• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Hasil Pengujian Fasilitas Rak untuk Memperbaiki Risiko Postur Kerja di Perusahan Printing Som.A Tex

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Analisis Hasil Pengujian Fasilitas Rak untuk Memperbaiki Risiko Postur Kerja di Perusahan Printing Som.A Tex"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Hasil Pengujian Fasilitas Rak untuk Memperbaiki Risiko Postur Kerja di Perusahan

Printing Som.A Tex

Abstrak—Telah dilakukan penelitian analisis level risiko postur kerja pada departemen sewing & finishing Printing Som.A Tex menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis level risiko postur kerja menunjukkan tiga elemen kerja memiliki nilai REBA tinggi yaitu pada proses operasi seri baju batik dengan nilai REBA 11, 8, dan 10.

Berdasarkan nilai REBA tersebut maka pada proses operasi seri baju batik harus dilakukan perbaikan segera untuk mengurangi keluhan risiko postur kerja. Telah dilakukan perancangan, pemilihan, dan pembuatan desain fasilitas yaitu rak baju batik untuk memperbaiki postur kerja pada proses operasi seri baju batik. Penelitian ini bertujuan untuk analisis hasil perbaikan level risiko postur kerja apabila pekerja menggunakan fasilitas rak pada aktivitas proses operasi seri baju batik. Metode yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) dengan langkah-langkah sebagai berikut: mengambil data postur kerja menggunakan foto atau video, menentukan sudut dari bagian tubuh pekerja, menentukan massa beban yang diangkat, coupling-handling, dan frekuensi aktivitas operator, menghitung nilai REBA pada postur kerja operator yang bersangkutan, serta melakukan analisis perbandingan risiko postur kerja sebelum dan sesudah perbaikan. Hasil uji coba fasilitas rak menunjukkan nilai REBA turun menjadi 1, 3, dan 3 dengan level risiko rendah atau dapat diabaikan.

Kata Kunci—Postur kerja, rapid entire body assessment, uji coba desain fasilitas

hand-tag baju batik, memasukkan baju batik ke plastik, seri baju batik, dan memasukkan pesanan baju batik ke dalam karung.

Analisis level risiko postur kerja dilakukan karena operator masih menggunakan manual material handling (MMH) untuk menyelesaikan pekerjaannya. Manual material handling (MMH) adalah kegiatan memindahkan beban menggunakan tangan (manual) [2, 3]. Peran manusia sebagai sumber tenaga kerja masih banyak digunakan untuk melakukan aktivitas manual material handling [4]. Manual material handling dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti cedera bagian punggung pekerja karena beban yang dipindahkan terlalu besar dan tidak didukung dengan alat kerja yang ergonomis [5, 6].

Bahkan tercatat bahwa seperempat dari total kecelakaan kerja disebabkan oleh aktivitas manual material handling [8].

Pada saat bekerja sebaiknya memperhatikan sikap kerja ergonomi [13]. Kondisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti over exertion-lifting and carrying yaitu kerusakan pada jaringan tubuh akibat beban angkat yang berlebihan [7]. Cedera dan kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan dari beban berlebih pada punggung dan pinggang disebut musculoskeletal disorder (MSDs) [9, 10].

Pekerja yang mengalami musculoskeletal disorder dapat mempengaruhi kelelahan dan produktivitas [14]. Jika terdapat pekerjaan yang membuat pekerja merasakan kelelahan dan mengganggu produktivitasnya, perusahaan harus melakukan perbaikan pada sistem produksi yang digunakan [15].

Analisis level risiko postur kerja pada penelitian sebelumnya menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengetahui postur kerja bermasalah yang tidak ergonomis dan menimbulkan keluhan pekerja.

REBA digunakan untuk analisis level risiko postur kerja karena dapat digunakan untuk menilai posisi kerja, punggung, pergelangan tangan, dan kaki seorang pekerja dengan cepat.

Pada penilaian REBA dipengaruhi oleh faktor coupling, beban eksternal yang dilakukan oleh pekerja, dan intensitas aktivitas yang dilakukan oleh pekerja [11].

1st Fadhilah Al Karimah

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

Surakarta, Indonesia [email protected]

3rd Rahmaniyah Dwi Astuti

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

Surakarta, Indonesia [email protected]

4th Irwan Iftadi

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

Surakarta, Indonesia [email protected] 2nd Veny Mandasari

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

Surakarta, Indonesia [email protected]

I. PENDAHULUAN

Printing Som.A Tex adalah salah satu perusahaan yang memproduksi baju batik berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Terdapat 100 orang pekerja pada perusahaan Printing Som.A Tex. Telah dilakukan penelitian analisis level risiko postur kerja pada departemen sewing & finishing Printing Som.A Tex [1]. Departemen sewing & finishing memiliki 13 proses operasi. Proses operasi yang dilakukan yaitu menggelar baju batik, membuat pola baju batik, memotong kain batik yang telah dipola, pecah sanggar, pengecekan baju batik, obras baju batik, membuat lubang kancing, brathil baju batik, melipat baju batik, memasang

(2)

Analisis level risiko postur kerja menunjukkan tiga elemen kerja yang memiliki nilai REBA tinggi yaitu pada proses operasi seri baju batik [1]. Elemen kerja yaitu mencari baju batik dengan nilai REBA 11 level risiko sangat tinggi, mengambil baju batik dengan nilai REBA 8 level risiko tinggi, dan melihat spesifikasi dan menumpuk baju batik dengan nilai REBA 10 level risiko sangat tinggi. Berdasarkan nilai REBA tersebut maka pada proses operasi seri baju batik harus dilakukan perbaikan segera untuk menunjang pekerjaan yang dilakukan pekerja [11]. Telah dilakukan perancangan, pemilihan, dan pembuatan desain fasilitas yaitu rak baju batik untuk memperbaiki postur kerja yang memiliki risiko tinggi pada proses operasi seri baju batik [12]. Penelitian ini bertujuan untuk analisis hasil perbaikan level risiko postur kerja apabila pekerja menggunakan fasilitas rak pada aktivitas proses operasi seri baju batik.

1. Mengambil data postur kerja menggunakan foto atau video 2. Menentukan sudut dari bagian tubuh pekerja dengan

aplikasi tarik sudut

3. Menentukan massa beban yang diangkat, coupling- handling, dan frekuensi aktivitas operator

4. Menghitung nilai REBA pada postur kerja operator yang bersangkutan

Skor

REBA Level Risiko Level

1 Dapat diabaikan 0 Tidak diperlukan perbaikan

2-3 Kecil 1 Mungkin diperlukan

8-10 Tinggi 3 Segera dilakukan perbaikan

11+ Sangat tinggi 4 Dilakukan perbaikan sekarang juga

Mulai

Mencari baju batik

Mengambil baju batik

Melihat spesifikasi dan menumpuk baju batik Mengambil tumpukan

1 seri baju batik Mengikat tumpukan 1

seri baju batik

Selesai

Meletakkan 1 seri baju batik yang telah diikat

Berikut adalah gambar postur kerja operator seri baju batik untuk setiap elemen kerja proses operasi seri baju batik yang telah ditarik sudut:

TABEL I. LEVEL RISIKO DAN TINDAKAN Tindakan Tindakan

Nilai level risiko postur kerja setelah pemberian fasilitas rak dapat diketahui berdasarkan nilai akhir REBA. Berikut rincian level dan tindakan terhadap suatu pekerjaan berdasarkan REBA:

perbaikan

4-7 Sedang 2 Perlu dilakukan perbaikan

Gambar 1. Flowchart urutan elemen kerja aktivitas seri baju batik

Gambar 2. Rangkaian Kegiatan Proses Operasi Seri Baju Batik III. HASIL DANPEMBAHASAN

Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan analisis level risiko postur kerja di perusahaan Printing Som.A Tex menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA).

Analisis level risiko postur kerja dilakukan pada 13 proses operasi yang terdiri dari 78 elemen kerja. Terdapat elemen kerja dengan level risiko tertinggi yaitu pada proses operasi seri batik [1]. Berikut adalah flowchart urutan elemen kerja aktivitas seri baju batik:

II. METODEPENELITIAN

Pada penelitian sebelumnya [1] metode yang digunakan untuk analisis penilaian level risiko postur kerja adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA). Dihasilkan tiga elemen kerja yang memiliki level risiko tinggi sehingga harus diadakan perbaikan secepatnya. Perbaikan yang dilakukan adalah perancangan desain fasilitas yang dikembangkan dengan metode perancangan dan pengembangan produk oleh Ulrich dan Eppinger [12]. Dihasilkan tiga alternatif desain fasilitas rak serta telah terpilih desain fasilitas rak yang akan dilakukan uji coba sebagai perbaikan yang diberikan terhadap masalah postur kerja. Uji coba penggunaan fasilitas rak menggunakan analisis level risiko postur kerja dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) sehingga dapat membandingkan kondisi postur kerja operator sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan dengan memberikan fasilitas rak. Berikut adalah langkah yang digunakan untuk penilaian level risiko postur kerja sesuai dengan Rapid Entire Body Assessment (REBA) [11]:

(3)

Rangkaian kegiatan proses operasi seri baju batik dimulai dari kiri ke kanan atas kemudian dilanjut dari kiri ke kanan bawah dengan keterangan sebagai berikut :

Berikut adalah rincian skor REBA setiap elemen kerja proses operasi seri baju batik:

No. Elemen Kerja Grup

A

Grup

B Aktivitas Hasil

1 Mencari baju batik 7 6 2 11

2 Mengambil baju batik 5 5 2 8

3 Melihat spesifikasi dan

menumpuk baju batik 6 6 2 10

4 Mengambil tumpukan 1

seri baju batik 4 4 1 5

5 Mengikat tumpukan 1

seri baju batik 3 5 1 5

6 Meletakkan 1 seri baju

batik yang telah diikat 4 3 1 5

Terdapat tiga elemen kerja yang memiliki level risiko tinggi dan harus segera dilakukan perbaikan yaitu mencari baju batik, mengambil baju batik, melihat spesifikasi dan menumpuk baju batik. Ketiga elemen kerja tersebut termasuk dalam kategori berbahaya karena keterbatasan fasilitas yang mendukung aktivitas. Operator diharuskan untuk membungkuk saat mencari dan menyusun baju batik untuk selanjutnya diikat menggunakan tali rafia. Sehingga operator mengalami keluhan seperti sakit punggung, leher, dan kaki yang berdampak berkurangnya produktivitas operator. Hal tersebut mendorong untuk dilakukannya pembuatan fasilitas untuk mengurangi keluhan dan risiko postur kerja operator.

Berdasarkan permasalahan pada postur kerja operator karena tidak adanya fasilitas yang mendukung pekerjaan operator maka perbaikan yang dilakukan adalah pembuatan fasilitas rak untuk mengurangi risiko cidera yang dirasakan oleh operator serta dapat meningkatkan produktivitas operator.

Selain itu, dibutuhkan fasilitas yang dapat memuat baju batik sehingga dipilih fasilitas rak. Pada penelitian pembuatan rancangan desain fasilitas [12] telah dihasilkan desain fasilitas yaitu rak baju batik. Rak baju batik yang dihasilkan adalah rak baju batik dengan sistem pengoperasian manual. Fitur pembagian sel 5 baris dengan tujuan pada proses sebelumnya yaitu packing baju batik operator telah menyusun sesuai corak sehingga operator seri batik dapat langsung mengambil baju batik yang sudah disusun setiap seri lalu diikat dengan tali rafia. Baju batik diletakkan pada tiap sel yang berbeda dengan keterangan warna setiap sel untuk menunjukkan ukuran.

Pembagian ukuran baju batik dibedakan menurut warna yaitu untuk ukuran S dengan warna merah, M dengan warna oranye,

L dengan warna kuning, XL dengan warna hijau, dan jumbo dengan warna biru. Material yang digunakan untuk rak adalah tripleks untuk penampang tempat baju dan pelat profil L untuk rangka rak. Dilengkapi dengan fitur roda sehingga rak dapat dipindahkan dan lebih fleksibel. Berikut adalah fasilitas rak baju batik untuk memperbaiki permasalahan pada proses operasi seri baju batik:

Dimensi Operator 1 Operator 1 Operator 1

1 182 193 189

2 Tinggi siku berdiri 86 93 91

Berdasarkan data antropometri operator, ditetapkan ukuran dan spesifikasi desain fasilitas rak baju batik berikut:

1. Tinggi rak

Dari roda hingga penampang tertinggi rak menyesuaikan dengan ukuran antropometri tinggi pegangan tangan (grip) pada posisi tangan vertikal ke atas operator. Persentil yang digunakan adalah persentil lima (P5) yaitu 1813 mm.

2. Panjang Rak

Panjang setiap sel mengikuti panjang baju batik yang dimasukkan yaitu 250 mm. Pada penelitian ini terdiri dari 5 sel sehingga untuk panjang rak adalah 1250 mm dan ditambah allowance material penyusun 100 mm.

TABEL II. ANALISIS SKOR REBA PROSES OPERASI SERI BAJU BATIK

1. Mencari baju batik 2. Mengambil baju batik

3. Melihat spesifikasi dan menumpuk baju batik 4. Mengambil tumpukan 1 seri baju batik 5. Mengikat tumpukan 1 seri baju batik

6. Meletakkan 1 seri baju batik yang telah diikat

Gambar 3. Desain fasilitas rak baju batik

No.

Tinggi pegangan tangan (grip) pada posisi tangan vertikal ke atas

OPERATOR

Fasilitas rak baju batik yang dirancang telah disesuaikan menggunakan pendekatan antropometri operator seri baju batik Printing Som.A Tex. Pendekatan antropometri operator digunakan untuk menunjang kenyamanan operator. Dimensi yang digunakan yaitu tinggi pegangan tangan (grip) pada posisi tangan vertikal ke atas dan tinggi siku berdiri. Berikut tabel rekapitulasi dimensi tubuh operator seri baju batik yang digunakan dalam sentimeter:

TABEL III. REKAPITULASI HASIL PENGUKURAN DIMENSI TUBUH

(4)

3. Lebar Rak

Lebar mengikuti dengan lebar baju batik yang dimasukkan yaitu 330 mm. Lalu diberikan allowance material penyusun 30 mm.

4. Tinggi dari roda hingga penampang terendah

Tinggi rak dihitung dari roda hingga penampang terendah rak menyesuaikan dengan ukuran antropometri tinggi siku berdiri operator. Persentil yang digunakan adalah persentil lima puluh (P50) yaitu 900 mm.

5. Tinggi laci

Laci pada rak berfungsi sebagai tempat penyimpanan sisa baju batik yang tidak dapat diseri. Sehingga dapat dijual kembali. Tinggi untuk laci yaitu mengikuti tebal 10 baju batik yaitu 200 mm.

No. Spesifikasi No. Spesifikasi

1 Tripleks dengan 5 warna berbeda 6 Landasan dan atap 2 Rangka rak baju batik 7 Pintu laci

3 Sekat laci 8 Roda

4 Tutup samping 9 Baut dan mur rangka

5 Sekat sel atas 10 Baut dan mur roda

Setelah dilakukan pembuatan prototipe fasilitas dilakukan pengujian prototipe dengan analisis postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Berikut adalah gambar operator yang telah diperbaiki dengan pemberian fasilitas rak baju batik:

1. Mengambil 1 seri baju batik 2. Melakukan pengecekan

3. Meletakkan 1 seri baju batik ke troli 4. Mengikat 1 seri baju batik

5. Menata 1 seri baju batik

Berikut adalah hasil analisis penilaian postur kerja menggunakan metode REBA untuk setiap elemen kerja seri batik setelah dilakukan pembuatan fasilitas rak:

Aktivitas Hasil 1 Mengambil 1 seri baju

batik 1 3 0 1

2 Melakukan pengecekan 3 3 0 3

3 Meletakkan 1 seri baju

batik ke troli 4 1 0 3

4 Mengikat 1 seri baju

batik 4 2 0 4

5 Menata 1 seri baju batik 3 4 0 3

Sebelum menggunakan fasilitas terdapat nilai REBA dengan risiko postur kerja tinggi yaitu 11, 8, dan 10 sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk mengurangi keluhan postur kerja yang dialami operator. Setelah melakukan perbaikan yaitu dengan membuat fasilitas yang dapat mendukung pekerjaan operator, nilai REBA menjadi 1, 3, dan 3 dengan risiko postur

Gambar 4. Ukuran dan spesifikasi desain fasilitas rak baju batik (dalam milimeter)

TABEL IV. SPESIFIKASI RAK BAJU BATIK

Fasilitas

Gambar 5. Rangkaian Kegiatan Proses Operasi Seri Baju Batik Menggunakan

Rangkaian kegiatan proses operasi seri baju batik menggunakan fasilitas dimulai dari kiri ke kanan atas kemudian dilanjut dari kiri ke kanan bawah dengan keterangan sebagai berikut :

Grup

No. Elemen Kerja A

Grup B

TABEL V. HASIL ANALISIS SKOR REBAPROSES OPERASI SERI BAJU BATIK MENGGUNAKAN FASILITAS

(5)

kerja rendah atau dapat diabaikan. Hal ini karena fasilitas rak membantu operator untuk tidak membungkuk ketika mengambil baju batik sehingga nilai risiko terbesar dikarenakan sudut punggung menjadi berkurang. Sebelum menggunakan fasilitas rak, urutan elemen kerja yang harus diselesaikan oleh operator berjumlah enam elemen kerja.

Namun setelah dilakukan perbaikan elemen kerja yang dilakukan operator berkurang menjadi 5 elemen kerja karena operator tidak perlu mencari baju batik yang akan diseri.

Berikut adalah perbandingan nilai REBA postur kerja operator sebelum dan sesudah perbaikan dengan pemberian fasilitas rak:

Nilai

REBA Elemen Kerja Nilai

Mengambil 1 seri baju

batik 1

Mengambil baju batik 8 Melakukan pengecekan 3 Melihat spesifikasi dan

menumpuk baju batik batik ke troli 3

Mengambil tumpukan 1

seri baju batik 5 Mengikat 1 seri baju

batik 4

Mengikat tumpukan 1 seri

baju batik 5 Menata 1 seri baju batik 3

Meletakkan 1 seri baju

batik yang telah diikat 5

Berikut saran yang diberikan kepada perusahaan dan untuk pengembangan penelitian selanjutnya:

1. Bagi perusahaan sebaiknya mempertimbangkan model baju batik lebih dari satu dalam pembuatan fasilitas rak.

2. Bagi penelitian selanjutnya dilakukan pertimbangan penambahan jumlah rak untuk tiap ukuran.

[1] F. A. Karimah, I. Iftadi, and R. D. Astuti, “Analisis risiko postur kerja di departemen sewing & finishing Printing Som.A Tex,” Prosiding SNST ke-9, Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim, 2018, pp. 69-72.

[2] S. P. Adi, “Analisis manual material handling berdasarkan prinsip biomekanika,” Jurnal Performa, 4(2), 2005, pp.93-106.

[3] R. D. Astuti, and I. Iftadi, “Analisis dan perancangan siste kerja,”

Deepublish, 2016.

[4] F. Mahmudah, “Perancangan alat bantu aktivitas bongkar pupuk berdasarkan kajian ergonomi (studi kasus: UD Karya Tani, Pedan, Klaten),” Tugas Akhir, Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2011.

[6] M. Hidayat, “Analisis aktivitas manual material handling sebagai dasar perancangan alat bantu dalam perbaikan postur tubuh pada operator logam,” Tugas Akhir, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014.

[8] T. L. D. Bomel, “Component-based calibration pf north west europaean annex environment load factor for the ISO fixed steel offshore structures code 19902,” Health and Safety Executive, Norwichm 2003.

[9] R. D. Astuti, S. Susmartini, and A. P. Kinanthi, “Improving position of worker based on manual material handling in rice mill industry,”

Proceedings of the 3rd International Materials, Industrials, and Manufacturing Engineering Conference, AIP Conference Proceedings 1902, 2017, 020043.

[10] O. Morejon, A. Wadeson, M. White, W. Zhang, and D. Kaber,

“Ergonomics risk assessment of gas delivery operations and stretching program design,” AHFE International Conference on Social and Occupational Ergonomics, 2018.

[11] S. Hignett, and L. McAtamhney, “Rapid Entire Body Assessment (REBA),” Applied Ergonomics, 31, 2000, pp. 201-206.

[12] F. A. Karimah, I. Iftadi, and R. D. Astuti, “Design facility tool for reducing the work postur risk and increasing productivity at batik industry,” Proceedings of the 4th International Conference on Industrial, Mechanical, Electrical, and Chemical Engineering, AIP Conference Proceedings, 2019.

[13] Merulalia, “Postur tubuh yang ergonomis saat bekerja,” Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, 2010.

[14] H. Daneshmandi, A. R. Choobineh, H. Ghaem, M. Alhamd, and A.

Fakherpour, “The effect of musculoskeletal problems on fatigue and productivity of office personal: a cross-section study,” Journal of Preventive Medicine and Hygiene, 58(3), 2017, pp. E255-E258.

[15] R. Gilbert, R. Carrier, F. Laurent, and J. Schiettakette, “Improving the work area: a case study,” Ergonomics, 33(3), 1990, pp. 375-381.

Sebelum Menggunakan Fasilitas Sesudah Menggunakan Fasilitas Elemen Kerja

Meletakkan 1 seri baju 10

PERBANDINGAN NILAI REBA SEBELUM DAN SESUDAH

REBA Mencari baju batik 11

Telah dilakukan uji coba menggunakan fasilitas rak untuk memperbaiki risiko postur kerja operator yang terjadi di Departemen sewing & finishing Printing Som.A Tex. Postur kerja sebelum dilakukan perbaikan memiliki risiko postur kerja tinggi dengan nilai REBA 11, 8, dan 10 sehingga memerlukan perbaikan secepatnya. Setelah dilakukan perbaikan berupa pembuatan fasilitas rak nilai REBA berkurang menjadi 1, 3, dan 3 sehingga risiko postur kerja yang dialami operator menjadi rendah atau dapat diabaikan.

IV. SIMPULANDAN SARAN TABEL VI.

MENGGUNAKAN FASILITAS RAK

DAFTAR PUSTAKA

[5] P. Corbeil, A. Plamondon, G. Handrigan, J. Valle-Marcotte, S.

Laurendeau, and J. Ten Have, “Biomechanical analysis of manual material handling movement in healthy weight and obese workers,”

Journal of Applied Ergonomics, 74, 2019, pp. 124-133.

[7] E. Nurmianto, “Ergonomi konsep dasar dan aplikasinya,” Guna Widya Taylor &Francis, Surabaya, 2003.

Gambar

Gambar 1. Flowchart urutan elemen kerja aktivitas seri baju batik
TABEL II.    A NALISIS  S KOR  REBA P ROSES  O PERASI  S ERI  B AJU  B ATIK
Gambar 4. Ukuran dan spesifikasi desain fasilitas rak baju batik (dalam  milimeter)

Referensi

Dokumen terkait

Rapid Entire Body Assesment (REBA) adalah metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomi dapat digunakan secara cepat untuk menilai posisi kerja atau postur leher, punggung,

Analisis yang dilakukan adalah analisis postur tubuh pekerja pengangkat kotak telur dengan menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Asessment), kemudian penyebaran kuesioner

Hasil penilaian postur pekerja 1 dan 2 pada kegiatan mengambil batu bara yang dilakukan dengan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) dapat dilihat pada Tabel 4. Hasil

Data yang diperoleh diatas kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) maka di dapat hasil berupa

Dari hasil pengukuran didapatkan nilai skor Rapid Entire Body Assessment(REBA) adalah 8, maka dapat dilihat pada tabel penilaiaan REBA nilai 8 berada pada skor 8

Metode yang digunakan untuk menganalisis postur kerja yaitu Rapid Entire Body Assesment (REBA) sebanyak 9 sampel sesuai dengan jenis alat yang dipakai sedangkan untuk

Setelah diteliti dengan menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assesment), proses kerja dengan nilai REBA tertinggi yaitu 10 dengan gerakan membungkuk saat mengambil paper

II INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA ANALISIS PERBAIKAN METODE KERJA BERDASARKAN POSTUR KERJA DAN BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT REBA DAN NASA-TLX