LAPORAN AKHIR
PENELITIAN KOMPETITIF
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI
:
Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia
Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi
Oleh:
Ismatu Ropi
Dadi Darmadi
Rifqi Muhammad Fatkhi
LAPORAN AKHIR
PENELITIAN KOMPETITIF
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI
:
Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia
Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi
Diserahkan Kepada:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M)
Pusat Penelitian dan Penerbitan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh:
Ismatu Ropi
Dadi Darmadi
Rifqi Muhammad Fatkhi
i
KATA PENGANTAR
Segala puji dipanjatkan kepada Allah SWT sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmatnya kepada kita semua. Salawat dan salam juga dihaturkan kepada Nabi Muahmmad SAW yang telah memberikan bimbingan kepada kita semua.
Laporan berkenaan dengan penelitian Dari Zionisme Ke Teori Konspirasi: Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi ini merupakan bagian dari penguatan dan pengembangan sumber dana manusia dalam bentuk riset dan pengkajian di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2013.
Penelitian ini dapat dilakukan sebagai bagian dari hibah penelitian kompetitif bagi para dosen dan tenaga pengajar di UIN Jakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta c.q. Pusat Penelitian dan Penerbitan tahun anggaran 2012-2013. Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah atas segala bantuan dan dukungan yang diberikan sehingga penelitian ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya.
ii
kepada berbagai pihak yang membantu baik dalam pengumpulan data maupun saran untuk penyempurnaan penelitian ini.
Akhirnya kata semoga hasil penelitian ini memberi manfaat bagi kita semua dalam rangka memperbaiki kehidupan keagamaan yang lebih baik dan memperkaya nomenklatur studi keagamaan di negeri ini.
Ciputat, 21 Nopember 2013
Ismatu Ropi Dadi Darmadi
iii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I
PENDAHULUAN 1
Tujuan dan Tahapan Penelitian 5
Sistematika Penulisan Laporan 7
BAB II
PERSEPSI DAN STEREOTIFIKASI:
AGAMA DAN UMAT YAHUDI DALAM TULISAN
SARJANA MUSLIM INDONESIA 9
Stereotifikasi dan Konspirasi 11
BAB III
BIAS PANDANGAN NORMATIF TENTANG AGAMA
DAN UMAT YAHUDI 27
Bani Israel=Yahudi 29
Yahudi=Jahat 33
Yahudi harus Hilang dari Muka Bumi 40
BAB IV
MITOS KONSPIRASI:
YAHUDI DAN ZIONISME 43
Sejarah Awal Zionisme 45
Zionisme, Anti-Se itis e da Teks Protokol Zio 50
iv
Sikap dan Pandangan Sarjana Muslim Indonesia terhadap
Yahudi dan Zionisme 57
BAB V
KESIMPULAN 64
Daftar Pustaka 67
BAB I
PENDAHULUAN
Penelitian Dari Zionisme Ke Teori Konspirasi: Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi ini secara umum dimaksudkan untuk melakukan pemetaan terhadap karya-karya para sarjana Muslim Indonesia tentang perkembangan agama dan komunitas Yahudi, dan pengaruhnya dalam masyarakat Muslim di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya otentifikasi kemurnian agama, para penulis Muslim di Indonesia mengembangkan corak dan model penulisan sejarah dan perkembangan agama dan umat Yahudi yang cukup kompleks. Penting digarisbawahi bahwa kecenderungan kebanyakan dari karya-karya tersebut mempersepsikan Yahudi baik agama, kultur dan bangsa secara negatif dan stereotif.
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 2
Oleh karena itu, dalam karya-karya para penulis Indonesia, kerap kali sulit dibedakan demarkasi antara agama dan komunitas itu sendiri. Kedua istilah tersebut sering kali bertukar tempat dimana batasan konseptual sering kali saling bersinggungan.
Sebagai sebuah kajian sosial, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan penilaian sejauhmana tulisan-tulisan tentang Yahudi baik agama maupun komunitas secara teologis. Fokus utama dari penelitian ini adalah memotret secara komprehensif bagaimana para penulis itu mempersepsikan tema yang mereka pilih dan sejauhmana sumber yang mereka rujuk memang memiliki tikat kredibilitas secara akademik.
Secara umum karya para sarjana Muslim dilatarbelakangi oleh keinginan untuk merekonstuksi gambaran-gambaran tentang agama dan komunitas agama Yahudi berdasarkan namenklatur al-Qur a da Hadith. Sebagian yang lainnya bersifat pejoratif dengan latarbelakang relasi sosial antara umat Yahudi dan Muslim dalam sejarah yang sedemikian panjang.
Karena itu beberapa tulisan sarjana Muslim tentang Yahudi sedikit banyak normative dan ideologis ik dimana sumber-sumber yang dirujuk sebenarnya ditulis oleh para penulis Muslim sendiri yang berupaya memproyeksikan tentang
sejarah dan worldview Yahudi. Oleh sebab itu adakalanya tulisan itu sedikit banyak bersifat imaginatif, dan ahistoris.
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 3
disebutkan adalah adalah bagaimana isu Yahudi menjadi alat tawar politik bagi munculnya gerakan yang berkenaan dengan isu kesetaraan laki-laki dan perempuan dan perjuangan tentang hak-hak azasi manusia. Jadi secara umum, karya-karya tersebut kerap sa gat politis yak i e jadi alat hege o i u tuk meminggirkan cara pandang keagamaan yang berbeda.
Lalu apa kira-kira penyebab dari gambaran stereotif atas agama dan umat Yahudi di mata umat Muslim kebanyakan? Salah-satunya adalah berkaitan dengan konseptualisasi istilah seperti ahl al-kitab di dalam literatur al-Qur a da Hadith yang memang banyak memotret utamanya umat Yahudi dalam sejarah yang dipahami oleh kebanyakan para sarjana Muslim secara statis sebagai bagian dari keberagamaan normatif-idealistik. Konsep ini difungsikan sebagai kriteria penilai bagi hubungan beragama untuk menjustifikasi bahwa dalam agama Islam telah memberikan batasan-batasan yang menjadi kriteria pembenar dan pengesah bagi kaum Muslimin untuk mengambil jarak teologis.
Dapat disimpulkan bahwa pemahaman kaum Muslimin kebanyakan terhadap Yahudi secara khusus merupakan citra (image) yang dibangun dalam setting kultural dan suasana religius pada kurun dan masa tertentu dengan alasan tertentu pula. Mereka mengembangkan pemahaman atas eksistensi
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 4
setting sosialnya sendiri, dan gambaran utuh tanpa harus secara spesifik selalu dikaitkan dengan aturan-aturan Islam dan segala derivasinya.
Karena itu permasalahan utama dalam penelitian Dari Zionisme Ke Teori Konspirasi: Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi ini difokuskan pada pemetaan tema utama dari karya-karya tersebut dan sumber-sumber yang digunakan: bagaimana pandangan para penulis tersebut atas tema yang mereka angkat dan sejauhmana tema-tema tersebut memang sebenarnya terjadi dalam sejarah agama dan komunitas Yahudi? apa yang menjadi sumber rujukan dari karya-karya tersebut? Sejauhmana para penulis memang paham dengan diskursus itu? Apa latar belakang yang menjadi alasan bagi penulisan karya tersebut?
Untuk mendapatkan jawaban atas hal-hal tersebut, secara garis besar kegiatan utama dilakukan dalam penelitian ini adalah survey kualitatif dengan melakukan) review bibliografis karya-kaya sarjana Muslim Indonesia tentang agama dan komunitas Yahudi. Terdapat paling tidak 30 buku yang ditulis oleh para sarjana Muslim Indonesia yang berkenaan dengan topik tersebut.
Selain buku karya sarjana Muslim Indonesia, terdapat juga beberapa buku hasil penerjemahan baik dari bahasa Arab maupun bahasa Inggris yang
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 5
membangun sebuah cara pandang tertentu tentang agama dan umat Yahudi di kalangan kaum Muslimin tanah air.
Selain telaah terhadap karya-karya tersebut, penelitian ini juga melakukan wawancara/interview (ethnographies studies) dengan beberapa penulisan buku dan tokoh-tokoh Muslim Indonesia yang memiliki minat atas nomenklatur Yahudi baik sebagai sebuah agama maupun sebagai sebuah sistem cara pandang. Hal ini ini ditujukan untuk mendapatkan data-data lebih jelas tentang pandangan para penulis dan tokoh-tokoh tersebut atas tema-tema yang mereka pilih dalam kaitannya dengan agama dan komunitas Yahudi.
TUJUAN DAN TAHAPAN PENELITIAN
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 6
Penelitian Dari Zionisme Ke Teori Konspirasi: Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi ini dilakukan dalam beberapa tahapan yakni sebagaimana berikut:
Tahap pertama yakni penyiapan instrumen penelitian. Pada tahap ini tim studi akan mempersiapkan instrumen operasional yang akan digunakan dalam studi ini dengan melakukan telaah teoritis (theorethical framework) yang berkenaan dengan persepsi sarjana Muslimin Indonesia berkenaan dengan agama dan umat Yahudi.
Tahap kedua yakni penelitian pustaka dan assesment awal. Setelah instrumen studi itu terkonstruksi secara utuh, dilakukan penelitian pustaka dan assessment awal yang difokuskan pada faktor-faktor yang memberikan pengaruh pada munculnya persepsi tentang agam dan umat Yahudi di kalangan sarjana Muslim Indonesia. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran umum dan peta awal model pencitraan dan persepsi yang berkembang tentang Yahudi.
Tahap ketiga yaitu analisis hasil penelitian. Setelah mendapatkan data-data tersebut baik dari telaah pustaka maupun penelurusan lapangan, proses analisis dan penulisan laporan studi ini dilakukan oleh Tim.
Tahap keempat adalah penulisan akhir hasil penelitian dan pelaporan.
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 7
SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN
Sistematika penulisan laporan hasil penelitian Dari Zionisme Ke Teori Konspirasi: Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi ini sebagaimana berikut:
Bab I berisikan pendahuluan yang mencakup latar belakang penelitian, tujuan, metodologi dan pendekatan, dan sistematika penulisan laporan penelitian.
Bab II berisikan tentang gambaran umum tentang pandangan yang berkenaan dengan agama dan umat Yahudi dengan mendiskusikan beberapa konsep-konsep kunci yang berkembang dalam literatur tulisan para sarjana Muslim Indonesia tentang tema dimaksud.
Bab III mendiskusikan tentang pandangan normatif tradisi Islam tentang agama dan komunitas Yahudi dengan menelaah konsep-konsep dasar yang secara normatif menjadi pemandu bagi hubungan kaum Muslimin dengan umat Yahudi.
Bab IV menganalisis perkembangan cara pandangan para sarjana Muslim yang berkaitan dengan gerakan sosial, ekonomi dan politik umat Yahudi.
Bab V berisikan kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini.
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 8
Ke Teori Konspirasi: Survey Bibliografis Karya Sarjana Muslim Indonesia Kontemporer tentang Agama dan Umat Yahudi ini.
BAB II
PERSEPSI DAN STEREOTIFIKASI:
AGAMA DAN UMAT YAHUDI DALAM TULISAN
SARJANA MUSLIM INDONESIA
Model penggambaran atau proyeksi agama-agama yang lain seperti Kristen dan
Yahudi sebagaimana dilakukan oleh para sarjana Muslim, meminjam istilah
Irincinschi dan Zelletin, lebih banyak merupakan bagian dari proses making
selves and marking others untuk menjelaskan identitas dan menegaskan
kejatidirian agama mereka sendiri.1 Cara pandang ini tentu menjadi keniscayaan
sebagai ko sekue si dari sikap i klusif ya g dita dai se ara egatif sebagai
bagia dari kei gi a u tuk e jadika ara pa da g Isla i (Islamic
worldview) dalam kaitannya dengan relasi dengan kelompok agama lain.
Karena itu kebanyakan tulisan sarjana Muslim tentang Yahudi sedikit
banyak ideologis-politis, normatif, cenderung monolitik, dan adakalanya
beberapa tulisan tersebut bersifat imaginatif, dan ahistoris. Pada ujungnya hasil
1
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 10
karya para sarjana itu memupuk sikap tertentu di kalangan para pembaca
Msulim yang memberikan justifikasi bagi mereka untuk bersikap indeferen,
intoleran, dan menafikan baik terhadap eksistensi maupun model keberagamaan
orang Yahudi.
Sikap seperti ini sebenarnya tidak hanya berkembang di tanah air tapi juga
menjadi gambaran umum yang mencitrakan pandangan kebanyakan sarjana
Muslim di berbagai belahan dunia. Ia mengalami proses metamorfosa yang
sangat panjang dengan mengambil bentuk yang juga beragam. Awalnya ini
merupakan bagian yang inheren dari apa yang disebut sebagai kemunculan
kesadaran Islam di kalangan sarjana Muslim vis-a-vis ketidakadilan dan
penindasan yang dialami oleh oleh kebanyakan kaum Muslimin sendiri dalam
kontestasi politik, sosial dan ekonomi utamanya dengan (kolonialisme) Barat. Ini
tersublimasi menjadi tindakan kolektif dalam merespon model hubungan dan
nilai-nilai yang berkembang di dunia vis-a-vis kesejatian ajaran Islam.
Pada gilirannya, kesadaran ini menghubungkan antar-para aktifis dan
penulisan Muslim di berbagai belahan dunia itu untuk membangun pemahaman
yang linear antara ajaran agama Yahudi dengan prilaku sosial-politik-ekonomi
yang dipraktekkan oleh komunitas Yahudi, maupun yang dilakukan oleh Israel
sebagai represe tasi egara Yahudi . Tentu saja kesadaran para sarjana Muslim
tentang keyahudian ini sebagian terorganisir dengan baik, namun sebagian lagi
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 11
Dalam beberapa hal kesadaran ini melahirkan sebuah gerakan yang cukup
kuat memainkan peranan dalam hal menyuarakan kepentingan Islam di pentas
internasional utamanya isu-isu yang berkenaan dengan masalah pergulatan
panjang Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya sebagai misal. Sikap dan
kesadaran ini semakin mengeras utamanya karena sikap mendua beberapa
negara Barat yang dianggap sangat tidak fair dan jauh dari kesan bersahabat
serta lebih menguntungkan Israel ketimbang mencari penyelesaian yang
menguntungkan semua pihak.
Oleh karena itu, membaca dan memahami karya-karya sarjana Muslim
Indonesia tentang Yahudi sebagaimana menjadi tema penelitian ini harus
diletakkan dalam bingkai ajaran-ajaran normatif Islam dan sejarah yang panjang
Yahudi, serta pada titik yang sama juga mempertimbangkan konteks politik yang
sudah dan sedang berlangsung antara dunia Islam dengan negara-negara Barat,
serta antara dunia Islam dengan Israel.
STEREOTIFIKASI DAN KONSPIRASI
Dari lebih 30 buku yang ditelaah dalam penelitian ini, paling tidak terdapat dua
domain yang berkembang dalam tulisan para sarjana Muslim Indonesia yang
berkaitan dengan pembicaraan tentang diskursus agama dan komunitas Yahudi.
Pertama, yakni dalam bentuk sikap dan persepsi yang ditandai dengan
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 12
pendefinisian ulang masalah-masalah yang menyangkut Yahudi sebagai sebuah
agama dengan mengangsu cara pandang normatif berdasarkan al-Qur a da al
-Hadits atau bersandar pada tradisi kesarjanaan Muslim klasik.2 Termasuk di
dalamnya adalah karya-karya yang berusaha untuk menghadirkan sejarah Yahudi
sebagai sebuah agama maupun komunitas agama.3 Domain pertama ini disebut
dengan preferensi stereotif sebagaimana yang akan dijelaskan secara umum
pada bagian selanjutnya dalam bab ini, dan juga secara detail akan didiskusikan
pada Bab III laporan ini.
Kedua, yakni pada bentuk sikap dan persepsi yang menitikberatkan pada
pembahasan atas agenda-agenda terse bu yi Yahudi serta gerakan politik,
sosial, ekonomi dan budaya yang dimainkan oleh umat Yahudi maupun
kelompok yang dinisbahkan sebagai bagian dari kerjasama Yahudi internasional.
Sikap kedua ini biasanya lebih banyak bersikap spekulatif yang pada ujungnya
ditujukan untuk membuktikan kelicikan, kejahatan dan keserakahan orang-orang
Yahudi baik dalam dunia politik, sosial, ekonomi dan budaya. Bagi para penulis
itu, apa yang dilakukan oleh orang Yahudi memiliki imbas pada tatanan dunia
secara umum dan peminggiran hak serta peran kaum Muslimin dalam pentas
dunia.
2
Muhammad Ali, They are ot All Alike I do esia Musli I telle tuals
Per eptio of Judais a d Je s, Indonesia and the Malay World 38, no. 112 (2010): 329-347.
3
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 13
Bisa diduga bahwa kesimpulan besar yang didapat dari hal tersebut adalah
terdapat sebuah gerakan konspirasi yang didesain dengan sangat cermat untuk
menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Oleh karena itu, tema tentang
Protokol Para Tetua Zionisme (The Protocols of Learned Elders of Zion), gerakan
politik Zionisme, kaitan antara umat Yahudi dengan gerakan-gerakan rahasia
seperti tarekat Mason Bebas (Freemasory), sekte Illuminati atau gerakan New
World Order menjadi bahasan utama dalam buku-buku sarjana Muslim Indonesia
itu.4 Domain kedua ini disebut dengan preferensi konspiratif yang akan dibahas
secara umum pada bagian akhir bab ini, dan juga menjadi tema utama yang
didiskusikan secara rinci pada Bab IV laporan ini.
Preferensi Stereotif
Preferensi stereotif dalam karya-karya sarjana Muslim Indonesia yang
menyangkut Yahudi dengan cara mengangsu cara pandang normatif berdasarkan
al-Qur a da al-Hadits memiliki kesejatian pada tradisi kesarjanaan Muslim
dunia yang sangat panjang.
Secara umum sebagaimana juga terlihat dalam karya-karya sarjana Muslim
dunia, pola dan sumber-sumber yang dirujuk oleh para sarjana Muslim Indonesia
lebih merupakan upaya membangun proyeksi tentang sejarah dan worldview
4
Lihat Mi hael Hage eister, The 'Protocols of the Elders of Zion' and the
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 14
Yahudi. Penting digarisbawahi di sini bahwa dalam level tertentu karya-karya itu
bermuara pada ketidaksukaan (dislikeness), ketidaksetujuan (disapproval),
ketidaksukaan (hostility) ketimbang keinginan untuk menyajikan secara
komprehensif dan obyektif tentang Yahudi dan umat Yahudi, yang pada giliranya
melahirkan sikap stereotif.
Pada titik ini, agaknya sangat tipis batas antara sikap sikap prasangka
(prejudice) dan stereotifikasi. Sebuah prejudice, paling tidak dalam bentuknya
yang paling dasar, adalah sebuah pandangan atau sikap berdasarkan
ketidaktahuan atau pengalaman sederhana yang berusaha menangkap makna
yang kompleks. Biasanya sikap ini biasanya berubah atau menjadi jauh berbeda
jika ditemukan realitas sebenarnya yang lebih sahih dan akurat. Adalah prejudice
yang menjadi landasan awal bagi munculnya stereotifikasi yakni sebuah model
penilaian terhadap sesuatu, orang atau kelompok berdasarkan persepsi terhadap
kelompok dimana sesuatu, orang atau kelompok tertentu dikategorikan.
Stereotifikasi merupakan cara pandang kognitif yang menggabungkan
kecenderungan (attitude); diskriminasi dan sikap prilaku reaktif. Jadi stereotikasi
mencerminkan harapan dan keyakinan tentang karakteristik sesuatu, orang atau
kelompok yang dianggap berbeda yang didasarkan para prasangka, dan pada titik
tertentu memicu respon emosional yang sifatnya diskriminatif. Stereotifikasi
merupakan jalan pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif untuk
menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 15
Apa kira-kira penyebab dari gambaran stereotif atas agama dan umat
Yahudi di dalam tulisan para sarjana Muslim itu? Salah-satunya bisa dilihat dari
nomenklatur normatif Islam yang berkaitan dengan konseptualisasi istilah seperti
ahl al-kitab di dalam literatur al-Qur a da Hadith ya g e a g ba yak
memotret utamanya umat Yahudi dalam sejarah. Di sini, wacana tentang Yahudi
yang ada dalam konsep ahl al-kitab itu dipahami oleh kebanyakan para sarjana
Muslim secara statis sebagai bagian dari potret keberagamaan
normatif-idealistik.
Pada gilirannya, sebagaimana pernah diungkap oleh Esack, konsep ini
difungsikan sebagai kriteria penilai bagi hubungan beragama untuk menjustifikasi
bahwa dalam agama Islam telah memberikan batasan-batasan yang menjadi
kriteria pembenar dan pengesah bagi kaum Muslimin untuk mengambil jarak
teologis dengan Yahudi dan umat beragama yang lain.5
Pada titik ini pemahaman kaum Muslimin kebanyakan terhadap Yahudi
secara khusus merupakan citra (image) yang dibangun dalam setting kultural dan
suasana religius pada kurun dan masa tertentu dengan alasan tertentu pula.6
Mereka mengembangkan pemahaman atas eksistensi agama-agama itu atas
dasar ayat-ayat al-Qur a , teks-teks Hadith, yang ditambah dengan persepsi
empiris dan observasi singkat dengan cara yang sederhana. Hampir tak ada
5
Lihat Farid Esack, Qur’a , Li eratio & Pluralis : A Isla i Perspe tive of Interreligious Solidarity against Oppression (Oxford: Oneworld, 1998), 158.
6
Fazlur ‘ah a , Ape diks II: Kau Ahli Kitab da Kea ekaraga a Aga a
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 16
satupun survey yang menyeluruh tentang agama dan komunitas.7 Karena itu,
yang kurang dari pemahaman itu adalah gambaran utuh tentang eksistensi
agama dan komunitas Yahudi itu dalam bingkai budaya, sejarah, setting sosialnya
sendiri, dan gambaran utuh tanpa harus secara spesifik selalu dikaitkan dengan
aturan-aturan Islam dan segala derivasinya.8
Penyempitan makna sebagaimana di atas agaknya disebabkan oleh
keinginan kaum Muslimin pada masa awal untuk meneguhkan jati diri mereka
sebagai komunitas agama baru. Pada sebuah masa pembentukan dan transisi
dalam konstelasi hubungan politik yang cukup rumit ini, tipifikasi mungkin
dianggap sebagai salah-satu cara yang cukup aman bagi upaya peneguhan jati
diri yang berwawasan sejarah transenden. Inilah yang disebut oleh Arkoun
dengan sakralisasi da tra se de talisasi sejarah du ia i (sacralization and
transcendentalization of profane history) dimana masalah sosial dan politik dalam
sebuah wacana budaya dan waktu yang sangat terbatas (Mekkah dan Madinah
antara tahun 612-632 M) dipindahkan ke tingkat transendental dengan justifikasi
ayat-ayat Al-Quran sehingga terlihat sakral dan penuh kesucian.9
7
Lihat Jacques Waardenburg, Muslims and Others (New York: Walter de Gruyter, 2003) dan World ‘eligio s as “ee i the Light of Isla , dala “eyyed
Hossei Nasr, Isla da the E ou ter of ‘eligio s, dala Proceedings of the XIth Congress of the International Association for the History of Religions. Vol. III. Lihat pula Harold Co ard, ‘eligious Pluralis a d Isla i H. Co ard, A Short Introduction: Pluralism in the World Religions (Oxford: OneWorld, 2000), 61-84.
8
Hava Lazarus-Yafeh, Intertwined Worlds (Oxford: Oxford University Press, 1992), 22.
9
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 17
Berdasarkan hal di atas, dan juga didukung oleh minimnya ayat-ayat dalam
al-Qura ya g si patik terhadap ko u itas ahl al-kitab ini, sangat bisa
dipaha i jika para sarja a Musli klasik e iliki persepsi ya g berlebiha
tentang komunitas ahl al-kitab ini. Hal ini bisa dilihat dari klaim-klaim stereotif
yang menyatakan bahwa ahl al-kitab telah melakukan penyimpangan atau
perubahan (tahrif) yang sangat signifikan terhadap kitab suci mereka, khususnya
yang berkenaan dengan keesaan Tuhan dan pandangan messianistik tentang
kedatangan Nabi baru yang diyakini oleh kaum Muslimin sebagai Muhammad.
Khusus untuk masalah pertama, yaitu keesaan Tuhan, Lazarus-Yafeh
menyatakan bahwa karena kaum Muslimin [antara lain berdasarkan Q., s.
al-Taubah/9: 30] meyakini bahwa umat Yahudi telah menjadikan Ezra (Uzayr)
sebagai putera Tuhan dan umat Kristen menjadikan Isa sebagai putera Tuhan,
maka keyakinan itu cukup menjadi bukti bahwa memang terjadi penyimpangan
dalam kitab suci mereka. Kalaupun dalam Alkitab tak ada satu ayatpun yang
mendukung keyakinan kaum Muslimin itu, maka hal itu jelas bertentangan
dengan pernyataan al-Quran dan itulah juga menjadi alasan lain bahwa memang
telah terjadi penyimpangan dalam Alkitab.10
Lebih lanjut, konsep tahrif ini dengan berbagai konsekuensi teologisnya
(seperti kufr atau syirk) terhadap citra ahl al-kitab erupaka su ba ga besar
dalam polemik berlarut-larut dan pada gilirannya juga menjadi landasan
idealisme imaginer kebanyakan kaum Muslimin akan adanya mushaf lain, di luar
10
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 18
Alkitab sebagaimana yang ada dewasa ini. Dan dengan konsep ini pulalah,
meminjam istilah Arkoun, al-Qura e buktika keu ggula jemaah terbaik
dia tara u at a usia (kuntum khayra ummatin ukhrijat li l-nas) [Q., s. Al
I ran/3:110] yakni orang-orang beriman sejati karena mempercayai wahyu yang
diturunkan kepada Nabi SAW.
Untuk itu, karena sifatnya yang idealistik imaginer, dugaan adanya mushaf
atau kitab lain yang lebih otentik selain kurang cukup meyakinkan juga memang
tidak ada data historis ya g alid te ta g I jil asli ya g diba a Nabi Isa AS
sebagaimana diyakini oleh kebanyakan kaum Muslimin.
Jadi dapat disimpulkan secara umum di sini bahwa sebagian karya yang
bersifat ideologis dan ditulis oleh para sarjana Muslim tentang Yahudi baik di
dunia Islam maupun di tanah air sedikit banyak bersifat religius sebagai bagian
dari upaya merekonstuksi gambaran-gambaran tentang agama dan komunitas
agama Yahudi berdasarkan namenklatur al-Qur a da Hadith se diri. “ebagia
yang lainnya bersifat pejoratif dengan latarbelakang relasi sosial antara umat
Yahudi dan Muslim dalam sejarah yang sedemikian panjang.11
Penting dicatat pula pada bagian ini dalam buku-buku yang menyangkut
preferensi stereotif terhadap Yahudi yang dibangun dalam semangat
norma-norma Islam lebih banyak berasal dari proses penerjemahan ketimbang ditulis
11
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 19
langsung oleh sarjana Muslim Indonesia sendiri. Jika disaksamai, hanya sedikit
sekali karya yang ditulis oleh sarjana Muslim Indonesia tentang tema ini.12
Pentingnya transmisi ide tentang agama dan umat Yahudi melalui proses
penerjemahan buku baik dari bahasa Arab maupun bahasa Inggris ke dalam
bahasa Indonesia tentu layak diperhatikan. Sebab penerjemahan sebagai cara
penyampaian sebuah ide memiliki implikasi pada nilai-nilai yang akan dan sedang
dikembangkan. Terlihat dalam konteks ini adalah proses penerjemahan yang
bersifat peminjaman (absorption) atas ide dan prinsip-prinsip dasar tanpa
mempertimbangkan konteks lokal seperti yang terlihat dalam penerjemahan
buku karya Syaikh Musthafa al-Maraghi,13 Yusuf al-Qaradhawi,14 Jalal Ala
Syeikh Thantawi dan Syeikh Muhammad Namer al-Khatib,15 Ahmad Osman,16
dan Asy-“yaekh As ad Bayudh at-Tamimi.17
12
Muhammad Thalib, Mengungkap Intrik & Strategi Yahudi Menguasai Dunia (Tafsir Surat Bani Israil) Yogyakarta: Ma ali ul Usrah Media, 1 dan Suleiman, Ayat-Ayat Setan Yahudi (Jakarta: Grafikatama, 1992).
13
Syaikh Musthafa al-Maraghi, 76 Karakter Yahudi dalam al-Qur’a , Penerjemah dan Penyusun Drs M. Thalib (Solo: Pustaka Mantiq, 1993).
14
Yusuf Al-Qaradhawi, Bagaimana Islam Menilai Yahudi dan Nasrani, Penerjemah Abdul Hayyie al- Kattani (Jakarta: Gema Insani Press, 2000).
15
Jalal Ala “yeikh Tha ta i da “yeikh Muha ad Na er al-Khatib, Dendam Barat dan Yahudi terhadap Islam, Penerjemah Drs M. Thalib dan Mustafa Mahdamy (Solo: Pustaka Mantiq, 1994).
16
Ahmad Osman, Israel Siapa Mereka? Sejarah bangsa Israel dari Awal Kemunculannya hingga Terbentuknya Agama Yahudi, Penerjemah A. Halim (Jakarta: Fima Rodhet, 2008).
17
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 20
Penting dijelaskan pula bahwa proses penerjemahan buku-buku tentang
Yahudi tersebut dapat dilihat sebagai bagian yang inheren dari apa yang disebut
sebagai kemunculan kesadaran baru Islam di kalangan kaum Muslimin di tanah
air. Pola gerakan ini bisa dilihat sebagai tindakan kolektif kaum Muslimin dalam
merespon hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat Islam secara keseluruhan
berdasarkan kebutuhan, sentimen dan solidaritas Islam. Dengan demikian
maraknya buku-buku yang berkenaan dengan Yahudi tidak semata-mata untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim umum tetapi juga dalam konteks
diseminasi pandangan normatif monolitik yang sesuai dengan ajaran dan kaidah
Islam.
Pada saat yang sama penerjemahan buku-buku yang berkenaan dengan
literatur Yahudi merupakan bagian integral dari upaya transformasi cetak biru
(blue print) ideologi Islam secara umum. Sebab dalam waktu yang bersamaan,
buku-buku yang berkenaan dengan model epistemologi (thought) seperti akidah
dan syariah, dan harakah (movement) seperti jihad, nizham, model kehidupan
yang sesuai dengan syariah Islam serta prototype kehidupan tauladan kaum
Muslimin juga dapat secara mudah ditemukan.18
Jadi, proses penerjemahan itu juga bisa dibaca sebagai sebuah pencarian
bentuk authenticity meminjam istilah Edward Said yakni dalam rangka mencari
kesejatian, maka unsur-unsur yang dianggap dekat dengan sumber asal
18
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 21
diperlakukan dengan cara tersendiri. Dengan kata lain, karena Islam diturunkan
dalam kultur dan bahasa Arab pada saat yang sama konstestasi dengan umat
Yahudi juga terjadi di tempat yang sama (yakni di tanah Arab), maka buku-buku
yang ditulis dalam bahasa Arab tentang nomenklatur Yahudi diperlakukan
sebagai sesuatu yang lebih otentik dan primer sebagai sumber pandangan hidup
dan hukum bagi umat Islam di belahan dunia yang lain termasuk di Indonesia.
Pada titik ini, sebenarnya apa yang dilakukan oleh para penejemah itu
sedikit banyak sebatas komplemantar (complementary) dan pengoper
(transmiting) dari ide-ide yang berkembang di dunia Islam secara umum, dan
belum sebagai penggagas teori atau konsep itu sendiri secara otentik yang
menekankan pada unsur lokal yang khas Indonesia. Sebab betapapun buku-buku
sarjana Muslim dari belahan dunia Islam yang lain yang mereka terjemahkan itu
memang berbi ara atas a a pa da ga Isla a u tidak dapat diba tah
bahwa konteks respons lokal dan motif yang sangat heterogen atas masalah yang
diangkat buku-buku tersebut juga muncul ke permukaan.
Preferensi Konspiratif
Sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya pola dan model yang dirujuk
oleh para sarjana Muslim Indonesia dalam memahami agama dan umat yahudi
lebih merupakan upaya membangun proyeksi tentang sejarah dan worldview
Yahudi berdasarkan sumber-sumber dan cara pandang Islam ketimbang untuk
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 22
Pada sisi lain, terlihat pula kecenderungan pragmatis menggunakan isu
Yahudi dalam rangka mendapatkan simpati dan penegasan jati diri. Ini terutama
ketika perasaan terpinggirkan menjadi sebab utama bagi keinginan untuk
menjadikan nilai-nilai Islam sebagai kriteria penilai bagi kehidupan sosial
masyarakat dan kenegaraan. Pada titik ini apa yang terjadi dalam konstelasi
politik dunia umum menjadi landasan bagi munculnya kecenderungan konspiratif
untuk menunjuk Yahudi sebagai sebab dari semua masalah politik, sosial dan
ekonomi yang timpang.
Pada titik ini apa yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya terhadap
umat Muslim, tidak semata-mata dilihat sebagai keangkuhan Barat terhadap
negara-negara Islam, tetapi juga menjadi simbol dari dominasi politik Zionisme
Yahudi seperti yang diungkap oleh Garaudy.19 Mitos dominasi Yahudi tersebut
memberi pengaruh terhadap pembentukan citra negatif Yahudi di mata
masyarakat Musim tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia Muslim secara
umum. Pada gilirannya apa yang menjadi kegalauan dan kepedihan orang banyak
di negara Muslim, juga dirasakan sepenuhnya oleh umat Islam di Indonesia.
Konsekuensinya, penyerangan dan penindasan terhadap negara-negara
Muslim tidak semata-mata dilihat secara politis tetapi juga merupakan
penyerangan terhadap identitas religius (yakni Islam), dan juga sebagai
merupakan kelanjutan dari Perang Salib antara kaum Muslimin dengan umat
Kristani yang pernah terjadi dalam sejarah pada Abad Pertengahan, dan pada
19
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 23
saat yang sama kelanjutan pertempuran ideologis antara Islam dan Yahudi yang
belum selesai.20
Di sini idiom-idiom agama konvensional seperti jihad atau martir menjadi
identitas pembeda antara kaum Muslimin dengan Barat (plus Yahudi). Sofistikasi
dari pandangan preferensi stereotif sebagaimana dijelaskan pada bagian
sebelumnya menjadi pupuk penyubur bagi berkembangnya gerakan anti Yahudi
dan anti Barat di dunia Islam termasuk di tanah air.21
Dalam konteks perang wacana ini maka karya para sarjana Muslim di
Indonesia seperti N.H Burhan,22 A. Fathoni,23 Adian Husaini,24 Sabaruddin
Hussein,25 Abdi Al-Haqq,26 Ahmad Ghazali Khairi dan Amin Bukhari,27 atau berbagai buku terjemahan seperti karya Muhammad Khalifah Hasan,28 William G.
20
Lihat sebagai misal Abdul Wahid Hijazi, Metode Yahudi dalam Mendistorsi Sejarah (Jakarta: Cakrawala, 2006).
21
Lihat Hendropriyono, Terorisme Fundamentalis Kristen, Yahudi, Islam (Jakarta: Penerbit Kompas, 2009).
22
NH. Burhan, Mata Yahudi Mengintai Dunia (Jakarta: Soulmate Book, 2012).
23
Lihat A. Fathoni, Rahasia Kemenangan Yahudi (Yogyakarta: Pinus Book Publisher, 2010).
24
Adian Husaini, Tinjauan Historis Konflik Yahudi Kristen Islam (Jakarta: Gema Insani Press, 2004).
25
Sabaruddin Hussein, Agenda Yahudi Menaklukan Dunia (Jakarta: Cakrawala, 1998).
26
Abdi Al-Haqq dan Tima KaZi (Kajian Zionis), Israel Menjarah Organ Tubuh Muslim Palestina (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2010).
27
Ahmad Ghazali Khairi dan Amin Bukhari, Air Mata Palestina (Jakarta: Hi-Fest Publishing, 2009).
28
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 24
Carr,29 dan Jerry D. Gray,30 Andrew C. Hitchcock,31 tentu mendapat tempat di
hati banyak masyarakat Muslim Indonesia.
Pada saat yang sama isu yang berkenaan dengan gerakan konspirasi yang
didesain dengan sangat cermat untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin
seperti tentang Protokol Zionisme Para Tetua (The Protocols of Elders Zion),
kaitan antara umat Yahudi dengan gerakan-gerakan rahasia seperti tarekat
Mason Bebas (Freemasory), sekte Illuminati atau gerakan New World Order
menjadi bahasan utama dalam buku-buku sarjana Muslim Indonesia itu seperti
ditemukan dalam tulisan Herry Nurdi,32 Wang Xiang Jun,33 M. Ilham Marzuq,34
atau karya terjemahan seperti karya Henry Makow.35
29
William G. Carr, Yahudi Menggenggam Dunia, Penerjemah Mushtolah Maufur (Jakarta: Penerbit al-Kautsar, 1991).
30
Jerry D. Gray, Art of Deception: Mereka Menipu Dunia, Penerjemah Testraswari D (Jakarta: Sinergi Publishing, 2011).
31
Andrew C. Hitchcock, The Synagogue of Satan: Sejarah Rahasia Yahudi Menguasai Dunia dan Kehancuran Total yang Sudah Lama Dipersiapkan, Penerjemah Melody Violine (Jakarta: Ufuk Press, 2011).
32
Lihat tulisan-tulisan Herry Nurdi seperti Belajar Islam dari Yahudi (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2006); Jejak Freemason & Zionis di Indonesia (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2007); Mossad: Behind Every Conspiracy (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2008); dan Membongkar Rencana Israel Raya (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2009).
33
Wang Xiang Jun, Rencana Besar Yahudi di Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Radja, 2009).
34
M. Ilham Marzuq, Islam Yahudi? (Sidoarjo: Kelompok MASmedia Buana Pustaka, 2008).
35
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 25
Untuk hal ini contoh yang bisa disebutkan adalah adalah bagaimana isu
Yahudi menjadi alat tawar politik bagi munculnya gerakan yang berkenaan
dengan penolakan terhadap isu persamaan hak laki-laki dan perempuan, dan isu
yang berkaitan dengan hak-hak azasi manusia, atau liberalisasi politik atau
ekonomi seperti yang dilakukan oleh Antawijaya,36 Anton Ramdan,37 JW. Lotz,38
dan Eggi Sudjana.39
Lebih lanjut, isu tentang zionisme ataupun konspirasi menjadi amunisi
efektif yang berusaha membungkam penyemaian ide-ide konservatifisme dalam
kehidupan sosial dan keagamaan seperti dalam karya Fasial M. Sakri,40 Paul W.
Van Der Veur,41 dan juga Rizki Ridyasmara.42 Dalam beberapa kasus terlihat pula
bahwa karya-karya tersebut kerap sa gat politis yak i e jadi alat hege o i
untuk meminggirkan cara pandang keagamaan yang berbeda seperti yang terjadi
dalam beberapa kasus seperti RUU Anti-Pornografi dan uji materi tentang UU
Penodaan Agama.
36
Antawijaya, Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara: Dari Zaman Hindia Belanda Hingga Pasca Kemerdekaan RI (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2010).
37
Anton Ramdan, Membongkar Jaringan Bisnis Yahudi di Indonesia: Menguak Strategi, Penopang, dan Berbagai Macam Bisnis di Indonesia (Solo: IslamikArt, 2009).
38
JW. Lotz, Kepungan Yahudi di Cikeas (Yogyakarta: Solomon, 2010).
39
Eggi Sudjana, SBY Antek Yahudi AS? Suatu Kondisional Menuju Revolusi (Jakarta: Ummacom Press, 2011).
40
Fasial M. Sakri, Melacak Yahudi Indonesia (Jakarta: Bale Siasat, 2008).
41
Paul W. Van Der Veur, Freemasonry di Indonesia: Jaringan Zionis Tertua yang Mengendalikan Nusantara (Jakarta: Ufuk Press, 2012).
42
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 26
Di si i, kare a sifat ya konspiratif aka keba yaka literatur tersebut
berusaha membuktikan betapa jahat dan liciknya prilaku sebagian tokoh dan
gerakan Yahudi dalam kaitan untuk menghegemoni dunia dan menguasai dunia
Islam. Namun pada kenyataannya, apa yang dibicarakan oleh literatur-literatur
itu merupakan konsep yang tidak sepenuhnya terjadi dalam kehidupan yang
sebenarnya. Da kare a sifat ya sebagai odel penolakan sebagai counter
wacana maka kadang kala dan gagasan yang menjadi abstrak, dan penuh
BAB III
BIAS PANDANGAN NORMATIF TERHADAP
AGAMA DAN UMAT YAHUDI
Satu dekade terakhir ini, umat Islam Indonesia dihinggapi pola pikir yang
menyatakan tentang keburukan dan kejahatan Yahudi. Stigma buruk terhadap
Yahudi atau Yahudopho ia i i tidak ha ya disa paika dala era ah
-ceramah agama, diskusi-diskusi kelompok tertentu, tapi juga mewarnai sejumlah
tulisan baik buku, artikel, maupun tulisan di media massa di Indonesia. Sebut saja
misalnya buku- uku erjudul Me gu gkap I trik da “trategi Yahudi Me guasai
Du ia , Mata Yahudi Me gi tai Du ia , ahka ada ya g le ih profokatif da
e jurus fit ah adalah se uah uku erjudul “BY A tek Yahudi .
Berkembangnya pola pikir yang menjadi phobia tersebut setidaknya
berpijak pada pandangan normatif Islam yang mereka pahami tentang Yahudi.
Pandangan normatif umat Islam tentang Yahudi dapat dilihat dari pemahaman
atau penafsiran mereka terhadap sejumlah ayat atau hadis yang berbicara
tentang Bani Israil atau Yahudi. Ironisnya, menurut Rahman (w. 1988) telah
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 28
Yahudi. Salah satu contohnya adalah saat sebagian mufassir memberikan
komentar mereka terhadap QS. Al-Baqarah [2]: 62. Menurutnya, mayoritas
penafsir dengan sia-sia telah berusaha untuk tidak menerima maksud yang jelas
sekali dinyatakan oleh ayat tersebut. Para mufassir tersebut mengatakan bahwa
yang dimaksud dengan orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Ṣābi’ī di dalam ayat
tersebut adalah orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Ṣābi’ī yang telah masuk
Islam. Rahman selanjutnya menunjukkan penafsiran lain yang diajukan oleh
sebagian mufassir terhadap ayat tersebut yang mengartikan orang-orang Yahudi,
Nasrani, dan Ṣābi’ī di dalam ayat tersebut adalah orang-orang Yahudi, Nasrani,
dan Ṣābi’ī yang saleh sebelum kedatangan Nabi Muhammad. Menurut Rahman,
penafsiran kedua ini lebih salah dari pada penafsiran yang pertama.1
Bagi Rahman, kekeliruan penafsiran tersebut bertentangan dengan logika
pengakuan kebajikan universal dengan kepercayaan kepada Allah dan Hari
Kiamat sebagai persyaratannya adalah agar kaum Muslim diakui sebagai salah
satu di antara kaum-kaum lainnya. Kesalahan penafsiran ini juga berdampak
pada sikap menafikan manfaat positif dari keanekaragaman agama-agama dan
kaum-kaum ini yaitu agar saling berlomba di dalam kebajikan sebagaimana
tersurat di dalam QS. Al-Maidah [5]: 48.2
Bab ini memusatkan perhatiannya pada beberapa literatur yang beredar di
Indonesia yang secara khusus memuat tentang pandangan normatif Islam
1
Fazlur Rahman, Tema Pokok Al-Qur’a (Bandung: Penerbit Pustaka, 1983), Terj. Anas Mahyuddin, 239.
2Rahman, Tema Pokok Al-Qur’a
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 29
terhadap Yahudi, baik yang berupa karya asli maupun terjemahan.
Literatur-literatur terse ut adalah Bagai a a Isla Me ilai Yahudi da Nasra i ,
Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a , I pia Yahudi da Keha curannya Menurut
Al-Qur’a , da Me gu gkap I trik & “trategi Yahudi Me guasai Du ia Tafsir
“urat Ba i Israil . Buku-buku ini dipilih karena masing-masing buku dianggap
mewakili genre tafsir yang ada dalam khazanah karya-karya tafsir sebagaimana
akan saya sebutkan pada pembahasan nanti.
BANI ISRAEL=YAHUDI
Pandangan normatif pertama yang dapat dijumpai dalam buku-buku yang saya
sebutkan di Pendahuluan adalah pandangan bahwa Bani Israel itu sama dengan
Yahudi, dan orang Yahudi itu buruk dan jahat. Hal ini dibuktikan dengan fakta
bahwa seluruh ayat yang secara tersurat menyebutkan kata Ba ī Isrā’īl atau
Ba ū Isrā’īl ditafsirka oleh pe ulis de ga ak a Yahudi . Buku karya
Muha ad Thali ya g erjudul Me gu gkap I trik & “trategi Yahudi
Me guasai Du ia Tafsir “urat Ba i Israil ya g dapat dikategorika sebagai
tafsir bergenre taḥlīlī menafsirkan seluruh ayat di dalam QS. Al-Isrā’ ya g
berbicara tentang Ba ī Isrā’īl dengan ungkapan Yahudi. Saat menafsirkan ayat
2-4 misalnya, setelah menjelaskan tentang kejahatan Bani Israil membunuh para
Nabi, Thalib menyimpulkan bahwa watak kaum Yahudi -setelah sebelumnya
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 30
memerangi sahabat Nabi. Oleh karenanya, kejahatan sudah menjadi watak dan
karakter kaum Yahudi, tegas Thalib. Sehingga sampai saat ini pun kaum Yahudi
selalu berada di belakang kejahatan dunia. Bila terjadi suatu kejahatan yang
mengerikan di belakangnya pasti ada Yahudi, demikian tulis Thalib.3
Tidak diketahui secara pasti, referensi apa yang digunakan oleh Thalib saat
menafsirkan ayat-ayat tersebut. Thalib tidak menyebutkan sumber referensi
yang ia jadikan rujukan dalam penafsirannya. Namun jika melihat pada karya
Thali lai ya ya g erjudul Karakter Yahudi dala Al-Qur’a ia
menyebutkan di dalam pengantarnya bahwa ia menyadur dari tafsir al-Marāghī
sebuah karya tafsir modern,4 dapat diduga ia merujuk pada sumber yang sama.
Bukti lain yang dapat menunjukkan bahwa tafsir Al-Marāghī adalah refere si
utama dalam penafsiran ayat 2-4 tersebut adalah adanya kesamaan penafsiran
Thalib dengan Al-Marāghī. Ha ya saja al-Marāghī sa a sekali tidak e ye utka
Yahudi di dalam penafsirannya, berbeda dengan Thalib yang menggunakan
pilihan kata Yahudi untuk menyebut Bani Israil pada tafsir al-Marāghī.5
Pe afsira sela jut ya Thali le ih jauh elakuka ekspa si pe afsira
saat memberikan komentar terhadap ayat 7 QS. Al-Isrā’ de ga e ye utka
3
Muhammad Thalib, Mengungkap Intrik & Strategi Yahudi Menguasai Dunia (Tafsir Surat Bani Israil) Yogyakarta: Ma’ali ul Usrah Media, , -14.
4
Lihat M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a (Solo: Pustaka Mantiq, 1992).
5
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 31
bahwa hanya orang kafir lah yang dapat bersahabat dengan kaum Yahudi.
Padahal ayat tersebut sama sekali tidak berbicara tentang persahabatan antar
kaum. Thalib bahkan melakukan simplifikasi dengan mengidentikkan
negara-negara Barat sebagai Yahudi. Secara lebih spesifik Thalib mengisyaratkan Chicago
University dan Leiden University sebagai universitas Yahudi. Kedua universitas ini
ditudi g se agai Yahudi oleh Thali de ga perta yaa ya, Apakah u gki
Ahli Kitab memberi kuliah tentang Islam? padahal terhadap agama mereka
se diri ereka ela ggar ya. 6
Tudingan atau lebih tepatnya tuduhan ini sama
sekali tidak berdasar karena tidak disertai dengan fakta-fakta dan bukti yang
mendukung.
Saat menafsirkan kalimat ʻasā rabbuku a -yarḥamakum pada awal ayat
8, Thalib memberikan komentar sinisnya dengan kalimatnya, betapa kecilnya
kemungkinan orang Yahudi akan menjadi baik. Sedangkan Allah yang menguasai
segala-gala ya saja sudah e gataka , Mudah-mudahan Tuhanmu bisa
e yaya gi ka u . Jadi ora g Yahudi itu ke il sekali ke u gki a ya e jadi
baik, Yahudi pasti jahat selamanya. Thalib lupa bahwa terhadap Nabi
Muhammad pun Allah pernah menggunakan frasa yang hampir mirip saat Allah
memerintahkan Nabi Muhammad untuk tahajjud yaitu dengan kalimat ʻasā
rabbuka an-yabʻathaka a ā a aḥ ūdā. Apakah ini dapat ditafsirkan juga
bahwa kecil sekali kemungkinannya Nabi Muhammad mendapatkan tempat yang
terpuji?
6
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 32
Buku ini sesungguhnya adalah tafsir QS. Al-Isrā ya g sa a sekali tidak
melulu bicara tentang Bani Israil. Muḥa ad ʻAlī al-Ṣā ū ī, seora g ula a
kontemporer yang reputasinya diakui di Dunia dan belum lama ini di penghujung
tahun 2013 berkunjung ke Indonesia, menyebutkan bahwa surat ini utamanya
berurusan dengan hal-hal seputar akidah sebagaimana surat-surat Makkīyah
lainnya, meski ayat-ayat yang lebih ditonjolkan adalah ayat yang berbicara
tentang pribadi Rasulullah yang berkenaan dengan mukjizat dengan argumentasi
yang kuat yang menunjukkan kebenaran risalah Nabi Muhammad.7
Surat Al-Isrā e urut al-Ṣā ū ī selai e a g e a pilka peristiwa
besar yang dialami oleh Nabi Muhammad yaitu mukjizat berupa peristiwa Isrā
(perjalanan satu malam Nabi Muhammad dari al-Masjid al-Ḥarā di Mekkah
menuju al-Masjid al-Aqṣā di Palestina), juga berbicara tentang Bani Israil yang
diceritakan pernah dua kali membuat kerusakan di muka bumi. Namun demikian,
surat ini juga memuat beberapa ayat kauniyah yang menunjukkan keagungan
dan keesaan Allah.
Surat ini juga mengandung sejumlah ayat yang menyebutkan tentang etika
hubungan sosial dan akhlak yang mulia, hari kebangkitan, hari pembalasan yang
banyak diperdebatkan pada saat Al-Qur’a dituru ka , te ta g Al-Qur’a
sebagai mukjizat abadi Nabi Muhammad, dan memuat karakter kaum Musyrik
Mekkah yang meminta mukjizat selain Al-Qur’a de ga per i taa ereka
7
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 33
agar Nabi Muhammad memuculkan sungai dan mengubah kota Mekkah menjadi
taman-taman dan kebun yang hijau.8
YAHUDI=JAHAT
Yahudi sebagai sumber kejahatan juga ditegaskan di dalam buku kedua yang
menjadi objek penelitian ini yaitu buku berjudul 76 Karakter Yahudi dalam
Al-Qur’a . Buku ini dapat dikategorikan sebagai karya tafsir mawḍūʻī atau tematik,
karena penulisnya secara eksplisit menyatakan bahwa buku ini dipusatkan pada
76 ayat Al-Qur’a ya g ertalia da er i ara te ta g kau Yahudi,9 hanya saja
disusu urut ayat se agai a a dala ushaf ʻUth ā ī, yaitu di ulai dari Q“.
Al-Baqarah [2]: 41 sampai dengan QS. Al-Maidah [5]: 82.
Menurut penulis buku ini, gelombang penghancuran dunia yang berjalan
secara sistematis, terarah, dan terprogram secara berencana dengan dana tak
terbatas adalah Yahudi. Yahudi juga adalah sumber bencana dan arah munculnya
kekuatan raksasa perusak dunia, kekuatan jahat yang selalu memproduksi
kejahatan di muka bumi ini. Buku ini juga diakui penerbitnya akan menjabarkan
segala sepak terjang umat Yahudi dengan gerakan Zionismenya.10
8
Muḥa ad ʻAlī al-Ṣā ū ī, Ṣafwat al-Tafāsīr, 150-151.
9M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a
, 14.
10M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 34
Yahudi dalam buku ini tidak ada baiknya. 76 ayat yang dijadikan sebagai
ayat-ayat yang ditafsirkan semuanya digiring untuk menjelaskan karakter dan
watak Yahudi yang buruk dan jahat. Karakter pertama dalam buku ini adalah
bangsa Yahudi merupakan bangsa yang pertama kali kafir kepada Nabi
Muhammad. Karakter ini disarikan dari tafsir QS. Al-Baqarah [2]: 41. Kesimpulan
bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang pertama kali kafir kepada Nabi
Muhammad ini bertentangan dengan fakta sejarah, mengingat bahwa Yahudi
yang mengingkari Nabi Muhammad adalah Yahudi yang berada di Madinah yaitu
Ba ū Qurayẓah, Ba ū al-Naḍīr, da Khay ar se agai a a dijelaska oleh al
-Marāghī di dala tafsir ya.11
Karakter buruk lain yang ditampilkan dalam buku kedua ini adalah Yahudi
sebagai bangsa yang paling suka mengatur tipu daya di tengah masyarakat.
Berpijak pada penafsiran atas QS. Al-Baqarah [2]: 76, penulis buku menyebutkan
bahwa ayat ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang saat bertemu dengan
sahabat-sahabat Nabi mereka mengemukakan pernyataan bahwa di dalam kitab
suci mereka telah dijelaskan akan kedatangan Muhammad seorang Rasul
pembawa kabar gembira. Tetapi saat mereka bertemu dengan sesame mereka
yang Yahudi, maka para pendetanya menegur teman-teman mereka yang telah
berani menceritakan rahasia Taurat pada sahabat-sahabat Nabi tersebut.12
11
Lihat M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a , 15- da Aḥ ad Muṣṭafā al-Marāghī, Tafsīr al-Marāghī, 97.
12M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 35
Bangsa Yahudi juga disebutkan sebagai bangsa yang paling sedikit
orang-orang baiknya. Saat menafsirkan QS. Al-Baqarah [2]: 83, penulis buku
menyatakan bahwa kalimat illā alīla i ku yang terdapat di akhir ayat
menunjukkan sedikit sekali orang-orang Yahudi yang berbuat baik, dan mayoritas
bangsa Yahudi adalah orang-orang yang sama sekali tidak dapat dibimbing pada
kebaikan dan bangsa yang sangat tidak senang menaati tuntunan agama.13
Bahkan bangsa Yahudi dinilai sebagai bangsa yang paling keras berupaya
mengafirkan umat Islam. Menurutnya, QS. Al-Baqarah [2]: 109-110 berbicara
tentang keinginan mayoritas pendeta Yahudi yang secara licik berusaha
menjadikan kaum Muslim ragu-ragu kepada agamanya.14
Bangsa Yahudi dalam buku ini juga disebut sebagai bangsa yang membenci
ke e asa eraga a. “e uta i i erdasarka pada pe afsira kali at wa-lan
tarḍā ʻa k al-yahūd wa-la al-Naṣārā ḥattā tattabiʻa illatahu . Me urut ya,
ayat ini adalah teguran Allah kepada Nabi Muhammad dan umat Islam pada
umumnya untuk tidak perlu menaruh harapan terhadap bangsa Yahudi dan umat
Kristen untuk menjadi umat Islam. Peringatan ini untuk menunjukkan betapa
besar kesalahan mereka kalau mengharap toleransi dari kaum Yahudi dan
Nasrani terhadap umat Islam.15
13M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a
, 55.
14M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a
, 71.
15M. Thalib, 76 Karakter Yahudi dalam Al-Qur’a
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 36
Selengkapnya bangsa karakter bangsa Yahudi yang jahat menurut
penafsiran penulis terhadap sejumlah ayat yang berbicara tentang Yahudi adalah
sebagai berikut:
1. Pertama kali kafir kepada Muhammad (QS. Al-Baqarah [2]: 41)
2. Bangsa yang memutarbalikan kebenaran (QS. Al-Baqarah [2]: 42)
3. Bangsa yang diperingatkan Allah karena keingkarannya terhadap
nikmat Allah (QS. Al-Baqarah [2]: 47-48)
4. Bangsa yang pernah diuji dalam perbudakan raja-raja Mesir (QS.
Al-Baqarah [2]: 49)
5. Bangsa yang menyembah berhala ditengah bimbingan nabinya (QS.
Al-Baqarah [2]: 51)
6. Bangsa yang diperintahkan melakukan bunuh diri masal (QS.
Al-Baqarah [2]: 54)
7. Mengingkari sifat ghaib dan berpaham materialisme (QS. Al-Baqarah
[2]: 55-56)
8. Berbuat aniaya di tengah nikmat Allah (QS. Al-Baqarah [2]: 57)
9. Paling cerewet terhadap Nabinya (QS. Al-Baqarah [2]: 61)
10. Cepat melanggar janji Allah (QS. Al-Baqarah [2]: 64)
11. Bangsa yag suka mempermainkan perintah Nabinya (QS. Al-Baqarah
[2]: 67-71)
12. Bangsa yang paling keras kepala menolak kebenaran Ilahi (QS.
Al-Baqarah [2]: 74)
13. Bangsa yang tidak dapat diharapkan beriman kepada kebenaran para
nabi (QS. Al-Baqarah [2]: 75)
14. Bangsa yang paling suka mengatur tipu daya di tengah masyarakat (QS.
Al-Baqarah [2]: 76)
15. Bangsa yang suka memperjualbelikan agama/nama Allah (QS.
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 37
16. Bangsa yang beranggapan tidak disentuh neraka kecuali sebentar (QS.
Al-Baqarah [2]: 80-81)
17. Bangsa yang paling sedikit orang baiknya (QS. Al-Baqarah [2]: 83)
18. Bangsa yang paling senang bermusuhan dengan sesamanya (QS.
Al-Baqarah [2]: 84-85)
19. Bangsa yang paling sombong dan membanggakan etnisnya (QS.
Al-Baqarah [2]: 91)
20. Paling rakus terhadap kesenangan dunia dan takut mati (QS.
Al-Baqarah [2]: 96)
21. Benci terhadap malaikat Jibril dan malaikat lainnya (QS. Al-Baqarah [2]:
97-98)
22. Paling suka mengingkari perjanjian (QS. Al-Baqarah [2]: 100)
23. Paling suka mnegikuti Kufarat (QS. Al-Baqarah [2]: 102)
24. Paling dengki terhadap Nabi Muhammad dan umatNya (QS.
Al-Baqarah [2]: 105)
25. Paling kerasa berupaya mengkafirkan ummat Islam (QS. Al-Baqarah
[2]: 109-110)
26. Tidak mengakui agama Nasrani (QS. Al-Baqarah [2]: 113)
27. Menyatakan Allah Berputra (QS. Al-Baqarah [2]: 116)
28. Membenci kebebasan beragama (QS. Al-Baqarah [2]: 120)
29. Membenci Agama Ibrahim (QS. Al-Baqarah [2]: 130-133)
30. Rasialis dan Apologetik (QS. Al-Baqarah [2]: 135)
31. Tidak Malu bersikap sok tahu (QS. Al-Baqarah [2]: 139-140)
32. Menganggap dirinya paling pintar (QS. Al-Baqarah [2]: 142)
33. Hanya menuruti kemauan sendiri (QS. Al-Baqarah [2]: 145)
34. Paling mengenal ciri Nabi Muhammad tetapi mengingkarinya (QS.
Al-Baqarah [2]: 146)
35. Dikutuk Allah karena merahasiakan kebenaran (QS. Al-Baqarah [2]:
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 38
36. Paling fanatik terhadap tradisi dan leluhurnya (QS. Al-Baqarah [2]: 170)
37. Menganggap dagang dan riba sama saja (QS. Al-Baqarah [2]: 275)
38. Menjadikan agama sebagai alat kebohongan (QS. Ali Imran [3]: 23-24)
39. Terlarang kaum mukmin untuk bersetia kawan (QS. Ali Imran [3]: 28)
40. Pertama-tama merencanakan pembunuhan Nabi Isa AS (QS. Ali Imran
[3]: 52-54)
41. Paling senang membuat siasat keragu-raguan (QS. Ali Imran [3]: 72-73)
42. Suka mengingkari amanah orang (QS. Ali Imran [3]: 75)
43. Mengada-ada urusan Agama (QS. Ali Imran [3]: 78)
44. Menjadikan agama sebagai alat memperbudak bangsa lainnya (QS. Ali
Imran [3]: 79-80)
45. Ingin membuat bangsa lain sebagai tandingan Islam (QS. Ali Imran [3]:
83-85)
46. Kedzalimannya mempersulit hatinya melihat kebenaran (QS. Ali Imran
[3]: 86-87)
47. Suka menghalangi orang berjalan pada kebenaran (QS. Ali Imran [3]:
99)
48. Suka berpecah belah dan merusak paham agama (QS. Ali Imran [3]:
105)
49. Tidak suka melihat kebaikan umat Islam (QS. Ali Imran [3]: 118-120)
50. Suka mencela Allah sebagai Fakir (QS. Ali Imran [3]: 181)
51. Senang membuat ukuran kebenaran menurut seleranya sendiri (QS. Ali
Imran [3]: 183)
52. Suka mencari pujian palsu (QS. Ali Imran [3]: 188)
53. Menganggap dirinya paling bersih (QS. An-Nisa [4]: 49)
54. Memeras orang lain apabila berkuasa (QS. An-Nisa [4]: 53)
55. Selalu dengki kepada keberuntungan orang lain (QS. An-Nisa [4]: 54)
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 39
57. Berupa mempengaruhi ke arah kesesatan apabila dijadikan teman (QS.
An-Nisa [4]: 89)
58. Senang mempermainkan para nabi (QS. An-Nisa [4]: 153)
59. Mengaku membunuh Nabi Isa (QS. An-Nisa [4]: 157)
60. Diharamkan Allah memakan makanan yang baik (QS. An-Nisa [4]: 160)
61. Mengaku menjadi Anak Tuhan dan Kekasihnya (QS. Al-Maidah [5]: 18)
62. Paling Pengecut (QS. Al-Maidah [5]: 22)
63. Dibebani hukum yang berat karena mentalnya bobrok (QS. Al-Maidah
[5]: 32)
64. Paling cepat bersikap menolak kebenaran (QS. Al-Maidah [5]: 41)
65. Menyuruh berkonfrontasi dengan orang-orang yang benar (QS.
Al-Maidah [5]: 41)
66. Gemar melakukan usaha-usaha kotor (QS. Al-Maidah [5]: 42)
67. Lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah (QS. Al-Maidah [5]:
44)
68. Senang mengejek dan mempermainkan agama Islam (QS. Al-Maidah
[5]: 58)
69. Menyatakan Allah itu bakhil (QS. Al-Maidah [5]: 64)
70. Gemar membangkitkan peperangan (QS. Al-Maidah [5]: 64)
71. Suka mendustakan kebenaran yang tidak disenangi (QS. Al-Maidah [5]:
70)
72. Berani membunuh nabi-nabinya (QS. Al-Maidah [5]: 71)
73. Dilaknat oleh nabi-nabinya (QS. Al-Maidah [5]: 78)
74. Ulamanya tidak peduli terhadap kemungkaran di masyarakat (QS.
Al-Maidah [5]: 79)
75. Mau bekerjasama dengan musuh-musuh agama demi menghancurkan
Islam (QS. Al-Maidah [5]: 80)
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 40
YAHUDI HARUS HILANG DARI MUKA BUMI
Buku ketiga yang dapat digunakan untuk melihat pandangan normatif sebagian
u at Isla terhadap Yahudi adalah uku erjudul I pia Yahudi da
kehancurannya menurut Al-Qur’a . Pe ulis e yataka dala pe ga tar ya
berita gembira bagi kaum mukminin yang berumur panjang akan melihat segera
lenyapnya Yahudi. Menurutnya, orang-orang Barat, Yahudi dan kaki tangannya
sedang terlena dengan kejayaan mereka memimpin dunia. Namun hal ini keliru,
kaum muslimin akan memenangkan peperangan dimulai dengan lenyapnya
Negara Yahudi dan pemerintah-pemerintah keranjang sampah sejarah.16
Buku ini mengawali tulisannya dengan menyajikan sejarah Isra,
keistimewaan tanah Palestina, dan Masjid al-Aqṣā.17 Selanjutnya penulis mulai
menyebutkan bahwa berdasarkan QS. Al-Isrā’ [ ]: -5, bangsa Yahudi telah
melakukan dua kali kerusakan di muka bumi dan akan dihancurkan dua kali pula.
Penghancuran yang pertama terjadi dengan dikeluarkannya bangsa Yahudi dari
seluruh bumi Hijaz, sedangkan penghancuran yang kedua akan tiba saatnya
nanti. Bahkan menurut sejarah, bangsa Yahudi telah berulang kali dihancurkan
16
As’ad Bayudh Atta i i, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a (Jakarta: Gema Insani Press, 1992), Cet. IV, 10-11.
17Attamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 41
oleh lawan-lawannya sebelum Islam datang. Mereka pernah ditawan oleh
bangsa Babilonia, dan pernah dihancurkan oleh bangsa Romawi.18
Bagaimana kehancuran bangsa Yahudi setelah Islam datang?. Menurut
As’ad, keha uran bangsa Yahudi sejak kehancuran yang pertama, dimulai sejak
pembunuhan Nabi Isa. Peristiwa ini menyulut permusuhan dengan kaum
Nasra i. As’ad ke udia e aparka seju lah fakta sejarah e ge ai hal i i
misalnya tentang Jerman menindas kaum Yahudi sejak tahun 1401 dengan
mengusir seluruh kaum Yahudi dari daerah Rhin dan Bavaria sampai dengan
masa pemerintahan Adolf Hitler (1933-1945) yang melancarkan politik anti
Semitisme atau anti Yahudi, saat kaum Yahudi menjadi sasaran penangkapan,
penyiksaan, dan pembunuhan.19Tidak ha ya Jer a , tulis As’ad, egara-negara
lain di Eropa pun melakukan penindasan yang sama terhadap Yahudi. Inggris,
Prancis, Austria, Hongaria, dan Eropa Timur.20Arti ya e urut As’ad fakta-fakta
sejarah tersebut menegaskan perseteruan dan permusuhan abadi Yahudi dengan
Nasrani sebagaimana tertera di dalam QS. As-Shaf: 13. 21
Me urut As’ad, keha ura a gsa Yahudi aka terjadi se ara total
sebagaimana yang digambarkan di dalam Al-Qur’a Q“. Al-A ’a : -45 dan 65,
QS. As-Sajdah: 21, Al-Isra: 16 tentang Azab Tuhan terhadap bangsa Yahudi.22
18Attamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a
, 22-36.
19Attamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a
, 49-55.
20Attamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a
, 56-67.
21Attamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a
, 68.
22Attamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 42
Kehancuran bangsa Yahudi secara total ini diawali dengan perlawanan bangsa
Palestina, kebangkitan Islam menyeluruh, dan Islam kembali menjadi jaya.23
Kejayaan atau kemenangan ini disebabkan oleh lima faktor utama;
pertama, umat Islam memiliki akidah yang mendalam. Kedua, mati syahid
menjadi cita-cita dan dambaan umat Islam. Ketiga, umat Islam mampu
menggeser dollar dalam kedudukannya sebagai mata uang utama dunia.
Keempat, umat Islam memiliki bilangan statistik yang tinggi, dan kelima umat
Islam memiliki bumi yang luas sehingga harus bersatu untuk mengalahkan
Yahudi.
Yahudi dalam pandangan normatif beberapa sarjana Muslim kontemporer
adalah representasi dari Bani Israil secara keseluruhan. Oleh karenanya Yahudi
dinilai sebagai bangsa yang jahat dan harus lenyap dari muka bumi. Hal ini
disebabkan oleh penafsiran mereka terhadap sejumlah ayat yang membicarakan
tentang Bani Israil. Hanya saja, kesimpulan para penafsir ini dengan melakukan
simplifikasi Bani Israil adalah Yahudi tidak dijelaskan dengan baik.
23Attamimi, Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’a
BAB IV
MITOS KONSPIRASI:
YAHUDI DAN ZIONISME
Agama Yahudi, atau Yudaisme, merupakan agama dengan akar sejarah yang
panjang. Dalam sejarahnya, orang-orang Yahudi berasal dari keturunan para Nabi
besar, yang disebut Patriarch, yaitu Ibrahi , Ishak da Ya kub, ya g diperkiraka
hidup pada abad ke-18 SM. Bahkan, ada yang menyebut sejarah mereka bisa
ditelusuri hingga peradaban bangsa Israel kuno jauh sebelum itu. Tidak heran,
jika beberapa sejarawan menyebut Yudaisme sebagai agama kuno.
Kini, dalam berbagai literatur, agama Yahudi seringkali dikaitkan dengan
nama lain: zionisme. Di Indonesia, misalnya, cukup sering kita dengar istilah
Zionisme Yahudi, atau Yahudi-Zionis, sebuah ungkapan yang mengaitkan
kedua istilah itu secara kontekstual. Atau, kedua kata itu cukup sering digunakan
secara bersamaan, seolah-olah keduanya merupakan dua hal yang berbeda
namun berada dalam satu kesatuan konseptual yang sejajar dan sepadan.
DARI ZIONISME KE TEORI KONSPIRASI | 44
sama, yang saling terikat, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Pertanyaannya adalah: apakah benar anggapan yang demikian itu? Bagaimana
kalangan non-Yahudi mengembangkan sebuah konsep mengenai Yahudi dan
mengaitkannya pemahamannya tersebut dengan Zionisme?
Pertanyaan riset seperti ini bukanlah hal yang baru. Akan tetapi, mengingat
banyaknya permasalahan yang muncul karena hal ini maka diperlukan sebuah
studi yang fokus dan mendalam mengenai topik tersebut. Baru-baru ini, Judith
Butler, kritikus agama dan ahli teori sosial modern terkemuka, kembali bertanya:
is Judaism Zionism?1 Tentu saja pertanyaan ini mengasumsikan bahwa bukan
hanya di Indonesia atau di dunia Islam masalah ini muncul. Bahkan, di Amerika
(dan Barat) pada umumnya, hal ini masih terus diperbincangkan dan dibahas dari
berbagai perspektif.
Sementara Yahudi sebagai agama lahir dan berkembang di kawasan Timur
Tengah ribuan tahun yang lalu, zionisme lahir dalam sebuah konteks sejarah
Eropa pada abad ke-19 M. Zionisme, sebagai sebuah gerakan politik, sangat
terkait dengan ide-ide dan cita-cita bangsa Yahudi, dan respon mereka terhadap
perubahan sosial politik di Eropa kala itu yang mereka anggap semakin lama
semakin ant