SKRIPSI
PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, SERVICE QUALITY, EASE TO USE, DAN SECURITY CONTROL TERHADAP
USER SATISFACTION SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS C2C E-COMMERCE (Studi Asosiatif Kausal
pada Pengguna Aplikasi Marketplace Shopee di Kalangan Mahasiswa FEB USU)
OLEH
PUTRA RAMDHANI 170503095
PROGRAM STUDI STRATA 1 DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2021
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
Universitas Sumatera Utara
PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK
NAMA : PUTRA RAMDHANI
NIM : 170503095
PROGRAM STUDI : S1 AKUNTANSI JUDUL SKRIPSI :
Tanggal Ketua Departemen Akuntansi
(Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak,CPA) NIP. 19580222 198203 1003
Tanggal Dekan
(Dr. Fadli, SE., M.Si)
NIP. 19810628 200604 1 005
PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, SERVICE QUALITY, EASE TO USE, DAN SECURITY CONTROL TERHADAP USER SATISFACTION SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS C2C E-COMMERCE (Studi Asosiatif Kausal pada Pengguna Aplikasi Marketplace Shopee di Kalangan Mahasiswa FEB USU )
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
Universitas Sumatera Utara
13 / 04 /
Universitas Sumatera Utara
Telah diuji pada Tanggal 05 April 2021
TIM PENGUJI SKRIPSI
Ketua Penguji : Drs. Irwan Djanahar, MAFIS., Ak.
Penguji : Dr. Abdillah Arif Nasution, SE., M.Si, Ak.
Pembanding : Dr. Narumondang Bulan Siregar, MM., Ak.
i
Universitas Sumatera Utara
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, SERVICE QUALITY, EASE TO USE, DAN SECURITY CONTROL TERHADAP USER SATISFACTION SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS C2C E-COMMERCE (Studi Asosiatif Kausal pada Pengguna Aplikasi Marketplace Shopee di Kalangan Mahasiswa FEB USU )” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, 5 April 2021 Yang Membuat Pernyataan
Putra Ramdhani NIM. 170503095
ii
Universitas Sumatera Utara
ABSTRAK
PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, SERVICE QUALITY, EASE TO USE, DAN SECURITY CONTROL TERHADAP
USER SATISFACTION SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS C2C E-COMMERCE (Studi Asosiatif Kausal
pada Pengguna Aplikasi Marketplace Shopee di Kalangan Mahasiswa FEB USU)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh System Quality, Service Quality, Information Quality, Ease to Use, dan Security Control terhadap User Satisfaction Sistem Informasi Akuntansi berbasis C2C E-Commerce di kalangan Mahasiswa FEB USU. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kesuksesan sistem informasi Delone dan McLean yang menggunakan beberapa aspek sebagai indikasi keberhasilan suatu sistem.
Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Angkatan 2017-2020 dengan jumlah sampel 379 Mahasiswa.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara pembagian kuisioner kepada responden
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan variabel System Quality, Service Quality, Information Quality, Ease to Use, dan Security Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel User Satisfaction. Kemudian, dari hasil koefisien determinasi terlihat bahwasanya keseluruhan variabel bebas memiliki pengaruh sebesar 29.9% terhadap variabel terikat dan 70.1% sisanya dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini.
Kata Kunci : System Quality, Service Quality, Information Quality, Ease to Use, Security Control, User Satisfaction
iii
Universitas Sumatera Utara
ABSTRACT
THE EFFECT OF SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, SERVICE QUALITY, EASE TO USE, AND SECURITY CONTROL ON USER
SATISFACTION OF C2C E-COMMERCE BASED ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM (Causal Associative Study of
Shopee Marketplace Application Users among FEB USU Undergraduate Students)
This study aims to determine and analyze the effect of System Quality, Service Quality, Information Quality, Ease to Use, and Security Control on User Satisfaction of the C2C E-Commerce-based Accounting Information System among FEB USU Undergraduate Students. The main theory used in this research is DeLone McLean IS Success Model which used several aspects as an indicators of great system.
The research approach is quantitative with the type of causal associative research. The population in this study were all students of the Faculty of Economics and Business, University of North Sumatra 2017-2020 with a sample size of 379 students.
Data collection was carried out by distributing questionnaires to respondents
The results of this study indicate that both partially and simultaneously the variables System Quality, Service Quality, Information Quality, Ease to Use, and Security Control have a positive and significant effect on the User Satisfaction variable. Then, from the results of coefficient determination it can be seen that the entire independent variable has an influence of 29.9% on the dependent variable and the 70.1% remaining was influenced by other variables outside this research.
Keywords: System Quality, Service Quality, Information Quality, Ease to Use, Security Control, User Satisfaction
iv
Universitas Sumatera Utara
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala pujian bagi Allah Azza wa Jalla, Rabb Semesta Alam atas rahmat dan hidayahNya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, SERVICE QUALITY, EASE TO USE, DAN SECURITY CONTROL TERHADAP USER SATISFACTION SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS C2C E-COMMERCE (Studi Asosiatif Kausal pada Pengguna Aplikasi Marketplace Shopee di Kalangan Mahasiswa FEB USU )’’ dengan baik, guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana dari program Studi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua tercinta dan seluruh saudara penulis atas seluruh doa dan dukungannya, Jaazakumullahu Khoyron. Selama proses penulisan skripsi ini penulis tidak lepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Fadli, SE., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak., CPA selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
3. Bapak Drs, Irwan Djanahar, MAFIS, Ak, selaku Dosen Pembimbing penulis yang telah membantu dan memberikan bimbingan, dukungan, dan arahan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi.
v
Universitas Sumatera Utara
4. Bapak Dr. Abdillah Arif Nasution, SE., M.Si, Ak. selaku Dosen Penguji dan Ibu Dr. Narumondang Bulan Siregar, MM., Ak. selaku Dosen Pembanding yang telah memberikan saran dan kritik yang membangun dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Terima kasih kepada teman-teman dan sahabat saya atas segala dukungan yang diberikan. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan-kebaikan kalian dengan kebaikan yang lebih baik. Jaazakumullahu Khoyron wa Baarakallahu Fiikum.
Medan, 8 Maret 2021 Penulis,
Putra Ramdhani NIM. 170503095
vi
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN ... i
ABSTRAK ... ii
ABSTRACT ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Manfaat Penelitian ... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
2.1 Landasan Teori ... 10
2.1.1 DeLone and McLean IS Success Model... 10
2.1.2 Kualitas Sistem (System Quality)... 13
2.1.3 Kualitas Informasi (Information Quality) ... 16
2.1.4 Kualitas Pelayanan (Service Quality) ... 18
2.1.5 Kemudahan Penggunaan (Ease to Use) ... 22
2.1.6 Kendali Keamanan (Security Control)... 24
2.1.7 Kepuasan Pengguna (User Satisfaction) ... 26
2.1.8 Sistem Informasi Akuntansi ... 29
2.1.9 E-Commerce ... 33
2.1.10 Shopee ... 36
2.2 Penelitian Terdahulu ... 39
2.3 Kerangka Konseptual ... 45
2.3.1 Pengaruh Kualitas Sistem terhadap Kepuasan Pengguna ... 45
2.3.2 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna ... 46
2.3.3 Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pengguna ... 46
2.3.4 Pengaruh Kemudahan Penggunaan terhadap Kepuasan Pengguna ... 47
2.3.5 Pengaruh Kendali Keamanan terhadap Kepuasan Pengguna ... 48
2.4 Hipotesis Penelitian ... 48
vii
Universitas Sumatera Utara
BAB III METODE PENELITIAN ... 49
3.1 Jenis Penelitian ... 49
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 49
3.3 Definisi Operasional ... 49
3.3.1 Kepuasan Pengguna (User Satisfaction) ... 50
3.3.2 Kualitas Sistem (System Quality)... 50
3.3.3 Kualitas Informasi (Information Quality) ... 51
3.3.4 Kualitas Pelayanan (Service Quality) ... 51
3.3.5 Kemudahan Penggunaan (Ease to Use) ... 52
3.3.6 Kendali Keamanan (Security Control)... 52
3.4 Skala Pengukuran Variabel ... 54
3.5 Populasi dan Sampel Penelitian ... 55
3.5.1 Populasi Penelitian ... 55
3.5.2 Sampel Penelitian... 55
3.6 Jenis Data ... 57
3.7 Metode Pengumpulan Data ... 57
3.8 Uji Kualitas Data ... 57
3.8.1 Uji Validitas ... 57
3.8.2 Uji Reliabilitas ... 58
3.9 Teknik Analisis Data ... 58
3.9.1 Statistik Deskriptif ... 59
3.9.2 Uji Asumsi Klasik ... 59
1. Uji Normalitas ... 59
2. Uji Multikolinearitas... 60
3. Uji Heteroskedastisitas ... 61
3.9.3 Analisis Regresi Linear Berganda ... 62
3.9.4 Koefisien Determinasi ... 62
3.9.5 Uji F (Uji Simultan) ... 63
3.9.6 Uji t (Uji Parsial) ... 63
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 65
4.1 Hasil Penelitian ... 65
4.1.1 Uji Kualitas Data... 65
4.1.1.1 Uji Validitas ... 65
4.1.1.2. Uji Reliabilitas ... 66
4.1.2 Statistik Deskriptif ... 66
4.1.3 Uji Asumsi Klasik ... 68
4.1.3.1 Uji Normalitas ... 68
4.1.3.2 Uji Multikolinearitas... 69
4.1.3.3 Uji Heteroskedastisitas ... 69
4.1.4 Analisis Regresi Linier Berganda ... 70
4.1.5 Koefisien Determinasi ... 71
4.1.6 Uji F ... 71
4.1.7 Uji t ... 72
4.2 Pembahasan ... 73
viii
Universitas Sumatera Utara
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 76
5.1 Kesimpulan ... 76
5.2 Saran ... 77
DAFTAR PUSTAKA ... 78
LAMPIRAN ... 82
ix
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
1.1 Research Gap Kepuasan Pengguna (user satisfaction) ... 5
2.1 Penelitian Terdahulu ... 42
3.1 Definisi Operasional ... 53
4.1 Hasil Uji Validitas ... 65
4.2 Hasil Uji Reliabilitas ... 66
4.3 Deskriptif Responden berdasarkan Program Studi ... 67
4.4 Deskriptif Responden berdasarkan Angkatan ... 67
4.5 Deskriptif Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 67
4.6 Deskriptif Responden berdasarkan Jumlah Transaksi... 67
4.7 Deskriptif Data ... 68
4.8 Uji Normalitas ... 68
4.9 Uji Multikolinearitas ... 69
4.10 Analisis Regresi Linier Berganda... 70
4.11 Koefisien Determinasi ... 71
4.12 Hasil Uji F (Simultan) ... 72
4.13 Hasil Uji t (Parsial) ... 72
x
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman
1.1 Infografis Persebaran E-Commerce Q2 di Indonesia ... 2
1.2 Infografis Pelaku E-Commerce di Indonesia... 2
2.1 Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone McLean 1992 ... 11
2.2 Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone McLean 2003 ... 12
2.3 Kerangka Konseptual ... 45
xi
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
1. Permohonan untuk Mengisi Kuesioner ... 82
2. Kuisioner Penelitian ... 83
3. Populasi Penelitian ... 87
4. Daftar Keluhan Pengguna Shopee ... 88
5. Bagan Alir Penjualan Tunai Marketplace ... 91
6. Output SPSS ... 94
1
Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini, perkembangan teknologi informasi dan proses digitalisasi telah menjangkau berbagai macam aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam aspek ekonomi. Meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan suatu transaksi bisnis jual-beli dalam jaringan merupakan realita yang tak terbantahkan. E-Commerce kini telah menjadi alternatif utama dalam dunia bisnis baik bagi individu maupun kelompok organisasi. Salah satu alasan fundamental di balik penggunaan e- ommerce adalah banyaknya manfaat dan keuntungan yang didapat, salah satunya yaitu memungkinkan bagi para penggunanya untuk melakukan aktivitas atau kegiatan jual beli dengan jangkauan penerapan yang begitu luas.
Kondisi tersebut semakin berkembang lagi dengan adanya dukungan dari sistem pasar yang sarat akan persaingan. Sehingga, pada akhirnya pelaku bisnis akan semakin bersaing dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi usahanya. E-Commerce merupakan suatu transaksi bisnis berbasis digital yang dimaksudkan untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan secara umum (Kotler, 2012).
Di Indonesia sendiri, pertumbuhan bisnis e-commerce mengalami peningkatan setiap harinya. Berdasarkan data yang dilansir dari GlobalWebIndex, pada tahun 2019 lalu Indonesia menjadi salah satu negara yang menduduki posisi teratas dalam hal penggunaan dan penerapan perdagangan dalam jaringan atau e- commerce. Bahkan persentase pengguna e-commerce di Indonesia mencapai
2 Universitas Sumatera Utara
angka 90% dari keseluruhan pengguna internet yang ada (Safir Makki, 2020), dimana berdasarkan laman databoks pelaku e-commerce lebih didominasi oleh usia muda. Peta persebaran dan profil usia pelaku e-commerce di Indonesia dapat dilihat pada infografis berikut ini.
Gambar 1.1
Infografis Persebaran E-Commerce Quartal 2 (Q2) di Indonesia Sumber: (iPrice Group, 2020)
Gambar 1.2
Infografis Pelaku E-Commerce di Indonesia Berdasarkan Usia Sumber: (databoks, 2019)
Berdasarkan infografis persebaran e-commerce di atas, Shopee menduduki peringkat pertama dalam hal banyaknya unduhan aplikasi melalui PlayStore dan
3 Universitas Sumatera Utara
Appstore yang kemudian disusul oleh Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.
Shopee juga menjadi marketplace yang mendapat kunjungan terbanyak melalui website pada setiap bulannya dengan jumlah 93 juta lebih pengunjung. Dan berdasarkan infografis pelaku e-commerce di Indonesia, usia muda merupakan pengguna terbanyak dengan persentase 51 persen. Masing-masing platform e- commerce di Indonesia bersaing secara kompetitif dan selalu menawarakan terobosan baru dalam kegiatan berbelanja secara online sebagai bentuk usahanya untuk mengambil keuntungan sekaligus memberikan kepuasan bagi penggunanya.
Salah satu aspek utama yang menunjang platform e-commerce dalam hal memberikan kepuasan kepada penggunanya adalah melalui penyediaan suatu sistem informasi yang berkualitas dapat diandalkan. Sistem informasi akuntansi penjualan dan pembelian yang ada di dalam E-Commerce bersifat sangat transparan, sehingga sebagian dari sistem informasi akuntansi tersebut dapat diakses oleh para penggunanya dimulai dari proses order entry, pengisian mandiri form pembelian yang kemudian diolah menjadi invoice, pertukaran data, konfirmasi pembayaran hingga akses untuk melihat jumlah persediaan perusahaan. Oleh karena itu, pihak penyelenggara maupun developer perlu meningkatkan kualitas pada aplikasi maupun website mereka, baik dalam hal kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kualitas pelayanan (service quality), dan fitur lain yang terkait. Sehingga, fitur yang ada tersebut tidak hanya menjadi gimmick semata akan tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat serta kepuasan bagi para penggunanya.
4 Universitas Sumatera Utara
Jogiyanto (dalam Utomo et al, 2017) mengatakan bahwa kepuasan pengguna (user satisfaction) merupakan respon yang diberikan oleh pengguna atas output sistem informasi yang dihasilkan. Sedangkan menurut Doll dan Torkzadeh (dalam Somers et al, 2005:597) end user satisfaction merupakan sifat spontan terhadap software atau sistem tertentu yang ditunjukkan oleh user atas interaksinya secara langsung dengan perangkat yang bersangkutan. Kepuasan pengguna (user satisfaction) merupakan unsur penting dalam mengevaluasi nilai dari sebuah bisnis (Hsu dan Chen, 2018)
Menurut Mola dan Licker (2001) kepuasan pengguna masih menjadi perhatian utama dalam dunia e-commerce dikarenakan kepuasan pengguna merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kesuksesan bisnis e- commerce itu sendiri. DeLone dan McLean (dalam utomo et al, 2017) memberikan beberapa patokan variable sebagai standar untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna sistem informasi diantaranya kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kualitas pelayanan (service quality), kemudahan penggunaan (ease to use), kepuasan pengguna (user satisfaction), dan manfaat bersih (net benefit). Sedangkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurabiah et al (2018), terdapat variabel kontrol kemanan (security control) yang menjadi faktor dalam kepercayaan menggunakan e-commerce. Masalah keamanan masih menjadi perhatian utama dalam penerapan e-commerce. Hal tersebut dikarenakan masih cukup banyak kejadian-kejadian yang tidak diinginkan masih saja terjadi (Gehling dan Stankard, 2005).
5 Universitas Sumatera Utara
Hasil penelitian dari Almazan et al (2007) menunjukkan bahwa system quality memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan Roky (2015) menunjukkan bahwasanya kualitas sistem tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi. Begitupun juga dengan variabel lain yang mempengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi berdasarkan teori IS Success Model DeLone dan McLean, seperti kualitas informasi, kualitas pelayanan, kemudahan penggunaan, dan kendali keamanan masih mengalami perbedaan hasil penelitian, meskipun dengan teori dan variabel yang sama. Berikut ini adalah tabel research gap dari penelitian yang telah lalu.
Tabel 1.1
Research Gap User Satisfaction
No. Variabel Dependen
Variabel
Independen Peneliti Hasil
1.
User Satisfaction
System Quality
Almazan et al (2017) Berpengaruh positif
Roky (2015) Tidak berpengaruh
2. Information
Quality
Almazan et al (2017) Berpengaruh positif Culibrk et al (2016) Tidak berpengaruh
3 Service Quality
Hudin dan Riana (2016) Berpengaruh positif Culibrk et al (2016) Tidak berpengaruh
4 Ease to Use
Mandasari et al (2017) Berpengaruh Positif Muflihadi dan Rubiyanti (2016) Berpengaruh positif
5 Security
Control
Widiastuti (2015) Berpengaruh positif Bondan dan Albari (2012) Berpengaruh positif
6 Universitas Sumatera Utara
Alasan peneliti memilih kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi platform Shopee sebagai topik penelitian dikarenakan Shopee merupakan marketplace yang menduduki posisi pertama di Indonesia dalam hal unduhan aplikasi maupun kunjungan melalui website. Akan tetapi, Shopee masih mendapat cukup banyak keluhan dari para penggunanya, khususnya dalam hal sistem informasi yang diberikan. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan keluhan yang disampaikan oleh beberapa pengguna dalam bentuk surat pembaca yang dimuat dalam laman resmi Media Konsumen. Keluhan tersebut antara lain berupa sistem yang tidak ramah dengan pengguna, gagalnya kendali keamanan dalam transaksi sehingga terjadi kerugian bagi pengguna, hingga pelayanan yang mengecewakan.
Rendahnya tingkat kepuasan pengguna sistem informasi Shopee juga telah dibuktikan dengan beberapa penelitian, antara lain hasil penelitian dari Margaretha (2017) yang menunjukkan bahwa information quality merupakan alasan dibalik tingginya penggunaan aplikasi maupun website Shopee. Akan tetapi, secara umum aplikasi maupun website Shopee masih belum mampu memberikan rasa puas kepada pengguna setelah pemakaiannya. Hal tersebut terlihat dari interpretasi statistik mengenai hasil skor kepuasan yang diharapkan ternyata masih berada jauh diatas skor kepuasan yang didapatkan. Selanjutnya, Sastika (2018) dalam hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa skor mengenai ekspektasi pengguna aplikasi maupun website Shopee cukup tinggi sebesar 86%
sedangkan nilai persepsinya hanya sebesar 68.62%.
Sedangkan alasan peneliti memilih mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sebagai objek penelitian dikarenakan
7 Universitas Sumatera Utara
berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2019, Sumatera Utara merupakan Provinsi dengan jumlah pengguna internet terbesar di Pulau Sumatera dan mahasiswa merupakan bagian dari kaum milenial yang mendominasi penggunaan e-commerce untuk aktivitas berbelanja online. Adapun, secara khusus dipilih mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah berdasarkan jumlah mahasiswanya yang merupakan paling banyak diantara fakultas lain dengan jumlah 4.562 mahasiswa.
Berdasarkan fenomena yang telah peneliti paparkan pada uraian latar belakang di atas, ditambah dengan ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu dengan variabel dan adopsi teori yang sama, maka peneliti tertarik untuk menguji ulang model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean pada sistem informasi akuntansi aplikasi Shopee dengan melakukan penelitian yang berjudul
“Pengaruh System Quality, Information Quality, Service Quality, Ease to Use, dan Security Control terhadap User Satisfaction Sistem Informasi Akuntansi berbasis C2C E-Commerce (Studi Asosiatif Kausal pada Pengguna Aplikasi Marketplace Shopee di Kalangan Mahasiswa FEB USU)”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah system quality berpengaruh terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi?
2. Apakah information quality berpengaruh terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi?
8 Universitas Sumatera Utara
3. Apakah service quality berpengaruh terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi?
4. Apakah ease to use berpengaruh terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi?
5. Apakah security control berpengaruh terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi?
6. Apakah system quality, information quality, service quality, ease to use, dan security control berpengaruh secara simultan terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan di atas yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh system quality terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi
2. Untuk mengetahui pengaruh information quality terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi
3. Untuk mengetahui pengaruh service quality terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi
4. Untuk mengetahui pengaruh ease to use terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi
5. Untuk mengetahui pengaruh security control terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi
9 Universitas Sumatera Utara
6. Untuk mengetahui pengaruh system quality, information quality, service quality, ease to use, dan security controls secara simultan terhadap user satisfaction sistem informasi akuntansi
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun yang menjadi manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti dan akademisi lainnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi secara umum dan sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce secara khusus.
2. Secara Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan sumbangan pemikiran bagi para pembaca, serta untuk perkembangan keilmuan bidang Akuntansi di Kalangan Mahasiswa USU secara umum
3. Secara Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dan acuan bagi pihak Shopee untuk mengevaluasi kembali kualitas penerapan sistem informasi akuntansinya.
10
Universitas Sumatera Utara
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Teori IS Succes Model DeLone dan McLean
Menurut Laudon (2000) Sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang saling berkaitan dan berfungsi sebagai pengumpulan, pemrosesan dan pendistribusian informasi untuk mendukung pembuatan kepuasan dan pengawasan dalam suatu lingkup tertentu, baik individu maupun organisasi. Proses desain sistem informasi diharapkan dapat menyebabkan munculnya suatu tingkat efektivitas yang mencerminkan kesuksesan suatu sistem informasi. Akan tetapi, interpretasi sebuah kesuksesan sistem informasi tidaklah mudah mengingat tidak semua manfaat dan benefit bersifat statistik yang dapat dikuantifikasikan.
Penelitian yang dilakukan oleh DeLone dan McLean mengenai penggambaran kesuksesan suatu sistem informasi merupakan penelitian yang paling mahsyur dibanding penelitian serupa lainnya. Hasil penelitian ini lebih mudah diterima khalayak karena terjadi kesesuaian dengan kenyataan yang ada. Model interpretasi tersebut dikenal dengan DeLone &
McLean Success Model. Model pertama dalam teori ini pada tahun pertama kemunculannya yakni sekitar tahun 1992 merelasikan beberapa standar atau patokan suatu kesuksesan sistem informasi. Standar tersebut antara lain Kualitas Sistem (System Quality), Kualitas Informasi (Information Quality), Kepuasan Pengguna (User Satisfaction),
11 Universitas Sumatera Utara System
Quality Use
Information Quality
Individual Impact
User Satisfaction
Organizational Impact
Penggunaan (Use), Dampak Individu dan Organisasi (Individual and Organizational Impact). Akan tetapi semua standar tersebut tidak diukur secara parsial melainkan diperhitungkan secara bersama-sama atau simultan. Variabel kualitas sistem dan kualitas informasi secara mandiri dan simultan mempengaruhi variabel kepuasan pengguna dan penggunaan, variabel kepuasan pengguna mempengaruhi penggunaan dan sebaliknya, kemudian variabel penggunaan dan variabel kepuasan pengguna secara kolektif mempengaruhi dampak individual kemudian terakhir dampak organisasi (Delone, dan Mclean 2003). Tingkat kualitas sistem dan kualitas informasi berbanding lurus dengan tingkat produktivitas individual dan efektivitas organisasi.
Gambar 2.1
Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean 1992 (DeLone dan McLean, 1992)
Setelah melewati beberapa kali evaluasi dari peneliti lain, model IS success DeLone and McLean 1992 kemudian diperluas dengan memasukkan dan menyederhanakan beberapa variabel tertentu. Beberapa variabel yang ditambahkan atau disederhanakan dalam model terbaru pada
12 Universitas Sumatera Utara Information
Quality
System Quality
Service Quality
User Satisfaction Intention to
Use Use
Net Benefit
tahun 2003 diantaranya adalah variabel kualitas layanan (service quality).
Variabel dampak individual dan dampak organisasi diganti dan digabungkan menjadi net benefit. Hal yang mendasarinya adalah bahwasanya sistem informasi tidak hanya berdampak pada manfaat individu atau organisasi saja, akan tetapi lebih luas lagi menjangkau lingkup antar lapisan masyarakat dan elemen organisasi, sehingga net benefit bisa lebih luas dalam mewakili interpretasi gambaran kesuksesan sebuah sistem informasi. Dalam teorinya yang telah diperbaharui tersebut, DeLone dan McLean mengatakan bahwasanya hampir seluruh variabel yang dimasukkan memiliki tingkat relasi yang cukup kuat, sedangkan tingkat relasi yang lemah antar variabel sangatlah sedikit bahkan tidak ada.
Sehingga model teori yang terakhir dikembangkan pada tahun 2003 tersebut dinilai lebih mampu mengukur dan menginterpretasikan keadaan yang sesungguhnya terjadi.
Gambar 2.2
Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean 2003 (DeLone dan McLean, 2003)
13 Universitas Sumatera Utara
Dari permodelan kerangka sistem informasi DeLone dan McLean yang telah diperbarui tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa user satisfaction dan intensitas penggunaan merupakan gambaran keberhasilan suatu sistem informasi yang diasumsikan berdasarkan motif proses dan hubungan sebab akibat atas dimensi dan model yang ada. Teori tersebut mengukur keenam variabel secara keseluruhan yang menghasilkan suatu teori bahwasanya kualitas informasi, kualitas pelayanan dan kualitas sistem secara mandiri dan kolektif mempengaruhi intensitas penggunaan dan user satisfaction sistem informasi.
2.1.2 Kualitas Sistem (System Quality)
Petter (2008) mendefinisikan bahwa kualitas sistem merupakan sebuah representasi atas kualitas dan keandalan dalam sistem itu sendiri.
Dimana aspek kemudahan penggunaan dan pembelajaran, fasilitas, ketepatan sistem, dan fleksibilitas menjadi parameter dalam pengukuran sebuah kualitas sistem.. Kualitas sistem sebagaimana yang dinyatakan oleh Delone (2003) adalah spesifikasi model dari kualitas yang diinginkan dari sistem.
Menurut Ais Zakiyudin (2012:5) sistem merupakan seperangkat komponen yang saling berkaitan dan berelasi yang terdiri dari sumber daya manusia, seperangkat alat, dan prosedur tertentu yang membentuk satu kesatuan dalam mencapai tujuan organisasi. Adapun indikator kualitas sistem sebagaimana dikemukakan oleh DeLone dan McLean (2003) yaitu:
14 Universitas Sumatera Utara
1. Kemudahan Penggunaan. Jika pengguna merasa puas dikarenakan sistem tersebut mudah digunakan, maka dapat dikategorikan bahwasanya sistem informasi tersebut berkualitas dan dapat diandalkan.
2. Kecepatan Akses. Parameter ini dilihat dari seberapa cepat waktu respon sistem informasi.
3. Keandalan Sistem. Seberapa jauh suatu sistem dapat bertahan dari error dan crash.
4. Fleksibilitas. Kemampuan sistem informasi dalam menyesuaikan kebutuhan penggunanya.
5. Keamanan. Tingkat perlindungan suatu sistem dari segala hal maupun tindakan yang sifatnya tidak sah.
Suatu sistem tentu memiliki karakteristik yang membedakannya dengan jenis sistem lain yang ada. Kemudian karakteristik sistem tersebut akan mendeskripsikan secara jelas terkait apa saja yang ada di dalamnya.
Karakteristik dari sistem itu sendiri antara lain :
1. Item sistem. Merupakan beberapa bagian tertentu dalam sebuah sistem yang memiliki tugas dan tanggug jawabnya masing-masing dalam proses pengolahan maupun pemrosesan data.
2. Lingkungan lapis kedua. Merujuk kepada kondisi yang mengelilingi sistem tersebut. Lingkungan lapis kedua dapat memberikan pengaruh yang baik bagi sistem atau justru sebaliknya.
15 Universitas Sumatera Utara
3. Batasan sistem. Parameter yang memberikan tanda dan gambaran mengenai perbedaan scope dalam suatu sistem.
4. Penghubung. Penghubung sistem sebagai koridor yang berfungsi untuk mempertemukan antara satu bagian sistem dengan sistem yang lain.
5. Input sistem. Merujuk kepada seluruh data yang dimasukkan untuk diolah menjadi suatu informasi tertentu.
6. Pemrosesan sistem. Bagian proses ini merupakan bagian inti yang bertugas mengolah masukan atau input menjadi sebuah keluaran atau output informasi.
7. Output sistem. Output adalah hasil dari pengolahan komponen masukan sehingga menjadi informasi yang bermanfaat.
8. Sasaran dan tujuan. Sasaran dan tujuan merupakan penentu atau indikasi bahwasanya sistem telah berjalan dengan baik. Keberhasilan mencapai tujuan merupakan salah satu parameter baiknya suatu sistem.
Suatu sistem dinyatakan dapat memenuhi karakteristik yang diinginkan oleh user apabila sistem tersebut mampu memenuhi indikator indikator kesuksesan yang ada. Indikator kualitas sistem meliputi tampilan, waktu respon, akurasi, kegunaan, keamanan sistem, navigasi, kesiapan, fungsionalitas dan minim kesalahan.
DeLone dan McLean (2003) dalam Updated IS Success Model menyatakan bahwasanya kualitas sistem memiliki hubungan yang
16 Universitas Sumatera Utara
berbanding lurus dengan tingkat kepuasan pengguna sistem informasi.
Pengguna akan merasa puas ketika sistem informasi yang digunakannya memiliki akurasi yang baik, kecepatan waktu respon, keamanan sistem, fungsionalitas dan minim dari terjadinya suatu error atau kesalahan, artinya semakin baik kualitas sistem akan berbanding lurus dengan tingkat kepuasan pengguna.
2.1.3 Kualitas Informasi (Information Quality)
Kualitas informasi sebagaimana dikatakan oleh Petter (2009) adalah representasi dari keluaran yang dihasilkan dalam sebuah sistem informasi yaitu meliputi hasil laporan dan halaman. Menurut Mowen (2002:80) informasi sering diklasifikasikan sebagai hasil data yang telah melewati tahap pengolahan dan pemrosesan guna menghadapi masalah yang belum terselesaikan.
Sedangkan DeLone dan McLean (2003) mengatakan bahwa kualitas informasi sebagai parameter atas kualitas keluaran dari sistem informasi yang diwujudkan dalam bentuk laporan tertentu. Ada tiga dimensi kualitas informasi sebagaimana dikatakan oleh O’Brien (2006), ketiganya yaitu :
1. Dimensi waktu informasi. Tiga karakteristik sehingga suatu informasi dikatakan berkualitas yaitu:
a. Ketepatan, yakni informasi yang disampaikan tepat waktu.
Informasi yang disiapkan secara tepat dan cepat akan bermanfaat bagi penggunanya dalam rangka pengambilan keputusan.
17 Universitas Sumatera Utara
b. Timeliness, informasi selalu ada dan siap digunakan kapan saja pengguna membutuhkannya.
c. Frequency, informasi dapat digunakan secara berkala dalam kurun beberapa interval waktu tertentu.
2. Dimensi isi, yaitu sebagai berikut:
a. Accuracy. Informasi memiliki akurasi yang baik sehingga diharapkan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara maksimal.
b. Relevance. Informasi yang disajikan sesuai denga napa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna.
c. Conciseness. Apa yang disajikan telah sesuai dengan keperluan pengguna
3. Dimensi bentuk, bentuk informasi adalah wujud satu kesatuan informasi yang sampai kepada penggunanya.
a. Relevan, informasi diharapkan dapat sesuai denga napa yang pengguna butuhkan.
b. Akurat, informasi harus memiliki maksud yang tegas dan lugas serta minim dari berbagai macam gangguan atau kesalahan yang pada akhirnya menyebabkan suatu informasi menjadi tidak akurat dan bergeser dari tujuan awal.
c. Tepat waktu, informasi yang disajikan diharapkan telah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini cukup penting karena apabila suatu informasi tidak sampai pada waktu yang telah
18 Universitas Sumatera Utara
ditentukan, maka hal itu akan menurunkan nilai informasi itu sendiri dan berakibat pada buruknya pengambilan keputusan.
d. Reliability. Informasi yang dihasilkan dalam suatu sistem informasi harus memiliki tingkat kepercayaan dan kebenaran yang tinggi sehingga pada akhirnya informasi tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Suatu sistem yang baik harus mampu memberikan kepuasan bagi para penggunanya. Sedangkan kualitas informasi merupakan salah satu parameter dalam menentukan baik tidaknya sebuah sistem, sehingga dapat disimpulkan bahwasanya kualitas informasi memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Semakin baik kualitas sebuah informasi, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna sistem informasi tersebut (DeLone dan McLean, 2003).
2.1.4 Kualitas Pelayanan (Service Quality)
Kualitas layanan adalah representasi mengenai seberapa jauh suatu layanan dapat memberikan kepuasan kepada penggunanya (Widyarini, 2011:22). Jika angka harapan kepuasan pengguna berada di bawah kenyataan pelayanan yang diberikan, maka pelayanan tersebut dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik. Namun, apabila nilai harapan masih jauh diatas angka kenyataan yang didapatkan maka kualitas layanan tersebut masih tergolong buruk. Sehingga nilai kepuasan yang didapatkan setidaknya harus ideal dengan apa yang diharapkan.
19 Universitas Sumatera Utara
Kualitas layanan menurut Tjiptono (2012:74) merupakan gambaran mengenai respon atau tanggapan pelanggan terhadap produk yang digunakan. Pada sebagian besar kasus, konsumen biasanya akan menilai seberapa baik kualitas layanan dengan membandingkannya atas berapa biaya yang telah dikeluarkannya. Hingga pada akhirnya pelanggan akan merasa senang atau justru sebaliknya terhadap suatu produk atau jasa.
Perasaan senang atau tidak senang tersebut nantinya akan bertransformasi menjadi rasa puas atau tidak puas pada konsumen. (Rahma et al, 2003).
Menurut Soedjas dan Aritejo (2006:37) ada tujuh hal yang perlu diberikan kepada pelanggan atau pemakai yang biasa disebut dengan istilah atau akronim PERFECT. Polite yang mewakili sikap sopan ketika menghadapi pelanggan sehingga pelanggan akan merasakan kepuasan tersendiri. Efficient (efisien) mencerminkan bahwa segala sesuatu yang diberikan kepada konsumen harus tepat sasaran dan tidak berlebihan.
Respectful (hormat) menggambarkan sikap menghormati dan menghargai pelanggan. Friendly (ramah) entitas organisasi sebisa mungkin memberikan perhatian dan sikap menyenangkan kepada pelanggan tanpa harus bersikap melampaui batas. Ethusiastic (antusias) dengan membuang segala sikap yang mencerminkan seolah tidak peduli terhadap konsumen.
Cheerful (menyenangkan) sebagai tindakan yang dapat memberikan rasa nyaman kepada konsumen dengan cara memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin. Taxful (bijaksana) kemampuan untuk menyikapi
20 Universitas Sumatera Utara
berbagai macam keadaan konsumen serta memperlakukan mereka sesuai dengan karakteristik yang tepat.
Soedjas (2006:40) menyatakan agar suatu pelayanan dapat dirasakan oleh pelanggan maka dibutuhkan citra yang berkualitas yang terdiri dari beberapa hal, antara lain :
1. Tidak berlebihan dalam memberikan janji atau harapan kepada konsumen karena hal itu bisa berbalik menjadi ancaman manakala janji tersebut tidak terealisasi dan konsumen merasa dirugikan.
2. Layanan visual yang dapat secara langsung dirasakan oleh konsumen merupakan hal penting dalam membangun citra pelayanan. Hal ini dikarenakan apa yang dilihat pertama kali biasanya menjadi penilaian tersendiri bagi konsumen.
3. Memberikan sedikit perbedaan yang cukup signifikan perbedaannya dengan apa yang diberikan kompetitor. Sehingga, konsumen akan lebih mudah mengingat layanan tersebut.
4. Memberikan pengalaman pribadi yang lebih dekat kepada konsumen demi terciptanya ikatan emosional.
Sedangkan menurut Kertajaya (2009:36) pelayanan merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam meningkatkan nilai perusahaan. Pemberian sistematika pelayanan yang baik akan menimbukan perasaan senang pada pemakai, maupun penggunanya. Oleh karena itu, pelayanan yang baik sudah seharusnya dilakukan secara berkesinambungan (Kertajaya, 2009:136). Salah satu konsep standar
21 Universitas Sumatera Utara
pelayanan yang bisa diberlakukan adalah konsep service quality yang setidaknya memiliki lima buah elemen antara lain reliability, emphaty, tangible, responsiveness, dan assurance.
Berdasarkan beberapa hasil penelitian, disimpulkan bahwasanya dimensi reliability merupakan elemen terpenting dalam mewujudkan kepuasan pengguna, disusul responsiveness, assurance, emphaty, tangible.
Pelanggan akan merasa puas manakala kelima elemen tersebut dapat terpenuhi dalam suatu layanan yang diberikan. Kelima elemen tersebut, antara lain:
a. Reliability sebagai elemen yang mewakili kemampuan suatu entitas dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar yang berlaku.
b. Assurance sebagai elemen pelayanan yang mewakili sikap friendly, pengetahuan, dan dapat dipercaya.
c. Tangible merupakan elemen yang berkaitan dengan ketersediaan fisik pelayanan seperti sarana komunikasi dan informasi untuk kebutuhan pelanggan.
d. Emphaty merupakan elemen yang menggambarkan bagaimana suatu perusahaan mempu memberikan perhatian semaksimal mungkin kepada para pelanggannya melalui komunikasi secara langsung ataupun tidak langsung.
22 Universitas Sumatera Utara
e. Responsiveness sebagai elemen yang merepresentasikan suatu tindakan yang cepat, tanggap, dan tepat waktu serta ketersediaan anggota untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.
Berdasarkan teori IS Success Model DeLone McLean yang telah diperbaharui, kualitas layanan dengan kode ServQual menjadi salah satu aspek dan alat ukur untuk menentukan tingkat kepuasan sistem informasi.
DeLone (2003) menyatakan bahwasanya semakin tinggi kualitas pelayanan akan meningkatkan tingkat kepuasan pengguna sistem informasi.
2.1.5 Kemudahan Penggunaan (Ease to Use)
Kemudahan penggunaan (ease to use) merupakan suatu kondisi ketika seseorang yakin dan percaya bahwa perangkat komputer dapat dengan mudah digunakan (Nasution, 2011). Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan secara signifikan mampu mereduksi usaha seseorang dalam mempelajari komputer. Kemudian, semakin mudah system itu digunakan akan berbanding lurus dengan tingkat intensitas penggunaan sistem itu sendiri (Silver, 1992).
Kemudahan penggunaan tidak selalu diartikan bahwa suatu sistem itu mudah dipelajari dan digunakan. Lebih luas dari itu, suatu kemudahan penggunaan juga mengacu kepada kemudahan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas dimana kehadiran sistem di dalamnya akan mampu semakin memudahkan dibanding jika hal tersebut dilaksanakan secara
23 Universitas Sumatera Utara
konvensional. Dengan demikian, suatu sistem yang luwes dan fleksibel serta dapat dengan mudah digunakan merupakan karakteristik utama suatu kemudahan penggunaan.
Sedangkan Hanuraga (2011) menyatakan bahwa kualitas sistem informasi dapat dikatakan baik dan berkkualitas jika sistem tersebut memang dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi ekspektasi akan kepuasan penggunanya melalui kemudahan dalam menggunakan dan mengolah perangkat sistem tersebut. Indikator kemudahan penggunaan menurut Sun dan Zhang (2006) antara lain adalah mudah dipelajari, mudah digunakan, mudah dimengerti dan menambah keterampilan. Sedangkan menurut Davis (1989:324) indikator kemudahan penggunaan terdiri dari empat indikator, yaitu :
1. Mudah dipelajari, dipahami dan diaplikasikan
2. Membantu menyelesaikan tugas dibanding dengan cara konvensional 3. Menambah kecakapan dan ketrampilan.
4. Mudah dijalankan
Hasil penelitian disertasi oleh Davis yang kemudian dipublikasikan pada jurnal MIS Quarterly keluaran tahun 1989 merupakan awal dari kemunculan teori Technology Accepted Model (TAM). Teori ini menekankan pada persepsi kemudahan dan fleksibilitas penggunaan sistem yang memiliki keterkaitan untuk memprediksi sikap maupun asumsi dalam menggunakan atau mengaplikasikan seperangkat sistem informasi.
Berdasarkan teori ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat
24 Universitas Sumatera Utara
kemudahan penggunaan sebuah sistem , maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna sistem informasi.
2.1.6 Kendali Keamanan (Security Control)
Keamanan merupakan sejauh mana suatu sistem dapat memberikan perlindungan dari berbagai macam aktivitas yang merugikan seperti kerusakan, kehilangan, bahkan hingga kriminalitas (Rainer, et al 2011).
Keamanan dibentuk sedemikian rupa untuk memberikan perlindungan terhadap sumber daya informasi dari penggunaan, akses, atau bentuk tindakan pelanggaran lainnya. Kerentanan suatu sistem merupakan celah masuknya berbagai ancaman.
Masalah keamanan masih menjadi isu yang terus bergulir dalam dunia e-commerce, yang terlihat dengan masih banyaknya kasus pelanggaran maupun tindakan merugikan lainnya dan bahkan kasus tersebut semakin meningkat setiap harinya (Gehling dan Stankard, 2005).
Hal ini dikarenakan individu atau organisasi yang melakukan transaksi dalam jaringan akan bersinggungan dengan pihak yang mungkin saja memiliki kesempatan untuk mengakses sumber daya informasi tersebut (Shu dan Han, 2003).
Kendali keamanan pada platform e-commerce mengacu pada suatu langkah untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya informasi yang tersimpan dalam pangkalan data dan yang ditransmisikan antar jaringan terbebas dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab (Gehling, 2005).
Meskipun suatu kesempurnaan dari sebuah sistem merupakan hal yang
25 Universitas Sumatera Utara
tidak mungkin, setidaknya harus ada tindakan pencegahan untuk meminimalisir pelanggaran keamanan yang mungkin saja terjadi. Menurut Shu dan Han (2003) ada lima indikator sistem kendali keamanan yang ada dalam suatu sistem, yaitu :
1. Otentikasi. Otentikasi sebagai langkah yang ditempuh untuk menentukan apakah pengguna tertentu memiliki hak akses terhadap transaksi yang ada (Garfinkel, 2001). Otentitikasi di dalam e- commerce digunakan untuk memastikan bahwa pengguna memang berhak untuk mengakses suatu layanan sehingga dapat menghindari adanya hal yang tidak diinginkan.
2. Kerahasiaan. Kerahasiaan merupakan jaminan bahwa hanya pihak berwenang yang dapat mengakses informasi dan data pengguna (Pennanen et al., 2007).
3. Perlindungan privasi. Indikator ini mengacu pada tindakan untuk memastikan bahwa informasi mengenai pelanggan yang dikumpulkan dari transaksi elektronikdilindungi dari pengungkapan tanpa izin (Shu dan Han, 2003).
4. Integritas data. Integritas data adalah langkah untuk memastikan seluruh data ataupun sumber daya informasi terbebas dari berbagai macam tindakan melanggar hukum.
5. Non-repudiation. Mengacu pada sarana yang dapat menjadi validitas jaringan. Sistem ini bekerja sedemikian rupa sehingga dapat memberikan bukti meyakinkan bahwa semua pihak terkait memang
26 Universitas Sumatera Utara
benar terlibat dalam transaksi yang dilakukan.
Sebaliknya, setidaknya terdapat lima hal yang menyebabkan suatu sistem rentan akan kejahatan sehingga memerlukan berbagai tindakan pengamanan. Faktor tersebut antara lain kurangnya dukungan manajemen, cybercrime, menurunnya keterampilan, rendahnya spesifikasi suatu sistem, dan kondisi lingkungan yang ada
Suatu organisasi dituntut untuk menjaga keamanan sumber daya informasinya, sehingga terhindar dari berbagai macam ancaman yang mungkin terjadi. Penghalang seseorang untuk mengaplikasikan e- commerce adalah disebabkan oleh kurang atau bahkan buruknya tingkat keamanan dan perlindungan privasi dalam jaringan (Teo, 2000). Sehingga pada akhirnya tingkat kekhawatiran ini berbanding lurus dengan minat penggunaan dan pengaplikasian e-commerce. Demikian juga, tidak sedikit individu yang antipasti terhadap penggunaan e-commerce oleh karena masalah keamanan tadi. Sehingga, semakin tinggi kualitas kendali kamanan sebuah sistem dalam e-commerce akan meningkatkan minat dan kepuasan penggunanya.
2.1.7 Kepuasan Pengguna (User Satisfaction)
Menurut Istianingsih dan Utami (2009) Kepuasan pengguna (user satisfaction) merupakan respon pemakai terhadap penggunaan keluaran sistem informasi. Beberapa peneliti mengusulkan untuk menggunakan variabel kepuasan pengguna sebagai alat ukur keberhasilan suatu sistem informasi. Kepuasan pengguna sistem informasi merupakan salah satu
27 Universitas Sumatera Utara
indikator kesuksesan sistem informasi (DeLone dan McLean, 1992).
Kepuasan pengguna merupakan respon yang dihasilkan oleh user atas penggunaan dan konsumsi sistem informasi yang dilakukan. Secara umum, kepuasan pengguna dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kualitas informasi, kualitas pelayanan dan kualitas sistem yang diberikan.
Sehingga alat ukur yang dijadikan sebagai parameter untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna yaitu dengan melihat ulasan pengguna atas kualitas pelayanan, sistem dan informasi yang ada (Mclean, 2008)
Menurut Kotler (2009) kepuasan merupakan perasaan bahagia atau tidak puas dari pengguna maupun konsumen yang timbul karena membandingkan persepsi dengan realita yang dirasakan. Jika hasil tidak dapat memenuhi ekspektasi, pelanggan akan merasa tidak puas.
Sebaliknya, jika hasil yang didapatkan sesuai dengan persepsi, maka pelangggan akan merasa bahagia. Hal tersebut juga yang dapat diaplikasikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi. Pengguna sistem informasi akan merasa puas dengan keluaran yang ada dengan cara melihat dari tingkat kualitas sistem informasi itu sendiri. Dalam hal ini pengguna akan mengukurnya dengan beberapa parameter tertentu seperti kualitas sistem, kualitas informasi dan juga kualitas pelayanan yang diberikan.
Jika keefektifan sistem dijadikan sebagai salah satu aspek yang dapat memberikan nilai tambah bagi individu maupun kelompok organisasi, maka sistem yang efektif harus memiliki beberapa pengaruh
28 Universitas Sumatera Utara
positif pada perilaku pengguna yaitu dengan bertambah tingginya tingkat produktivitas dan pengambilan keputusan yang berkualitas. Setidaknya terdapat lima indikatoruntuk mengukur kepuasan pengguna yaitu :
1. Accuracy dengan menjadikan tingkat akurasi pengolahan data sebagai standar kepuasan.
2. Content adalah fungsi, komponen dan modul yang ada di dalam rangkaian sistem serta kesesuaiannya dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna.
3. Ease of use adalah kemudahan penggunaan yang meliputi kemudahan dalam memasukkan data, mengolahnya, dan ketika data tersebut siap disajikan dalam bentuk informasi-informasi tertentu.
4. Timeliness yaitu seberapa tepat waktu suatu sistem mampu menyajikan informasi ketika dibutuhkan.
5. Format dengan menjadikan output sebagai parameter kepuasan pengguna sistem informasi.
Salah satu parameter untuk mengetahui tingkat kesuksesan sistem informasi adalah melalui pengamatan terhadap seberapa besar kepuasan pengguna sistem tersebut. Kualitas sistem dan kualitas sistem informasi berbanding lurus dengan kepuasan pengguna, artinya semakin baik kualitas sistem dan kualitas informasi maka akan semakin baik pula tingkat kepuasan pengguna. Begitupun sebaliknya, ketika sistem informasi tidak memiliki kualitas yang baik dan tidak bisa diandalkan maka kepuasan pengguna akan menurun. Kegagalan suatu sistem informasi
29 Universitas Sumatera Utara
mungkin terjadi karena ketidakmampuan suatu sistem informasi memenuhi harapan pemakai. Jika pengguna sistem informasi percaya bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem yang digunakan adalah baik, mereka akan puas menggunakan sistem tersebut.
2.1.8 Sistem Informasi Akuntansi
Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling memiliki relasi dan keterkaitan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Romney, 2004). Sedangkan menurut Sutabri (2003) sistem merupakan satu kesatuan dari berbagai macam komponen, atau bagian yang terhimpun, terorganisir, serta memiliki hubungan terstruktur antara satu dengan yang lain.
Menurut Lukman (2016:5) suatu sistem informasi dapat didefinisikan secara teknis sebagai suatu rangkaian yang masing-masing bagiannya memiliki keterkaitan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyalurkan informasi guna mendukung pengambilan keputusan serta mengendalikan perusahaan. Sistem informasi juga dapat diartikan sebagai serangkaian prosedur berupa pengumpulan dan pengolahan data dengan menjadikan perangkat keras dan lunak sebagai media pengolahan menjadi informasi (Teguh, 2003). Sedangkan menurut Turban et al (2006:49) sistem informasi merupakan proses yang terdiri dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, dan penyebaran informasi untuk tujuan tertentu.
30 Universitas Sumatera Utara
Menurut Turban (2006), variabel yang ada dari sebuah sistem informasi adalah:
a. Hardware. Perangkat keras berfungsi sebagai jalur utama masuknya data yang kemudian diproses dan ditampilkan dalam bentuk informasi tertentu.
b. Software. Program untuk mengolah suatu data menjadi informasi.
c. Database. Pangkalan utama yang digunakan untuk menyimpan seluruh data.
d. Network. Sistem koneksi dalam jaringan yang memungkinkan terjadinya keterkaitan antar sumber daya.
e. Procedure yang merupakan penggabungan berbagai komponen yang ada sehingga dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan.
f. Human resources, individu yang bekerja dengan mengolah, berinteraksi dan mengaplikasikan sistem.
Akuntansi merupakan suatu proses mengidentifikasi, mencatat, mengikhtisarkan, serta menyampaikan informasi-informasi keuangan dari suatu entitas tertentu kepada pihak pihak yang membutuhkan (Weygandt, 2007). Akuntansi didefinisikan sebagai sistem informasi yang dihasilkan dalam bentuk informasi yang dilaporkan guna kepentingan pihak pihak tertentu. Secara ringkas, akuntansi terdiri dari beberapa aktivitas berikut : 1. Pengumpulan data dan bukti transaksi terkait
2. Pencatatan data transaksi dan bukti terkait
31 Universitas Sumatera Utara
3. Pengolahan 4. Pelaporan
Menurut Mulyadi (2001:31) sistem informasi akuntansi adalah pengolahan formulir, catatan, dan laporan keuangan yang kemudian dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen. Sedangkan menurut Hall (2006) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengolah data keuangan dan data lainnya menjadi sebuah informasi.
Menurut Bodnar (2003:1) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya mulai dari hardware, software, network hingga human resources yang saling terintegrasi dalam mengolah data menjadi suatu informasi. Romney (2004) mengatakan bahwa sistem informasi akuntansi memiliki tiga fungsi penting, antara lain :
1. Mengorganisir data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi .
2. Mengubah data keuangan menjadi informasi sebagai dasar pengambilan keputusan maupun kebutuhan terkait lainnya.
3. Penyediaan suatu pengendalian internal guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait aset dan data organisasi serta memastikan bahwa sumber daya yang ada dapat diandalkan dan memenuhi kebutuhan pengguna.
32 Universitas Sumatera Utara
Salah satu siklus sistem informasi akuntansi yang ada di dalam proses transaksi bisnis adalah siklus penjualan. Siklus penjualan merupakan satu rangkaian kegiatan penjualan yang terjadi secara berulang ulang dan diikuti dengan proses perekaman data dan informasi bisnis.
Rangkaian tersebut diawali dengan aktivitas penerimaan order dari pelanggan, dilanjutkan dengan aktivitas penyiapan barang dan jasa, diteruskan dengan pengiriman atau penyerahan barang, penagihan piutang, dan penerimaan pembayaran Secara ringkas, siklus akuntansi dalam transaksi bisnis dimulai dari fungsi penjualan, fungsi gudang, fungsi ekspedisi dan fungsi keuangan.
Menurut Mulyadi (2008), Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penjualan tunai adalah:
1. Fungsi Penjualan. Modul pada fungsi penjualan melakukan berbagai macam tugas khususnya dalam hal menerima order dari pembeli, hingga menerbitkan faktur penjualan kepada pihak yang melakukan transaksi.
2. Fungsi Kas. Fungsi kas secara lebih spesifik merupakan tahap yang bertugas sebagai penerima awal atau frontliner dalam melayani pembelian
3. Fungsi Gudang. Fungsi gudang bertugas untuk mempersiapkan barang yang telah dipesan oleh pembeli dan menyalurkan ke tahap berikutnya yaitu tahap pengiriman.
33 Universitas Sumatera Utara
4. Fungsi Pengiriman. Fungsi pengiriman bertugas untuk merekap barang dan menyerahkan barang yang telah selesai dikonfirmasi dan dibayar sesuai harganya kepada pembeli.
5. Fungsi Akuntansi. Fungsi ini bertanggung jawab secara khusus untuk mencatat seluruh transaksi serta membuat laporan penjualan untuk manajemen.
2.1.9 E-Commerce
Menurut Kotler (2012) E-Commerce adalah pengaplikasian website untuk bertransaksi, khususnya dalam hal penjualan produk dan jasa secara online untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan secara umum. Sedangkan menurut McLeod (2008:59) e-commerce merupakan kumpulan transaksi bisnis khususnya jual-beli yang menjadikan internet dan jaringan nirkabel sebagai wadah utamanya, e- commerce juga representasi kegiatan jual beli masa kini yang memiliki efisiensi tingkat tinggi. E-commerce tersebut kemudian terbagi menjadi dua jenis yaitu e-commerce dari entitas bisnis tertentu kepada konsumen (B2C) , dan e-commerce antar entitas bisnis (B2B).
Adapun menurut Prihartono (2012) e-commerce adalah prosesjual- beli atau pertukaran produk, jasa maupun informasi melalui jaringan nirkabel. E-commerce adalah penggunaan internet dan web untuk melakukan transaksi bisnis, juga e-commerce dapat didefinisikan sebagai transaksi pertukaran barang maupun jasa yang memungkinkan untuk
34 Universitas Sumatera Utara
dilaksanakan secara digital baik dilakukan antar individu maupun organisasi tertentu.
Laudon (2017) mengklasifikasikan bentuk e-commerce menjadi enam, yaitu :
1. Business to Consumer (B2C), jenis e-commerce yang menjangkau konsumen individual dan pihak ritel sebagai penjual
2. Business to Business (B2B), jasa e-commerce terbesar yang berfokus pada transaksi antar entitas bisnis.
3. Consumer to Consumer (C2C), jenis e-commerce yang menyediakan media bagi konsumen untuk menjual satu sama lain
4. Mobile e-commerce, mengacu pada penggunaan perangkat mobile dan jaringan nirkabel untuk bertransaksi.
5. Social media marketing, yaitu e-commerce yang menggunakan media sosial tertentu sebagai wadah untuk berinteraksi antara penjual dan pembeli.
6. Geographic e-commerce, jenis e-commerce yang menitikberatkan sasaran konsumen berdasarkan letak dan kondisi geografisnya.
Menurut Sarwono (2012:1) ada beberapa konsep mengenai perkembangan bidang e-commerce yang paling banyak diadopsi sekarang ini. Beberapa konsep tersebut antara lain :
1. Bisnis yang dilakukan secara manual, baik sepenuhnya manual maupun sebagiannya saja.
35 Universitas Sumatera Utara
2. Bisnis virtual yang menggunakan teknologi jaringan dan basis data dalam transaksi utamanya.
3. Kegiatan bisnis yang operasi utamanya menggunakan teknologi nirkabel dan jaringan internet namun masih terdapat beberapa subsistem yang menggunakan tipe konvensional.
4. Marketplace dimana penjual dan pembeli dapat tanpa bertatap muka untuk transaksi bisnisnya pada sistem yang telah disediakan secara virtual.
5. Interorganizational Information System yang memungkinkan terjadinya berbagai macam proses transaksi bisnis dan aliran sistem informasi antara dua organisasi atau lebih.
6. Intraorganizational Information System yang memungkinkan kegiatan jual beli virtual berjalan dalam suatu entitas organisasi secara tersendiri.
7. Internet berupa database yang menghubungkan seluruh jaringan lokal di berbagai belahan dunia.
8. Transaksi antar entitas bisnis dengan konsumen atau sering disebut B2C
9. Transaksi antar entitas bisnis atau yang sering disebut B2B.
10. Bentuk e-commerce dimana individu tertentu menggunakan teknologi nirkabel dan jaringan basis data dalam menjual produk atau jasa kepada organisasi tertentu