ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan/relasi dan pengaruh antara mekanisme internal tata kelola perusahaan dan nilai perusahaan dari perusahaan finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2013.
Mekanisme internal tata kelola perusahaan yang dibahas adalah total aktiva (untuk menunjukkan ukuran perusahaan), kepemilikan asing (saham yang dicadangkan lepas pantai), dewan direksi (jumlah anggota dewan itu), dan terakshir komite audit (jumlah orang di dalam komite). Variabel-variabel diatas diteliti untuk membuktikan adanya efek mutlak positif terhadap nilai perusahaan yang diukur sebagai PBV (Price / Book Value). Eksplorasi ini menggunakan purposive sampling untuk menentukan jumlah sampel maka sampel yang dikumpulkan dianalisis dengan regresi data panel, dengan menggunakan Eviews sebagai alat ilmiah untuk membantu dalam mencari-putusan akhir.
Penemuan ini kemudian menampilkan bahwa dewan direksi ternyata menyebabkan multikolinearitas terhadap total aset. Asumsinya semakin besar korporasi, semakin banyak orang di jajaran direksi yang diperlukan untuk membantu mengatur, mengendalikan, dan memimpin kegiatan usaha.
ii
ABSTRACT
The intendment of this research is to examine both relationship and influence between internal mechanism of corporate governance and corporate value of financial corporations that are listed sequentially in Indonesia's Stock Exchange from the year of 2008 until 2013.
Those internal mechanisms of corporate governance are total assets (to show size of corporations), foreign ownership (shares that are reserved offshore), board of directors (number of members in the council), and last but not the least audit committee (numbers of people inside the conclave). Those prominent variables are being researched whether those will give positive absolute effects to corporate value which is measured as PBV (Price/Book Value).
This exploration used purposive sampling to determine number of sampling then collected sample is being analyzed with panel data regression, using Eviews as a scientific tool to help in finding the end-verdicts.
The discovery then display that board of directors caused multicollinearity to total assets. The explanation for that is effortless due to the larger the corporation, the more people in board of directors needed to help organize, control, and lead the business activity.
DAFTAR ISI
ABSTRAK……….………...i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR………....iii
DAFTAR ISI………v
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR………...x
DAFTAR LAMPIRAN………...xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang Penelitian………..1
1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah...………..4
1.3. Tujuan Penelitian………...5
1.4. Manfaat Penelitian……….6
1.5. Sistematika Penulisan………7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………...9
2.1. KAJIAN PUSTAKA………..………9
2.1.1. Sejarah Tentang Corporate Governance………...9
2.1.2. Corporate Governance Introduction………...15
2.1.3. Theory of Corporate Governance………20
2.1.3.1. Agency Theory (Financial Model)………20
2.1.3.2. Stewardship Theory (Political Model)………..22
2.1.3.3. Stakeholder Theory (Stakeholder Model)……….26
vi
2.1.4.1. Internal Corporate Governance………...29
2.1.4.2. External Corporate Governance………..……….30
2.1.5. Corporate Value………...32
2.1.5.1. Price/Book Value Ratio (PBV)……….34
2.1.6. Penelitian Terdahulu………36
BAB III RERANGKA PEMIKIRAN, MODEL, dan HIPOTESIS PENELITIAN………...41
3.1. Rerangka Pemikiran………41
3.1.1.Internal Mekanisme Corporate Governance & Price/Book Value 41 3.1.2. Pengaruh Total Assets Terhadap PBV……….43
3.1.3. Pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) Terhadap PBV………43
3.1.4. Pengaruh Jumlah Orang dalam Dewan Direksi (BOD) Terhadap PBV………44
3.1.5. Pengaruh Jumlah Orang dalam Komite Audit Terhadap PBV……45
3.2. Model Penelitian……….47
3.3. Hipotesis Penelitian……….48
BAB IV METODE PENELITIAN………51
4.1. Objek Penelitian………..51
4.2. Populasi dan Teknik Pengambilan Sample……….53
4.3.1. Metode Penelitian yang Digunakan……….55
4.3.2. Teknik Analisis………57
4.3.2.1. Teknik Pengumpulan Data………....57
4.3.2.2. Monitoring Data………58
4.3.2.3. Pemilihan Model Data Panel………59
4.3.2.4. Pengujian BLUE………...62
4.3.2.5. Pengujian Hipotesis Untuk Model Regresi Berganda…..66
4.4. Operasionalisasi Variabel………69
4.4.1. Operasionalisasi Variabel Penelitian………...69
4.4.2. Variable Dependen………..69
4.4.3. Variable Independen………70
4.4.4. Multilinear Regression Model……….72
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN………73
5.1. Objek Penelitian………..73
5.1.1. Deskripsi Objek Penelitian………..73
5.1.2. Pengujian Model Regresi……….74
5.1.3. Uji Signifikansi Parameter Individual (t-test)………..84
5.1.4. Uji Signifikansi Simultan (F-statistik)……….86
5.1.5. Uji Koefisien Determinasi (R2)………87
5.1.6. Pembahasan Hasil Uji Statistik………88
viii
5.3. Implikasi Penelitian……….93
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN………...96
6.1. Kesimpulan………..96
6.2. Saran………97
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Asal Usul Teori Corporate Governance………...20
Tabel 2.2. Comparison of Agency Theory and Stewardship Theory……….26
Tabel 2.3. Daftar Penelitian Terdahulu………..37
Tabel 4.1. Klasifikasi Perusahaan………..52
Tabel 4.3. Ketentuan Autokorelasi………....65
Tabel 4.4. Operasionalisasi Variabel Penelitian………....70
Tabel 5.1. Jumlah Perusahaan yang Dijadikan Sampel………...73
Tabel 5.2. Likelihood Ratio………...75
Tabel 5.3. Hausman Test………...76
Tabel 5.4. Hasil Uji White……….79
Tabel 5.5. Pairwise Correlation Matrix………81
Tabel 5.6. Hasil Perhitungan Regresi Dengan Pendekatan Fixed Effect………….83
Tabel 5.7. Nilai Batas Kritis Uji t………..84
Tabel 5.8. Hasil Pengujian t-statistik (t-hitung)………...85
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. PBV Formula………35
Gambar 2.2. Book Value Formula……….35
Gambar 3.1. Model Penelitian………...48
Gambar 5.1. Hasil Uji Normalitas Data………77
Gambar 5.2. Batas-batas Daerah Penerimaan Durbin-Watson………..80
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A ………...105
LAMPIRAN B ………...107
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Pada tahun 1997-1998, waktu yang tergolong singkat itu merupakan
masa-masa yang paling suram untuk Indonesia. Indonesia adalah satu dari banyak
negara di dunia yang menghadapi salah satu krisis keuangan yang paling besar
dan mahal dalam sejarah, karena hampir semua sektor perbankan jatuh dan
mengakibatkan dampak yang buruk bagi sektor bisnis lainnya.
Pada masa tersebut, tak terhitung jumlah perusahaan yang bangkrut, swasta
maupun pemerintah. Yang paling menderita dari akibat krisis ini adalah warga
termiskin di Indonesia. Krisis ini juga menyebabkan naiknya jumlah persentase
kemiskinan dari 17.7% pada tahun 1996 menjadi 24.2% di tahun 1998 (Srinivas,
2013). Krisis keuangan ini mengungkapkan adanya kelemahan pada bagian tata
kelola, entah itu di sektor publik maupun swasta adapun kelemahan tersebut
meliputi pemerintahan, kebijakan, korupsi, dan hubungan bisnis lainnya yang
terkait dengan politik yang menyebabkan kejatuhan dari sektor perbankan
tersebut.
Empat belas tahun kemudian, sejak peristiwa krisis keuangan tersebut, sektor
perbankan di Indonesia akhirnya bisa pulih kembali dan mengalami pertumbuhan
yang berkelanjutan. Selain itu, sektor perbankan mengalami peningkatan dalam
stabilitas dan menjadi lebih tahan terhadap krisis. Pada masa itu, sektor perbankan
bank menjadi tinggal 128 bank. Proses ini pula yang menjadi salah satu alasan
mengapa sektor bank menjadi lebih tahan krisis. Pada tahun 2008, krisis keuangan
dunia kembali menguji sektor industri ini dan Indonesia dapat mengatasai
masalah ini, keluar tanpa cedera dan hanya memiliki dampak jangka pendek saja
pada bagian sektor perbankan. Maka, hasilnya, Indonesia mengalami peningkatan
pertumbuhan ekonomi sebesar 4.5 % pada tahun 2009, dan menempati tingkat
ketiga tercepat di antara negara-negara G20 (Srinivas, 2013).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Srinivas (2013), dinyatakan
meskipun Indonesia mendapatkan prestasi yang cukup baik di sektor perbankan,
tetapi cangkir kinerja sektor keuangan Indonesia hanya baru terisi setengahnya.
Hal ini berarti meskipun stabilitas di sektor keuangan sebagian besar telah
dicapai, ternyata banyak area di sektor keuangan yang harus dibenahi, ditambah
lagi dengan kemajuan reformasi yang makin lama makin melambat. Kekurangan
ini memiliki potensi menghancurkan stabilitas sektor dan merusak keadaan
ekonomi. Diversifikasi sektor keuangan masih sangat rendah, sedangkan sektor
keuangan sendiri masih terkonsentrasi pada dominasi sektor perbankan.
Sementara itu, dengan pasar kapital Indonesia yang tetap kecil; ini merupakan
kesempatan untuk diversifikasi sumber pendanaan untuk sektor keuangan dan
menyediakan kesempatan investasi jangka panjang.
Bangsa ini juga mempunyai masalah di bidang lain, seperti pembangunan
sektor keuangan yang dinilai sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi. Ukuran
sektor perbankan, serta ukuran dan likuiditas pasar modal, telah terbukti sangat
3 Domestik Bruto (PDB) per kapita. Alasan diatas ini mendasari bahwa
Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang kuat untuk menopang kemajuan
bangsa ini. Untuk itu, dasar dari kekuatan untuk membangun kembali sektor
keuangan yang lebih kuat dan stabil, negara ini membutuhkan Good Corporate
Governance supaya dapat memenuhi tujuan pembangunan masa depan. Juga
dengan Good Corporate Governance, bangsa ini dapat 'ditempa' untuk
mempertahankan momentum dan menghindari bertumpu pada keberhasilan
baru-baru ini dalam melewati dengan aman melalui krisis keuangan global.
Diharapkan ketika Good Corporate Governance sudah berhasil
diimplementasikan dengan baik dan benar, Indonesia dapat berkembang menjadi
negara berpenghasilan lebih tinggi dalam dekade berikutnya. Reformasi dalam
sektor keuangan memerlukan koordinasi lintas instansi dan melibatkan
menyatukan dan memanfaatkan sumber daya dari sejumlah besar mitra. Jika
reformasi sektor keuangan terus membangun kesuksesan dan stabilitas yang
dicapai dalam dekade terakhir dengan cara tersebut di atas, ada kesempatan
bahwa Indonesia dapat terus bergerak maju meningkatkan pendapatan negara.
Suatu sistem perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar; jika
perusahaan memiliki sumber daya yang tepat, entah itu manusia, uang atau
lainnya. Dengan demikian, penelitian ini akan membahas apakah faktor-faktor
tata kelola perusahaan berpengaruh kepada nilai perusahaan, khusus bagi
perusahaan finansial yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Nilai perusahaan
disini akan ditunjukan dengan PBV (Price-to-Book Value Ratio). Berdasarkan
"PENGARUH INTERNAL MECHANISMS OF GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG) KEPADA CORPORATE VALUE (PBV) PADA
PERUSAHAAN FINANSIAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA (BEI) PADA TAHUN 2008-2013."
1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Stakeholders and shareholders tidak selalu berada di pihak yang sama.
Stakeholders lebih mementingkan kepentingan banyak pihak, seperti karyawan,
suppliers, konsumen, dan lain sebagainya. Sedangkan, shareholders hanya fokus
pada satu sisi saja, yaitu: pada stocks/shares perusahaan tertentu dan mempunyai
suara dalam pengambilan keputusan. Biasanya shareholders lebih 'egois', karena
mereka lebih berpikir bagaimana caranya untuk membuat profit semakin besar.
Tetapi, cara berpikir demikian, sudah agak ditinggalkan oleh para
shareholders, sekarang shareholders lebih memikirkan going-concern dan juga
lebih memikirkan ke arah sustainability. Sustainability sendiri didefinisikan
(Oxford University Press, 2008) sebagai "As an ability to keep (something) alive
or in existence [going over time or continuously]". Dengan demikian, untuk
perusahaan agar dapat hidup berkelanjutan, salah satu caranya adalah dengan
menanamkan fondasi yang kuat di dalamnya.
Good Corporate Governance adalah satu fondasi yang dibutuhkan semua
perusahaan untuk dapat berjalan dengan lancar. Faktor-faktor Good Corporate
Governance yang dibahas di penelitian ini adalah: firm size (ukuran perusahaan
5 Penanaman Modal Asing [PMA]; semakin besar PMA, diasumsikan semakin
bagus dan memberikan nilai tambah ke Corporate Value), jumlah orang di BOD
(Board of Director), dan jumlah orang di Committee Audit.
Berdasarkan identifikasi latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan
sebagai berikut ini:
1. Apakah total assets dari semua perusahaan finansial yang terdaftar di BEI pada
periode 2008-2013 berpengaruh terhadap Corporate Value (PBV)?
2. Apakah besarnya PMA ownership structure dari semua perusahaan finansial
yang terdaftar di BEI pada periode 2008-2013 berpengaruh terhadap Corporate
Value (PBV)?
3. Apakah jumlah orang dalam Board of Director dari semua perusahaan finansial
yang terdaftar di BEI pada periode 2008-2013 berpengaruh terhadap Corporate
Value (PBV)?
4. Apakah jumlah orang dalam Committee Audit dari semua perusahaan finansial
yang terdaftar di BEI pada periode 2008-2013 berpengaruh terhadap Corporate
Value (PBV)?
5. Apakah total assets, PMA, BOD, AC secara bersama-sama memberikan
pengaruh terhadap Corporate value (PBV)?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah
1. Mengetahui dan mempelajari pengaruh firm size yang dilihat dari jumlah Total
Assets (TA) terhadap Corporate Value (PBV) pada perusahaan finansial yang
terdaftar di BEI periode 2008-2013.
2. Mengetahui dan mempelajari pengaruh penanaman modal asing (PMA) atau
foreign ownership structure terhadap Corporate Value (PBV) pada perusahaan
finansial yang terdaftar di BEI periode 2008-2013.
3. Mengetahui dan mempelajari pengaruh jumlah orang dalam dewan direksi atau
Board of Director (BOD) terhadap Corporate Value (PBV) pada perusahaan
finansial yang terdaftar di BEI periode 2008-2013.
4. Mengetahui dan mempelajari pengaruh jumlah orang dalam komite audit atau
Audit Committee (AC) terhadap Corporate Value (PBV) pada perusahaan
finansial yang terdaftar di BEI periode 2008-2013.
5. Mengetahui dan mempelajari pengaruh TA, PMA, BOD, dan AC secara
bersama-sama terhadap Corporate Value (PBV) pada perusahaan finansial
yang terdaftar di BEI periode 2008-2013.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat penelitian, yang sesuai
dengan tujuan penelitian, yaitu:
Pertama, untuk penelitian berikutnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan wawasan dan informasi baru untuk penelitian berikutnya. Terutama,
7 mengisi kesenjangan antara body of knowledge of corporate governance di negara
berkembang, seperti Indonesia.
Kedua, untuk perusahaan yang terdaftar di Indonesian Stock Exchange.
Penulis berharap hasil penelitian ini dapat membantu memberikan arahan dan
informasi yang tepat pada perusahaan tersebut tentang PMA (foreign ownership),
jumlah orang di Board of Director, dan jumlah orang dalam Committee Audit.
Ketiga, untuk kepentingan masyarakat umum. Penulis mempunyai harapan di
akhir penelitian, dapat meningkatkan level of awareness terhadap corporate
governance dan semakin banyak orang menyadari bahwa Good Corporate
Governance mempunyai dampak yang positif dan penting untuk dilakukan dalam
memanjukan Indonesia menjadi negara yang lebih baik dan kompetitif dalam
persaingan global.
1.5. Sistematika Penulisan
Penelitian ini terdiri dari enam bab dan masing-masing dijabarkan sebagai
berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab pertama dari penelitian ini menceritakan uraian fenomena yang menjadi dasar
atau background dari penelitian ini, perumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, dan terakhir sistematika penulisan yang dipakai dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini, penulis membuka dengan menjelaskan sejarah corporate
governance dan yang akan dilanjutkan dengan berbagai teori dan penelitian yang
telah dilakukan. Bab ini pula yang menjadi dasar kerangka pemikiran dalam
memilih variabel-variable penelitian, model, dan hipotesa.
BAB III RERANGKA PEMIKIRAN, MODEL dan HIPOTESIS PENELITIAN
Bab ini menjelaskan rerangka pemikiran dan model dari penelitian ini. Juga
mendeskripsikan pengaruh internal mekanisme dalam menjalankan good
corporate governance. Maka dari model penelitian tersebut, lahirlah hipotesis
penelitian ini.
BAB IV METODE PENELITIAN
Bab ini mejadi ilustrasi akan objek penelitian, metode sampling, pengumpulan
data, pengujian, dan pengolahan data yang terpilih. Juga akan menceritakan
teknik-teknik yang dipakai dalam membuat analisis penelitian.
BAB V HASIL ANALISIS dan PEMBAHASAN
Bab ini menceritakan tentang hasil penelitian serta pembahasannya dan
implikasinya yang sesuai dengan tujuan dan manfaat penelitian.
Bab VI KESIMPULAN dan SARAN
Bab ini merupakan hasil akhir dari karya tulis penelitian ini yang berupa
kesimpulan daripada penelitian yang berfungsi untuk dapat menambah wawasan
96
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Dari hasil perhitungan dan analisis pada penelitian yang berjudul “Pengaruh
internal mechanisms of good corporate governance kepada corporate value
(PBV) terhadap perusahaan finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
pada tahun 2008-2013”, dapat disimpulkan bahwa:
1. Secara parsial, variabel BOD tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV
dengan arah pengaruh yang positif;
2. Secara parsial, variabel PMA berpengaruh signifikan terhadap PBV dengan
arah pengaruh yang positif;
3. Secara parsial, variabel TA tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV
dengan arah pengaruh yang negatif;
4. Secara parsial, variabel AUDIT berpengaruh signifikan terhadap PBV
dengan arah pengaruh yang positif;
5. Secara simultan, variabel BOD, PMA, TA dan AUDIT berpengaruh
signifikan terhadap PBV dengan persentase pengaruh sebesar 84,86%,
sedangkan sisanya sebesar 15,14% dijelaskan faktor-faktor lain yang tidak
6.2. Saran
1. Bagi shareholders dan investors. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, terbukti
bahwa jumlah pemegang modal asing memberikan dampak positif terhadap
PBV daripada perusahaan tersebut. Terutama di era sekarang ini, pemerintah
berusaha untuk menarik foreign investors untuk berinvestasi di Indonesia untuk
membangun dan memperbaiki sistem yang kurang baik menjadi lebih baik.
Diharapkan pula, dengan adanya dan meningkatnya jumlah pemegang modal
asing, kinerja terhadap GCG dalam tiap perusahaan meningkat pula. Karena
dengan adanya GCG, dapat meningkatkan citra yang baik untuk negara
Indonesia.
2. Bagi perusahaan. Jika perusahaan yang sudah mengerti benar akan dampak
positif daripada GCG, direktor dan komisaris perusahaan tersebut akan
termotivasi untuk menerapkan prinsip GCG. Tujuan dari GCG adalah untuk
membawa (lead) perusahaan ke arah yang lebih baik dan diharapkan dari
banyak korporasi dan perusahaan dapat membantu keadaan ekonomi dan
infrastruktur negara Indonesia dan pada akhirnya berdampak kepada rakyat
warga negara Indonesia. Dan pada tahap tersebut, Indonesia dapat tumbuh
menjadi suatu negara yang maju.
3. Untuk akademisi dan peneliti. Perlu adanya penelitian lebih luas lagi tentang
bentuk hubungan antara jumlah orang dalam BOD dan total assets dengan
PBV, karena terdapat hubungan multicollinearity antara variabel BOD dan total
98
tentang pengungkapan GCG yang pernah dilakukan oleh salah satu bank di
Indonesia. Pengungkapan ini berupa jumlah total salary per individu/member
dalam BOD (dewan direksi) maupun BOC (dewan komisaris).
Di samping itu, untuk penelitian selanjutnya, akan lebih baik lagi jika dapat
ditemukan hubungan antara GCG dengan komposisi jumlah anggota yang
mempunyai posisi sebagai independent commissaries (komisaris independen
DAFTAR PUSTAKA
Addison Wesley Longman Limited, 1995. Longman Dictionary of Contemporary
English. Third Edition ed. Harlow(Essex): Longman Group Ltd.
Adudah, D. J., Chogii, R. & Magutu, P. O., 2013. An Empirical Test of Competing
Corporate Governance Theories on the Performance of Firms Listed at the
Nairobi Securities Exchange. European Scientific Journal, May, 9(13), pp.
107-137.
Ali, M. A. M. & Atan, A. P. D. R. H., 2013. THE RELATIONSHIP BETWEEN
CORPORATE GOVERNANCE AND CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY DISCLOSURE: A CASE OF HIGH MALAYSIAN
SUSTAINABILITY COMPANIES AND GLOBAL SUSTAINABILITY
COMPANIES. South East Asia Journal of Contemporary Business, Economics
and Law, 3(1 (December)), pp. 39-48.
Anderson, K. L., Deli, D. N. & Gillan, S. T., 2003. Board of Directors, Audit
Committees, and the Information Content of Earnings, s.l.: Working Paper.
Anon., 2007. Menkeu: BEJ dan BES Merger Jadi Bursa Efek Indonesia. 8
September.
Anon., 2015. Financial Ratio. [Online]
Available at: http://divyanalysis.blogspot.com/2015/01/financial-ratios.html
[Accessed 1 March 2015].
Ariefianto, M., 2012. Ekonometrika: Esensi dan Aplikasi dengan Menggunakan
Eviews. Jakarta: Erlangga.
Arrow, K., 1985. Informational Structure of the Firm. American Economic Review,
May.pp. 303-307.
Baglione, S. L. & Zimmerer, T., 2009. Corporate Social Responsibility and
American Business During a Recession. European Journal of Management, 9(4).
Bhagat, S. & Black, B., 2002. The non-correlation between board independence and
long term firm performance. Journal of Corporation Law, Volume 27, pp.
101
Blocher, E., Stout, D. E., Cokins, G. & Chen, K., 2008. Cost Management: A
Strategic Emphasis. 4th ed. Boston: McGraw-Hill/Irwin.
Booth, J. R., Cornett, M. M. & Tehranian, H., 2002. Boards of directors, ownership,
and regulation. Journal of Banking & Finance, Volume 26, pp. 1973-1996.
Bradbury, M. E., Mak, Y. T. & Tan, S. M., 2004. Board Characteristics, Audit
Committee Characteristics, and Abnormal Accruals, s.l.: Unitec New Zealand and
National University of Singapore.
Brown, L. D. & Caylor, M. L., 2004. Corporate Governance Study: The Correlation
between Corporate Governance and Company Performance, s.l.: Institutional
Shareholder Services, Inc.
Claessens, S. & Fan, J. P., 2002. Corporate Governance in Asia: A Survey.
International Review of Finance, 3(2), pp. 71-103.
Clarkson, M., 1995. A Stakeholder Framework for Analyzing and Evaluating
Corporate Social Performance. Academy of Management Review, 20(1), pp.
92-117.
Collins, J. C. & Porras, J. I., 1996. Building Your Company's Vision. [Online]
Available at: https://hbr.org/1996/09/building-your-companys-vision
[Accessed 04 March 2015].
Corporate Governance 2014, n.d. What is Corporate Governance. [Online]
Available at: http://corpgov.net/library/corporate-governance-defined/
[Accessed 6 June 2014].
Corporate Governance Asia, 2014. [Online]
Available at: http://www.corporategovernanceasia.com/
[Accessed 11 May 2014].
Crowther, D. & Aras, G., 2009. Global Perspectives on Corporate Governance and
CSR (Corporate Social Responsibility). Aldershot: Gower.
Crowther, D. & Seifi, S., 2011. Corporate Governance and International Business.
s.l.:David Crowther, Shahla Seifi & Ventus Publishing ApS.
Davis, J., Schoorman, F. & Donaldson, L., 1997. Toward a Stewardship Theory of
Donaldson, L. & Davis, J., 1991. Stewardship Theory or Agency Theory: CEO
Governance and Shareholder Returns. Academy of Management Review, 20(1), p.
pp. 65.
Donaldson, T. & Preston, L. E., 1995. The Stakeholder Theory of the Corporation:
Concepts, Evidence, and Implications. The Academy of Management Review,
January, 20(1), pp. 65-91.
Eccles, N., Pillay, V. & Jongh, D. d., 2009. Correlates of Corporate Accountability
Among South Africa's Largest Listed Companies. Southern African Business
Review , 13(1), pp. 21-38.
Effendi, M. A., 2009. The Power of Good Corporate Governance: Teori &
Implementasi. Jakarta: Salemba Empat.
Egon Zehnder International, 2000. Corporate Governance and the Role of the Board
of Directors, s.l.: s.n.
Eisenhardt, K., 1989. Agency Theory: An Assessment and Review. Academy of
Management Review, 14(I), pp. 57-74.
Fernando, A., 2006. Corporate Governance: Principles, Policies and Practices.
Third Edition ed. New Delhi: Dorling Kindersley (India) Pvt. Ltd.
Freeman, H., 1999. Mergers and the Market for Corporate Control. Journal of
Political Economy, pp. 110-120.
Frisch, R., 2004. Statistical Confluence, Analysis by Means of Complete Regression
Systems. In: Basic Econometrics. s.l.:The McGraw-Hill Companies, p. 342.
Hoshi, T. & Kashyap, A. K., 2001. Corporate Financing and Governance in Japan.
The Road to the Future.
Institute of Chartered Accountants of New Zealand, 2003. Submission To the
Securities Commission Corporate Governance Principles. November.
Investopedia US, n.d. Multiple Linear Regression - MLR. [Online]
Available at: http://www.investopedia.com/terms/m/mlr.asp
[Accessed 7 June 2014].
Jensen, M. & Meckling, W., 1976. Theory of the Firm: Managerial Behaviour,
Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, 3(4),
103
Jonge, J. d., 2014. Summary of Corporate Governance. [Online]
Available at:
http://www.12manage.com/forum.asp?TB=corporate_governance&S=11
[Accessed 7 June 2014].
Kaihatsu, T. S., 2006. Good Corporate Governance dan Penerapannya di Indonesia.
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 8(1), pp. 1-9.
Kansas Department of Labor, n.d. WHY AUDITED FINANCIAL STATEMENTS
ARE REQUIRED. p. 1.
Khalik, A., 2003. Key BNI Suspect Arrested. 20 November.
Kothari, 2004. Research Methodology. Methods and Techniques. New Delhi: NEW
AGE INTERNATIONAL (P) LIMITED.
Kurniangsih & Supomo, 1999. Peran, Komposisi, dan Kinerja Komite Audit. Jurnal
Bisnis dan Akuntansi, 1(2), pp. 149-155.
Kurnianingsih, R. & Supomo, B., 1999. Peran, Komposisi dan Kinerja Komite
Audit. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 1(2).
Lawrence, S., Collins, E. & Roper, J., 2013. Expanding Responsibilities of Corporate
Governance: The Incorporation of CSR and Sustainability. CSR and
Sustainability, January-June, 6(1).
Levine, R., 2004. The Corporate Governance of Banks: A Concise Discussion of
Concepts and Evidence. [Online]
Available at: http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=625281
[Accessed 7 June 2014].
Lockhart, J. & Taitoko, M., 2005. An Examination of Shareholder-Stakeholder
Governance Tension: A Case Study of the Collapses of Ansett Holdings and Air
New Zealand.
Loth, R., n.d. Investment Valuation Ratios: Price/Book Value Ratio. [Online]
Available at:
http://www.investopedia.com/university/ratios/investment-valuation/ratio2.asp
[Accessed 3 June 2014].
MacEachern, A., 2009. What is the difference between a shareholder and a
Available at:
http://www.investopedia.com/ask/answers/08/difference-between-a-shareholder-and-a-stakeholder.asp
[Accessed 3 June 2014].
Masdoor, K. A., 2011. Ethical Theories of Corporate Governance. International
Journal of Governance, September.1(2).
McNamara, C., 2010. [Online]
Available at:
http://managementhelp.org/blogs/boards-of-directors/2010/04/04/how-many-members-should-we-have/
[Accessed 7 June 2014].
McNamara, C., 2010. How Many Members Should Be On a Board? Really?.
[Online]
Available at:
http://managementhelp.org/blogs/boards-of-directors/2010/04/04/how-many-members-should-we-have/
[Accessed 1 June 2014].
Meyers, L. S., Gamst, G. C. & Guarino, A. J., 2006. Applied Multivariate Research:
Design and Interpretation. London: Sage Publications.
National Committee on Governance, 2006. Indonesia's Code of Good Corporate
Governance, Jakarta: National Committee on Governance .
Oxford University Press, 2008. Oxford: Learner's Pocket Dictionary. Fourth Edition
ed. New York: Oxford University Press.
Shuttleworth, M., n.d. Operationalization. [Online]
Available at: https://explorable.com/operationalization
[Accessed 6 June 2014].
Singh, Y. K., 2006. Fundamental of Research Methodology and Statistics. New
Delhi: New Age International (P), Ltd.
Smith, H. J., 2003. The Shareholders vs. Stakeholders Debate. MIT Sloan
Management Review, 15 July.
Srinivas, P., 2013. Indonesia’s financial sector: A half-full glass. [Online]
Available at:
http://www.stratfor.com/the-hub/indonesia%E2%80%99s-financial-sector-half-full-glass#axzz35ZvMetAk
105
Sukmadinata, N. S., 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Taylor, J. J., 2013. Stats Make Me Cry. [Online]
Available at:
http://www.statsmakemecry.com/smmctheblog/confusing-stats-terms-explained-heteroscedasticity-heteroske.html
[Accessed 17 February 2015].
The King Report 2011, n.d. Biography of Bill King. [Online]
Available at: http://www.thekingreport.com/biography-of-bill-king
[Accessed 13 May 2014].
Tribun Manado, 2014. Mendorong Optimalisasi Penerapan GCG, Manado: Tribun
News.
Vafeas, N., 1999. Board meeting Frequency and firm Performance. Journal of
Financial Economics, Volume 53, pp. 113-142.
Virginia Small Business Development Center Network, 2011. Financial Statement
Analysis For Small Business. Virginia: Florida Small Business Development
Center Network.
Wikipedia, 2015. P/B ratio. [Online]
Available at: http://en.wikipedia.org/wiki/P/B_ratio
[Accessed 2 March 2015].
Williams, R., 2010. What Do Corporate Values Really Mean?. [Online]
Available at:
http://www.psychologytoday.com/blog/wired-success/201002/what-do-corporate-values-really-mean
[Accessed 3 June 2014].
Woodford, M., 2012. The Olympus Scandal - Paying A Price For Doing What's
Right. [Online]
Available at:
http://www.economist.com/news/books-and-arts/21567046-what-really-happened-japans-premier-camera-maker-paying-price-doing-whats-right
[Accessed 1 May 2014].
Yusoff, W. F. W. & Alhaji, I. A., 2012. Insight of Corporate Governance Theories.