ISOLASI BAKTERI SELULOLITIK TERMOFILIK DAN PENENTUAN KONDISI OPTIMUM ENZIM SELULASE ISOLAT D1g I RP.
Teks penuh
Dokumen terkait
Suhu optimum dari enzim ekstrak kasar selulase dan hasil pengendapan dengan amonium sulfat pada isolat B50 memiliki suhu optimum yang sama yaitu suhu 40 °C (Gambar
[r]
isolat bakteri yang berwarna kuning (Gambar 2) dilakukan pemurnian dengan streak kuadran, namun tidak didapatkan adanya single koloni. Tahap berikutnya adalah
Penentuan kondisi optimum ekstrak kasar selulase bakteri selulolitik hasil isolasi dari bekatul dilakukan melalui beberapa tahap, yakni: peremajaan isolat, pembuatan
isolat bakteri yang berwarna kuning (Gambar 2) dilakukan pemurnian dengan streak kuadran , namun tidak didapatkan adanya single koloni. Tahap berikutnya
Dari hasil penelitian penapisan bakteri selulolitik yang diisolasi dari berbagai jenis tanah didapatkan satu isolat yang potensial yaitu Isolat 6.2 menunjukan
Seleksi isolat bakteri koloni kecil (KK) dan isolat koloni besar (KB) dilakukan untuk mengetahui kemampuan tumbuh masing-masing isolat tunggal bakteri selulolitik
IS =Diameter Zona Bening−Diameter Koloni Diameter Koloni Produksi enzim selulase kasar Tiga isolat dengan nilai indeks selulolitik tertinggi berdasarkan hasil uji konfirmasi,