Universitas Kristen Maranatha
i
ABSTRAK
Beberapa skandal akuntansi yang menimpa profesi akuntan publik seperti Enron, WorldCom, Xerox, Kimia Farma, Indo Farma, dan lain-lain, telah menyebabkan dipertanyakannya dan diragukannnya keberadaan dan fungsi kantor akuntan publik itu sesungguhnya. Skandal-skandal seperti ini telah menyebabkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan, karena bagaimanapun akuntan sebenarnya memberikan jasa yang merupakan bagian dari
assurance service.
Audit merupakan salah satu jasaassuranceyang termasuk dalam jasa atestasi. Pada prakteknya, auditing dilakukan oleh beberapa jenis auditor yang merupakan pelaku audit. Pada tahap awal audit, khususnya dalam perencanaan audit, telah ditetapkan suatutime budgetyang disusun dengan persetujuan klien.
Namun pada kenyataannnya time budget ini dapat menimbulkan tekanan
(pressure) bagi para auditor untuk dapat memenuhi anggaran tersebut. Hal ini berpengaruh pada kualitas kerja maupun kinerja auditor tersebut yang pada akhirnya dapat mempengaruhi auditor untuk berperilaku disfungsional dan berpengaruh pada laporan audit yang dihasilkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari time budget pressure terhadap kualitas jasa audit dan apabila terdapat pengaruh seberapa besar pengaruh dari time budget pressure tersebut terhadap kualitas jasa audit.
Metoda penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Objek dalam penelitian ini ialah pengaruh time budget pressure terhadap kualitas jasa audit. Penelitian dilakukan pada KAP X yang merupakan salah satu KAP yang berskala international yang berlokasi di Jakarta.. Adapun yang menjadi responden dari penelitian ini adalah staf auditor pada KAP tersebut.
Penulis mengidentifikasikan masalah dengan menggunakan alat uji hipotesis yaitu: apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari time budget pressure terhadap kualitas jasa audit dan seberapa besar pengaruhnya.
Dua variabel yang diuji adalah pengaruh time budget pressure (independent variable) dan kualitas jasa audit (dependent variable). Data-data tersebut kemudian diolah dengan menggunakan SPSS 12.0 metode Korelasi Rank Spearman. Dari hasil pengolahan data di atas yang dilakukan atas 30 orang responden, diperoleh nilai korelasi antara variabel X dan variabel Y sebesar 0.0289. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang sangat lemah antara variabel X dan variabel Y yaitu sebesar 2.89 %.
Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan ditolak, artinya:
Universitas Kristen Maranatha
ii
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Kegunaan Penelitian ... 7
1.5 Rerangka Pemikiran dan Hipotesis... 8
1.6 Metode Penelitian ... 12
1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 13
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Audit ... 14
2.1.1 Pengertian Audit ... 14
Universitas Kristen Maranatha
iii
2.1.3 Tipe-tipe Auditor... 18
2.1.4 Perbedaan Auditor Internal dan Eksternal... 22
2.1.5 Standar Profesional Akuntan Publik... 23
2.2 Kantor Akuntan Publik ... 28
2.2.1 Pengertian Kantor Akuntan Publik... 28
2.2.2 Organisasi dan Komposisi Kantor Akuntan Publik... 29
2.2.3 Aktivitas-aktivitas Kantor Akuntan Publik...30
2.2.4 Hirarkhi Auditor dalam Organisasi Kantor Akuntan Publik 37 2.2.5 Tahap-Tahap Audit pada Kantor Akuntan Publik...39
2.3 Time Budget...40
2.3.1 PengertianTime Budget...40
2.3.2 TujuanTime Budget...42
2.3.3 Pengaruh Time Budget Pressure...43
2.4 Kualitas Jasa Audit ...45
2.4.1 Kode Etik IAI...45
2.4.2 Rerangka Kode Etik IAI...47
2.4.3 Kepatuhan Terhadap Aturan Etika...49
2.4.4 Kinerja...57
2.4.4.1 Pengertian Kinerja...57
2.4.4.2 Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja...58
2.4.4.3 Unsur Pengukuran Kinerja...59
Universitas Kristen Maranatha
iv
3.1 Objek Penelitian ...61
3.1.1 Gambaran Umum Perusahaan...62
3.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan...71
3.2 Metoda Penelitian ...82
3.2.1 Variabel Operasional... ...84
3.2.2 Teknik Pengumpulan Data ...86
3.2.3 Penetapan Populasi dan Sampel Penelitian...88
3.3 Pengujian Data... ...90
3.3.1 Uji Validitas ...90
3.3.2 Uji Reliabilitas ...91
3.4 Analisis dan Pengujian Hipotesis ...92
3.4.1 Analisis Data... ...92
3.4.2 Hipotesis Penelitian... ...94
3.4.3 Uji Statistik... ...95
3.4.4 Penetapan Tingkat Signifikansi...95
3.4.5 Tahap SPSS...96
3.5 Kriteria dan Penerimaan Hipotesis ...97
3.6 Penarikan Simpulan ...99
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ...100
Universitas Kristen Maranatha
v
4.1.2 Tahap-tahap Audit di KAP X ...101
4.1.3 PelaksanaanTime Budgetdi KAP X ... 103
4.2 Pembahasan ...104
4.2.1 Karakteristik Responden...104
4.2.2 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden...106
4.3 Hasil Pengujian Data ...131
4.3.1 Uji Validitas...131
4.3.2 Uji Reliabilitas...132
4.3.3 Uji Korelasi Rank-Spearman ...135
4.4 Pengujian Hipotesis ...136
BAB V. SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ...138
5.2 Saran ...139
DAFTAR PUSTAKA ...140
Universitas Kristen Maranatha
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 : Perbedaan Auditor Internal dan Eksternal ...22
Tabel 2.2 : Tugas Terpilih Anggota Tim Audit ...29
Tabel 3.1 : Ikhtisar Operasionalisasi Variabel.......86
Tabel 3.2 : Kriteria Koefisien Reliabilitas ...92
Tabel 3.3 : Koding Jawaban Kuesioner ...93
Tabel 4.1 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ...104
Tabel 4.2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan...105
Tabel 4.3 : Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja...106
Tabel 4.4 : Jawaban Variabel Independen (PengaruhTime Budget Pressure) 107 Tabel 4.5 : Jawaban Variabel Independen (PengaruhTime Budget Pressure) Lanjutan...108
Tabel 4.6 : Jawaban Variabel Dependen (Kualitas Jasa Audit) ...109
Tabel 4.7 : Jawaban Variabel Dependen (Kualitas Jasa Audit) Lanjutan ...110
Tabel 4.8 : Distribusi Frekuensi VariabelStress...112
Tabel 4.9 : Distribusi Frekuensi VariabelFeelings of Failure...113
Tabel 4.10 : Distribusi Frekuensi VariabelUndesired Turnover...114
Tabel 4.11 : Distribusi Frekuensi VariabelJob Dissatisfaction...115
Universitas Kristen Maranatha
vii
Tabel 4.13 : Distribusi Frekuensi VariabelAccepting Weak Form of Evidence
During The Audit...118
Tabel 4.14 : Distribusi Frekuensi VariabelPremature Sign-off...120
Tabel 4.15 : Distribusi Frekuensi VariabelNeglect Needed Research...121
Tabel 4.16 : Distribusi Frekuensi Variabel Independensi, Integritas, Objektivitas (100)...122
Tabel 4.17 : Distribusi Frekuensi Variabel Standar Umum Prinsip Akuntansi (200)...123
Tabel 4.18 : Distribusi Frekuensi Variabel Tanggung Jawab Kepada Klien (300)...125
Tabel 4.19 : Distribusi Frekuensi Variabel Tanggung Jawab Kepada Rekan (400)...126
Tabel 4.20 : Distribusi Frekuensi Variabel Tanggung Jawab dan Praktik Lain (500)...127
Tabel 4.21 : Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja(Performance)...128
Tabel 4.22 : KMO and Bartlett’s Test (Variabel X)...131
Tabel 4.23 : KMO and Bartlett’s Test (Variabel Y)...132
Tabel 4.24 : Case Processing Summary (Variabel X)...133
Tabel 4.25 : Reliability Statistics (Variabel X)...133
Tabel 4.26 : Item-Total Statistics (Variabel X)...133
Tabel 4.27 : Case Processing Summary (Variabel Y)...134
Universitas Kristen Maranatha
viii
Tabel 4.29 : Item-Total Statistics (Variabel Y)...135
Universitas Kristen Maranatha
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 : Rerangka Pemikiran. ... 11
Gambar 2.1 : Tipe Audit. ... 18
Gambar 2.2 : Tipe Audit, Auditor, dan Pekerjaan Mereka...19
Gambar 2.3 : Rerangka Kode Etik IAI dan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik...48
Gambar 3.1 : Struktur Organisasi Kantor Akuntan Publik X...71
Gambar 4.1 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir...105
Gambar 4.2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan...105
Universitas Kristen Maranatha
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian
Lampiran 2 : Project BudgetdanDetailed Project Budget
LAMPIRAN
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Sdr/i Auditor
Di tempat
Dengan hormat,
Dengan ini saya memberitahukan pada Bapak/Ibu/Sdr/i Auditor, bahwa pada saat
ini saya sedang mengadakan penelitian menngenai “Analisis Pengaruh Time Budget Pressure Terhadap Kualitas Jasa Audit,” penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk menempuh ujian Sarjana Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Maranatha Bandung.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, bersama ini saya menyampaikan
kuesioner/angket kepada Bapak/Ibu/Sdr/i Auditor. Saya sangat mengharapkan
kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/i Auditor untuk meluangkan waktu dalam mengisi
kuesioner ini.
Peneliti mengharapkan pengisian kuesioner ini sesuai dengan keadaan sebenarnya,
karena setiap jawaban yang diberikan akan merupakan bantuan yang tak ternilai
besarnya bagi penelitian ini. Informasi yang diberikan tidak mempengaruhi daftar
penilaian pekerja ataupun kondite Bapak/Ibu/Sdr/i Auditor untuk kerahasiaannya
tetap terjamin karena kuesioner ini hanya digunakan untuk kepentingan ilmiah.
Atas perhatian, bantuan, waktu yang Bapak/Ibu/Sdr/i berikan, saya mengucapkan
terima kasih.
Hormat saya,
Peneliti
Data Pribadi Peneliti
Nama : Susanti
Alamat : Jl. Sukasari IV No. 19
Bandung, 40164
Telepon/HP : (022) 2016277/08170260220
Pendidikan : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Maranatha
Deskripsi Penelitian
Judul Penelitian : PengaruhTime Budget Pressure Terhadap Kualitas Jasa Audit.
Target Responden
A. Data Pribadi Responden
1. Nama/Inisial :...
2. Pendidikan terakhir : a. Setara S1
b. Setara S2
c. Setara S3
3. Jabatan :...
4. Lama bekerja :...tahun...bulan
B. Petunjuk Pengisian
1. Mohon mengisi identitas responden.
2. Mohon bacalah baik-baik setiap item pertanyaan dan seluruh
alternatif jawaban.
3. Mohon semua item jawab dapat diisi dan tidak ada yang
terlewatkan.
4. Pilihlah salah satu alternatif jawaban yang paling sesuai
menurut Bapak/Ibu/Sdr/i dengan cara memberi tanda check list
(√) pada kotak yang tersedia.
Petunjuk Pengisian: SS : Sangat Setuju S : Setuju
RR : Ragu-ragu TS : Tidak Setuju
Pengaruh Time Budget Pressure ( X )
No. PERTANYAAN SS S RR TS STS
Impacting Attitudes Stress
1. Bila pada saat melakukan audit dan terjadi tekanan akibat adanya time budget, hal ini dapat mempengaruhi keadaan psikologis saya sebagai seorang auditor.
2. Keadaan psikologis yang terganggu seperti dikatakan pada point (1) dapat mempengaruhi konsentrasi kerja saya dalam pelaksanaan audit.
Feelings of failure
3. Saya sering merasa bersalah jika tidak dapat menyelesaikan audit berdasarkan batasan waktu yang telah ditetapkan klien. 4. Dengan tidak terpenuhinya time budget, menimbulkan
keinginan saya untuk melaksanakan audit berikutnya dengan lebih efektif dan efisien.
Undesired turnover
5. Menurut saya kebijakanturnover dipandang perlu bagi auditor yang tidak dapat melaksanakan tugas secara efektif dan efisien.
6. Menurut saya kebijakanturnover dapat dilakukan oleh atasan untuk mencegah terjadinya tindakan disfungsional oleh auditor.
Job dissatisfaction
7. Ketidakberhasilan saya menyelesaikan audit berdasarkantime budget, dapat mempengaruhi kepuasan dalam bekerja.
8. Terjadinya tekanan karena adanya batasan waktu dengan intensitas yang cukup tinggi dapat mempengaruhi emosi, persepsi maupun sikap kerja saya sebagai auditor.
Impacting Intentions Underreporting time
9. Menurut saya time budget pressure merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi laporan diterbitkan tidak tepat waktu.
10. Terlambatnya penerbitan laporan opini audit hanya dapat dimaklumi dengan alasan-alasan tertentu saja.
11. Saya melaporkanchargeable time sebagai nonchargeable time categories pada time report.
12. Saya melaporkan jam kerja audit yang saya lakukan di bawah jam yang sebenarnya dengan melakukan chargeable work di luar waktu kerja saya.
Accepting weak form of evidence during the audit
13. Dengan alasan apapun, saya sebagai auditor tidak boleh menerima alasan klien/bukti klien yang lemah selama pelaksanaan audit.
14. Adanya pressure karenatime budget, dapat mempengaruhi saya untuk menerima alasan klien/bukti klien yang lemah. Impacting Behaviour
15. Adanya tekanan karena batasan waktu, dapat mempengaruhi saya untuk melakukan premature sign-off pada saat pelaksanaan audit.
16. Menurut saya dengan melakukan premature sign-off setidaknya turut mempengaruhi hasil audit meskipun tidak material.
17. Karena ketatnya time budget, saya melakukan kerja audit yang lebih sedikit dibandingkan dengan kerja audit yang saya lakukan padatime budget yang wajar.
18. Karena ketatnya time budget, saya mengurangi beberapa langkah audit yang menurut saya tidak diperlukan dalam penugasan audit.
Neglect needed research an accounting standards
19. Keinginan untuk memenuhi time budget dari klien, merupakan salah satu alasan saya untuk menolak melakukan penelusuran PSAK dan standar audit setiap diperlukan.
Kualitas Jasa Audit ( Y )
No. PERTANYAAN SS S RR TS STS
Kepatuhan Terhadap Aturan Etika
Independensi, integritas, objektivitas (100)
1. Sebagai seorang auditor saya hendaknya memiliki sikap mental yang independen.
2. Saya berkewajiban menggunakan seluruh kemampuan dan kemahiran profesional saya dalam melakukan penugasan audit. Standar umum prinsip akuntansi (200)
3. Pelaksanaan supervisi telah membantu memaksimalkan seluruh kemampuan yang saya miliki.
4. Dalam melaksanakan audit saya telah melaksanakan tugas sesuai dengan standar teknis dan profesional yang relevan. 5. Saya akan berusaha mencapai tingkat kemampuan yang
menjamin bahwa kualitas pelayanan saya telah sesuai dengan tingkat profesional yang dituntut oleh standar profesi. 6. Saya dituntut untuk selalu berusaha memperoleh data audit
yang relevan dalam penugasan. Tanggung jawab kepada klien (300)
7. Saya dapat mengungkapkan rahasia klien, jika terdapat persetujuan dan perjanjian kerahasian secara tertulis dari klien sehubungan dengan hukum.
8. Saya sebaiknya tidak menetapkanfee kontijen yang besarnya tergantung dari temuan/hasil tertentu.
Tanggung jawab kepada rekan (400)
9. Saya sebaiknya tidak memperlihatkan kertas kerja pemeriksaan yang pernah digunakan dalam suatu penugasan kepada seseorang/rekan seprofesi.
10. Saya sebaiknya tidak bercerita kepada klien mengenai rekan seprofesi saya yang menerima imbalan yang tidak seharusnya diterima.
Tanggung jawab dan praktik lain (500)
11. Saya sebagai auditor sebaiknya tidak pernah menceritakan kelemahan dari KAP lain kepada klien.
12. Saya sebaiknya tidak menceritakan kepada klien mengenai kelebihan KAP tempat saya bekerja dibandingkan KAP lain. Kinerja (Performance)
Kemampuan kreatif
13. Anda dapat melakukan pertimbangan dan pendekatan lainnya dalam melakukan audit asal tidak menyimpang dari standar yang ada.
Kemampuan mengorganisasi dan efisiensi
14. Saya berpendapat bahwa sebaiknya semua tugas dalam pelaksanaan audit sebaiknya selalu diupayaakan dilaksanakan secara terencana dan tepat waktu.
Pengetahuan terhadap audit dan akuntansi
Kemampuan menilai dan analisa
16. Saya harus dapat memahami maksud dan prosedur audit yang sedang dijalankan hingga mampu memberikan kemudahan menarik kesimpulan guna menyelesaikan program audit. Ambisi dan inisiatif
17. Saya harus bersikap profesional jika terjadi pemberian tugas dan tanggung jawab yang lebih dalam pelaksanaan audit. Kepercayaan diri dan kedewasaan
18. Kritik menurut saya merupakan pendorong yang memberikan pengaruh positif bagi saya, salah satunya bertanggung jawab dan mendorong ke arah kedewasaan.
Hubungan antar pribadi
19. Membangun hubungan yang baik antara sesama anggota tim audit dan auditor lainnya sebaiknya dapat saya lakukan. Kemampuan komunikasi
! "
#
$ %
Factor Analysis (Variabel X)
KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
Adequacy. .563
Total Variance Explained
Component
Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings
Total % of Variance Cumulative % Total % of Variance Cumulative %
1 3.905 22.970 22.970 3.905 22.970 22.970
2 2.743 16.133 39.103 2.743 16.133 39.103
3 2.356 13.858 52.961 2.356 13.858 52.961
4 1.921 11.297 64.258 1.921 11.297 64.258
5 1.226 7.214 71.472 1.226 7.214 71.472
6 1.161 6.830 78.303 1.161 6.830 78.303
7 .877 5.158 83.461
8 .776 4.566 88.027
9 .536 3.152 91.180
10 .369 2.171 93.350
11 .333 1.960 95.310
12 .212 1.244 96.555
13 .157 .926 97.481
14 .151 .888 98.369
15 .122 .716 99.085
16 .086 .503 99.589
17 .070 .411 100.000
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Component Matrix(a)
v12 .457 .592 -.218 -.011 .157 .039
v13 .482 .498 -.150 -.458 .142 -.012
v15 .363 -.480 .395 .221 .470 -.153
v16 -.299 .414 -.031 -.255 .306 .543
v17 .521 -.209 .143 .537 -.020 .131
v18 .013 -.368 .516 .308 -.249 .565
v19 .380 .284 -.358 .582 -.253 -.003
v20 -.105 .368 -.271 .666 .096 -.231
Reliability (Variabel X)
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 88.2
Excluded
(a) 4 11.8
Total 34 100.0
a Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.686 17
v1 50.53 33.154 .636 .623
v2 50.90 36.576 .343 .665
v3 50.33 33.402 .531 .636
v4 49.53 41.430 .071 .689
v5 50.40 40.317 .138 .686
v6 50.37 38.861 .237 .677
v7 50.13 39.361 .193 .682
v8 50.73 33.444 .640 .625
v9 51.33 36.575 .375 .661
v12 51.13 35.775 .430 .653
v13 49.73 38.409 .308 .670
v15 51.50 39.914 .184 .682
v16 50.47 42.740 -.119 .711
v17 51.40 36.800 .353 .664
v18 51.10 40.990 .020 .702
v19 51.90 38.369 .310 .670
Factor Analysis (Variabel Y)
KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
Adequacy. .630
Total Variance Explained
Component
Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings
Total % of Variance Cumulative % Total % of Variance Cumulative %
1 7.930 44.057 44.057 7.930 44.057 44.057
2 2.508 13.933 57.991 2.508 13.933 57.991
3 1.808 10.043 68.033 1.808 10.043 68.033
4 1.126 6.255 74.288 1.126 6.255 74.288
5 1.028 5.709 79.997 1.028 5.709 79.997
6 .855 4.750 84.747
7 .734 4.075 88.822
8 .540 2.999 91.821
9 .419 2.330 94.151
10 .333 1.848 95.999
11 .235 1.305 97.304
12 .167 .926 98.230
13 .116 .646 98.876
14 .087 .483 99.360
15 .052 .287 99.646
16 .030 .166 99.813
17 .020 .111 99.923
18 .014 .077 100.000
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Component Matrix(a)
v10 .443 .466 .220 .304 -.258
v11 .487 .583 .386 -.300 -.046
v12 .377 .207 .490 -.046 -.465
v13 .237 .742 -.125 .015 .050
v14 .669 .446 -.408 -.164 .169
v15 .838 .027 -.080 -.269 -.077
v16 .856 .164 -.227 -.130 -.151
v17 .794 .092 -.505 .125 -.136
v18 .757 -.152 -.431 .076 -.156
v19 .808 -.345 .012 -.081 .110
v7 .303 .427 .465 .572 .058
Reliability (Variabel Y)
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 96.8
Excluded
(a) 1 3.2
Total 31 100.0
a Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.894 18
v1 72.1667 37.868 .615 .887
v2 72.2667 37.995 .570 .888
v3 72.4667 37.913 .474 .890
v4 72.5333 38.189 .617 .887
v5 72.4667 36.602 .744 .882
v6 72.4667 36.809 .822 .881
v7 73.1333 37.637 .360 .897
v9 72.9000 37.266 .349 .899
v10 72.6333 37.068 .461 .892
v11 72.4000 38.179 .551 .888
v12 72.8667 37.913 .369 .895
v13 72.8000 38.717 .276 .899
v14 72.4000 37.628 .645 .886
v15 72.4000 37.007 .753 .883
v16 72.4000 36.800 .789 .882
v17 72.4333 37.426 .693 .884
v18 72.5333 37.223 .598 .886
Nonparametric Correlations
Correlations
indepen depen
Spearman's rho indepen Correlation
Coefficient 1.000 .170
Sig. (2-tailed) . .370
N 30 30
depen Correlation
Coefficient .170 1.000
Sig. (2-tailed) .370 .
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Beberapa skandal akuntansi yang menimpa profesi akuntan publik seperti
Enron, WorldCom, Xerox, Kimia Farma, Indo Farma, dan lain-lain, telah
menyebabkan dipertanyakannya dan diragukannya keberadaan dan fungsi kantor
akuntan publik itu sesungguhnya. Skandal-skandal seperti ini telah menyebabkan
berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan, karena
bagaimanapun akuntan sebenarnya memberikan jasa yang merupakan bagian dari
assurance service.
Menurut Arens (2003:4)assuranceadalah pelayanan atau jasa profesional independen yang dapat meningkatkan kualitas informasi bagi para pembuat
keputusan. Individu yang bertanggung jawab atas pembuatan keputusan bisnis
akan mencari pelayanan assurance untuk membantu meningkatkan keterpercayaan dan kesesuaian informasi yang digunakan sebagai dasar keputusan
mereka. Jasa assurance bernilai karena penyedia assurance merupakan seorang yang independen dan bertindak secara obyektif terhadap informasi yang diujinya.
Jasa-jasa assurance dapat dilakukan oleh kantor akuntan publik atau oleh para profesional dari berbagai bidang lainnya.
Audit merupakan salah satu jasa assurance yang termasuk dalam jasa atestasi. Menurut Arens (2003:15) auditing adalah pengumpulan serta
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
2
tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah
ditetapkan.
Audit merupakan salah satu cabang ilmu yang dapat membantu para
pemakai informasi keuangan menilai kelayakan laporan keuangan perusahaan,
apakah informasi yang tercatat telah mencerminkan dengan benar kejadian
ekonomi pada periode akuntansi, yang menjadi dasar untuk mengambil keputusan
bagi para pemakai informasi tersebut.
Pada prakteknya, auditing dilakukan oleh beberapa jenis auditor yang
merupakan pelaku audit. Menurut Mulyadi (2002:28) dalam bukunya Auditing,
ada beberapa jenis auditor yang merupakan pelaku audit yaitu: auditor
independen, auditor pemerintah, dan auditor intern. Auditor intern adalah auditor
yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun swasta) yang tugas
pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan
oleh manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan
terhadap kekayaan organisasi, menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur
kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh
berbagai bagian organisasi. Sedangkan auditor pemerintah adalah auditor
profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan
audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi
atau entitas pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan
kepada pemerintah. Dan yang terakhir auditor independen yang selanjutnya
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
3
jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan
keuangan yang dibuat oleh kliennya.
Auditor independen yang bekerja dalam suatu kantor akuntan publik yang
selanjutnya akan disingkat KAP, memiliki tanggung jawab yang besar sehingga
dituntut untuk mempunyai independensi, integritas dan kompetensi yang tinggi
dalam menjalankan tugasnya. Selain itu auditor juga dituntut untuk memiliki
dedikasi yang tinggi terhadap profesinya serta mengikuti standar dan kode etik
profesi yang telah ditetapkan.
Bagi auditor maupun KAP merupakan hal penting bagi kliennya maupun
para pemakai informasi keuangan sebagai pihak ekstern yang menggunakan
laporan keuangan, memberikan kepercayaan terhadap kualitas jasa audit/dan jasa
lain yang diberikan KAP tersebut. Oleh karena itu, auditor yang berprofesi pada
KAP harus mengarahkan diri secara tepat dengan mengikuti standar dan kode etik
profesi yang telah ditetapkan dan melakukan audit dan jasa lainnya dengan
kualitas tinggi. Untuk dapat melakukan audit dengan baik standar auditing dan
tahap-tahap audit harus dilakukan sesuai dengan program kerja yang telah
disusun. Pada tahap awal audit, khususnya dalam perencanaan audit, telah
ditetapkan suatu anggaran waktu yang untuk selanjutnya digunakan istilah time budget, yang disusun dengan persetujuan klien. Time budget adalah skedul yang menunjukkan estimasi waktu untuk setiap bagian dari program audit.Time budget
yang disusun digunakan untuk menentukan periode waktu dalam melakukan audit
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
4
Meskipun dalam teori dinyatakan secara jelas bahwa audit yang baik
adalah yang mampu meningkatkan kualitas informasi beserta konteksnya namun
kenyataan di lapangan berbicara lain. Auditor dituntut untuk melakukan efisiensi
biaya dan waktu dalam pelaksanaan audit. Akhir-akhir ini tuntutan tersebut
semakin besar mengingat ketatnya persaingan profesi akuntan publik untuk
memberikan jasa yang terbaik dengan biaya yang terendah bagi klien dan
menimbulkan time pressure/tekanan waktu (Herningsih dalam Weningtyas, 2007:5). Selanjutnya Herningsih juga menyebutkan salah satu dimensi time pressureadalahtime budget pressureyaitu keadaan dimana auditor dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun, atau terdapat
pembatasan waktu dalam anggaran yang sangat ketat.
Dalam Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Sujana dan Sawarjuwono (2006:254)
mengatakan bahwa “Time budget merupakan alat perencanaan dan pengendalian. Sebagai alat perencanaan, time budget yang telah lalu akan merupakan dasar untuk menyusun time budget yang akan datang. Sebagai alat pengendalian, time budget digunakan untuk memonitor dan menilai pelaksanaan pekerjaan oleh auditor.” Dalam jurnal tesebut juga dikatakan bahwa tekanan anggaran waktu
(time budget pressure) timbul karenatime budgetyang disediakan tidak sebanding dengan pekerjaan yang akan diselesaikan. Time budget pressure dapat terjadi karena efisiensi yang dilakukan KAP. Persaingan KAP akan memaksa kantor
akuntan untuk meminimalkan biaya yang timbul, salah satunya dengan efisiensi
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
5
Louwers, Ramsay, Sinason, dan Strawser (2005:101)dalam buku Auditing
and Assurance Services mengatakan bahwa:
”The timing of the work and the number of hours that each segment of the engagement is expected to take are detailed in a time budget. Time budget are used to maintain control of the audit by identifying problem areas early in engagement, thereby ensuring that the engagement is completed on a timely basis. Everyone who works on the audit reports the time taken to perform procedures for each segmen of the audit. These time reports are recorded by budget categories for the purpose of: (1) evaluating the efficiency of the audit team members, (2) compiling a record for planning the next audit. While the purposes of a time budget are straightforward, time budget create job pressure. Staff members are under pressure to “meet the budget,” and beginning auditors often experience frustration over learning how to do audit work efficiently.”
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya time budget
bertujuan untuk memandu auditor dalam melakukan langkah-langkah audit untuk
setiap program auditnya. Namun pada kenyataannnya time budget ini dapat menimbulkan tekanan (pressure) bagi para auditor untuk dapat memenuhi anggaran tersebut. Hal ini berpengaruh pada kualitas kerja maupun kinerja auditor
tersebut yang pada akhirnya dapat mempengaruhi auditor untuk berperilaku
disfungsional dan berpengaruh pada laporan audit yang dihasilkan.
Dalam Jurnal bisnis dan Akuntansi, Sujana dan Sawarjuwono (2006:250)
juga mengatakan terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa time budget pressuremerupakan masalah besar yang dapat menimbulkan perilaku yang dapat mengurangi kualitas jasa audit. Penelitian yang dilakukan Kellley and Seiler
(1982) menemukan bahwa “13% manajer, 10% senior dan 32% staf auditor
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
6
merupakan masalah besar dalam profesi karena dapat menimbulkan perilaku yang
dapat mengurangi kualitas audit.
Penelitian lain yang dilakukan Cook and Kelley dalam Sujana dan
Sawarjuwono (2006:250) mengatakan bahwa “Auditor percaya bahwa time budget pressure merupakan masalah besar dalam profesi karena dapat menimbulkan perilaku yang dapat mengurangi kualitas audit.” Penelitian lain
yang dilakukan di Australia oleh Coram, Ng and Woodliff yang meneliti pengaruh
time budget pressure terhadap perilaku yang dapat mengurangi kualitas audit, mengatakan bahwa “77,8% responden menyatakan time budget pressure sebagai faktor utama yang menyebabkan timbulnya perilaku yang dapat mengurangi
kualitas audit.”
Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas, penulis tertarik
mengadakan penelitian dengan judul: Analisis Pengaruh Time Budget Pressure
Terhadap Kualitas Jasa Audit.
1.2 Identifikasi Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka
masalah penelitian yang dapat diidentifikasikan adalah sbb:
1. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari time budget pressure
terhadap kualitas jasa audit?
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
7
1.3 Tujuan Penelitian
Maksud dilakukannya penelitian ini adalah menganalisa dan menjelaskan
mengenai dampak time budget pressure terhadap kualitas jasa audit. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengaruh yang signifikan dari time budget pressure terhadap kualitas jasa audit.
2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh dari time budget pressure terhadap kualitas jasa audit.
1.4 Kegunaan Penelitian
Dengan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
memperluas wawasan mengenai audit baik secara teoritis maupun praktis, yaitu:
1. Bagi peneliti
Penulis yang tertarik bekerja di kantor akuntan publik setelah lulus sarjana
satu, mengharapkan hasil penelitian tersebut selain menambah wawasan
ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam bekerja, juga memperoleh
gambaran langsung bagaimanatime budgetdapat menjadi bom waktu bagi auditor, dan mengetahui seberapa besar dampak dari time budget pressure
terhadap kualitas jasa audit.
2. Bagi Perusahaan
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
8
3. Bagi Peneliti Lain
Untuk dapat dijadikan sebagai bahan tambahan pertimbangan dan
penelitian lebih lanjut dalam bidang eksternal audit.
1.5 Rerangka Pemikiran dan Hipotesis
Tidak dapat dipungkiri lagi kalau akuntan publik adalah satu-satunya
profesi yang menjawab kebutuhan akan informasi keuangan yang akurat dan
relevan. Fungsi akuntan publik sebagai pelaksana audit atas laporan keuangan
perusahaan membuat profesi ini diperlukan banyak perusahaan yang yang
membutuhkan jasa akuntansi dan auditing.
Bagi auditor maupun KAP merupakan hal penting bagi kliennya maupun
para pemakai informasi keuangan sebagai pihak ekstern yang menggunakan
laporan keuangan, memberikan kepercayaan terhadap kualitas jasa audit/dan jasa
lain yang diberikan KAP tersebut. Oleh karena itu penting bagi auditor pada suatu
KAP untuk mengarahkan diri secara tepat dan melakukan audit dengan mengikuti
standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan dan melakukan audit dan jasa
lainnya dengan kualitas tinggi. Untuk mencapai pemenuhan kualitas jasa audit
bagi auditor, standar yang dapat digunakan bagi auditor independen dalam negeri
adalah Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) serta kode etik profesi. SPAP
merupakan kriteria/ukuran mutu pelaksanaan yang mencakup mutu
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
9
landasan bertindaknya seseorang, sehingga apa yang dilakukan dipandang
masyarakat sebagai perbuatan yang terpuji dan meningkatkan martabat dan
kehormatan seseorang pada suatu profesi.
Dalam buku Auditing (Arens, 2006:396) audit terdiri dari empat fase:
1. Plan and design an audit approach.
2. Perform tests of controls and subtantive tests of transactions. 3. Perform analytical procedures and tests of details of balances. 4. Complete the audit and issue an audit report.
Perencanaan/planning perlu dilakukan guna melaksanakan program audit
yang baik. Bagi auditor sendiri, perencanaan terhadap program audit sangat
dibutuhkan. Pada setiap tahap-tahap audit, perlu disusun time budget yang digunakan untuk menentukan periode waktu dalam melakukan audit dan juga fee
dalam setiap tahap audit. Menurut Guy, Alderman and Witers (2002:474-479)
mendefinisikan “Time budget adalah skedul yang menunjukkan estimasi waktu untuk setiap bagian dari program audit.” Secara sederhanatime budgetmerupakan pedoman mengenai jumlah jam untuk masing-masing bagian audit.
Apabila digunakan secara tepat time budget dapat memiliki sejumlah manfaat diantaranya anggaran tersebut memiliki metode yang efisien untuk
menjadwal staf, memberikan pedoman kepentingan relatif tentang berbagai
bidang audit, memberikan insentif kepada staf audit untuk bekerja secara efisien,
dan bertindak sebagai alat untuk untuk menentukan honor audit. Begitupun
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
10
dari program audit apabila terjadi perubahan kondisi, auditor mungkin juga
terpaksa menyimpang dari time budget. Auditor terkadang merasa mendapat tekanan (pressure) untuk memenuhi time budget guna menunjukkan efisiensinya sebagai auditor dan membantu mengevaluasi kinerjanya.
Staf auditor yang membutuhkan waktu lebih dari normal dalam suatu
penugasan audit, bukan merupakan hal yang baik di mata auditor senior dan tidak
membawa pengaruh yang baik bagi peningkatan karirnya. Namun pada akhirnya
penganggaran ini membawa dampak yang menimbulkan tekanan/pressure bagi auditor. Tekanan ini berawal dari persaingan yang terjadi pada profesi akuntan
publik yang menyebabkan adanya fee pressure (tekanan fee). Fee pressure
menyebabkan kantor akuntan publik untuk melakukan efisiensi waktu dengan
mengurangi time budget bagi pelaksanaan audit. Pengurangan time budget ini dilakukan untuk menghindari biaya berlebih. Time budget yang ketat adalah penyebab time budget pressure.Time budget pressure terjadi karenatime budget
yang disediakan dirasakan ketat oleh auditor dimana pekerjaan yang harus
dikerjakan lebih banyak dibandingkan waktu yang disediakan. Untuk mengurangi
efek dari pressure tersebut, auditor biasanya berusaha melepaskan diri. Apa yang menjadi pikiran auditor adalah bagaimana solusi untuk mengakhiri
pressure/tekanan tersebut, yang berakibat tahapan audit yang dilakukan tidak berhasil dengan sempurna, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas audit yang
dihasilkan. Karena itu penulis menggambarkan rerangka pemikiran sebagai
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
11
Gambar 1.1 Rerangka Pemikiran
Menyadari sangat pentingnya Pengaruh Time Budget Pressure terhadap Kualitas Jasa Audit maka peneliti mengemukakan hipotesis penelitian yang
diajukan menurut Singgih Santoso (2004:345):
Bila H1: 0;H1 diterima
Bila H1: 0;H1 ditolak
Pengujian hipotesis terdiri dari hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (H1).
Perumusan hipotesis untuk penelitian ini adalah:
Impact Time
Feelings of failure. Undesired turnover. Job dissatisfaction.
Underreporting time.
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
12
o
H : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari time budget pressure terhadap
kualitas jasa audit.
1
H : Terdapat pengaruh yang signifikan dari time budget pressure terhadap
kualitas jasa audit.
1.6 Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara mencari kebenaran dan asas-asas gejala
alam, masyarakat atau kemanusiaan, berdasarkan disiplin ilmu yang bersangkutan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode analisis deskriptif merupakan
metode penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran keadaan yang
sebenarnya dari objek yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada, dengan cara
mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis berbagai macam data sehingga dapat
ditarik suatu kesimpulan. Studi kasus merupakan suatu metode yang menghendaki
suatu kajian yang rinci, mendalam, dan menyeluruh atas suatu objek selama kurun
waktu tertentu termasuk interaksi dengan lingkungannya.
Pada penelitian ini untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti
menggunakan KAP X sebagai objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua cara yaitu:
1. Library Research(Studi Kepustakaan)
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara membaca, mempelajari, dan
mendalami literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan
Bab I Pendahuluan
Universitas Kristen Maranatha
13
yang cukup dalam melakukan pembahasan terhadap masalah tersebut. Data
yang diperoleh dari hasil penelitian ini disebut data sekunder.
2. Field Research(Studi Lapangan)
Pengumpulan data yang dilakukan melalui peninjauan secara langsung
terhadap objek yang diteliti. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini
disebut data primer. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan cara:
a. Wawancara
Mengajukan pertanyaan lisan secara langsung kepada objek yang diteliti
untuk memperoleh data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
b. Kuesioner
Mengajukan pertanyaan tertulis kepada objek yang diteliti untuk
memperoleh data yang berkaitan dengan objek yang diteliti.
1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penulis melakukan penelitian pada KAP X yang meerupakan salah satu
kantor akuntan publik yang berskala internasional yang berlokasi di Jakarta.
Waktu yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian ini dimulai dari bulan
138
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
1. Dengan menggunakan pengujian statistik korelasi rank spearman
diperoleh nilai korelasi antara variabel x dan variabel y sebesar 0.0289.
Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang sangat lemah antara
variabel x dan variabel y yaitu sebesar 2.89 %. Ini berarti hubungan
dapat diabaikan, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari
dari time budget pressure terhadap kualitas jasa audit. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan peneliti dapat diketahui penyebab
tidak terdapatnya pengaruh yang signifikan dari dari time budget pressure terhadap kualitas jasa audit pada KAP X dikarenakan mekanisme kerja yang selama ini diterapkan oleh perusahaan ternyata
memberikan pengaruh yang positif terhadap cara kerja karyawan
(dalam hal ini auditor), hal ini dapat dilihat dari sistemdetailed project budget yang digunakan dengan cara mengalokasikan kekurangan jam kerja pada jam lembur.
2. Dari hasil pengujian hipotesis yang dilakukan menunjukkan bahwa
tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari daritime budget pressure
Bab V Simpulan dan Saran
Universitas Kristen Maranatha
139
5.2 Saran
1. Mekanisme kerja yang selama ini diterapkan oleh perusahaan ternyata
memberikan pengaruh yang positif terhadap cara kerja karyawan
(dalam hal ini auditor), hal ini dapat dilihat dari sistemdetailed project budget yang digunakan dengan cara mengalokasikan kekurangan jam kerja pada jam lembur. Peneliti menganalisa sistem yang dipakai
perusahaan sudah tepat dan sebaiknya terus dipertahankan.
2. Walaupun tidak terdapat pengaruh dari time budget pressureterhadap kualitas jasa audit pada perusahaan, peneliti menganalis terdapat
beberapa hal mengindikasikan sedikitnya time budget pressure
mempengaruhi keadaaan psikologis auditor. Oleh karena itu peneliti
menyarankan agar perusahaan bekerja sama dengan pihak personalia
merencanakan program yang bertujuan untuk mengurangi beban
psikologis karyawan dalam menghadapi pekerjaannya.
3. Peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang sama sebaiknya
140
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Arens, Alvin A., Randal J. Elder, dan Mark S. Beasley. 2003. Auditing dan Pelayanan Verifikasi Pendekatan Terpadu. Jakarta: Indeks.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Boynton, William C., dan Raymond N. Johnson. 2002.Modern Auditing.Jakarta: Erlangga.
DeZoort, F. T. and A. T. Lord. 1997.A Review and Synthesis of Pressure Effects Research in Accounting. Journal of Accounting Literature 16: 28-85.
DeZoort, F. T. and A. T. Lord. 1998. Time Pressure Research in Auditing: Implications for Practice. The Auditor’s report
Elder, Randal J., Mark S. Beasley, and Alvin A. Arens. 2006. Auditing and Assurance Services A Systematic Approach. New Jersey: Pearson Prentice Hall. International Edition.
Guy, Dan M., C. Wayne Alderman, dan Alan J. Winters. 2002.Auditing. Jakarta: Erlangga. Jilid Satu. Edisi Lima.
Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002. Metode Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE. Edisi Pertama.
Jogiyanto.Metode Penelitian Bisnis. 2004. Yogyakarta: BPFE. Edisi 2004/2005. Kelley, Tim, Seiler, Robert E. 1982. Auditor Stress and Time Budget. The CPA
Journal: Vol. 52, Iss. 12; pg. 24, 7.
Konrath, Larry F. 2002. Auditing A Risk Analysis Approach. South-Western: Thomson Learning. 5thedition.
Louwers, Ramsay, Sinason, and Strawser. 2005. Auditing and Assurance Services. New Jersey: Pearson Prentice Hall. International Edition.
Messier, Glover, dan Prawitt. 2006. Auditing and Assurance Services A Systematic Approach. Jakarta: Salemba Empat. Buku Satu. Edisi Empat. Mulyadi. 2001.Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
Universitas Kristen Maranatha
141
Musiana. 2006.DampakTime Budget PressureTerhadap Kualitas Jasa Audit. Bandung: FE Unpad.
Nazir, Mohamad. 2003.Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Ricchiute, David N. 2006. Auditing. South-Western: Thomson Learning. 8th edition.
Ruky, Achmad S. 2004. Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: Salemba Empat. Santoso, Singgih. 2006. Seri Solusi Bisnis Berbasis TI: Menggunakan SPSS
untuk Statistik Multivariat. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sawyer, Lawrence B., Mortimer A. Dittenhofer, dan James H. Scheiner. 2005. Sawyer’s Internal Auditing. Jakarta: Salemba Empat. Edisi Satu.
Sugiyono. 2004.Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV Alfabeta.
Sujana, Edy dan Tjiptohadi Sawarjuwono. 2006. Perilaku Disfungsional Auditor: Perilaku yang Tidak Mungkin Dihentikan. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 8, No. 3.
Team Pustaka Phoenix. 2007.Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Uma, Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Weningtyas, Suryanita., Doddy Setiawan, dan Hanung Triatmoko. 2007.