Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1205
PENERAPAN MODEL GUEDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI
TERAWIH DAN WITIR KELAS III
SISWI WULANDARI
Email : [email protected]
ABSTRAK
Pendidikan merupak salah satu kebutuhan primer .selain itu pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman akan dapat diterima, diingat dan dikembangkan dengan baik oleh siswa. Salah satu model pembelajaran yang bias diterapkan untuk melibatkan pertisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar adalah pembelajaran dengan model gueded discovery learning dengan menggunakan pendekatan scientific.
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui penerapan model gueded discovery learning dengan menggunakan pendekatan scientific untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III A MI Ar Raudhah Samarinda. (2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui gueded discovery learning dengan pendekatan scientific kelas III A MI Ar Raudhah Samarinda. Peneliti menggunakan jenis penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) . Urutan kegiatan mencakup 4 tahap yaitu : 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan,3.
Pengamatan dan 4.Refleksi.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Penerapan model guedeg discovery learning dengan menggunakan pendekatan scientifictelah sesuai dengan kedua strategi, dimana langkah-langkah model gueded discovery learning meliputi : a). Pendahuluan, b) Pengulangan, c) Gambaran, d) penyelidikan. E) representasi, f) diskusi g) penemuan h) aplikasi i) kesimpulandan j) penilaian. Sedangkan pendekatan scientificmeliputi : Memgamati, Menanya, mencoba, mengasosiasi, mengkomunikasi. Pembelajaran menggunakan modem gueded discovery learningdengan menggunakan pendekatan scientificmengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Aktivitas belajar siswa antar siklus 1 dan 2 mengalami peningkatan. Rtar-rata aktifitas siswa meningkat dari 12.2 % pada siklus I, menjadi 14,4 % pada siklus II.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1206
Jumlah ketuntasan belajar meningkat dari 13 pada siklus 1, menjadi 17 pada siklus II. Besarnya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa antara siklus I dengan siklus II sebesat 13,3 %.
Kata Kunci : Gueded Discovery Learning, Hasil Belajar
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah pelengkap dalam kehidupan yang bersifat wajib untuk anak bangsa. Di katakan demikian karena pendidikan adalah suatu pembelajaran yang berpengaruh sangat tinggi terhadap siswa baik di lingkungan keluarga,sekolah ataupun masyarakat luas. Proses belajar mengajar merupakan personel yang menduduki posisi dalam rangka pengembangan sumber daya manusia ,di tuntut untuk terus mengikuti perkembangan sumber daya manusia,di tuntut untuk terus mengikuti perkembangan konsep-konsep baru dalam dunia pengajaran.
Tugas dan peranan guru antara lain : menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari- hari,mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa .Tugas guru dalam proses belajar mengajar melipui tugas pedagogis dan tugas administrasi.
Tugas pedagogis adalah tugas membantu,membimbing dan memimpin dalam hal ini gurulah yang memimpin dan bertanggung jawab penuh atas kepemimpinannya .(Sulistyowati et al., 2012)
Di sinilah guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat besar,di samping sebagai fasilitator dalam pembelajaran siswa ,juga sebagai pembimbing dan mengarahkan peserta didiknya sehingga menjadi manusia yang mempunyai pengetahuan luas baik pengetahuan agama,kecerdasan,kecakapan hidup,keterampian,budi pekerti luhur dan kepribadian baik dan bisa membangun dirinya untuk lebih baik dari sebelumnya,serta memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan bangsa.(Batubara, 2020)
Berdasarkan survey dengan guru kelas III MI Ar-Raudhah Samarinda, diperoleh informasi bahwa guru menemui beberapa kendala.
Salah satu kendala yang dirasakan oleh guru ialah tentang materi pembelajaran yang dirasa sulit dipahami oleh siswa. Sumber yang digunakan oleh guru ialah berupa buku teks yang dirancang untuk
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1207
kurikulum 2013 tanpa menggunakan fasilitas yang menarik bagi siswa.
Fasilitas yang dimaksud ialah media dan metode pembelajaran.
Beberapa kendala yang dirasakan oleh guru ialah buku ajar yang belum dibagikan oleh pemerintah, selain itu faktor kognitif siswa sangat mempengaruhi dalam menangkap materi yang disampaikan oleh guru.
Guru merasa siswa belum dapat berfikir tingkat tinggi.(Saleh et al., 2021) Maksudnya ketika siswa diberikan materi yang cukup sulit belum bisa menangkap secara total. Hal ini diperlukan bimbingan dan dorongan dari guru yang memicu siswa untuk berfikir.
Setiap hari, saat proses pembelajaran, sebagian siswa merasa antusias ketika menerima materi. Namun beberapa orang yang cenderung pasif karena kurangnya minat belajar. Siswa cenderung ngobrol dan bercanda dengan temannya, bahkan saat diskusi kelompok pun terdapat beberapa siswa yang tidak ikut serta berdiskusi.
Sebagaimana kita ketahui sistem pembelajaran yang ada yang sering kali di terapkan adalah siswa kurang merespon atas kreasi dan inovasi dari guru dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap Peningkatan Hasil Belajar (Riandari, n.d.)
danWitir di MI Ar-Raudhah Samarinda. Selain itu juga tenaga pengajar yang tidak di bekali dengan metode dan keterampilan mengajar juga menjadi sumber permasalahan. Model pembelajaran yang dapat menuntun siswa untuk aktif dalam pembelajaran salah satunya adalah model discovery learning ( pemebalajaran penemuan ).(Inganah &
Zukhrufurrohmah, 2020) Ada dua jenis pembelajaran penemuan yaitu pembelajaran penemuan murni (free discovery) dan pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery).(Putri, 2014) Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, guided discovery learning sangat diperlukan oleh siswa.
Oleh karena itu ,dari latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk mengangkat Judul PTK ini dengan judul “
PENERAPAN
MODEL GUEDED DISCOVERY LEARNING UNTUK
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1208
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI TERAWIH DAN WITIR KELAS III
”METODE PENELITIAN
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas ( Classroom action research), dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran didalam kelas. Penelitian tindakan kelas didefenisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflejtif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki dan meningkatkan prektik pembelajaran di kelas secara lebih berkualitas, sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan selama 2 siklus dengan mengaplikasikan model yang dikembanngkan oleh Suharsimi Arikunto. Setiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi.
Penelitian Tindakan kelas dimulai dengan siklus pertama yang terdiri atas empat kegiatan. Apabila sudah diketahui keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus pertama, peneliti kemudian menentukan rancangan untuk siklus kedua berdasarkan perbaikan dan refleksi dari terdahulu. Tidak ada ketentuan berapa kali siklus tergantung keberhasilan tindakan yang dilakukan sesuia dengan kriteria keberhasilan dan tindakan. Alur Tindakan yang digunakan dalam penelitian mengacu pada model siklus penelitian tindakan kelas.
Penelitian ini dilaksanakan menggunakan penelitian tidakan kelas ( classroom action research ). Dalam hal ini terdapat empat rangkaian yang ada pada setiap siklus yaitu :(a) perencanaan, (b) tindakan, (c) observasi atau pengamatan, dan (d) refleksi.50 Penelitian tindakan kelas dimulai dengan siklus pertama yang terdiri atas empat kegiatan.
Apabila sudah diketahui keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus pertama, guru bersama peneliti kemudian menentukan rancangan untuk siklus kedua berdasarkan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1209
perbaikan dan refleksi dari tindakan terdahulu. Tidak ada ketentuan tentang berapa kali siklus harus dilakukan, banyaknya siklus tergantung dari keberhasilan tindakan yang dilakukan sesuai dengan kriteria keberhasilan tindakan.
Siklus 1
a. Tahap Perencanaan Siklus 1
Perencanaan (planning) merupakan langkah yang pertama dilakukan dalam penelitian. Kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Peneliti menyiapkan jadwal dan materi ajar tentang pokok bahasan Tarawih dan Witir.
2. Peneliti menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi Tarawih dan Witir.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1210
3. Peneliti menyiapkan lembar soal untuk mengetahui hasil belajar siswa.
4. Peneliti mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam proses pembelajaran
5. Peneliti menyiapakn instrument pembelajaran
6. Peneliti menyiapakan instrument pembelajaran lembar observasi kegiatan siswa tentang proses pembelajaran menggunakan Gueded Discovery Learning.
7. Peneliti menyiapkan instrumen pembelajaran lembar observasi kegiatan guru.
8. Peneliti mempersiapkan lembar soal evaluasi berupa tes formatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.
b. Tahap Pelaksanaan Siklus I
Tahap pelaksanaan tindakan akan dilakukan sesuai dengan langkah- langkah pada model Gueded Discovery Learning dengan memasukan pendekatan Scientific yang menggunakan 5M yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menganalisa, mengkomunikasikan, yaitu :
1. Introduction ( Pendahuluan)
Menetapkan focus pada tujuan awal pelajaran, konten, atau kegiatan.
2. Review ( Pengulangan )
Membahas pelajaran yang terkait sebelumnya, yang berhubungan dengan materi shalat tarawih dan witir yang akan dipelajari.
3. Overview ( Gamabaran)
Memberikan gambaran informasi mengenai materi Tarwih dan Witir , menjabarkan ide-ide siswa, bertukar pikiran, berdiskusi, memberikan pemahaman tentang materi Shalat Tarawih dan Witir. Dan pada langkah ini dapat melakukan kegiatan mengamati dan menanya.
4. Investigation ( penyelidikan )
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1211
Kegiatan siswa memanipilasi bahan untuk menguji ide-ide yang meraka dapatkan. Beberapa pedoman guru dapat digunakan seperti saran. Petunjuk, pertanyaan dan informasi.
5. Representation ( Representasi )
Hasil kegiatan siswa yang dapat dipresentasikan melalui tindakan unjuk kerja.
6. Discussion ( Diskusi)
Hasil pengamatan siswa pada video materi kemuadian di olah dengan berdiskusi kelompok. Guru dapat memberi pertanyaan kepada siswa tetangn miskonsepsi, atau konsep yang bertolak belakang.
7. Invention ( Penemuan )
Dari hasil kegaiatan dan berdiskusi, maka siswa akan mendapatkan konsep baru atau jawaban.
8. Aplication ( Aplikasi )
Pengetahuan baru yang dibangun dapat digunakan siswa untuk mmecahkan masalah selanjutnya, yaitu dengan mengulang kegiatan sampai menemukan jawabannya.
9. Summary ( Kesimpulan )
Siswa menjelaskan, menghubungkan dan mengambil kesimpulan terkait dengan materi Shalat Tarawih dan Witir.
Pada Tahap ini dapat dimasukkan kegiatan Mengkomunikasikan.
10. Assement ( Penilaian )
Guru melaksanakan tes untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai tujuan dan indicator materi Shalat Taraih dan Witir.
c. Tahap Observasi Siklus I
Dalam tahapan ini peneliti melakukan pengamatan situasi ketika pembelajaran berlangsung, dan merekam aktivitas siswa dengan lembar observasi.
d. Tahap Refleksi Siklus I
Pada tahapan ini penulis memahami, menjelaskan dan menyimpulkan data yang diperoleh. Peneliti melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada siklus 1.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1212
Kelebihan dalam siklus 1 akan dipertahankan, sedangkan hambatannya akan dijadikan bahan refleksi untuk memperbaiki pada tindakan siklus II.
Siklus II
Tahap perencanaan tindakan siklus II ini pada dasarnyan sama dengan dengan kegiatan yang dilaksanakan pada perencanaan siklus 1 dan sbagai terusan refleksi hasil observasi pembelajaran pada siklus I.
Perencanaan tindakan ini dipusatkan kepada sesuatu yang belum dapat terlaksana dengan baik pada tindakan siklus I.
a. Tahap Perencanaan Siklus II
Pada dasarnya perencana pada siklus II sam adenganyang dilakukan dengan kegiatan yang dilaksanakan pada perncanaan siklus I. Kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
2. Peneliti menyiapkan lembar soal untuk mengetahui hasil belajar siswa.
3. Peneliti mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam proses pembelajaran
4. Peneliti menyiapakan instrument pembelajaran
5. Peneliti menyiapakan instrument pembelajaran lembar observasi kegiatan siswa tentang proses pembelajaran menggunakan metode cooperatif Learning.
6. Peneliti menyiapkan instrumen pembelajaran lembar observasi kegiatan guru tentang penerapan model pembelajaran gueded discovery learning
7. Peneliti mempersiapkan lembar soal evaluasi berupa tes formatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.
b. Tahap Pelaksanaan Siklus II
Tahap pelaksanaan tindakan akan dilakukan sesuai dengan langkah- langkah pada model Gueded Discovery Learning dengan memasukan pendekatan Scientific yang menggunakan 5M yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menganalisa, mengkomunikasikan, yaitu :
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1213 1. Introduction ( Pendahuluan)
Menetapkan focus pada tujuan awal pelajaran, konten, atau kegiatan.
2. Review ( Pengulangan )
Membahas pelajaran yang terkait sebelumnya, yang berhubungan dengan materi shalat tarawih dan witir yang akan dipelajari.
3. Overview ( Gamabaran)
Memberikan gambaran informasi mengenai materi Tarwih dan Witir , menjabarkan ide-ide siswa, bertukar pikiran, berdiskusi, memberikan pemahaman tentang materi Shalat Tarawih dan Witir. Dan pada langkah ini dapat melakukan kegiatan mengamati dan menanya.
4. Investigation ( penyelidikan )
Kegiatan siswa memanipilasi bahan untuk menguji ide-ide yang meraka dapatkan. Beberapa pedoman guru dapat digunakan seperti saran. Petunjuk, pertanyaan dan informasi.
5. Representation ( Representasi )
Hasil kegiatan siswa yang dapat dipresentasikan melalui tindakan unjuk kerja.
6. Discussion ( Diskusi)
Hasil pengamatan siswa pada video materi kemuadian di olah dengan berdiskusi kelompok. Guru dapat memberi pertanyaan kepada siswa tetangn miskonsepsi, atau konsep yang bertolak belakang.
7. Invention ( Penemuan )
Dari hasil kegaiatan dan berdiskusi, maka siswa akan mendapatkan konsep baru atau jawaban.
8. Aplication ( Aplikasi )
Pengetahuan baru yang dibangun dapat digunakan siswa untuk mmecahkan masalah selanjutnya, yaitu dengan mengulang kegiatan sampai menemukan jawabannya.
9. Summary ( Kesimpulan )
Siswa menjelaskan, menghubungkan dan mengambil kesimpulan terkait dengan materi Shalat Tarawih dan Witir.
Pada Tahap ini dapat dimasukkan kegiatan Mengkomunikasikan.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1214 10. Assement ( Penilaian )
Guru melaksanakan tes untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai tujuan dan indicator materi Shalat Taraih dan Witir.
c. Tahap Observasi Siklus II
Dalam tahapan ini peneliti melakukan pengamatan situasi ketika pembelajaran berlangsung, dan merekam aktivitas siswa dengan lembar observasi.
d. Tahap Refleksi Siklus II
Pada tahapan ini penulis memahami, menjelaskan dan menyimpulkan data yang diperoleh. Peneliti melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada siklus 1.
Kelebihan dalam siklus 1 akan dipertahankan, sedangkan hambatannya akan dijadikan bahan refleksi untuk memperbaiki pada tindakan siklus II.
Lokasi penelitian tindakan kelas III berada di MI.Ar- Raudhah Samarinda beralamat di Jl. Raudah gg. Raudah 1 Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda Kalimantan Timur. Dan laksanakan pada bulan Juni 2022
Subyek yang akan diteliti atau sampel yang akan diteliti adalah siswa kelas III MI Ar Raudhah Samarinda yang akan mendapatkan materi Shalat Tarawid dan Witir pada mata pelajaran fiqih. Adapun jumlah siswa kelas 3 berjumlah 18 orang siswa.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan :
1. Tes Tertulis
Tes tertulis adalah prosedur sisstematik yang di buat dalam bentuk tugas- tugas tertulis yang distandardisasikan dan di berikan kepada individu atau kelompok untuk di kerjakan,di jawab atau di respon.Tes tertulis dalam penelitian ini meliputi lembar kerja peserta didik (LKPD) dan lembar evaluasi.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1215 2. Lembar Observasi
Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakunya. Lembar observasi merupakan tabel pengamatan yang berisi kejadian-kejadian yang diprediksi akan terjadi dan dilakukan oleh seorang observer. Lembar observasi ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan model discovery learning dengan menggunakan pendekatan scientific yang diterapkan oleh peneliti apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau belum.
1. Analisa Peningkatan Hasil Belajardengan Tes
Analisis data ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Fikih Kelas III Melalui Model Gueded Discovery Learning Pada Materi Tarwih danWitir di MI Ar-Raudhah Samarinda, untuk analisis peneliti menggunakan uji Mean sebagai berikut :
Mean : f × 100
N Keterangan :
F : Data yang muncul N : Jumlah Maksimal 100 : Presentase
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada materi pembelajaranpada tema ini adalah …(70)
2. Karakteristik Keberhasilan
Karakteristik dalam Penelitian ini adalah mengacu kepada ketuntasan minimal (KKM) pada mata pelajaran Fikih kelas III yakni 70
3. Observasi atau Pengamatan
Instrumen non tes digunakan untuk mendapatkan data kualitatif . instrument non tes dalam penelitian ini berupa lembar observasi. Lembar observasi kegiatan pembelajaran disusun untuk memastikan Langkah-langkah utama dalam kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1216
Keterlaksanaan setiap Langkah pembelajaran diobservasi oleh guru dan rekan peneliti yang berperan sebagai observer. Isi dari pedoman obvservasi tersebut diantaranya adalah pengamatan terhadap kondisi awal subyek penelitian apa potensi dan masalah yang ada pada para siswa, bagaimna suasana proses belajar mengajar sebelumnya, apa metode dan tehnik yang biasa digunakan guru dalam proses belajar mengajar dan bagaimana lingkungan pada saat proses belajar mengajar.
Tujuannya untuk mengetahui secara langsung proses pembelajaran dan aktivitas siswa selama dilakukan tindakan.
Selain itu, teknik observasi ini dilakukan untuk mengamati sampai sejauh mana perkembangan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran.
3. Dokumentasi
Penelitian ini juga menggunakan teknik dokumentasi yang dilakukan dengan cara mengambil foto siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dokumentasi dilakukan oleh teman sejawat dengan cara mengambil foto siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan yang didokumentasikan yaitu: kegiatan siswa saat berkelompok, melakukan pengamatan, berdiskusi, presentasi di depan kelas, serta saat dilakukannya tes pra tindakan dan setelah tindakan. Dokumentasi ini digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh sekaligus sebagai bukti fisik kegiatan penelitian.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian mulai dari pra siklus, siklus I Sampai siklus II ,, dari setiap prosesnya dapat terlihat peningkatan bertahap hingga target yang diinginkan tercapai.didalam prosesnya penulis menggunakan empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus, yaitu : (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) observasi atau pengamatan, dan (d) refleksi.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1217
Setelah mengobservasi dan menganalisis hasil belajar serta aktivitas peserta didik pada siklus I, maka dapat terlihat apakah dalam belajarnya peserta didik sudah mencapai keberhasilan ataupun masih mengalami hambatan dalam belajar. Kelebihan yang terdapat pda siklus I akan dipertahankan, sedangkan hambatan dan kelemahan yang terjadi pada siklus 1 dijadikan bahan refleksi untuk memperbaiki tindakan pada siklus II.
Setelah adanya tindakan pada siklus II , dapa dinilai dari hasil belajar siswa dengan mengerjakann soal diakhir setiap siklus. Berikut perbandingan hasil belajar siswa siklus I dan siklus II.
Tabel Perbandingan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Siklus
I
Siklus II
Keterangan F Persentas
e
F Persentas e
13 72,3% 17 94,4% Memenuhi KKM
5 27,7% 1 5,6% Belum Memenuhi
KKM
Dengan menerapkan model pembelajaran Gueded Discovery Learning terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa mulai dari kegiatan pra siklus, siklus I, sampai siklus II, sehingga setelah siklus II hasil belajar siswa dapat dinyatakan telah tercapai dan tidak perlu melakukan tindakan berikutnya. Peningkatan hsil belajar tersebut merupakan salah satu kelebihan penerapan model Gueded Discovery Learning yaitu kemampuan siswa menemukan hasil akhir, memahami benar materi pelajaran, dan materinya dapat lebih lama diingat oleh siswa.
Hal ini menunjukan adanya peningkatan jumlah siswa yang telah mencapai batas kriteria ketuntasan minimum (KKM). Peningkatan rata- rata nilai ketuntasan tersebut menandakan adanya peningkatan hasil belajar mata pelajran fikih materi ketentuan Shalat Tarawih dan Witir menggunakan model Gueded Discovery Learning. Hal ini dapat dilihat
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1218
dari adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus I sampai siklus II dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada tahap Pra Siklus dimana proses pembelajaran masih dilakukan secara klasikal.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pra siklus 1 dan siklus I I dapat disimpulkan bahwa :
Pelaksanaan pembelajaran melalui model Gueded Didscovery Learning untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa terlaksana sesuai perencanaa. Aktivitas belajar siswa antara pra siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan. Besarnya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa antara tindakan pra siklus dengan siklus I adalah 10 %, dan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa antara siklus I dengan siklus II adalah 13,3 %.
DAFTAR PUSTAKA
Batubara, I. H. (2020). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR
PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MASA PANDEMIC COVID 19. Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP, 1(2), 13.
https://doi.org/10.30596/jppp.v1i2.4948
Inganah, S., & Zukhrufurrohmah, Z. (2020). PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI GUIDED DISCOVERY
LEARNING PADA MATAKULIAH ALJABAR LINIER. EDU-MAT:
Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1).
https://doi.org/10.20527/edumat.v8i1.7496
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1219
Putri, F. S. (2014). Penerapan Pembelajaran Guided Discovery Berbasis Kegiatan Laboratorium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X MAN Denanyar Jombang pada Materi Elastisitas. 03(02), 6.
Riandari, H. (n.d.). UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII MELALUI MODUL IPA BERBASIS GUIDED DISCOVERY LEARNING (GUDEL) DI SMP NEGERI 26 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. 9.
Saleh, M., Satifa, H., & Ainun, N. (2021). Peningkatan Hasil Belajar dengan Penerapan Model Pembelajaran Guided Discovery Learning pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel. JKPM (Jurnal Kajian
Pendidikan Matematika), 6(2), 255.
https://doi.org/10.30998/jkpm.v6i2.9381
Sulistyowati, N., Widodo, A. T., & Sumarni, W. (2012). EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KIMIA. 7.
AF Pakpahan, DPY Ardiana, AT Mawati, EB Wagiu… - 2020 - books.google.com
Arikunto, Suharsimi, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas , Jakarta : PT.
Bumi Aksara .
A Suprayitno - 2020 - books.google.com
A Prastowo - Al-Bidayah: jurnal pendidikan dasar Islam, 2015 - jurnal.albidayah.id
AP Rini, A Muhid - Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2021 - edukatif.org EW Winarni - 2021 - books.google.com
Eggen, Paul & Kauchak, Don. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran.
Jakarta: PT Indeks.
F Kristin - … Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian …, 2016 - jurnal.stkippersada.ac.i
IS Putri, R Juliani, IN Lestari - Jurnal Pendidikan Fisika, 2017 - scholar.archive.org
Kemendikbud, 2013. Pengembangan Kurikulum 2013. Paparan Mendikbud dalam Sosialisasi Kurikulum 2013. Jakarta :
Kemendikbud. Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Cet. Ke-2
K Misbah - 2020 - repository.unugha.ac.id
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1220 L Ahmad Zarkasih - 2019 - books.google.com
M Kristiawan, N Nipriansyah, FA Yanti, E Viona - Jurnal Basicedu, 2022 - jbasic.org
M Mawardi - Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2014 - ejournal.uksw.edu
MM Nasution - FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, 2015 - 194.31.53.129
NC Ardillah - 2015 - idr.uin-antasari.ac.id
NI Cintia, F Kristin, I Anugraheni - Perspektif ilmu pendidikan, 2018 - journal.unj.ac.i
N Nursidah, B Suharto, R Rusmansyah - Vidya Karya, 2019 - ppjp.ulm.ac.id
P Ekayani - Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas …, 2017 - researchgate.ne
P Dahliana, I Khaldun… - Jurnal Pendidikan …, 2018 -e- repository.unsyiah.ac.id
Permendikbud nomor 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.
Permendikbud. 2013. Jurnal Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Prastowo, Andi. 2010. Menguasai Teknik-Teknik Koleksi Data penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Diva Press.
Suherman, H., Eman, dkk.2004. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bnadung. UPI
T Nurrita - MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist …, 2018 - lmsspada.kemdikbud.go.id
TU Kalsum, E Suryana… - Jurnal PADAMU …, 2020 - journal.pdmbengkulu.org
W Lestari - SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 2017 - journal.lppmunindra.ac.id
Yanti, Yuli dan Munaris. 2010. Penelitian Tindakan Kelas.
Tulunggagung.ChayaAbadi