Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen/
Financial statements as of December 31, 2020 and
for the year then ended with independent auditors‘ report
PT UBS SEKURITAS INDONESIA PT UBS SEKURITAS INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS
TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR THEN ENDED
PADA TANGGAL TERSEBUT WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Daftar Isi Table of Contents
Halaman/
Page
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report
Laporan Posisi Keuangan ... 1 ... S tatement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Statement of Profit or Loss and
Penghasilan Komprehensif Lain ……… 2-3 ……….Other Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas... 4 ... Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas ... 5 ... Statement of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan ... 6 - 80 ... Notes to the Financial Statements
**************************
ASET ASSETS
3b,3d,3e
Kas dan setara kas 435.419.600.328 5,17,25,28 444.748.134.847 Cash and cash equivalents
Piutang lembaga kliring dan 3e,6, Receivables from clearing and
penjaminan 276.105.283.001 17,25 210.137.389.927 guarantee institution
Piutang nasabah 3c,3e,7, Receivables from customers
Pihak berelasi 43.965.033.899 17,23,25 24.971.448.533 Related parties
Pihak ketiga 142.853.973.330 3e,7,17,25 7.589.397.563 Third parties
Piutang kegiatan penjaminan 3b,3c,3e,8, Receivables from underwriting
emisi efek 10.390.372.701 17,23,25 9.264.416.818 activities
Receivables from other
Piutang perusahaan efek lain - 3e,17,25 105.455.000 securities companies
Piutang lain-lain 763.289.976 3e,17,25 1.471.255.005 Other receivables
Biaya dibayar dimuka 1.839.356.307 3i,28 1.993.032.626 Prepaid expenses
3e,3f,9,
Penyertaan pada Bursa Efek 135.000.000 17,25 135.000.000 Investment in Stock Exchange
Aset tetap - setelah dikurangi Property and equipment -
akumulasi penyusutan net of accumulated
masing-masing sebesar depreciation as of December 31,
Rp15.015.200.716 2020 and 2019, amounted
dan Rp28.815.629.604 to Rp15,015,200,716
pada tanggal-tanggal and Rp28,815,629,604,
31 Desember 2020 dan 2019 30.959.276.786 3g,10 4.479.732.185 respectively
Aset hak guna - setelah dikurangi Right of use assets -
akumulasi penyusutan net of accumulated depreciation
sebesar Rp9.215.052.393 as of December 31, 2020
pada tanggal 31 Desember 2020 15.354.551.645 3h,11,28 - amounted to Rp9,215,052,393
Aset pajak tangguhan - neto 12.761.220.801 3l,22 11.852.887.168 Deferred tax assets - net
Aset lain-lain 3.952.462.098 3e,12,17,25 3.950.106.500 Other assets
TOTAL ASET 974.499.420.872 720.698.256.172 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
Utang nasabah 3c,3e,13, Payables to customers
Pihak berelasi 366.020.917.580 17,23,25 145.465.123.545 Related parties
Pihak ketiga 66.897.467.490 3e,13,17,25 71.696.296.792 Third parties
Utang pajak 38.992.098.691 3l,22 20.938.987.235 Taxes payable
3b,3e,14
Biaya masih harus dibayar 40.698.326.097 17,23,25 29.705.751.826 Accrued expenses
Liabilitas imbalan kerja 28.240.622.000 3j,15 21.608.608.000 Employee benefits obligation 11,17,
Liabilitas sewa guna 17.666.031.932 25,28,29 - Lease liabilities
3b,3c,3e,
Utang lain-lain 134.802.391 16,17,23,25 2.058.276.624 Other payables
TOTAL LIABILITAS 558.650.266.181 291.473.044.022 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Share capital -
Rp1.000.000 per saham with a par value of Rp1,000,000
Modal dasar - 400.000 saham Authorized - 400,000 shares
Modal ditempatkan dan Issued and paid-up -
disetor - 118.000 saham 118.000.000.000 18a 118.000.000.000 118,000 shares
Saldo laba Retained earnings
Ditentukan penggunaannya 5.229.551.021 18b 5.180.296.622 Appropriated
Tidak ditentukan penggunaannya 292.619.603.670 28 306.044.915.528 Unappropriated
TOTAL EKUITAS 415.849.154.691 429.225.212.150 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 974.499.420.872 720.698.256.172 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal For the year ended
31 Desember 2020 December 31, 2020
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020
Catatan/
Notes 2019
PENDAPATAN USAHA 3k REVENUES
Pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek
Pendapatan kegiatan penjaminan emisi efek
185.229.005.625 41.801.330.825
19,23 20,23
201.166.205.536 27.268.683.281
Income from brokerage activities Income from underwriting activities
TOTAL PENDAPATAN USAHA 227.030.336.450 228.434.888.817 TOTAL REVENUES
BEBAN USAHA 3k OPERATING EXPENSES
Beban kepegawaian Jasa profesional Sewa kantor Penyusutan
Beban pemeliharaan sistem Jamuan dan sumbangan Umum dan administrasi Telekomunikasi Perjalanan dinas Lain-lain
75.496.812.571 22.896.837.566 11.577.973.392 6.276.057.449 4.836.396.455 4.010.075.327 2.696.725.066 1.227.063.685 458.729.297 5.524.369.067
21,23 23 10
75.315.410.156 28.799.269.160 6.274.298.250 1.484.990.129 5.089.063.142 1.279.695.497 2.026.047.609 348.532.454 1.594.674.562 5.992.068.948
Personnel expenses Professional fees Office rental Depreciation System maintenance expenses Representations and donations General and administrative Telecommunications Travelling Others
Total beban usaha 135.001.039.875 128.204.049.907 Total operating expenses
LABA USAHA 92.029.296.575 100.230.838.910 INCOME FROM OPERATIONS
PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN 3k OTHER INCOME/(EXPENSES)
Pendapatan bunga Beban keuangan - neto Laba/(rugi) selisih kurs - neto Lain-lain - neto
24.580.683.252 (1.699.006.825)
1.617.326.796 3.815.391.683
23,26,27
32.811.404.014 (1.603.153.136)
(287.315.011) 3.752.819.813
Interest income Finance charges - net Gain/(loss) on foreign exchange - net Others - net
Pendapatan lain-lain - neto 28.314.394.906 34.673.755.680 Other income - net
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN BADAN 120.343.691.481 134.904.594.590
INCOME BEFORE FINAL TAX AND CORPORATE INCOME TAX
EXPENSE
Beban pajak final (4.916.133.755) (6.539.874.459) Final tax
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN BADAN 115.427.557.726 128.364.720.131
INCOME BEFORE CORPORATE INCOME TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (26.991.826.216) 3l,22 (27.315.465.732) INCOME TAX EXPENSE
LABA BERSIH 88.435.731.510 101.049.254.399 NET INCOME
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020
Catatan/
Notes 2019
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali imbalan
kerja (2.034.544.000) 15 2.926.079.000
Item that will not be reclassified subsequently to profit or loss:
Remeasurement of employment benefits Pajak penghasilan terkait dengan
komponen penghasilan
komprehensif lain 447.599.680 22 (731.519.750)
Income tax relating to components of other comprehensive income Pengaruh perubahan tarif pajak
Penghasilan komprehensif lain - setelah pajak tangguhan
938.700.269
(648.244.051)
22 -
2.194.559.250
Effect from tax rates changes Other comprehensive income
- net of deferred tax
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF 87.787.487.459 103.243.813.649 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
LABA BERSIH PER SAHAM 749.455 3m 856.350 NET INCOME PER SHARE
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY Untuk tahun yang berakhir pada tanggal For the year ended December 31, 2020
31 Desember 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba/Retained Earnings Ditentukan
penggunaannya untuk cadangan
umum/
Appropriated Tidak ditentukan
Catatan/ Modal saham/ for penggunaannya/ Total ekuitas/
Notes Capital stock general reserve Unappropriated *) Total equity
Balance as of Saldo per 31 Desember 2018 118.000.000.000 4.778.375.512 296.203.022.989 418.981.398.501 December 31, 2018
Pengukuran kembali Remeasurement of
imbalan kerja - employment benefit-
setelah pajak tangguhan - - 2.194.559.250 2.194.559.250 net of deferred tax
Dividen kas 18b - - (93.000.000.000) (93.000.000.000) Cash dividend
Alokasi cadangan umum 18b - 401.921.110 (401.921.110) - General reserve
Laba bersih tahun berjalan - - 101.049.254.399 101.049.254.399 Net income for the year
Balance as of Saldo per 31 Desember 2019 118.000.000.000 5.180.296.622 306.044.915.528 429.225.212.150 December 31, 2019
Beginning balance
Penyesuaian saldo awal adjustment on
atas penerapan SFAS No. 71
PSAK No. 71 28 - - (163.544.918) (163.544.918) implementation
Balance as of
Saldo per 1 Januari 2020 January 1, 2020
setelah penerapan after adoption of
PSAK No. 71 118.000.000.000 5.180.296.622 305.881.370.610 429.061.667.232 SFAS No. 71
Pengukuran kembali Remeasurement of
imbalan kerja - employment benefit-
setelah pajak tangguhan - - (648.244.051) (648.244.051) net of deferred tax
Dividen kas 18b - - (101.000.000.000) (101.000.000.000) Cash dividend
Alokasi cadangan umum 18b - 49.254.399 (49.254.399) - General reserve
Laba bersih tahun berjalan - - 88.435.731.510 88.435.731.510 Net income for the year
Balance as of Saldo per 31 Desember 2020 118.000.000.000 5.229.551.021 292.619.603.670 415.849.154.691 December 31, 2020
*) Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya termasuk pengukuran *) Retained earnings - unappropriated include remeasurement of employment
kembali imbalan kerja - setelah pajak tangguhan benefit - net of deferred tax
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.
Year ended December 31,
2020
Catatan/
Notes 2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan komisi perantara dan perdagangan efek
Penerimaan jasa penasehat investasi dan penjamin emisi
Penerimaan pendapatan bunga Pembayaran beban keuangan Penerimaan dari
nasabah - neto
Pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan - neto Penerimaan dari/(pembayaran
kepada) perusahaan efek - neto Pembayaran kepada pemasok
dan karyawan
Pembayaran pajak penghasilan badan
(Pembayaran)/penerimaan lainnya - neto
Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset tetap
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman subordinasi Pembayaran atas
pinjaman subordinasi Pembayaran dividen kas Pembayaran liabilitas sewa guna Kas neto yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan (PENURUNAN)/KENAIKAN NETO
KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN
185.229.005.625 40.675.374.942 25.509.823.947 (1.674.097.677) 61.498.803.600 (65.967.893.074)
105.455.000 (96.734.805.466) (20.274.682.079) (669.021.500)
127.697.963.318
69.750.911 (32.755.602.050)
(32.685.851.139)
215.155.075.000 (212.865.025.000) (101.000.000.000) (5.630.696.698)
(104.340.646.698)
(9.328.534.519)
444.748.134.847
435.419.600.328
10 10
27,29 27,29 18b 11,29
5
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Receipts from brokerage
201.166.205.536 commissions
Receipts of investment advisory 26.666.964.074 services and underwriting fee 32.603.940.604 Receipts of interest income
(1.506.253.886) Payments of finance charges 31.921.562.183 Receipts from customers - net Payments to clearing and (33.119.788.263) guarantee institution - net
Receipts from/(payments to) other (105.455.000) securities companies - net
Payments to vendors and
(123.440.198.785) employees
(25.376.604.441) Payments of corporate income tax 2.181.786.744 Other (payment)/receipts - net Net cash flows provided by 110.992.158.766 operating activities
CASH FLOWS FOR INVESTING ACTIVITY Proceeds from sales of 22.000.000 property and equipment (3.988.621.074) Acquisition of property and equipment
Net cash flows used in (3.966.621.074) investing activities
CASH FLOWS FOR FINANCING ACTIVITY 288.419.950.000 Receipt from subordinated loans (288.419.950.000) Payment of subordinated loans (93.000.000.000) Payment of cash dividends - Payment of lease liabilities Net cash flows used in (93.000.000.000) financing activities
NET (DECREASE)/INCREASE IN 14.025.537.692 CASH AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS 430.722.597.155 AT BEGINNING OF YEAR
CASH AND CASH EQUIVALENTS
444.748.134.847 AT END OF YEAR
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes to the financial statements form an integral
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.
PT UBS SEKURITAS INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2020 dan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM 1. GENERAL
Pendirian dan informasi umum Establishment and general information PT UBS Sekuritas Indonesia (“Perusahaan”)
didirikan dengan nama PT Aksara Kencana dengan Akta No. 9 tanggal 5 Juli 1982 yang dibuat di hadapan Notaris Adlan Yulizar, S.H. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman melalui suratnya No. C2-4713-HT01-01.TH.83 tanggal 25 Juni 1983. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 176 tanggal 29 Juli 2020 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.
Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Keputusan No. AHU-0057834.AH.01.02 tahun 2020 tanggal 25 Agustus 2020.
PT UBS Sekuritas Indonesia (the “Company”) was established as PT Aksara Kencana by virtue of Deed No. 9 of notary public Adlan Yulizar, S.H.
dated July 5, 1982. This deed was approved by the Minister of Justice under decree No. C2-4713-HT01-01.TH.83 dated June 25, 1983.
The Company’s Articles of Association have been amended several times, the most recent amendment was by deed No. 176 of notary public Aulia Taufani, S.H. dated July 29, 2020. This amendment has been approved by the Minister of Law and Human Rights through his Decree No.
AHU-0057834.AH.01.02 year 2020 dated August 25, 2020.
Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasarnya, Perusahaan bergerak di bidang perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek.
Perusahaan memperoleh izin usaha untuk kegiatan perdagangan efek dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 709/KMK/011/1983 tanggal 15 Oktober 1983, yang diperbaharui kembali dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. KEP-145/PM/1992 tanggal 12 Maret 1992. Perusahaan memperoleh izin usaha untuk kegiatan penjaminan emisi dari
BAPEPAM dengan surat No. KEP-
08/PM/PEE/1996 tanggal 21 Juni 1996.
In accordance with article 3 of the Articles of Association, the Company is engaged in securities trading and underwriting activities. The Company obtained its operating license for securities trading through the Minister of Finance Decree No. 709/KMK/011/1983 dated October 15, 1983 and renewed by the Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM) Decree No. KEP- 145/PM/1992 dated March 12, 1992. The Company obtained its operating license for underwriting activities from BAPEPAM through Decree No. KEP-08/PM/PEE/1996 dated June 21, 1996.
Perusahaan berlokasi di Jakarta dengan alamat di Sequis Tower Level 22 Unit 22-1, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 71, SCBD Lot 11B, Jakarta Selatan 12190 (sebelumnya di Wisma GKBI lantai 22, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 28, Jakarta 10210). Perusahaan memiliki 24 dan 23 karyawan tetap masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (tidak diaudit).
The Company is located in Jakarta at Sequis Tower Level 22, Unit 22-1, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 71, SCBD Lot 11B, Jakarta Selatan 12190 (previously was at Wisma GKBI 22nd floor, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 28, Jakarta 10210).
The Company has 24 and 23 permanent employees as of December 31, 2020 and 2019, respectively (unaudited).
Perusahaan melalui pemegang sahamnya UBS AG, merupakan bagian dari Grup UBS AG yang memiliki entitas anak dan afiliasi di seluruh dunia.
The Company, through its shareholder UBS AG, is part of the UBS AG Group which has subsidiaries and affiliates all over the world. UBS AG is the UBS AG adalah entitas induk akhir Perusahaan. ultimate parent of the Company.
PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2020 and for the year then ended
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
6
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Establishment and general information (continued)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi The Company’s Boards of Commissioners and Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Desember Directors as of December 31, 2020 and 2019, are 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris : Daniel Lam : Commissioner
Komisaris Independen : Watty Buwanawati : Independent Commissioner
Direksi Board of Directors
Presiden Direktur : Joshua Arief Tanja : President Director
Direktur : Agung Prabowo : Director
Direktur : Andre Tjahjamuljo : Director
2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK)
Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan
Efektif 1 Januari 2020, Perusahaan telah menerapkan beberapa standar akuntansi baru dan revisi yang relevan untuk Perusahaan, sebagai berikut:
a. PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9.
Perusahaan tidak melakukan penyajian kembali atas informasi komparatif tahun 2019 untuk instrumen keuangan dalam lingkup PSAK No. 71. Oleh karena itu, informasi komparatif tahun 2019 dilaporkan berdasarkan PSAK No. 55 dan tidak dapat dibandingkan dengan informasi yang disajikan pada tahun 2020. Perbedaan yang timbul dari penerapan PSAK No. 71 telah diakui secara langsung dalam saldo laba yang belum ditransfer pada 1 Januari 2020.
2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS)
Change in accounting policies and disclosures
Effective January 1, 2020, The Company has applied new and revised standards which are relevant to the Company, as follows:
a. SFAS No. 71: Financial Instruments, adopted from IFRS 9.
The Company has not restated comparative information for 2019 for financial instruments in the scope of SFAS No. 71. Therefore, the comparative information for 2019 is reported under SFAS No. 55 and is not comparable with the information presented for 2020.
Differences arising from the adoption of SFAS No. 71 have been recognized directly in retained earnings as of January 1, 2020.
7
PT UBS SEKURITAS INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2020 dan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK) (lanjutan) Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan)
a. PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9 (lanjutan).
Perubahan utama pada kebijakan akuntasi Perusahaan yang disebabkan karena penerapan PSAK No. 71 dirangkum di bawah ini.
(i) Perubahan klasifikasi dan pengukuran
Dalam menentukan kategori klasifikasi dan pengukuran, PSAK No. 71 mengharuskan semua aset keuangan, kecuali instrumen ekuitas dan derivatif, dinilai berdasarkan model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Kategori pengukuran PSAK No. 55 atas aset keuangan (nilai wajar melalui laporan laba rugi, tersedia untuk dijual, dimiliki hingga jatuh tempo dan biaya perolehan yang diamortisasi) telah digantikan oleh :
• Instrumen utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
• Instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan atau kerugian di recycled melalui laba atau rugi pada saat penghentian pengakuan
• Instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan atau kerugian tidak di recycled melalui laba atau rugi pada saat penghentian pengakuan
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Akuntansi untuk liabilitas keuangan, sebagian besar tetap sama seperti dalam PSAK No. 55, kecuali untuk perlakuan keuntungan atau kerugian yang timbul dari risiko kredit entitas yang terkait dengan liabilitas yang diukur pada FVPL.
Mutasi keuntungan atau kerugian tersebut disajikan dalam penghasilan komprehensif lain tanpa reklasifikasi selanjutnya ke laporan laba rugi.
PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2020 and for the year ended
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS) (continued)
Change in accounting policies and disclosures (continued)
a. SFAS No. 71: Financial Instruments, adopted from IFRS 9 (continued).
The key changes to the Company accounting policies resulting from its adoption of SFAS No. 71 are summarized below.
(i) Changes to classification and measurement
To determine their classification and measurement category, SFAS No. 71 requires all financial assets, except equity instruments and derivatives, to be assessed based on a combination of the entity’s business model for managing the assets and the instruments’ contractual cash flow characteristics.
The SFAS No. 55 measurement categories of financial assets (fair value through profit or loss, available for sale, held-to-maturity and amortized cost) have been replaced by :
• Debt instruments measured at amortized cost
• Debt instruments measured at fair
value through other
comprehensive income, with gains or losses recycled to profit or loss on derecognition
• Equity instruments measured at fair value through other comprehensive income, with no recycling of gains or losses in profit or loss on derecognition
• Financial assets measured at fair
value through profit or loss
The accounting for financial liabilities
remains largely the same as it was under
SFAS No. 55, except for the treatment of
gains or losses arising from an entity’s
own credit risk relating to liabilities
designated at FVPL. Such movements
are presented in other comprehensive
income with no subsequent
reclassification to the income statement.
2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN 2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK) (lanjutan)
FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS) (continued)
Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan)
Change in accounting policies and disclosures (continued)
a. PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9 (lanjutan).
a. SFAS No. 71: Financial Instruments, adopted from IFRS 9 (continued).
Perubahan utama pada kebijakan akuntasi Perusahaan yang disebabkan karena penerapan PSAK No. 71 dirangkum di bawah ini (lanjutan).
The key changes to the Company accounting policies resulting from its adoption of SFAS No. 71 are summarized below (continued).
(ii) Perubahan dalam penurunan nilai (ii) Changes to the impairment calculation Penerapan PSAK No. 71 secara
fundamental telah mengubah akuntansi Perusahaan dalam menentukan kerugian penurunan nilai dengan mengganti pendekatan PSAK No. 55 kerugian kredit yang terjadi (incurred loss approach) menjadi pendekatan kerugian kredit ekspektasian (forward-looking expected credit loss approach). PSAK No. 71 mensyaratkan Perusahaan untuk mencatat penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk semua kredit dan aset keuangan utang lainnya yang tidak diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi, bersama dengan komitmen dan kontrak garansi keuangan. Pencadangan berdasarkan kerugian kredit ekspektasian terkait dengan probability of default selama 12 bulan kedepan, kecuali terdapat peningkatan signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Jika aset keuangan memenuhi definisi purchased or originated credit impaired (POCI), pencadangan ditetapkan berdasarkan perubahan kerugian kredit ekspektasian selama umur aset.
The adoption of SFAS No. 71 has fundamentally changed the Company accounting for loan loss impairments by replacing SFAS No. 55’s incurred loss approach with a forward-looking expected credit loss approach. SFAS No.
71 requires the Company to record an allowance for expected credit loss for all loans and other debt financial assets not held at fair value through profit or loss, together with loan commitments and financial guarantee contracts.The allowance is based on the expected credit loss associated with the probability of default in the next 12 months unless there has been a significant increase in credit risk since origination. If the financial asset meets the definition of purchased or originated credit impaired (POCI), the allowance is based on the change in the expected credit loss over the life of the asset.
b. PSAK No. 73: Sewa. b. SFAS No. 73: Leases.
PSAK No. 73 menggantikan PSAK No. 30 Sewa yang efektif sejak 1 Januari 2020.
Standar ini mengatur prinsip-prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan sewa dan mensyaratkan penyewa untuk mengakui sebagian besar sewa dalam laporan posisi keuangan.
SFAS No. 73 supersedes SFAS No. 30 Leases which effective since January 1, 2020.
The standard sets out the principles for the
recognition, measurement, presentation and
disclosure of leases and requires lessees to
recognize most leases on the statement of
financial position.
PT UBS SEKURITAS INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2020 dan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK) (lanjutan) Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan)
b. PSAK No. 73: Sewa. (lanjutan)
Akuntansi pesewa pada PSAK No. 73 tidak berubah secara substansial dari PSAK No. 30.
Pesewa tetap mengklasifikasikan sewa sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan menggunakan prinsip yang sama dengan PSAK No. 30. Oleh karena itu, PSAK No. 73 tidak memiliki dampak terhadap sewa di mana Perusahaan sebagai pesewa.
Perusahaan mengadopsi PSAK No. 73 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan tanggal 1 Januari 2020.
Dengan metode ini standar diterapkan secara retrospektif dengan dampak kumulatif penerapan awal diakui pada tanggal awal penerapan. Perusahaan memilih untuk menggunakan cara praktis transisi untuk tidak menilai kembali apakah sebuah kontrak adalah atau mengandung sewa pada 1 Januari 2020.
Perusahaan menerapkan standar hanya untuk kontrak yang sebelumnya diidentifikasi sebagai sewa dalam PSAK No. 30 pada tanggal awal penerapan.
Sebelum adopsi PSAK No. 73, Perusahaan mengklasifikasikan setiap sewa (sebagai penyewa) pada tanggal awal sebagai sewa dibayar dimuka.
Pada saat adopsi PSAK No. 73, Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa kecuali sewa jangka pendek dan sewa aset yang bernilai rendah.
Dampak dari penerapan awal dari PSAK No. 71 dan PSAK No. 73 disajikan di Catatan 28.
PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2020 and for the year ended
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS) (continued)
Change in accounting policies and disclosures (continued)
b. SFAS No. 73: Leases. (continued)
Lessor accounting under SFAS No. 73 substantially unchanged from SFAS No. 30.
Lessors will continue to classify leases as either operating or finance leases using similar principles as in SFAS No. 30. Therefore, SFAS No. 73 did not have an impact for leases where the Company is the lessor.
The Company adopted SFAS No. 73 using the modified retrospective method with cumulative effect of adoption with the date of initial application of January 1, 2020. Under this method, the standard is applied retrospectively with the cumulative effect of initially applying the standard recognized at the date of initial application. The Company elected to use the transition practical expedient to not reassess whether a contract is or contains a lease at January 1, 2020. Instead, the Company applied the standard only to contracts that were previously identified as leases applying SFAS No. 30 at the date of initial application.
Before the adoption of SFAS No. 73, the Company classified each of its leases (as lessee) at the inception date as prepaid expenses.
Upon adoption of SFAS No. 73, the Company applied a single recognition and measurement approach for all leases except for short-term leases and leases of low-value assets.
Impact from first implementation of SFAS No. 71
and SFAS No. 73 are disclosed in Note 28.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
SIGNIFIKAN
Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang diterapkan Perusahaan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
Kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan dan dasar penyusunan laporan keuangan
Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
Laporan keuangan, disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain, disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep nilai perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disajikan berdasarkan penilaian lain seperti dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun yang bersangkutan.
Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pembayaran yang diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Perusahaan menyusun laporan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung.
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
The accounting and reporting policies adopted by the Company conform with the Indonesian Financial Accounting Standards and Accounting Guidelines for Securities Company.
The significant accounting principles that were applied in the preparation of the financial statements for the years ended December 31, 2020 and 2019, are as follows:
a. Statement of compliance and basis for preparation of financial statements
The financial statements for the year ended December 31, 2020 and 2019 were prepared in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards which comprise of the statements and interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of Indonesian Institute of Accountants and Accounting Guidelines for Securities Company.
The financial statements, presented in Rupiah, unless otherwise stated, have been prepared on the accrual basis using the historical costs concept, except for certain accounts which are presented on the basis of other measuremets as stated in the respective accounting policies of relevant accounts.
The statement of cash flows present cash receipts and payments classified into operating, investing, and financing activities.
The Company presented the cash flows from operating activities using the direct method.
b. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
b. Foreign currency transactions and balances
Perusahaan menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Transaksi dalam mata uang selain Rupiah dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.
The Company maintains its accounting
records in Rupiah, which is the Company’s
functional currency. Transactions in currencies
other than Rupiah are recorded at the
prevailing rates of exchange in effect on the
date of the transactions.