• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.8 Sistem Informasi Akuntansi

Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling memiliki relasi dan keterkaitan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Romney, 2004). Sedangkan menurut Sutabri (2003) sistem merupakan satu kesatuan dari berbagai macam komponen, atau bagian yang terhimpun, terorganisir, serta memiliki hubungan terstruktur antara satu dengan yang lain.

Menurut Lukman (2016:5) suatu sistem informasi dapat didefinisikan secara teknis sebagai suatu rangkaian yang masing-masing bagiannya memiliki keterkaitan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyalurkan informasi guna mendukung pengambilan keputusan serta mengendalikan perusahaan. Sistem informasi juga dapat diartikan sebagai serangkaian prosedur berupa pengumpulan dan pengolahan data dengan menjadikan perangkat keras dan lunak sebagai media pengolahan menjadi informasi (Teguh, 2003). Sedangkan menurut Turban et al (2006:49) sistem informasi merupakan proses yang terdiri dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, dan penyebaran informasi untuk tujuan tertentu.

30 Universitas Sumatera Utara

Menurut Turban (2006), variabel yang ada dari sebuah sistem informasi adalah:

a. Hardware. Perangkat keras berfungsi sebagai jalur utama masuknya data yang kemudian diproses dan ditampilkan dalam bentuk informasi tertentu.

b. Software. Program untuk mengolah suatu data menjadi informasi.

c. Database. Pangkalan utama yang digunakan untuk menyimpan seluruh data.

d. Network. Sistem koneksi dalam jaringan yang memungkinkan terjadinya keterkaitan antar sumber daya.

e. Procedure yang merupakan penggabungan berbagai komponen yang ada sehingga dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan.

f. Human resources, individu yang bekerja dengan mengolah, berinteraksi dan mengaplikasikan sistem.

Akuntansi merupakan suatu proses mengidentifikasi, mencatat, mengikhtisarkan, serta menyampaikan informasi-informasi keuangan dari suatu entitas tertentu kepada pihak pihak yang membutuhkan (Weygandt, 2007). Akuntansi didefinisikan sebagai sistem informasi yang dihasilkan dalam bentuk informasi yang dilaporkan guna kepentingan pihak pihak tertentu. Secara ringkas, akuntansi terdiri dari beberapa aktivitas berikut : 1. Pengumpulan data dan bukti transaksi terkait

2. Pencatatan data transaksi dan bukti terkait

31 Universitas Sumatera Utara

3. Pengolahan 4. Pelaporan

Menurut Mulyadi (2001:31) sistem informasi akuntansi adalah pengolahan formulir, catatan, dan laporan keuangan yang kemudian dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen. Sedangkan menurut Hall (2006) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengolah data keuangan dan data lainnya menjadi sebuah informasi.

Menurut Bodnar (2003:1) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya mulai dari hardware, software, network hingga human resources yang saling terintegrasi dalam mengolah data menjadi suatu informasi. Romney (2004) mengatakan bahwa sistem informasi akuntansi memiliki tiga fungsi penting, antara lain :

1. Mengorganisir data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi .

2. Mengubah data keuangan menjadi informasi sebagai dasar pengambilan keputusan maupun kebutuhan terkait lainnya.

3. Penyediaan suatu pengendalian internal guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait aset dan data organisasi serta memastikan bahwa sumber daya yang ada dapat diandalkan dan memenuhi kebutuhan pengguna.

32 Universitas Sumatera Utara

Salah satu siklus sistem informasi akuntansi yang ada di dalam proses transaksi bisnis adalah siklus penjualan. Siklus penjualan merupakan satu rangkaian kegiatan penjualan yang terjadi secara berulang ulang dan diikuti dengan proses perekaman data dan informasi bisnis.

Rangkaian tersebut diawali dengan aktivitas penerimaan order dari pelanggan, dilanjutkan dengan aktivitas penyiapan barang dan jasa, diteruskan dengan pengiriman atau penyerahan barang, penagihan piutang, dan penerimaan pembayaran Secara ringkas, siklus akuntansi dalam transaksi bisnis dimulai dari fungsi penjualan, fungsi gudang, fungsi ekspedisi dan fungsi keuangan.

Menurut Mulyadi (2008), Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penjualan tunai adalah:

1. Fungsi Penjualan. Modul pada fungsi penjualan melakukan berbagai macam tugas khususnya dalam hal menerima order dari pembeli, hingga menerbitkan faktur penjualan kepada pihak yang melakukan transaksi.

2. Fungsi Kas. Fungsi kas secara lebih spesifik merupakan tahap yang bertugas sebagai penerima awal atau frontliner dalam melayani pembelian

3. Fungsi Gudang. Fungsi gudang bertugas untuk mempersiapkan barang yang telah dipesan oleh pembeli dan menyalurkan ke tahap berikutnya yaitu tahap pengiriman.

33 Universitas Sumatera Utara

4. Fungsi Pengiriman. Fungsi pengiriman bertugas untuk merekap barang dan menyerahkan barang yang telah selesai dikonfirmasi dan dibayar sesuai harganya kepada pembeli.

5. Fungsi Akuntansi. Fungsi ini bertanggung jawab secara khusus untuk mencatat seluruh transaksi serta membuat laporan penjualan untuk manajemen.

2.1.9 E-Commerce

Menurut Kotler (2012) E-Commerce adalah pengaplikasian website untuk bertransaksi, khususnya dalam hal penjualan produk dan jasa secara online untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan secara umum. Sedangkan menurut McLeod (2008:59) e-commerce merupakan kumpulan transaksi bisnis khususnya jual-beli yang menjadikan internet dan jaringan nirkabel sebagai wadah utamanya, e-commerce juga representasi kegiatan jual beli masa kini yang memiliki efisiensi tingkat tinggi. E-commerce tersebut kemudian terbagi menjadi dua jenis yaitu e-commerce dari entitas bisnis tertentu kepada konsumen (B2C) , dan e-commerce antar entitas bisnis (B2B).

Adapun menurut Prihartono (2012) e-commerce adalah proses jual-beli atau pertukaran produk, jasa maupun informasi melalui jaringan nirkabel. E-commerce adalah penggunaan internet dan web untuk melakukan transaksi bisnis, juga e-commerce dapat didefinisikan sebagai transaksi pertukaran barang maupun jasa yang memungkinkan untuk

34 Universitas Sumatera Utara

dilaksanakan secara digital baik dilakukan antar individu maupun organisasi tertentu.

Laudon (2017) mengklasifikasikan bentuk e-commerce menjadi enam, yaitu :

1. Business to Consumer (B2C), jenis e-commerce yang menjangkau konsumen individual dan pihak ritel sebagai penjual

2. Business to Business (B2B), jasa e-commerce terbesar yang berfokus pada transaksi antar entitas bisnis.

3. Consumer to Consumer (C2C), jenis e-commerce yang menyediakan media bagi konsumen untuk menjual satu sama lain

4. Mobile e-commerce, mengacu pada penggunaan perangkat mobile dan jaringan nirkabel untuk bertransaksi.

5. Social media marketing, yaitu e-commerce yang menggunakan media sosial tertentu sebagai wadah untuk berinteraksi antara penjual dan pembeli.

6. Geographic e-commerce, jenis e-commerce yang menitikberatkan sasaran konsumen berdasarkan letak dan kondisi geografisnya.

Menurut Sarwono (2012:1) ada beberapa konsep mengenai perkembangan bidang e-commerce yang paling banyak diadopsi sekarang ini. Beberapa konsep tersebut antara lain :

1. Bisnis yang dilakukan secara manual, baik sepenuhnya manual maupun sebagiannya saja.

35 Universitas Sumatera Utara

2. Bisnis virtual yang menggunakan teknologi jaringan dan basis data dalam transaksi utamanya.

3. Kegiatan bisnis yang operasi utamanya menggunakan teknologi nirkabel dan jaringan internet namun masih terdapat beberapa subsistem yang menggunakan tipe konvensional.

4. Marketplace dimana penjual dan pembeli dapat tanpa bertatap muka untuk transaksi bisnisnya pada sistem yang telah disediakan secara virtual.

5. Interorganizational Information System yang memungkinkan terjadinya berbagai macam proses transaksi bisnis dan aliran sistem informasi antara dua organisasi atau lebih.

6. Intraorganizational Information System yang memungkinkan kegiatan jual beli virtual berjalan dalam suatu entitas organisasi secara tersendiri.

7. Internet berupa database yang menghubungkan seluruh jaringan lokal di berbagai belahan dunia.

8. Transaksi antar entitas bisnis dengan konsumen atau sering disebut B2C

9. Transaksi antar entitas bisnis atau yang sering disebut B2B.

10. Bentuk e-commerce dimana individu tertentu menggunakan teknologi nirkabel dan jaringan basis data dalam menjual produk atau jasa kepada organisasi tertentu

36 Universitas Sumatera Utara

11. Consumer to Consumer (C2C) yaitu model e-commerce dimana konsumen menjual secara langsung barang atau jasa ke konsumen lainnya.

2.1.10 Shopee

Shopee merupakan platform marketplace yang menghubungkan penjual dan pembeli untuk mempermudah transaksi bisnis. Berbagai macam produk ditawarkan, mulai dari produk fashion, elektronik, hinga produk untuk kebutuhan sehari-hari. Sasaran pengguna Shopee adalah kalangan muda yang saat ini telah menggunakan teknologi pada setiap aktivitasnya, tidak terkecuali dalam hal kegiatan berbelanja sehingga Shopee hadir dalam bentuk website dan aplikasi mobile untuk memudahkan dan menunjang aktivitas berbelanja mereka.

Sebelumnya Shopee termasuk bagian dari Garena yang merupakan penyedia platform internet untuk konsumen di Kawasan Asia yang didirikan di Singapura pada tahun 2009, sekitar enam tahun kemudian Shopee resmi masuk ke Indonesia sebagai platform marketplace. Merujuk pada laman resmi Facebook mereka, Shopee mulai masuk ke pasar Indonesia pada bulan Mei 2015 dan mulai beroperasi pada akhir Juni 2015 (Priambada, 2015). Shopee tidak hanya hadir di pasar Indonesia saja, akan tetapi telah hadir juga di negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Vietnam. Beberapa keunggulan Shopee menurut Chris Feng selaku CEO ketika acara launching di Jakarta adalah :

a. Menjual produk dengan cukup cepat, secara umum dapat dilakukan

37 Universitas Sumatera Utara

kurang dari satu menit.

b. Memiliki tampilan antar muka yang mudah dimengerti.

c. Menyediakan fitur chatting antara penjual dan pembeli, sehingga lebih memudahkan dalam bertransaksi.

d. Memiliki fitur sharing yang saling terintegrasi, sehingga bisa dengan mudah untuk menyebarkan info antar platform media sosial lainnya.

e. Shopee mengintegrasikan dan mengkombinasikan berbagai macam fitur media sosial mencakup fungsi hashtag, yang dengan fitur tersebut memungkinkan pengguna mencari barang yang dibutuhkan dengan cara yang lebih efsien.

Sistem informasi akuntansi pada aplikasi Shopee menjadi unsur penting untuk memberikan kepuasan bagi penggunanya dikarenakan pihak yang bertransaksi diharuskan untuk bersinggungan secara langsung dengan sebagian sistem informasi tersebut ketika melakukan transaksi pembelian maupun penjualan. Bagi pihak pembeli, mereka diharuskan melakukan input data ke dalam form yang telah disediakan sehingga data tersebut diolah oleh sistem untuk menjadi informasi yang tertera pada invoice sebagai bukti pembelian. Selanjutnya pihak penjual akan mengirim surat permintaan kepada bagian gudang untuk memastikan kembali terkait persediaan barang dan dilanjutkan membuat surat tagihan jumlah pembayaran yang dikirimkan kembali kepada pihak pembeli. Terakhir, pembeli diharuskan melakukan pembayaran sesuai pesanan dan melakukan konfirmasi pembayaran melalui sistem yang telah disediakan.

38 Universitas Sumatera Utara

Setelah konfirmasi sukses, pihak penjual akan mengirimkan barang melalui mitra e-logistic dan jasa ekspedisi

Menurut Ardana dan Lukman (2016), cara terbaik untuk memahami suatu siklus sistem informasi akuntansi penjualan adalah dengan menganalisis dan mendeskripsikan setiap bagian terkait yang membentuk siklus penjualan tersebut. Fungsi penjualan merupakan kontak utama yang terjadi antara pengguna dengan siklus sistem informasi akuntansi pada e-commerce. Siklus ini memiliki beberapa fungsi antara lain :

1. Melayani pertanyaan dan memberi informasi produk kepada pelanggan.

2. Menerima order pembelian dari pelanggan.

3. Menyiapkan kontrak penjualan.

4. Berkoordinasi dengan bagian gudang untuk persiapan barang.

5. Berkoordinasi dengan fungsi pengangkutan untuk proses pengiriman barang.

6. Menyiapkan faktur penjualan.

Siklus selanjutnya adalah fungsi pada gudang. Fungsi utama gudang dalam kaitannya dengan sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce adalah memberikan informasi terkait jumlah persediaan kepada fungsi penjualan, menyiapkan dan mengemas barang yang dipesan, menyiapkan nota keluar barang dan berkoordinasi dengan fungsi ekspedisi untuk pengiriman barang..

39 Universitas Sumatera Utara

Setelah melewati siklus gudang, pelanggan akan diarahkan untuk melakukan proses pembayaran sesuai dengan metode yang telah dipilih dan melakukan konfirmasi pembayaran pada sistem yang telah disediakan.

Terakhir, pelanggan akan mendapat akses menuju fungsi ekspedisi sebagai siklus terakhir yang memungkinkan pengguna atau pelanggan berinteraksi dengan sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce. Pihak ekspedisi akan melakukan pengiriman barang, sedangkan pengguna diberikan akses untuk melihat status pengiriman barang melalui sistem yang ada di dalam e-commerce.

Dokumen terkait