• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

38 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Tempat yang diperuntukkan sebagai tempat guna memperoleh data, informasi, dan segala perihal yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian merupakan arti dari tempat penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMKN 6 Surakarta yang beralamat pada Jalan Adi Sucipto No. 38, Kerten, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Alasan peneliti menentukan lokasi penelitian di SMKN 6 Surakarta adalah sebagai berikut:

a. SMKN 6 Surakarta merupakan salah satu sekolah vokasi yang sudah melakukan konsep pembelajaran teaching factory pada program keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran serta bekerja sama dengan industri ternama.

b. Terdapat data dan informasi yang diperlukan peneliti untuk keberlanjutan penelitian.

c. Perizinan untuk melaksanakan penelitian mudah karena peneliti diterima dan diarahkan dengan baik di tempat penelitian.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari 2020 hingga Maret 2021. Dimulai dari tahap penyusunan proposal hingga penyusunan laporan akhir.

commit to user

(2)

Tabel 3.1 Waktu Penelitian

Jadwal Kegiatan Bulan

1. Persiapan Penelitian Jan Feb s/d Juni

Juli Ag s

Sep Okt Nov Des Jan - Feb

Mar

a. Pengajuan masalah penelitian b. Pengesahan judul penelitian c. Pengajuan proposal

d. Seminar Proposal e. Revisi proposal 2. Pelaksanaan Penelitian

a. Menyusun angket b. Revisi angket c. Mengurus perijinan

d. Melakukan uji coba angket e. Menganalisis uji coba

angket

f. Finalisasi dan pengadaan angket

g. Pelaksanaan pengambilan data primer

h. Analisis hasil pengambilan data primer

3. Penyusunan laporan/skripsi a. Penyusunan draf b. Pengetikan skripsi 4. Pelaksanaan ujian skripsi

commit to user

(3)

B. Desain Penelitian

Desain penelitian yaitu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di dalam penelitian. Penelitian ini ditujukan guna melihat seberapa besar pengaruh karakter teacherpreneur dan pembelajaran teaching factory terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 6 Surakarta. Untuk mengetahui pengaruh antara variabel, peneliti menggunakan analisis regresi ganda dengan memakai software Stattical Package for Social Science (SPSS) 20 For Windows.

1. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan akan menggunakan penelitian deskriptif survey dengan pendekatan kuantitatif karena penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran keseluruhan melalui survei yang dilakukan dan disajikan dalam bentuk angka serta dianalisis dengan statistik.

2. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel independen serta variabel dependen.

a. Variabel Independen (Variabel Bebas)

Berdasarkan judul penelitian yang digunakan peneliti, maka variabel independen atau variabel bebas pada penelitian ini yaitu persepsi siswa tentang karakter teacherpreneur (X1) dan pelaksanaan teaching factory (X2).

b. Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Berdasarkan judul penelitian yang digunakan peneliti, maka variabel dependen atau variabel terikat pada penelitian ini yaitu kesiapan kerja siswa (Y).

commit to user

(4)

3. Definisi Operasional

Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel Variabel

Penelitian

Definisi Operasional

Indikator Alat Ukur dan Skala

Persepsi Siswa Tentang

Karakter

Teacherpreneur

Teacherpreneuer merupakan guru yang memiliki jiwa wirausaha dan memiliki ketrampilan sesuai tuntutan keadaan yang bercirikan dengan karakter percaya diri, berorientasi pada prestasi, memiliki

keberanian, memiliki jiwa kepemimpinan, dan keorisinilan.

a. Percaya diri b. Berorientasi

pada hasil c. Kepemimpinan d. Keorisinilan (Suryana, 2014:

39), (Ni’mah dkk, 2018: 51)

Alat ukur menggunakan angket, skala likert

SS = 4 S = 3 TS = 2 STS =1

Pelaksanaan Teaching Factory

Teaching factory merupakan pembelajaran yang berbasis kompetensi dan produksi,

pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan dan kondisi di industri

sebenarnya.

a. Kompetensi b. Didaktis c. Fasilitas d. Manajemen (Direktorat Pembinaan SMK, 2017: 14-17)

Alat ukur menggunakan angket, skala likert

SS = 4 S = 3 TS = 2 STS =1

Kesiapan Kerja Kesiapan kerja merupakan kemampuan individu atau seseorang untuk memberikan respon dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi suatu pekerjaan dengan melalui

a. Motivasi b. Kematangan

pribadi c. Kematangan

sosial d. Sikap kerja e. Cakap dalam

bekerja (Prianto dkk, 2019: 975)

Alat ukur menggunakan angket, skala likert

SS = 4 S = 3 TS = 2 STS =1

commit to user

(5)

ketrampilan, pengetahuan, dan pengalaman.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas XI dan XII program keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 6 Surakarta yang telah mendapatkan pembelajaran teaching factory.

Tabel 3.3 Daftar jumlah siswa masing-masing tingkat pada program keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran di SMKN 6 Surakarta

No Kelas Jumlah Siswa

1. XI BDP 67

2. XII BDP 66

Total 133

Sumber: Data sekunder, 2020 2. Sampel

Sampel adalah sebagian ataupun wakil dari populasi yang diteliti, peneliti haruslah mengambil sampel yang benar-benar dapat mewakili atau representative. Untuk dapat memastikan ukuran sampel yang diambil dari suatu populasi peneliti menggunakan rumus Slovin dalam Amirulloh (2015: 76) dengan tingkat kepercayaan 95%, adalah sebagai berikut:

Rumus: n = N

1+N (e)2

n = jumlah sampel N = ukuran

e = batas kesalahan (tingkat kesalahan 5%)

Berdasarkan rumus Slovin tersebut, maka perhitungan sampel pada penelitian ini adalah sebesar:

n = 133

1+(133×0,052 ) commit to user

(6)

n = 133

1+(133 ×0,0025)

n = 133

1,3325

n = 99,8 n= 100

D. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportionate random sampling dikarenakan populasi acak. Latar belakang peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel dengan proportionate random sampling dikarenakan populasi penelitian yaitu siswa kelas XI dan XII SMKN 6 Surakarta dimana jumlah siswa tiap tingkat bersifat homogen dan tidak terlalu besar jumlah perbedaannnya. Perhitungan jumlah proposi sampel untuk penelitian ini adalah sebagai berikut:

𝑁𝑖 = 𝑁𝑖 𝑁 × 𝑛

Keterangan

Ni : Jumlah sampel ke-i Ni : Jumlah populasi ke-i N : Jumlah total populasi

n : Jumlah sampel total yang digunakan Tabel 3.4 Sampel Penelitian

Tingkat Kelas Rumus Jumlah Sampel Jumlah Sampel

XI BDP 1 (33/133) x 100 = 24,88 25

BDP 2 (34/133) x 100 = 25,56 25

XII BDP 1 (33/133) x 100 = 25,56 25

BDP 2 (33/133) x 100 = 25,56 25

Total 100

Berdasarkan tabel perhitungan sampel tersebut, dapat diketahui jumlah sampel yang diambil dari tiap-tiap kelas. Teknik sampling pada masing-masing kelas menggunakan teknik random sampling dengan memberi hak yang sama commit to user

(7)

kepada setiap subjek untuk mendapatkan kesempatan menjadi sampel, yang nantinya digunakan untuk mengambil sampel pada masing-masing kelas adalah dengan menggunakan undian dengan cara menuliskan nomer absen siswa dan mengacaknya menggunakan aplikasi random picker.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini antara lain menggunakan angket dan dokumentasi.

1. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, yang dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Data primer dalam penelitian ini didapatkan langsung dari siswa program keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran kelas XI dan XII SMKN 6 Surakarta selaku responden melalui daftar pertanyaan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan data mengenai pembelajaran yang diberikan guru di kelas, pelaksanaan teaching factory, dan kesiapan kerja.

b. Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari Tata Usaha SMKN 6 Surakarta yang berupa data keterserapan lulusan.

2. Metode Pengumpulan Data a. Dokumentasi

Metode pengumpulan data dengan dokumentasi dilakukan peneliti untuk memperoleh sumber data pengangguran di Indonesia dan data keterserapan lulusan SMKN 6 Surakarta pada beberapa tahun terakhir.

b. Angket (Kuesioner)

Metode pengumpulan data dengan angket digynakan peneliti untuk memperoleh data primer pada penelitian yang diperoleh langsung dari siswa. Penelitian ini menggunakan elektronik kuesioner dengan kuesioner tertutup yang terdiri atas beberapa pernyataan berdasarkan variabel penelitian dengan beberapa pilihan alternatif commit to user

(8)

jawaban yang telah disediakan, responden yang menjawab pernyataan tersebut harus memilih jawaban yang telah tersedia. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh sampel penelitian, yaitu siswa kelas XI dan XII program keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 6 Surakarta.

Kuesioner yang dipergunakan di penelitian ini menggunakan skala likert dengan bentuk check list. Dengan menggunakan skala likert, variabel yang nantinya diukur diuraikan menjadi indicator variable, kemudian dijadikan untuk tumpuan menyusun item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban dari setiap item instrumen mempunyai tingkatan dari sangat positif sampai sangat negatif. Kuesioner di dalam penelitian ini menggunakan skala likert empat berikut:

Tabel 3.5 Skor Alternatif Jawaban Skala Likert No. Alternatif Jawaban Skor

1. Sangat Setuju 4

2. Setuju 3

3. Tidak Setuju 2

4. Sangat Tidak Setuju 1

F. Teknik Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Instrument yang valid berarti alat yang dipergunakan untuk memperoleh data atau untuk mengukur itu valid. Rumus yang dipergunakan untuk mencari validitas yaitu dengan cara teknik uji validitas yang bernama korelasi product momen atau disebut juga korelasi pearson.

Penghitungan uji validitas instrument dapat menggunakan rumus berikut (Siregar, 2012: 50)

rxy= N ∑ xy−(∑ x)(∑ y)

√{(N ∑ 2)−(∑ x)x 2}{(N ∑ 2)−(∑ y)y 2}

Keterangan

rxy : Koefisien korelasi antara variable x dan y commit to user

(9)

Σx : Skor indicator yang diuji Σy : Total skor indicator

Σxy: Jumlah perkalian antara x dan y Σx2 : Jumlah kuadrat x

Σy2 : Jumlah kuadrat y

N : Jumlah anggota populasi

Uji validitas dilaksanakan dengan mempergunakan program SPSS Versi 20. Penafsiran korelasi dilakukan dengan membandingkan r hitung dan r tabel. Item pada instrument dikatakan valid jika r hitung > r tabel.

Uji validitas instrumen pada penelitian ini dilaksanakan di Program Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 6 Surakarta dengan responden yang berjumlah 30 orang siswa. Hasil uji coba (try out) ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Variabel Persepsi Siswa Tentang Karakter Teacherpreneur (X1)

No Item

rtabel (N = 30, α 5%)

rhitung Keterangan

1 0,361 0,640 Valid

2 0,361 0,595 Valid

3 0,361 0,721 Valid

4 0,361 0,735 Valid

5 0,361 0,641 Valid

6 0,361 0,730 Valid

7 0,361 0,780 Valid

8 0,361 0,770 Valid

(Sumber: Data primer diolah, 2020)

Dapat disimpulkan menurut tabel tersebut hasil uji variabel karakter teacherpreneur sejumlah 8 item pernyataan dan keseluruhan hasilnya valid, sehingga 8 item tersebut dapat digunakan dalam penelitian.

commit to user

(10)

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Variabel Pelaksanaan Teaching Factory (X2) No Item rtabel (N =

30, α 5%) rhitung Keterangan

1 0,361 0,544 Valid

2 0,361 0,749 Valid

3 0,361 0,698 Valid

4 0,361 0,715 Valid

5 0,361 0,690 Valid

6 0,361 0,762 Valid

7 0,361 0,797 Valid

8 0,361 0,718 Valid

(Sumber: Data primer diolah, 2020)

Dapat disimpulkan menurut tabel tersebut hasil uji variabel pelaksanaan teaching factory sebanyak 8 item pernyataan dan keseluruhan hasilnya valid, sehingga 8 item tersebut dapat digunakan dalam penelitian.

Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas Variabel Kesiapan Kerja (Y) No Item rtabel (N =

30, α 5%)

rhitung Keterangan

1 0,361 0,595 Valid

2 0,361 0,705 Valid

3 0,361 0,668 Valid

4 0,361 0,796 Valid

5 0,361 0,601 Valid

6 0,361 0,488 Valid

7 0,361 0,606 Valid

8 0,361 0,719 Valid

9 0,361 0,792 Valid

10 0,361 0,729 Valid

11 0,361 0,516 Valid

(Sumber: Data primer diolah, 2020)

Dapat disimpulkan menurut tabel tersebut hasil uji variabel kesiapan kerja siswa sebanyak 11 item pernyataan dan keseluruhan hasilnya valid, sehingga 11 item tersebut dapat digunakan dalam penelitian.

commit to user

(11)

2. Uji Reliabilitas

Instrument yang reliable yaitu instrument yang bila diperuntukkan beberapa kali guna mengukur obyek yang sama maka akan diperoleh data yang sama (Sugiyono, 2015: 173). Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan rumus Cronbach Alpha sperti berikut (Siregar, 2012: 57)

r11 = ( k

k − 1) × ( 1 − ∑∝b2 a2t ) Keterangan

r11 : Reliabilitas instrument

K : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal Σαb2 : Jumlah varians butir

α2t : Varians total

Jika koefisien Cronbach Alpa (r11) > 0,6 maka instrument tersebut dapat dikatakan reliable.

Uji reliabilitas instrument dapat diketahui reliabel atau tidaknya dengan melihat nilai di kolom Cronbach’s Alpha, jika nilainya lebih besar dari 0,6 maka kuesioner dinyatakan reliabel, dan jika nilainya kurang dari 0,6 maka kuesioner dinyatakan tidak reliabel. Penelitian ini dilakukan di Program Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 6 Surakarta dengan responden yang berjumlah 30 orang siswa. Hasil uji reliabilitas instrument pada penelitian ini meliputi:

Tabel 3.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Persepsi Siswa Tentang Karakter Teacherpreneur (X1)

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.853 8

(Sumber: Data primer diolah, 2020)

Diperoleh nilai Cronbach’s Alpha 0,853 > 0,6 maka dapat dikatakan instrumen tersebut reliabel.

commit to user

(12)

Tabel 3.10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pelaksanaan Teaching Factory (X2)

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.857 8

(Sumber: Data primer diolah, 2020)

Diperoleh nilai Cronbach’s Alpha 0,857 > 0,6 maka dapat dikatakan instrumen tersebut reliabel.

Tabel 3.11 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kesiapan Kerja Siswa (Y)

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.867 11

(Sumber: Data primer diolah, 2020)

Diperoleh nilai Cronbach’s Alpha 0,867 > 0,6 maka dapat dikatakan instrumen tersebut reliabel.

Berdasarkan hasil uji reliabilitas instrumen, dari ketiga tabel tersebut nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6. Dapat disimpulkan bahwa instrumen yang akan dibagikan kepada responden adalah instrumen yang reliabel.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, yaitu analisis data penelitian untuk menguji generalisasi hasil peneliti berlandaskan satu sampel yang digunakan atau ditujukan untuk menguji penelitian yang bersifat deskriptif.

Pengukuran analisis deskriptif pada penelitian ini dilaksanakan dengan bantuan program SPSS for windows versi 20 dan menggunakan teknik analisis regesi berganda. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda commit to user

(13)

karena terdiri dari satu variabel terikat (Y) yaitu kesiapan kerja dan dua variabel bebas (X) yaitu karakter teacherpreneur dan pelaksanaan teaching factory.

Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data seperti berikut:

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif data pada penelilitan ini meliputi jumlahrsponden yang diperoleh dan hasil stastitik deskriptif. Analisis deskriptif filakukan sebelum menentukan pengaruh dari setiap variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Pengujian statistik deskriptif seperti mean, minimal, maksimal, dan standar deviasi dihitung untuk membantu memahami setiap variabel dengan lebih baik. Analisis deskriptif dilakukan peneliti dengan mengkoreksi setiap jawaban pada kuesioner dari responden, hal tersebut untuk memastikan bahwa kuesioner tlah diisi dengan lengkap. Peneliti kemudian melakukan penghitungan frekuensi nilai jawaban yang diberikan kepada responden untuk tiap itemnya dan merekap semua jawaban yang ada pada kuesioner untuk mengetahui hasil kuesioner. Seanjutnya hasil kuesioner tersebut diolah menggunakan SPSS 20, dalam penelitian ini variabel yang akan diukur dan dianalisis yaitu persepsi siswa tentang karakter teacherpreneur (X1), pelaksanaan teaching factory (X2), dan kesiapan kerja siswa (Y).

2. Uji Prasyarat a. Uji Normalitas

Menurut Priyatno (2012: 33) uji normalitas itu ditujukan guna mengetahui apakah data yang diambil berdistribusi nomal atau tidak yang memiliki dasar pengambilan keputusannya sepertiberikut

1) Jika titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka akan menunjukkan model regresi yang berdistribusi normal.

2) Jika titik-titik menyebar menjauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti garis diagonal, maka akan menunjukkan model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

commit to user

(14)

b. Uji Linearitas

Uji linearitas adalah suatu pengujian guna melihat apakah dua variable memiliki hubungan yang linear atau tidak secara signifikan (Widiyanto, 2014: 52). Pengujian linear menggunakan program SPSS 20 dengan metode Comparre Mean. Kedua variable dikatakan linear apabila signifikansi kurang dari 0,05.

c. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen, model regresi yang baik yaitu tidak terdapat korelasi antar variabel independen (Totalia & Hindrayani, 2010: 195). Cara mendeteksi apakah terdapat hubungan antara variable bebas dapat dilihat:

1) Jika nilai korelasi diantara dua variable independen lebih dari 0,8 maka model regresi diindikasi terdapat multikolinearitas (Gujarat dalam Totalia & Handayani, 2010: 195).

2) Jika nilai VIF di sekitaran angka 1 dan angka tolerance mendekati 1, maka mengindikasikan ada multikolinearitas dalam model regresi (Santoso dalam Totali & Hindrayani, 2010: 195)

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas ditujukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjalin ketidaksamaan varians dari residual satu pengamat ke pengamat yang lain (Ghozali, 2013: 139). Heteroskedastisitas terjadi bila kesalahan residual pada model yang sedang diamati tidak memiliki varians yang konstan. Dalam program SPSS cara untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada scatterplot. Dasar pengambilan keputusan berkaitan dengan pola tersebut adalah:

1) Jika ada pola tertentu, yaitu jika titik-titiknya membentuk pola tertentu dan teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka diindikasi terjadi masalah heteroskedastisitas.

commit to user

(15)

2) Jika ada pola yang tidak jelas, yaitu titik-titiknya menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka diindikasi tidak terjadi sebuah heteroskedastisitas.

e. Uji Hipotesis

Uji hipotesis diperuntukkan guna mengetahui hubungan antar variable secara parsial dan secara simultan adalah uji t dan uji F. Uji t digunakan untuk mengetahui jika model regresi variable independen (X1 dan X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan atau tidak terhadap variabel dependennya (Y), sedangkan uji F digunakan untuk mengetahui bahwa variabel independen (X1 dan X2) secara simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependennya. Pada penelitian ini dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda.

1) Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda melinatkan lebih dari satu variable independen, tujuan dari analisis ini yaitu untuk memprediksi besaran variable terikat dengan menggunakan data dari variabel bebasnya yang telah diketahui besarannya. Model regresi linear yang mempergunakan variabel independen lebih dari satu dapat dirumuskan sebagai berikut (Totalia & Hindrayani, 2010: 167):

𝑌 = ∝ + 𝛽1𝑋1+ 𝛽2𝑋2 Keterangan:

Y : Variabel dependen (Kesiapan Kerja) α : Bilangan konstanta

β1X1 : Koefisien regresi dari variabel X1 (Karakter Teacherpreneur) β2X2 : Koefisien regresi dari variabel X2 (Pelaksanaan Teaching Factory)

2) Uji t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara pasial atau individual commit to user

(16)

dalam menerangkan variasi variabel dependennya (Ghozali, 2013:

98). Uji t dapat dihitung dalam rumus berikut (Sugiyono, 2015: 257):

𝑡 = 𝑟√𝑛 − 2

√1 − 𝑟2 Keterangan:

t : Distribusi t

r : Koefisien korelasi parsial r2 :Koefisien determinasi n : Jumlah data

Hasil perhitungan dibandingkan dengan t tabel menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a) thitung ≤ ttabel atau –thitung ≥ -ttabel, maka Ho diterima b) thitung > ttabel atau –thitung< -ttabel, maka Ho ditolak

3) Uji F

Menurut Ghozali (2013: 98) uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel bebasnya (X1 dan X2) yang dimaksudkan dalam model memiliki pengaruh stimultan terhadap variabel terikat nya atau dependennya (Y). Uji F dalam penelitian ini untuk menguji signifikansi pengaruh karakter teacherpreneur dan pelaksanaanteaching factory terhadap kesiapan kerja. Uji F bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2015: 266):

𝐹 = 𝑅2/ 𝑘

(1 − 𝑅2)/ (𝑛 – 𝑘 − 1)

Keterangan:

R2 : Koefisien determinasi k : Jumlah variabel independen n : Jumlah anggota data atau kasus

commit to user

(17)

Perolehan perhitungan ini kemudian dibandingkan dengan F tabel yang didapatkan dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%

atau dengan degree of freedom= k (n-k-1) dengan kriteria sebagai berikut:

a) Jika Fhitung ≤ Ftabel, maka Ho diterima b) Jika Fhitung> Ftabel, maka Ho ditolak

4) Analisis Koefisiensi Determinasi (R2)

Koefisien determinasi pada intinya digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependennya (Ghozali, 2013: 97). Hasil penghitungan bisa dilihat pada output Model Summary pada kolom R2 dan diketahui besar presentase yang dijelaskan oleh variabel bebasnya terhadap variabel terikatnya, sedangkan presentase sisa dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya di luar variabel yang dimasukkan pada model penelitian ini (Totalia & Hindrayani, 2013:

133).

H. Prosedur Penelitian

Langkah yang dilakukan peneliti saat melaksanakan penelitian disebut prosedur penelitian (Sugiyono, 2015: 58). Langkah-langkah ataupun prosedur penelitian kuantitatif yang dilakukan meliputi:

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan meliputi peneliti mencari referensi serta literature yang dapat dijadikan sumber untuk mendukung permasalahan yang akan diteliti oleh peneliti. Peneliti menemukan sebab adanya permasalahan.

2. Tahap Penyusunan Instrumen

Tahap ini meliputi penyusunan instrumen dan melakukan uji validitas dan uji realibilitas terhadap instrumen.

commit to user

(18)

3. Tahap Pengumpulan Data

Instrumen yang telah diuji sebelumnya kemudian peneliti mengumpulkan data dengan menyebar angket pada sampel penelitian.

4. Tahap Analisis Data

Tahap ini meliputi peneliti mengolah dan menganalisis data yang sudah dikumpulkan dengan menggunakan teknik yang telah ditentukan.

5. Tahap Penyusunan Laporan

Peneliti menyusun laporan penelitian dan mengumpulkan dokumentasi sesuai dengan ketentuan serta peneliti memberikan kesimpulan dan saran.

commit to user

Gambar

Tabel 3.1 Waktu Penelitian
Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel  Variabel
Tabel  3.3  Daftar  jumlah  siswa  masing-masing  tingkat  pada  program  keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran di SMKN 6 Surakarta
Tabel 3.5 Skor Alternatif Jawaban Skala Likert  No.  Alternatif Jawaban  Skor
+5

Referensi

Dokumen terkait

Objek penelitian yang diteliti adalah jumlah anggota, jumlah simpanan anggota, jumlah aset, jumlah modal dan jumlah pendapatan terhadap penyaluran kredit pada Koperasi Simpan

Selanjutnya Ornstein, (1990) dalam (Mulyasa, 2007) merekomen- dasikan bahwa untuk membuat RPP yang efektif harus berdasarkan pengetahuan terhadap: tujuan umum sekolah,

Dalam melaksanakan penempatan TKI di luar negeri oleh Pemerintah, harus ada perjanjian secara tertulis antara pemerintah dengan pemerintah Negara pengguna TKI di Negara

Jika memiliki pengetahuan yang baik, orangtua diharapkan dapat memiliki sikap dan tindakan dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada anaknya, sehingga

Sedangkan faktor lain seperti: umur, Tingkat pendidikan formal, pendidikan non formal, jumlah tanggungan keluarga, pendapatan usahatani, pengalaman berusahatani,

Memasak memperkenalkan anak-anak kepada pengalaman di dunia makanan untuk pertama kalinya.Mereka tidak hanya mempelajari bagaimana makanan disiapkan tetapi

Sedangkan perbedaan yang terjadi antara periode pertama dan kedua mengenai pendidikan dan sosial kemasyarakatan, jika pada periode pertama penddikan Al-Qur’an sebagai satu

Sebagai contoh, jaringan restoran Pizza Hut mengatakan sedang membuat penghematan yang signifikan setelah menginstal perangkat lunak yang mampu menganalisis kinerja keuangan