• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman"

Copied!
194
0
0

Teks penuh

(1)

Jakarta, April 2015

Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan

Infrastruktur Permukiman

Direktorat Jenderal Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Disampaikan dalam Acara Kick Off Pra Konsultasi Regional Ditjen Cipta Karya Tahun 2015

Oleh:

Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya,

(2)
(3)

1. Isu Strategis

Infrastruktur

Cipta Karya

Standar Pelayanan

Minimal

Pengarusutamaan

Gender

Mitigasi & Adaptasi

Perubahan Iklim

Sustainable

Development Goals

Berdasarkan UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah

bidang PU-PR merupakan Urusan Wajib yang Bersifat

Pelayanan Dasar yang pelaksanaannya berpedoman pada

SPM (Permen PU No. 1 Tahun 2014)

Berdasarkan Perpres 61/2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, maka Kementerian PU turut mendukung dengan

berpedoman pada Permen PU No.11/PRT/M/2012 tentang Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Tahun 2012-2020 Kementerian PU

SDGs Goal 6: Menjamin ketersediaan dan pengelolaan

berkelanjutan air dan sanitasi bagi semua

SDGs Goal 11: Mewujudkan perkotaan dan kawasan

permukiman yang inklusif, aman, berketahanan, dan

berkelanjutan

Inpres No.9/2000 tentang Pengarusutamaan Gender

dalam Pembangunan Nasional mengamanatkan kepada

seluruh K/L untuk melaksanakan Pengarusutamaan

Gender

Kawasan Strategis

Nasional

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007

Tentang Penataan Ruang, KSN merupakan wilayah yang

memiliki pengaruh sangat penting secara nasional.

(4)

No SASARAN STRATEGIS/OUTPUT SATUAN TARGET RPJMN TARGET RENSTRA CAPAIAN TARGET

2010-2014 % CAPAIAN

A MENINGKATNYA PELAYANAN DASAR MASYARAKAT (PENCAPAIAN TARGET MDGS) 1. Akses Air Minum

• Penyehatan PDAM PDAM 185 206 206 100%

• Fasilitasi Prasarana dan Sarana Air Minum (SPAM) Regional

Regional - 15 13 87%

• Fasilitasi Prasarana dan Sarana Air Minum (SPAM) di Kawasan MBR

Kawasan 577 1,392 1,944 140%

• Fasilitasi Prasarana dan Sarana Air Minum (SPAM) di IKK

IKK 820 953 1,178 124%

• Fasilitasi Prasarana dan Sarana Air Minum (SPAM) di Perdesaan

Desa 4,650 10,239 11,169 109%

• Fasilitasi Prasarana dan Sarana Air Minum (SPAM) di Kawasan Khusus

Kawasan 153 749 862 115%

2. Akses Sanitasi

• Infrastruktur air limbah Kawasan 221 2,038 2,463 121%

• Pembangunan drainase perkotaan Kab/Kota 50 100 100 100%

• Meningkatnya TPA di kab/kota Kab/Kota 210 210 210 100%

• Tersedianya prasaran persampahan terpadu 3R

Kawasan 250 442 392 89%

3. Penanganan Kumuh

• Infrastruktur kawasan permukiman perkotaan Kawasan 447 1,292 1,689 131%

• Terbangunnya Rusunawa dan Infrastruktur pendukungnya

Twin Block 270 250 250 100%

• Infrastruktur kawasan permukiman perdesaan Kawasan 322 1,019 1,045 103%

4

(5)

No SASARAN STRATEGIS/OUTPUT SATUAN TARGET RPJMN TARGET RENSTRA CAPAIAN TARGET 2010-2014 % CAPAIAN

B PENANGGULANGAN KEMISKINAN (PEMBERDAYAAN MASYARAKAT/PNPM) 1. Pemberdayaan Masyarakat

• Pendampingan pemberdayaan sosial P2KP/PNPM

Kelurahan 21,984 10,950 11,041 101%

2. Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perdesaan • Terlayaninya kawasan oleh infrastruktur

pendukung kegiatan ekonomi & sosial (RISE)

Kecamatan 185 237 237 100%

• Terbangunnya prasarana & sarana lingkungan permukiman perdesaan (PPIP + RIS PNPM)

Desa 8,803 26,994 36,507 135%

C MENINGKATNYA TERTIB PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG DAN PENATAAN LINGKUNGAN 1. Tertib Bangunan Gedung

• Peraturan Penataan Bangunan dan Lingkungan NSPK 37 152 335 220%

• Bangunan gedung dan fasilitasnya Unit 337 474 391 82%

2. Penataan Lingkungan

• Sarana dan Prasarana lingkungan permukiman Kawasan 1,228 1,589 1,414 89%

5

(6)

6

(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)

4. Strategi Pembiayaan Kegiatan Cipta Karya

67%

15%

2%

16%

Pemerintah Pusat

Pemerintah Daerah

Swasta

PHLN

35%

25%

15%

10%

15%

Pemerintah Pusat

Pemerintah Daerah

Swasta

PHLN

Masyarakat

2010-2014

2015-2019

(13)

13

5.

Rancangan Program dan Pendanaan 2015-2019

Indikator Outcome 2015-2019 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Total Renstra DJCK 2015-2019 Kebutuhan Pendanaan APBNP 2015 Kebutuhan Pendanaan Kebutuhan Pendanaan Kebutuhan Pendanaan Kebutuhan Pendanaan

Persentase peningkatan cakupan

pelayanan akses air minum 70,50% 5.264.636 6.792.032 6.168.970 6.826.940 7.542.120 8.096.450 33.899.980

Persentase penurunan luasan

permukiman kumuh perkotaan 10,00% 4.880.045 7.017.779 10.604.752 10.835.752 10.275.752 9.868.593 46.448.000

Persentase Kab/Kota yang belum

memiliki Perda BG 53,00% 898.614 1.369.084 1.179.732 1.632.625 1.909.784 2.290.048 8.432.370

Persentase peningkatan cakupan

pelayanan akses sanitasi 62,00% 2.571.003 3.835.403 5.466.326 6.893.782 9.076.592 10.372.897 35.645.000

Total APBN (Output Prioritas) 13.613.059 19.013.059 23.419.780 26.189.099 28.804.248 30.627.988 124.425.350

Dukungan Manajemen 598.219 598.219 758.860 792.590 803.668 874.795 3.842.493

Total APBN (Output

(14)

14

5. Rancangan Program dan Pendanaan Ditjen CK 2015-2019

SASARAN/INDIKATOR KINERJA

SATUAN

TARGET

2015

2016

2017

2018

2019

TOTAL

SASARAN STRATEGIS

1 Meningkatnya kualitas infrastruktur

permukiman di perkotaan dan perdesaan

(1) Persentase peningkatan cakupan

pelayanan akses air minum

Capaian

(%)

76,00% 82,00% 88,00% 94,00%

100%

100%

(2) Persentase penurunan luasan permukiman

kumuh perkotaan

Capaian

(%)

8,00%

6,00%

4,00%

2,00%

0%

0%

(3) Persentase peningkatan cakupan

pelayanan akses sanitasi

Capaian

(%)

64,00% 72,00% 85,00% 92,00%

100%

100%

(15)

15

Sasaran Program CK 2015-2019

SASARAN/INDIKATOR KINERJA SATUAN BASELINE TARGET

2015 2016 2017 2018 2019 TOTAL 1 Meningkatnya kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan hunian dan permukiman yang layak

(1) Luas Kawasan kumuh di perkotaan yang ditangani

Ha 38.431 35.751 26.451 16.951 8.051 0 38.431 (2) Kawasan permukiman perdesaan yang ditangani

Kawasan 5.238 594 449 294 139 0 5.238 (3) Kawasan permukiman khusus yang ditangani

Kawasan 149 103 80 52 25 0 149 2 Meningkatnya kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat

(1) Peningkatan cakupan SPAM di perkotaan * SR/Rumah Tangga 2.445.920 ** 298.000 *** 379.000*** 341.000*** 367.000*** 375.000*** 1.760.000*** (2) Peningkatan cakupan SPAM di perdesaan * SR/Rumah Tangga 1.531.120 ** 442.590*** 443.900*** 531.290*** 543.840*** 547.250*** 2.558.570*** 3 Meningkatnya kontribusi terhadap pemenuhan akses sanitasi bagi masyarakat

(1) Peningkatan pelayanan air limbah

Jiwa

196.996.93

1 568.633 764.046 817.239 774.823 807.343 3.732.084 (2) Peningkatan pelayanan persampahan

Jiwa

254.393.78

5 3.004.674 6.479.000 9.399.000 9.399.000 5.443.326 33.725.000 (3) Peningkatan kawasan pelayaanan drainase

Ha 75.135 600 1.000 1.000 1.000 900 4.500

* Angka target output tersebut merupakan jumlah Sambungan Rumah (SR) yang dapat dikembangkan apabila Dana Daerah untuk Urusan Bersama (DDUB) terealisasi 100%.

DDUB merupakan APBD Provinsi/Kabupaten/Kota dan atau dana Pengelola SPAM yang merupakan komitmen dalam rangka memanfaatkan unit produksi yang dibangun dengan APBN

** Asumsi 1 lt/detik untuk perkotaan dan perdesaan setara dengan 80 SR

(16)

Sasaran Kegiatan CK 2015-2019

16

2015 2016 2017 2018 2019 TOTAL

1 Hektar 2.680 9.300 9.500 8.900 8.051 38.431

a Peningkatan kualitas permukiman kumuh Hektar 2.680 9.300 9.500 8.900 8.051 38.431

2 Kota/Kws

Perkotaan - 179 199 205 201 784

a Dukungan Perintisan inkubasi kota baru Kota - 2 3 3 2 10

b Dukungan Pengembangan kota layak huni, kota hijau, dan kota cerdas Kawasan Perkotaan - 177 196 202 199 774 3 Kelurahan/ Desa 11.066 11.066 11.066 11.066 11.066 11.066 4 Kawasan 4.644 145 155 155 139 5.238 a Pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman perdesaan potensial dan berkelanjutan Kawasan 204 120 130 130 114 698

b Pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman perdesaan tertinggal, terpencil, dan pulau-pulau kecil Kawasan 4.440 25 25 25 25 4.540 5 Kawasan 46 23 28 27 25 149

a Pembangunan dan pengembangan kawasan perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar Kawasan 35 13 16 12 10 86

b Pembangunan dan pengembangan kawasan rawan bencana, paska bencana, dan kawasan tertentu Kawasan 11 10 12 15 15 63

1 a Bangunan Gedung Pusaka BG 2 4 14 14 14 48

b Bangunan Gedung Hijau BG 8 8 15 16 20 67

2 a Penataan Bangunan Kawasan Strategis Nasional Kawasan 47 40 40 30 21 178

b Penataan Bangunan Kawasan Pusaka Kawasan 27 8 8 6 5 54

c Penataan Bangunan Kawasan Hijau Kawasan 114 20 28 27 20 209

d Penataan Bangunan Kebun Raya Kawasan 13 12 12 12 12 61

e Penataan Bangunan Kawasan Strategis Nasional Kawasan 47 40 40 30 21 178

SASARAN/INDIKATOR KINERJA

Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Penyelenggaraan Penataan Bangunan Direktorat Bina Penataan Bangunan

Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan

Pengembangan Kota Baru dan Fasilitas Perkotaan

Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat

Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan

Pembangunan Kawasan Permukiman Khusus Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman

(17)

Sasaran Kegiatan CK 2015-2019 (lanjutan)

17

2015 2016 2017 2018 2019 TOTAL

1

a Infrastruktur air limbah sistem terpusat Skala Kota Kab/Kota 7 12 12 12 12 12

b Infrastruktur air limbah sistem terpusat skala komunal Kawasan 920 1.460 1.350 820 650 5.200 c Infrastruktur air limbah sistem terpusat skala kawasan Kawasan 67 26 40 40 27 200

2 Kab/Kota 32 30 57 57 46 222 3 Kab/Kota 56 22 32 32 21 163 4 Kawasan 306 140 140 140 124 850 5 Kawasan 4 5 15 15 6 45 6 Kab/Kota 36 34 34 34 32 170 1 Ltr/Dt 700 700 350 700 1.050 3.500 2 Ltr/Dt 2.100 2.910 2.900 2.830 2.590 13.330 3 Ltr/Dt 1.278 1.274 1.536 1.588 1.598 7.274 4 Ltr/Dt 332 331 314 279 245 1.501 5 PDAM/Kws 216 188 160 136 114 696 6 Non-PDAM/ Kawasan - 34 42 47 35 156

SASARAN/INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET

SPAM Non PDAM Terfasilitasi SPAM Regional

SPAM Perkotaan

SPAM Berbasis Masyarakat SPAM Khusus

SPAM PDAM Terfasilitasi

Infrastruktur Fasilitas Pengolahan Sementara Sampah Infrastruktur Drainase

Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Infrastruktur air limbah sistem terpusat

Infrastruktur air limbah sistem setempat Infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R

(18)

18

6. Keterpaduan Infrastruktur Bidang Cipta Karya

1. Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur

Permukiman di Kawasan Permukiman Kumuh

2. Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur

Permukiman di Kawasan Strategis Nasional

3. Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur

(19)
(20)

J A K A R TA , 8 A P R I L 2 0 1 5

Konreg Tahun 2015 Bidang Cipta Karya

1 M E N U J U

Direktorat Jenderal Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Penjelasan Agenda

Pra Konreg Ditjen Cipta

(21)

Tujuan Konreg 2015 Bidang Cipta Karya

1

Identifikasi Isu-isu Strategis Bidang Cipta Karya dalam

rangka pencapaian Program Perumahan “100-0-100” di

masing-masing Provinsi;

Menajamkan usulan prioritas program dan kegiatan untuk

mewujudkan KSN dan pencapaian SPM bidang Cipta Karya

di daerah;

Mensinkronkan, mensinergikan, dan menterpadukan

pembangunan Lintas Sektoral/Entitas Kewilayahan

(lingkungan, kawasan, kota dan regional);

Menyusun Rencana Aksi Pencapaian sasaran

Output/Kegiatan Strategis Bidang Cipta Karya dalam

RPJMN Bidang PUPR dan/atau Renstra Kementerian

PUPR 2015-2019;

(22)

Waktu dan Substansi Konreg 2015 Bidang Cipta Karya

2

AGENDA TAHAP ARAHAN:

1. Arahan dan Dialog Menteri PUPR;

2. Paparan Komisi V DPR RI;

3. Paparan RPIIJM dari Bappenas;

4. Arahan Keterpaduan dari BPIW;

AGENDA PENAJAMAN PROGRAM UNIT ESELON I:

1. Arahan Keterpaduan Pengembangan Infrastruktur

Wilayah.

2. Diskusi Isu Strategis serta pendetilan Renstra kedalam

Program Tahunan 2015-2019;

3. Kesepakatan Rencana Strategis dan Program antara

Unit Eselon I dengan perwakilan Pemda;

4. Pendetilan rencana kegiatan 2016

APRIL 2015

PENAJAMAN PROGRAM

UNIT ESELON I

TAHAP ARAHAN DAN PELAPORAN

JAKARTA, 21-22 APRIL 2015

AGENDA TAHAP PELAPORAN:

1.Konsolidasi Hasil Konreg 2015;

2.Pelaporan Hasil Konreg 2015 oleh para Dirjen;

3.Dialog dan Arahan tindak lanjut oleh Menteri;

PENETAPAN RENSTRA

KEMENTERIAN PUPR

TAHUN 2015-2019

MARET 2015

Penyampaian Surat Usulan

Menteri PUPR perihal Rencana

dan Usulan Pendanaan

Program dan Kegiatan

Kementerian PUPR Tahun 2016

(23)

Waktu dan Substansi Konreg 2015 Bidang Cipta Karya

2

TAHAPAN PENAJAMAN PROGRAM DITJEN CIPTA KARYA

A. Kick Off Konreg

Arahan dari Badan

IRWIL

Sosialisasi Kebijakan

Program 2016, Strategi

Pelaksanaan dan

Usulan Sasaran dan

Rencana Pendanaan

Program DJCK

Mengundang Satker

Randal dan Satker

Sektor Propinsi

9 – 11 April (JKT)

B. Sinkronisasi di Tk Prop.

Penjaringan usulan kegiatan di

tingkat Propinsi di bawah

Koordinasi Satker Randal Propinsi

dengan melibatkan Satker Sektor

serta pemerintah Kab/Kota

12 – 15 April (MSG2 PROP)

Sasaran Program dan Pagu

Baseline Per Propinsi

(hasil exercise Dit. Sektor)

C. Desk Pra Konreg

Penajaman usulan

kegiatan hasil

Sinkronisasi Propinsi

16 – 17 April (JKT)

Mempertimbangkan:

PRIORITAS program untuk MEWUJUDKAN KSN dan PENCAPAIAN SPM bidang Cipta Karya di daerah;

SINERGI pembangunan LINTAS SEKTORAL/ENTITAS KEWILAYAHAN (lingkungan, kawasan, kota dan regional);

Berkelanjutan dengan BERBASIS KUALITAS RESPON DAERAH (insentif);

Pelaporan Hasil Pra

Konreg

(24)

Waktu dan Substansi Konreg 2015 Bidang Cipta Karya

2

TAHAPAN PENAJAMAN PROGRAM DITJEN CIPTA KARYA

Sasaran Program dan Pagu

Baseline Per Propinsi

Kebijakan Program dan

Pendanaan

Kondisi Pencapaian SPM

Bid. Cipta Karya Ta 2014

Usulan Kegiatan Bid.

Cipta Karya, serta

Strategi dan Rencana

Pelaksanaannya

Usulan Program TA

2016 *)

Penilaian :

Kelayakan & Kesiapan

Strategi dan Rencana

Pelaksanaan

Top Down

Bottom Up

*) selanjutnya akan di sesuaikan

dgn Pagu Indikatif

Prioritas Usulan

Usulan Program Propinsi

“Desk Pra-Konreg”

Rancangan

Program dan

(25)

Outline Laporan Direktur Jenderal Dalam Konreg 2015

3

1. Gambaran Umum Isu Strategis per Wilayah Provinsi/Pulau/Koridor

Ekonomi/KSN;

2. Rencana Aksi Pencapaian Target Output/Kegiatan Strategis/Prioritas Nasional

dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019;

3. Rekapitulasi target Output Program beserta alokasi anggarannya pada tahun

2016 yang dibagi dalam alokasi Renja-K/L dan Stok Program;

4. Rencana dukungan terhadap Kawasan Strategis Nasional pada tahun 2016;

5. Rencana Paket-paket pekerjaan strategis/unggulan pada Tahun 2016,

termasuk yang akan mendapatkan alokasi besar;

6. Gambaran kesiapan pelaksanaan kegiatan (readiness criteria) yang

diprogramkan pada tahun 2016;

7. Strategi peningkatan kualitas program dan pelaksanaan kegiatan tahun 2016;

8. Hal-hal khusus yang perlu mendapat perhatian, termasuk sinkronisasi dengan

(26)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

1. Format Isu Strategis (F-ISU)

menjaring Isu Wilayah/Isu RPIIJM/Kegiatan Strategis yang perlu segera ditangani di

masing-masing provinsi beserta usulan penanganannya dari masing-masing-masing-masing sektor.

2. Format Rencana Aksi Pencapaian Target Renstra 2015-2019

(F-RENSTRA)

memberikan informasi mengenai implementasi rencana/target Output Prioritas dalam Renstra

2015-2019, sampai pada kedetilan komponen per Output/ Pekerjaan Prioritas/Strategis.

3. Format Pendetilan RENJA-K/L Tahun 2016 (F-RENJA)

merupakan pendetilan dari Renja-K/L sesuai Pagu Indikatif tahun 2016, sampai rincian paket

yang dilengkapi dengan keterangan readiness criteria.

3. Format Pendetilan STOK PROGRAM 2016 (F-STOK)

merupakan rincian Stok Program (Rp usulan 2016 – Rp Pagu Indikatif 2016), sampai rincian

paket yang dilengkapi dengan keterangan readiness criteria.

3. Format Kesepakatan Program 2016 (F-KSP)

merupakan format kesepakatan program tahun 2016 dengan Pemerintah Daerah dan

pemangku kepentingan terkait.

(27)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

A. Format Isu Strategis (F-ISU)

Provinsi : ...

Program : ...

Masuk dalam Renja 2016 Program Tahun Berikutnya 1 2 3 4 dst..

ISU STRATEGIS BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

KONSULTASI REGIONAL 2015

No. Isu/Kegiatan Strategis

(mencakup lokasi dan rencana penanganan)

Keterangan

(28)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

B. FORMAT RENCANA AKSI PENCAPAIAN TARGET RENSTRA 2015-2019 (F-RENSTRA)

Provinsi : ...

Program : ...

Nomenklatur dan Target Output Prioritas : ... (... Xxx)

Volume komp.

Satuan Vol.

Komponen Alokasi (Rp juta)

1 2 3 4 5 6 7 1 ... a. ... b. ... 2 ... a. ... b. ... dst.. Tahun Pelaksanaan

RENCANA AKSI PENCAPAIAN TARGET RENSTRA 2015-2019

KONSULTASI REGIONAL 2015

No.

Komponen Output

(detil desain/pengadaan tanah/konstruksi/ dll..)

Rencana 2015-2019 Detil Lokasi/Ruas/Wilayah

Sungai/Daerah Irigasi

(29)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

B. FORMAT RENCANA AKSI PENCAPAIAN TARGET RENSTRA 2015-2019 (F-RENSTRA)

PETUNJUK PENGISIAN F-RENSTRA

1. Pada bagian atas tabel dituliskan nama Provinsi dan Program serta

nomenklatur dan target/volume Output Prioritas. Misalnya: Pembangunan

Jalan Baru (100 km), yang artinya pembangunan jalan baru di provinsi yang

berkenaan;

2. Kolom 1: Diisi nomor untuk masing-masing detil lokasi/ruas/wilayah

sungai/daerah irigasi;

3. Kolom 2: Diisi nama detil lokasi/ruas/wilayah sungai/daerah irigasi;

4. Kolom 3: Dituliskan Komponen Output (detil desain atau pengadaan tanah

atau konstruksi atau disebutkan yang lainnya);

5. Kolom 4: Diisi tahun pelaksanaan tiap-tiap komponen;

6. Kolom 5: Diisi volume tiap-tiap komponen;

7. Kolom 6: Diisi satuan volume komponen;

8. Kolom 7: Diisi kebutuhan biaya yang diperlukan dalam periode 2015-2019

(dana dalam juta rupiah);

(30)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

C. FORMAT PENDETILAN RENJA-K/L TAHUN 2016 (F-RENJA)

PROVINSI :

PROGRAM : Dana dalam Juta Rupiah

Vol. Alokasi Vol. Alokasi Vol. Alokasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

2414 Pembinaan dan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman

2414.016 Sistem Pengolahan Air Limbah Khusus KK 2414.016.001 Sistem Pengolahan Air Limbah Kawasan Kumuh KK

Pembangunan Sistem AL Kawasan Kumuh di ...

KEP._SIAU_TAGUL ANDANG_BIARO

Tungkal Ilir; Tungkal IV Kota, Tungkal Harapan, Patunas, Sriwijaya, Sungai Nibung, Kampung Nelayan

AKAN SIAP AGST '15 TOTAL Satuan Output Rencana Tahun 2016

FORMAT PENDETILAN RENJA-K/L TAHUN 2016 KONSULTASI REGIONAL KEMENTERIAN PUPR 2015

Kode Lokasi Kab/Kota Jenis Kon-trak Perlu Sinkroni-sasi dengan ….. SULUT

Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman

KWS. KUMUH (Kecamatan; Kelurahan)

Readiness Criteria (Siap/ Akan Siap …….)

LAHAN DED Prakiraan Maju 2018 2017 Kegiatan/Output/Sub Output/Paket Rencana Keterpaduan WILAYAH PENGEMBEMBANGAN STRATEGIS (WPS) F-RENJA

(31)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

D. KONSEP FORMAT PENDETILAN STOK PROGRAM TAHUN 2016 (F-STOK)

PROVINSI :

PROGRAM : Dana dalam Juta Rupiah

Vol. Alokasi Vol. Alokasi Vol. Alokasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

2414 Pembinaan dan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman

2414.016 Sistem Pengolahan Air Limbah Khusus KK 2414.016.001 Sistem Pengolahan Air Limbah Kawasan Kumuh KK

Pembangunan Sistem AL Kawasan Kumuh di ...

KEP._SIAU_TAGUL ANDANG_BIARO

Tungkal Ilir; Tungkal IV Kota, Tungkal Harapan, Patunas, Sriwijaya, Sungai Nibung, Kampung Nelayan

AKAN SIAP AGST '15

TOTAL

Prakiraan Maju Rencana Keterpaduan (Siap/ Akan Siap …….)Readiness Criteria Sinkroni-Perlu sasi dengan ….. 2017 2018 WILAYAH PENGEMBEMBANGAN STRATEGIS (WPS) KWS. KUMUH

(Kecamatan; Kelurahan) LAHAN DED

FORMAT STOK PROGRAM TAHUN 2016 KONSULTASI REGIONAL KEMENTERIAN PUPR 2015

SULUT

Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman

Kode Kegiatan/Output/Sub Output/Paket Lokasi Kab/Kota Jenis Kon-trak Satuan Output Rencana Tahun 2016 F-STOK

(32)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

PETUNJUK PENGISIAN F-RENJA DAN F-STOK

1. Pada bagian atas tabel dituliskan nama Provinsi dan Program;

2. Kolom 1: Diisi kode kegiatan/output dan/atau ruas jalan;

3. Kolom 2: Diisi nama kegiatan/output/paket pekerjaan;

4. Kolom 3: Dituliskan nama kabupaten/kota;

5. Kolom 4: Diisi Jenis Kontrak apakah Single Year (SYC)/Multiyears Contract (MYC)/Swakelola (S);

6. Kolom 5: Diisi Satuan Output;

7. Kolom 6: Diisi Volume Output untuk masing-masing paket pekerjaan tahun 2016;

8. Kolom 7: Diisi Alokasi pada tahun 2016;

9. Kolom 8 – 11 : Diisi Volume Output untuk paket pekerjaan dan alokasi tahun 2017 dan 2018;

10. Kolom 12 dan 13: Diisi rencana keterpaduan di Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) serta

Kawasan Kumuh yang akan ditangani/didukung oleh paket pekerjaan yang diusulkan di Provinsi

bersangkutan;

11. Kolom 14 dan 15: Diisi Status kesiapan pelaksanaan pekerjaan apakah sudah siap atau akan

siap pada bulan/tahun berapa;

12. Kolom 16: Diisi Direktorat Jenderal atau K/L lain yang terkait untuk dilakukan sinkronisasi

program lintas sektor;

(33)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

E. KESEPAKATAN KONREG 2015 [1/2]

1.

-- Arahan Kebijakan Operasional oleh Pejabat Eselon I;

- Isu Strategis dan kebutuhan penanganan di masing-masing Provinsi.

2.

1 2 dst..

POKOK–POKOK HASIL PEMBAHASAN PENAJAMAN PROGRAM TAHUN 2016

DALAM KONSULTASI REGIONAL KEMENTERIAN PUPR TAHUN 2015

Program : ...

PROVINSI : ...

Pembahasan Penajaman Program/Kegiatan Provinsi dalam Konsultasi Regional (Konreg) Kementerian PU tahun 2015 mengacu pada:Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, RTRW Pulau, serta RTRW Daerah/Kawasan yang lebih rinci serta arahan

keterpaduan pengembangan infrastruktur wilayah;

Berbagai Isu/Kegiatan Strategis Provinsi yang mengemuka selama pembahasan penajaman program dapat dirangkum sebagai berikut:

Arahan kebijakan yang disampaikan oleh Menteri PU, Komisi V DPR RI, dan BAPPENAS;

No. (mencakup Lokasi dan Penanganan)Isu/Kegiatan Strategis

Keterangan Masuk dalam Renja

2016

Program Tahun Berikutnya

(34)

Format-Format Konreg Bidang Cipta Karya 2015

3

E. KESEPAKATAN KONREG 2015 [2/2]

3.

pagu dalam juta rupiah

Volume Pagu Volume

4.

Nama... (Direktur ...)

Pokok-pokok Hasil Pembahasan Program Provinsi akan dijadikan masukan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja-K/L) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-K/L) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2016. Namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan peninjauan dan penajaman kembali.

..., ... ... 2015 Nama...

(Kepala Bappeda Provinsi...) Nama...

(Kepala Dinas ..., Prov...) Nama...

(Direktur ...)

Jumlah

Berdasarkan kesepakatan pembahasan Penajaman Program, Sasaran Output Prioritas beserta Rencana Alokasi Anggaran yang teralokasi dalam Renja-K/L dan yang menjadi Stok Program di Provinsi ... pada tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Kode Stok Program

Pagu Renja K/L 2016

Satuan Output Kegiatan/Output

(35)

Referensi Struktur Program Tahun 2016 (1/4)

4

KODE KEGIATAN / OUTPUT / SUB OUTPUT SATUAN

2415 Pembinaan dan Pengembangan Air Minum

2415.994 Layanan Perkantoran bulan

2415.994.001 Layanan Perkantoran bulan

2415.002 Peraturan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum NSPK

2415.002.001 Penyusunan Rancangan UU dan RPP Bidang Air Minum RUU/RPP 2415.002.002 Penyusunan Standar/Pedoman/Kriteria (SPK) Bidang Air Minum SPK

2415.003 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan SPAM lap

2415.003.001 Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pemda lap 2415.003.002 Fasilitasi Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Dunia Usaha lap 2415.003.003 Pengawasan dan Evaluasi Kinerja bidang SPAM lap

2415.010 SPAM Regional ltr/dt

2415.010.001 SPAM Regional ltr/dt

2415.007 SPAM Perkotaan ltr/dt

2415.007.001 SPAM IKK ltr/dt 2415.007.002 SPAM Ibu Kota Pemekaran/Perluasan Perkotaan ltr/dt

2415.008 SPAM Berbasis Masyarakat ltr/dt

2415.008.001 Pamsimas ltr/dt

2415.009 SPAM di Kawasan Khusus ltr/dt

2415.009.001 SPAM Kawasan Kumuh Perkotaan ltr/dt 2415.009.002 SPAM Kawasan Nelayan ltr/dt 2415.009.003 SPAM Kawasan Rawan Air/Perbatasan/Pulau Terluar ltr/dt

2415.004 SPAM PDAM Terfasilitasi PDAM

2415.004.001 Bantuan Program PDAM PDAM 2415.004.002 Pengembangan Jaringan SPAM MBR PDAM

2415.006 SPAM Non PDAM Terfasilitasi Kws.

2415.006.001 Bantuan Program Non PDAM kws. 2415.006.002 Pengembangan Jaringan SPAM MBR kws.

(36)

Referensi Struktur Program Tahun 2016 (2/4)

4

KODE KEGIATAN / OUTPUT / SUB OUTPUT SATUAN

2414 Pembinaan dan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman

2414.994 Layanan Perkantoran bulan

2414.994.001 Layanan Perkantoran bulan

2414.002 Peraturan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman NSPK

2414.002.001 Penyusunan Rancangan Peraturan dan SPK Bidang Pengembangan PLP RUU/RPP/SPK

2414.003 Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan PLP lap

2414.003.001 Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Bidang Pengembangan PLP lap 2414.003.002 Fasilitasi Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Kemitraan dalam Bidang Pengembangan PLP lap 2414.003.003 Fasilitasi Penyusunan Perencanaan Teknis Bidang Pengembangan PLP lap 2414.003.004 Pengawasan dan Evaluasi Bidang Pengembangan PLP lap

2414.005 Sistem Pengolahan Air Limbah Skala Regional KK

2414.005.001 Sistem Pengolahan Air Limbah Skala Regional KK

2414.014 Sistem Pengolahan Air Limbah Skala Kota KK

2414.014.001 Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat Skala Kota KK 2414.014.002 Sistem Pengolahan Air Limbah Setempat Skala Kota KK

2414.015 Sistem Pengolahan Air Limbah Skala Kawasan KK

2414.015.001 Sistem Pengolahan Air Limbah Skala Kawasan berbasis institusi KK 2414.015.002 Sistem Pengolahan Air Limbah Skala Kawasan berbasis masyarakat KK

2414.016 Sistem Pengolahan Air Limbah Khusus KK

2414.016.001 Sistem Pengolahan Air Limbah Kawasan Kumuh KK 2414.016.002 Sistem Pengolahan Air Limbah Kawasan Rawan Sanitasi KK 2414.016.003 Sistem Pengolahan Air Limbah Perdesaan KK

2414.006 Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaan Ha

2414.006.001 Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaan Ha

2414.007 Sistem Penanganan Persampahan Skala Regional KK

2414.007.001 Sistem Penanganan Persampahan Skala Regional KK

2414.008 Sistem Penanganan Persampahan Skala Kota KK

2414.008.001 Sistem Penanganan Persampahan Skala Kota KK

2414.017 Sistem Penanganan Persampahan Skala Kawasan KK

2414.017.001 Sistem Penanganan Pengolahan Sampah Antara KK 2414.017.002 Sistem Penanganan Pengolahan Sampah 3R KK

2414.018 Sistem Penanganan Persampahan Khusus KK

2414.018.001 Sistem Penanganan Persampahan Kawasan Kumuh KK 2414.018.002 Sistem Penanganan Persampahan Kawasan Rawan Sanitasi KK 2414.018.003 Sistem Penanganan Persampahan Perdesaan KK

(37)

Referensi Struktur Program Tahun 2016 (3/4)

4

KODE KEGIATAN / OUTPUT / SUB OUTPUT SATUAN

2412 Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Permukiman

2412.994 Layanan Perkantoran bulan

2412.994.001 Layanan Perkantoran bulan

2412.002 Peraturan Pengembangan Permukiman NSPK

2412.002.001 Penyusunan Norma, Standar, Pedoman, dan Kriteria (NSPK) NSPK

2412.003 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan Permukiman lap

2412.003.001 Pendampingan Penyusunan Produk Pengaturan tentang Kawasan Permukiman Kumuh lap 2412.003.002 Fasilitasi Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pengembangan Permukiman lap 2412.003.003 Pendampingan Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman lap 2412.003.004 Pengawasan dan Evaluasi Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman lap

2412.005 Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan Ha

2412.005.001 Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh Ha 2412.005.002 Permukiman Kembali Kawasan Permukiman Kumuh Ha

2412.006 Rusunawa beserta Infrastruktur Pendukungnya TB

2412.006.001 Rusunawa beserta Infrastruktur Pendukungnya TB

2412.007 Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan kws.

2412.007.001 Pembangunan dan Pengembangan Kws Permukiman Perdesaan Potensial kws. 2412.007.002 Pembangunan dan Pengembangan Kws Permukiman Perdesaan Berbasis Komunitas/Masyarakat kws.

2412.015 Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Khusus kws.

2412.015.001 Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Pasca Bencana kws. 2412.015.002 Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perbatasan/Pulau Terluar/Terpencil kws.

2412.008 Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial (RISE) Kec

2412.008.001 Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial (RISE) Kec

2412.009 Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Kel

2412.009.001 Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Kel

2412.016 Keswadayaan Masyarakat Kel

(38)

Referensi Struktur Program Tahun 2016 (4/4)

4

KODE KEGIATAN / OUTPUT / SUB OUTPUT SATUAN

2413 Pembinaan dan Pengembangan Penataan Bangunan

2413.994 Layanan Perkantoran bulan

2413.994.001 Layanan Perkantoran bulan

2413.002 Peraturan Penataan Bangunan NSPK

2413.002.001 Penyusunan Rancangan UU dan RPP Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan RUU/RPP 2413.002.002 Penyusunan Standar/Pedoman/Kriteria (SPK) SPK

2413.003 Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Bangunan Gedung lap

2413.003.001 Pembinaan Pengelolaan Bangunan Gedung lap 2413.003.002 Pembinaan Ruang Terbuka Hijau lap 2413.003.003 Pembinaan Kelembagaan dan Kemitraan lap 2413.003.004 Pembinaan Penataan Kawasan lap 2413.003.005 Fasilitasi Penguatan Pemda lap 2413.003.006 Fasilitasi Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Dunia Usaha lap 2413.003.007 Pembinaan Lainnya lap 2413.003.008 Pengawasan dan Evaluasi Kinerja Bidang Penataan Bangunan lap

2413.005 Penyelenggaraan Bangunan Gedung m2

2413.005.001 Bangunan Gedung Pusaka/Tradisional m2 2413.005.002 Bangunan Gedung Hijau m2 2413.005.003 Bangunan Gedung Mitigasi Bencana m2 2413.005.004 Bangunan Gedung Perbatasan m2

2413.006 Penyelenggaraan Penataan Bangunan Ha

2413.006.001 Penataan Bangunan Kawasan Strategis Nasional Ha 2413.006.002 Penataan Bangunan Kawasan Pusaka Ha 2413.006.003 Penataan Bangunan Kawasan Rawan Bencana Ha 2413.006.004 Penataan Bangunan Kawasan Hijau Ha 2413.006.005 Penataan Bangunan Kawasan Destinasi Wisata Ha

2413.013 Penyelenggaraan Penataan Bangunan Kawasan Khusus Ha

2413.013.001 Penataan RTH Ha 2413.013.002 Penataan Bangunan Kebun Raya Ha 2413.013.003 Penataan Kota Hijau Ha 2413.013.004 Penataan Kota Pusaka Ha

(39)

Terima kasih

(40)

SELAMAT DATANG

PESERTA

KICK OFF PRA KONSULTASI REGIONAL

DITJEN CIPTA KARYA TAHUN 2015

21

Direktorat Jenderal Cipta Karya

Kementerian Pekerjaan Umum dan

Perumahan Rakyat

(41)

PENINGKATAN KETERPADUAN

RENCANA DAN PROGRAM

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PUPR

MELALUI PENDEKATAN WILAYAH

TAHUN 2015-2019

BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Disampaikan dalam rangka Pra Konsultasi Regional Ditjen Cipta Karya

Kementerian PUPR tahun 2015

(42)

Outline

1. TANTANGAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PUPR

2. VISI & MISI KEMENTERIAN PUPR 2015-2019

3. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PUPR

TERPADU BERDASARKAN PENDEKATAN WILAYAH

4. RENCANA DAN PROGRAM PUPR PER SEKTOR MENDUKUNG

SASARAN STRATEGIS

5. PENUTUP

(43)

TANTANGAN PENGEMBANGAN

INFRASTRUKTUR PUPR

2

(44)

3

 Permasalahan yang terjadi antar kawasan terutama keterbatasan

konektivitas, disparitas wilayah, eksploitasi sumber daya alam yang tidak

terkendali.

TANTANGAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR

PUPR

 Pengendalian pembangunan belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai

dengan rencana tata ruang, yang membawa implikasi, besarnya sedimentasi

pada badan-badan air, terjadinya longsor, dan daya tampung reservoir yang

menurun secara signifikan.

 Dalam kurun 4 dekade terakhir (1970 – 2010) telah terjadi kenaikan

populasi perkotaan di Indonesia sebanyak 6 kali lipat yang membawa

implikasi pada belum terpenuhinya berbagai tuntutan kebutuhan

infrastruktur PUPR, padahal perkotaan merupakan mesin pertumbuhan dan

ujung tombak daya saing.

 Arus urbanisasi yang tinggi diikuti dengan berbagai persoalan klasik

perkotaan, seperti kemacetan, kekumuhan, banjir, degradasi kualitas

lingkungan (udara dan air), minimnya ruang terbuka hijau, kurangnya air

bersih, kesenjangan pendapatan, meningkatnya sektor informal, dan

(45)

 Salah satu permasalahan utama di bidang maritim adalah kurang

terpadunya perencanaan pembangunan infrastruktur perhubungan laut dan

penyeberangan maupun pengembangan kota pesisir dengan pembangunan

infrastruktur PUPR, terutama jalan dan sumber daya air.

TANTANGAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR

PUPR

 Perubahan iklim yang terjadi saat ini juga mengancam kehidupan perkotaan

khususnya kota-kota di kawasan pesisir yang terancam rob akibat fenomena

kenaikan muka air laut maupun terjadinya penurunan muka tanah seperti di

Jakarta dan Semarang yang terutama disebabkan oleh pengambilan air

tanah secara berlebihan.

 Sinergi pembangunan infrastruktur belum optimal terkait dengan batasan

kewenangan pusat dan daerah, misalnya dalam penanganan kerusakan

jalan maupun kerusakan irigasi yang menjadi kewenangan daerah.

(46)

5

TANTANGAN BIDANG SUMBER DAYA AIR

KEBUTUHAN LAHAN IRIGASI

-

Sebagian besar daerah irigasi kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam kondisi rusak (Prov : 53% dan Kab./Kota : 59%).

KETERSEDIAAN AIR

-

Dari total potensi 3,9 triliun m3air di Indonesia, baru± 15 milyar m3

atau 63,5 m3per kapita yang dapat dikelola melalui reservoir (lebih rendah dari Thailand).

Distribusi air juga tidak merata di masing-masing pulau.

LAYANAN AIR BAKU

Meningkatnya jumlah penduduk dan pesatnya

perkembangan kegiatan perekonomian berimplikasi pada peningkatan kebutuhan air baku

BANJIR DAN KEKERINGAN

dampak alih fungsi lahan kawasan DAS; peningkatan kawasan terbangun; OP sungai dan prasarana banjir yang belum optimal; dll.

Wadah koordinasi (TKPSDA, Dewan SDA, dll) sudah terbentuk : Dewan SDA Nasional dan Dewan SDA di 25 provinsi

S

EKTOR

P

ENGELOLAAN

SDA

K

OORDINASI

K

ETERPADUAN

P

ENGELOLAAN

SDA

-R

EGULASI – pengelolaan SDA kembali

mengacu UU 11/1974. Perlu

payung hukum sementara RUU pengganti disusun

K

ELEMBAGAAN

 Institusi pemerintah lebih fokus pada

tugas pembangunan, dibandingkan

pengaturan, pelayanan, monitoring dan evaluasi karena kapasitas lembaga yang masih terbatas, baik dari segi teknis maupun manajerial

 Penggabungan dua kementerian berimplikasi pada perubahan struktur

organisasi

1

2

3

4

Perubahan pola hujan di beberapa wilayah meningkatkan potensi banjir dan kekeringan

P

ERUBAHAN

I

KLIM

5

ALIH FUNGSI CATCHMENT AREA

– Akibat pertumbuhan penduduk dan kegiatan ekonomi, perubahan guna lahan menjadi lahan terbangun semakin meningkat, terutama pada catchment area.

Indonesia termasuk 10 negara deforestasi tertinggi di dunia dengan laju 0,9-7% per tahun

6

S

OSIAL DAN

B

UDAYA

7

Peningkatan jumlah penduduk

berimplikasi pada peningkatan

kebutuhan air, sementara di satu sisi ketersediaan air cenderung tetap

(47)
(48)

7

(49)

3,4 juta unit

rumah tidak layak huni

tahun 2014

(Sumber: Proyeksi Data Indikator Perumahan dan Kesehatan

Lingkungan (Inperkesling) Tahun 2011, BPS)

Backlog sebesar

13,5 juta unit

pada tahun 2014

berdasarkan konsep memiliki

(Sumber : Dokumen Rencana Pembangunan Infrastruktur 2015-2019,

tgl 17 Des 2014)

Backlog sebesar

7,6 juta unit

pada tahun 2014

berdasarkan konsep penghunian

(Sumber : Perpres No.2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019)

(50)

VISI & MISI KEMENTERIAN PUPR

2015-2019

9

(51)

10

USULAN TEMA KONREG 2015

“MENINGKATKAN KETERPADUAN DAN MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN UNTUK

MEWUJUDKAN INFRASTRUKTUR PUPR YANG HANDAL DALAM MENDUKUNG

INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN

BERLANDASKAN GOTONG ROYONG”

VISI PEMBANGUNAN NASIONAL 2015-2019 :

TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN

BERLANDASKAN GOTONG ROYONG

VISI KEMENTERIAN PUPR 2015-2019 :

TERWUJUDNYA INFRASTRUKTUR PUPR YANG HANDAL* DALAM MENDUKUNG INDONESIA YANG

BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG

*handal mencakup produktif dan cerdas, berkeselamatan, mendukung kesehatan masyarakat,

menyeimbangkan pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar,

dan berkelanjutan.

(52)

Mempercepat pembangunan infrastruktur sumberdaya

air termasuk sumber daya maritim, mendukung

kedaulatan pangan, ketahanan air, dan ketahanan

energi, untuk menggerakkan sektor-sektor strategis

ekonomi domestik dalam rangka kemandirian ekonomi

Mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas untuk meningkatkan produktivitas,

efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup

global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim

Mempercepat pembangunan infrastruktur permukiman dan perumahan rakyat

untuk mewujudkan layanan infrastruktur dasar yang layak dalam rangka

mendukung kualitas hidup manusia Indonesia sejalan dengan prinsip ‘infrastruktur

untuk semua’

MISI

KEMENTERIAN PUPR 2015-2019

1

2

3

11

4

5

Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi mendukung fungsi manajemen

meliputi perencanaan yang terpadu, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan

yang tepat, dan pengawasan yang ketat

Mempercepat pembangunan infrastruktur PUPR secara

terpadu dari pinggiran untuk keseimbangan pembangunan

antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan

perbatasan, dan kawasan perdesaan, dalam kerangka NKRI

(53)

SASARAN STRATEGIS PEMBANGUNAN

BIDANG PUPR 2015-2019

Harapan Stakeholders dan customer yang harus dipenuhi

SS2.

Meningkatnya

kinerja

infrastruktur SDA

untuk kedaulatan

pangan,

ketahanan air dan

ketahanan energi

SS3.

Meningkatnya

kinerja

infrastruktur

jalan

(konektivitas)

bagi penguatan

daya saing

SS1. Meningkatnya kinerja

keterpaduan pembangunan

infrastruktur PUPR untuk

keseimbangan

pembangunan antardaerah

untuk NKRI, antar sektor

dan antar tingkat

pemerintahan

Meningkatnya kehandalan infrastruktur PUPR dalam mewujudkan: kedaulatan pangan,

ketahanan air, dan ketahanan energi; konektivitas bagi penguatan daya saing; layanan

infrastruktur dasar; dan keseimbangan pembangunan antardaerah antar sektor dan antar

tingkat pemerintahan untuk mensejahterakan masyarakat

SS4. Meningkatnya

kinerja infrastruktur

permukiman dan

perumahan rakyat

untuk layanan

infrastruktur dasar

(54)

STRUKTUR ORGANISASI

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Ket:

Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Nomor: B/1065/M.PANRB/03/2015, tanggal 27 Maret 2015, perihal Rancangan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Surat No. KP 03 07 – Mn/268 tanggal 20 Maret 2015 tentang Usulan Pengangkatan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian PUPR

Berdasarkan:

• PERPRES NO. 15 TAHUN 2015

• Surat Persetujuan MENPAN RB NO. B/1065/M.PANRB/03/2015

Tanggal 27 Maret 2015

• Surat No. KP 03 07 – Mn/268 tanggal 20 Maret 2015

(55)

ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

INFRASTRUKTUR PUPR TERPADU

BERDASARKAN PENDEKATAN WILAYAH

14

(56)

15

ARAH PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

DALAM RPJMN 2015-2019

2015

Pertumb. Ekon: 5,8%

PDB/kapita: Rp.43,9

Juta (USD3.654)

2016

Pertumb. Ekon: 7%

PDB/kapita: Rp. 51,1 Juta

2019

Pertumb. Ekon: 8,0%

PDB/Kapita Rp.72,4

Juta (USD 6.138)

RPJMN 2015-2019

Inflasi

Rata-rata 3,5–4,5 persen pada

periode tahun 2015-2019

Tingkat

Pengangguran

4,0 – 5,5 persen pada akhir

tahun 2019

Tingkat Kemiskinan

5,0-6,0 persen pada akhir tahun

2019

Sasaran Pertumbuhan

Ekonomi akhir tahun 2019:

tingkat kemiskinan

menurun mencapai 5,0-6,0

persen dan tingkat

pengangguran terbuka

menjadi 4,0 – 5,5 persen

2017

Pertumb. Ekon: 7,1% PDB/kapita: Rp. 57,7 Juta

2018

Pertumb. Ekon: 7,5% PDB/kapita: Rp. 64,5 Juta

(57)

MANAJEMEN FUNGSI PEMBANGUNAN BIDANG PUPR

Internal Proses :

Meningkatkan pengawasan internal, akuntabilitas, dan transparansi yang menerus. (Itjen) Meningkatkan inovasi teknis bidang PUPR.

(Balitbang)

Meningkatkan keterpaduan pengembangan infrastruktur wilayah

antarkawasan, pada kawasan, dan di perkotaan.

(BPIW) Meningkatkan kapasitas konstruksi nasional. (Ditjen BK) Meningkatkan kemantapan jalan nasional. (Ditjen BM) Meningkatkan Pengelolaan Sumber

Daya Air Terpadu.

(Ditjen SDA)

Meningkatkan cakupan pelayanan dasar dan

akses permukiman yang layak. (Ditjen CK)

Meningkatkan penyediaan dan pembiayaan perumahan. (Ditjen-Ditjen Perumahan) PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

PELAKSANAAN

PERENCANAAN

Manajemen Sumber Daya Organisasi (Setjen dan BPSDM)

Meningkatkan SDM yang kompeten dan

berkepribadian.

Meningkatkan dukungan sarana prasarana dan Teknologi informasi . Membangun Budaya Kemen PU

dan PR yang Berkinerja Tinggi dan Berintegritas.

Meningkatkan dukungan regulasi dan layanan hukum.

(58)

Struktur Ruang Wilayah Nasional

17

Ruang wilayah nasional dikembangkan sesuai dengan daya dukung dan

(59)

Struktur Ruang Wilayah Nasional

18

Carrying capacity merupakan kemampuan menampung jumlah penduduk

(60)

19

Konsepsi Pembangunan Infrastruktur PUPR

melalui Pendekatan Wilayah

PULAU / KEPULAUAN WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS (WPS)

1. PULAU SUMATERA 6 WPS

2. PULAU JAWA 9 WPS

3. PULAU KALIMANTAN 4 WPS

4. PULAU SULAWESI 5 WPS

5. PULAU BALI – NUSA TENGGARA 5 WPS

6. KEPULAUAN MALUKU 2 WPS

(61)

20

Keterpaduan terhadap Pengembangan 24 Pelabuhan

Strategis 2015-2019 dalam Rangka Pengembangan Tol Laut

24 Pelabuhan strategis

Short sea shipping

Fasilitas kargo umum dan bulk

Pengembangan pelabuhan non-komersil

Pengembangan pelabuhan komersil lainnya

Transportasi multimoda akses ke pelabuhan

Revitalisasi industri galangan kapal

Prog

ra

(62)

21

Keterpaduan Terhadap Pengembangan 16 Kawasan Strategis

Pariwisata Nasional Prioritas 2015-2019

Sumatera:

• Danau Toba, dsk

Jawa:

• Kep Seribu, dsk

• Kota Tua-Sunda Kelapa,

dsk

• Borobudur, dsk

• Bromo-Tengger-Semeru,

dsk

Kalimantan:

• Tanjung Putting, dsk

Sulawesi:

• Toraja, dsk

• Bunaken, dsk

• Wakatobi, dsk

Bali-Nustra:

• Kintamani-Danau Batur, dsk

• Menajngan-Pemuteran, dsk

• Kuta-Sanur-Nusa Dua, dsk

• Rinjani, dsk

• Pulau Komodo, dsk

• Ende-Kelimutu, dsk

Kep Maluku-papua :

• Raja Ampat, dsk

(63)

22

Keterpaduan Terhadap Pengembangan 22 Kawasan Industri Prioritas

2015-2019

Sumatera: Kuala Tanjung Sei Mangkei Tanggamus Jawa: Tangerang Cikarang Cibinong Karawang Bandung Cirebon Tuban Surabaya Pasuruan Kalimantan: Batulicin Ketapang Landak Sulawesi: Palu Morowali Bantaeng Bitung Konawe Maluku: Buli, Halmahera Timur Papua:

Pembangunan Infrastruktur Strategis Pendukung Kawasan Industri:

Pelabuhan: Pembangunan Pel. Kuala Tanjung, Tj. Priok, Tj. Perak, Tl. Lamong,

Pontianak, Banjarmasin, Kupang, Bitung, Makassar, dan Halmahera

Tol: Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung, Tol Binjai-Medan-Tebing Tinggi

Jalan: Pembangunan Jalan Lingkar Batulicin, Palu-Parigi, Lingkar Kupang,

Susumuk-Bintuni

Kereta Api: Pembangunan Jalur KA Manado-Bitung, Sei Mangkei-Bandar

Tinggi-Kuala Tanjung, Pasoso-Tj Priok, DDT dan Elektrifikasi Manggarai-Bekasi-Cikarang • Listrik: Pembangunan PLTU Kuala Tanjung, Asahan 3, Pangkalan Susu, Palu, NTT-2

Kupang, Ketapang, Bengkayang, PARIT Baru, Pulau Pisau, PLTA Poso , Konawe, PLTMG Morowali, Pontianak Peaker, PLTA/MH Morowali, Bantaeng, PLTGU Tangguh • Bandara: Pengembangan Bandara Mutiara Palu, Eltari Kupang, Halu Oleo Kendari,

(64)

Aceh

Sumut

Sumsel

Sumbar

Lampung

Jabar

Jateng

Jatim

NTB

Kalsel

Kalbar

Sulsel

Sulteng

Keterpaduan Infrastruktur SDA mendukung Lumbung Pangan Nasional

13 provinsi lumbung pangan nasional

1. Aceh 2. Sumut 3. Sumbar 4. Sumsel 5. Lampung 6. Jawa Barat 7. Jawa Tengah 8. Jawa Timur 9. NTB 10. Kalimantan Barat 11. Kalimantan Selatan 12. Sulawesi Tengah 13. Sulawesi Selatan

(65)

PKN (26 kota) 1. Pontianak 2. Samarinda 3. Tarakan 4. Manado 5. Gorontalo 6. Kendari 7. Makassar 8. Palu 9. Denpasar 10. Mataram 11. Kupang 12. Jayapura 13. Sorong 14. Ternate 15. Ambon 16. Surabaya 17. Semarang 18. Cirebon 19. Cilacap 20. Jakarta 21. Bandar Lampung 22. Padang 23. Batam 24. Dumai 25. Lhokseumaw 26. Cilegon PKW (92 kota) 1. Sangata 2. Tanjung Selor 3. Tanjung Redep 4. Tarakan 5. Tanah Grogot 6. Kotabaru 7. Ketapang 8. Singkawang 9. Mempawah 10. Kuandang 11. Buol 12. Tolitoli 13. Tilamuta 14. Donggala 15. Tilamuta 16. Donggala 17. Poso 18. Luwuk 19. Kolonedale 20. Lasolo 21. Raha 22. Bau Bau 23. Watampone 24. Barru 25. Pangkajene 26. Bulukumba 27. Jeneponto 28. Palopo 29. Pare-pare 30. Singaraja 31. Sumbawa Besar 32. Raba 33. Labuhan Bajo 34. Ende 35. Maumere 36. Waingapu 38. Merauke 39. Sarmi 40. Biak 41. Fak-Fak 42. Tobelo 43. Tidore 44. Labuha 45. Sanana 46. Nalea 47. Kairatu 48. Masohi 49. Tuban 50. Probolinggo 51. Banyuwangi 52. Pekalongan 53. Indramayu 54. Tegal 55. Kalianda 57. Sabang 58. Meulaboh 59. Langsa 60. Gunung Sitoli 61. Sibolga 62. Bagan Siapi-api 63. Pariaman 64. Bengkalis 65. Tanjung Balai Karimun 66. Terempa 67. Tanjung Pinang 68. Tembilahan 69. Daik 70. Dabo 71. Kuala Tungkal 72. Muko-Muko 73. Manna 75. Tanjung Pandan 76. Manggar 77. Werinama 78. Muarasiberut 79. Bula 80. Wahai 81. Kolaka 82. Pangandaran 83. Pelabuhanratu 84. Pamekasan 85. Majene 86. Pasangkayu 87. Pacitan 88. Banda Aceh 89. Bengkulu 90. Pangkal Pinang 91. Manokwari 92. Mamuju

(66)

PKN

PKW

PKSN/KOTA PERBATASAN

Keterangan :

(Catatan: PKL ditetapkan dalam RTRWP)

Pulau PKN PKW PKSN Sumatera 9 58 4 Jawa-Bali 12 35 0 Nusa Tenggara 2 10 3 Kalimantan 5 25 10 Sulawesi 5 27 2 Maluku 2 11 4 Papua 3 11 3 Total 37 177 26

25

(67)

26

SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR TERPADU

SASARAN PROGRAM

Meningkatnya

penyediaan air

baku untuk segala

kebutuhan

STRATEGI OPERASIONAL

1. Pembangunan 65 Waduk (29 waduk selesai)

2. Peningkatan penyediaan air irigasi yang bersumber dari waduk 20 %

2. Peningkatan luas cakupan layanan jaringan irigasi

a. Pembangunan jaringan irigasi dari 667ribu menjadi 1 juta hektar b. Rehabilitasi jaringan irigasi dari 2,8

menjadi 3 juta ha

7. Pengendalian banjir, di pusat pertumbuhan & jalur konektivitas dengan pendekatan struktural dan non

-struktural

Peningkatan layanan air baku dari 51,44 m3/det menjadi 118,6 m3/det

6. Integrated water resources management

Meningkatnya

kapasitas

pengendalian daya

rusak air

INDIKATOR

Kapasitas air baku nasional Pembangunan waduk kumulatif (5 tahun) Ketersediaan air irigasi yg bersumber dari waduk KONDISI AKHIR THN 2014 51,44 m3/det TARGET AKHIR THN 2019 118,6 m3/det Kapasitas/ Daya tampung 15,8 miliar m3 19 miliar m3  21 waduk  11 %  65 waduk  20 %  Luas kawasan yg terlindungi Rata-rata kapasitas Desain Pengendalian Struktural dan Non

 5-25 tahun  10-25 tahun

Meningkatnya

kinerja jaringan

irigasi

Pembangunan Jaringan irigasi baru

 Peningkatan luas layanan jaringan irigasi

 667 ribu ha  1 juta hektar Jaringan irigasi yg

direhabilitasi

(68)

27

SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

PENYELENGGARAAN INFRASTRUKTUR JALAN

SASARAN

PROGRAM

Meningkatnya

kemantapan

jalan

STRATEGI OPERASIONAL

 Pemeliharaan Jalan

Nasional

(45.592 km)

 Peningkatan Kapasitas

Jalan Nasional

(Pelebaran 3.057 Km

dan Pembangunan Fly

Over/Underpass 15

Km)

 Pembangunan Jalan

Nasional Baru (2.650

Km)

 Pembangunan Jalan

Bebas Hambatan

(1.000 km)

 Dukungan Jalan

Sub-Nasional (500 km)

INDIKATOR

 Kondisi

mantap jalan

nasional

Pembangunan

jalan nasional

Pembangunan

jalan tol

(kumulatif)

KONDISI

AKHIR THN

2014

 94 %

TARGET

AKHIR THN

2019

 98 %

 1.202 km

 807 km

 2.650 km

 1.000 km

Pembangunan

jalan

kumulatif (5

tahun)

 38.570

km

 45.592

km

(69)

28

SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN

SASARAN

PROGRAM

Terpenuhinya

penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyrakat

STRATEGI OPERASIONAL

 Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman (Perbaikan Kampung/KIP)  Penyediaan SPAM Regional,

SPAM Kab/Kota, SPAM MBR, SPAM di Kawasan MP3EI dan KAPET, SPAM IKK, SPAM di Kawasan Pelabuhan

Perikanan, SPAM di Kawasan Perbatasan, SPAM Desa Terpencil

 Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat

 Penyediaan Sanitasi Berbasis Masyarakat

 Penyediaan TPA Regional  Penyediaan Infrastruktur Air

Limbah, Drainase Perkotaan, TPA Kab/Kota, Air Limbah Komunal, TPST/3R

Terpenuhinya penyediaan sanitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar

masyarakat (air limbah, persampahan dan INDIKATOR  Kawasan permukiman kumuh perkotaan KONDISI AKHIR THN 2014  38.431 Ha TARGET AKHIR THN 2019  0 ha

 Akses Air Minum Layak  70 %  100 %  Akses Sanitasi Layak Pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi

dengan prasarana dan sarana pendukung menuju Kota Tanpa Kumuh

 Akses sanitasi layak (penduduk rentan kurang mampu)

 Akses air minum (penduduk rentan kurang mampu)  60,9 %  100 %  55,7%  100 %  20,24%  100 %

(70)

29

SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

PENYEDIAAN PERUMAHAN

SASARAN

PROGRAM

Meningkatnya

penanganan

backlog rumah

hunian dan

kualitas

infrastruktur

permukiman di

perkotaan dan

perdesaan

STRATEGI OPERASIONAL

 Pembangunan Rusunawa

(Urban Renewal)

 Penyediaan Rumah Milik

melalui KPR FLPP Rumah

Tapak dan Rusun 900.000

Unit Penyediaan Hunian

Sewa 550.000 Unit

 Penyediaan Rusus 50.000

Unit

 Penyediaan KPR

Swadaya 450.000 Unit

 Pembangunan Baru

Rumah swadaya 250.000

Unit

 Penanganan Rumah Tidak

Layak Huni (RTLH)

1.500.000 Unit)

INDIKATOR

 Kekurangan

tempat

tinggal

(backlog)

berdasarkan

perspektif

menghuni

KONDISI

AKHIR THN

2014

 7,6 Juta

TARGET

AKHIR THN

2019

 5 Juta

Catatan: Data sementara menurut RPJMN 2015-2019, belum ditajamkan dengan

(71)

RENCANA DAN PROGRAM PUPR PER SEKTOR

MENDUKUNG SASARAN STRATEGIS

30

(72)

Terpadunya Infrastruktur Wilayah dan Kawasan Terpadunya Infrastruktur dan kawasan perkotaan (hijau, teknologi, dan berkelanjutan) Pusat Pengembangan Kws. Strategis Kebijakan Payung Nawa Cita, RPJP, RPJMN, Renstra PUPR Perencanaan Terpadu Terpadu di Kawasan Strategis Terpadu di Kawasan Perkotaan Aset Management Plan Lain-lain/ Khusus Rencan a PUPR Antar sektor, kawasan, tingkat pemerintah-an Antar sektor, kawasan, tingkat pemerintahan Pemeliharaan, Rehabilitasi Rekonstruksi Refungsionali-sasi A G R E G A T I F Menjadi tugas utama BPIW

(Perencanaan expansion, new

development) Lebih dominan dilaksanakan oleh masing-masing Ditjen di PUPR

Program yang Sinkron per Kawasan/Pulau (Cth. KEK Sei Mangkei)

Sinkron BM SDA CK PP Fungsi Penanganan Jalan Kab. Revitalisasi Jaringan Irigasi SPAM Kawasan Khusus Penyediaan rumah Lokasi KEK SM, Sp. Mayang-Sp. Inalum, Kuala Tanjung

Sei Ular Kota Lima Puluh

Kota Baru Sei Mangkei Waktu 2015 2015 2014-2015 2015-2017 Besaran 4,1 km, 3 km 18.500 Ha 50 liter/detik 200 SRS Biaya Rp 40 M Rp 9,9 M Rp 37,5 M -TOTAL

Evaluasi

Keterpaduan

Pelaksanaan

(Output dan

Outcome

Rencana)

DIPA

Perencanaan Anggaran

Administrasi anggaran untuk dituangkan ke dalam DIPA (dilakukan oleh Biro Perencanaan Anggaran dan KLN bersama

Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan)

Pusat Perencanaan Infrastruktur PUPR Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur PUPR

Pusat Pengembangan Kws. Perkotaan

Penyaringan prioritas berdasarkan leverage

tertinggi, rounding up dan quick yielding

PROSES PERENCANAAN DAN

PEMROGRAMAN KETERPADUAN

INFRASTRUKTUR PUPR

1 2 3 4

(73)

CONTOH : KETERPADUAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR

PERMUKIMAN MENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS HIDUP

Infrastruktur Permukiman mendukung kota metropolitan (KSN) dan kota besar

untuk meningkatkan daya saing wilayah seperti di Jabodetabek, Mamminasata,

Sarbagita, Mebidangro, Cekungan Bandung, Kedungsepur, Gerbang Kertosusila

Infrastruktur Permukiman untuk kota pantai mendukung pengembangan sektor

maritim seperti di Semarang, Ambon, Sibolga, dll

Infrastruktur Permukiman untuk kawasan perkotaan mendukung kota cerdas

dalam rangka peningkatan produktivitas, daya saing, layak huni, efektivitas dan

efisiensi di 142 kota hijau

Infrastruktur Permukiman untuk kota perbatasan (PKSN) mempercepat

pembangunan dari kawasan pinggiran seperti Perbatasan Kalimantan, NTT, dan

Papua

Infrastruktur Permukiman pada Kawasan Kumuh untuk MBR yang terpadu

Gambar

ILUSTRASI PERSPEKTIF KETERPADUAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR  WILAYAH PADA WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS MBBPT
ILUSTRASI KAWASAN DAN PENGELOMPOKKAN PROGRAM/KEGIATAN  UNTUK PENDETILAN RENJA K/L
ILUSTRASI KAWASAN DAN PENGELOMPOKKAN PROGRAM/KEGIATAN  UNTUK PENDETILAN RENJA K/L

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu untuk menggambarkan sequence diagram maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas V SDN Sidorejo Lor 04 tentang gaya gravitasi dan cara mengatasinya dengan pembelajaran remidiasi

Perancangan tata letak tersebut dilakukan menggunakan algoritma Corelap dan metode Graph-Based Construction, dari kedua metode tersebut didapatkan dua rancangan tata

Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan, dengan pendekatan emik 24 yaitu analisis sikap dan perilaku yang menekankan pada apa yang disampaikan, dipikirkan

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kelas eskperimen dengan penggunaan model pembelajaran Auditory, Intelectually, and Repetition memiliki nilai hasil belajar

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, pendekatan ini dimaksudkan untuk menggambarkan apa adanya dengan jelas dan rincian mengenai

Menurut Aaker dalam Durianto, dkk (2004), ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek, nama, simbol, yang mampu menambah

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal ( dicetak miring ) dengan diberi keterangan dalam