• Tidak ada hasil yang ditemukan

Layanan Perizinan Dit. Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Layanan Perizinan Dit. Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Layanan Perizinan

Dit. Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi

Jenis Layanan Perizinan

Dit. Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi

Pendirian Perguruan Tinggi Perubahan Perguruan Tinggi Pembukaan Program Studi Penambahan Nama Program Studi Penggabungan dan Penyatuan PTS

 Semua proses pengusulan, penilaian, dan pembuatan surat izin dilakukan secaraonline

 Berkas terdokumentasi dengan baik

 Waktu pelayanan dapatdiselesaikan dengan lebih cepat

 Biaya pengusulan lebih murah (tidak butuh print dan ongkos kirim)

 Mencegah tindakan koruptif karena tidak ada tatap muka

 Terjadinya pemerataan kesempatan Pengusulan izin secara online

Pendirian Perguruan Tinggi Perubahan Perguruan Tinggi

Pembukaan Program Studi Penambahan Nama Program Studi

Penggabungan dan Penyatuan PTS

Semua proses dilakukan

secara ONLINE

Tidak ada tatap denganmuka pengusul

Waktu proses 2 Bulanizin

(2)

KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI (KST)

Kawasan Sains dan Teknologi (Science and Technology Park) adalah wahana yang dikelola secara professional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi.

1. Pendaftaran;

2. Penilaian;

3. Pemberian rekomendasi;

4. Pemeringkatan;

5. Pembinaan; dan 6. Pengawasan

Menyediakan wahana untuk kerjasama R&D berkelanjutan antar Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Lemlitbang dan industri;

Memfasilitasi penumbuhan perusahaan berbasis teknologi (PPBT) melalui inkubasi dan/atau spin-off;

Menyediakan layanan bernilai tambah lainnya melalui penyediaan ruang dan fasilitas berkualitas kepada penerima layanan.

1.

2.

3.

Peraturan Presiden

No. 106/2017 tentang Kawasan sains dan Teknologi:

Penjaminan mutu pengelolaan KST dilakukan melalui:

Fungsi KST:

(3)

KST

KST

Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Ditjen Iptek & Dikti Gedung D Lantai 6,

Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat 10270

Hubungi Kami : [email protected]

(4)

BENTUK BANTUAN

1) Peralatan Pendidikan, Peralatan laboratorium Dasar dan Teknik, dan Peralatan Pendukung.

2) Pembangunan gedung baru yang terkait dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

TUJUAN

PP-PTS Tahun 2018 merupakan program bantuan pengembangan institusi yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui perbaikan proses

pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kinerja perguruan tinggi swasta.

PP-PTS

TAHUN 2018

pppts.ristekdikti.go.id PERSYARATAN

BHP-PTS yang telah disahkan oleh KEMKUMHAM dapat mengajukan proposal PP-PTS;

Persyaratan PTS :

PTS berstatus aktif yang berada pada Cluster 4 dan 5 sesuai SK Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti N0. 2189/C/Kep/VIII/2017

dan diprioritaskan untuk PTS yang berada diwilayah 3T, Akreditasi prodi yang diusulkan masih berlaku;

Laporan PD-DIKTI dengan persentase 100% untuk TA 2016-1 dan 2016-2;

Tidak sedang dikenakan sanksi oleh Ditjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI (Permenristekdikti No. 50 tahun 2015);

Tidak sedang dalam proses pengajuan perubahan bentuk PT dan perubahan badan hukum; & Tidak sedang memiliki masalah internal dan tidak dalam sengketa hukum A.

B.

I.

II.

III.

IV.

V.

Program Pembinaan

Perguruan Tinggi Swasta

(5)

BENTUK BANTUAN

1) Peralatan Pendidikan, Peralatan laboratorium Dasar dan Teknik, dan Peralatan Pendukung.

2) Pembangunan gedung baru yang terkait dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

TUJUAN

PP-PTS Tahun 2018 merupakan program bantuan pengembangan institusi yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui perbaikan proses

pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kinerja perguruan tinggi swasta.

PP-PTS

TAHUN 2018

pppts.ristekdikti.go.id PERSYARATAN

BHP-PTS yang telah disahkan oleh KEMKUMHAM dapat mengajukan proposal PP-PTS;

Persyaratan PTS :

PTS berstatus aktif yang berada pada Cluster 4 dan 5 sesuai SK Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti N0. 2189/C/Kep/VIII/2017

dan diprioritaskan untuk PTS yang berada diwilayah 3T, Akreditasi prodi yang diusulkan masih berlaku;

Laporan PD-DIKTI dengan persentase 100% untuk TA 2016-1 dan 2016-2;

Tidak sedang dikenakan sanksi oleh Ditjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI (Permenristekdikti No. 50 tahun 2015);

Tidak sedang dalam proses pengajuan perubahan bentuk PT dan perubahan badan hukum; & Tidak sedang memiliki masalah internal dan tidak dalam sengketa hukum A.

B.

I.

II.

III.

IV.

V.

Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta

FASILITASI & ASISTENSI

Mendapatkan pembinaan secara kelembagaan dengan tujuan meningkatkan kinerja lembaga litbang baik pada sisi Absoprtive, Capacity, R & D Capacity, dan Disseminating Capacity.

FASILITASI & ASISTENSI

Mendapatkan dukungan pendanaan yang dapat digunakan untuk bantuan pelaksanaan operasional pengembangan Pusat Unggulan Iptek, setiap tahun selama maksimal 3 tahun.

FASILITASI & ASISTENSI

Membuka jaringan terhadap lembaga litbang unggul di Indonesia serta kesempatan melakukan sinergi keunggulan riset masing - masing lembaga litbang. sehingga meningkatkan kualitas riset dan menghindari tumpang tindih riset.

PUSAT UNGGULAN IPTEK (PUI)

unggul inovatif berdaya saing

http://pui.ristekdikti.go.id

(6)

BAGAIMANA PROSES SUBMIT

BORANG & PROPOSAL PUI

BACALAH TERLEBIH DAHULU PANDUAN TEKNIS

Panduan Teknis no.4 Tahun 2017 tentang pengisian Borang

http://pui.ristekdikti.go.id/_assets/upload/dok_download/Naskah_P_

Teknis_Pengisian_Borang_2017.pdf

SUBMIT BORANG ONLINE

CETAK BORANG DAN PROPOSAL

KIRIM DOKUMEN BORANG DAN

PROPOSAL

Setelah melakukan pengisian Borang, upload proposal, dan yakin akan isian Borang, klik tombol SUBMIT yang ada pada bagian bawah halaman Borang.

Halaman pengisian Borang menyediakan tombol “CETAK BORANG” untuk mencetak Borang yang telah diisi. Cetak Dokumen Borang melalui tombol tersebut. Jilid dokumen Borang, dengan cover warna KUNING.

Cetak juga proposal dan lampiran yang telah dibuat dan diupload ke dalam website. Lalu jilid sebanyak 3 eksemplar dengan cover warna MERAH.

Kirim atau antar langsung 4 dokumen tersebut (1 Borang dan 3 Proposal) ke alamat Sekretariat Pusat Unggulan Iptek di : Gedung II BPPT, Lt.16, Jl. M.H.Thamrin No.8, Jakarta Pusat, 10340

(7)

Pengaktifan dan Penonaktifan (status pembinaan) Perguruan Tinggi dan Program Studi

Proses :

Pemberian sanksi penghentian sementara layanan PDDIKTI : PTS mengajukan surat permohonan

pengaktifan/penonaktifan ke LLDIKTI

LLDIKTI/PTN mengirimkan surat Rekomendasi Pengaktifan atau Penonaktifan (status pembinaan) Persetujuan dari Direktur Pembinaan PT

Perubahan status aktif atau non aktif (pembinaan) di laman PDDikti

Perguruan Tinggi dalam Kondisi Konflik,

Perguruan Tinggi yang melakukan pelanggaran berat, Perguruan Tinggi yang di nonaktifkan (status pembinaan)

PELAYANAN PDDIKTI DI DITJEN KELEMBAGAAN IPTEK DAN DIKTI

Pemberian Kode Perguruan Tinggi Baru Pemberian Kode Program Studi Baru Proses :

Perubahan Nama Perguruan Tinggi Perubahan Nama Program Studi Perubahan bentuk Perguruan Tinggi Proses :

Perguruan Tinggi menyerahkan copy salinan SK pendirian perguruan tinggi atau salinan SK pembukaan Program studi baru dari perguruan tinggi disertai surat permohonan dari PT yang bersangkutan, dan pengantar dari kopertis bagi PTS, Memverifikasi salinan SK ke Biro Hukum,

Mengajukan persetujuan ke Direktorat Pembinaan PT, Membuat kode PT atau Prodi baru di laman PDDIKTI.

Perguruan Tinggi menyerahkan copy salinan SK pendirian perguruan tinggi atau salinan SK pembukaan program studi baru dari perguruan tinggi disertai surat permohonan dari PT yang bersangkutan, dan pengantar dari LLDIKTI bagi PTS.

Melakukan perubahan nama PT dan prodi di laman PDDIKTI.

Untuk perubahan bentuk perguruan tinggi, akan dibuatkan kode PT

untuk bentuk baru, dilanjutkan pentransferan data dosen dan

mahasiswa dai bentuk lama ke bentuk yang baru.

(8)

Pengaktifan dan Penonaktifan (status pembinaan) Perguruan Tinggi dan Program Studi

Proses :

Pemberian sanksi penghentian sementara layanan PDDIKTI : PTS mengajukan surat permohonan

pengaktifan/penonaktifan ke LLDIKTI

LLDIKTI/PTN mengirimkan surat Rekomendasi Pengaktifan atau Penonaktifan (status pembinaan) Persetujuan dari Direktur Pembinaan PT

Perubahan status aktif atau non aktif (pembinaan) di laman PDDikti

Perguruan Tinggi dalam Kondisi Konflik,

Perguruan Tinggi yang melakukan pelanggaran berat, Perguruan Tinggi yang di nonaktifkan (status pembinaan)

PELAYANAN PDDIKTI DI DITJEN KELEMBAGAAN IPTEK DAN DIKTI

Pemberian Kode Perguruan Tinggi Baru Pemberian Kode Program Studi Baru Proses :

Perubahan Nama Perguruan Tinggi Perubahan Nama Program Studi Perubahan bentuk Perguruan Tinggi Proses :

Perguruan Tinggi menyerahkan copy salinan SK pendirian perguruan tinggi atau salinan SK pembukaan Program studi baru dari perguruan tinggi disertai surat permohonan dari PT yang bersangkutan, dan pengantar dari kopertis bagi PTS, Memverifikasi salinan SK ke Biro Hukum,

Mengajukan persetujuan ke Direktorat Pembinaan PT, Membuat kode PT atau Prodi baru di laman PDDIKTI.

Perguruan Tinggi menyerahkan copy salinan SK pendirian perguruan tinggi atau salinan SK pembukaan program studi baru dari perguruan tinggi disertai surat permohonan dari PT yang bersangkutan, dan pengantar dari LLDIKTI bagi PTS.

Melakukan perubahan nama PT dan prodi di laman PDDIKTI.

Untuk perubahan bentuk perguruan tinggi, akan dibuatkan kode PT

untuk bentuk baru, dilanjutkan pentransferan data dosen dan

mahasiswa dai bentuk lama ke bentuk yang baru.

(9)

Pengaktifan dan Penonaktifan (status pembinaan) Perguruan Tinggi dan Program Studi

Proses :

Pemberian sanksi penghentian sementara layanan PDDIKTI : PTS mengajukan surat permohonan

pengaktifan/penonaktifan ke LLDIKTI

LLDIKTI/PTN mengirimkan surat Rekomendasi Pengaktifan atau Penonaktifan (status pembinaan) Persetujuan dari Direktur Pembinaan PT

Perubahan status aktif atau non aktif (pembinaan) di laman PDDikti

Perguruan Tinggi dalam Kondisi Konflik,

Perguruan Tinggi yang melakukan pelanggaran berat, Perguruan Tinggi yang di nonaktifkan (status pembinaan)

PELAYANAN PDDIKTI DI DITJEN KELEMBAGAAN IPTEK DAN DIKTI

Pemberian Kode Perguruan Tinggi Baru Pemberian Kode Program Studi Baru Proses :

Perubahan Nama Perguruan Tinggi Perubahan Nama Program Studi Perubahan bentuk Perguruan Tinggi Proses :

Perguruan Tinggi menyerahkan copy salinan SK pendirian perguruan tinggi atau salinan SK pembukaan Program studi baru dari perguruan tinggi disertai surat permohonan dari PT yang bersangkutan, dan pengantar dari kopertis bagi PTS, Memverifikasi salinan SK ke Biro Hukum,

Mengajukan persetujuan ke Direktorat Pembinaan PT, Membuat kode PT atau Prodi baru di laman PDDIKTI.

Perguruan Tinggi menyerahkan copy salinan SK pendirian perguruan tinggi atau salinan SK pembukaan program studi baru dari perguruan tinggi disertai surat permohonan dari PT yang bersangkutan, dan pengantar dari LLDIKTI bagi PTS.

Melakukan perubahan nama PT dan prodi di laman PDDIKTI.

Untuk perubahan bentuk perguruan tinggi, akan dibuatkan kode PT untuk bentuk baru, dilanjutkan pentransferan data dosen dan mahasiswa dai bentuk lama ke bentuk yang baru.

TEKNOLOGI

DAN INOVASI

(10)

Latar Belakang

MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL

PERSYARATAN PENGUSUL PROPOSAL

CALON PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI

Sejalan dengan Undang Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi maka perlu upaya mendorong perguruan tinggi menjadi agent of economic development untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membangun jiwa entrepreneurship di kalangan dosen dan/atau mahasiswa melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT). Program CPPBT-PT ini ditujukan untuk mendorong pengembangan produk inovasi teknologi yang sudah masuk pada kategori prototipe dan fase pra-komersial (telah teruji) sehingga siap untuk hilirisasi dan komersial (mass production), dimana untuk bisa sampai ke tahap produksi secara komersial memerlukan tahapan inovasi teknologi yang disebut dengan tingkat kesiapan teknologi (Technological Readliness Level / TRL). Tahapan dalam TRL menggambarkan proses inovasi teknologi dimulai dari gagasan hingga sampai pada tahap produksi.

1. LPPM/LPM/UP2M/UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dikuatkan dengan legalitas yang disahkan oleh pimpinan tertinggi di Perguruan Tinggi;

2. Tugas dan Fungsi Lembaga Pengusul :

a. Menugaskan atau menunjuk tenaga pendampingan dari LPPM/LPM/UP2M/

UP3M/Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dalam rangka

penyempurnaan prototype produk inovasi teknologi CPPBT untuk menjadi produk komersial yang meliputi: bimbingan teknologi, pengurusan sertifikasi,

standardisasi dan kekayaan intelektual;

b. Proposal yang diusulkan oleh lembaga pengusul wajib diverifikasi;

c. LPPM/ LPM/ UP2M/ UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi wajib menujuk 1 (satu) orang sebagai liaison officer atau penghubung selama

pelaksanaan program dan mengisi aplikasi online pada alamat:

http://ppbt.ristekdikti.go.id/cppbt Observasi

Konsep Dasar

Formulasi Konsep Teknologi

Pembuktian Konsep

Validasi Teknologi di lab

1. Instansi pengusul adalah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta melalui

LPPM/LPM/UP2M/UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

2. Inovasi teknologi yang diusulkan berasal dari Perguruan Tinggi minimal berada pada level prototype (diprioritaskan yang sudah memi liki paten), mempunyai potensi pasar, bernilai komersial;

3. Proposal yang diusulkan ke Kemenristekdikti wajib diverifikasi terlebih dahulu oleh LPPM/LPM/UP2M/ UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

4. Proposal ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai ketentuan dan format yang tercantum dalam buku panduan;

5. Melampirkan lembar pengesahan yang ditandatangani oleh Rektor/Direktur Perguruan Tinggi (format dapat dilihat di lampiran 2).

Validasi Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Sistem Dinyatakan

Produksi Riset Dasar

Riset Teknologi

Poduksi

Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT

Latar Belakang

MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL

PERSYARATAN PENGUSUL PROPOSAL

CALON PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI

Sejalan dengan Undang Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi maka perlu upaya mendorong perguruan tinggi menjadi agent of economic development untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membangun jiwa entrepreneurship di kalangan dosen dan/atau mahasiswa melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT). Program CPPBT-PT ini ditujukan untuk mendorong pengembangan produk inovasi teknologi yang sudah masuk pada kategori prototipe dan fase pra-komersial (telah teruji) sehingga siap untuk hilirisasi dan komersial (mass production), dimana untuk bisa sampai ke tahap produksi secara komersial memerlukan tahapan inovasi teknologi yang disebut dengan tingkat kesiapan teknologi (Technological Readliness Level / TRL). Tahapan dalam TRL menggambarkan proses inovasi teknologi dimulai dari gagasan hingga sampai pada tahap produksi.

1. LPPM/LPM/UP2M/UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dikuatkan dengan legalitas yang disahkan oleh pimpinan tertinggi di Perguruan Tinggi;

2. Tugas dan Fungsi Lembaga Pengusul :

a. Menugaskan atau menunjuk tenaga pendampingan dari LPPM/LPM/UP2M/

UP3M/Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dalam rangka

penyempurnaan prototype produk inovasi teknologi CPPBT untuk menjadi produk komersial yang meliputi: bimbingan teknologi, pengurusan sertifikasi,

standardisasi dan kekayaan intelektual;

b. Proposal yang diusulkan oleh lembaga pengusul wajib diverifikasi;

c. LPPM/ LPM/ UP2M/ UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi wajib menujuk 1 (satu) orang sebagai liaison officer atau penghubung selama

pelaksanaan program dan mengisi aplikasi online pada alamat:

http://ppbt.ristekdikti.go.id/cppbt Observasi

Konsep Dasar

Formulasi Konsep Teknologi

Pembuktian Konsep

Validasi Teknologi di lab

1. Instansi pengusul adalah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta melalui

LPPM/LPM/UP2M/UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

2. Inovasi teknologi yang diusulkan berasal dari Perguruan Tinggi minimal berada pada level prototype (diprioritaskan yang sudah memi liki paten), mempunyai potensi pasar, bernilai komersial;

3. Proposal yang diusulkan ke Kemenristekdikti wajib diverifikasi terlebih dahulu oleh LPPM/LPM/UP2M/ UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

4. Proposal ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai ketentuan dan format yang tercantum dalam buku panduan;

5. Melampirkan lembar pengesahan yang ditandatangani oleh Rektor/Direktur Perguruan Tinggi (format dapat dilihat di lampiran 2).

Validasi Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Sistem Dinyatakan

Produksi Riset Dasar

Riset Teknologi

Poduksi

Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT

(11)

Latar Belakang

MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL

PERSYARATAN PENGUSUL PROPOSAL

CALON PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI

Sejalan dengan Undang Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi maka perlu upaya mendorong perguruan tinggi menjadi agent of economic development untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membangun jiwa entrepreneurship di kalangan dosen dan/atau mahasiswa melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT). Program CPPBT-PT ini ditujukan untuk mendorong pengembangan produk inovasi teknologi yang sudah masuk pada kategori prototipe dan fase pra-komersial (telah teruji) sehingga siap untuk hilirisasi dan komersial (mass production), dimana untuk bisa sampai ke tahap produksi secara komersial memerlukan tahapan inovasi teknologi yang disebut dengan tingkat kesiapan teknologi (Technological Readliness Level / TRL). Tahapan dalam TRL menggambarkan proses inovasi teknologi dimulai dari gagasan hingga sampai pada tahap produksi.

1. LPPM/LPM/UP2M/UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dikuatkan dengan legalitas yang disahkan oleh pimpinan tertinggi di Perguruan Tinggi;

2. Tugas dan Fungsi Lembaga Pengusul :

a. Menugaskan atau menunjuk tenaga pendampingan dari LPPM/LPM/UP2M/

UP3M/Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dalam rangka

penyempurnaan prototype produk inovasi teknologi CPPBT untuk menjadi produk komersial yang meliputi: bimbingan teknologi, pengurusan sertifikasi,

standardisasi dan kekayaan intelektual;

b. Proposal yang diusulkan oleh lembaga pengusul wajib diverifikasi;

c. LPPM/ LPM/ UP2M/ UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi wajib menujuk 1 (satu) orang sebagai liaison officer atau penghubung selama

pelaksanaan program dan mengisi aplikasi online pada alamat:

http://ppbt.ristekdikti.go.id/cppbt sebelum batas akhir penerimaan proposal.

Observasi Konsep Dasar

Formulasi Konsep Teknologi

Pembuktian Konsep

Validasi Teknologi di lab

1. Instansi pengusul adalah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta melalui

LPPM/LPM/UP2M/UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

2. Inovasi teknologi yang diusulkan berasal dari Perguruan Tinggi minimal berada pada level prototype (diprioritaskan yang sudah memi liki paten), mempunyai potensi pasar, bernilai komersial;

3. Proposal yang diusulkan ke Kemenristekdikti wajib diverifikasi terlebih dahulu oleh LPPM/LPM/UP2M/ UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

4. Proposal ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai ketentuan dan format yang tercantum dalam buku panduan;

5. Melampirkan lembar pengesahan yang ditandatangani oleh Rektor/Direktur Perguruan Tinggi (format dapat dilihat di lampiran 2).

Validasi Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Lingkungan Operasional Sistem Dinyatakan

Selesai dan siap Produksi

berjalan Sukses Riset Dasar

Riset Teknologi

Poduksi Komersial

Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT

Latar Belakang

MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL

PERSYARATAN PENGUSUL PROPOSAL

CALON PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI

Sejalan dengan Undang Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi maka perlu upaya mendorong perguruan tinggi menjadi agent of economic development untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membangun jiwa entrepreneurship di kalangan dosen dan/atau mahasiswa melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT). Program CPPBT-PT ini ditujukan untuk mendorong pengembangan produk inovasi teknologi yang sudah masuk pada kategori prototipe dan fase pra-komersial (telah teruji) sehingga siap untuk hilirisasi dan komersial (mass production), dimana untuk bisa sampai ke tahap produksi secara komersial memerlukan tahapan inovasi teknologi yang disebut dengan tingkat kesiapan teknologi (Technological Readliness Level / TRL). Tahapan dalam TRL menggambarkan proses inovasi teknologi dimulai dari gagasan hingga sampai pada tahap produksi.

1. LPPM/LPM/UP2M/UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dikuatkan dengan legalitas yang disahkan oleh pimpinan tertinggi di Perguruan Tinggi;

2. Tugas dan Fungsi Lembaga Pengusul :

a. Menugaskan atau menunjuk tenaga pendampingan dari LPPM/LPM/UP2M/

UP3M/Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi dalam rangka

penyempurnaan prototype produk inovasi teknologi CPPBT untuk menjadi produk komersial yang meliputi: bimbingan teknologi, pengurusan sertifikasi,

standardisasi dan kekayaan intelektual;

b. Proposal yang diusulkan oleh lembaga pengusul wajib diverifikasi;

c. LPPM/ LPM/ UP2M/ UP3M/ Lembaga Penelitian/ Lembaga Pengelola Inovasi wajib menujuk 1 (satu) orang sebagai liaison officer atau penghubung selama

pelaksanaan program dan mengisi aplikasi online pada alamat:

http://ppbt.ristekdikti.go.id/cppbt sebelum batas akhir penerimaan proposal.

Observasi Konsep Dasar

Formulasi Konsep Teknologi

Pembuktian Konsep

Validasi Teknologi di lab

1. Instansi pengusul adalah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta melalui

LPPM/LPM/UP2M/UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

2. Inovasi teknologi yang diusulkan berasal dari Perguruan Tinggi minimal berada pada level prototype (diprioritaskan yang sudah memi liki paten), mempunyai potensi pasar, bernilai komersial;

3. Proposal yang diusulkan ke Kemenristekdikti wajib diverifikasi terlebih dahulu oleh LPPM/LPM/UP2M/ UP3M/Lembaga Penelitian/Lembaga Inovasi (untuk Perguruan Tinggi yang belum mempunyai LPPM);

4. Proposal ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai ketentuan dan format yang tercantum dalam buku panduan;

5. Melampirkan lembar pengesahan yang ditandatangani oleh Rektor/Direktur Perguruan Tinggi (format dapat dilihat di lampiran 2).

Validasi Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Lingkungan yang Relevan

Uji Coba Teknologi pada Lingkungan Operasional Sistem Dinyatakan

Selesai dan siap Produksi

berjalan Sukses Riset Dasar

Riset Teknologi

Poduksi Komersial

Tingkat Kesiapan

Produk Inovasi Teknologi

CPPBT

(12)

TAHAP PELAKSANAAN PROGRAM CPPBT

SOSIALISASI

Sosialisasi CPPBT Seleksi Subtansi dan

Administrasi Pengajuan Proposal

(online)

Seleksi Presentasi Fact Finding

SK Penetapan Penerima CPPBT

Kontrak Pameran Inovasi Monitoring & Evaluasi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ergo ita:

non posse honeste vivi, nisi honeste vivatur? Utinam quidem dicerent alium alio beatiorem! Iam ruinas videres. Esse enim, nisi eris, non potes.

RECOMMENDED

Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) adalah calon usaha baru yang berbasis teknologi dan mempunyai prospek dikembangkan serta produk berwujud prototype atau draft program aplikasi (jika bidang TIK). Namun produk tersebut masih perlu disempurnakan, sehingga memenuhi spesifikasi pasar atau standard yang ditentukan.

Pendanaan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) adalah skema pendanaan yang diberikan kepada inovasi teknologi yang berpotensi komersial dari lingkungan perguruan tinggi melalui lembaga pengelola hasil riset dan pengembangan, dan inovasi teknologi tersebut sudah berwujud prototype, serta tidak dalam tahap penelitian.

(13)

TAHAP PELAKSANAAN PROGRAM CPPBT

SOSIALISASI

Sosialisasi CPPBT Seleksi Subtansi dan

Administrasi Pengajuan Proposal

(online)

Seleksi Presentasi Fact Finding

SK Penetapan Penerima CPPBT

Kontrak Pameran Inovasi Monitoring & Evaluasi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ergo ita:

non posse honeste vivi, nisi honeste vivatur? Utinam quidem dicerent alium alio beatiorem! Iam ruinas videres. Esse enim, nisi eris, non potes.

RECOMMENDED

Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) adalah calon usaha baru yang berbasis teknologi dan mempunyai prospek dikembangkan serta produk berwujud prototype atau draft program aplikasi (jika bidang TIK). Namun produk tersebut masih perlu disempurnakan, sehingga memenuhi spesifikasi pasar atau standard yang ditentukan.

Pendanaan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) adalah skema pendanaan yang diberikan kepada inovasi teknologi yang berpotensi komersial dari lingkungan perguruan tinggi melalui lembaga pengelola hasil riset dan pengembangan, dan inovasi teknologi tersebut sudah berwujud prototype, serta tidak dalam tahap penelitian.

Lembaga Pengelola Hasil Riset dan Pengembangan adalah LPPM/ LPM/ UP2M/UP3M/ Lembaga Penelitian/

Lembaga Pengelola Inovasi (bukan lembaga inkubasi bisnis teknologi).

MEKANISME INKUBASI

PPBT

Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Penyelenggara kegiatan pendanaan

INKUBATOR

Inkubator Bisnis Lembaga yang melakukan proses pembinaan, pelayanan, pendampingan, pembimbingan, dan pengembangan kepada tenant/startup

TENANT

Tenant/Startup Seseorang/sekelompok orang yang membangun perusahaan rintisan berbasis teknologi yang menjalani proses inkubasi

Pendanaan Inkubasi

PENDANAAN PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI TAHUN 2018

• Inovasi teknologi menjadi faktor yang berkontribusi penting dalam peningkatan kualitas hidup suatu bangsa; • Tingkat pertumbuhan perusahaan pemula (startup) mencapai yang tertinggi di Asia Tenggara; • Perusahaan pemula yang sangat rentan terhadap kegagalan atau kebangkrutan terutama di fase awal pendirian PPBT, akan dibantu kemenristekdikti untuk menjadi perusahaan mandiri dbidangnya ; • Penguatan iklim yang kondusif untuk tumbuh berkembangnya perusahaan pemula berbasis teknologi.

BIDANG FOKUS PRIORITAS Bidang fokus

Tenant yang diprioritaskanuntuk mendapatkan pendanaan adalah tenant yang menjalankan usaha rintisan berbasis teknologi yang bergerak pada 8 (delapan) bidang fokus yaitu: pangan , kesehatan dan obat , energi , transportasi , teknologi informasi dan komunikasi , pertahanan dan keamanan , bahan baku , serta material maju

TAHAPAN SELEKSI

KETENTUAN PENGAJUAN ANGGARAN

STARTUP/TENANT Minimal

Dari anggaran yang

75%

diajukan

INKUBATOR

Maksimal

Dari anggaran yang

25%

diajukan

KONTAK

[email protected] ppbt.ristekdikti.go.id/ibt/

DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN INOVASI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI Gedung II BPPT, Lantai 21-22 Jl MH Thamrin No.8

Jakarta Pusat 10340 Call Center : 1500661

PANDUAN

bit.ly/ppbt-2018-panduan

(14)

MEKANISME INKUBASI

PPBT

Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Penyelenggara kegiatan pendanaan

INKUBATOR

Inkubator Bisnis Lembaga yang melakukan proses pembinaan, pelayanan, pendampingan, pembimbingan, dan pengembangan kepada tenant/startup

TENANT

Tenant/Startup Seseorang/sekelompok orang yang membangun perusahaan rintisan berbasis teknologi yang menjalani proses inkubasi

Pendanaan Inkubasi

PENDANAAN PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI TAHUN 2018

• Inovasi teknologi menjadi faktor yang berkontribusi penting dalam peningkatan kualitas hidup suatu bangsa; • Tingkat pertumbuhan perusahaan pemula (startup) mencapai yang tertinggi di Asia Tenggara; • Perusahaan pemula yang sangat rentan terhadap kegagalan atau kebangkrutan terutama di fase awal pendirian PPBT, akan dibantu kemenristekdikti untuk menjadi perusahaan mandiri dbidangnya ; • Penguatan iklim yang kondusif untuk tumbuh berkembangnya perusahaan pemula berbasis teknologi.

BIDANG FOKUS PRIORITAS Bidang fokus

Tenant yang diprioritaskanuntuk mendapatkan pendanaan adalah tenant yang menjalankan usaha rintisan berbasis teknologi yang bergerak pada 8 (delapan) bidang fokus yaitu: pangan , kesehatan dan obat , energi , transportasi , teknologi informasi dan komunikasi , pertahanan dan keamanan , bahan baku , serta material maju

TAHAPAN SELEKSI

KETENTUAN PENGAJUAN ANGGARAN

STARTUP/TENANT Minimal

Dari anggaran yang

75%

diajukan

INKUBATOR

Maksimal

Dari anggaran yang

25%

diajukan

KONTAK

[email protected] ppbt.ristekdikti.go.id/ibt/

DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN INOVASI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI Gedung II BPPT, Lantai 21-22 Jl MH Thamrin No.8

PANDUAN

bit.ly/ppbt-2018-panduan

(15)

Pendanaan

Inovasi Industri

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi

Pendanaan inovasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan Pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan inovasi teknologi di Indonesia. Dengan pemberian pendanaan yang tepat dapat diputuskan strategi untuk mengakselarasi proses hilirisasi hasil penemuan dan memecah

penghambat-penghambat yang menjadi penyebab gagalnya proses inovasi. Adapun yang merupakan penghambat dan menjadi penyebab gagalnya sebuah proses inovasi adalah area yang kerap dikenal dengan sebutan “Valley Of Death” yang merupakan wilayah kritis proses inovasi.

Secara umum langkah yang yang dilakukan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi didalam menjalankan manajemen pendanaan inovasi mengacu pada tiga tahap yakni:

1) Tahap Perancangan Pendanaan;

2) Tahap Implementasi; dan 3) Tahap Pasca Pendanaan;

Referensi

Dokumen terkait

Pengembangan perguruan tinggi Islam berbasis karakter entrepreneurship bermoral merupakan agenda paling mendesak di tengah persaingan global yang kian intens dan

Penerima pendanaan Kegiatan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi Tahun 2017 akan ditetapkan dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan

1) Merupakan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) yang berusia maksimal 3 tahun dan berasal dari mahasiswa, alumni PTN atau PTS (dosen Non PNS).. 3) Produk

responden menyatakan sangat setuju untuk mengembangkan media informasi terkait dunia perguruan tinggi yang berbasis komputer atau multimedia. Menyikapi permasalahan yang telah

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi 2016 telah menyusun Buku Panduan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Panduan

Walaupun dalam implementasinya penerapan teknologi informasi di perpustakaan perguruan tinggi masih mengalami kendala di berbagai sektor, namun mau tidak mau kita

Kegiatan Riset dan Inovasi Kemristek/BRIN PPBT CPPBT KLASTER INOVASI PERGURUAN TINGGI LEIMLITBANG/ MASYARAKAT KOMODITI UNGGULAN DAERAH/ MASYARAKAT UMKM BARU BERBASIS

HOST Nama Perguruan Tinggi Nama Skema Total MAHENDRA WARDHANA Institut Teknologi Sepuluh Nopember PTUPT 1 NANA RAMADIJANTI Politeknik Elektronik Negeri Surabaya PTUPT 1 NANANG