PERANAN ORANG PORTUGIS DAN SPANYOL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENEMUAN BENUA AUSTRALIA 1770
Anggar Kaswati
Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Wates
ABSTRAK
Sekitar abad XV-XIV para pedagang portugis kesulitan mencari barang-barang kebutuhan dagangan didaerahnya sendiri. Ditemukannya Tanjung Pengharapan baik telah membuka jalur laut ke daerah timur. Itulah sebabnya orang-orang Portugis dan Spanyol melalui Bartolomeus Diaz, Vasco da Gama, dan Magelhaens telah sampai di daerah Asia. Bahkan ditutupnya Lisabon oleh Spanyol bagi Belanda telah menyebabkan Belanda mencari daerah baru sendiri untuk mendapatkan barang dagangannya. Melalui Abel Tasman, telah menemukan pantai barat dan timur Australia bahwa Tasmania dan Selandia Baru. Akan tetapi keberuntungan berpihak kepada James Cook dari Inggris yang mendarat di Passesion Island pada tanggal 23 Agustus 1770 dan mengklaim Australia sebagai milik Inggris.
Kata Kunci: Pelayaran orang Eropa, penemuan benua Australia.
Latar Belakang Masalah
Teori perimbangan bumi yang disampaikan oleh Pythagoras mengenai telah ditemukannya sebuah benua di kutub selatan yang disebut Terra Australia Incognito didukung oleh Ptolemy seorang ahli matematika dan geografi dari Iskandaryah (Radjiman, 1993:1). Ptolemy yang hidup pada jaman Renaissance menyatakan bahwa di sebelah Selatan Khatulistiwa terdapat daratan yang luas untuk mengimbangi berat bumi bagian Utara. Dimana letaknya secara persis, berapa luasnya, serta bagaimana bentuknya, belum diketahui secara pasti.
Untuk mengetahui secara pasti telah dibuat peta tentang Terra Australia Incognito yang kemudian disebut Australia dapat dilihat pada penjelasan sebagai berikut:
1. Peta pertama dibuat oleh Robert Thorn tahun 1527, keberadaan benua Australia belum tergambar.
2. Peta kedua diterbitkan di Paris pada tahun 1587, disini keberadaan benua Austrlia juga belum tergambar, masih merupakan lautan terbuka yang kosong.
3. Peta ketiga diterbitkan di Amsterdam tahun 1594, pada peta ini sudah digambarkan suatu daratan yang luas dan diberi nama Terra Australia.
4. Peta yang keempat dibuat oleh Hondius orang belanda yang tinggal di London tahun 1595 sudah tergambar Terra Australia (J.Siboro, 1989:9-10).
Meskipun pada ketiga dan keempat sudah tergambar dalam peta tersebut namun orang-orang eropa belum mengetahui sedikitpun tentang eksistensi benua Australia itu.
Bersamaan dengan beredarnya peta-peta tentang benua Australia, di Konstantinopel sebagai kota pusat perniagaan bangsa-bangsa Eropa telah jatuh ke tangan bangsa Turki Usmani. Dengan dikuasainya Konstantinopel oleh bangsa
Turki Usmani menyebabkan jalannya kegiatan perdagangan bangsa-bangsa Eropa terganggu, sebab barang-barang dagangan seperti emas, rempah-rempah dan lain-lain yang dibutuhkan bangsa-bangsa Barat dikuasai dan diatur oleh para pedagang muslim. Situasi dan kondisi ini yang mendorong bangsa Portugis dan Spanyol berusaha mencari jalan keluar dengan cara mencari sumbernya.
Mulailah era baru dalam sejarah bangsa-bangsa Barat, yaitu era penemuan sumber penghasil barang dagangan yang dibutuhkan dan era penemuan daerah- daerah baru (Manning Clark, 1987:23)
Peranan Orang-0rang Portugis dan Spanyol
Pada abad XVI rakyat Portugis yang bekerja sebagai pedagang kesulitan mencari barang-barang perdagangan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari- hari dan mereka merasa terpanggil untuk ikut membantu kesulitan para pedagang di wilayah kekuasaan tersebut, lalu mendorong para pedagang yang berjiwa pelaut untuk mengarungi samudera guna mencari sumber penghasil kebutuhan dagang yang dibutuhkan. Mereka tidak cuma mempersoalkan masalah rempah-rempah untuk kebutuhan perdagangan saja, tetapi menginginkan hal-hal lain, yaitu mereka dibebani misi penyebaran agama Kristen (Radjiman, 1993:7).
Pelayaran pertama dipimpin oleh Bartolomeus Diaz pada tahun 1486, telah berhasil menemukan Tanjung Pengharapan Baik. Untuk mengenang atas keberhasilan serta keberaniannya kemudia diberi nama “Tanjung Pengharapan”.
Keberhasilan Bartolomeus Diaz ini kiranya dapat membangkitkan semangat pelaut portugis lainnya, sehingga pada tahun 1498 pelayaran yang dipimpin oleh Vasco da Gama menemukan India. (Anggar Kaswati, 1997:2).
Sejak itu berturut-turut dilakukan pelayaran perdagangan oleh bangsa Portugis ke daratan Asia. Karena di India pelaut Portugis tidak mendapatkan rempah-rempah, kemudian pelayaran dilanjutkan ke dunia timur. Pada tahun 1511 Alfonso d’Albuquerque dapat menduduki Malaka. Setelah dapat menguasai Malaka maka terbukalah rute pelayaran perdagangan antara dunia barat dengan timur Pelayaran dilanjutkan ke wilayah timur dan sampai di Maluku. Mereka berusaha memperoleh monopoli perniagaan rempah-rempah dari pedagang Muslim. Jika dilihat dari posisi Australia sungguhpun orang-orang Portugis dalam melakukan route pelayaran tidak menemukan Terra Australia Incognito, namun dianggap sangat penting karena dari route pelayaran yang dilakukan orang- orang Portugis tersebut dapat merupakan petunjuk jalan terbukanya jalur laut dalam rangka penemuan benua Australia (DJ. Mulvaney, 1969:41).
Sementara negara tetangga Portugis yaitu negara Spanyol mengetahui kalau Portugis melakukan percobaan penjelajahan lewat jalur laut, ia tidak mau ketinggalan. Christopher Columbus, orang Genua yang bekerja pada Dinas Spanyol mengemukakan pendapat, jika dunia ini bulat, maka kapal yang terus berlayar ke arah Barat berangkat dari Eropa akan sampai di pantai Asia timur.
Argumentasi Christopher Columbus tersebut mendapat tanggapan dari pihak penguasa Spanyol, maka dengan tiga buah kapal beserta anak buahnya Columbus berangkat mencari jalan sendiri yang berbeda arah dengan jalur yang dilewati Portugis. Columbus beserta anak buahnya dengan tiga buah kapal berlayar dari Spanyol ke arah Barat memotong samudra Atlantik sampai di
Amerika, perasaan Columbus setelah mendarat di Amerika Tengah mengira bahwa mereka telah sampai tujuan yaitu di Cina atau pantai Asia Timur. Sampai beliau meninggal tidak pernah menyadari bahwa ia tidak sampai Cina dan ia juga tidak menyadari bahwa telah menemukan benua Amerika. Keberhasilan pelayaran Columbus ini menarik perhatian generasi Spanyol yang lain. Pada tahun 1519 Magelhaens dengan lima buah kapal beserta perlengkapannya berlayar melalui ujung Amerika Selatan dan terus mengarungi Samudera Pasifik mendarat di Philipina tahun 1521 (Ratih Harjono, 1992:57).
Magelhaens beserta anak buahnya mendarat di Philipina, karena terjadi perselisihan dengan penduduk setempat Magelhaens beserta anak buahnya sebagian dibunuh, sedang anak buahnya yang masih hidup dibawah Del Cano dengan kapal Victoria berhasil menyelamatkan diri, kembali ke negaranya.
Pelayaran yang dilakukan oleh Magelhaens tersebut merupakan bukti dari kebenaran hipotesis tentang pendapat bahwa bumi adalah bulat. Dari kenyataan tersebut memang bukan orang-orang Portugis dan Spanyol yang bisa menemukan benua Australia namun mereka sekedar peletak dasar bagi usaha penemuan benua Australia.
Pelayaran Pedagang Belanda
Ketika Spanyol dapat menguasai Portugis dan sengaja menutup pelabuhan Lisbon bagi para pedagang belanda, timbulah semangat dan tekad untuk menemukan pusat rempah-rempah yang mereka butuhkan. Pada tahun 1595 beberapa kapal belanda dibawah pimpinan Cornelis de Houtman berlayar menuju pusat penghasil rempah-rempah dan pada tahun 1596 tiba di pelabuhan Banten Jawa dan telah menduduki Maluku (J. Siboro, 1989:17).
Keberhasilan Cornelis de Houtman yang telah melewati Selat Sunda, merupakan langkah maju untuk mendapatkan daratan Australia. Setelah Belanda berkedudukan di Indonesia khususnya di Pulau Jawa dan Maluku maka mulailah usaha-usaha dilakukan dengan mengadakan eksplorasi untuk dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Mereka segera berusaha untuk mencari daratan selatan dalam rangka mencari keuntungan yang lebih besar lagi. Mereka melakukan penyeledikan, pemetaan, mempublikasikan, lalu diantara beberapa penemuan dihubungkan sehingga hasilnya merupakan garis besar pantai utara dan barat benua Australia.
Pada abad ke XVII dibawah pimpinan Willem Jansz dengan kapal Duyfaken berangkat dari Belanda untuk menyelidiki benua yang ada di kutub selatan.
Dalam rangka pelayarannya Willem Jansz tersebut memotong selat Torres menuju ke Semenanjung York (J. Siboro, 1989:18). Semula tujuan Willem Jansz tersebut adalah ingin menemukan daerah yang disebut Nova Guinea atau New Guinea sebuah daerah yang banyak emasnya. Setelah Janzs sampai di Semenanjung York, daratan yang disinggahi Janzs itu dianggap daerah New Guinea. Namun karena Sembilan anak buahny mati terbunuh oleh penduduk asli pulau tersebut, maka ia memutuskan untuk kembali. Daerah yang disinggahi oleh Willem Jansz tersebut disebut Tanjung Keerweer yang berarti kembali lagi.
Tahun 1616 datanglah Dirk Hartog dengan kapal Eendracht menemukan kepulauan dengan menulusuri jalan yang pernah dilalui oleh Kapten Brouwer.
Atas dasar pengalaman yang dialami oleh Dirk Hartog tersebut, maka membuat orang belanda lainnya berambisi ingin menemukan Terra Australia Incognito.
Adapun kepulauan yang pernah disinggahi Dirk Hartog tersebut sekarang disebut Hartog’s Island. Di pulau ini Dirt Hartog menancapkan tiang dengan sebuah piring yang bertuliskan “Pada tanggal 25 Oktober 1616, kapal Eendracht dibawah pimpinan Dirt Hartog dari Amsterdam telah sampai di tempat ini dan berlayar lagi menuju Banten pada tanggal 27 bulan yang sama (J. Siboro, 1989:19).
Pada tanggal 29 September 1622, dua kapal yang diberi nama Harring dan Hezewind bertolak dari Batavia atas perintah Jan Pieterzoon Coen untuk mencari Terra Australia Incognito (Radjiman, 1993:10). Tugas tersebut memang sangar berat sebab selama dalam perjalanan menuju tempat tujuan harus menghadapi rintangan yang datang dari para pedagang Muslim, Portugis dan Inggris sehingga tidak membuahkan hasil.
Pada tahun 1623 kembali melakukan ekspedisi dengan dua kapal yaitu Pera dan Arnhem dengan membawa misi untuk membuktikan kebenaran laporan Willem Jansz tentang Cape York yang merupakan bagian dari New Guinea yang kaya akan tambang emas. Setelah melukan pelayaran selama tiga bulan, komandan kapal Pera yaitu Jansz Cartenz pulang, tetapi kapal Arnhem terbawa angin topan dan terdampar di Arnhem-land, kesan mereka bahwa daerah yang dikunjungi tersebut gersang. Alhasil ekspedisi ini pun juga tidak membawa hasil seperti yang diharapkan
Sehubungan dengan tidak berhasilnya dua ekspedisi tersebut, maka Dewan di Batavia menunjuk Abel Janson Tasman seorang pelaut yang cakap sebagai pelaksana. Dengan kapal Heemkerck dan Zaehaen, Abel Janson Tasman berangkat dari Batavia pada tanggal 14 Agustus 1642 dengan seorang pelaut berpengalaman bernama Franz Fischer. Setelah singgah di Pulau Mauritus, Tasman melanjutkan pelayarannya kea rah Australia. Kemudian pada tanggal 21 November 1642 kapal Heenskerch menemukan daerah yang kemudian diberi nama Cape Frederich Henry Bay. Di daerah baru tersebut dikibarkan bendera VOC dengan pernyataan bahwa daerah tersebut menjadi miliknya.
Namun Abel Janson Tasman tidak mengeksplorasi daerah tersebut, sehingga ia tidak tahu apakah daerah tersebut merupakan bagian Terra Australia Incognito yang telah diketahui atau bukan. Kemudian mereka meninggalkan daerah tersebut dan meneruskan pelayarannya. Kemudian pada tanggal 13 Desember 1642 menemukan pantai barat Kepualuan New Zaeland. Abel Janson Tasman beserta anak buahnya singgah didaerah tersebut dan mereka berjumpa dengan penduduk asli. Adanya perselisihan sehingga terjadi pertempuran dengan penduduk asli membuat empat anak buahnya meninggal. Abel Jason Tasman adalah satu-satunya bangsa kulit putih pertama yang menjumpai orang- orang suku Maori penduduk asli di New Zaeland. Di pulau tersebut Abel Jason Tasman mendapat perlawan sehingga ia tidak sempat mengadakan penyelidikan sehingga ia meneruskan pelayarannya mengarungi Samudera Pasifik. Kemudian setelah sepuluh bulan berlayar mereka tiba di Batavia (Philip Kitley, 1989:79).
Keberhasilan pelayaran yang dilakukan Abel Jason Tasman tersebut belum membuat Gubernur Jendral Van Diemen merasa puas. Mereka tidak mengetahui
bahwa sebenarnya daerah yang pernah ditemukan Tasman merupakan bagian dari Terra Australis Incognito.
Abel Jason Tasman dan tokoh lainnya telah memberikan sumbangan yang berharga bagi ilmu pengetahuan. Peta-peta yang dibuat Tasman telah menemukan daratan Australia yang meliputi seluruh pantai utara, barat, selatan dan sebagian Van Diemen’s Land.
Penemuan Benua Australia
Sejarah yang diukir Abel Janson Tasman tentang penemuan daratan Terra Australia sementara tenggelam dipercaturan dunia. Namun setelah lebih kurang setengah abad tenggelam, pada tahun 1688 seorang bajak laut berkebangsaan Inggris bernama William Dampier dengan kapal Cygnet berkunjung ke benua Australia dan menulis dalam buku laporannya, maka belanda, prancis dan inggris sendiri mengeluarkan buku-buku perlunya memecahkan teka-teki daerah selatan itu (J. Siboro, 1989:24). Disamping itu juga berusaha melakukan penyelidikan daerah tidak dikenal itu demi kejayaan bangsa, kebesaran bangsa, kemajuan perdagangan dan navigasinya.
Pada tahun 1769 para ahli astronomi Inggris memprediksikan bahwa akan terjadi suatu peristiwa yang sangat penting yaitu Transit of Venus. Sehubungan dengan akan terjadinya Transit of Venus tersebut pemerintah inggris menunjuk James Cook seorang pelaut ulung dan ahli dibidang astronomi untuk mencari Australia dan menyasikan Transit of Venus (Radjiman, 1993:15). Pada tanggal 26 Agustus 1768 James Cook bersama Joseph Banks dengan kapal Endeavour bertolak dari Playmouth menuju Brazilia dan mengelilingi Amerika Selatan, Tanjung Horn dan berlayar menuju Tahiti. Tanggal 12 April 1769 James beserta rombongan singgah di Tahiti. Disana Cook dapat menyaksikan terjadinya Transit of Venus. Setelah tugas pertama selesai, Cook lalu melanjutkan pelayarannya untuk memenuhi tugas kedua yaitu mencari daratan selatan.
Dalam pelayarannya Cook pada bulan Oktober 1769 berhasil mencapai New Zaeland. Disana Cook melakukan penyelidikan terhadap penduduk asli.
Setelah melakukan penyelidikan, Cook lalu berlayar mengelilingi North Island dan South Island selama enam bulan dan ia berhasil menyakinkan dirinya bahwa New Zaeland bukanlah bagian dari daratan luas sebagaimana diduga sebelumnya.
Dari New Zaeland Cook berkeinginan untuk menyelidiki Van Diemen’s Land. Dalam perjalanan untuk penyelidikan Cook mendapat rintangan ombak yang besar dan ia gagal menuju Van Diemen’s Land. Akibat adanya ombak tersebut Cook justru sampai di pantai sebelah timur benua Australia. Cook beserta rombongan lalu mendarat di sebuah teluk yang diberi nama Stingray Harbour yang kemudian hari diganti nama menjadi Botany Bay. Dari Botany Bay, Cook melanjutkan pelayarannya menyusuri pantai timur Australia melewati Semenanjung York. Di Semenanjung York, Cook menancapkan bendera Inggris dan mengklaim daerah tersebut menjadi milik Inggris. Cook menyatakan bahwa antara New Guinea dengan Cape York itu terpisah. Selanjutnya Cook atas nama George III dari inggris menyatakan seluruh pantai dari garis 380 lintang selatan pulau Possession yang memisahkan Cape York dengan New Guinea dinyatakan
milik Inggirs dan diberi nama New South Wales. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 23 Agustus 1770 (J. Siboro, 1989:27).
Cook berpendapat bahwa penduduk asli bermacam-macam dengan peradaban yang masih relatif rendah, hidupnya dengan berburu dan masih suka berkelahi. Sebenarnya mereka kekayaan alam yang berlimpah tetapi belum tahu cara memanfaatkannya. Akhirnya Cook berhasil selamat kembali Inggris pada tanggal 13 Juli 1771 dan mendarat di Downs dengan kapal yang sudah setengah rusak.
Sesudah perjalanan itu, Cook masih melakukan dua kali pelayaran lagi ke Pasifik pada tahun 1772 dan tahun 1776. Maksud dari pelayaran ulang Cook ini adalah untuk mengadakan survey dan mencari jalan mengelilingi Amerika Utara dari Pasifik menuju Altantik. Tetapi malang ketika beliau singgah di Hawai yang sekarang dipakai sebagai pangkalan kekuatan militer Amerka Serikatm, terjadi perselisihan dengan penduduk asli dan ia meninggal dibunuh pada tanggal 14 Februari.
Kesimpulan
Dari hipotesis yang dikemukakan oleh Bartolomeus tentang Terra Australia Incognito telah mendorong orang-orang Portugis, Spanyol dan Belanda mencari keberadaan benua tersebut. Justru orang Inggris melalui James Cook yang telah berhasil menemukannya. Pada hakekatnya James Cook tidak menemukan benua Australia, bangsa Belanda lah yang pantas untuk menerima kehormatan tentang penemuan benua Australia tersebut. Akan tetapi penemuan James Cook lah yang dapat membuka jalan untuk menjawab teka-teki yang telah dibuka oleh orang-orang Belanda. Perumusan Cook ini dipandang sangat berarti bagi pemerintah Inggris, sehingga dapat mendorong pemerintah Inggris untuk melakukan kolonisasinya di Australia.
Daftar Pustaka
Clark, M. (1987). A short history of Australia. New York: A Mentor Book, Penguin Inc.
Kaswati, A. (1997). Sejarah Australia dan Selandia Baru. Yogyakarta: Beta Offset.
Kittley, P. (1989). Australia dimata Indonesia, kumpulan artikel pers Indonesia.
Jakarta: PT. Gramedia
Mulvaney, D.J. (1969). The pure history of Australia. London: Thomas and Hudson.
Radjiman. (1993). Ikhtisar sejarah Australia dan Ocenia. Buku pegangan kuliah jurusan pendidikan sejarah, Fakultas Sastra, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia, Universitas Sebelas Maret.
Ratih, H. (1992). Suku putihnya Asia: Perjalanan Australia mencari jati dirinya.
Jakarta: PT. Gramedia
Siboro, J. (1989). Sejarah Australia. Bandung: Ikip Bandung