• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. dibandingkan pada harga minyak mentah dunia pada tahun Pergerakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. dibandingkan pada harga minyak mentah dunia pada tahun Pergerakan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Harga minyak mentah dunia (crude oil) mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan pada harga minyak mentah dunia pada tahun 2014. Pergerakan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang berada pada harga diatas USD100,00 per barrel pada tahun 2014 secara signifikan mengalami penurunan pada kisaran USD40,00 per barrel pada tahun 2016.

Gambar 1.1. Harga Minyak Mentah WTI per Barrel Periode 2011 – 2016

Sumber: www.bloomberg.com/quote/CL1:COM Sektor minyak dan gas merupakan salah satu andalan devisa dalam rangka kelangsungan pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Penurunan harga komoditas minyak di pasar internasional, menyebabkan

ketidakstabilan ekonomi di dunia. Seluruh industri yang berkaitan baik

(2)

2

langsung maupun tidak langsung dengan sektor migas akan terkena dampak atas penurunan harga minyak.

Tren penurunan harga minyak mentah di dunia telah memberikan banyak dampak bagi industri minyak dan gas di dunia. Harga minyak mentah sempat menyentuh level USD110,00 per barrel pada tahun 2014.

Harga minyak mentah yang telah mencapai USD30,00 per barrel merupakan suatu indikasi terdapat perubahan pasar terhadap produksi dan konsumsi minyak bumi di dunia.

Produksi minyak mentah di dunia yang bertambah menyebabkan

harga minyak mentah mengalami penurunan. Salah satu penyebab

penambahan produksi minyak bumi adalah karena produksi shale oil oleh

Amerika Serikat. Amerika juga berusaha untuk menjadi eksportir minyak

di dunia. Semakin melimpahnya stok minyak di dunia, menyebabkan

harga minyak menurun tajam dalam 2 tahun terakhir. Penurunan harga

minyak ini menyebabkan perusahaan minyak dan gas membatasi produksi

mereka, dikarenakan biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual

minyak mentah. Data produksi minyak mentah dan kondensat di Indonesia

ditunjukkan dalam tabel 1.1.

(3)

3

Tabel 1.1 Produksi Minyak Mentah dan Kondensat Indonesia

Tahun Produksi Minyak Bumi (barrel)

2010 288.952.786

2011 286.984.145

2012 315.178.127

2013 287.550.170

2014 238.670.486

2015 225.350.243

Sumber: Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi 2010-2015, www.bps.go.id

PT MIGAS-INDO merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa analisis batuan, minyak dan gas bumi. Dengan penurunan harga minyak dunia memberikan dampak semakin sedikitnya kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia. Kegiatan eksplorasi migas secara umum mengambil contoh batuan, minyak dan gas bumi hasil eksplorasi untuk dianalisis kandungan hidrokarbon yang terdapat sebagai cadangan.

Kegiatan eksplorasi yang menurun menyebabkan jumlah contoh batuan, minyak dan gas bumi yang akan dianalisis berkurang sehingga memberikan dampak langsung kepada PT MIGAS-INDO.

Dengan menurunnya jumlah contoh batuan, minyak, dan gas yang

diterima PT MIGAS-INDO, pendapatan perusahaan akan berkurang dan

kompetisi yang terjadi di pasar untuk memperoleh kontrak analisis batuan,

minyak, dan gas semakin ketat. Penurunan pendapatan PT MIGAS-INDO

ditunjukkan dalam tabel 1.2.

(4)

4

Tabel 1.2 Data Sales Revenue PT MIGAS-INDO Tahun 2014-2016

Sumber: Laporan Keuangan PT MIGAS-INDO

PT MIGAS-INDO harus mampu menerapkan strategi yang efektif dan tepat untuk dapat tetap bersaing dan berkembang di tengah gejolak pasar atas harga minyak dunia. Penjabaran permasalahan di atas menjadi dasar yang menarik untuk melakukan penelitian terhadap PT MIGAS- INDO karena aktivitas PT MIGAS-INDO dapat menggambarkan strategi kompetitif yang dapat dilakukan oleh perusahaan jasa pendukung produksi minyak dan gas bumi secara umum.

1.2 Rumusan Masalah

Penurunan harga minyak dunia yang cukup drastis dari tahun 2014 hingga tahun 2016 telah berimbas banyak pada perusahaan yang bergerak dalam industri minyak dan gas. PT MIGAS-INDO sebagai sebuah perusahaan

Sales Revenue

(dalam ribu USD)

Kuartal 1 Tahun 2014 2.279,31

Kuartal 2 Tahun 2014 2.666,99

Kuartal 3 Tahun 2014 3.046,07

Kuartal 4 Tahun 2014 2.643,85

Kuartal 1 Tahun 2015 2.048,71

Kuartal 2 Tahun 2015 1.570,84

Kuartal 3 Tahun 2015 1.782,72

Kuartal 4 Tahun 2015 1.524,83

Kuartal 1 Tahun 2016 717,30

Kuartal 2 Tahun 2016 555,92

Kuartal 3 Tahun 2016 635,46

Kuartal 4 Tahun 2016 - E 889,00

(5)

5

yang bergerak di bidang analisis batuan, minyak dan gas bumi di Indonesia secara langsung juga merasakan imbas dari penurunan harga minyak dunia tersebut.

Untuk dapat tetap mempertahankan bisnis di Indonesia, PT MIGAS-INDO harus mampu mengatasi perubahan kondisi yang terjadi.

Industri jasa analisis batuan, minyak, dan gas bumi di Indonesia merupakan industri spesifik yang terdiri dari 4 perusahaan besar, termasuk di dalamnya adalah PT MIGAS-INDO dan 2 perusahaan baru. Analisis PESTEL dapat menjadi sebuah sarana bagi PT MIGAS-INDO untuk menghadapi perubahan yang ada sehingga dapat tetap bersaing dan beroperasi dalam kondisi yang sulit. Beberapa langkah telah dilakukan oleh PT MIGAS-INDO dalam menghadapi perubahan kondisi eksternal tersebut seperti pembatasan pembelanjaan modal (capital expenditure) dan pengurangan pengeluaran operasional (operating expense).

Efektifitas langkah yang dilakukan oleh PT MIGAS-INDO ini perlu dibandingkan dan diukur dan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah strategi selanjutnya untuk menjadikan usaha PT MIGAS-INDO sustainable. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan akan digunakan

untuk menganalisis efektifitas kebijakan yang telah dilakukan oleh PT

MIGAS-INDO. Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) perlu

dilakukan oleh perusahaan untuk mengambil langkah strategi baru dalam

dinamika bisnis yang sedang dihadapi oleh PT MIGAS-INDO. QSPM

adalah pendekatan manajemen strategis untuk mengevaluasi kemungkinan

(6)

6

strategi yang ada. QSPM memberikan metode analitis dalam membandingkan tindakan alternatif yang mungkin dilakukan. Langkah yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi faktor strategis utama melalui matriks External Factor Evaluation dan Internal Factor Evaluation. Kuantifikasi faktor eksternal dan internal ini akan menjawab

pilihan langkah strategis perusahaan yang terbaik. Analisis PESTEL akan digunakan untuk membantu penyusunan External Factor Evaluation dan model Five Forces Model of Competition oleh Michael Porter akan digunakan untuk menggambarkan kondisi industri dimana PT MIGAS- INDO berkompetisi.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Hal-hal yang menjadi masalah utama dan akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Apakah kebijakan pembatasan capital expenditure PT MIGAS-INDO memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan?

2. Apakah kebijakan pembatasan operating expense PT MIGAS-INDO memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan?

3. Apakah langkah strategi terbaik yang dapat dilakukan oleh PT MIGAS-

INDO untuk menghadapi dampak dari penurunan harga minyak dunia

setelah dilakukan analisis QSPM?

(7)

7

1.4 Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memenuhi tujuan yang ingin dicapai seperti tercantum di bawah ini.

1. Untuk mengetahui pengaruh kebijakan pembatasan capital expenditure PT MIGAS-INDO terhadap kinerja perusahaan.

2. Untuk mengetahui pengaruh kebijakan pembatasan operating expense PT MIGAS-INDO terhadap kinerja perusahaan.

3. Untuk mengetahui pilihan terbaik yang dapat dilakukan oleh PT MIGAS- INDO untuk menghadapi dampak dari penurunan harga minyak dunia setelah dilakukan analisis QSPM.

4. Untuk memberi saran ke depan bagi PT MIGAS-INDO agar dapat menjalankan bisnis yang sustainable dan kompetitif.

1.5 Manfaat Penelitian

Dari penelitian yang dilakukan, diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna bagi PT MIGAS-INDO untuk memilih strategi terbaik dalam menghadapi dampak penurunan harga minyak dunia. Diharapkan PT MIGAS-INDO mampu melakukan strategi tersebut untuk dapat menjalankan bisnis secara berkelanjutan di Indonesia.

Penelitian diharapkan dapat menjadi sebuah rekomendasi bagi

manajemen PT MIGAS-INDO untuk melakukan langkah strategis dalam

menghadapi dinamika perubahan faktor eksternal yang berimbas pada

kegiatan bisnis perusahaan. Diharapkan manajemen PT MIGAS-INDO dapat

(8)

8

memperhatikan dinamika perubahan faktor eksternal dan internal dalam menentukan setiap kebijakan perusahaan.

1.6 Ruang Lingkup Penelitian

Untuk dapat memberikan tulisan hasil penelitian yang terarah dan baik, maka perlu dibuat suatu batasan penelitian. Adapun ruang lingkup penelitian yang akan dibahas adalah:

1. Peneliti akan membahas kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari PT MIGAS-INDO.

2. Penelitian hanya akan membatasi data dari PT MIGAS-INDO pada tahun 2014 hingga kuartal ketiga tahun 2016.

3. Penelitian hanya akan membatasi langkah yang akan dilakukan oleh PT MIGAS-INDO dalam menghadapi penurunan harga minyak dunia.

1.7 Sistematika Penulisan

Secara garis besar, sistem penulisan tesis ini sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab pendahuluan berisikan penjelasan secara umum meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, serta sistematika penulisan tesis.

BAB II LANDASAN TEORI

(9)

9

Bab ini membahas tinjauan pustaka yang menjadi referensi penelitian. Dasar teori yang ditinjau dalam tulisan ini adalah mengenai framework formulasi strategi komprehensif yang diantaranya meliputi analisis PESTEL dan Five Forces Model of Competition untuk mengetahui posisi perusahaan. Selain itu,

dinamika mikro kompetisi perlu dijabarkan sebagai landasan teori untuk menilai posisi perusahaan. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan akan dijabarkan sebagai panduan untuk menilai efektifitas langkah perusahaan. Teori mengenai Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) akan dijelaskan

lebih luas sebagai pedoman bagi perusahaan untuk mengambil langkah strategi baru.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini mencakup uraian mengenai objek penelitian, metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data, serta metode penggunaan QSPM dalam menentukan langkah kebijakan perusahaan.

BAB IV DATA DAN ANALISA

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif

kualitatif. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan dari tahun

2014 hingga kuartal pertama tahun 2016. Pembatasan belanja

modal dan pengeluaran operasional yang telah dilakukan

(10)

10

perusahaan akan dianalisa menggunakan rasio biaya operasional terhadap pendapatan untuk menjelaskan efektifitas langkah yang telah dilakukan perusahaan. Analisa PESTEL dan SWOT akan dilakukan sebagai dasar Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan rangkuman mengenai penjelasan, analisa dan

hasil penelitian yang telah dipaparkan dalam bab-bab

sebelumnya serta saran-saran untuk tindakan pengembangan

kinerja.

Gambar

Gambar 1.1. Harga Minyak Mentah WTI per Barrel Periode 2011 – 2016

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, variabel lain yang memiliki pengaruh terhadap respons OHIDHA adalah variabel lama mengetahui status HIV ODHA yang memiliki kecenderungan 0,246 lebih

untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Psikologi Islam (S.

Therefore, they present METIS, a framework for the management of multimedia data and metadata from various distributed sources; Ylvi, a semantic Wiki platform with a

Mahapatih Gajahmada kemudian mendekati Sang Prabu Brawijaya dengan isak tangisnya sambil berkata, “Prabu, batalkan putusan Paduka Raja untuk menghukum mati putranda, Raden

[r]

Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam

To measure price reaction, Beaver (1968) employs cross-sectional means of standardized squared market model prediction errors. Extreme values can have a large impact on squared

Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam