dalam memilih suatu jenis aktivitas leisure.
Indikator :
• Tingkat pendapatan respoden mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x2.1)
Pendapatan ini baik dari pendapatan diri sendiri ataupun pendapatan yang didapat dari orang tua atau keluarga lainnya.
• Status sosial respoden dalam masyarakat mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x2.2)
• Trend yang sedang ”in” mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x2.3)
• Partisipasi keluarga dan teman mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan. (x2.4)
c. Variabel (X3) adalah Faktor Kesempatan
Yang dimaksud faktor kesempatan adalah faktor yang terkandung dalam aktivitas leisure itu sendiri yang dapat mempengaruhi pembentukan keputusan masyarakat dengan kebutuhan khusus dalam memilih suatu jenis aktivitas leisure.
Indikator:
• Persepsi terhadap aktivitas leisure
o Anggapan awal terhadap suatu aktivitas leisure akan mempengaruhi jenis aktivitas yang dipilih (x3.1)
• Kemudahan melakukan jenis aktivitas Leisure
o Jarak, waktu tempuh dan akses transportasi mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dipilih. (x3.2)
• Pengenalan terhadap aktivitas Leisure
o Rekomendasi mengenai suatu tempat leisure yang diberikan oleh keluarga maupun teman mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan. (x3.3)
• Pengelolaan dari penyedia aktivitas Leisure
o Fasilitas-fasilitas pendukung yang disediakan mempengaruhi jenis aktivitas leisure yang dilakukan (x3.4)
3.3.2 Variabel Tidak Bebas (Y)
Variabel tidak bebas adalah kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul, atau tidak muncul ketika peneliti mengintroduksi, merubah, atau mengganti variabel bebas (Best, J.W, 1982, P.82).
Sedangkan menurut Sugiyono ( 2000, p.61 ), variabel tergantung sering juga disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering pula disebut dengan variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Semuanya akan dianalisis serta akan dijadikan bahan pertanyaan dalam kuesioner kepada responden.
Indikator Empirik : Aktivitas leisure yang dilakukan
3.3 Deskripsi Data 3.3.1 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang diukur dalam skala numerik (angka). Dimana penelitian yang dilakukan umumnya dinyatakan dalam bentuk jumlah dan angka yang dapat dihitung secara matematika dan dalam penelitiannya dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus statistik.
3.3.2 Sumber Data
Dalam penelitian ini akan digunakan data primer dan data sekunder.
1. Data primer, adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian maupun observasi yang telah dilakukan (Simamora, 2002, p.31). Dalam penelitian ini
data primer diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada respoden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh penulis.
2. Data sekunder adalah data yang didapat dari sumber – sumber lain (Simamora, 2002, p.32). Data Sekunder dalam penelitian kami adalah data yang diperoleh dari buku, beberapa jurnal, koran, internet dan teori-teori yang telah ditulis dan dikumpulkan oleh para ahli serta peneliti lainnya.
3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi
Menurut Cooper and Emory (1999, p.214), populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat peneliti gunakan untuk membuat kesimpulan.
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dengan kebutuhan khusus (dalam hal ini physical disabilities) yang tinggal di Surabaya dan memiliki waktu luang untuk melakukan aktivitas leisure.
3.4.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari keseluruhan populasi yang ditujukan untuk penyidikan populasi dan aspek – aspeknya (Anto Dajan, 1996, p.101).
Pengambilan sampel harus benar-benar mewakili populasi yang ada, karena syarat utama agar dapat ditarik suatu generalisasi adalah bahwa sampel yang diambil dalam penelitian harus menjadi cermin populasi.
Sugiyono (2000, p.12) menyatakan bahwa ukuran sampel yang layak digunakan dalam penelitian adalah 30 sampai dengan 500.
Menurut Suharsimi Arikunto (1993, p.112), jika populasinya besar atau lebih dari 100 maka diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih, tergantung setidak- tidaknya dari:
1. Kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan dana.
2. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
3. Besar kecil resiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian dengan resiko besar, tentu saja sampel yang lebih besar akan lebih baik.
4. Data yang diambil adalah homogen sehingga perlu diambil sampel.
Oleh karena itu penulis menyebarkan kuisioner sebanyak 60 lembar kepada respoden dengan syarat yang ditentukan oleh penulis yaitu seorang masyarakat berkebutuhan khusus, dalam hal ini physical disabilities, dan berdomisili di Surabaya. Kuisioner yang telah dibagi diharapkan dapat mewakili populasi yang ideal, serta dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh faktor-faktor yang membentuk keputusan masyarakat dengan kebutuhan khusus di Surabaya dalam memilih suatu aktivitas leisure.
3.5 Metode Penarikan Sampel
Sampel ditentukan oleh peneliti berdasarkan pertimbangan masalah, tujuan, hipotesis, metode, dan instrumen penelitian, di samping pertimbangan waktu tenaga dan pembiayaan (Sudjamin, 1998). Berdasarkan pertimbangan di atas, metode yang digunakan adalah purposive sampling karena peluang dari anggota populasi yang dipilih sebagai sample didasarkan pada pertimbangan dan keputusan peneliti. Penulis menggunakan pula metode Judgmental Sampling.
Metode ini merupakan bagian dari metode non-probability sampling, dimana sampel yang diambil berdasarkan kriteria – kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi kriteria – kriteria dapat digunakan sebagai sampel (Malhotra, 2007, p.333).
Syarat dalam menentukan pemilihan sampel adalah :
1. Responden adalah seorang masyarakat berkebutuhan khusus, dalam hal ini physical disabilities, yang menetap di Surabaya.
2. Responden adalah seorang masyarakat berkebutuhan khusus, dalam hal ini physical disabilities, yang memiliki waktu luang untuk melakukan aktivitas leisure.
3.6 Alat dan Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melalui penyebaran kuisioner. Kuesioner adalah salah satu instrumen penelitian yang berisikan sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk mengumpulkan jawaban dari para responden. (http://en.wikipedia.org/wiki/Questionnaire).
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1. Studi pustaka, dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penelitian ini, khususnya tentang aktivitas leisure bagi masyarakat dengan kebutuhan khusus, dari media-media, internet, dan literatur-literatur.
2. Penyebaran kuisioner kepada 60 responden yang memenuhi ketentuan sampel yang telah ditentukan oleh penulis.
Kuisioner yang akan dibagikan secara manual terdiri dari dua bagian yaitu pertanyaan penyaringan untuk mendapatkan responden yang tepat untuk penelitian ini dan faktor personal, lingkungan sosial dan kesempatan, dimana variabel-variabel yang menyusun di dalamnya disusun berdasarkan teori Torkildsen.
Pengukuran data berdasarkan hasil kuisioner dengan menggunakan skala likert, yaitu skala psikometrik yang membahas tentang tingkat persetujuan responden terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Akan disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:
• Angka 1 : Sangat tidak setuju
• Angka 2 : Tidak setuju
• Angka 3 : Netral
• Angka 4 : Setuju
• Angka 5 : Sangat setuju
Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan. Pemilihan skala likert ini digunakan untuk mempermudah responden dalam memilih jawaban pada kuisioner.
1. Mengumpulkan kembali kuisioner yang telah diisi oleh respoden.
2. Menyeleksi jawaban yang sempurna dan memenuhi syarat pemilihan sampel sejumlah 60 kusioner.
3. Menganalisa dan mengolah data yang telah valid dengan menggunakan rumus-rumus perhitungan yang dibantu dengan program computer SPSS 13.00.
3.7 Metode Analisa Data
Seluruh data yang diperoleh dari kuisioner akan diolah menggunakan SPSS 13.00. Metode analisa yang digunakan adalah sebagai berikut :
3.7.1 Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, 2005, p.43). Pada penelitian ini validitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang dipersiapkan untuk mengumpulkan data, dalam hal ini kuisioner, telah benar – benar mengukur apa yang ingin diukur oleh peneliti. Hasil atau kesimpulan dari suatu penelitian akan dapat dipercaya apabila data – data yang diperoleh sifatnya akurat dan obyektif.
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Nazir, Moh. Ph.D. 1988, p.174). Pada penelitian ini validitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang dipersiapkan untuk mengumpulkan data, dalam hal ini kuisioner, telah benar – benar mengukur apa yang ingin diukur oleh peneliti. Hasil atau kesimpulan dari suatu penelitian akan dapat dipercaya apabila data – data yang diperoleh sifatnya akurat dan obyektif.
Masrun (1979) menyatakan bahwa bilamana koefisien relasi antara skor suatu indikator dengan skor total seluruh indikator ≥ 0,3 (r ≥ 0,3), maka instrumen tersebut dianggap valid (Solimun, 2002, p. 81).
Menurut Arikunto (2002, p.107), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen penelitian. Uji validitas kuesioner disini dilakukan dengan menggunakan Pearson Product Moment Correlation, yaitu teknik korelasi yang digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel atau lebih bila data kedua variabel atau lebih berbentuk interval atau rasio.
Rumus Pearson Product Moment Correlation adalah:
{ ∑ ∑− ∑
− ∑ }{ ∑ ∑
− ∑ }
= 2 ( )2 2 ( )2
) )(
(
i i
i i
i i i
i xy
Y Y
n X X
n
Y X Y
X
r n ………(3.1)
Dimana: r = Korelasi antara variabel X dan Y xy X =
(
Xi −X)
Y =
(
Yi−Y)
Bila hasil pengujian korelasi masing-masing pertanyaan dengan jumlah skor mempunyai tingkat signifikan lebih kecil dari a (=5%) maka dapat dikatakan kuisioner telah memenuhi syarat validitas (Santoso & Fandy, 2001, p.195).
3.7.2 Uji Reliabilitas
Arikunto (2002, p. 112) mendefinisikan reliabilitas sebagai suatu instrumen yang cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik, dalam artian tidak mengarahkan responden untuk memilih jawaban tertentu. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan pada setiap tiga variabel yang ada.
Yang dimaksud dengan reliabilitas adalah derajad ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrumen pengukur. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah jawaban yang diberikan responden dapat dipercaya atau diandalkan. Dengan kata lain, hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap objek dan alat pengukur yang sama.
Alat uji reliabilitas yang digunakan adalah Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut:
...(3.2)
Keterangan:
R11 = Reliabilitas kuesioner K = Banyaknya butir pertanyaan
∑
σ12 = Jumlah varians butir2
σ1 = Total varians
Kuesioner dapat dikatakan andal atau fleksibel bila memiliki koefisien reliabilitas 0, 6 atau lebih.
⎥⎦
⎢ ⎤
⎣
⎥⎡ −
⎦
⎢ ⎤
⎣
⎡
= −
∑
2 1
2
1 1
11 1
σ σ K
R K
3.7.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Model ini digunakan untuk mengetahui secara langsung pengaruh sebuah variabel bebas terhadap sebuah variabel tergantung, dalam hal ini pengaruh faktor pembentuk partisipasi dalam suatu aktivitas leisure terhadap pemilihan jenis aktivitas leisure yang dilakukan. Bentuk matematis dari analisis Multiple Regression sederhana tersebut adalah: (Malhotra, 2007, p.535 )
Y = a + b1.X 1 + b2.X2 + b3.X3+... + bn.Xn ...(3.3)
Dimana :
Y = Besarnya skor pemilihan suatu aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus
X = Besarnya skor faktor pembentuk partisipasi dalam suatu aktivitas leisure A = Konstanta (intersep)
b = Koefisien regresi, menyatakan besarnya pengaruh faktor pembentuk partisipasi dalam suatu aktivitas leisure terhadap pemilihan salah satu jenis aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus
e = Komponen error
3.7.3.1 Analisa Koefisien Determinasi (R2)
Analisa ini digunakan untuk menghitung besarnya peranan atau pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel tergantung (Y) (Malhotra, 2007, p.535).
Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung koefisien determinasi adalah:
SSy = SSreg + SSres ... (3.4) R2 = SS reg
SSy
R2 = R2 - k (1 – R2 ) n – k – 1
Dimana :
R2 = Koefesien Determinasi k = Koefesien regresi n = jumlah dari sampel 1 = konstanta
Nilai koefisien determinasi adalah berkisar antara nol dan satu yang berarti semakin kecil besarnya R2, maka hubungan kedua variabel semakin lemah.
Sebaliknya jika R2 semakin mendekati 1, maka hubungan kedua variabel semakin kuat (Jonathan Sarwono, 2006, p.72). Besarnya angka koefisien determinasi kemudian diubah dengan bentuk persentase dengan cara mengalikan dengan 100%. Jadi bila R2 sama dengan 1, berarti variasi variabel faktor pembentuk partisipasi terhadap suatu aktivitas leisure dapat menjelaskan variabel pemilihan suatu jenis aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus sebesar 100%.
Sedangkan bila R2 sama dengan 0, berarti variasi variabel faktor pembentuk partisipasi terhadap suatu aktivitas leisure dapat tidak dapat menjelaskan variabel pemilihan suatu jenis aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus.
3.7.3.2 Significant Testing
1. Pengujian Hipotesis secara simultan (uji F)
Uji F-test digunakan untuk mengetahui kebenaran hipotesis penelitian ini yaitu apakah variabel faktor personal, faktor lingkungan sosial dan faktor kesempatan secara simultan atau bersama-sama memiliki efek terhadap variabel pemilihan suatu aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus.
Menentukan F
F = SS reg / k ... (3.5) SSres / ( n – k – 1 )
Dimana signifikansi dari α = 0.05 Kriteria Pengujian:
• Ho diterima dan H1 ditolak bila F hitung < F tabel, berarti variabel bebas yang dalam hal ini adalah faktor personal, faktor lingkungan sosial dan faktor kesempatan secara simultan (bersama-sama) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel pemilihan jenis aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus.
• Ho ditolak dan H1 diterima bila t hitung > t tabel, berarti variabel bebas yang dalam hal ini adalah faktor personal, faktor lingkungan sosial dan faktor kesempatan secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan
terhadap variabel pemilihan jenis aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus
2. Pengujian Hipotesis secara Parsial (uji T)
Uji t-test digunakan untuk mengetahui kebenaran hipotesis penelitian ini yaitu apakah variabel faktor personal, faktor lingkungan sosial dan faktor kesempatan secara parsial atau individu memiliki efek terhadap variabel pemilihan suatu aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus .
t = b ...(3.6) SE b
Dimana:
t = nilai t yang dihitung b = konstanta
SE = Standart eror
Kriteria pengujian
• Ho diterima dan H1 ditolak bila t hitung < t tabel, berarti variabel bebas yang dalam hal ini adalah faktor personal, faktor lingkungan sosial dan faktor kesempatan secara parsial (individual) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel pemilihan jenis aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus.
• Ho ditolak dan H1 diterima bila t hitung > t tabel, berarti variabel bebas yang dalam hal ini adalah faktor personal, faktor lingkungan sosial dan faktor kesempatan secara parsial (individual) berpengaruh signifikan terhadap variabel pemilihan jenis aktivitas leisure oleh masyarakat berkebutuhan khusus
3.7.3.3 Uji Asumsi klasik a. Multicollinearity
Uji Multicollinearity bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independent (Ghozali, 2005, p.91).
Model regresi yang baik tidak akan menimbulkan korelasi antara varibel
independent nya. Apabila variabel – variabel independent saling berkorelasi maka variabel ini tidak ortogonal. Menurut Imam Ghozali varibel ortogonal adalah variabel independent yang nilai korelasi antar sesama variabel independent sama dengan nol (2005, p.91).
Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikoloniearitas di dalam model regresi digunakan cara sebagai berikut: (Ghozali, 2005, p.91)
• Multikolonieritas dapat juga dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah = nilai VIF yang tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance < 10 atau sama dengan VIF > 10.
b. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Prof. Dr. H. Imam Ghozali, M.Com, Akt (2005, p.95), uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya.
Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.
Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Kebanyakan data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang dan besar).
Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized.
Dasar analisis :
1. Jika ada pola tertentu, seperti titik – titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengidentifikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
c. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sample kecil. Cara yang digunakan oleh penulis untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atukah tidak yaitu dengan analisis grafik. Uji normalitas dengan menggunakan grafik dapat menyesatkan kalau tidak berhati – hati secara visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya. Uji statistik sederhana dapat dilakukan dengan Kolmogorov Smirnov. Jika nilai signifikansi uji Kolmogorov Smirnov > 0.05, maka residual model regresi berdistribusi normal.