• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran Matematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pembelajaran Matematika"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pembelajaran Matematika

Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Oleh:

Muslih, S.Pd.SD Guru SD Negeri Pungsari 1

MATEMATIKA dan Ilmu Pengetahuan

serta tekhnologi saat ini sangat pesat perkembangannya, oleh karena itu tidak ada gunanya apabila pelaku pendidik tidak merespon secara positif. Salah satu bentuk respon positif itu adalah dengan mengadakan perubahan kurikulum, yang sekarang kita kenal dengan

(2)

KURTILAS (Kurikulum Tahun 2013), dimasa pandemi covid 19 yang sampai saat ini belum reda pun tidak menghalangi kita untuk selalu belajar, belajar, dan belajar, meningkatkan mutu Sumber Daya Manusianya (SDM), peralatan yang memadahi, sikap tersebut diwujudkan dalam bentuk usaha sekolah dengan memberikan layanan yang baik bagi Peserta didiknya.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan berusaha semaksimal mungkin dan terprogram mengadakan pembenahan diri diberbagai bidang baik sarana maupun prasarana, pelayanan administrasi dan informasi serta kualitas pembelajaran secara utuh. Dalam proses pembelajaran, guru diharapkan memiliki strategi yakni menguasai teknik-teknik dan menerapkan metode serta cara menggunakan media yang benar.

Upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada faktor guru saja, tetapi faktor lain juga mempengaruhi untuk menghasilkan keluaran atau out put proses pembelajaran yang bermutu. Tetapi pada hakekatnya guru merupakan unsur kunci utama yang menentukan, sebab guru merupakan salah satu unsur utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi pendidikan.

Belajar Matematika merupakan keterampilan dari seorang guru agar anak didik mudah memahami materi yang disajikan guru. Jika guru kurang menguasai strategi mengajar, maka siswa akan sulit menerima materi pelajaran dengan sempurna. Guru dituntut untuk mengadakan inovasi, dan kreasi dalam menerapkan pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat memuaskan.

Hasil pembelajaran ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Pungsari 1 pada mata pelajaran MATEMATIKA terlihat menurun dan kurang bergairah dalam menerima materi pelajaran. Hanya ada beberapa siswa saja yang terlihat antusias. Keadaan ini menyebabkan prestasi belajar mereka secara klasikal rendah. Dari hasil refleksi awal diperoleh data bahwa banyak siswa yang merasa tidak puas dengan metode yang diterapkan, karena kurang menarik hatinya.

Mereka menginginkan perubahan, sehingga mereka merasa tertarik untuk mengikuti pelajaran dengan penerapan metode yang sesuai dengan isi hati mereka.

Guru sebagai fasilitator dituntut dapat memodifikasi dan menerapkan metode-metode baru yang lebih disukai Peserta Didik dan meningkatakan keaktifan

(3)

dan kekreatifannya. Salah satu peran guru yang penting adalah bagaimana mereka dapat mencerdaskan dan mempersiapkan masa depan peserta didik melalui kegiatan belajar yang benar dan kreatif, terbuka dan menyenangkan (joyfull learning). Tugas guru adalah mengajar terutama membantu mentransfer ilmu kepada peserta didik.

Tujuan melakukan transfer belajar adalah menerapkan hal-hal yang sudah dipelajari ada situasi baru. Menurut teori, belajar perilaku adalah belajar perubahan perilaku.

Khususnya dalam pelajaran Matematika merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah, antara lain : keterampilan, implementasi dan penerapan. Segala macam usaha atau layanan pendidikan hendaknya mengusahakan agar siswa berhasil mengembangkan diri secara optimal, selaras, dan terpadu.

Pendidikan matematika merupakan salah satu pondasi dari kemampuan pengetahuan dan teknologi. Pemahaman terhadap matematika merupakan kemampuan yang bersifat keterampilan sampai kepada pemahaman yang bersifat apresiatif akan berhasil mengembangkan kemampuan keterampilan dan teknologi tinggi. Mengingat pentingnya Matematika dalam pengembangan generasi melalui kemampuan mengadopsi maupun mengadakan inovasi keterampilan aplikasi dan teknologi di era globalisasi saat ini, maka tidak boleh dibiarkan adanya anak-anak muda yang buta Matematika. Kebutaan Matematika yan dibiarkan menjadi kebiasaan, membuat masyarakat kehilangan kemampuan berfikir secara disipliner dalam menghadapi masalah yang kongkrit, fakta dan realita serta kenyataan yang sesungguhnya.

Dibalik alasan anak-anak muda tidak boleh dibiarkan menjadi momok Matematika, variasi kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Pungsari 1 dalam mengerjakan soal Matematika terjadi kesenjangan kemampuan siswa dalam penalaran Matematika. Kesenjangan yang dapat diidentifikasi dapat disimak penjelasan berikut :

Pertama, dalam mengerjakan soal Matematika siswa cenderung enggan menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Hal ini mengisyaratkan, siswa kurang mampu menangkap ide soal yang kemudian ditampilkan dalam kalimat

(4)

dengan simbol-simbol. Akar penyebabnya adalah guru sebagai fasilitator, dalam tahap persiapan maupun tahap penyampaian materi ajar kurang melibatkan siswa dalam situasi optimal untuk belajar, cenderung pembelajaran berpusat pada guru, dan klasikal. Alternatif yang dapat dilakukan adalah :

a) Mengajak siswa terlibat penuh sejak awal pertemuan.

b) Presentasi interaktif.

c) Belajar kelompok (dimasa pandemi covid 19 atau corona belajar kelompok ini bisa dilakukan dengan membentuk grup kelompok masing-masing Peserta Didik).

Kedua, siswa cenderung kurang mampu menggunakan rumus/konsep yang diperlukan dalam pemecahan masalah. Kesenjangan ini menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep Matematika yang dipelajari kurang optimal. Penyebabnya guru dalam tahap penyampaian materi dan tahap pelatihan kurang bimbingan kerja kelompok dalam menganalisis akar permasalahan soal cerita Matematika. Solusi yang dapat dilakukan adalah :

1) Diskusi kelompok (diskusi kelompok dimasa pandemi covid 19 atau corona belajar kelompok ini bisa dilakukan dengan membentuk grup kelompok masing-masing).

2) Pelatihan aksi.

3) Mengajar balik.

Ketiga, siswa cenderung kurang mampu mengorganisasikan keterampilan untuk menyelesaikan masalah. Kendala ini merupakan kelemahan siswa dalam operasi hitung. Alternatif dan solusi yang dapat dilakukan adalah :

1) Umpan balik (feed back) dan evaluasi kerja siswa.

2) Penciptaan dan pelaksanaan aksi.

3) Aktivitas dukungan teman.

Keempat, kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan gagasan untuk pemecahan masalah sangat terbatas. Hal ini diamati pada tahap penyampaian materi, pelatihan, maupun penampilan hasil, jarang sekali siswa menyampaikan ide untuk menjawab pertanyaan bagaimana proses penyelesaian soal yang disampaikan guru, karena pembelajaran Matematika itu yang terpenting adalah prosesnya. Akar

(5)

permasalahannya adalah peneliti dan guru mitra pensinyalir karena masih dominannya ketiga kelemahan tersebut diatas. Sehingga pada kesempatan ini permasalahan yang mendesak dan segera perlu diatasi adalah kemampuan siswa dalam memahami apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan konsep/rumus apa yang digunakan serta mampu mengorganisasikan keterampilan untuk menyelesaikan masalah Matematika.

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas selama mengikuti kegiatan pembelajaran mata pelajaran Matematika di SD Negeri Pungsari 1, kecamatan Plupuh, kabupaten Sragen siswa kurang antusias dan tidak fokus terhadap keterangan guru. Dari hasil diskusi antara peneliti (penulis) dengan teman sejawat terungkap masalah yang terjadi dalam pembelajaran ini, yaitu :

a. Konsentrasi siswa secara menyeluruh kurang terfokus ketika proses pembelajaran sedang berlangsung.

b. Proses pembelajaran masih terpusat pada guru, sehingga siswa sebagai obyeknya.

c. Kurangnya memahami konsep.

d. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran Matematika.

e. Penerapan metode yang kurang maksimal.

Terungkapnya identifikasi masalah tersebut maka saya berusaha untuk mengadakan perbaikan, agar hasil belajar siswa SD Negeri Pungsari 1 dapat lebih meningkat dan lebih baik dari masa-masa lalu.

2. Analisis Masalah

Berdasarkan identitas masalah yang terjadi di kelas IV SD Negeri Pungsari 1, kecamatan Plupuh selanjutnya diketahui bahwa faktor-faktor penyebab siswa kurang menguasai materi yang diajarkan dapat dianalisis sebagai berikut : a. Metode yang digunakan guru kurang tepat.

b. Guru kurang bisa membaca situasi kelas.

c. Guru kurang mengadakan latihan d. Proses pembelajaran yang kurang tepat.

(6)

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang , identifikasi dan analisis masalah diatas maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut :

Apakah dengan metode sederhana dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika ?

4. Tujuan Perbaikan

a. Secara umum penelitian ini bertujuan agar Peserta Didik mampu menjawab pertanyaan dari guru dengan tepat dan sekaligus melalui refleksi diri guru mengetahui kesulitan dan kekurangan dalam proses pembelajaran.

b. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses

pembelajaran mata pelajaran Matematika untuk siswa kelas IV semester genap tahun 2019 / 2020 SD Negeri Pungsari 1, kecamatan Plupuh, kabupaten Sragen.

5. Manfaat Perbaikan a. Praktis

1. Bagi sekolah diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kemampuan guru.

2. Bagi subyek dapat menambah keterampilan dalam mendidik siswa.

b. Teoritis

Menambah wawasan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika.

---ooOoo---

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, kasih sayang serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

MATAKULIAH KONSEP SAINS II PRODI PGSD IKIP PGRI MADIUN", Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 2016 Publication nidaalulfahuntoro.blogspot.com

Ahli desain diminta untuk memberi masukkan berkaitan dengan relevansi atau ketepatan tujuan, kompetensi dasar dan indikator dampingan atas ketepatan perangkat dampingan

Melihat hasil yang diperoleh dengan metode AHP lebih akurat, efektif, cepat, tepat dan objektif diharapkan usulan model keputusan multikrit eria ini dapat digunakan o leh Pemerint

Bahwa mereka Terdakwa I IBRAHIM BIN UJANG, Terdakwa II SOPYAN BIN ABDUL MANAP dan Terdakwa III MUHAMMAD DANI BIN ABDUL MANAP secara bersama-sama dengan JURIT BIN ABDULLAH (

Instrumen untuk mengungkap korban dan karakteristik korban cyberbullying yang diujicobakan terlebih dahulu dilakukan uji keterbacaan kepada siswa di luar populasi

Indikator menawarkan harga yang lebih baik harga di luar Kostajasa memberikan persentase bobot sebesar 84% yang berarti beberapa petani responden menyatakan bahwa

Menetapkan : KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA TENTANG URAIAN TUGAS UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH PADA DINAS KESEHATAN KOTA