Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) OSS
Berbasis Risiko
22 November 2021 The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center
Noor Fuad Fitrianto Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan
Arsitektur Sistem OSS Berbasis Risiko
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Penerima Hak Akses
Subsistem Perizinan Berusaha diakses menggunakan hak akses oleh:
• Pelaku Usaha;
• Lembaga OSS;
• Kementerian/Lembaga;
• DPMPTSP provinsi;
• DPMPTSP kabupaten/kota;
• Administrator KEK; dan
• Badan Pengusahaan KPBPB.
Pengelola hak akses dapat memberikan hak akses turunan sesuai kewenangan dan kebutuhan yang diperlukan.
(Penjelasan Ps 171 PP 5/2021) (Ps 11 ayat (2) PerBKPM 3/2021)
K/L
Pelaku Usaha
DPMPTSP Prov
DPMPTSP Kab/Kota Administrator
KEK Badan Pengusahaan
KPBPB
Jenis Permohonan Perizinan Berusaha OSS Berbasis Risiko
Kriteria Usaha
Setelah UU CK
Mikro ≤ Rp 1 Miliar
Kecil Rp 1 < x ≤ 5 Miliar Menengah Rp 5 < x ≤ 10 Miliar Besar > Rp 10 Miliar Modal usaha merupakan modal sendiri dan modal pinjaman untuk menjalankan kegiatan usaha.
Penjelasan Ps. 35 ayat (2) PP 7/2021
Gambaran Umum Sistem OSS Berbasis Risiko
Sistem Perizinan UMK Risiko Rendah
Registrasi dan Hak Akses Pelaku
Usaha
UMK
NON-UMK
Smart Engine Sistem Perizinan UMK
Risiko Menengah Rendah/Tinggi, Tinggi
Sistem Perizinan Non-UMK Risiko Rendah, Menengah,
Tinggi Skala Usaha*,
Lokasi*, KBLI, BUPM, dsb
Produk Cetak
• Kewenangan Pusat (Sistem OSS)
Sub-Sistem Pengawasan
Pertukaran data terkait sertifikasi halal dan SNI
Penapisan Bidang Usaha
Validasi
Database KBLI berikut risiko dan Ketentuannya
Proses verifikasi Tata Ruang, Persetujuan Lingkungan, Pemenuhan Standar SS, Pemenuhan Persyaratan Izin
Isi Data Pelaku
Usaha
Isi Data Kegiatan Usaha
Validasi Tata Ruang
Validasi Pesetujuan Lingkungan
Proses Penerbitan
Perizinan Berusaha
Verifkasi K/L/D
Perbedaan OSS 1.1 dan OSS Berbasis Risiko
Tahapan OSS 1.1 OSS Berbasis Risiko
Produk Perizinan NIB
Izin Usaha
Izin komersial/Operasional
- Risiko Rendah: NIB
- Risiko Menengah: NIB + Sertifikat Standar Usaha
- Risiko Tinggi: NIB + Izin dan apabila diperlukan Sertifikat Standar Produk
Risk Based Belum berbasis risiko
Semua kegiatan usaha diperlakukan sama
Kegiatan usaha diperhitungkan tingkat risikonya
Setiap tingkat resiko memiliki ketentuan standar atau perizinan masing - masing
Tata ruang - Nomenklatur Izin Lokasi - NIB terbit sebelum Izin Lokasi
- Dapat terbit Izin Lokasi dengan komitmen
- Nomenklatur KKKPR (Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang)/PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)
- Permohonan NIB dapat dilakukan setelah KKPR-nya clear/selesai.
- KKPR yang terbit sudah final (tidak ada KKPR dengan komitmen)
UMKM Perizinan bagi UKM terbit otomatis (IUMK) NIB bagi UKM belum termasuk SNI dan JPH Sudah ada jalur khusus bagi UKM
UKM hanya untuk perseorangan
NIB bagi UKM dengan resiko rendah merupakan perizinan tunggal NIB sudah termasuk SNI dan JPH
Klasifikasi mikro kecil dapat juga diperoleh oleh non perseorangan
Insentif / Fasilitas Tax Holiday, Tax Allowance, Investment Allowance, Vokasi, Masterlist
Belum ada skema khusus bagi pengelola ataupun perusahaan dalam KEK
Tax Holiday, Tax Allowance, Investment Allowance, Vokasi, Litbang dan Masterlist
Sudah ada skema khusus bagi pengelola dan perusahaan dalam KEK
Pengawasan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 1. Pengawasan rutin:
a) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) b) Inspeksi lapangan
2. Pengawasan insidental: Inspeksi Lapangan
Validasi KKPR dalam OSS Berbasis Risiko
Pelaku Usaha memperoleh Akun dan mengisi data usaha di Sistem OSS
Kategori UMK?
• KBLI
• Jenis produk/jasa
• Modal Usaha
• Lokasi usaha
• Nama Usaha/Kegiatan
• dan lainnya
RDTR
Notifikasi Penolakan
1 2
3
Validasi sistem Pernyataan Mandiri UMK
Non UMK
Validasi sistem KKKPR otomatis
KONDISI Pasal 181 PP 5/2021, pasal 107 PP 21/2021
Validasi sistem PKKPR otomatis
RTRW PROSES PERTEK
di KANTAH
Status KKKPR “OK”
VERIFIKASI
BERDASARKAN KAJIAN, PERTEK, FORUM sesuai Kewenangan (ATR/BPN atau DPMPTSP)
Fiktif positif (> 20 Hari)
Validasi PKKPR PERIZINAN BERUSAHA 3a
3b
4
6
4a
4b
6a
6b 7
5
8 8a
8b
8c 9
10
Tampilan Validasi RDTR dalam OSS
Alur PKKPR penilaian Kewenangan Daerah
Pelaku Usaha
Permohonan PKKPR penilaian
View permohonan
Notifikasi pembayaran dari SIMPONI
Sistem OSS
GeoKKP- pertek
1
2
3
Notifikasi Nomor Kode Billing dan pdf SPS PNBP
KKPR + PNBP Pertek
Notifikasi Nomor Kode Billing dan pdf SPS PNBP
KKPR + PNBP Pertek Notifikasi Nomor Kode Billing dan pdf SPS PNBP
KKPR + PNBP Pertek
Notifikasi pembayaran
PNBP Notifikasi pembayaran
PNBP Notifikasi pembayaran
PNBP
Terbit Pertek 10
hari
Notifikasi Pertek Proses analisis
KKPR
Terbit PKKPR
Notifikasi Ditolak
?? hari Validasi data dan
meneruskan ke GeoKKP-pertek
SSO DPMPTSP
SSO OPD 6
Notifikasi Nomor Kode Billing dan pdf SPS PNBP
KKPR + PNBP Pertek
Notifikasi Ditolak
Upload lampiran teknis dan isi
elemen persetujuan Fitur update lampiran teknis &
update elemen persetujuan
4 5b
5c 5d
7 8a
8b 8c
9 10
11a 11b
12 13 14
5a
?? hari
Pelaku usaha melakukan pembayaran
SPS expired, Re- create SPS baru
Beberapa Hal yang Perlu Menjadi Perhatian
KKKPR RDTR berjalan efektif (51 RDTR OSS). PKKPR tanpa penilaian seluruhnya sudah berjalan efektif.
KKKPR RDTR dan PKKPR tanpa penilaian tidak dikenakan PNBP (KKPR + Pertek).
PKKPR tanpa penilaian tidak perlu ditindaklanjuti ke Pemda dan/atau Kantah setempat.
Kepala DPMPTSP Prov/Kab/Kota agar segera berikan hak akses turunan kepada Kepala OPD Tata Ruang, dan assign untuk perizinan dasar “PKKPR Darat” melalui OSS.
Dalam hal PKKPR yang diterbitkan terdapat cacat hukum, kekeliruan, ketidakbenaran dan pemalsuan data, dokumen, dan informasi dapat dilakukan pembatalan. Usulan pembatalan dapat dilakukan oleh Kemen ATR/BPN, Pemda melalui OSS-Kemeninves/BKPM.
PKKPR yang terbit di masa transisi (mengacu SE Menteri ATR, SE Ka BKPM), dengan beberapa kondisi, akan ditangani tersendiri (jalur khusus).
Perbaikan serta pengembangan PKKPR OSS RBA terus dilakukan dalam rangka memberikan
pelayanan yang lebih baik dan good governance tetap terjaga.
Cara Memberikan Hak Akses Turunan kepada OPD Tata Ruang (1)
1) Pengelola hak akses DPMPTSP masuk melalui OSS sesuai username dan password, lalu pilih Administrator dan klik hak akses turunan
2) Tambah data, kemudian pilih unit kerja “OPD Perizinan” dan isi nama unit OPD terkait tata ruang.
Cara Memberikan Hak Akses Turunan kepada OPD Tata Ruang (2)
3) Pastikan pilih izin dasar“PKKPR Darat”. Lalu isi identitas (NIK, nama, tanggal lahir, jabatan, nomor HP, email. Setelah data- data tersebut diisi, klik simpan.
4) Akun hak akses turunan akan dikirim melalui email yang telah diisi.
INDONESIA INVESTMENT COORDINATING BOARD
LAMPIRAN
Daftar RDTR OSS
1. RDTR Kota Medan, Kota Medan
2. RDTR Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung
3. RDTR Kota Payakumbuh 6 BWP, Kota Payakumbuh 4. RDTR Kota Bandung 8 BWP, Kota Bandung
5. RDTR Kota Yogyakarta, Kota Yogyakarta 6. RDTR Kawasan Malang Tengah, Kota Malang 7. RDTR Sub Pusat Malang Barat, Kota Malang 8. RDTR Sub Pusat Malang Tenggara, Kota Malang 9. RDTR Sub Pusat Malang Timur, Kota Malang 10. RDTR Sub Pusat Malang Timur Laut, Kota Malang 11. RDTR Sub Pusat Malang Utara, Kota Malang 12. RDTR Kuta Selatan, Kabupaten Badung
13. RDTR Kawasan Emas Garongkong, Kabupaten Barru 14. RDTR Kawasan Perkotaan Masamba, Kabupaten Luwu
Utara
15. RDTR Kota Belopa, Kabupaten Luwu 16. RDTR Tentena, Kabupaten Poso
17. RDTR Bagian Wilayah Perkotaan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong
18. RDTR Kawasan Perkotaan Kalabahi, Kabupaten Alor
19. RDTR Kawasan Perkotaan Mbay, Kabupaten Nagekeo 20. RDTR Kawasan Perkotaan Ende, Kota Ende
21. RDTR Perkotaan Purwokerto, Kabupaten Banyumas 22. RDTR PKL Industri Sungai Ringin, Kabupaten Sintang 23. RDTR Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang 24. RDTR Kota Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh 25. RDTR Perkotaan Sumedang, Kabupaten Sumedang 26. RDTR Tulis, Kabupaten Batang
27. RDTR Kawasan Perkotaan Ngabang, Kabupaten Landak 28. RDTR Bengalon Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur
29. RDTR BWP Kawasan Perkotaan Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan
30. RDTR Kawasan Perkotaan Fakfak, Kabupaten Fakfak
31. RDTR Kawasan Perkotaan Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama 32. RDTR Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Gunung Mas
33. RDTR Kawasan Sleman Timur, Kabupaten Sleman 34. RDTR BWP Paciran, Kabupaten Lamongan
35. RDTR Perkotaan Sambas, Kabupaten Sambas
Daftar RDTR OSS
36. RDTR Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan
37. RDTR BWP Siung-Wediombo, Kabupaten Gunungkidul
38. RDTR Kawasan Perkotaan Watansoppeng, Kabupaten Soppeng 39. RDTR Grogol, Kabupaten Sukoharjo
40. RDTR BWP Selatan Kawasan Perkotaan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara
41. RDTR Kota Kediri, Kota Kediri
42. RDTR Kawasan Potensial Cepat Tumbuh Kuala Tolak - Kuala Satong, Kabupaten Ketapang
43. RDTR Kawasan Perkotaan Pinrang, Kabupaten Pinrang 44. RDTR Banggai Kawasan II, Kabupaten Banggai Laut
45. RDTR Kawasan Perkotaan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo
46. RDTR Kawasan Perkotaan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo
47. RDTR Kawasan Perkotaan Tanjung, Kab. Lombok Utara 48. RDTR Kawasan Perkotaan Cilacap, Kabupaten Cilacap
49. RDTR Kawasan Perkotaan dan Industri Kota Dumai, Kota Dumai 50. RDTR Kawasan Perkotaan Sentani, Kabupaten Jayapura
51. RDTR Kawasan Pusat Kota Ambon, Kota Ambon
Proses Permohonan PKKPR (1)
Pelaku usaha masuk melalui OSS sesuai username dan password, lalu ajukan melalui menu permohonan baru untuk kegiatan usaha baru dan belum memiliki perizinan berusaha sebelumnya, atau menu pengembangan untuk menambah kegiatan usaha
Isi detil rencana kegiatan usaha. Pelaku usaha akan menempuh tahap validasi RDTR. Apabila lokasi kegiatan tidak termasuk dalam wilayah yang memiliki RDTR, maka akan lanjut ke proses pengecekan kriteria lahan sesuai Ps. 181 PP 5/2021. Apabila tidak termasuk dalam kriteria tersebut, maka proses KKPR akan ditempuh melalui mekanisme
PKKPR melalui tahapan penilaian (verifikasi).
Proses Permohonan PKKPR (2)
Pada halaman daftar kegiatan usaha, akan tampil “PKKPR belum diproses” untuk rencana kegiatan usaha yang dimohon.
Apabila diklik proses perizinan berusaha, akan muncul pop up informasi bahwa “Proses perizinan berusaha menunggu
verifikasi PKKPR oleh Kantah dan OPD Tata Ruang serta DPMTSP sesuai kewenangannya. Jangka waktu pemrosesan PKKPR paling lama 20 hari setelah pembayaran PNBP
(termasuk penerbitan Pertek)”. Silakan tunggu notifikasi validasi kelengkapan data sekaligus pemberitahuan Surat Perintah Setor (SPS). Pelaku usaha dapat mengetahui status
permohonan melalui menu pelacakan.
Pelacakan Status Permohonan
Untuk mengetahui status permohonan, dapat dipiilih:
1) menu pelacakan
2) pilih perizinan berusaha 3) klik lacak status permohonan
Perizinan dasar PKKPR Darat untuk kegiatan usaha yang dimohon akan tampil informasi terkait kewenangan penerbitan PKKPR dan status permohonan.
Pelacakan Tagihan PNBP (1)
Untuk mengetahui tagihan PNBP setelah validasi dokumen lengkap oleh Kementerian ATR/BPN atau OPD Tata Ruang daerah (sesuai kewenangan), dapat dipiilih:
1) menu pelacakan
2) pilih perizinan berusaha 3) klik lacak status permohonan
Terlihat bahwa status dokumen lengkap. Lalu klik “log PNBP”
Pelacakan Tagihan PNBP (2)
Pada halaman lacak log PNBP, akan tampil nominal tagihan PNBP.
Pelaku usaha dapat mengunduh SPS
Pelacakan Status Inspeksi Lapangan
Setelah klik lihat resume, akan tampil informasi terkait inspeksi
lapangan, termasuk keterangan jadwal inspeksi, petugas lapang, dan nomor kontak yang dapat dihubungi.
Untuk mengetahui status inspeksi lapangan, dapat dipiilih:
1) menu pelacakan
2) pilih perizinan berusaha 3) klik lacak status permohonan
4) Klik lihat resume pada permohonan KKPR yang telah memiliki status inspeksi
Pelacakan PKKPR yang Telah Disetujui
Akan tampil informasi bahwa status permohonan PKKPR Darat telah terverifikasi.
Untuk mengetahui status PKKPR yang telah disetujui, dapat dipiilih:
1) menu pelacakan
2) pilih perizinan berusaha
3) klik lacak status permohonan pada permohonan PKKPR yang telah disetujui
Mencetak Hasil PKKPR yang Telah Disetujui
Pada menu perizinan berusaha, pilih permohonan baru. Akan tampil PKKPR untuk permohonan kegiatan usaha yang telah disetujui. Klik “Cetak PKKPR”
untuk mencetak produk PKKPR tersebut.
PKKPR telah terbit dan dapat ditindaklanjuti untuk proses selanjutnya dalam rangka permohonan perizinan berusaha.
Cara Memberikan Hak Akses Turunan kepada OPD Tata Ruang (1)
1) Pengelola hak akses DPMPTSP masuk melalui OSS sesuai username dan password, lalu pilih Administrator dan klik hak akses turunan
2) Tambah data, kemudian pilih unit kerja “OPD Perizinan” dan isi nama unit OPD terkait tata ruang.
Cara Memberikan Hak Akses Turunan kepada OPD Tata Ruang (2)
3) Pastikan pilih izin dasar“PKKPR Darat”. Lalu isi identitas (NIK, nama, tanggal lahir, jabatan, nomor HP, email. Setelah data- data tersebut diisi, klik simpan.
4) Akun hak akses turunan akan dikirim melalui email yang telah diisi.
Proses Validasi PKKPR oleh OPD Tata Ruang (1)
Masuk melalui OSS sesuai username dan password hak akses
turunan yang telah diberikan Pada menu beranda, pilih“Verifikasi Pemenuhan Persyaratan”
Proses Validasi PKKPR oleh OPD Tata Ruang (2)
Pilih permohonan KKPR yang akan diproses dengan klik “Proses VerifikasiATR/BPN”
Anda akan tersambung secara otomatis ke sistem Gistaru-KKPR Kementerian ATR/BPN tanpa log in lagi. Pilih permohonan PKKPR yang akan diproses dengan klik icon aksi untuk validasi.
Proses Validasi PKKPR oleh OPD Tata Ruang (3)
Pada halaman validasi, OPD Tata Ruang dapat memeriksa kelengkapan dokumen permohonan PKKPR, serta mengunduh data. Apabila telah lengkap, dapat dipilih YA pada status
kelengkapan data. Jika semua sudah lengkap klik“Validasi”.
Setelah klik Validasi, sistem Gistaru-KKPR akan secara otomatis me-request SPS dan meng-create kode billing PNBP untuk
kemudian dikirimkan notifikasi tersebut ke sistem OSS, sehingga pelaku usaha dapat menerima SPS terkait tagihan PNBP.
Pengaktifan SLA Proses Verifikasi PKKPR Setelah Pelaku Usaha Membayar PNBP
Pada menu Persetujuan KKPR untuk permohonan PKKPR yang sudah dibayar PNBP-nya, diklik icon berwarna merah dan akan tersambung ke halaman validasi.
Untuk mengaktifkan SLA pemrosesan verifikasi PKKPR, klik
“Proses Persetujuan KKPR” pada bagian kanan bawah di halaman validasi
Hasil Pertek
Setelah terbit Pertek, OPD Tata Ruang dapat melihat Pertekpada menu ”Hasil Pertek” dan dapat mengunduh koordinat Geojson yang disetujui.
Proses Verifikasi dan Hasil PKKPR oleh OPD Tata Ruang
• Pada menu ”Hasil KKPR”, OPD Tata Ruang dapat mengunggah koordinat lokasi berdasarkan hasil Pertek, kajian, atau forum tata ruang. Hasil pertimbangan ketiga hal tersebut akan
menentukan permohonan KKPR disetujui atau ditolak.
• OPD Tata Ruang dapat mengisi kelengkapan informasi hasil verifikasi, termasuk lampiran peta.
Setelah selesai pengisian data, pilih status KKPR disetujui atau ditolak, lalu simpan data. Notifikasi hasil verifikasi PKKPR akan terkirim ke akun DPMPTSP.
DPMPTSP Menindaklanjuti Hasil Verifikasi PKKPR (1)
Setelah hasil verifikasi KKPR dikirim oleh OPD Tata Ruang, maka di akun DPMTSP dipilih“Persetujuan Permohonan”
Pada sistem Gistaru-KKPR yang tersambung secara otomatis, klik permohonan yang telah diproses verifikasinya dengan klik aksi“ke halaman detil permohonan”.
Pada laman persetujuan KKPR, pilih menu “Hasil KKPR”.
DPMPTSP memeriksa hasil KKPR.
Setelah memeriksa hasil KKPR tersebut, DPMTSP dapat memilih status disetujui atau ditolak, lalu klik “Kirim ke Server OSS” untuk menotifikasi hasil final KKPR ke akun OSS pelaku usaha.