43
3.1 Desain Penelitian
Menurut Istijanto (2005, p:29) jenis penelitian dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu penelitian eksplotari, penelitian deskriptif dan penelitian kausal. Penelitian eksploratori merupakan jenis penelitian yang memiliki tujuan utama untuk memperoleh pandangan yang mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi manajemen. Penelitian desktiptif merupakan jenis penelitian yang tujuan utamanya adalah menggambarkan sesuatu.
Sedangkan penelitian kausal merupakan penelitian yang memiliki tujuan utama membuktikan hubungan sebab akibat atau antar variabel-variabel yang diteliti dapat terjadi hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi.
Selain jenis penelitian diatas, menurut Sugiyono, Jenis penelitian lain adalah jenis
penelitian asosiatif yaitu merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau
pengaruh antara dua variabel atau lebih. Dan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian
asosiatif karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas
terhadap brand image pada SMA Kristen Ketapang 1, untuk mengetahui pengaruh persepsi
kualitas terhadap sikap konsumen pada SMA Kristen Ketapang 1 dan untuk mengetahui pengaruh
brand image terhadap sikap konsumen pada SMA Kristen Ketapang 1. Dalam pelaksanaannya
metode penelitian yang dilakukan adalah survey, yaitu penelitian dilakukan pada suatu populasi
dengan menganalisis data yang diperoleh dari populasi itu sendiri. Unit analisis yang dituju
adalah individu, yaitu para murid SMA Kristen Ketapang 1 dan informasi hanya dikumpulkan satu
kali pada waktu tertentu atau disebut juga Cross-sectional.
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Tujuan Jenis dan Metode
Penelitian
Unit Analisis Time Horison
T-1 Asosiatif-Survey Individu ->
konsumen
Cross sectional
T-2 Asosiatif-Survey Individu ->
konsumen
Cross sectional
T-3 Asosiatif-Survey Individu ->
konsumen
Cross sectional
Keterangan :
T-1 : Untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas (perceieved quality) terhadap citra merek (brand image) pada Sma Kristen Ketapang 1.
T-2 : Untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas (perceieved quality) terhadap sikap konsumen pada Sma Kristen Ketapang 1.
T-3 : Untuk mengetahui pengaruh citra merek (brand image) terhadap sikap konsumen pada Sma Kristen Ketapang 1.
3.2 OPERASIONALISASI VARIABEL PENELITIAN
Penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu persepsi konsumen, brand image dan sikap konsumen dengan indikator disetiap variabel. Dan menggunakan skala likert. Skala dapat dibedakan menjadi skala pembanding dan skala bukan pembanding. Skala pembanding terdiri dari skala perbandingan berpasangan ( paired comparison scaling ), skala urutan bertingkat ( rank order scaling ) dan skala jumlah tetap ( constant sum scaling ). Sedangkan skala bukan pembanding terdiri skala likert, skala sematik diferensiasi dan skala stapel.
Dalam penelitian ini menggunakan skala likert karena skala ini meminta responden
menunjukkan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan terhadap serangkaian pernyataan
tentang suatu obyek. Skala ini dikembangkan oleh Rensis Likert dan biasanya memiliki 5 atau 7 kategori atau ukuran dari ”sangat setuju” sampai ”sangat tidak setuju”.
Tabel 3.2 Definisi Opersional dan Instrumen Pengukuran
Variabel Konsep Variabel Dimensi Variabel Indikator Skala Persepsi
Kualitas (Perceived
Quality )
Persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu
produk atau jasa layanan yang sama
dengan maksud yang diharapkannya.
Tangible • Gedung
• Kebersihan Kantor
• Kenyamanan kelas
• Areal sekolah
Likert
Reliability • Ketepatan waktu
• Sikap guru dan karyawan ramah Responsiveness • Kemampuan Mengajar
• Tanggapan terhadap Pertanyaan dan saran Assurance • Kompentensi guru
• Kesopanan
• Keamanan
Empaty • Hubungan sekolah
dengan siswa
• Komunikasi Citra Merek
( brand image )
persepsi tentang suatu merek yang
direfleksikan oleh sekumpulan asosiasi yang menghubungkan pelanggan dengan
merek dalam ingatannya
Pengajaran • Kualitas kurikulum
• Kualitas guru
• Ekstrakulikuler
• Kuat dalam nilai-nilai religius
Likert
Fasilitas • Kebersihan fasilitas
• Sarana Pendukung Pelayanan • Guru membantu siswa
• Hubungan sekolah dengan orang tua User image • Siswa kreatif
• Siswa taat beragama
• Siswa pandai bersosialisasi
• Siswa yang taat pada peraturan
School image • Sekolah berkarakter kristiani
• Sekolah favorit Prestasi sekolah • Berprestasi dalam
bidang akademik
• Berprestasi dalam bidang olahraga
• Alumnus yang banyak
berprestasi
• Lulusannya banyak yang diterima di universitas terkemuka Sikap
Konsumen Ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga mengambarkan kepercayaan
konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut.
Kognitif • Tanggapan pemikiran konsumen SMA Kristen Ketapang 1
Likert
Afektif • Tanggapan Perasaan konsumen SMA Kristen Ketapang 1
Kognitif • Tanggapan konsumen terhadap SMA Kristen Ketapang 1
Sumber: Hasil Pengolahan Penulis, 2009.
3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, ada beberapa data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Jenis dari masing-masing data tersebut adalah kualitatif, dan sumber datanya adalah primer, yang didapat secara langsung dari konsumen yang dijadikan responden, melalui penyebaran kuesioner.
Tabel 3.3 Jenis dan sumber data
Tujuan Sumber data Jenis data
T - 1 Primer - kuesioner Kualitatif
T – 2 Primer - kuesioner Kualitatif
T – 3 Primer - kuesioner Kualitatif
Keterangan :
T-1 : Untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas (perceieved quality) terhadap citra merek (brand image) pada SMA Kristen Ketapang 1.
T-2 : Untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas (perceieved quality) terhadap sikap
konsumen pada SMA Kristen Ketapang 1.
T-3 : Untuk mengetahui pengaruh citra merek (brand image) terhadap sikap konsumen pada SMA Kristen Ketapang 1.
3.4 TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam keseluruhan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Observasi
Metode yang dilakukan untuk melakukan pengamatan secara langsung untuk mendapatkan data-data yang tidak ada diperusahaan secara tertulis.
2. Kuesioner
Pengumpulan data melalui sebuah set pertanyaan yang disebarkan kepada konsumen secara langsung untuk mendapatkan penilaian mengenai brand image dan persepsi konsumen terhadap sikap konsumen yang implikasi terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen.
3. Studi Literatur
Studi dilakukan dari berbagai buku, jurnal, dokumen-dokumen perusahaan dan berhubungan dengan penelitian serta data-data yang penulis dapatkan melalui internet.
3.5 Populasi
Menurut Riduwan & Kuncoro (2007, p:209) Populasi adalah totalitas semua nilai
yang mungkin baik hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif dari
karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap dan jelas yang ingin
dipelajari sifat-sifatnya. Sedangkan sampel adalah sebagaian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi. Pada umunya pengertian survei dibatasi pada penelitian yang
datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi. Populasi
dalam penelitian ini adalah murid-murid SMA Ketapang 1. Jumlah murid kelas X ada 73
orang, jumlah Murid kelas XI ada 69 orang, jumlah murid kelas XII ada 85 orang.
Tabel 3.4 Jumlah Populasi
NO Unit Kerja Jumlah
1 Murid kelas X 73
2 Murid kelas XI 69
3 Murid kelas XII 85
Total 227
3.6 Teknik Pengambilan Sampel
Menurut Riduwan & Kuncoro (2007, p:210) Sampel adalah bagian dari populasi.״
Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Berkaitan dengan teknik pengambilan sampel bahwa,
“..mutu penelitian tidak selalu ditentukan oleh besarnya sampel, akan tetapi oleh kokohnya dasar-dasar teorinya, oleh desain penelitiannya (asumsi-asumsi statistik), serta mutu pelaksaan dan pengolahannya.״ Berkaitan dengan teknik pengambilan sampel bahwa: Untuk sekadar ancer-ancer maka apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subjeknya besar, dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih.
Memperhatikan pernyataan di atas, karena jumlah populasi lebih dari 100 orang,
maka penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel secara acak (Random
sampling). Menurut Mulyono (2006, p:172-174) ada 4 jenis utama sampel random yaitu
simple, stratified, cluster dan sytematic. Dalam penelitian ini digunakan stratified random
sample adalah populasi dibagi ke dalam kelompok (strata) yang relatif homogen dan sampel
dibentuk dari masing-masing kelompok. Pengelompokan ini dimaksudkan untuk memperbaiki
pendugaan ciri-ciri populasi. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus
dari Taro Yamane atau Slovin sebagai berikut:
n =
1 N.d
N
2
+
Dimana
n = Jumlah sampel
N = Jumlah Populasi =227 responden
d
2= Presisi = (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%) Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel sebagai berikut:
n =
1 N.d
N
2
+ = ( ) 227 227 . 01
2+ 1 = 3 , 27
227 = 69 . 42 ≈ 70 responden
Dari jumlah sampel 70 responden tersebut untuk mempermudah dalam penyebaran kuesioner, maka ditentukan jumlah masing-masing sampel menurut unit kerja (kelas) masing-masing secara proporsional dengan rumus :
ni = n n Ni .
Dimana : ni = jumlah sampel menurut stratum.
n = jumlah sampel seluruhnya.
Ni = jumlah populasi menurut stratum.
N = jumlah populasi seluruhnya.
Dengan rumus diatas, maka diperoleh jumlah sampel menurut masing-masing kelas sebagai berikut :
Murid kelas X = 73/227 X 70 = 22.51 ≈ 23 responden Murid kelas XI = 69/227 X 70 = 21.27 ≈ 21 responden Murid kelas XII = 85/227 X70 = 26.21 ≈ 26 responden
Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat dibulatkan seperti pada tabel 3.
sebagai berikut.
Tabel 3.5 Jumlah Populasi dan Sampel NO Unit kerja Populasi Murid Sampel Murid
1 Murid kelas X 73 23
2 Murid kelas XI 69 21
3 Murid kelas XII 85 26
Total 227 70
3.7 Model Skala Pengukuran
Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Nama skala ini diambil dari nama Rensis Likert, yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert, responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:
Tabel 3.6 Bobot dan Kategori pengukuran
Keterangan Penilaian
Sangat setuju 5
Setuju 4 Netral 3
Tidak setuju 2
Sangat tidak setuju 1
Selain pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas, kadang digunakan juga skala
dengan tujuh atau sembilan tingkat. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa
karakteristik statistik hasil kuesioner dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip. Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan. Empat skala pilihan juga kadang digunakan untuk kuesioner skala Likert yang memaksa orang memilih salah satu kutub karena pilihan
"netral" tak tersedia. (http://wapedia.mobi/id/Skala_Likert) . Sehingga saya dalam penelitian ini mengunakan empat pilihan skala dengan format seperti:
Tabel 3.7 Bobot dan Kategori pengukuran
Keterangan Penilaian
Sangat setuju 4
Setuju 3
Tidak setuju 2
Sangat tidak setuju 1
Berdasarkan kategori-kategori tersebut dapat diketahui bobot nilai tertinggi adalah 4 dan bobot nilai terendah adalah 1. Untuk mengetahui range maka selisih antara bobot nilai tertinggi dan bobot nilai terendah adalah 4 – 1 = 3, dan untuk mengetahui jumlah interval kelas dan besar interval kelas dapat digunakan dengan rumus sebagai berikut:
Menurut Supangat (2007), besar interval dapat ditentukan sebagai berikut : Jarak Xmax – Xmin 4 – 1
Banyak Kelas k 4
Berdasarkan ketentuan di atas maka penulis mengelompokkan tanggapan responden berdasarkan batas-batas penelitian terhadap bagian-bagian yang dievaluasi sehingga dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Interval = = = = 0,75
Batasan Keterangan 1 -- 1,75 Sangat Tidak Setuju
1,76 -- 2,51 Tidak Setuju
2,52 -- 3,27 Setuju
3,28 – 4,03 Sangat Setuju
Tabel 3.8 Tabel Batas Penelitian 3.8 Tranformasi Data Ordinal ke Data Interval
Untuk memenuhi sebagian syarat dari statistik parametrik, maka data ordinal yang merupakan hasil jawaban kuesioner diubah menjadi data interval dengan menggunakan software MSI pada program MINITAB ver 11.0 untuk melanjutkan ke tahap metode penelitian berikutnya.
3.9 Metode Analisis 3.9.1 Validitas
Menurut Santosa & Ashari ( 2005, p247) validitas adalah ukuran yang menunjukan sejauh mana instrumen pengukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Jadi, dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu instrumen, maka instrumen semakin mengenai sasarannya atau semakin mampu menunjukkan apa yang seharusnya diukur.
Untuk mengetahui tingkat validitas instrumen, maka dalam penelitian ini dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan
r = Koefisien korelasi
X = Skor item X
Y = Skor item Y
N = Jumlah responden atau banyaknya sampel dalam penelitian.
Dasar pengambilan keputusan:
• Jika r hitung positif serta r hitung > r tabel, maka butir atau variabel tersebut valid.
• Jika r hitung tidak positif serta r hitung < r tabel, maka butir atau variabel tersebut tidak valid.
• Jika r hitung > r tabel, tapi bertanda negatif, maka butir atau variabel tersebut tidak valid.
3.9.2 Reliabilitas
Apabila suatu alat pengukuran telah dinyatakan valid, maka tahap berikutnya adalah mengukur reliabilitas dari data. Menurut Santosa & Ashari (2005, p251) reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain kesempatan. Setelah kita melakukan pengujian validitas kuesioner, maka kuesioner tersebut kita uji reliabilitasnya. Sebagaimana dikemukakan di muka, reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan kestabilan dalam mengukur. Kestabilan disini berarti kuesioner tersebut konsistensi jika digunakan untuk mengukur konsep atau konstruk dari suatu kondisi ke ke kondisi yang lain.
Salah satu cara pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara One Shot. Pada teknik ini pengukuran dilakukan hanya pada satu waktu, kemudian dilakukan perbandingan dengan pertanyaan yang lain atau dengan pengukuran perbandingan korelasi antarjawaban.
Pada program SPSS, Metode ini dilakukan dengan Cronbach Alpha, di mana suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60.
Rumus Cronbach Alpha dapat digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang skornya merupakan rentangan antara beberapa nilai atau berbentuk skala.
Rumusnya sebagai berikut :
R
11= ⎟⎟ ⎠
⎜⎜ ⎞
⎝
⎛ − Σ
⎟ ⎠
⎜ ⎞
⎝
⎛
−
21
21 t
b k
k
σ σ
Dimana
R
11= Reliabilitas instrumen
K = Banyaknya butir pertanyaan σ t
2= Varians total
∑ σ b
2= Jumlah varians butir.
Dasar pengambilan keputusan:
o Jika r alpha positif dan r alpha > r tabel, maka butir atau variabel tersebut reliabel.
o Jika r alpha positif dan r alpha < r tabel, maka butir atau variabel tersebut tidak reliabel.
o Jika r alpha > r tabel tapi bertanda negatif, maka butir atau variabel tersebut tidak reliabel.
3.9.3 Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diolah berdistribusi normal dalam artian bahwa sampel yang diambil berasal dari populasi yang sama. Sebaran data harus dianalisis untuk mengetahui apakah asumsi normalitas dipenuhi, sehingga data dapat diolah lebih lanjut pada diagram.
Menurut Rochaety ( 2007, pp: 99-100) Uji Normalitas berdasarkan dari histogram yang berdistribusi normal ditunjukan dengan bentuk menyerupai lonceng atau diagaram dahan daun. Uji normalitas diolah dengan melihat Q-Q plot juga disebut plot kenormalan.
3.9.4 Analisis Jalur ( Path Analysis ) 3.9.4.1 Definisi & Pengertian
Menurut Riduwan & Kuncoro (2007, p:1) Path Analysis adalah “ a technique
for estimating the effect’s a set of independent variables has on a dependent variable from a
set of observed correlations, given a set of hypothesized causal asymmetric relation among the variable”. Sedangkan tujuan utama Path Analysis adalah “a method of measuring the direct influence along each separate path in such a sytem and thus of finding the degree to which variation of a given affect is determined by each particular cause. The method depend on the combination of knowledge of the degree of correlation among the variables in a system with such knowledge as may possessed of the causal relations”.
Sedangkan menurut Sarwono ( 2007, p:1) analisis jalur adalah suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variable bebasnya mempengaruhi variable tergantung tidak hanya secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung. Analisis jalur merupakan pengembangan langsung bentuk regresi berganda dengan tujuan untuk memberikan estimasi tingkat kepentingan ( magnitude ) dan significance ) hubungan sebab akibat hipotetikal dalam seperangkat variable. Analisis jalur sebagai model perluasan regresi yang digunakan untuk menguji keselarasan matriks korelasi dengan dua atau lebih model hubungan sebab akibat yang dibandingkan oleh peneliti.
Modelnya digambarkan dalam bentuk gambar lingkaran dan panah dimana anak panah tunggal menunjukkan sebab penyebab. Regresi dikenakan pada masing-masing variable dalam suatu model sebagai variable tergantung ( pemberi respons ) sedang yang lain sebagai penyebab. Pembobotan regresi diprediksikan dalam suatu model yang dibandingkan dengan matriks korelasi yang diobserbasi untuk semua variable dan dilakukan juga perhitungan uji keselarasan statistik.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya analisis jalur ( path analysis ) merupakan kepanjangan dari analisis regresi berganda.
3.9.4.2 Manfaat Path Analysis
Menurut Riduwan & Kuncoro (2007, p:2) manfaat model Path Analysis
adalah sebagai berikut:
1. Penjelasan ( explanation ) terhadap fenomena yang dipelajari atau permasalahan yang diteliti.
2. Prediksi nilai variable terikat ( Y ) berdasarkan nilai variable bebas ( X ) dan prediksi dengan Path Analysis ini bersifat kualitatif.
3. Faktor diterminan yaitu penentu variable bebas ( X ) mana yang berpengaruh dominant terhadap variable terikat ( Y ), juga dapat digunakan untuk menelusuri mekanisme ( jalur-jalur ) pengaruh variable bebas ( X ) terhadap variable terikat ( Y).
4. Pengujian model, menggunakan theory trimming, baik untuk uji reliabilitas ( uji keajegan ) konsep yang sudah ada ataupun uji pengembangan konsep baru.
3.9.4.3 Asumsi-Asumsi Path Analysis
Menurut Riduwan & Kuncoro (2007, p:2) asumsi yang mendasari Path Analysis sebagai berikut:
1. Pada model Path Analysis, hubungan antar variable adalah bersifat linier, adaptif dan bersifat normal.
2. Hanya sistem kausal ke satu arah artinya tidak ada arah kausalitas yang berbalik.
3. Variabel terikat ( endogen ) minimal dalam skala ukur interval dan ratio.
4. Menggunakan sampel probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
5. Observed variables diukur tanpa kesalahan ( instrumen pengukuran valid dan reliable ) artinya variabel yang diteliti dapat diobservasi secara langsung.
6. Model yang dianalisis dispesifikasikan ( diidentifikasi ) dengan benar berdasarkan
teori-teori dan konsep-konsep yang relevan artinya model teori yang dikaji atau
diuji dibangun berdasarkan kerangka teoritis tertentu yang mampu menjelaskan
hubungan kausalitas antar variabel yang diteliti.
3.9.4.4 Langkah-Langkah Menguji Path Analysis Langkah-langkah menguji Path Analysis sebagai berikut:
1. Merumuskan hipotesis dan persamaan struktural.
Struktur: Y = p
yx1X
1+ p
yx2X
2+ p
yε
12. Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi.
a. Gambarkan diagram jalur lengkap, tentukan sub-sub strukturnya dan rumuskan persamaan strukturalnya yang sesuati hipotesis yang diajukan.
Hipotesis: Naik turunnya variabel endogen dipengaruhi secara signifikan oleh variabel eksogen.
b. Menghitung koefien regresi untuk struktur yang telah dirumuskan. Hitung koefisien regresi untuk struktur yang telah dirumuskan.
Persamaan regresi ganda: Y = a + b
1x
i+ b
2x
2+ ε
13. Menghitung koefisien jalur secara simultan ( keseluruhan )
Uji secara keseluruhan hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut:
Ha: pyx1 = pyx2 = ...= pyxk ≠ 0 Ho: pyx
1= pyx
2= ...= pyxk = 0
a. Kaidah pengujian signifikan secara manual: Menggunakan Tabel F.
F =
2 ) 1 (
R 2 ) 1 k n (
k yx
k yx