1 PUTUSAN
Nomor: 004/KIP-R/PS-A/II/2019
1. IDENTITAS
[1.1] Komisi Informasi Provinsi Riau yang menerima, memeriksa, dan memutus Sengketa Informasi Publik dengan Registrasi Sengketa Nomor:
Reg. 004/PSI/KIP-R/II/2019 yang diajukan oleh :
Nama : NOVRIZON BURMAN
Tempat/tgl Lahir : Pekanbaru, 13 November 1966
NIK : 1471011311660001
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Agama : Islam
Alamat : Jl. Melur No. 65 RT. 01 RW. 04 Kelurahan Harjosari, Kecamatan Sukajadi – Pekanbaru
Selanjutnya disebut sebagai PEMOHON
Terhadap
Nama Badan Publik : Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru (PPID Pembantu)
Atasan PPID : Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Alamat : Jl. Cut Nyak Dien No. 3 Pekanbaru
Selanjutnya disebut sebagai TERMOHON
[1.2] Telah membaca surat permohonan Pemohon;
Telah mendengar keterangan Pemohon;
Telah memeriksa surat-surat dari Pemohon;
2
2. DUDUK PERKARA A. Pendahuluan
[2.1] Menimbang bahwa Pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik ke Komisi Informasi Provinsi Riau pada tanggal 18 Februari 2019 yang diterima oleh saudara Roma Doni Petugas Penerima Penyelesaian Sengketa Informasi Publik dan terdaftar di Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Riau pada hari Rabu tanggal 20 Februari 2019 dengan Nomor Registrasi Sengketa : Reg.004/PSI/KIP- R/II/2019 antara NOVRIZON BURMAN sebagai Pemohon terhadap Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru selaku Atasan PPID Utama Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai Termohon.
Kronologi
[2.2] Bahwa pada tanggal 3 Desember 2019 Pemohon mengajukan permohonan Informasi Publik secara tertulis yang diajukan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru/Atasan PPID diterima atas nama Wulan. Adapun informasi yang diminta oleh Pemohon adalah informasi terkait:
1. Seluruh izin Videotron di Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
2. Seluruh izin Bando di Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
3. Seluruh izin Billboard di Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
4. Seluruh izin Neon Box di sisi Jalan Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
[2.3] Bahwa terhadap informasi yang dimohonkan oleh Pemohon tidak ditanggapi oleh Termohon, kemudian Pemohon mengajukan keberatan atas tidak ditanggapinya permohonan informasi Pemohon diajukan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru/Atasan PPID tanggal 26 Desember 2018 diterima atas nama Vida;
[2.4] Bahwa terhadap keberatan yang diajukan oleh Pemohon, hingga batas waktu tidak ditanggapi oleh Termohon, Pemohon mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik tertulis kepada Ketua Komisi
3
Informasi Provinsi Riau pada tanggal 18 Februari 2019 dan terdaftar di kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Riau hari Rabu tanggal 20 Februari 2019 dengan Nomor Registrasi Sengketa : Reg.004/PSI/KIP-R/II/2019 antara NOVRIZON BURMAN sebagai Pemohon terhadap Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru selaku Atasan PPID Utama Pemerintah Kota Pekanbaru;
[2.5] Bahwa pada hari Senin tanggal 18 Maret 2019 terhadap sengketa a quo telah dilakukan persidangan dengan agenda pemeriksaan awal yang dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon;
Alasan atau Tujuan Permohonan Informasi Publik
[2.6] Bahwa Pemohon mengajukan permohonan Informasi Publik bertujuan untuk mendorong terwujudnya keterbukaan informasi publik yang merupakan hak publik untuk tahu, dan sebagai bentuk kontrol sosial dimasyarakat, serta untuk menjamin terwujudnya penyelenggara dan penyelenggaraan negara yang baik, bersih, dan transparan yang berjalan sesuai dengan norma hokum atau perundang-undangan yang berlaku;
Alasan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik
[2.7] Bahwa Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang diajukan karena surat keberatan Pemohon tidak mendapat tanggapan atau tidak mendapat jawaban dari Termohon sampai berakhirnya jangka waktu.
Petitum
1. Menerima permohonan informasi Pemohon seluruhnya;
2. Menyatakan Termohon bersalah karena tidak menanggapi dan memenuhi permohonan informasi Pemohon;
3. Memerintahkan Termohon untuk memberikan salinan dan/atau fotocopy dokumen informasi yang diminta oleh Pemohon, dan biaya pengadaan ditanggung oleh Pemohon.
Subsider
Jika majelis Komisioner berpendapat lain, kami mohon putusan seadil- adilnya (ex aequo et bono)
4 B. Alat Bukti
Keterangan Pemohon
[2.8] Menimbang bahwa dalam persidangan tanggal 18 Maret 2019 Pemohon menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Bahwa benar Pemohon mengajukan permohonan informasi publik kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru;
2. Bahwa benar Pemohon tidak mengetahui permohonan informasi seahrusnya diajukan ke PPID Utama Pemerintah Kota Pekanbaru;
Bukti-bukti Pemohon
Bukti P-1 Foto copy surat permohonan informasi secara tertulis Pemohon tanggal 3 Desember 2018 kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru/Atasan PPID;
Bukti P-2 Foto copy tanda terima surat permohonan informasi atas nama Wulan;
Bukti P-3 Foto copy surat keberatan secara tertulis Pemohon tanggal 26 Desember 2018 atas tidak ditanggapinya permohonan informasi Pemohon yang diajukan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru/Atasan PPID;
Bukti P-4 Foto copy tanda terima surat keberatan atas nama Vida;
Bukti P-5 Foto copy surat Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Ketua Komisi Informasi tanggal 18 Februari 2019;
Bukti P-6 Foto copy Kartu Tanda Penduduk atas nama Pemohon;
3. PERTIMBANGAN HUKUM
[3.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan sesungguhnya adalah mengenai permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik sebagaimana diatur dalam pasal 1 angka 5, Pasal 35 ayat (1), dan Pasal 37 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) juncto Pasal 5, dan Pasal 13 huruf b Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik (Perki PPSIP).
5
[3.2] Menimbang bahwa sebelum memasuki pokok perkara permohonan, berdasarkan Pasal 36 ayat (1) Perki PPSIP Majelis Komisioner akan mempertimbangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
1. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Riau untuk memeriksa dan memutus permohonan a quo;
2. Kedudukan hukum (legal standing) Pemohon untuk mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi;
3. Kedudukan hukum (legal standing) Termohon sebagai Badan Publik dalam sengketa informasi;
4. Batas Waktu Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi.
Terhadap keempat hal tersebut diatas, Majelis mempertimbangkan dan memberikan pendapat sebagai berikut:
A. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Riau
[3.3] Menimbang bahwa Komisi Informasi Provinsi Riau mempunyai dua kewenangan, yaitu kewenangan absolut dan kewenangan relatif.
Kewenangan Absolut
[3.4] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 4 UU KIP dinyatakan bahwa:
“Komisi informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan UU KIP dan Peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi.”
[3.5] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 UU KIP juncto Pasal 1 angka 3 Perki PPSIP dinyatakan bahwa:
“Sengketa informasi publik adalah sengketa yang terjadi antara Badan Publik dengan Pemohon Informasi Publik dan/atau Pengguna Informasi Publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan/atau menggunakan Informasi Publik berdasarkan peraturan perundang- undangan.”
[3.6] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 2 UU KIP dinyatakan bahwa:
“Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan Badan Publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.”
6
[3.7] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan:
Pasal 22 UU KIP Ayat (1)
“Setiap Pemohon Informasi Publik dapat mengajukan permintaan untuk memperoleh Informasi Publik kepada Badan Publik terkait secara tertulis atau tidak tertulis.”
Ayat (7)
“Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya permintaan, Badan Publik yang bersangkutan wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis yang berisikan:
a. Informasi yang diminta berada dibawah penguasaannya ataupun tidak;
b. Badan publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada dibawah penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;
c. penerimaan atau penolakan permintaan dengan alasan yang tercantum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17;
d. dalam hal permintaan diterima seluruhnya atau sebagian dicantumkan materi informasi yang akan diberikan;
e. dalam hal suatu dokumen mengandung materi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, maka informasi yang dikecualikan tersebut dapat dihitamkan dengan disertai alasan dan materinya;
f. alat penyampai dan format informasi yang akan diberikan;
dan/atau
g. biaya serta cara pembayaran untuk memperoleh informasi yang diminta.
Ayat (8)
“Badan Publik yang bersangkutan dapat memperpanjang waktu untuk mengirimkan pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7), paling lambat 7 (tujuh) hari kerja berikutnya dengan memberikan alasan secara tertulis.”
Pasal 26 ayat (1) huruf a UU KIP
“Komisi Informasi bertugas: menerima, memeriksa, dan memutus permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap Pemohon Informasi Publik berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang KIP.”
Pasal 36 UU KIP:
Ayat (1)
“Keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1).”
7 Ayat (2)
“Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis.”
Pasal 37 ayat (2) UU KIP
“Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).”
[3.8] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perki PPSIP dinyatakan bahwa:
“Penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Komisi Informasi dapat ditempuh apabila:
a. Pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau
b. Pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.”
[3.9] Menimbang bahwa tujuan permohonan Pemohon adalah sebagaimana dimuat dalam paragraf [2.6];
[3.10] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [2.2] sampai dengan paragraf [2.4] Majelis Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau berpendapat bahwa yang menjadi kewenangan absolut Komisi Informasi adalah menyangkut hal, yakni:
a. Adanya permohonan informasi publik yang dimohonkan kepada Badan Publik yaitu pada tanggal 3 Desember 2018;
b. Adanya keberatan yang diajukan kepada Atasan Badan Publik atas tidak ditanggapinya permohonan informasi publik Pemohon yaitu pada tanggal 26 Desember 2018;
c. Adanya permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Provinsi Riau yaitu pada tanggal 18 Februari 2019;
d. Sengketa yang diajukan adalah Sengketa Informasi Publik yang terjadi antara Pemohon dengan Badan Publik.
[3.11] Menimbang bahwa berdasarkan fakta permohonan, Pemohon telah menempuh mekanisme permohonan informasi, mengajukan keberatan dan mengajukan permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik
8
sebagaimana telah diuraikan pada paragraf [3.10], sehingga Komisi Informasi Provinsi Riau memilik kewenangan absolut untuk memeriksa dan memutus sengketa a quo.
Kewenangan Relatif
[3.12] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU KIP dinyatakan bahwa:
“Kewenangan Komisi Informasi provinsi meliputi kewenangan penyelesaian sengketa yang menyangkut Badan Publik tingkat provinsi yang bersangkutan.”
[3.13] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 3 UU KIP dinyatakan:
“Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.”
[3.14] Menimbang bahwa Termohon adalah Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru merupakan Badan Publik yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka 3 UU KIP;
[3.15] Menimbang bahwa berdasarkan ketentual Pasal 6 ayat (4) Perki 1 Tahun 2018 dinyatakan:
“Dalam hal Komisi Informasi Kabupaten/Kota belum terbentuk, kewenangan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik yang menyangkut Badan Publik tingkat Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Komisi Informasi Provinsi”.
[3.16] Menimbang bahwa Termohon adalah Badan Publik Tingkat Kota Pekanbaru, berdasarkan uraian paragraf [3.14] Majelis berpendapat bahwa Komisi Informasi Provinsi Riau memiliki kewenangan relatif untuk menerima, memeriksa, dan memutus sengketa a quo;
B. Kedudukan Hukum (Legal Standing) Pemohon
[3.17] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 11 dan angka 12, Pasal 35 ayat (1) huruf c, Pasal 36 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 37 ayat (1)
9
dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juncto Pasal 1 angka 7 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.
yang pada pokoknya Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik yang selanjutnya disebut Pemohon adalah Pemohon atau Pengguna Informasi Publik yang mengajukan Permohonan kepada Komisi Informasi Provinsi Riau;
[3.18] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan:
Pasal 1 angka 12 UU KIP:
“Pemohon informasi publik adalah warga negara dan/atau badan hukum Indonesia yang mengajukan permintaan informasi publik sebagaimana diatur dalam undang-undang ini.”
Pasal 11 ayat (1) huruf a Perki No 1 Tahun 2013
Dalam mengajukan permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan berupa identitas Pemohon yang sah, yaitu:
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor atau Identitas lain yang sah yang dapat membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia; atau
2. Anggaran Dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum;
3. Surat Kuasa dan Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Pemberi Kuasa dalam hal Pemohon mewakili kelompok orang.
[3.19] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Perki 1 Tahun 2013:
Pasal 1 Angka 11
“Pengguna Informasi Publik adalah orang yang menggunakan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.”
Pasal 1 Angka 12
“Pemohon Informasi Publik adalah warga Negara dan/atau badan hukum Indonesia yang mengajukan permintaan Informasi Publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.”
[3.20] Menimbang bahwa Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 1 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik bahwa identitas Pemohon yang sah adalah Fotocopy Kartu Tanda Penduduk yang membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia;
10
[3.21] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perki Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang menyatakan, Penyelesaian Sengketa Informasi publik melalui Komisi Informasi dapat ditempuh apabila:
a. Pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau
b. Pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari Kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.
[3.22] Menimbang bahwa berdasarkan fakta persidangan, pada tanggal 3 Desember 2018 Pemohon telah mengajukan permohonan informasi publik, tanggal 26 Desember 2018 Pemohon mengajukan keberatan atas tidak ditanggapinya permohonan informasi publik Pemohon, dan tanggal 18 Februari 2019 Pemohon mengajukan permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Provinsi Riau;
[3.23] Menimbang bahwa Pemohon adalah Individu berdasarkan Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 1 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, pada saat pengajuan permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik Pemohon melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk yang membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia;
[3.24] Menimbang uraian paragraf [3.23] Majelis Komisioner berpendapat Pemohon dapat membuktikan sebagai warga negara Indonesia dan Majelis menerima permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Pemohon karena Pemohon memenuhi syarat kedudukan hukum (legal standing) sebagai Pemohon dalam Penyelesaian Sengketa Informasi Publik;
C. Kedudukan Hukum (Legal Standing) Termohon
[3.25] Menimbang berdasarkan ketentuan yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Infomasi Publik:
Pasal 1 angka 3:
“Badan publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan Negara, yang sebahagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi non pemerintah sepanjang sebahagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran
11
Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.”
[3.26] Menimbang Termohon dalam sengketa a quo adalah Badan Publik Tingkat Kota Pekanbaru dalam hal ini Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebahagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru;
[3.27] Menimbang bahwa Permohonan informasi publik dan surat keberatan Pemohon diajukan ke Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru/Atasan PPID yang merupakan PPID Pembantu;
[3.28] Menimbang bahwa informasi publik yang dimohonkan Pemohon seyogyanya diajukan ke PPID Utama Pemerintah Kota Pekanbaru;
[3.29] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [3.26] sampai dengan paragraf [3.28], maka legal standing Termohon sebagai Badan Publik dalam sengketa a quo tidak terpenuhi;
[3.30] Menimbang Pasal 36 ayat (2) Perki 1 Tahun 2013:
Dalam hal permohonan tidak memenuhi salah satu ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Majelis Komisioner dapat menjatuhkan putusan sela untuk menerima ataupun menolak permohonan.
D. Batas Waktu Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi
[3.31] Menimbang bahwa Pemohon telah menempuh mekanisme permohonan informasi dan mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi publik sebagai berikut:
1. Pada Tanggal 3 Desember 2018 Pemohon mengajukan Permohonan Informasi Publik secara tertulis kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru/Atasan PPID;
2. Pada Tanggal 26 Desember 2018 Pemohon mengajukan keberatan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru/Atasan PPID;
3. Bahwa sehubungan tidak ditanggapinya keberatan atas permohonan a quo, pada tanggal 18 Februari 2019 Pemohon mengajukan
12
Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Provinsi Riau dan terdaftar di Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Riau pada tanggal 20 Februari 2019 dengan Register Nomor: Reg.004/PSI/KIP-R/II/2019;
[3.32] Menimbang bahwa berdasarkan fakta hukum yang dalam persidangan, Pemohon telah menempuh mekanisme permohonan informasi publik, keberatan, dan pengajuan prosedur penyelesaian Sengketa Informasi Publik;
[3.33] Menimbang ketentuan-ketentuan mengenai jangka waktu dalam prosedur penyelesaian Sengketa Informasi Publik sebagai berikut:
Pasal 22 Ayat (1) UU KIP
“Setiap Pemohon Informasi Publik dapat mengajukan permintaan untuk memperoleh Informasi Publik kepada Badan Publik terkait secara tertulis atau tidak tertulis”.
Pasal 22 Ayat (7) UU KIP
Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya permintaan, Badan Publik yang bersangkutan wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis yang berisikan:
a. Informasi yang diminta berada dibawah penguasaannya ataupun tidak;
b. Badan Publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada di bawah penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;
c. Penerimaan atau penolakan permintaan dengan alasan yang tercantum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17;
d. Dalam hal permintaan diterima seluruhnya atau sebagian dicantumkan materi informasi yang akan diberikan;
e. Dalam hal suatu dokumen mengandung materi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, maka informasi yang dikecualikan tersebut dapat dihitamkan dengan disertai alasan dan materinya;
f. Alat penyampai dan format informasi yang akan diberikan;
dan/atau
g. Biaya serta cara pembayaran untuk memperoleh informasi yang diminta.
Pasal 22 Ayat (8) UU KIP
Badan Publik yang bersangkutan dapat memperpanjang waktu untuk mengirimkan pemberitahuan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (7), paling lambat 7 (tujuh) hari kerja berikutnya dengan memberikan alasan secara tertulis.
13 Pasal 36 Ayat (1) dan (2) UU KIP
(1) Keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1).
(2) Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis.
Pasal 37 ayat (2) UU KIP
“Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).”
[3.34] Menimbang bahwa uraian paragraf [3.31] dan paragraf [3.33] Majelis berpendapat Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang diajukan oleh Pemohon jangka waktu terpenuhi sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.
Pokok Permohonan
[3.35] Menimbang bahwa pokok Permohonan Informasi Publik Pemohon dalam sengketa a quo adalah terkait:
1. Seluruh izin Videotron di Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
2. Seluruh izin Bando di Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
3. Seluruh izin Billboard di Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
4. Seluruh izin Neon Box di sisi Jalan Kota Pekanbaru beserta nama pemilik dan titik lokasinya.
Pendapat Majelis
[3.36] Dalam permusyawaratan Majelis Komisioner yang memeriksa sengketa a quo pada hari Senin tanggal 18 Maret 2019 adalah sebagai berikut:
Merujuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2917 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah, dimana PPID terdiri dari PPID Utama dan PPID Pembantu.
14
Salah satu tugas PPID Utama yaitu menyediakan informasi publik dan memberi pelayanan informasi publik kepada masyarakat, sementara PPID Pembantu bertugas mengumpulkan, mengolah, serta menjamin ketersediaan informasi publik dan menyampaikannya kepada PPID Utama secara berkala dan sesuai dengan kebutuhan.
Melihat proses pengajuan Permohonan Informasi Publik Pemohon, untuk memperoleh Informasi Pemohon seyogyanya mengajukan Permohonan ke PPID Utama Pemerintah Kota Pekanbaru dan keberatan Pemohon diajukan ke Atasan PPID Utama Pemerintah Kota Pekanbaru.
Untuk itu Majelis Komisioner menjatuhkan Putusan Sela terhadap permohonan sengketa a quo.
4. KESIMPULAN MAJELIS
Berdasarkan seluruh uraian dan fakta hukum di atas, Majelis Komisioner berkesimpulan:
1. Komisi Informasi Provinsi Riau berwenang untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara a quo;
2. Pemohon memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan penyelesaian sengketa di Komisi Informasi Provinsi Riau;
3. Kedudukan hukum (legal standing) Termohon sebagai Badan Publik dalam perkara a quo tidak terpenuhi;
4. Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja terpenuhi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 dan Perki Nomor 1 Tahun 2013.
5. AMAR PUTUSAN
Menolak Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang diajukan oleh Pemohon.
15
Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Majelis Komisioner yaitu: HASNAH GAZALI selaku Ketua merangkap anggota, JOHNY SETIAWAN MUNDUNG dan ALNOFRIZAL masing-masing sebagai Anggota, pada hari Senin, 18 Maret 2019 dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Senin, 18 Maret 2019 oleh Majelis Komisioner yang nama-namanya tersebut diatas, dengan didampingi oleh ANDRA VASRI sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri Pemohon dan Tidak dihadiri Termohon.
Ketua Majelis dtt
HASNAH GAZALI
Anggota Majelis dtt
JOHNY SETIAWAN MUNDUNG
Anggota Majelis dtt
ALNOFRIZAL
Panitera Pengganti dtt
ANDRA VASRI
Untuk Salinan Putusan ini sah dan sesuai dengan aslinya diumumkan kepada masyarakat berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Pasal 59 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.
Pekanbaru, 18 Maret 2019 Panitera Pengganti
dtt
ANDRA VASRI
16