• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

PENGADILAN NEGERI/HUBUNGAN

INDUSTRIAL/TINDAK PIDANA KORUPSI

BENGKULU

JL. S. Parman No.05 Telp/Fax. (0736) 21142, 21948

BENGKULU 38227

Web Site :

www.pn-bengkulu.go.id

, E-Mail :

[email protected]

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

(LKjIP)

(2)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page i

KATA PENGANTAR

Dalam rangka memenuhi kewajiban pembuatan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2015, sesuai dengan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)

Dengan mengucapkan Puji dan syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang mana atas rahmat dan Karunia-Nya, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). Tahun 2015 pada Kantor Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dapat kami selesaikan. Semoga dapat bermanfaat sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas dibidangnya masing-masing serta sebagai bentuk pertanggung jawaban dalam mewujudkan Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini memerlukan informasi dari berbagai pihak terkait yang didukung oleh data-data serta kerjasama yang baik, namun dalam Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) pada Instansi Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu kami sadar bahwa masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan sehingga masih membutuhkan banyak perbaikan, maka saran dan pendapat dari semua pihak yang terkait sangat kami perlukan untuk penyempurnaan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) yang akan datang.

(3)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii EXECUTIVE SUMMARY...iii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Tugas dan Fungsi... 2

C. Struktur Organisasi... 3

D. Sistematika Penyajian... 5

BAB II. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA A. Rencana Strategis (Renstra)... 6

B. Tujuan Strategis... 7

C. Sasaran Strategis... 7

D. Indikator Kinerja Utama... 9

E. Rencana Kinerja... 12

F. Penetapan Kinerja... 14

G. Program Kegiatan ………... 18

H. Anggaran Kegiatan ………... 19

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN A. Realisasi Indikator Kinerja Utama... 20

B. Pengukuran Capaian Kinerja …………... 24

C. Analisis Kinerja………... 24

D. Akuntabilitas Keuangan... 30

E. Pengukuran Kinerja... 31

BAB IV. PENUTUP A. Kesimpulan... 31

(4)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page iii

EXECUTIVE SUMMARY

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu Tahun Anggaran 2015 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Surat Edaran Kementrian Negara Pendayaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 11 Tahun 2011 tertanggal 23 November 2011 yang kemudian ditindak lanjuti dengan Surat No. 482.1./SEK/KU.01/11/201 tanggal 28 November 2013 perihal penyampaian LAKIP Tahun 2015 dan Dokumen penetapan Kinerja Tahun 2015 maka sebagai bentuk pertanggungjawaban Kinerja Lembaga Peradilan khususnya Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu telah menyusun laporan dalam bentuk Laporan Akuntansi Kinerja yang lebih dititik beratkan pada satu bentuk pertanggung jawaban, transparansi serta menyangkut Laporan yang ditegaskan dalam Surat Edaran Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Selanjutnya bahwa LKjIP pada Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu selama kurun waktu dari bulan Januari s/d Desember 2015 sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu telah menetapkan program dalam pelaksanaan proses peradilan guna mewujudkan peradilan yang dibanggakan publik.

Adapun secara umum bahwa tugas pokok dan fungsi serta pencapaian kinerja dari Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu yang pengukurannya dengan melihat faktor sasaran yang dituju. Target yang diinginkan, realisasi dan pencapaian target guna mewujudkan visi dan misi peradilan.

(5)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu merupakan salah satu Pengadilan yang ada di bawah Lingkungan Pengadilan Tinggi Bengkulu, yang juga berada di bawah lingkungan Peradilan Umum pada Mahkamah Agung Republik Indonesia yang merupakan Pengadilan Tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Undang-Undang Nomor : 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Undang-Undang Nomor : 3 tahun 2009 secara organisasi, administrasi dan finansial menganut dan membawahi 4 (empat) lingkungan peradilan.

Intensitas tantangan dunia peradilan ke depan cenderung semakin meningkat dan komplek. Dampak dari perkembangan teknologi informasi dan tingginya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan akses keadilan merupakan tantangan tersendiri bagi lembaga peradilan dalam merumuskan kebijakan umum peradilan. Karena itu Pengadilan Negeri Bengkulu meyadari bahwa tantangan tersebut harus tercapai dan terlaksana dengan baik, melalui reformasi, perubahan dan pembahuruan yang harus tetap berorientasi pada kepentingan publik agar mendapatkan pelayanan hukum yang prima dan berkeadilan oleh segala lapisan masyarakat khusunya warga kota Bengkulu dan seluruh warga pencari keadilan secara umum.

Penegakan Hukum yang adil dalam setiap proses peradilan merupakan harapan dari setiap masyarakat dari segi sosial manapun tanpa terkecuali, oleh karena itu penegakan hukum tidak terlepas dari wahana birokrasi yang mana birokrasi merupakan faktor penentu keberhasilan keseluruhan agenda program termasuk dalam rangka mewujudkan aparatur peradilan yang bersih dan bebas dari KKN sehingga dapat mewujudkan kepemerintahan yang baik, namun disini hanya dikhususkan pada Peradilan Tingkat Pertama yang salah satunya adalah Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

Sebagai salah satu Instansi Pemerintah yang bergelut di bidang hukum, Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu harus mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada masyarakat umum, untuk itu Badan Peradilan ini melaksanakan tugasnya dengan baik dalam program-programnya secara terbuka sehingga kebutuhan masyarakat umum akan keadilan dapat terpenuhi.

(6)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 2

Salah satu unsur pokok dari penjabaran sistem akuntabilitas adalah penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dengan berbasis kinerja yang merupakan pedoman pelaksanaan tupoksi, masing-masing kementerian/lembaga pada umumnya, dan tupoksi Mahkamah Agung R.I, maka Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu sebagai salah satu dari satuan kerja yang ada dalam lingkungan peradilan umum di bawah Mahkamah Agung R.I juga berkewajiban untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dengan maksud untuk mengetahui rencana strategis sehingga segala bentuk kegiatan dilaksanakan secara lebih terencana dan target hasil akan tercapai.

B. TUGAS DAN FUNGSI

TUGAS :

Tugas pokok Pengadilan Negeri Bengkulu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2006 tentang Peradilan Umum sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004.

Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu sebagai salah satu badan Peradilan yang mempunyai tugas untuk melayani masyarakat khususnya dibidang hukum, maka badan peradilan ini diharapkan agar dapat meningkatkan pelayanan tersebut demi terwujudnya keadilan yang bersih sesuai dengan harapan masyarakat secara umum. Sesuai dengan Undang-Undang No.49 Tahun 2009 tentang Peradilan Umum, maka dapat juga dijelaskan Tugas pokok pada Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu adalah menyelenggarakan peradilan pada tingkat pertama adalah :

 Menerima berkas perkara yang masuk.

 Memeriksa dan mengadili perkara.

 Memutuskan perkara.

 Menyelesaikan perkara.

FUNGSI :

Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu juga mempunyai Fungsi dalam menjalankan tugas pokoknya yaitu :

(7)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 3

1. Fungsi Mengadili (Judicial Power) yakni memeriksa dan mengadili perkara-perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri dalam Tingkat Pertama (vide : Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006)

2. Fungsi Pembinaan. yakni memberikan pengarahan, bimbingan dan petunjuk kepada pejabat struktural dan fungsional, jajaran staf Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu yang berada dibawah binaannya baik mengenai administrasi tekhnis maupun administrasi non tekhnis dan pembangunan. (vide Pasal 53 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 jo KMA Nomor KMA/080/VIII/2006).

3. Fungsi Pengawasan. yakni mengadakan pengawasan dan pembagian tugas pimpinan kepada para Hakim untuk melaksanakan pengawasan bidang masing-masing berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. (vide : Pasal 53 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009).

4. Fungsi Nasehat, yakni memberikan pertimbangan dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta. (vide : Pasal 52 ayat (1) Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009).

5. Fungsi Administratif yakni menyelenggarakan administrasi tekhnis yang dikelola oleh kepaniteraan Perdata, Kepeniteraan Pidana, Kepaniteraan Hukum, Kepaniteraan PHI (Pengadilan Hubungan Industrial) dan Kepaniteraan TIPIKOR (Tindak Pidana Korupsi), sedangkan menyelenggarakan administrasi umum dikelola oleh urusan kepegawaian, urusan keuangan, urusan umum.

C. STRUKTUR ORGANISASI

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi yang telah ditetapkan, perlu dilakukan pembagian tugas dan kewenangan yang digambarkan dalam struktur organisasi Pengadilan Negeri Klas IA sebagai berikut :

1. KETUA : ENCEP YULIADI, SH., MH

2. WAKIL : TATIK HADIYANTI, SH., MH

(8)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 4 2. ARIFIN SANI, SH 3. DIRIS SINAMBELA, SH 4. MERRYWATI, SH, M.Hum 5. JONNER MANIK, SH, MH 6. SUPARMAN, SH, MH 7. SITI INSIRAH, SH 8. BOY SYAILENDRA, SH 9. IMMANUEL, SH

10. DIAH TRI LESTARI, SH 11. MASRIATI., SH

12. ZENI ZENAL MUTAQIN, SH, MH 13. SURYANA, SH

14. HASCARYO, SH, MH

4. HAKIM PHI 1. Drs. MURDAN LAIR, SH

2. RIZANI, SH

3. IMAM PENGADILAN HIDAYAH N, SH

5. HAKIM TIPIKOR : 1. AGUSALIM, SH.,MH

2. H. TOTON, SH.,MH

3. HENNY ANGGRAENI, SH.,MH 4. RAHMAT, SH

6. PANITERA : ZAILANI SYAHIB, SH

7. SEKRETARIS : MISRIYAWATI, SH

8. WAKIL PANITERA : M. TEGUH, SE, SH, MH

9. PANITERA MUDA PIDANA UMUM : BURHAN SIRAIT, SH., MH

STAF : 1. TRI PURNOMO

2. BOBI YUHARA. 3. HADEPA ZUHLI, SH 4. NISYAK FITRIANI, SH 5. TRI SULISIONO, A.Md 10. PANITERA MUDA PERDATA : P U N G U T, SH.

STAF : 1. FITRI ASTUTI MINI ASYIANI, SH

2. JONI APRIZAL, S.Kom

11. PANITERA MUDA HUKUM : NANI YULIANTI.

STAF : 1. RIZA NOPLAILY, S.Kom

(9)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 5

STAF : 1. FAHRULIYAN HARSHONI, SH

13 PANITERA MUDA PHI : A. WIBISONO. S.Sos.

14. KASUB UMUM DAN KEUANGAN : MUDRIYANTI, SE.

STAF : 1. MARNI SUSANTI, SH

2. PELANGI WIJAYA, SH 3. YUN HERAWATI, A.Md 4. AGUSTIA

15. KASUB KEPEGAWAIAN, ORGANISASI

DAN TATA LAKSANA : YURNI HENDARWATI, SPd

STAF : 1. SISKA TRI HANDAYANI, ST

2. NOVRIYANI KEMALA DEWI, ST

16. KASUB PERENCANAAN, TEKNOLOGI

INFORMASI DAN PELAPORAN : IKHWAN EFENDI, S.Sos

STAF : 1. DWINDRA AGUNG, SH

2. RAHMAT FEBRIANTO, S.Kom 3. DODY PRIAWAN

17. PANITERA PENGGANTI : 1. IRWAN HEMDI, SH 2. HASNANIAR, SH 3. AZIZ WIRAWAN SH 4. HARNETI, SH 5. DAHNIAR 6. ZUBAIDAH 7. HASYIM HOSEN, SH 8. SUKASIH, SH 9.ROSNANI

18. PANITERA PENGGANTI TIPIKOR : 1. TUTI DAULAE, SH : 2. PUNGUT, SH

3. ROSNANI

4. BADARUDDIN BACHSIN 5. NANI YULIANTI

19. JURU SITA : 1. DAVID KURNIAWAN

2. YANUAR

3. MARKOM MALOHO

(10)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 6

D. SISTEMATIKA PENYAJIAN

Pada dasarnya Laporan ini untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dalam Tahun Anggaran 2015, dengan bentuk sajian seperti berikut :

Bab I. Pendahuluan, yang menguraikan gambaran secara garis besar tentang Pengadilan Negeri Klas IA Bengkulu dan tentang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP), yang berisikan : a. Latar Belakang, b. Tugas dan Fungsi, c. Struktur Organisasi. dan d. Sistematika Penyajian. Bab II. Menguraikan tentang perencanaan dan penetapan kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu yang berisikan antara lain : a. Rencana Strategis, b. Tujuan Strategis, c. Sasaran Strategis, d. Indikator Kinerja Utama, e. Rencana Kerja, f. Penetapan Kinerja. selanjutnya Bab III yang menguraikan mengenai Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan yang isinya menguraikan tentang : a. Akuntabilitas Kinerja, b. Akuntabilitas Keuangan, c. Pengukuran Kinerja, d. Evaluasi Kinerja, e. Analisis Akuntabilitas Kinerja. Selanjutnya adalah Bab ke IV yaitu Penutup yang menguraikan kesimpulan dari seluruh sajian laporan tentang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). Harapan adanya koreksi untuk peningkatan kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu, di masa datang.

(11)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 7

BAB II

PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

Rencana Strategis adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin

dicapai selama kurun waktu 1 (satu) Tahun sampai dengan 5 (lima) Tahun yang mempertimbangkan potensi, peluang sserta hambatan yang ada atau yang mungkin timbul.

RENSTRA mengandung VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN serta ARAH DAN KEBIJAKAN dalam kegiatan Realistis dengan berorientasi pada perkembangan masa depan mengingat perencanaan Strategis merupakan suatu proses Sistimatis yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai, maka untuk mencapai hal tersebut perlu dirumuskan terlebih dahulu VISI dan MISI yang telah ditetapkan organisasi Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu adalah cara pandang jauh ke depan untuk mewujudkan tercapainya tugas pokok dan fungsi Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu VISI merupakan Komitmen dan kesadaran bersama untuk mencapai tujuan bersama .

Sebagai Instansi Pemerintah yang bergerak dibidang penegakkan hukum harus dapat berkarya secara konsisten dan tetap Eksis Antisipatif, Inovatif, serta Produktif. Adapun Visi Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu adalah

”MEWUJUDKAN SUPREMASI HUKUM MELALUI KEKUASAAN KEHAKIMAN YANG MANDIRI, EFEKTIF DAN EFESIEN SERTA MENDAPATKAN KEPERCAYAAN

PUBLIK, PROFESSIONAL DALAM MEMBERI LAYANAN HUKUM YANG

BERKUALITAS, ETIS, TERJANGKAU DAN BIAYA RENDAH BAGI MASYARAKAT SERTA MAMPU MENJAWAB PANGGILAN PELAYANAN PUBLIK DI PROVINSI BENGKULU KHUSUSNYA KOTA BENGKULU”.

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah, sesuai Visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik, untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan tersebut diatas maka Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu mengemban Misi sebagai berikut:

a. Melaksanakan peradilan yang cepat dan biaya murah sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat pencari keadilan di kota Bengkulu.

(12)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 8

b. Mewujudkan Peradilan yang mandiri dan bebas dari campur tangan pihak luar.

c. Meningkatkan akses pelayanan hukum dan peradilan di lingkup daerah Provinsi Bengkulu terkhusus kota Bengkulu.

d. Meningkatkan / memperbaiki kepekaan terhadap input eksternal dalam proses peradilan di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu, sehingga terwujud peradilan yang berkualitas.

e. Mendorong terwujudnya institusi peradilan yang efesien, efektif dan berkualitas.

f. Melaksanakan kekuasaan kehakiman di wilayah Provinsi Bangkulu dengan bermartabat, bisa dipercaya dan transparan.

B. TUJUAN STRATEGIS

Dalam upaya mewujudkan visi dan misi dimaksud Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu menetapkan tujuan yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun. Tujuan yang ditetapkan adalah sebagai berikut: 1. Terwujudnya Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu

yang independent dan berkeadilan.

2. Terwujudnya keadilan bagi pencari keadilan.

3. Terwujudnya sistem manajemen Pengadilan yang profesional terukur, dan transparan. 4. Terwujudnya pelayanan publik yang prima dan modern.

5. Mewujudkan peradilan yang efektif, efisien, bermartabat dan dihormati.

6. Terwujudnya SDM yang memahami Tekhnologi Informasi dengan berorientasi pada pelayanan prima dan profesionalisme.

7. Terselenggaranya Operasional Perkantoran dan Peningkatan Kinerja Pelayanan Lembaga Peradilan.

C. SASARAN STRATEGIS

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai organisasi dalam waktu yang lebih pendek dari pada tujuan. Sasaran yang ditetapkan dalam Renstra Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu adalah :

1. Tercapainya kemampuan teknis aparatur Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dalam penyelesaian perkara.

2. Tercapainya Penyelesaian Administrasi perkara secara tertib dan tepat waktu. 3. Tercapainya Pelaksanaan Administrasi kesekretariatan yang baik dan benar.

(13)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 9

4. Tercapainya Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional. 5. Tercapainya Peningkatan kualitas pengawasan.

6. Tercapainya Peningkatan aksesbilitas mastyarakat terhadap peradilan.

7. Tercapainya Peningkatan penyediaan bantuan hukum untuk masyarakat miskin dan terpinggirkan.

8. Tercapainya Peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya. 9. Tercapainya Peningkatan sarana dan prasarana di Pengadilan Negeri/Hubungan

Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

Sasaran Indikator kinerja dan target Pengadilan Negeri Klas I A Bengkulu Tahun 2016 dapat disajikan pada tabel berikut ini :

NO SASARAN INDIKATOR TARGET

1 2 3

1. Tercapainya Penyelesaian Perkara Pidana, Perdata, PHI dan Tipikor yang tepat waktu dan transparan.

1. Personil persidangan yang disiplin. 2. Kepuasan Publik.

Personil Persidangan. 2 Tercapainya Penyelesaian Administrasi

perkara secara tertib dan tepat waktu

1. Jumlah perkara sisa Tahun 2014 Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/ Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

- Perkara Pidana - Perkara Anak

- Perkara Perdata Gugatan - Perkara Perdata Permohonan - Perkara Tipikor

- Perkara PHI

2. Jumlah Perkara yang masuk tahun 2015 Pengadilan Negeri/ Hubungan Industrial/ Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. - Perkara Pidana

- Perkara Anak

- Perkara Perdata Gugatan - Perkara Perdata Permohonan - Perkara Tipikor - Perkara PHI 56 Berkas 0 Berkas 19 Berkas 0 Berkas 10 Berkas 1 Berkas 473 Berkas 38 Berkas 39 Berkas 87 Berkas 81 Berkas 2 Berkas

(14)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 10

3. Jumlah Perkara yang telah diputus tahun 2015 Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/ Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. - Perkara Pidana

- Perkara Anak

- Perkara Perdata Gugatan - Perkara Perdata Permohonan - Perkara Tipikor - Perkara PHI 425 Berkas 29 Berkas 20 Berkas 83 Berkas 77 Berkas 3 Berkas 3. Tercapainya Pelaksanaan Administrasi

kesekretariatan yang baik dan benar

1. Tersusunnya dokumen kepegawaian

2. Tersusunnya dokumen perencanaan, program kegiatan, laporan pelaksanaan anggaran dan usulan anggaran.

3. Tersusunnya dokumen barang, inventaris, perpustakaan

58 Orang 1 Eksemplar

1 Eksemplar 4. Tercapainya Kemampuan Sumber Daya

Manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional.

Jumlah Sumber Daya Manusia, Hakim dan Pejabat Fungsional / Struktural yang mengikuti pelatihan Fungsional :

 Ketua/Wakil Ketua, Hakim.

 Panitera, Sekretaris, Wapan, Kasub, Panmud, juru sita dan Panitera Pengganti

- Hakim - Karyawan 5 Tercapainya Peningkatan kualitas

pengawasan.

1. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti.

2. Persantase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindak lanjuti.

- Masyarakat

6. Tercapainya peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan.

1. Mendapatkan informasi yang benar dan akurat.

2. Prosentase proses penyelesaian perkara yang dapay dipublikasikan melalui website.

- Masyarakat - Website

7 Tercapainya Peningkatan Penyediaan bantuan hukum untuk masyarakat miskin dan terpinggirkan.

Membantu para pencari keadilan khusunya masyarakat tidak mampu yang berperkara.

- Masyarakat - Posbakum 8 Tercapainya Pelaksanaan program

dukungan manajemen dan pelaksanaan

1. Mendukung kelancaran tugas pokok dan fungsi.

- Hakim - Karyawan

(15)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 11

tugas teknis lainnya. 2. Prosentase pencapaian penyelenggaraan operasional perkantoran.

9 Tercapainya pelaksanaan program peningkatan sarana dan prasarana pengadilan negeri/hubungan industrial/tindak pidana korupsi Bengkulu.

Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok.

Prosentase pencapaian penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung penyelenggaraan peradilan berbagai teknologi informasi.

- sarana dan prasarana.

D. INDIKATOR KINERJA UTAMA.

No URAIAN ALASAN 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Persentase Penyelesaian Perkara Pidana, Perdata, PHI dan Tipikor.

Persentase peningkatan aksesbilitas putusan.

Persentase peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara

Persentase Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to

justice)

Persentase kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

Persentase peningkatan kualitas pengawasan

 Mengukur Perkara yang diterima dengan perkara yang diselesaikan.

 Mengukur perkara yang didaftar dengan jumlah yang disidangkan.

 Mengukur kinerja hakim didalam upaya penyelesaian putusan yang perkara sudah diputus baik tingkat pertama, banding, kasasi maupun peninjauan kembali.

 Mengukur kinerja lembaga peradilan untuk mewujudkan peradilan yang bersih, berwibawa dan transparan.  Mengukur efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara

secara baik, cepat dan tepat waktu.  Mengukur perkara prodeo.

 Mengukur (amar) putusan perkara yang dapat diakses secara on line.

 Mengukur permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum.

 Mengukur pengaduan masyarakat.

 Mengukur temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti.

(16)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 12

Tabel Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

No. Kinerja Utama

Indikator Kinerja

Utama Penjelasan Penanggung Jawab Sumber Data 1. Meningkatny a Penyelesaian perkara. a. Persentase mediasi yang diselesaikan.

Perbandingan antara perkara yang masuk dengan perkara yang diproses secara mediasi.

Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan b. Persentase mediasi

yang menjadi akta perdamaian

Perbadingan antara perkara yang di mediasi dengan perkara yg selesai dengan akta

perdamaian. Hakim Mediasi Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan: - Perdata - Pidana

Perbandingan sisa perkara yang diselesaikan dengan sisa perkara yang harus diselesaikan.

Majelis Hakim dan Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan d. Persentase perkara yang diselesaikan: - Perdata - Pidana

Perbandingan perkara yang diselesaikan dengan perkara yang akan diselesaikan (saldo awal dan perkara yang masuk).

Majelis Hakim dan Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan.

Perbandingan perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan dengan perkara yang harus diselesaikan dalam waktu maksimal 6 bulan (diluar sisa

perkara).

Majelis Hakim dan Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan f. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan.

Perbandingan perkara yang diselesaikan lebih dari 6 bulan dengan perkara yg diselesaikan dalam waktu kurang dari 6 bulan.

Majelis Hakim dan Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan 2. Peningkatan aksepbilitas putusan Hakim. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: - Banding - Kasasi - Peninjauan Kembali

Perbandingan antara perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dengan perkara yang diputus.

Majelis Hakim Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

(17)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 13 3. Peningkatan efektifitas Pengelolaan penyelesaian perkara. a. Persentase berkas yang

b. diajukan kasasi dan PK yang

disampaikan secara lengkap.

Perbandingan antara berkas yang diajukan Kasasi dan PK yang lengkap (terdiri dari bundel A dan B) dengan jumlah berkas

yang diajukan Kasasi dan PK.

Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan c. Persentase berkas yang

d. diregister dan siap didistribusikan ke Majelis.

Perbandingan antara berkas perkara yang diterima Kepaniteraan dengan berkas perkara yang didistribusikan ke Majelis Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan e. Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak.

Perbandingan antara berkas putusan dengan relas putusan yang disampaikan ke para pihak tepat waktu.

Panitera/Sekretaris dan Juru Sita

Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan f. Persentase penyitaan tepat waktu dan tempat.

Perbandingan antara

permohonan penyitaan dengan pelaksanaan penyitaan tepat waktu dan tempat.

Panitera/Sekretaris dan Juru Sita

Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan g. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara

Perbandingan ratio Majelis Hakim dibandingkan dengan perkara masuk.

Majelis Hakim dan Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan 4. Peningkatan aksesibilitas Masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan

Perbandingan perkara predeo yang diselesaikan dengan perkara predeo yang masuk

Majelis Hakim dan Panitera/Sekretaris Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan b. Persentase (amar) putusan perkara (yang menarik perhatian masyarakat) yang

Perbandingan amar putusan perkara tindak pidana korupsi yang ditayangkan di wibe site dengan jumlah perkara tindak pidana korupsi yang tidak

Kepanitera/Keseketar iatan Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

(18)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 14

dapat diakses secara on line dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus.

ditayangkan. 5. Meningkatny a kepatuhan Terhadap putusan pengadilan. Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang

ditindaklanjuti.

Perbandingan perkara perdata yang ditindaklanjuti

(dieksekusi) dengan perkara perdata yang belum

ditindaklanjuti (dieksekusi).

Ketua Pengadilan & Pan/Sek Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan 6. Meningkatny a kualitas Pengawasan. a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. Perbandingan jumlah

pengaduan yang ditindaklanjuti mengenai perilaku aparatur peradilan (teknis dan non teknis) dengan jumlah pengaduan yang dilaporkan.

Ketua Pengadilan & Pan/Sek Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti.

Perbandingan jumlah temuan yang ditindaklanjuti mengenai perilaku aparatur peradilan (teknis dan non teknis) dengan jumlah temuan yang dilaporkan.

Ketua Pengadilan & Pan/Sek

Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

E. RENCANA KINERJA PENGADILAN NEGERI/HUBUNGAN INDUSTRIAL/ TINDAK PIDANA KORUPSI BENGKULU.

Rencana Kinerja Tahun 2016 ini disusun berdasarkan Penetapan Kinerja Tahun 2015 yang belum mempunyai Indikator Kinerja Utama yang diformalkan dan dikaji sebagai berikut : Tabel Rencana Kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

1 Peningkatan penyelesaian perkara Pidana, Perdata, PHI dan Tipikor tepat waktu.

(19)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 15

2 Peningkatan jumlah perkara yang penyelesaiannya melalui upaya mediasi

Prosentase mediasi yang diselesaikan 97 % 3 Peningkatan penyelesaian perkara

yang tepat waktu

a. Prosentase perkara yang diselesaikan. b. Prosentase sisa perkara yang diselesaikan.

97 % 4 Peningkatan tertib administrasi

perkara yang tepat waktu

a. Prosentase berkas yang diregister dan siap disidangkan ke majelis.

b. Prosentase penyampaian pemberitahuan pemanggilan sidang tepat waktu. c. Prosentase penyitaan tepat waktu dan

tempat.

d. Prosentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak

e. Prosentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap. 100 % 95 % 95 % 100 % 95 %

5 Peningkatan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Negara di Pengadilan Negeri/ PHI/ TIPIKOR.

a. Prosentase Pegawai yang lulus Diklat teknis Yudisial.

b. Prosentase Pegawai yang lulus Diklat teknis Non Yudisial.

85 % 50 % 6 Peningkatan kualitas penyelesaian

pengaduan masyarakat serta pengawasan terhadap Aparatur Negara (teknis dan non teknis) yang dilakukan baik secara internal maupun eksternal.

a. Prosentase pengaduan yang ditindak lanjuti. b. Prosentase temuan yang ditindak lanjuti.

100 % 100 %

7 Peningkatan aksebilitas masyarakat terhadap peradilan sehingga tercipta transparansi peradilan.

Prosentase proses penyelesaian perkara yang dapat dipublikasikan.

100 % 8 Peningkatan Disiplin kerja Hakim

dan Pegawai

Prosentase peningkatan disiplin kerja Hakim dan Pegwai

100 % 9 Program Peningkatan Sarana dan

Prasarana aparatur Mahkamah Agung RI

a. Peningkatan Aksesibilitas Masyarakat Terhadap Peradilan.

b. Peningkatan Sarana Dan Prasarana Yang Mendukung Penyelenggaraan Peradilan

100 % 100 %

(20)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 16

F. PENETAPAN KINERJA TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KLAS IA BENGKULU.

Penetapan Kinerja ini pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan kinerja ini merupakan tolak ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2013. Penyusunan Penetapan kinerja ini didasarkan pada Inpres Nomor : 5 Tahun 2004 tentang percepatan Pemberantasan Korupsi, dan Surat Edaran Menteri Negara PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor : 29 Tahun 2010 tentang Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, acuan dalam menyusun Penetapan Kinerja Tahun 2016 tidak terlepas dari Rencana Pembangunan jangka menengah, Rencana kerja pemerintah Tahun 2017 dan Kebijakan Umum Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dalam rangka penggunaan anggaran Tahun 2014.

Sasaran-sasaran yang akan dicapai Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu tahun 2015 dan dinyatakan dalam penetapan sasaran kinerja 2016 dengan menyesuaikan hasil dari indikator kinerja utama Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu yang disusun untuk tahun 2017. Selain berdasarkan Indikator Kinerja Utama tersebut dan dengan mengembangkan sasaran-sasaran yang menjadi isu strategis Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu tahun 2016, maka dapat diperinci sebagai berikut :

Tabel Penetapan Kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET TARGET YANG DICAPAI PROGRAM KET 1 Meningkatnya penyelesaian perkara Pidana, Perdata, PHI dan Tipikor a. Prosentase perkara yang diselesaikan. 100 % 80 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum b. Prosentase sisa perkara yang diselesaikan. 100 % 85 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum c. Prosentase perkara yang diseesaikan dalam jangka waktu kurang dari 6 (enam) 100 % 85 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum

(21)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 17 bulan 2 Meningkatnya jumlah perkara yang penyelesaiannya melalui upaya mediasi Prosentase mediasi yang diselesaikan 50 % 30 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum 3 Meningkatnya Penyelesaian Perkara yang tepat waktu a. Prosentase perkara yang diselesaikan 85 % 85 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum b. Prosentase sisa perkara yang diselesaikan 90 % 90 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum 4 Meningkatnya tertib administrasi perkara yang tepat waktu a. Prosentase berkas yang diregister dan siap disidangkan ke majelis 100 % 100 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum b. Prosentase penyampaian pemberitahuan pemanggilan sidang tepat waktu 95 % 95 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum c. Prosentase penyitaan tepat waktu dan tempat 95 % 95 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum d. Prosentase penyampaikan pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak. 95 % 95 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum e. Prosentase berkas yang diajukan banding, kasasi, dan PK yang disampaikan secara lengkap. 95 % 95 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum 5 Meningkatkan

mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur negara di Pengadilan Negeri / Hubungan Industrial / Tindak Pidana Korupsi Bengkulu a. Prosentase pegawai yang lulus diklat teknis yudisial. 100 % 100 % Program dukungan Manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Mahkamah Agung b. Prosentase pegawai yang lulus diklat non yudisial 80 % 80 % Program dukungan Manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Mahkamah Agung 6 Meningkatnya a. Prosentase 80 % 80 % Program

(22)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 18 kualitas penyelesaian pengaduan masyarakat serta pengawasan terhadap aparatur negara (teknis dan non teknis) yang dilakukan baik secara internal maupun eksternal pengaduan yang ditindaklanjuti Peningkatan Manajemen Peradilan Umum b. Prosentase temuan yang ditindaklanjuti 95 % 95 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum 7 Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan sehngga tercipta transparansi peradilan. Prosentase proses penyelesaian perkara yang dapat dipublikasikan. 80 % 80 % Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum

Penetapan Kinerja Keuangan Tahun 2015

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2015 Satuan Kerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu menerima anggaran (01) Rp. 9.479.756.000,- (Sembilan Milyar empat ratus tujuh ) dan anggaran (03) Rp. 352.270.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Dua Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah). Dan didalamnya terdapat 3 (tiga) macam program utama dengan pagu masing-masing sebagai berikut :

NO PROGRAM ANGGARAN (Rp)

1. 2.

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Rp. 9.479.756.000,- Rp 140.000.000,-

JUMLAH Rp. 9.619.756.000

NO PROGRAM ANGGARAN (Rp)

1. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum. Rp 132.308.000,-

JUMLAH Rp. 132.308.000,-

Dari program utama yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu 2015, maka pelaksanaannya dapat diuraikan dalam beberapa kegiatan pokok yang merupakan satu kesatuan

(23)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 19

dari Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Kerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu yaitu :

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Dari program ini dengan anggaran yang tersedia pada tahun 2015 direncanakan untuk :

 Pembayaran gaji / lembur / honorarium.

 Tersedianya pengadaan sopir / pesuruh dan satpam.

 Terselenggaranya perawatan gedung kantor.

 Terlaksananya perawatan rumah dinas.

 Terselenggaranya pengadaan peralatan / perlengkapan kantor.

 Terlaksananya perawatan kendaraan bermotor roda 4.

 Terlaksananya perawatan kendaraan bermotor roda 2.

 Terselenggaranya langganan daya dan jasa.

 Terlaksananya jasa keamanan / kebersihan.

 Terselenggaranya jasa pos dan giro.

 Terlaksananya operasional perkantoran dan pimpinan.

 Terlaksananya pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan.

2. Program Peningkatan Pelayanan dan Bantuan Hukum

 Terlaksananya pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

3. Program Peningkatan Kinerja Lembaga Peradilan dan Lembaga Penegak Hukum Lainnya.

 Tersedianya pengadaan perlengkapan sarana gedung

 Terlaksananya pengadaan meubelair.

4. Program Penegakan Hukum dan HAM

 Dari Program ini dengan Anggaran yang tersedia pada tahun 2014 direncanakan untuk

 Terlaksananya penegakan Hukum dan HAM.

G. PROGRAM KEGIATAN TAHUN 2015

Rincian program dan kegiatan Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu untuk dilaksanakan pada tahun 2015 dapat disajikan pada tabel berikut :

(24)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 20

BIDANG/UNIT KERJA

SASARAN PROGRAM KEGIATAN

1 2 3 4

Pembinaan dan Pengawasan

Tercapainya

penyelesaian perkara yang tepat waktu dan transparan.

Meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelesaian perkara yang tepat waktu dan transparan.

Melaksanakan pembinaan dan pengawasan oleh Hakim Pengawas bidang, meliputi :

Teknis :

Kepaniteraan Pidana, Perdata, Hukum, PHI dan Tipikor.

Non Teknis :

Administrasi Urusan Kepegawaian, Keuangan dan Umum

Bidang Kepaniteraan Tercapainya penyelesaian

Administrasi perkara dan Laporan secara tertib, tepat waktu

Penyelesaian

administrasi Perkara dan laporan di bidang teknis.

Pengisian register perkara pidana, perdata, hukum, PHI dan Tipikor secara benar. Pendistribusian register perkara dan peningkatan (SDM) pegawai melalui pendidikan dan pelatihan (DIKLAT).

H. ANGGARAN KEGIATAN TAHUN 2015

Pagu DIPA Tahun 2015 Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu mencakup pengeluaran Belanja Pegawaian, Belanja Barang dan Belanja Modal. Rincian Anggaran tersebut adalah :

NO URAIAN (01) PAGU (RP) 1 2 3 1. 2. 3. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Rp. 8.428.784.000,- Rp 1.050.972.000,- Rp. 140.000.000,- JUMLAH Rp. 9.619.756.000,- NO URAIAN (03) PAGU (RP) 1 2 3 1. Administrasi Perkara Belanja Barang Rp. 132.308.000,- JUMLAH Rp. 132.308.000,-

(25)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 21

BAB III

KINERJA

A. REALISASI INDIKATOR KINERJA UTAMA.

Dalam melaksanakan kegiatan suatu lembaga diperlukan untuk mengetahui tugas pokok dan fungsi dari lembaga itu sendiri. Oleh karena itu sehubungan dengan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini, diperlukan Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu sebaga lembaga peradilan yang menegakkan keadilan bagi masyarakat . Peraturan Menteri Negara PAN Nomor : PER/09/M.PAN/5/2007 tentang pedoman umum penetapan indikator kinerja utama di lingkungan instansi Pemerintah jo. Surat Edaran Menteri Negara PAN No.SE/12/M.PAN-RB/11/2009, tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Kementerian/ Lembaga yang dilengkapi oleh Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 29 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu sebagai salah satu satuan kerja dari Mahkamah Agung Republik Indonesia berkewajiban menyampaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tersebut yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang tercakup dalam INPRES No. 7 Tahun 1999 mengenai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Keputusan Kapala LAN No. 239 Tahun 2003 dan laporan tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian kinerja sasaran dan Program/Kegiatan sebagaimana ditetapkan oleh Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

Dalam menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU), memperhatikan faktor-faktor tertentu, kondisi, dan kemafaatan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut :

 Pemilihan dan Penetapan Indikator Kinerja Utama :

Spesifik, dapat dicapai, relevan, menggambarkan keberhasilan sesuatu yang diukur, dapat dikuantifikasi dan diukur.

 Pengembangan dan Penetapan Indikator Kinerja Utama : Kehati-hatian, kecermatan, keterbukaan dan transparansi.

 Penggunaan Indikator Kinerja Utama adalah berguna untuk menghasilkan informasi kinerja yang handal dengan substansi antara lain :

(26)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 22

Perencanaan jangka menengah, perencanaan tahunan, penyusunan dokumen penetapan kinerja, pelaporan akuntabilitas kinerja, evaluasi kinerja, pemantauan dan pengendalian kinerja.

Penetapan Indikator Kinerja Utama Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dapat dilihat sebagai berikut :

a. Prosentase perkara Pidana dan Perdata yang diselesaikan. b. Prosentase mediasi yang diselesaikan.

c. Prosentase sisa perkara Pidana dan Perdata yang diselesaikan.

d. Prosentase Prosentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap.

e. Prosentase berkas yang diregister dan siap disidangkan ke majelis

f. Prosentase penyampaian pemberitahuan pemanggilan sidang tepat waktu.

g. Prosentase penyampaian pemberitahuan pernyataan banding, kasasi, grasi,PK tepat waktu. h. Prosentase pelaksanaan penyitaan tepat waktu.

i. Prosentase pegawai yang lulus diklat teknis yudisial. j. Prosentase pegawai yang lulus diklat non yudisial. k. Prosentase pengaduan yang ditindaklanjuti.

l. Prosentase temuan yang ditindaklanjuti.

m. Prosentase proses penyelesaian perkara Pidana dan Perdata yang dipublikasikan.

Adapun pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan yang menjadi isu strategis di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dari tahun 2012 - 2015 adalah sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Target Target Kinerja Ket

2015 2012 2013 2014 2015 1 Prosentase perkara

Pidana, Perdata, PHI dan Tipikor yang diselesaikan

100 % 90 % 80 % 90 % 92% Selisih perkara yang diterima dan yang diselesaikan.

2 Prosentase mediasi yang diselesaikan

100 % 95 % 80 % 90 % 91% Selisih mediasi yg disepakati dengan yang menjadi perkara.

3 a. Prosentase perkara yang diselesaikan

100 % 80 % 85 % 95 % 95% Selisih perkara yang didaftar dengan jumlah yang disidangkan

(27)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 23

b. Prosentase sisa perkara yang diselesaikan

100% 90 % 90 % 90 % 91% Selisih sisa perkara yang diminutasi dan disampaikan kepada para pihak pencari keadilan.

4 a. Prosentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan PK yang

disampaikan secara lengkap.

b. Prosentase berkas yang diregister dan siap disidangkan ke majelis c. Prosentase penyampaian pemberitahuan pemanggilan sidang tepat waktu . d. Prosentase penyampaian pemberitahuan pernyataan banding, kasasi, grasi,PK tepat waktu. e. Prosentase pelaksanaan penyitaan tepat waktu. 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 95 % 100 % 95 % 90 % 95 % 90 % 90 % 95 % 95 % 95 % 90 % 90 % 95 % 95 % 95 % 91% 91% 95% 96% 96%

Selisih antara berkas yang diajukan dengan berkas yang dikembalikan.

Selisih antara berkas yang diterima dengan yang disidangkan. Selisih antara surat pemberitahuan dengan perkara yang sedang disidangkan.

Selisih antara perkara yang turun dari PT ke MA dan ke para pihak.

Selisih antara penyitaan yang sudah dan belum

dilaksanakan.

Selisih antara penyitaan yang sudah dan belum

dilaksanakan.

5 a. Prosentase pegawai yang lulus diklat

100 % 00 % 00 % 00 % 00% Selisih antara pegawai yang diajukan dan yang

(28)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 24

teknis yudisial b. Prosentase pegawai

yang lulus diklat non yudisial

100 % 00 % 00 % 00 % 0%

memperoleh sertifikat. Selisih antara pegawai yang diajukan dan yang

memperoleh sertifikat. 6 a. Prosentase pengaduan yang ditindaklanjuti b. Prosentase temuan yang ditindaklanjuti 100 % 100 % 90 % 95 % 95 % 95 % 95 % 95 % 96% 96%

Selisih jumlah pengadian yang ditindak lanjuti dengan pengaduan yang dilaporkan.

7 Prosentase proses penyelesaian perkara yang dapat

dipublikasikan

100 % 95 % 95 % 95 % 95% Selisih antara perkara yang udah in craht dengan perkara yang ditampilkan diwebsite.

Sejak dilibatkannya Undang-Undang No.17 tahun 2003 tentang keuangan Negara, maka pada setiap lembaga negara lebih ditegaskan bahwa kegiatan anggaran harus berbasis kepada kinerja dituangkan dalam bentuk DIPA tahun anggaran 2015.

Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerka yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan kinerja ini merupakan tolak ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2013. Penyusunan penetapan kinerja ini didasarkan pada Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi dan surat Edaran Menteri Negara PAN Nomor : SE/31/M.PAN/12/2004 tentang penetapan kinerja, merupakan acuan dalam menyusun Penetapan Kinerja 2014 tidak terlepas dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Rencana Kinerja Pemerintah (RKP) tahun 2015 dan Kebijakan umum Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu tahun 2014.

Khusus mengenai Indikator Kinerja sasaran dalam tabel diatas, merupakan lanjutan dan penyempurnaan dari Indikator kinerja sasaran, tetapi baru menggambarkan terlaksananya kegiatan dan kinerja sebagian saja. Sangat disadari bahwa Indikator kinerja sasaran yang disempurnakan ini belum seluruhnya pada level outcome, merupakan kendala dalam sistem pengumpulan data kinerja outcome harus dilakukan survey lebih mendetail lagi. indikator

(29)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 25

Kinerja akan senantiasa disempurnakan sejalan dengan pembangunan sistem pengumpulan data kinerja.

B. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015.

Dari hasil pengukuran kinerja tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam tahun 2015

secara umum Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya telah mencapai keberhasilan yang dapat ditunjukkan dari pencapaian sebagian besar target indikator kinerja sasaran strategis yang telah ditetapkan akan dicapai pada tahun 2015. Namun demikian disisi lain masih terdapat sebagian kecil dari target indikator kinerja sasaran strategis yang ditetapkan akan dicapai pada tahun ini, tetapi realisasinya belum dapat dicapai. Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu telah melakukan analisis dan evaluasi atas capaian kinerja tahun 2014 dengan 2015, untuk mendapatkan umpan balik guna melakukan perbaikan pada awal Renstra 2015 secara berkesinambungan pada tahun selanjutnya.

C. ANALISIS KINERJA TAHUN 2015.

Keadaan Perkara di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam beberapa tahun ini, kepaniteraan Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu telah memiliki sistem yang bisa mendukung efektifitas pelaksanaan penyelesaian perkara Pidana, Tipikor, PHI dan Perdata, percepatan penyelesaian perkara yang tepat waktu dan transparan, akses publik terhadap informasi perkara dan pengelolaan biaya perkara, sehingga selama tahun 2015, fokus kepaniteraan tidak lagi membuat sistem baru akan tetapi memastikan bahwa semua sistem tersebut berjalan dengan efektif . Perubahan terhadap sistem yang telah ada tersebut hanya bersifat penyempurnaan.

Dengan demikian agenda Kepaniteraan Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu adalah meliputi :

1. Menjaga kesinambungan target penyelesaian perkara sesuai dengan pencapaian 100%. 2. Menjaga kesinambungan target tertib administrasi.

3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. 3. Menjaga kesinambungan kualitas pengawasan.

(30)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 26

Pengukuran tingkat pencapaian kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu tahun 2015 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran serta membandingkan capaian kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu tahun 2015. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel sebagai berikut :

No Sasaran Indikator Kinerja

Uraian Target Realisasi % Capaian

1 Peningkatan penyelesaian perkara pidana, perdata, tipikor dan PHI

Prosentase perkara pidana, perdata, tipikor dan PHI yang diselesaikan

100 % 90 % 91 %

2 Peningkatan proses penyelesaian mediasi.

Prosentase mediasi yang

diselesaikan 100 % 90 % 91 %

3 Peningkatan penyelesaian perkara

a. Prosentase perkara yang diselesaikan

b. Prosentase sisa perkara yang diselesaikan 100 % 100 % 90 % 90 % 91 % 91 % 4 Peningkatan tertib

administrasi perkara pidana, perdata, tipikor dan PHI

a. Prosentase berkas yang diajukan banding, kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap.

b. Prosentase berkas yang diregister dan siap disidangkan ke majelis

c. Prosentase penyampaian pemberitahuan pemanggilan sidang tepat waktu.

d. Prosentase penyampaian pemberitahuan pernyataan banding, kasasi, grasi,PK tepat waktu.

a. Prosentase pelaksanaan penyitaan tepat waktu.

100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 90 % 90 % 90 % 90 % 90 % 91 % 91 % 91 % 91 % 91 %

5 Peningkatan Kualitas SDM a. Prosentase pegawai yang lulus diklat teknis yudisial

b. Prosentase pegawai yang lulus diklat non yudisial

100 % 100 % 90 % 95 % 91 % 96 %

(31)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 27

pengawasan ditindaklanjuti

c. Prosentase temuan yang ditindaklanjuti

7 Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan

Prosentase proses penyelesaian perkara yang dapat dipublikasikan

100 % 95 % 96 %

Analisis pencapaian kinerja tersebut selengkapnya dapat dijelaskan sebagai berikut : dalam Tahun Anggaran 2015 Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu menetapkan 7 (tujuh) indikator kinerja.

Selanjutnya pencapaian sasaran indikator kinerja diatas dapat dinalsis seperti dibawah ini :

 1. Peningkatan Penyelesaian Perkara Di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/ Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan penyelesaian perkara di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. Yang direalisasikan dengan menggunakan program pengakan hukum dan HAM. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran yang meliputi indikator penyelesaian perkara yang diterima dengan yang diselesaikan.

Penetapan sasaran ini merupakan pelaksanaan salah satu fungsi yang dimiliki Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu yaitu fungsi peradilan sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 UU N0. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan kehakiman menyebutkan bahwa Kekuasaan Negara yang Merdeka untuk Menyelenggarakan Peradilan guna menegakan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia.

Penyelesaian perkara di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu haruslah menghasilkan kepuasan terhadap publik dan tepat waktu. Untuk mencapai sasaran tersebut Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu menyusun strategis berupa program peningkatan kinerja dan jadwal sidang yang efesien serta terdata.

Keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran sangat ditentukan oleh pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditentukan indikator kinerjanya.

(32)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 28

SASARAN INDIKATOR

SASARAN

TARGET REALISASI PENCAPAIAN

TARGET

1. Tercapainya penyelesaian perkara yang tepat waktu dalam proses persidangan.

Personil

persidangan yang disiplin.

100 % 80 % 80 %

2. Tercapainya penyelesaian perkara yang transparan terhadap publik.

Kepuasan publik 100 % 82 % 82 %

Dilihat dari tingkat pencapaian kinerja sasaran kemampuan di atas target yang telah mampu dicapai dalam menyelesaikan perkara tepat waktu dan transparan di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu adalah 82 %.

 2 : Peningkatan Penyelesaian Mediasi.

Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan proses terlaksananya mediasi di Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu yang mana hanya mampu mencapai 10 % dikarenakan dalam proses mediasi tidak semuanya pihak-pihak menerima sehingga harus sampai perkara tersebut disidangkan.

Penetapan sasaran ini merupakan perwujudan dalam melaksanakan fungsi administrasi yang dimiliki Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dalam rangka menjalankan kekuasaan kehakiman.

Lembaga peradilan menyelenggarakan dua administrasi peradilan yaitu administrasi umum dan administrasi peradilan yang berkaitan dengan penyelesaian perkara. Administrasi perkara perlu secara terus menerus ditingkatkan agar apa yang menjadi harapan bagi masyarakat pencari keadilan yaitu penyelesaian perkara yang adil, cepat, berkualitas, etis, terjangkau dengan biaya rendah. Untuk mencapai sasaran tersebut Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu menyusun strategi yang hasil pengukuran kinerja capaiannya adalah sebagai berikut :

SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET REALISASI PENCAPAIAN

TARGET

Tercapainya penyelesaian

administrasi perkara

1. Jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri Bengkulu.

(33)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 29

dan laporan secara tertib dan tepat waktu

- Perkara Pidana - Perkara Pidana anak - Perkara Perdata

Gugatan

- Perkara Perdata Permohonan

2. Jumlah perkara yang telah diputus.

- Perkara Pidana - Perkara Pidana anak - Perkara Perdata Gugatan - Perkara Perdata Permohonan 550 Perkara 50 Perkara 50 Perkara 100 Perkara 550 Perkara 50 Perkara 50 Perkara 100 Perkara 473 Perkara 38 Perkara 38 Perkara 87 Perkara 425 Perkara 39 Perkara 20 Perkara 83 Perkara 86 % 76 % 78 % 87 % 77 % 78 % 40 % 83 %

 3 : Tercapainya Kemampuan Teknis Aparatur Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu dalam penyelesaian Administrasi Kesekretariatan.

Dalam rangka tertib administrasi diperlukan adanya dukungan dan peran serta dari sub-sub unit yang ada. Kegiatan yang ditetapkan tidak akan berjalan secara optimal tanpa adanya dukungan kemauan dari perangkatnya. Pembinaan administrasi kesekretariatan adalah upaya terpadu dan terintegrasi serta tolak ukurnya tidak dapat dilihat dalam satu periode kegiatan melainkan berkesinambungan, adapun pencapaian sasaran dapat dilaksanakan melalui mekanisme pelaporan yang memenuhi syarat-syarat standar.

Hasil pengukuran pencapaian kinerja sasarannya adalah sebagai berikut:

SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET REALISASI PENCAPAIAN

TARGET Tercapainya pelaksanaan kesekretariatan 1. Tersusunnya dokumen kepegawaian. 2. Tersusunnya dokumen perencanaan program kegiatan dan usulan anggaran. 56 1 Paket 45 100 80 % 99 %

(34)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 30

3. Tersusunnya dokumen inventaris dan pengadaan.

1 Paket 100 99 %

 4. Tercapainya Kemampuan Sumber Daya Manusia.

Dalam meningkatkan pelaksanaan proses peradilan yang memadai seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang maka harus didukung oleh sumber daya manusia Peradilan yang Profesional pada Pengadilan Tingkat Pertama. Sejalan dengan tantangan tersebut maka Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu menugaskan Hakim dan Pejabat Kepaniteraan, Pejabat struktural dan Tenaga Staf di Pengadilan tingkat Pertama untuk mengikuti Pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Bengkulu atau Mahkamah Agung Republik Indonesia.

E. AKUNTABILITAS KEUANGAN Program Utama

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2015 Satuan Kerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu menerima anggaran

(01) Rp. 9.479.756.000,- (Sembilan Milyar empat ratus tujuh ) dan anggaran (03) Rp. 352.270.000,- (Tiga Ratus Lima Puluh Dua Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah). Dan

didalamnya terdapat 3 (tiga) macam program utama dengan pagu masing-masing sebagai berikut :

NO PROGRAM ANGGARAN (Rp)

1. 2.

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Rp. 9.479.756.000,- Rp 140.000.000,-

JUMLAH Rp. 9.619.756.000

NO PROGRAM ANGGARAN (Rp)

1. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum. Rp 132.308.000,-

(35)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 31

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Dari Program ini dengan anggaran yang tersedia pada Tahun 2015 dipergunakan untuk :

 Terpenuhinya kesejahteraan pegawai yaitu pembayaran Gaji/ Honor/ Tunjangan Pegawai.

 Terselenggaranya Operasional dan Pemeliharaan kantor yaitu : Tersedianya dana pakaian dinas pegawai, pakaian kerja satpam, perawatan gedung kantor, perawatan rumah negara, pengadaan peralatan/ perlengkapan kantor, perawatan kendaraan dinas, perawatan sarana gedung, langganan daya dan jasa, biaya jasa keamanan / kebersihan, biaya jasa pos/ giro, operasional perkantoran dan pimpinan, pembinaan koordinasi dan konsultasi pengawasan dan pembinaan administrasi dan pengelolaan keuangan.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana.

Dari Program ini dengan Anggaran yang tersedia pada Tahun 2015 dipergunakan untuk keperluan Belanja modal yaitu Pengadaan Perlengkapan sarana Gedung dan Pengadaan Meubelair Kantor Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

3. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum.

Dari Program ini dengan Anggaran yang tersedia pada Tahun 2015 dipergunakan untuk Operasional Peradilan dan Peningkatan Pelayanan dan Bantuan Hukum bagi Masyarakat miskin.

E.PENGUKURAN KINERJA

Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam INPRES No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Kepala LAN No. 239/IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003, Surat Edaran Kementrian Negara Pendayaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 11 Tahun 2011 tertanggal 23 November 2011 yang kemudian ditindak lanjuti dengan Surat No. 676.1/556/KU.01/12/2013 tanggal 20 Desember 2013 prihal penyampaian LAKIP Tahun 2013 dan Dokumen penerapan Kinerja Tahun 2013 serta No 482.1/SEK/KU.01/11/2013 maka kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu diukur berdasarkan tingkat pencapaian kinerja, sasaran dan program/kegiatan. Untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat pencapaian kinerja sasaran dan program/ kegiatan dilakukan melauli media rencana kinerja yang kemudian dibandingkan dengan realisasinya.

(36)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 32

Pencapaian kinerja sasaran diperoleh dengan cara membandingkan target dengan realisasi Indikator Kegiatan.

 Indikator Kinerja Sasaran.

Indikator sasaran adalah sesuatu yang dapat menunjukkan secara signifikan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran. Indikator Sasaran dilengkapi dengan target kuantitatif dan satuannya untuk mempermudah pengukuran pencapaian sasaran.

 Indikator Kinerja Kegiatan. * Pengukuran Kinerja Kegiatan :

Pengukuran Kinerja Kegiatan dilakukan untuk mengetahui/ menilai keberhasilan/ kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi dari Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu

(37)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(LAKIP) Pengadilan Negeri Bengkulu Page 33

BAB IV.

PENUTUP

A.

KESIMPULAN.

Laporan kinerja instansi pemerintah (LKjIP) selain merupakan media pertanggungjawab kepada publik sebagaimana amanat inpres Nomor : 7 Tahun 1999, dan mengacu keputusan kepala lembaga administrasi negara nomor : 239/IX/6/8/2003, juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kinerja instansi pemerintah. LKjIP Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu ini merupakan sarana introspeksi diri dan diharapkan dapat memberikan umpan balik yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan serta berguna dalam peryusunan rencana dimasa mendatang.

Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu secara bertahap mengadakan perbaikan dan peningkatan kinerja kualitas pelayanan peradilan yang sangat disadari bahwa peningkatan kinerja kualitas pelayanan peradilan tersebut belum mampu memenuhi tuntutan berbagai pihak masyarakat pencari keadilan terhadap adanya pelayanan dibidang perdailan yang propersional, efektif, efisien dan bersih, namun setidaknya peningkatan kinerja ini merupakan wujud nyata tindakan perbaikan yang telah dilakukan oleh Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu.

Meningkatnya kualitas kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu akan terlaksana apabila unit unit dan komponen pendukungnya saling mengisi, terencana, tersistematis dan terprogram secara komprehensip.Selain itu indikator-indikator saran belum sepenuhnya dapat dilaksanakan, hal ini disebabkan karena keterbatan dana, tenaga dan waktu pelaksanaan sehingga diharapkan pencaian indikator sasaran yang belum terpenuhi dapat dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.

B. SARAN.

Laporan kinerja instansi pemerintah (LKjIP) Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu merupakan alat evaluasi kinerja bagi masing-masing bidang baik kepaniteraan maupun kesekretariatan guna untuk pencapaian target yang diinginkan. kelayakan LKjIIP ini pun masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu diharapkan masukan dan data-data dari pihak-pihak yang berkaitan.

Demikianlah laporan kinerja instansi pemerintah (LKjIP) Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Bengkulu ini disusun dengan harapan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)

Gambar

Tabel Penetapan Kinerja Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi  Bengkulu

Referensi

Dokumen terkait

1431H /2010 M.. di Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Hasanah Padang Kamal Kecamatan Merbau Kabupaten Meranti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana pelaksanaan

Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis mengenai dimensi karakteristik merek yang terdiri dari variabel reputasi merek, prediksi sebuah merek, kompetensi merek

Sesuai dengan amanat UU SISDIKNAS nomor 2 tahun 2003, PP nomor 19 tahun 2005, KTSP 2007 serta Kurikulum 2013, pemilihan musik rebana sebagai materi pembelajaran apresiasi seni

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan dan kekuatan serta berkat rahmat dan hidayah penulis dapat

Sumber:Data diolah dari output SPSS 21, 2016 Berdasarkan hasil analisis model persamaan regresi linier berganda dengan uji signifikansi simultan (Uji statistik F)

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Tujuannya untuk memperoleh gambaran faktual mengenai model keterlibatan orangtua

Hasil penjajaran urutan asam amino penyusun sitrat sintase antar spesies Pseudomonas menunjukkan adanya kemiripan yang tinggi satu dengan lainnya.. Namun, urutan asam