• Tidak ada hasil yang ditemukan

Finger Tip Injury.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Finger Tip Injury."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

FINGER TIP INJURY

Yoyos Dias Ismiarto, dr., SpOT(K)., MKes., CCD

DEPARTEMEN/SMF ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL... ... i

DAFTAR ISI... ii

IPENDAHULUAN ... 1

II ANATOMI ... 2

III DIAGNOSIS ... 2

IV PENATALAKSANAAN... ... ... 3

4.1 Primary Repair ... ... 3

4.2 Secondary Intention ... ... 4

4.3 Skin graft ... 4

4.1 Local Flap ... 4

4.2 Regional Flap ... ... 7

4.3 Amputation Revision ... 9

V KESIMPULAN... 10

(3)

I. PENDAHULUAN

Fingertip injury (FTI) adalah cedera pada jari yang terletak pada

area sebelah distal dari insersi tendon flexor dan ekstensor, merupakan

kasus yang tersering terjadi pada cedera tangan. Fingertip merupakan

suatu organ peraba yang sangat penting sebagai salah satu fungsi

tangan. Dalam penanganan FTI, tidak ada satupun teknik yang tepat

untuk semua kasus, masing-masing teknik memiliki indikasi yang

spesifik pada tipe cedera tertentu.

Mengingat pentingnya fingertip yang mempunyai permukaan untuk

sensasi raba maka FTI dapat menyebabkan hilangnya beberapa

kemampuan dari ujung jari. Pulp pada ujung jari biasanya diselubungi

oleh tough, kulit dengan persarafan yang banyak, menempel pada

phalanx melalui septa fibrous. Bagian dorsum fingertip dibentuk oleh

kuku dan bantalan kuku.

Tujuan penanganan FTI adalah untuk mengembalikan sensasi yang

adekuat, nyeri yang minimal, pergerakan sendi yang maksimal dan

kosmetik yang baik. Dalam mencapai tujuan tersebut, perlu diperhatikan

juga usaha untuk mempertahankan ukuran dari ujung jari.

Pilihan penatalaksanaan FTI, perlu dipertimbangkan beberapa faktor

untuk menentukan rencana tindakan :

1. Umur

2. Pekerjaan

3. Jenis kelamin

4. Tangan dominan

(4)

6. Mekanisme cedera

7. Riwayat kondisi medis

8. Anatomi jari yang cedera

II. ANATOMI

Bagian distal dari insersi flexor dan ekstensor di distal phalanx :

Aspek Volar :

terdiri atas Palmar pulp, fibrous septae, skin dan fingerprint, reseptor

sensoris, Grayson dan Cleland ligament

Aspek Dorsal :

terdiri atas perionikia (nail plate), paronikia, eponikia, lunula, dan

matrix germinal.

Arteri dan saraf digitalis, bercabang menjadi 3 (trifurcate) pada

daerah sendi interphalanx distal. Masing-masing ke arah nail fold,

nail bed, dan finger pad.

Gambar 2.1. Anatomi Nail Bed potongan sagital

(5)

III. DIAGNOSIS

Dalam penatalaksanaan FTI, pemeriksaan dan klasifikasi FTI

merupakan langkah utama yang terpenting untuk menentukan rencana

tindakan bedah. Terdapat 3 hal utama yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Nail Bed Injury,

2. Bone exposure

3. Angle of Injury

Gambar 3.1.Angle of Injury

(Dikutip dari : Chapman Michael W MD. Fingertip Injuries. In : Operative

Orthopaedic. Second Edition. J B Lippincott. 1993:1109-1116)

Oleh Allen (1980), klasifikasi amputasi pada ujung jari dibagi mejadi 4

tipe :

I. Distal dari ujung kuku

II. Distal dari ujung phalanx distal (meliputi nail bed)

III. Distal dari Mid-phalanx distal

(6)

Gambar 3.2 Klasifikasi Allen untuk FTI

(Dikutip dari : http://www.emedicine.com/emerg/byname/fingertip-injuries.htm)

IV. PENATALAKSANAAN

PRIMARY REPAIR

Diindikasikan pada cedera yang tidak disertai hilangnya kulit. Bila

disertai Nail Bed Injury, dilakukan re-aproksimasi menggunakan catgut

7-0 dan membuang nail plate yang terlepas. Fiksasi fraktur yang spesifik

tidak dibutuhkan bila terdapat fraktur phalanx distal, yang tidak

menyertakan permukaan sendi dengan jaringan lunak yang utuh. Kulit

dijahit dengan non-absorbable 6-0.

SECONDARY INTENTION (Perawatan terbuka)

Metode ini diterapkan berdasarkan proses epitelisasi dan kontraksi luka

hingga memungkinkan penutupan luka. Pilihan ini baik digunakan pada

(7)

biasanya terjadi dengan jaringan parut dan menghasilkan ujung jari yang

keras. Sehingga dalam pemilihan metode ini , perlu dipertimbangkan

riwayat pekerjaan pasien. Teknik ini perlu dihindari pada orang-orang

dengan pekerjaan yang sering menggunakan ujung jari (pengguna

komputer, pemain piano).

Dalam kondisi ideal, penutupan defek yang stabil biasanaya

terjadi dalam 2-4 minggu. Pada 40 % kasus dengan metode ini, terjadi

intoleransi dingin.

SKIN GRAFT

Pada FTI dengan defek kulit yang cukup luas, diindikasikan teknik Skin

Graft. Walaupun secara umum keberhasilan STSG lebih tinggi

dibandingkan FTSG, pada kasus FTI, FTSG lebih disukai karena lebih

baik secara kosmetik, sensibilitas dan durabilitas. Lokasi donor dapat

diambil dari berbagai tempat, namun donor lokal atau regional lebih

baik dalam mencegah hiperpigmentasi. Dalam hal ini, donor dari

palmar crease, karena dapat dipreparasi secara bersamaan dan dapat

menghasilkan donor hingga 2x6 cm. Sebagian ahli juga menyarankan

pengambilan donor dari area hipothenar, namun menutupan area donor

sering meninggalkan skar yang kurang baik secara kosmetik ataupun

tension yang berlebih saat aproksimasi.

LOCAL FLAP

Untuk kehilangan ujung jari yang cukup luas, seringkali flap

diindikasikan. Dibandingkan dengan skin graft, flap memiliki

(8)

exposure, dan memiliki sensibilitas dan durabilitas yang lebih baik.

Pilihan flap lokal pada FTI yaitu :

• V-Y advancement flap

Dipopulerkan oleh Atasoy, flap tipe ini sangat berguna pada kasus

FTI dengan oblique dorsal. Teknik ini sulit diterapkan pada angulasi

transversal, dan dikontraindikasikan pada oblique palmar.

Keuntungan V-Y flap yaitu dapat diterapkan pada semua umur,

warna yang sesuai dengan jaringan sekitarnya, sensibilitas yang baik

dan tidak membutuhkan imobilisasi..

Desain flap sangat menetukan dalam menghasilkan flap yang baik.

Apex insisi V dibuat pada skin crease midpalmar DIP joint. Ujung

insisi V harus selebar tepi luka. Setelah insisi, sangat penting untuk

membuka septum fibrosus, sambil melakukan traksi pada flap yang

dilepaskan. Undermining yang berlebihan harus dihindari, karena

pedikel flap ini hanya mengandalkan jaringan subkutan.

Gambar 4,1 V-Y advancement flap

(Dikutip dari :Canale S Terry MD. Campbell’s Operative Orthopaedics.

(9)

• Bilateral V-Y Kutler Flap

Memiliki konsep yang sama dengan Atasoy V-Y Flap, namun

memiliki 2 buah flap yang diambil dari arah lateral, sehingga cocok

diaplikasikan pada FTI dengan potongan transversal. Memiliki

kekurangan dalam luas flap dan banyaknya skar yang terjadi.

Penelitian Freiberg dan Manktelow mengatakan bahwa pasien yang

dilakukan Bilateral V-Y Kutler flap merasakan adanya

hipersensitivitas (30%), dan baal (30%).

Gambar 4.2 Bilateral Kutler V-Y flap

(Dikutip dari : Canale S Terry MD. Campbell’s Operative Orthopaedics.

Tenth Edition. Mosby Inc. 2003)

• Palmar advancement Flap (Moberg)

Dipublikasikan oleh moberg 1964, palmar advanvement flap

membutuhkan mobilisasi jaringan lunak subkutan yang ekstensif

(10)

Meskipun palmar advancement Flap sangat berguna dalam menutup

defek FTI hingga 1 cm, menghasilkan flap yang stabil dan innervasi

yang baik, namun komplikasi kontraktur sendi sering terjadi akibat

imobilisasi setelah tindakan. Sebagian besar penulis menyarankan

teknik ini hanya digunakan pada FTI ibu jari, karena jaringan lunak

pada ibu jari memiliki mobilitas lebih baik dibanding jari yang lain.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adanya nekrosis dorsal. Hal

ini bila neurovascular bundle dorsal ikut terpotong saat insisi

midaxial.

Gambar 4.3 Palmar advancement Flap (Moberg)

(Dikutip dari :Canale S Terry MD. Campbell’s Operative Orthopaedics.

Tenth Edition. Mosby Inc. 2003)

REGIONAL FLAP

• Thenar Flap

Digunakan terutama pada FTI jari ke 2, 3 dan 5.dengan potongan

oblique palmar dan transverse. Dapat memberikan donor hingga

(11)

resipien dalam posisi fleksi selama 6-8 minggu. Teknik ini

dikontraindikasikan pada pasien diatas usia 50 tahun, atau pasien

dengan kecenderungan stiffness pada sendi-sendi kecil. Pemilihan

teknik ini didasarkan untuk mempertahankan fungsi okupasi dan

alasan kosmetik.

Arah flap dapat dibuat dari proksimal, distal, dan lateral. Flap dijahit

setinggi mungkin dari eminensia thenar. Hal yang perlu diperhatikan

pada flap ini, yaitu saraf digitalis pada ibu jari harus dapat

diidentifikasi untuk mencegah cedera. Untuk meminimalisasi fleksi

kontraktur, maka saat imobilisasi ibu jari diposisikan pada abduksi

palmar, sendi MCP & DIP diposisikan fleksi maksimal, sehingga

PIP berada dalam posisi fleksi yang seminimal mungkin.

Lokasi donor dapat ditutup secara primer ataupun dengan Skin graft.

Pada hari 10-14, flap dapat dipisahkan dari donornya dan mobilisasi

aktif dapat segera dimulai..

Pada jangka panjang, fungsi sensorik pada flap ini lebih baik

dibandingkan dengan skin graft.

(12)

(Dikutip dari :Canale S Terry MD. Campbell’s Operative Orthopaedics.

Tenth Edition. Mosby Inc. 2003)

• Cross-Finger Flap

Diindikasikan pada FTI dengan defek di darah palmar, dan

tidak dianjurkan pada pasien dengan dengan penyakit

Buerger, Raynaud, ataupun penyakit vaskular lainnya. Juga

dikontraindikasikan pada pasien dengan kecenderungan joint

stiffness.

Flap memiliki ketahanan dan sensibililitas yang baik, bebas

nyeri, namun sebagian besar kasus memiliki komplikasi

intoleransi dingin (10/16).

Vaskularisasi flap yang diambil berasal dari neurovascular

bundle palmar dan cabang dorsalnya. Flap dielevasikan pada

bidang diatas paratenon ekstensor setinggi phalanx media

atau proksimal, Lalu dapat diimobilisasi baik dengan

plaster splint ataupun fiksasi eksterna berukuran kecil.

Pada hari 10-14, flap dipisahkan dari donornya, dan

(13)

Gambar 4.5 Cross Finger Flap

(Dikutip dari :Canale S Terry MD. Campbell’s Operative Orthopaedics.

Tenth Edition. Mosby Inc. 2003)

• Kite Flap

Dikembangkan oleh Holevitch dan Foucher, pedikel yang

digunakan berasal dari arteri MC I bagian dorsal. Defek pada

donor ditutup dengan FTSG.

AMPUTATION REVISION

Dilakukan pada defek matrix yang cukup luas, juga pada usia lanjut atau

dengan penyakit sistemik yang tidak memungkinkan dilakukan tindakan

flap. Sisa dari matriks kuku diablasi, bila insersi tendon fleksor atau

ekstensor tidak dapat dipertahankan, maka dapat dilakukan disartikulasi.

(14)

FTI merupakan cedera pada tangan yang tersering, pada banyak kasus,

tindakan bedah dapat dilakukan di UGD. Terdiri atas beberapa pilihan

terapi, dan tidak ada satu teknik pun yang dapat digunakan secara luas

pada semua tipe FTI. Masing-masing teknik memiliki indikasi tertentu

yang spesifik. Bila terdapat lebih dari satu pilihan terapi, keputusan

diserahkan kepada pertimbangan pasien.

Masing-masing pilihan terapi harus mempertimbangkan prinsip-prinsip

untuk mendapatkan : sensibilitas yang baik, nyeri minimal,

mempertahankan ukuran jari semaksimal mungkin, normal ROM, dan

(15)

DAFTAR PUSTAKA

1. Canale S Terry MD. Campbell’s Operative Orthopaedics. Tenth

Edition. Mosby Inc. 2003

2. Chapman Michael W MD. Fingertip Injuries. In : Operative

Orthopaedic. Second Edition. J B Lippincott. 1993:

1109-1116

3. Green David P MD, Hotchkiss Robert N MD, Pederson

William C MD. Green’s Operative Hand Surgery. Fourth

Edition. Churchill Livingstone. 1999

4. Moore KL, Dalley AF. Clinically Oriented Anatomy. Fourth

Edition. Lippincott Williams and Wilkins.

1999:674-676,745-746,749

5. Skinner Harry B MD, PhD. Fingertip Injuries. In : Current

(16)

Edition. The McGraw-Hill Companies. 2003:581-582

6. Thompson Jon C MD. Netter’s Concise Atlas of Orthopaedic

Anatomy. Saunders Elsevier. 2002:129

Gambar

Gambar 2.1. Anatomi Nail Bed potongan sagital
Gambar 3.2 Klasifikasi Allen untuk FTI
Gambar 4,1 V-Y advancement flap
Gambar 4.2 Bilateral Kutler V-Y flap
+4

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pendekatan metode penelitian tafsir yang akan digunakan dalam penelitian ayat-ayat Al-Qur‟ān tentang sungai adalah Metode Maudhu‟i (Tematik), yaitu mengumpulkan seluruh

selain alat-alat sulap utama yang Anda butuhkan diatas, Anda membutuhkan biaya lain seperti, baju rapih kemeja, celana panjang, sepatu kulit, jas, untuk transportasi Anda

Kejadian MJO November 2009 di wilayah Jawa bagian Barat memberikan dampak terhadap variasi harian LLM, dimana anomali hariannya meningkat seiring dengan menurunnya

T ext mining juga dapat diartikan sebagai sebuah proses untuk menemukan suatu informasi atau tren baru yang sebelumnya tidak terungkap dengan memroses dan

Pelayanan yang diberikan oleh manajemen Balai Benih Induk Padi dan Palawija tersebut antara benih yang satu dengan benih yang lain sama, akan tetapi permintaan akan

Oleh karena itu maka penelitian karakteristik pasien penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) perlu dilakukan untuk mendapatkan data jumlah dan persentase penyakit

⚫ Tiap share terdiri dari m buah sub-pixel berwarna hitam.

Hubungan antara Persepsi terhadap Pola Asuh Otoriter Orang Tua dengan Kecenderungan Pemalu (Shyness) pada Remaja Awal.. Jurnal