18
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.
Jenis PenelitianJenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan dan apabila ada, seberapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu (Arikunto, 2003). Dalam penelitian ini korelasi yang dimaksud adalah antara dua variabel yaitu kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial.
3.2.
Populasi dan Sampel3.2.1. Populasi
19 3.2.2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011). Teknik Sampling di dalam penelitian ini menggunakan Teknik sampel total. Jadi sampel penelitian ini adalah seluruh siswa SMK PGRI 02 Salatiga kelas X yang terdiri dari jurusan akuntansi, administrasi perkantoran dan penjualan yang berjumlah 206 siswa.
3.3.
Variabel PenelitianMenurut Sugiyono (2011) bahwa variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel yang ada dalam penelitian ini adalah variabel bebas yakni kecerdasan emosional yang dilambangkan dengan huruf X dan variabel terikat yaitu penyesuaian sosial yang dilambangkan dengan huruf Y.
X Y
3.4.
Definisi Operasional3.4.1. Kecerdasan Emosional
20 3.4.2. Penyesuaian Sosial
Penyesuaian sosial merupakan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan kelompok pada khususnya dengan cara mengubah perilaku atau kebiasan yang ada sedemikian rupa agar sesuai dengan keadaan lingkungan atau kelompok sehingga mampu mengadakan relasi sosial yang sehat, seperti berhubungan dengan orang lain, baik sebaya atau orang yang tidak dikenalnya.
3.5.
Metode Pengumpulan Data3.5.1. Skala kecerdasan Emosional
Dalam penelitian ini skala kecerdasan emosional diadaptasi dari skala yang disusun oleh Parker (2011). Skala ini menggunakan teori Goleman (2005), mengungkapkan lima aspek dalam kecerdasan emosional yang dimodifikasi oleh peneliti, yang meliputi kesadaran diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan.
Skala Kecerdasan Emosional ini terdiri dari pernyataan favourable dan unfavourable dengan empat kategori jawaban dan skoring didasarkan pada alternatif pilihan jawaban. Sistem penilaian skala dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Item Favorable
21 b. Item Unfavorable
Sangat Setuju skor (1), Setuju skor (2), Tidak Setuju skor (3), Sangat Tidak Setuju skor (4).
Tabel 3.1
Adapun Kisi-Kisi Dari Skala Kecerdasan Emosional Sebagai Berikut:
Variabel Sub Variabel Indikator No Item F UF Kecerdasan
Emosional
Kesadaran diri a. Mampu mengenal emosi dalam diri
b. Memahami penyebab timbulnya emosi mengendalikan emosi dengan tepat
b. Mampu mengatasi kecemasan, ketakutan dan kesedihan dengan baik
c. Mampu menghibur diri ketika sedang sedih
17,
a.Mampu mengambil inisiatif, keputusan atau gagasan
b.Mampu membuat rencana-rencana yang inovatif-kreatif ke depan c.Bertanggung jawab
dalam mengambil keputusan
d.Memiliki rasa optimis yang tinggi dalam mencapai tujuan
a. Mampu melihat tanda-tanda non verbal yang ditunjukan orang lain b. Memiliki empati
11, 12, 15,
2, 10
22
F U
Kecerdasan Emosional
Membina hubungan
a. Mampu mengembangkan dan mempertahankan hubungan baik dengan orang lain
b. Mampu bersosialisasi dengan baik
c. Menghargai hubungan yang sudah terjalin
9, 13, 14, 16, 20
Jumlah 15 15
3.5.2. Skala Penyesuaian Sosial
Skala penyesuaian sosial diadaptasi dari skala yang disusun oleh Kusumastuti (2010), yang kemudian dimodifikasi oleh peneliti. Dalam penelitian ini skala menggunakan teori Schneiders (1964) yang meliputi lima aspek penyesuaian sosial yaitu, Adanya kebutuhan untuk mengenali dan menghargai hak orang lain dalam lingkungan sosial, Mampu menjalin relasi dengan orang lain dan menjaga relasi tersebut dalam waktu yang lama, Memiliki minat dan rasa simpati pada kesejahteraan orang lain, Altruisme dan Menghargai nilai dan integrasi hukum, tradisi dan norma sosial dengan jumlah pernyataan 29 item.
Skala Penyesuaian Sosial ini terdiri dari pernyataan favourable dan unfavuorable dengan empat kategori jawaban dan skoring didasarkan pada alternatif pilihan jawaban.Sistem penilaian skala dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Item Favorable
23 b. Item Unfavorable
Sangat Setuju skor (1), Setuju skor (2), Tidak Setuju skor (3), Sangat Tidak Setuju skor (4).
Tabel 3.2
Adapun Kisi-Kisi Dari Skala Penyesuaian Sosial Sebagai Berikut :
Variabel Sub Variabel Indikator No Item
F UF Penyesuaian
Sosial
Adanya kebutuhan untuk mengenali dan menghargai hak orang lain dalam lingkungan sosial
a. Terbuka menyikapi keberagaman yang ada di lingkungan sosial b. Memahami kebudayaan
lain di lingkungan sosial
6, 29, 23
15
Mampu menjalin relasi dengan orang lain dan menjaga relasi tersebut dalam waktu yang lama
a. Memiliki teman b. Merasa nyaman dengan
relasinya
3, 7 4, 17, 18
Memiliki minat dan rasa simpati pada kesejahteraan orang lain
a. Menyadari kebutuhan orang lain
b. Kesediaan untuk membantu materi atau penyelesaian sosial
19, 20, 28
13, 21
Altruisme a. Menolong orang lain tanpa mengaharapkan
Menghargai nilai dan integrasi hukum, tradisi dan norma sosial
a. Menghormati aturan hukum yang berlaku b. Menghargai tradisi c. Menghargai norma
24
3.6.
Uji Coba Instrumen PenelitianPada tanggal 23 April 2012, penulis meminta uji coba instrumen penelitian dengan membawa surat ijin penelitian kepada Kepala Sekolah SMK PGRI 02 Salatiga. Uji coba Instrumen dilaksanakan pada tanggal 24 April kepada 32 siswa kelas X-F.
3.6.1. Validitas
Azwar (2000) berpendapat bahwa validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Sebuah istrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.
Uji Validitas mengikuti standar (Azwar, 2000), item dikatakan valid jika koofisien korelasi item pernyataan > 0,30. Sehingga, berdasarkan hasil uji coba intrumen, Skala Kecerdasan Emosional sebanyak 30 pernyataan valid karena koofisien korelasi > 0,30 dan untuk Skala Penyesuaian Sosial 29 pernyataan valid karena koofisien korelasi > 0,30.
3.6.2. Reliabilitas
25
mengikuti standar (Azwar, 2000), dikatakan reliabel apabila Alpha Cronbach >0,7. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sedangkan, koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti reliabilitas semakin rendah. Untuk melihat apakah reliabel, maka peneliti menggunakan standar reliabel menurut Azwar (2000) sebagai berikut :
α < 0,7 : Tidak Reliabel
0,7 ≤ α < 0,8 : Cukup 0,8 ≤ α < 0,9 : Baik
0,9 ≤ α < 1,0 : Sangat Baik
Sehingga, berdasarkan hasil uji coba intrumen, Skala Kecerdasan Emosional memiliki Alpha Cronbach 0, 8434 dan Skala Penyesuaian Sosial memiliki Alpha Cronbach 0,8579. Kedua Skala tersebut dalam kategori Baik karena 0,8 ≤ α < 0,9.