• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK MATA DIKLAT MENGOPERASIKAN MESIN CNC DASAR DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK MATA DIKLAT MENGOPERASIKAN MESIN CNC DASAR DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA."

Copied!
214
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Amru Salam Riyadi
  • Pengajar:
    • Bapak Paryanto, M. Pd.
    • Bapak Drs. Edi Susilo
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Teknik Mesin
  • Topik: Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer untuk Mata Diklat Mengoperasikan Mesin CNC Dasar
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2011
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pendidikan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi, termasuk rendahnya prestasi belajar siswa di SMK Negeri 2 Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata diklat Mengoperasikan Mesin CNC Dasar. Dengan menggunakan software PowerPoint sebagai media, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik, sehingga dapat mengatasi masalah yang ada.

II. KAJIAN PUSTAKA

Kajian pustaka ini mencakup berbagai teori yang mendukung pengembangan media pembelajaran berbasis komputer. Teori-teori ini meliputi teori behavioristik, kognitif, dan konstruktivisme, yang menjelaskan bagaimana belajar terjadi dan bagaimana media dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Teori-teori ini menjadi dasar dalam merancang media pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan karakteristik siswa di SMK.

2.1. Penelitian Pengembangan

Penelitian pengembangan bertujuan untuk menciptakan produk yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Metode ini menggabungkan penelitian dasar dan terapan, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan dapat diterapkan di lapangan. Proses ini melibatkan analisis kebutuhan dan pengujian efektivitas produk.

2.2. Teori Belajar

Teori belajar yang mendukung pengembangan media pembelajaran berbasis komputer mencakup teori behavioristik yang menekankan pada perubahan perilaku, teori kognitif yang berfokus pada proses mental, dan teori konstruktivisme yang menekankan pada peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Pemahaman tentang teori-teori ini penting untuk merancang media yang efektif.

2.3. Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan memfasilitasi proses belajar. Dalam konteks ini, media berbasis komputer, seperti PowerPoint, dapat meningkatkan interaksi dan keterlibatan siswa, serta membantu dalam visualisasi konsep-konsep yang sulit. Penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang mengikuti prosedur sistematis untuk menghasilkan media pembelajaran. Prosedur ini mencakup analisis kebutuhan, desain media, pengujian, dan revisi produk berdasarkan umpan balik dari ahli dan siswa. Dengan pendekatan ini, diharapkan media yang dihasilkan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran.

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk menciptakan dan menguji media pembelajaran berbasis komputer. Melalui metode ini, peneliti dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru.

3.2. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan meliputi beberapa tahap, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, desain media, uji coba, hingga revisi produk. Setiap tahap dilakukan dengan seksama untuk memastikan media yang dihasilkan efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Penilaian dari ahli media dan materi menunjukkan persentase kelayakan yang tinggi, dan hasil uji coba di kelas menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana interaktif yang mendukung proses belajar.

4.1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Uji coba di kelas menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran ketika menggunakan media tersebut.

4.2. Pembahasan Hasil

Pembahasan hasil penelitian menekankan pentingnya media pembelajaran dalam mendukung proses belajar. Media yang interaktif dan menarik dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis komputer menggunakan PowerPoint untuk mata diklat Mengoperasikan Mesin CNC Dasar di SMK Negeri 2 Depok terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Disarankan agar media ini diimplementasikan secara luas dan dikembangkan lebih lanjut untuk mata diklat lainnya.

5.1. Kesimpulan

Media pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat penting untuk menghadapi tantangan pendidikan saat ini.

5.2. Saran

Diharapkan guru dapat memanfaatkan media pembelajaran berbasis komputer secara optimal dalam proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengembangkan media yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Gambar

Gambar 1. Posisi Media dalam Sistem Pembelajaran
Gambar 3. Tampilan Layar Kerja MS. Powerpoint
Gambar 4.  Memulai MS. Powerpoint
Gambar 5. Kotak Dialog Memulai Powerpoint
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan untuk mengatasi permasalahan yang mendasar pada siswa, yaitu ketidakmampuan siswa dalam mengembangkan kemandirian untuk belajar dengan media atau model

halnya mengajar siswa di kelas, yang dilakukan cecara berulang – ulang hingga dirasa cukup oleh pembimbing. Persiapan sebelum melaksanakan praktik mengajar adalah dengan

Apabila tidak ada motivasi belajar dalam diri siswa, maka akan menimbulkan rasa malas untuk belajar baik dalam mengikuti proses belajar mengajar maupun

Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam PBM (Proses Belajar Mengajar) bisa muncul dari diri siswa karena kurangnya motivasi, tidak adanya minat untuk mengikuti

Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil persentase 79,0% dan 80,8% menunjukkan bahwa metode mengajar dan komunikasi guru dangan siswa pada sekolah yang termasuk bagus atau

Rendahnya motivasi belajar siswa dapat ditunjukkan dengan kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Ketidakaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat meliputi

sebagai penguat daya adalah kompetensi dasar yang belum diperoleh siswa kelas X AV pada proses belajar mengajar di kelas, dan LKS pada kompetensi dasar tersebut juga

Dalam pembelajaran dengan menggunakan mind mapping lebih baik karena mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam proses belajar mengajar dan memudahkan siswa dalam menyimpan informasi