• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT UBS Sekuritas Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT UBS Sekuritas Indonesia"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen/

Financial statements as of December 31, 2020 and

for the year then ended with independent auditors‘ report

(2)
(3)
(4)

PT UBS SEKURITAS INDONESIA PT UBS SEKURITAS INDONESIA

LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS

TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR THEN ENDED

PADA TANGGAL TERSEBUT WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT

BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Daftar Isi Table of Contents

Halaman/

Page

Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report

Laporan Posisi Keuangan ... 1 ... S tatement of Financial Position

Laporan Laba Rugi dan Statement of Profit or Loss and

Penghasilan Komprehensif Lain ……… 2-3 ……….Other Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas... 4 ... Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas ... 5 ... Statement of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan ... 6 - 80 ... Notes to the Financial Statements

**************************

(5)
(6)
(7)

ASET ASSETS

3b,3d,3e

Kas dan setara kas 435.419.600.328 5,17,25,28 444.748.134.847 Cash and cash equivalents

Piutang lembaga kliring dan 3e,6, Receivables from clearing and

penjaminan 276.105.283.001 17,25 210.137.389.927 guarantee institution

Piutang nasabah 3c,3e,7, Receivables from customers

Pihak berelasi 43.965.033.899 17,23,25 24.971.448.533 Related parties

Pihak ketiga 142.853.973.330 3e,7,17,25 7.589.397.563 Third parties

Piutang kegiatan penjaminan 3b,3c,3e,8, Receivables from underwriting

emisi efek 10.390.372.701 17,23,25 9.264.416.818 activities

Receivables from other

Piutang perusahaan efek lain - 3e,17,25 105.455.000 securities companies

Piutang lain-lain 763.289.976 3e,17,25 1.471.255.005 Other receivables

Biaya dibayar dimuka 1.839.356.307 3i,28 1.993.032.626 Prepaid expenses

3e,3f,9,

Penyertaan pada Bursa Efek 135.000.000 17,25 135.000.000 Investment in Stock Exchange

Aset tetap - setelah dikurangi Property and equipment -

akumulasi penyusutan net of accumulated

masing-masing sebesar depreciation as of December 31,

Rp15.015.200.716 2020 and 2019, amounted

dan Rp28.815.629.604 to Rp15,015,200,716

pada tanggal-tanggal and Rp28,815,629,604,

31 Desember 2020 dan 2019 30.959.276.786 3g,10 4.479.732.185 respectively

Aset hak guna - setelah dikurangi Right of use assets -

akumulasi penyusutan net of accumulated depreciation

sebesar Rp9.215.052.393 as of December 31, 2020

pada tanggal 31 Desember 2020 15.354.551.645 3h,11,28 - amounted to Rp9,215,052,393

Aset pajak tangguhan - neto 12.761.220.801 3l,22 11.852.887.168 Deferred tax assets - net

Aset lain-lain 3.952.462.098 3e,12,17,25 3.950.106.500 Other assets

TOTAL ASET 974.499.420.872 720.698.256.172 TOTAL ASSETS

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS LIABILITIES

Utang nasabah 3c,3e,13, Payables to customers

Pihak berelasi 366.020.917.580 17,23,25 145.465.123.545 Related parties

Pihak ketiga 66.897.467.490 3e,13,17,25 71.696.296.792 Third parties

Utang pajak 38.992.098.691 3l,22 20.938.987.235 Taxes payable

3b,3e,14

Biaya masih harus dibayar 40.698.326.097 17,23,25 29.705.751.826 Accrued expenses

Liabilitas imbalan kerja 28.240.622.000 3j,15 21.608.608.000 Employee benefits obligation 11,17,

Liabilitas sewa guna 17.666.031.932 25,28,29 - Lease liabilities

3b,3c,3e,

Utang lain-lain 134.802.391 16,17,23,25 2.058.276.624 Other payables

TOTAL LIABILITAS 558.650.266.181 291.473.044.022 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Modal saham - nilai nominal Share capital -

Rp1.000.000 per saham with a par value of Rp1,000,000

Modal dasar - 400.000 saham Authorized - 400,000 shares

Modal ditempatkan dan Issued and paid-up -

disetor - 118.000 saham 118.000.000.000 18a 118.000.000.000 118,000 shares

Saldo laba Retained earnings

Ditentukan penggunaannya 5.229.551.021 18b 5.180.296.622 Appropriated

Tidak ditentukan penggunaannya 292.619.603.670 28 306.044.915.528 Unappropriated

TOTAL EKUITAS 415.849.154.691 429.225.212.150 TOTAL EQUITY

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 974.499.420.872 720.698.256.172 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral

terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.

(8)

LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal For the year ended

31 Desember 2020 December 31, 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/

Year ended December 31,

2020

Catatan/

Notes 2019

PENDAPATAN USAHA 3k REVENUES

Pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek

Pendapatan kegiatan penjaminan emisi efek

185.229.005.625 41.801.330.825

19,23 20,23

201.166.205.536 27.268.683.281

Income from brokerage activities Income from underwriting activities

TOTAL PENDAPATAN USAHA 227.030.336.450 228.434.888.817 TOTAL REVENUES

BEBAN USAHA 3k OPERATING EXPENSES

Beban kepegawaian Jasa profesional Sewa kantor Penyusutan

Beban pemeliharaan sistem Jamuan dan sumbangan Umum dan administrasi Telekomunikasi Perjalanan dinas Lain-lain

75.496.812.571 22.896.837.566 11.577.973.392 6.276.057.449 4.836.396.455 4.010.075.327 2.696.725.066 1.227.063.685 458.729.297 5.524.369.067

21,23 23 10

75.315.410.156 28.799.269.160 6.274.298.250 1.484.990.129 5.089.063.142 1.279.695.497 2.026.047.609 348.532.454 1.594.674.562 5.992.068.948

Personnel expenses Professional fees Office rental Depreciation System maintenance expenses Representations and donations General and administrative Telecommunications Travelling Others

Total beban usaha 135.001.039.875 128.204.049.907 Total operating expenses

LABA USAHA 92.029.296.575 100.230.838.910 INCOME FROM OPERATIONS

PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN 3k OTHER INCOME/(EXPENSES)

Pendapatan bunga Beban keuangan - neto Laba/(rugi) selisih kurs - neto Lain-lain - neto

24.580.683.252 (1.699.006.825)

1.617.326.796 3.815.391.683

23,26,27

32.811.404.014 (1.603.153.136)

(287.315.011) 3.752.819.813

Interest income Finance charges - net Gain/(loss) on foreign exchange - net Others - net

Pendapatan lain-lain - neto 28.314.394.906 34.673.755.680 Other income - net

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK

PENGHASILAN BADAN 120.343.691.481 134.904.594.590

INCOME BEFORE FINAL TAX AND CORPORATE INCOME TAX

EXPENSE

Beban pajak final (4.916.133.755) (6.539.874.459) Final tax

LABA SEBELUM PAJAK

PENGHASILAN BADAN 115.427.557.726 128.364.720.131

INCOME BEFORE CORPORATE INCOME TAX EXPENSE

BEBAN PAJAK PENGHASILAN (26.991.826.216) 3l,22 (27.315.465.732) INCOME TAX EXPENSE

LABA BERSIH 88.435.731.510 101.049.254.399 NET INCOME

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral

terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.

(9)

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/

Year ended December 31,

2020

Catatan/

Notes 2019

PENGHASILAN KOMPREHENSIF

LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME

Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:

Pengukuran kembali imbalan

kerja (2.034.544.000) 15 2.926.079.000

Item that will not be reclassified subsequently to profit or loss:

Remeasurement of employment benefits Pajak penghasilan terkait dengan

komponen penghasilan

komprehensif lain 447.599.680 22 (731.519.750)

Income tax relating to components of other comprehensive income Pengaruh perubahan tarif pajak

Penghasilan komprehensif lain - setelah pajak tangguhan

938.700.269

(648.244.051)

22 -

2.194.559.250

Effect from tax rates changes Other comprehensive income

- net of deferred tax

TOTAL PENGHASILAN

KOMPREHENSIF 87.787.487.459 103.243.813.649 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME

LABA BERSIH PER SAHAM 749.455 3m 856.350 NET INCOME PER SHARE

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral

terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.

(10)

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY Untuk tahun yang berakhir pada tanggal For the year ended December 31, 2020

31 Desember 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo Laba/Retained Earnings Ditentukan

penggunaannya untuk cadangan

umum/

Appropriated Tidak ditentukan

Catatan/ Modal saham/ for penggunaannya/ Total ekuitas/

Notes Capital stock general reserve Unappropriated *) Total equity

Balance as of Saldo per 31 Desember 2018 118.000.000.000 4.778.375.512 296.203.022.989 418.981.398.501 December 31, 2018

Pengukuran kembali Remeasurement of

imbalan kerja - employment benefit-

setelah pajak tangguhan - - 2.194.559.250 2.194.559.250 net of deferred tax

Dividen kas 18b - - (93.000.000.000) (93.000.000.000) Cash dividend

Alokasi cadangan umum 18b - 401.921.110 (401.921.110) - General reserve

Laba bersih tahun berjalan - - 101.049.254.399 101.049.254.399 Net income for the year

Balance as of Saldo per 31 Desember 2019 118.000.000.000 5.180.296.622 306.044.915.528 429.225.212.150 December 31, 2019

Beginning balance

Penyesuaian saldo awal adjustment on

atas penerapan SFAS No. 71

PSAK No. 71 28 - - (163.544.918) (163.544.918) implementation

Balance as of

Saldo per 1 Januari 2020 January 1, 2020

setelah penerapan after adoption of

PSAK No. 71 118.000.000.000 5.180.296.622 305.881.370.610 429.061.667.232 SFAS No. 71

Pengukuran kembali Remeasurement of

imbalan kerja - employment benefit-

setelah pajak tangguhan - - (648.244.051) (648.244.051) net of deferred tax

Dividen kas 18b - - (101.000.000.000) (101.000.000.000) Cash dividend

Alokasi cadangan umum 18b - 49.254.399 (49.254.399) - General reserve

Laba bersih tahun berjalan - - 88.435.731.510 88.435.731.510 Net income for the year

Balance as of Saldo per 31 Desember 2020 118.000.000.000 5.229.551.021 292.619.603.670 415.849.154.691 December 31, 2020

*) Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya termasuk pengukuran *) Retained earnings - unappropriated include remeasurement of employment

kembali imbalan kerja - setelah pajak tangguhan benefit - net of deferred tax

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak The accompanying notes to the financial statements form an integral

terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.

(11)

Year ended December 31,

2020

Catatan/

Notes 2019

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan komisi perantara dan perdagangan efek

Penerimaan jasa penasehat investasi dan penjamin emisi

Penerimaan pendapatan bunga Pembayaran beban keuangan Penerimaan dari

nasabah - neto

Pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan - neto Penerimaan dari/(pembayaran

kepada) perusahaan efek - neto Pembayaran kepada pemasok

dan karyawan

Pembayaran pajak penghasilan badan

(Pembayaran)/penerimaan lainnya - neto

Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset tetap

Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS

PENDANAAN

Penerimaan dari pinjaman subordinasi Pembayaran atas

pinjaman subordinasi Pembayaran dividen kas Pembayaran liabilitas sewa guna Kas neto yang digunakan

untuk aktivitas pendanaan (PENURUNAN)/KENAIKAN NETO

KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS

AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS

AKHIR TAHUN

185.229.005.625 40.675.374.942 25.509.823.947 (1.674.097.677) 61.498.803.600 (65.967.893.074)

105.455.000 (96.734.805.466) (20.274.682.079) (669.021.500)

127.697.963.318

69.750.911 (32.755.602.050)

(32.685.851.139)

215.155.075.000 (212.865.025.000) (101.000.000.000) (5.630.696.698)

(104.340.646.698)

(9.328.534.519)

444.748.134.847

435.419.600.328

10 10

27,29 27,29 18b 11,29

5

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES

Receipts from brokerage

201.166.205.536 commissions

Receipts of investment advisory 26.666.964.074 services and underwriting fee 32.603.940.604 Receipts of interest income

(1.506.253.886) Payments of finance charges 31.921.562.183 Receipts from customers - net Payments to clearing and (33.119.788.263) guarantee institution - net

Receipts from/(payments to) other (105.455.000) securities companies - net

Payments to vendors and

(123.440.198.785) employees

(25.376.604.441) Payments of corporate income tax 2.181.786.744 Other (payment)/receipts - net Net cash flows provided by 110.992.158.766 operating activities

CASH FLOWS FOR INVESTING ACTIVITY Proceeds from sales of 22.000.000 property and equipment (3.988.621.074) Acquisition of property and equipment

Net cash flows used in (3.966.621.074) investing activities

CASH FLOWS FOR FINANCING ACTIVITY 288.419.950.000 Receipt from subordinated loans (288.419.950.000) Payment of subordinated loans (93.000.000.000) Payment of cash dividends - Payment of lease liabilities Net cash flows used in (93.000.000.000) financing activities

NET (DECREASE)/INCREASE IN 14.025.537.692 CASH AND CASH EQUIVALENTS

CASH AND CASH EQUIVALENTS 430.722.597.155 AT BEGINNING OF YEAR

CASH AND CASH EQUIVALENTS

444.748.134.847 AT END OF YEAR

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes to the financial statements form an integral

tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. part of these financial statements taken as a whole.

(12)

PT UBS SEKURITAS INDONESIA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2020 dan

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM 1. GENERAL

Pendirian dan informasi umum Establishment and general information PT UBS Sekuritas Indonesia (“Perusahaan”)

didirikan dengan nama PT Aksara Kencana dengan Akta No. 9 tanggal 5 Juli 1982 yang dibuat di hadapan Notaris Adlan Yulizar, S.H. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman melalui suratnya No. C2-4713-HT01-01.TH.83 tanggal 25 Juni 1983. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 176 tanggal 29 Juli 2020 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.

Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Keputusan No. AHU-0057834.AH.01.02 tahun 2020 tanggal 25 Agustus 2020.

PT UBS Sekuritas Indonesia (the “Company”) was established as PT Aksara Kencana by virtue of Deed No. 9 of notary public Adlan Yulizar, S.H.

dated July 5, 1982. This deed was approved by the Minister of Justice under decree No. C2-4713-HT01-01.TH.83 dated June 25, 1983.

The Company’s Articles of Association have been amended several times, the most recent amendment was by deed No. 176 of notary public Aulia Taufani, S.H. dated July 29, 2020. This amendment has been approved by the Minister of Law and Human Rights through his Decree No.

AHU-0057834.AH.01.02 year 2020 dated August 25, 2020.

Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasarnya, Perusahaan bergerak di bidang perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek.

Perusahaan memperoleh izin usaha untuk kegiatan perdagangan efek dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 709/KMK/011/1983 tanggal 15 Oktober 1983, yang diperbaharui kembali dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. KEP-145/PM/1992 tanggal 12 Maret 1992. Perusahaan memperoleh izin usaha untuk kegiatan penjaminan emisi dari

BAPEPAM dengan surat No. KEP-

08/PM/PEE/1996 tanggal 21 Juni 1996.

In accordance with article 3 of the Articles of Association, the Company is engaged in securities trading and underwriting activities. The Company obtained its operating license for securities trading through the Minister of Finance Decree No. 709/KMK/011/1983 dated October 15, 1983 and renewed by the Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM) Decree No. KEP- 145/PM/1992 dated March 12, 1992. The Company obtained its operating license for underwriting activities from BAPEPAM through Decree No. KEP-08/PM/PEE/1996 dated June 21, 1996.

Perusahaan berlokasi di Jakarta dengan alamat di Sequis Tower Level 22 Unit 22-1, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 71, SCBD Lot 11B, Jakarta Selatan 12190 (sebelumnya di Wisma GKBI lantai 22, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 28, Jakarta 10210). Perusahaan memiliki 24 dan 23 karyawan tetap masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (tidak diaudit).

The Company is located in Jakarta at Sequis Tower Level 22, Unit 22-1, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 71, SCBD Lot 11B, Jakarta Selatan 12190 (previously was at Wisma GKBI 22nd floor, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 28, Jakarta 10210).

The Company has 24 and 23 permanent employees as of December 31, 2020 and 2019, respectively (unaudited).

Perusahaan melalui pemegang sahamnya UBS AG, merupakan bagian dari Grup UBS AG yang memiliki entitas anak dan afiliasi di seluruh dunia.

The Company, through its shareholder UBS AG, is part of the UBS AG Group which has subsidiaries and affiliates all over the world. UBS AG is the UBS AG adalah entitas induk akhir Perusahaan. ultimate parent of the Company.

PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

As of December 31, 2020 and for the year then ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6

(13)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Pendirian dan informasi umum (lanjutan) Establishment and general information (continued)

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi The Company’s Boards of Commissioners and Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Desember Directors as of December 31, 2020 and 2019, are 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris : Daniel Lam : Commissioner

Komisaris Independen : Watty Buwanawati : Independent Commissioner

Direksi Board of Directors

Presiden Direktur : Joshua Arief Tanja : President Director

Direktur : Agung Prabowo : Director

Direktur : Andre Tjahjamuljo : Director

2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN

INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK)

Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan

Efektif 1 Januari 2020, Perusahaan telah menerapkan beberapa standar akuntansi baru dan revisi yang relevan untuk Perusahaan, sebagai berikut:

a. PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9.

Perusahaan tidak melakukan penyajian kembali atas informasi komparatif tahun 2019 untuk instrumen keuangan dalam lingkup PSAK No. 71. Oleh karena itu, informasi komparatif tahun 2019 dilaporkan berdasarkan PSAK No. 55 dan tidak dapat dibandingkan dengan informasi yang disajikan pada tahun 2020. Perbedaan yang timbul dari penerapan PSAK No. 71 telah diakui secara langsung dalam saldo laba yang belum ditransfer pada 1 Januari 2020.

2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS)

Change in accounting policies and disclosures

Effective January 1, 2020, The Company has applied new and revised standards which are relevant to the Company, as follows:

a. SFAS No. 71: Financial Instruments, adopted from IFRS 9.

The Company has not restated comparative information for 2019 for financial instruments in the scope of SFAS No. 71. Therefore, the comparative information for 2019 is reported under SFAS No. 55 and is not comparable with the information presented for 2020.

Differences arising from the adoption of SFAS No. 71 have been recognized directly in retained earnings as of January 1, 2020.

7

(14)

PT UBS SEKURITAS INDONESIA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2020 dan

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN

INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK) (lanjutan) Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan)

a. PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9 (lanjutan).

Perubahan utama pada kebijakan akuntasi Perusahaan yang disebabkan karena penerapan PSAK No. 71 dirangkum di bawah ini.

(i) Perubahan klasifikasi dan pengukuran

Dalam menentukan kategori klasifikasi dan pengukuran, PSAK No. 71 mengharuskan semua aset keuangan, kecuali instrumen ekuitas dan derivatif, dinilai berdasarkan model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

Kategori pengukuran PSAK No. 55 atas aset keuangan (nilai wajar melalui laporan laba rugi, tersedia untuk dijual, dimiliki hingga jatuh tempo dan biaya perolehan yang diamortisasi) telah digantikan oleh :

• Instrumen utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

• Instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan atau kerugian di recycled melalui laba atau rugi pada saat penghentian pengakuan

• Instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan atau kerugian tidak di recycled melalui laba atau rugi pada saat penghentian pengakuan

• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Akuntansi untuk liabilitas keuangan, sebagian besar tetap sama seperti dalam PSAK No. 55, kecuali untuk perlakuan keuntungan atau kerugian yang timbul dari risiko kredit entitas yang terkait dengan liabilitas yang diukur pada FVPL.

Mutasi keuntungan atau kerugian tersebut disajikan dalam penghasilan komprehensif lain tanpa reklasifikasi selanjutnya ke laporan laba rugi.

PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

As of December 31, 2020 and for the year ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS) (continued)

Change in accounting policies and disclosures (continued)

a. SFAS No. 71: Financial Instruments, adopted from IFRS 9 (continued).

The key changes to the Company accounting policies resulting from its adoption of SFAS No. 71 are summarized below.

(i) Changes to classification and measurement

To determine their classification and measurement category, SFAS No. 71 requires all financial assets, except equity instruments and derivatives, to be assessed based on a combination of the entity’s business model for managing the assets and the instruments’ contractual cash flow characteristics.

The SFAS No. 55 measurement categories of financial assets (fair value through profit or loss, available for sale, held-to-maturity and amortized cost) have been replaced by :

Debt instruments measured at amortized cost

Debt instruments measured at fair

value through other

comprehensive income, with gains or losses recycled to profit or loss on derecognition

Equity instruments measured at fair value through other comprehensive income, with no recycling of gains or losses in profit or loss on derecognition

Financial assets measured at fair

value through profit or loss

The accounting for financial liabilities

remains largely the same as it was under

SFAS No. 55, except for the treatment of

gains or losses arising from an entity’s

own credit risk relating to liabilities

designated at FVPL. Such movements

are presented in other comprehensive

income with no subsequent

reclassification to the income statement.

(15)

2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN 2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF

INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK) (lanjutan)

FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS) (continued)

Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan)

Change in accounting policies and disclosures (continued)

a. PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9 (lanjutan).

a. SFAS No. 71: Financial Instruments, adopted from IFRS 9 (continued).

Perubahan utama pada kebijakan akuntasi Perusahaan yang disebabkan karena penerapan PSAK No. 71 dirangkum di bawah ini (lanjutan).

The key changes to the Company accounting policies resulting from its adoption of SFAS No. 71 are summarized below (continued).

(ii) Perubahan dalam penurunan nilai (ii) Changes to the impairment calculation Penerapan PSAK No. 71 secara

fundamental telah mengubah akuntansi Perusahaan dalam menentukan kerugian penurunan nilai dengan mengganti pendekatan PSAK No. 55 kerugian kredit yang terjadi (incurred loss approach) menjadi pendekatan kerugian kredit ekspektasian (forward-looking expected credit loss approach). PSAK No. 71 mensyaratkan Perusahaan untuk mencatat penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk semua kredit dan aset keuangan utang lainnya yang tidak diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi, bersama dengan komitmen dan kontrak garansi keuangan. Pencadangan berdasarkan kerugian kredit ekspektasian terkait dengan probability of default selama 12 bulan kedepan, kecuali terdapat peningkatan signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Jika aset keuangan memenuhi definisi purchased or originated credit impaired (POCI), pencadangan ditetapkan berdasarkan perubahan kerugian kredit ekspektasian selama umur aset.

The adoption of SFAS No. 71 has fundamentally changed the Company accounting for loan loss impairments by replacing SFAS No. 55’s incurred loss approach with a forward-looking expected credit loss approach. SFAS No.

71 requires the Company to record an allowance for expected credit loss for all loans and other debt financial assets not held at fair value through profit or loss, together with loan commitments and financial guarantee contracts.The allowance is based on the expected credit loss associated with the probability of default in the next 12 months unless there has been a significant increase in credit risk since origination. If the financial asset meets the definition of purchased or originated credit impaired (POCI), the allowance is based on the change in the expected credit loss over the life of the asset.

b. PSAK No. 73: Sewa. b. SFAS No. 73: Leases.

PSAK No. 73 menggantikan PSAK No. 30 Sewa yang efektif sejak 1 Januari 2020.

Standar ini mengatur prinsip-prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan sewa dan mensyaratkan penyewa untuk mengakui sebagian besar sewa dalam laporan posisi keuangan.

SFAS No. 73 supersedes SFAS No. 30 Leases which effective since January 1, 2020.

The standard sets out the principles for the

recognition, measurement, presentation and

disclosure of leases and requires lessees to

recognize most leases on the statement of

financial position.

(16)

PT UBS SEKURITAS INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Tanggal 31 Desember 2020 dan

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. PENERAPAN PERNYATAAN DAN

INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK DAN ISAK) (lanjutan) Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan)

b. PSAK No. 73: Sewa. (lanjutan)

Akuntansi pesewa pada PSAK No. 73 tidak berubah secara substansial dari PSAK No. 30.

Pesewa tetap mengklasifikasikan sewa sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan menggunakan prinsip yang sama dengan PSAK No. 30. Oleh karena itu, PSAK No. 73 tidak memiliki dampak terhadap sewa di mana Perusahaan sebagai pesewa.

Perusahaan mengadopsi PSAK No. 73 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan tanggal 1 Januari 2020.

Dengan metode ini standar diterapkan secara retrospektif dengan dampak kumulatif penerapan awal diakui pada tanggal awal penerapan. Perusahaan memilih untuk menggunakan cara praktis transisi untuk tidak menilai kembali apakah sebuah kontrak adalah atau mengandung sewa pada 1 Januari 2020.

Perusahaan menerapkan standar hanya untuk kontrak yang sebelumnya diidentifikasi sebagai sewa dalam PSAK No. 30 pada tanggal awal penerapan.

Sebelum adopsi PSAK No. 73, Perusahaan mengklasifikasikan setiap sewa (sebagai penyewa) pada tanggal awal sebagai sewa dibayar dimuka.

Pada saat adopsi PSAK No. 73, Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa kecuali sewa jangka pendek dan sewa aset yang bernilai rendah.

Dampak dari penerapan awal dari PSAK No. 71 dan PSAK No. 73 disajikan di Catatan 28.

PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

As of December 31, 2020 and for the year ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IMPLEMENTATION AND INTERPRETATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARD (SFAS AND IFAS) (continued)

Change in accounting policies and disclosures (continued)

b. SFAS No. 73: Leases. (continued)

Lessor accounting under SFAS No. 73 substantially unchanged from SFAS No. 30.

Lessors will continue to classify leases as either operating or finance leases using similar principles as in SFAS No. 30. Therefore, SFAS No. 73 did not have an impact for leases where the Company is the lessor.

The Company adopted SFAS No. 73 using the modified retrospective method with cumulative effect of adoption with the date of initial application of January 1, 2020. Under this method, the standard is applied retrospectively with the cumulative effect of initially applying the standard recognized at the date of initial application. The Company elected to use the transition practical expedient to not reassess whether a contract is or contains a lease at January 1, 2020. Instead, the Company applied the standard only to contracts that were previously identified as leases applying SFAS No. 30 at the date of initial application.

Before the adoption of SFAS No. 73, the Company classified each of its leases (as lessee) at the inception date as prepaid expenses.

Upon adoption of SFAS No. 73, the Company applied a single recognition and measurement approach for all leases except for short-term leases and leases of low-value assets.

Impact from first implementation of SFAS No. 71

and SFAS No. 73 are disclosed in Note 28.

(17)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang diterapkan Perusahaan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

Kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

a. Pernyataan kepatuhan dan dasar penyusunan laporan keuangan

Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

Laporan keuangan, disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain, disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep nilai perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disajikan berdasarkan penilaian lain seperti dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun yang bersangkutan.

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pembayaran yang diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Perusahaan menyusun laporan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung.

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

The accounting and reporting policies adopted by the Company conform with the Indonesian Financial Accounting Standards and Accounting Guidelines for Securities Company.

The significant accounting principles that were applied in the preparation of the financial statements for the years ended December 31, 2020 and 2019, are as follows:

a. Statement of compliance and basis for preparation of financial statements

The financial statements for the year ended December 31, 2020 and 2019 were prepared in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards which comprise of the statements and interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of Indonesian Institute of Accountants and Accounting Guidelines for Securities Company.

The financial statements, presented in Rupiah, unless otherwise stated, have been prepared on the accrual basis using the historical costs concept, except for certain accounts which are presented on the basis of other measuremets as stated in the respective accounting policies of relevant accounts.

The statement of cash flows present cash receipts and payments classified into operating, investing, and financing activities.

The Company presented the cash flows from operating activities using the direct method.

b. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing

b. Foreign currency transactions and balances

Perusahaan menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Transaksi dalam mata uang selain Rupiah dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.

The Company maintains its accounting

records in Rupiah, which is the Company’s

functional currency. Transactions in currencies

other than Rupiah are recorded at the

prevailing rates of exchange in effect on the

date of the transactions.

(18)

PT UBS SEKURITAS INDONESIA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2020 dan

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing (lanjutan)

Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah dengan nilai tukar yang berlaku pada tanggal tersebut yang diberikan oleh Grup UBS. Laba atau rugi selisih kurs diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.

Kurs pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang digunakan untuk menjabarkan Dolar Amerika Serikat ke dalam mata uang Rupiah adalah sebagai berikut:

2020 1 Dolar Amerika Serikat/ Rupiah 13.924

c. Transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak-pihak berelasi yang dipakai adalah sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2015): "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, dalam laporan keuangan. Semua transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tanpa syarat dan kondisi sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga diungkapkan pada Catatan 23.

d. Kas dan setara kas

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dibatasi penggunaannya.

PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

As of December 31, 2020 and for the year ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Foreign currency transactions and balances (continued)

At the statement of financial position date, all foreign currency monetary assets and liabilities are translated into Rupiah at the prevailing exchange rates on that date provided by UBS Group. The resulting net foreign exchange gains or losses are recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income for the year.

The exchange rates as of December 31, 2020 and 2019 used to translate United States Dollar into Rupiah are as follows:

2019

13.843 United States Dollar 1/Rupiah

c. Related parties transactions and balances

The Company has transactions with related parties. The definition of related parties is in accordance with SFAS No. 7 (Revised 2015),

“Related Party Disclosures”. The revised SFAS requires disclosure of related party relationships, transactions and outstanding balances, in the financial statements. All significant transactions and balances with related parties, whether or not conducted under similar terms and conditions as those conducted with third parties, are disclosed in Note 23.

d. Cash and cash equivalents

Cash and cash equivalents consist of cash on

hand and in banks, and time deposits with

original maturities of three months or less from

acquisition date and not restricted in use.

(19)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Aset dan liabilitas keuangan Sejak tanggal 1 Januari 2020

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Sedangkan, liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur berdasarkan biaya perolehan diamortisasi dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Pengakuan dan pengukuran

Klasifikasi aset keuangan menggunakan pendekatan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan tersebut. Setelah pengakuan awal, aset keuangan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan nilai wajar melalui laporan laba rugi berdasarkan pada model bisnis yang diadopsi.

Semua instrumen keuangan pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajarnya.

Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.

Aset keuangan

a) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan amortisasi

Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi adalah aset keuangan yang memenuhi salah satu kondisi aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas semata dari pembayaran pokok dan bunga “SPPI”

(Solely Payment of Principal and Interest).

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial assets and liabilities Starting January 1, 2020

Financial assets have classified as financial assets measured at amortized cost, financial assets measured at fair value through other comprehensive income, and financial assets measured at fair value through profit or loss.

Meanwhile, financial liabilities are classified as financial liabilities measured at amortized cost and financial liabilities measured at fair value through profit or loss.

Recognition and measurement

The classification of financial assets uses the business model approach and contractual cash flow characteristic of the financial assets.

After initial recognition, financial assets are measured at amortized cost, fair value through other comprehensive income and fair value through profit or loss based on the business model adopted.

All financial instruments are measured initially at their fair value. In the case that financial assets or financial liabilities are not designated at fair value through profit or loss, the fair value should be added with attributable transaction costs directly from acquisition or issuance of financial assets or financial liabilities.

Financial assets

a) Financial assets measured at amortized cost

Financial assets measured at amortized cost are financial assets that meet one of the conditions of financial assets managed in a model business that aims to have the financial assets in order to obtain contractual cash flows, and the contractual terms of financial assets on the certain date increase cash flows solely payments of principle and interest

“SPPI” (Solely Payment of Principal and

Interest).

(20)

PT UBS SEKURITAS INDONESIA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2020 dan

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) Sejak tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan) Pengakuan dan pengukuran (lanjutan) Aset keuangan (lanjutan)

a) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan amortisasi (lanjutan)

Pada saat pengakuan awal aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dicatat sebesar nilai wajar, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR), dikurangi dengan penurunan nilai.

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi pada awal akuisisi dan fee/biaya sebagai bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif (EIR). Amortisasi dan kerugian yang timbul dari penurunan nilai aset keuangan tersebut akan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Persyaratan penurunan nilai diterapkan pada aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan.

b) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

PT UBS SEKURITAS INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS

As of December 31, 2020 and for the year ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial assets and liabilities (continued) Starting January 1, 2020 (continued) Recognition and measurement (continued) Financial assets (continued)

a) Financial assets measured at amortized cost (continued)

Financial assets measured at amortized cost are initially recognized at fair value and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate (EIR) method, less impairment. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on initial acquisition and fees/costs that are an integral part of the effective interest rate (EIR). The amortization and the losses arising from impairment of those financial assets are recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income.

Impairment requirements apply to financial assets measured at amortized cost.

b) Financial assets measured at fair value through other comprehensive income

Aset keuangan yang diukur nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah aset keuangan yang memenuhi salah satu kondisi aset keuangan dikelola dengan model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan, dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Financial assets measured at fair value through other comprehensive income are financial assets that meet one of the conditions of financial assets managed with a business model whose purpose will be fulfilled by obtaining contractual cash flow and selling financial assets, and the contractual terms of the financial assets grant rights on a certain date for cash flows solely payments of principal and interest on the principal amount owed.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat sebesar nilai wajar, selanjutnya diukur sebesar nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar dalam pendapatan komprehensif lainnya, kecuali kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs.

Financial assets measured at fair value

through other comprehensive income are

initially recognized at fair value and

measured subsequently at fair value with

gains or losses arising from the changes

in fair value under other comprehensive

income, except for impairment on

financial assets and foreign exchange

gains or losses.

(21)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)

e. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) e. Financial assets and liabilities (continued) Sejak tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan) Starting January 1, 2020 (continued) Pengakuan dan pengukuran (lanjutan) Recognition and measurement (continued) Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

b) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (lanjutan)

b) Financial assets measured at fair value through other comprehensive income (continued)

Persyaratan penurunan nilai diterapkan pada aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laporan komprehensif lain.

Impairment requirements apply to financial assets measured at fair value through other comprehensive income.

c) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

c) Financial assets measured at fair value through profit or loss

Aset keuangan yang diukur nilai wajar melalui laporan laba rugi kecuali aset keuangan tersebut diukur dengan biaya perolehan diamortisasi atau diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya untuk diperdagangkan.

Financial assets measured at fair value through profit or loss unless those financial assets are measured at amortized cost or measured at fair value through other comprehensive income, and are held in a business model for trading purposes.

Setelah pengukuran awal, aset keuangan yang dikelompokkan dalam kategori ini diukur sebesar nilai wajarnya, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat perubahan nilai wajar instrumen keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai

“Kenaikan/(penurunan) nilai instrumen keuangan”.

After initial recognition, the financial assets included in this category are measured at fair value, the unrealized gains or losses resulting from changes in fair value are recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income as “Increase/(decrease) in value of financial instruments”.

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Liabilitas keuangan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR), kecuali:

Financial liabilities after initial recognition are measured at amortized cost using the effective interest rate (EIR) method, except:

a. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Liabilitas tersebut, termasuk derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur melalui nilai wajar.

b. Liabilitas yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi syarat penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan.

c. Kontrak jaminan keuangan

a. Financial liabilities at fair value through profit or loss. These liabilities, including derivatives that are liabilities, will then be measured at fair value.

b. Liabilities that arise when the transfer of financial assets that do not meet the conditions for termination of recognition or when a sustainable engagement.

c. Financial guarantee contract.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan peristiwa-peristiwa tertentu atau perhitungan, mereka mungkin memutuskan un- tuk membeli mata uang dengan harapan bahwa yang terakhir akan naik nilainya dan mereka

Metode ini diperlukan juga untuk mengetahui sejauh mana Hakim di Pengadilan Bantul memberikan putusan yang baik dalam menaggulangi tindak pidana perdagangan satwa

Pada hari ini, Minggu, 28 Desember 2014, GI. Linda Mega akan melayani di Gereja Kehidupan Rohani - Gedong. Bagi Jemaat yang membutuhkan pelayanan dapat menghubungi hamba Tuhan atau

Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya (baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya, jika belum terinfeksi maka sang virus akan

Pemeriksaan indra penciuman Inspeksi lebar celah palpebra Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk) Reaksi pupil terhadap cahaya Reaksi pupil terhadap obyek dekat Penilaian gerakan bola

Ekstrak daun pepaya (Carica papaya Linn) diduga memiliki efek sebagai larvasida terhadap Aedes aegypti karena memiliki berbagai zat metabolit aktif berupa

disa"paikan klien akan "e"uda!kan perawat dala" berinteraksi