• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

AKUNTABILITAS

KINERJA INSTANSI

PEMERINTAH

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

KABUPATEN SLEMAN

(2)
(3)

ii

Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LKjIP) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tahun 2017 ini bisa tersusun sesuai dengan ketentuan dan waktu yang ditetapkan.

Besar harapan kami bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini bisa memberikan banyak manfaat kepada berbagai pihak yang berkepentingan, baik secara internal untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan sendiri maupun untuk berbagai instansi lain, sebagai acuan pencapaian kinerja maupun sebagai suatu laporan capaian realisasi kinerja yang bisa menjadi penilaian terhadap keberhasilan organisasi.

Akhirnya, kami juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah bekerja sama sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini tersusun secara komprehensif.

Sleman, 15 Januari 2018

A

(4)

iii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ………... iv

DAFTAR GAMBAR ………. vi

DAFTAR LAMPIRAN ………. vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

I.1. Latar Belakang ……… 1

I.2. Tugas Pokok Dan Fungsi ……. ... 2

I.3. Sumber Daya Manusia ...………. 12

I.4. Keuangan ...………... 14

I.5. Sarana dan Prasarana ………. ... 26

I.6. Isu Strategis ... 27

BAB II PERENCANAAN KERJA ………... 19

II.1. Visi dan Misi ...………... 28

II.2. Hubungan Visi, Misi, Tujuan Sasaran RPJMD dengan Tujuan-Sasatan Resntra ………... 29

II.3. Indikator Kinerja Utama ...………...35

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 37

III.1. Kerangka Pengukuran Kinerja ………... 37

III.2. Capaian Indikator Kinerja Utama ……….. 38

III.3. Capaian Kinerja Sasaran Strategis ………... 39

III.4. Evaluasi Kinerja Sasaran Strategis ………... 42

III.5. Akuntabilitas Keuangan………. 62

III.6. Prestasi Tahun 2017 ... 63

(5)

iv

Menurut Golongan ... 12 Tabel I.2 PNS Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Menurut Tingkat Pendidikan ... 12 Tabel I.3 Anggaran dan Realisasi Anggaran Belanja

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Sleman Tahun 2017 ... 14 Tabel I.4 Kegiatan dan Anggaran Belanja Dinas Pasar Kabupaten

Sleman Tahun 2017 ... 15 Tabel I.5 Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian dan

Perdagangan ... ... 26 Tabel II.1 Penjabaran Misi Kabupaten Sleman dalam

Tujuan, Sasaran RPJMD serta Tujuan dan

Sasaran Renstra ... 30 Tabel II.2 Indikator Kinerja Dinas Perindustrian

dan Perdagangan yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ... 33 Tabel II.3. Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Sleman ... 35 Tabel III.1 Nilai dan Predikat Kinerja ... 37 Tabel III.2 Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian

dan Perdagangan Tahun 2017 ... ... 38 Tabel III.3 Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2017 dan 2016…. 39 Tabel III.4 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Dinas Perindustrian dan

Perdagangan Tahun 2017 ... 40 Tabel III.4 Perbandingan Capaian Indikator Kinerja

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2016-2017 ... 41 Tabel III.5 Realisasi Indikator Persentase Temuan Hasil Pemeriksaan

(6)

v

Tabel III.7 Realisasi Indikator Sasaran Indeks Kepuasan Masyarakat

Tahun 2017 ...……… 44 Tabel III.8 Perhitungan Nilai Rata-Rata Indeks Kepuasan..

Masyarakat Tahun 2017 ...……… 44 Tabel III.9 Realisasi Indikator Sasaran Peningkatan Retribusi

Yang Bisa Dipungut Tahun 2017 ...……… 47 Tabel III.9 Realisasi Indikator Sasaran Jumlah Pedagang Kaki Lima

Yang Menempati Lokasi Yang Telah Ditentukan

Tahun 2016 …...……… 36 Tabel III.10. Realisasi Indikator Sasaran Jumlah Tempat Usaha Industri

Makanan yang dimonitor ... 49 Tabel III.11 Realisasi Indikator Sasaran Jumlah Tempat usaha

Yang Dimonitor Tahun 2017 ... 50 Tabel III.12 Realisasi Indikator Sasaran Nilai Ekspor Tahun 2017 ... 51 Tabel III.13 Realisasi Indikator Sasaran Cakupan Pembinaan

Pedagang Tahun 2017 ...……… 53 Tabel III.14 Realisasi Indikator Sasaran Jumlah Pedagang Kaki Lima

Yang Menempati Lokasi Yang Telah Ditentukan ... 57 Tabel III.15 Realisasi Indikator Persentase Pertumbuhan

Nilai Produksi Industri ... 58 Tabel III.16 Realisasi Indikator Sasaran Sampah Pasar Yang Bisa Dikelola

dan Diangkut ke TPA Tahun 2017 ...……… 60 Tabel III.12. Analisis Efisiensi Pencapaan Sasaran Strategis Tahun 2017 … 62

(7)

vi

Dan Perdagangan Kabupaten Sleman ... 11 Gambar 1.2 Realisasi Belanja Tahun 2017………... 14

(8)

vii

Perbandingan Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pasar Kabupaten Sleman Tahun 2016, 2017 dan Rencana Target 2021 Lampiran II. Perjanjian Kerja

(9)

Bab I Pendahuluan Halaman 1

BAB I

PENDAHULUAN

aporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dibuat dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungi serta pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada setiap Instansi Pemerintah, berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah juga berperan sebagai alat kendali, alat penilai kinerja dan alat pendorong terwujudnya good governance.

Memperhatikan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah maka disusunlah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang berisi ikhtisar pencapaian sasaran sebagaimana ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan dokumen perencanaan. Pencapaian sasaran tersebut disajikan berupa informasi mengenai pencapaian sasaran Renstra SKPD, realisasi pencapaian indikator sasaran disertai dengan penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja dan pembandingan capaian indikator sasaran. Realisasi yang dilaporkan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini merupakan kinerja Tahun 2017 yaitu tahun pertama Renstra SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tahun 2017 – 2021.

L

I.1. Latar Belakang

(10)

Bab I Pendahuluan Halaman 2

Berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Sleman Nomor 95 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:

Tugas : Melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan di bidang perindustrian dan bidang perdagangan.

Fungsi : 1. Penyusunan rencana kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan;

2. Perumusan kebijakan teknis urusan pemerintahan bidang perindustrian dan urusan pemerintahan bidang perdagangan;

3. Pelaksanaan, pelayanan, pembinaan, dan pengendalian urusan pemerintahan bidang perindustrian dan urusan pemerintahan bidang perdagangan;

4. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintahan bidang perindustrian dan urusan pemerintahan bidang perdagangan; dan

5. Pelaksanaan kesekretariatan dinas;

6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya dan/atau sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Susunan organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari: 1. Kepala Dinas

2. Sekretariat

Tugas : Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan umum, urusan kepegawaian, urusan keuangan, urusan perencanaan, evaluasi, serta mengoordinasikan pelaksanaan tugas satuan organisasi.

Fungsi : 1) penyusunan rencana kerja Sekretariat; 2) perumusan kebijakan teknis kesekretariatan; 3) penyelenggaraan urusan umum;

4) penyelenggaraan urusan kepegawaian; 5) penyelenggaraan urusan keuangan;

6) penyelenggaraan urusan perencanaan dan evaluasi;

7) pengoordinasian penyelenggaraan tugas satuan organisasi lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan; dan

(11)

Bab I Pendahuluan Halaman 3

8) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana kerja Sekretariat dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Sekretariat terdiri dari:

1) Subbagian Umum dan Kepegawaian

Tugas : Menyiapkan bahan pelaksanaan urusan umum dan urusan kepegawaian.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian; b) perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan umum dan

kepegawaian;

c) pengelolaan persuratan dan kearsipan;

d) pengelolaan perlengkapan, keamanan dan kebersihan; e) pengelolaan dokumentasi dan informasi;

f) penyusunan perencanaan kebutuhan, pengembangan dan pembinaan pegawai;

g) pelayanan administrasi pegawai dan pengelolaan tata usaha kepegawaian; dan

h) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian.

2) Subbagian Keuangan

Tugas : Menyiapkan bahan pelaksanaan urusan keuangan. Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Subbagian Keuangan;

b) perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan keuangan;

c) pelaksanaan perbendaharaan, pembukuan, dan pelaporan keuangan; dan

d) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Subbagian Keuangan.

3) Subbagian Perencanaan, dan Evaluasi

Tugas : Menyiapkan bahan melaksanakan urusan perencanaan dan evaluasi. Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Subbagian Perencanaan dan Evaluasi;

b) perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan perencanaan dan evaluasi;

c) pengoordinasian penyusunan rencana kerja Sekretariat dan rencana kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan;

(12)

Bab I Pendahuluan Halaman 4

d) pengkoordinasian evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja Sekretariat dan pelaksanaan kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan; dan

e) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Subbagian Perencanaan dan Evaluasi.

3. Bidang Perindustrian

Tugas : Melaksanakan pembinaan dan pengembangan produksi, pengembangan usaha industri, serta pengawasan dan pengendalian industri.

Fungsi : 1) penyusunan rencana kerja Bidang Perindustrian;

2) perumusan kebijakan teknis pembinaan dan pengembangan produksi, usaha industri, serta pengawasan dan pengendalian industri

3) pelaksanaan pembinaan dan pengembangan produksi industri 4) pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha industri

5) pelaksanaan pembinaan pengawasan dan pengendalian industri; dan 6) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Bidang

Perindustrian.

Bidang Perindustrian terdiri dari:

1) Seksi Pengembangan Produksi Industri

Tugas : Menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan produksi industri.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Pengembangan Produksi Industri; b) perumusan kebijakan teknis pengembangan produksi industri; c) pembinaan dan pengembangan produksi industri;

d) pembinaan dan pengembangan teknologi sarana dan prasarana produksi industri;

e) pembinaan penerapan standar produksi; dan;

f) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Pengembangan Produksi Industri

2) Seksi Pengembangan Usaha Industri

Tugas : Menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan usaha mandiri. Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Pengembangan Usaha Industri;

b) perumusan kebijakan teknis pengembangan usaha industri; c) pembinaan dan pengembangan usaha industri;

(13)

Bab I Pendahuluan Halaman 5

e) pembinaan dan pengembangan manajemen usaha industri; dan f) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi

Pengembangan Usaha Industri. 3) Seksi Pengawasan dan Pengendalian Industri

Tugas : Menyiapkanbahan pelaksanaan dan pembinaan pengawasan dan pengendalian usaha industri.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Pengawasan dan Pengendalian Industri;

b) perumusan kebijakan teknis pengawasan dan pengendalian usaha industri;

c) penyusunan data industri;

d) pelaksanaan dan pembinaan standarisasi dan sertifikasi produk industri;

e) pelaksanaan pengawasan dan pengendalian usaha industri; dan f) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi

Pengawasan dan Pengendalian Industri.

4. Bidang Usaha Perdagangan

Tugas : Melaksanakan pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan, pemantauan distribusi dan pemasaran produk, dan pengawasan usaha perdagangan.

Fungsi : 1) penyusunan rencana kerja Bidang Usaha Perdagangan;

2) perumusan kebijakan teknis pembinaan, dan pengembangan usaha perdagangan, pemantauan distribusi dan pemasaran produk, dan pengawasan usaha perdagangan dan metrologi legal;

3) pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan; 4) pelaksanaan pemantauan distribusi dan pemasaran produk; 5) pengawasan usaha perdagangan dan metrologi legal; dan

6) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Bidang Usaha Perdagangan

(14)

Bab I Pendahuluan Halaman 6

Bidang Usaha Perdagangan terdiri dari:

1) Seksi Pengembangan Usaha Perdagangan

Tugas : Menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Pengembangan Usaha Perdagangan;

b) perumusan kebijakan teknis pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan;

c) penyusunan data usaha perdagangan;

d) pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan;

e) pelayanan izin reparatir alat ukur, takar, timbangan dan perlengkapan;

f) pelayanan rekomendasi usaha distributor pupuk bersubsidi;

g) pelayanan izin operasional 24 (dua puluh empat) jam pusat perbelanjaan dan toko modern; dan

h) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Pengembangan Usaha Perdagangan

2) Seksi Distribusi dan Pemasaran

Tugas : Menyiapkan bahan pemantauan distribusi dan pemasaran produk Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Distribusi dan Pemasaran

Perdagangan;

b) perumusan kebijakan teknis pemantauan distribusi dan pemasaran produk;

c) penyusunan data produk perdagangan;

d) pelaksanaan pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting;

e) pelaksanaan pemasaran produk; dan

f) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Distribusi dan Pemasaran.

3) Seksi Pengawasan Usaha Perdagangan

Tugas : Menyiapkan bahan pengawasan usaha perdagangan dan metrologi legal.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Pengawasan Usaha Perdagangan;

(15)

Bab I Pendahuluan Halaman 7

c) pengawasan perizinan usaha;

d) pengawasan peredaran bahan berbahaya; e) pengawasan Metrologi Legal; dan

f) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Pengawasan Usaha Perdagangan.

5. Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional

Tugas : Melaksanakan pengelolaan keamanan dan kebersihan perdagangan tradisional, pengelolaan bangunan dan perdagangan, serta pengelolaan retribusi perdagangan tradisional.

Fungsi : 1) penyusunan rencana kerja Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional;

2) perumusan kebijakan teknis pengelolaan keamanan dan kebersihan, pengelolaan bangunan dan perdagangan, serta pengelolaan retribusi pasar;

3) pengelolaan keamanan dan kebersihan pasar; 4) pengelolaan bangunan dan perdagangan; 5) pengelolaan retribusi pasar; dan

6) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional.

Bidang Pengelolaan Fasilitas Pasar terdiri dari:

a. Seksi Keamanan dan Kebersihan Perdagangan Tradisional

Tugas : Menyiapkan bahan pengelolaan keamanan dan kebersihan pasar dan pedagang kaki lima.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Keamanan dan Kebersihan Perdagangan Tradisional;

b. perumusan kebijakan teknis pengelolaan keamanan dan kebersihan pasar dan pedagang kaki lima;

c. pengelolaan keam anan pasar kabupaten, resto dan selter pedagang kaki lima;

d. pelaksanaan pengelolaan kebersihan pasar kabupaten, resto dan selter pedagang kaki lima; dan

e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Keamanan dan Kebersihan Perdagangan Tradisional

(16)

Bab I Pendahuluan Halaman 8

b) Seksi Sarana dan Prasarana Perdagangan Tradisional

Tugas : Menyiapkan bahan pelaksanaan dan pembinaan pengelolaan sarana dan prasarana pasar dan pedagang kaki lima.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Sarana dan Prasarana Perdagangan Tradisional;

b) perumusan kebijakan teknis Sarana dan Prasarana Perdagangan Tradisional;

c) pembangunan dan pemeliharaan bangunan dan fasilitas pendukung pasar sesuai dengan kewenangannya;

d) pengendalian pemanfaatan bangunan dan fasilitass pendukung pasar; dan

e) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Sarana dan Prasarana Perdagangan Tradisional.

c) Seksi Retribusi Perdagangan Tradisional

Tugas : Menyiapkan bahan pengelolaan retribusi pasar dan pendapatan lainnya, serta pelayanan perizinan pasar

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Retribusi Perdagangan Tradisional;

b) perumusan kebijakan teknis pengelolaan retribusi pasar dan pendapatan lainnya;

c) pelaksanaan pelayanan perizinan pasar; dan

d) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Retribusi Perdagangan Tradisional.

6. Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional

Tugas : Melaksanakan pembinaan, pengembangan, penataan, dan pengendalian pasar dan pedagang kaki lima.

Fungsi : 1) penyusunan rencana kerja Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional;

2) perumusan kebijakan teknis pembinaan, pengembangan, dan penataan pasar dan pedagang kaki lima;

3) pembinaan pedagang pasar dan pedagang kaki lima; 4) pengembangan pasar;

5) penataan dan pengendalian pedagang pasar dan pedagang kaki lima; dan

(17)

Bab I Pendahuluan Halaman 9

6) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional.

Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional terdiri dari: 1) Seksi Pembinaan Perdagangan Tradisional

Tugas : Menyiapkan bahan pengelolaan pembinaan pedagang pasar dan pedagang kaki lima.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Pembinaan Perdagangan Tradisional;

b) perumusan kebijakan teknis pembinaan pedagang pasar dan pedagang kaki limaa;

c) pembinaan pedagang pasar dan komunitas di lingkungan pasar; d) pembinaan pedagang kaki lima; dan;

e) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Pembinaan Perdagangan Tradisional

2) Seksi Pengembangan Perdagangan Tradisional

Tugas : Menyiapkan bahan pelaksanaan pengembangan sarana dan prasarana pasar dan pedagang kaki lima.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Pengembangan Perdagangan Tradisional;

b) penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengembangan sarana dan prasarana pasar dan pedagang kaki lima;

c) pelaksanaan pengembangan sarana dan prasarana pasar dan pedagang kaki lima;

d) pelaksanaan promosi pasar; dan;

e) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Pengembangan Perdagangan Tradisional

3) Seksi Penataan Perdagangan Tradisional

Tugas : Menyiapkan bahan pelaksanaan penataan dan pengendalian pedagang pasar dan pedagang kaki lima.

Fungsi : a) penyusunan rencana kerja Seksi Penataan Perdagangan Tradisional;

b) perumusan kebijakan teknis penataan dan pengendalian pedagang pasar dan pedagang kaki lima;

(18)

Bab I Pendahuluan Halaman 10

d) penataan dan penertiban pedagang terhadap zonasi sarana dan prasarana pedagang dan komunitas di lingkungan pasar;

e) evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Penataan Perdagangan Tradisional;

7. Unit Pelaksana Teknis

Unit Pelaksana Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang Dinas Perindustrian dan Perdagangan. 8. Kelompok Jabatan Fungsional

mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan sesuai dengan keahlian.

(19)

Bab I Pendahuluan Halaman 11

Gambar 1.1.

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

(20)

Bab I Pendahuluan Halaman 12

Gambaran sumberdaya manusia Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman tahun 2017 tersaji dalam tabel – tabel di bawah ini:

Tabel I.1

PNS Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2017 Menurut Golongan

IV III II I

1 Kepala Dinas 1 1

2 Jabatan Fungsional

1. Penyuluh Perindag 7 7

2. Pelaksana Metrologi Legal 3 3

3. Pelaksana Arsiparis 1 1

3 Sekretariat 2 12 7 1 22

4 Bidang Perindustrian 2 5 2 9

5 Bidang Usaha Perdagangan 1 8 1 10

6 Bidang Pengelolaan Fasilitas

Perdagangan 1 5 3 1 10

7

Bidang Pembinaan dan

Pengembangan Perdagangan Tradisional

2 3 5 0 10

8 UPT Pelayanan Metrologi

Legal 0 3 1 0 4

9 UPT Pelayanan Pasar Wil. I 0 3 17 5 25

10 UPT Pelayanan Pasar Wil II 0 3 16 7 26

11 UPT Pelayanan Pasar Wil III 0 3 14 2 19

12

UPT Pelayanan Pasar Wil IV 0 3 22 2 27

13

UPT Pelayanan Pasar Wil. V 1 3 4 0 8

10 61 93 18 182

Jumlah

Jumlah

No Dinas/Sekretariat/Bidang Golongan

(21)

Bab I Pendahuluan Halaman 13

Tabel I.2

PNS Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2017 Menurut Tingkat Pendidikan

S-2 S-1 D-III SLTA SLTP SD

1 Kepala Dinas 1 1

2 Jabatan Fungsional

1. Penyuluh Perindag 1 5 1 7

2. Pelaksana Metrologi Legal 3 3

3. Pelaksana Arsiparis 1 1

3 Sekretariat 4 2 - 15 1 22

4 Bidang Perindustrian 3 2 1 2 1 9

5 Bidang Usaha Perdagangan 2 4 1 2 1 10

6 Bidang Pengelolaan Fasilitas

Perdagangan Tradisional 2 4 2 1 1 10

7 Bidang Pembinaan dan Pengembangan

Perdagangan Tradisional 2 3 4 1 10

UPT Pelayanan Metrologi Legal 1 2 1 4

UPT Pelayanan Pasar Wilayah I 2 14 6 3 25

UPT Pelayanan Pasar Wilayah II 2 14 5 5 26

UPT Pelayanan Pasar Wilayah III 2 1 12 3 1 19

UPT Pelayanan Pasar Wilayah IV 1 18 7 1 27

UPT Pelayanan Pasar Wilayah V 1 1 1 3 2 8

17 33 6 87 27 12 182

Jumlah Pendidikan

Jumlah

No Dinas/Sekretariat/Bidang

Selain itu untuk melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada akhir bulan Desember 2017 juga didukung oleh 24 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan 56 orang Pegawai Harian Lepas (PHL) yang terdiri dari pria 73 orang (91%) dan wanita 7 orang (9%).

(22)

Bab I Pendahuluan Halaman 14

Jumlah anggaran belanja Tahun 2017 sebesar Rp.18.352.079.006,00 dengan realisasi sebesar Rp.17.417.514.247,00 atau 94,91% dengan rincian sebagai berikut:

Tabel I.3

Anggaran dan Realisasi Anggaran Belanja

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tahun 2017

No. Jenis Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp.) %

1. 2. Belanja Langsung a. Belanja pegawai b. Belanja barang/jasa c. Belanja modal

Belanja Tidak Langsung

22.490.266.000,00 2.918.748.600,00 12.259.386.900,00 7.312.090.500,00 9.640.039.218,00 19.693.506.367,00 2.762.646.200,00 10.990.571.051,00 5.940.289.116,00 9.391.999.018,00 87,56 94,65 89,65 89,65 97,43 Jumlah 32.130.265.218,00 29.085.505.385,00 90,52 Gambar 1.2.

Realisasi Belanja Tahun 2017

Realisasi Belanja Tahun 2017

Belanja Langsung pegawai Belanja Langsung barang/jasa Belanja Langsung modal Belanja Tidak Langsung

(23)

Bab I Pendahuluan Halaman 15

Anggaran dan realisasi belanja langsung tersebut terdiri dari 72 kegiatan sebagaimana tercantum pada tabel berikut:

Tabel I.4

Kegiatan, Anggaran dan Realisasi Belanja

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tahun 2017

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % A Belanja Tidak Langsung 9.640.039.218 9.391.999.018 97,43

1. Gaji dan Tunjangan 9.355.109.768 9.110.139.021 97,38 2. Insentif 284.929.450 281.859.997 98,92 B Belanja Langsung 22.490.226.000 19.693.506.367

1. Peningkatan Pengawasan 49.831.000 43.824.000 87,95 Keamanan Pangan dan

Bahan Berbahaya

a. Belanja Pegawai 22.194.000 21.270.000 95,84 b. Belanja Barang/Jasa 27.637.000 22.554.000 81,61 c. Belanja Modal - - -2. Pengawasan Keamanan 21.681.500 18.242.500 84,14 dan Kesehatan Makanan

Hasil Industri a. Belanja Pegawai 4.918.500 4.918.500 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 16.763.000 13.324.000 79,48 c. Belanja Modal - - -3. Pengendalian Keamanan 85.485.400 77.129.500 90,23 Lingkungan a. Belanja Pegawai 21.425.400 21.161.000 98,77 b. Belanja Barang/Jasa 64.060.000 55.968.500 87,37 c. Belanja Modal - - -4. Pengawasan Perijinan 8.199.000 6.989.000 85,24 Usaha Industri (TDI/IUI)

a. Belanja Pegawai 3.609.000 3.609.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 4.590.000 3.380.000 73,64 c. Belanja Modal - - -5. Pengawasan Perijinan 42.375.500 40.867.500 96,44 Usaha Perdagangan a. Belanja Pegawai 20.704.500 20.205.000 97,59 b. Belanja Barang/Jasa 21.671.000 20.662.500 95,35 c. Belanja Modal - -

(24)

-Bab I Pendahuluan Halaman 16

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 6. Peningkatan Kapasitas 97.158.500 92.679.000 95,39 Aparat Dalam Rangka

Siskam swakarsa di Daerah

a. Belanja Pegawai 4.032.000 3.480.000 86,31 b. Belanja Barang/Jasa 93.126.500 89.199.000 95,78 c. Belanja Modal - - -7. Pelatihan Keteram pilan 346.895.250 342.900.250 98,85 Berusaha Bagi Keluarga

Miskin

a. Belanja Pegawai 5.402.000 5.402.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 341.493.250 337.498.250 98,83 c. Belanja Modal - - -8. Penataan Penguasaan, 1.621.116.000 936.535.676 57,77 Pem ilikan, Penggunaan

dan Pem anfaatan Tanah

a. Belanja Pegawai 39.111.000 38.295.000 97,91 b. Belanja Barang/Jasa 131.345.000 68.266.500 51,97 c. Belanja Modal 1.450.660.000 829.974.176 57,21 9. Peningkatan Operasi dan 216.524.000 209.349.000 96,69 Pem eliharaan Prasarana

dan Sarana Persam pahan

a. Belanja Pegawai 23.370.000 23.370.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 193.154.000 185.979.000 96,29 c. Belanja Modal - - -10. Peningkatan Peran 170.518.000 170.013.993 99,70 Serta Masyarakat Dalam

Pengelolaan Persam pahan

a. Belanja Pegawai 70.290.000 70.259.000 99,96 b. Belanja Barang/Jasa 100.228.000 99.754.993 99,53 c. Belanja Modal - - -11. Pem antauan Kualitas 17.275.000 10.066.000 58,27 Lingkungan

a. Belanja Pegawai 1.485.000 1.485.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 15.790.000 8.581.000 54,34 c. Belanja Modal - - -12. Pengkajian Dam pak 719.170.300 620.213.830 86,24 Lingkungan

a. Belanja Pegawai 22.329.300 20.246.000 90,67 b. Belanja Barang/Jasa 696.841.000 599.967.830 86,10 c. Belanja Modal - -

(25)

-Bab I Pendahuluan Halaman 17

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 13. Pelatihan Keteram pilan 118.985.000 112.174.000 94,28 Usaha Industri

Kerajinan

a. Belanja Pegawai 7.890.000 7.290.000 92,40 b. Belanja Barang/Jasa 111.095.000 104.884.000 94,41 c. Belanja Modal - - -14. Pelatihan Perem puan di 138.169.000 130.719.900 94,61 Perdesaan dalam Bidang

Usaha Ekonom i Produktif

a. Belanja Pegawai 9.915.000 9.315.000 93,95 b. Belanja Barang/Jasa 128.254.000 121.404.900 94,66 c. Belanja Modal - - -15. Pengelolaan Website 18.425.000 18.384.000 99,78 a. Belanja Pegawai 5.910.000 5.910.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 12.515.000 12.474.000 99,67 c. Belanja Modal - - -16. Pem binaan Kem itraan 32.015.000 31.780.000 99,27 Usaha Mikro Kecil dan

Menengah

a. Belanja Pegawai 4.140.000 4.140.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 27.875.000 27.640.000 99,16 c. Belanja Modal - - -17. Pengem bangan Sarana 408.301.500 395.656.960 96,90 Prom osi Hasil Produksi

a. Belanja Pegawai 17.155.500 16.900.500 98,51 b. Belanja Barang/Jasa 391.146.000 378.756.460 96,83 c. Belanja Modal - - -18. Pem antauan Pengelolaan 7.076.500 6.981.500 98,66 Penggunaan Dana

Pem erintah Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah

a. Belanja Pegawai 3.361.500 3.361.500 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 3.715.000 3.620.000 97,44 c. Belanja Modal - - -19. Pengem bangan Sarana 1.057.160.500 1.032.984.340 97,71 Pem asaran Produk Usaha

Mikro Kecil Menengah

a. Belanja Pegawai 102.623.500 101.175.000 98,59 b. Belanja Barang/Jasa 954.537.000 931.809.340 97,62 c. Belanja Modal - -

(26)

-Bab I Pendahuluan Halaman 18

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 20. Penyelenggaraan 393.935.000 391.168.150 99,30 Pem binaan Industri Rum ah

Tangga, Industri Kecil dan Industri Menengah

a. Belanja Pegawai 20.121.000 20.121.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 273.814.000 271.737.500 99,24 c. Belanja Modal 100.000.000 99.309.650 99,31 21. Pem anfaatan Fasilitas 9.877.900 9.877.900 100,00 Pem erintah Untuk Usaha

Kecil Menengah dan Koperasi

a. Belanja Pegawai 4.918.500 4.918.500 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 4.959.400 4.959.400 100,00 c. Belanja Modal - - -22. Penggunaan Dana 8.792.000 7.672.000 87,26 Pem erintah Bagi Usaha

Mikro Kecil Menengah

a. Belanja Pegawai 4.077.000 4.077.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 4.715.000 3.595.000 76,25 c. Belanja Modal - - -23. Pengelolaan Dokum en 30.562.000 30.393.500 99,45 SKPD a. Belanja Pegawai 14.310.000 14.175.000 99,06 b. Belanja Barang/Jasa 16.252.000 16.218.500 99,79 c. Belanja Modal - - -24. Penyediaan Jasa 99.510.000 99.460.000 99,95 Adm inistrasi Keuangan

a. Belanja Pegawai 99.510.000 99.460.000 99,95 b. Belanja Barang/Jasa - - c. Belanja Modal - - -25. Penyediaan Makanan 62.320.000 62.282.500 99,94 dan Minum an Rapat

a. Belanja Pegawai - - b. Belanja Barang/Jasa 62.320.000 62.282.500 99,94 c. Belanja Modal - - -26. Rapat-Rapat Koordinasi 128.556.000 114.709.758 89,23 dan Konsultasi a. Belanja Pegawai - - b. Belanja Barang/Jasa 128.556.000 114.709.758 89,23 c. Belanja Modal - -

(27)

-Bab I Pendahuluan Halaman 19

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 27. Penyediaan Bahan dan 328.147.900 274.352.400 83,61 Jasa Adm inistrasi

Perkantoran a. Belanja Pegawai 6.702.000 6.702.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 320.945.900 267.203.400 83,25 c. Belanja Modal 500.000 447.000 89,40 28. Penyediaan Jasa 663.630.000 570.250.984 85,93 Langganan a. Belanja Pegawai - - b. Belanja Barang/Jasa 663.630.000 570.250.984 85,93 c. Belanja Modal - - -29. Penyediaan Jasa 2.467.055.950 2.336.149.195 94,69 Keam anan dan Kebersihan

Kantor

a. Belanja Pegawai 1.621.890.000 1.523.285.700 93,92 b. Belanja Barang/Jasa 845.165.950 812.863.495 96,18 c. Belanja Modal - - -30. Pem eliharaan Rutin/ 161.581.000 158.364.250 98,01 Berkala Gedung Kantor

dan Rum ah Dinas

a. Belanja Pegawai 600.000 520.000 86,67 b. Belanja Barang/Jasa 82.377.000 81.123.250 98,48 c. Belanja Modal 78.604.000 76.721.000 97,60 31. Pem eliharaan Rutin/ 903.280.000 772.390.072 85,51 Berkala Kendaraan

Dinas/Operasional

a. Belanja Pegawai - - b. Belanja Barang/Jasa 903.280.000 772.390.072 85,51 c. Belanja Modal - - -32. Pem eliharaan Rutin/ 170.182.600 161.500.875 94,90 Berkala Perlengkapan dan

Peralatan Gedung Kantor dan Rum ah Dinas

a. Belanja Pegawai - - b. Belanja Barang/Jasa 162.182.600 153.500.875 94,65 c. Belanja Modal 8.000.000 8.000.000 100,00 33. Binbingan Teknis, 15.000.000 14.800.000 98,67 Workshop, Sem inar,

Lokakarya

a. Belanja Pegawai - - b. Belanja Barang/Jasa 15.000.000 14.800.000 98,67 c. Belanja Modal - -

(28)

-Bab I Pendahuluan Halaman 20

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 34. Pengelolaan Kepegawaian 28.928.000 28.374.000 98,08 a. Belanja Pegawai 9.036.000 8.800.000 97,39 b. Belanja Barang/Jasa 19.892.000 19.574.000 98,40 c. Belanja Modal - - -35. Penyusunan Laporan 15.441.000 15.431.500 99,94 Capaian Kinerja dan

Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD a. Belanja Pegawai 7.371.000 7.365.000 99,92 b. Belanja Barang/Jasa 8.070.000 8.066.500 99,96 c. Belanja Modal - - -36. Penyusunan Perencanaan 14.608.000 14.592.500 99,89 Kerja SKPD a. Belanja Pegawai 4.914.000 4.910.000 99,92 b. Belanja Barang/Jasa 9.694.000 9.682.500 99,88 c. Belanja Modal - - -37. Penyusunan Pengendalian 18.717.500 18.654.500 99,66 dan Evaluasi Perencanaan

SKPD

a. Belanja Pegawai 5.476.500 5.476.000 99,99 b. Belanja Barang/Jasa 13.241.000 13.178.500 99,53 c. Belanja Modal - - -38. Peningkatan Pengawasan 39.785.000 37.869.000 95,18 Peredaran Barang dan

Jasa a. Belanja Pegawai 18.315.000 18.315.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 21.470.000 19.554.000 91,08 c. Belanja Modal - - -39. Pelayanan Perijinan 41.792.500 35.794.300 85,65 Perdagangan a. Belanja Pegawai 25.342.500 25.320.000 99,91 b. Belanja Barang/Jasa 16.450.000 10.474.300 63,67 c. Belanja Modal - - -40. Peningkatan Hubungan 6.852.000 6.826.000 99,62 Kerja dengan Lem baga

Perlindungan Konsum en

a. Belanja Pegawai 2.466.000 2.440.000 98,95 b. Belanja Barang/Jasa 4.386.000 4.386.000 100,00 c. Belanja Modal - -

(29)

-Bab I Pendahuluan Halaman 21

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 41. Penyelenggaraan dan 512.858.000 403.316.576 78,64 Pengem bangan UPT

Kem etrologian Daerah

a. Belanja Pegawai 21.375.000 21.090.000 98,67 b. Belanja Barang/Jasa 176.383.000 139.037.291 78,83 c. Belanja Modal 315.100.000 243.189.285 77,18 42. Pengem bangan Inform asi 28.787.000 19.281.550 66,98 Peluang Pasar Perdagangan

Luar Negeri

a. Belanja Pegawai 2.061.000 2.060.000 99,95 b. Belanja Barang/Jasa 26.726.000 17.221.550 64,44 c. Belanja Modal - - -43. Pengem bangan Database 10.188.000 9.801.000 96,20 Inform asi Potensi

Unggulan

a. Belanja Pegawai 5.373.000 5.368.000 99,91 b. Belanja Barang/Jasa 4.815.000 4.433.000 92,07 c. Belanja Modal - - -44. Mem bangun Jejaring 9.702.000 9.487.000 97,78 Dengan Eks portir

a. Belanja Pegawai 3.609.000 3.604.000 99,86 b. Belanja Barang/Jasa 6.093.000 5.883.000 96,55 c. Belanja Modal - - -45. Pem bangunan Prom osi 566.099.000 484.685.787 85,62 Perdagangan Internasional

a. Belanja Pegawai 25.275.000 24.705.000 97,74 b. Belanja Barang/Jasa 540.824.000 459.980.787 85,05 c. Belanja Modal - - -46. Pengem bangan Pasar dan 264.617.000 258.022.000 97,51 Distribusi Barang/Produk

a. Belanja Pegawai 11.330.000 11.330.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 253.287.000 246.692.000 97,40 c. Belanja Modal - - -47. Pengem bangan 44.690.750 43.300.000 96,89 Kelem bagaan Kerjasam a

Kem itraan

a. Belanja Pegawai 8.813.250 8.780.000 99,62 b. Belanja Barang/Jasa 35.877.500 34.520.000 96,22 c. Belanja Modal - -

(30)

-Bab I Pendahuluan Halaman 22

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 48. Peningkatan Sistem dan 419.197.800 377.266.757 90,00 Jaringan Inform asi

Perdagangan a. Belanja Pegawai 88.733.000 86.917.000 97,95 b. Belanja Barang/Jasa 320.464.800 281.289.757 87,78 c. Belanja Modal 10.000.000 9.060.000 90,60 49. Sosialisasi Peningkatan 59.394.500 51.460.820 86,64 Penggunaan Produk Dalam Negeri a. Belanja Pegawai 12.870.000 12.870.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 46.524.500 38.590.820 82,95 c. Belanja Modal - - -50. Penyuluhan Peningkatan 37.897.950 25.484.500 67,25 Disiplin Pedagang Kaki

Lim a dan Asongan

a. Belanja Pegawai 2.587.950 1.911.000 73,84 b. Belanja Barang/Jasa 35.310.000 23.573.500 66,76 c. Belanja Modal - - -51. Pendataan dan Penataan 156.513.500 98.448.000 62,90 Pedagang Kaki Lim a

a. Belanja Pegawai 8.275.500 4.301.000 51,97 b. Belanja Barang/Jasa 148.238.000 94.147.000 63,51 c. Belanja Modal - - -52. Pem binaan Tam an 380.556.700 339.032.550 89,09 Kuliner

a. Belanja Pegawai 14.369.700 13.889.000 96,65 b. Belanja Barang/Jasa 178.968.000 139.319.550 77,85 c. Belanja Modal 187.219.000 185.824.000 99,25 53. Pem eliharaan/Rehabilitasi 4.189.298.500 3.724.633.405 88,91 Bangunan Sarana dan

Prasarana Ekonom i

a. Belanja Pegawai 37.390.000 26.050.000 69,67 b. Belanja Barang/Jasa 456.257.000 409.473.050 89,75 c. Belanja Modal 3.695.651.500 3.289.110.355 89,00 54. Penataan Dam pak 922.414.600 889.272.909 96,41 Pem bangunan Sarana

dan Prasarana Ekonom i

a. Belanja Pegawai 83.044.000 80.414.000 96,83 b. Belanja Barang/Jasa 839.370.600 808.858.909 96,36 c. Belanja Modal - -

(31)

-Bab I Pendahuluan Halaman 23

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 55. Pem bangunan Sarana 1.451.069.000 1.182.889.630 81,52 dan Prasarana Ekonom i

a. Belanja Pegawai 9.213.000 9.079.000 98,55 b. Belanja Barang/Jasa 20.500.000 19.458.980 94,92 c. Belanja Modal 1.421.356.000 1.154.351.650 81,21 56. Peningkatan Pelayanan 339.301.000 323.014.500 95,20 Pasar a. Belanja Pegawai 9.365.000 9.365.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 284.936.000 269.347.500 94,53 c. Belanja Modal 45.000.000 44.302.000 98,45 57. Pem binaan dan Penataan 692.452.000 472.923.500 68,30 Pedagang Pasar

a. Belanja Pegawai 135.144.000 117.590.000 87,01 b. Belanja Barang/Jasa 557.308.000 355.333.500 63,76 c. Belanja Modal - - -58. Pengem bangan Kapasitas 113.067.000 108.742.000 96,17 Pranata Pengukuran, Standarisasi, Pengujian dan Kualitas a. Belanja Pegawai 6.021.000 6.016.500 99,93 b. Belanja Barang/Jasa 107.046.000 102.725.500 95,96 c. Belanja Modal - - -59. Pengem bangan Sistem 35.132.000 34.701.400 98,77 Inovasi Teknologi

Industri

a. Belanja Pegawai 2.565.000 2.565.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 32.567.000 32.136.400 98,68 c. Belanja Modal - - -60. Penguatan Kem am puan 106.669.500 104.191.500 97,68 Industri Berbasis

Teknologi

a. Belanja Pegawai 8.572.500 8.572.500 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 98.097.000 95.619.000 97,47 c. Belanja Modal - - -61. Pem binaan Industri 69.840.000 69.840.000 100,00 Kecil dan Menengah

dalam m em perkuat jaringan klaster industri

a. Belanja Pegawai 7.290.000 7.290.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 62.550.000 62.550.000 100,00 c. Belanja Modal - -

(32)

-Bab I Pendahuluan Halaman 24

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 62. Pem anfaatan Sum ber Daya 328.006.000 293.669.000 89,53 Bagi Industri Kecil dan

Menengah

a. Belanja Pegawai 17.124.000 11.649.000 68,03 b. Belanja Barang/Jasa 310.882.000 282.020.000 90,72 c. Belanja Modal - - -63. Kerjasam a Kem itraan 99.756.500 88.611.500 88,83 Industri Mikro Kecil dan

Menengah dengan Swasta

a. Belanja Pegawai 8.491.500 8.236.500 97,00 b. Belanja Barang/Jasa 91.265.000 80.375.000 88,07 c. Belanja Modal - - -64. Pengem bangan dan 285.751.500 271.602.300 95,05 Pelayanan Teknologi

Industri

a. Belanja Pegawai 15.616.500 14.566.500 93,28 b. Belanja Barang/Jasa 270.135.000 257.035.800 95,15 c. Belanja Modal - - -65. Pem binaan Sentra 72.722.500 71.717.500 98,62 Industri

a. Belanja Pegawai 6.052.500 6.052.500 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 66.670.000 65.665.000 98,49 c. Belanja Modal - - -66. Monitoring dan Evaluasi 29.648.000 22.599.500 76,23 Penyelenggaraan Bidang Fisik a. Belanja Pegawai 4.284.000 4.210.000 98,27 b. Belanja Barang/Jasa 25.364.000 18.389.500 72,50 c. Belanja Modal - - -67. Penguatan Pelaksanaan 16.065.000 16.009.000 99,65 Reform asi Birokrasi

a. Belanja Pegawai 8.019.000 8.010.000 99,89 b. Belanja Barang/Jasa 8.046.000 7.999.000 99,42 c. Belanja Modal - - -68. Perencanaan 107.580.400 100.452.900 93,37 Pengem bangan Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi a. Belanja Pegawai 12.271.500 12.271.500 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 95.308.900 88.181.400 92,52 c. Belanja Modal - -

(33)

-Bab I Pendahuluan Halaman 25

No Jenis Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 69. Intensifikasi dan 250.924.000 239.204.450 95,33 Ekstensifikasi Sumber Pendapatan Daerah a. Belanja Pegawai 91.291.000 89.185.500 97,69 b. Belanja Barang/Jasa 159.633.000 150.018.950 93,98 c. Belanja Modal - - -70. Monev Penguatan Modal 74.848.000 73.752.500 98,54 a. Belanja Pegawai 8.073.000 8.000.000 99,10 b. Belanja Barang/Jasa 66.775.000 65.752.500 98,47 c. Belanja Modal - - -71. Penatausahaan Keuangan 19.324.000 19.311.000 99,93 dan Aset SKPD a. Belanja Pegawai 6.480.000 6.480.000 100,00 b. Belanja Barang/Jasa 12.844.000 12.831.000 99,90 c. Belanja Modal - - -72. Evaluasi PAD 10.938.000 8.377.000 76,59 a. Belanja Pegawai 2.853.000 2.540.000 89,03 b. Belanja Barang/Jasa 8.085.000 5.837.000 72,20 c. Belanja Modal - -

(34)

-Bab I Pendahuluan Halaman 26

Sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan kegiatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Tabel I.5

Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan

No Uraian 31-12-2016 (Rp.) Bertambah

(Rp.) Berkurang (Rp.)

31-12-2017 *) (Rp.)

A Tanah - - - -

B Peralatan dan Mesin 3.661.214.867,70 6.566.126.030,54 985.680.968,77 9.241.659.929,47 1. Alat Besar 288.147.200,00 187.171.000,00 - 475.318.200,00 2. Alat Angkutan 1.217.950.000,00 2.688.507.000,00 830.732.000,00 3.075.725.000,,00 3. Alat Bengkel dan Alat

Ukur

643.500.000,00 260.459.785,00 - 903.959.785,00 4. Alat Pertanian/

Peternakan

- 9.947.500,00 - 9.947.500,00

5. Alat Kantor dan Rumah Tangga

1.496.077.667,70 2.982.080.945,54 147.458.968,77 4.330.699.644,47 6. Alat Studio dan

Komunikasi 12.740.000,00 437.959.800,00 7.490.000,00 443.209.800,00 7. Alat Kedokteran - - - - 8. Alat Laboratorium - - - - 9. Alat Persenjataan/ Keamanan 2.800.000,00 - - 2.800.000,00

C Gedung dan Bangunan 4.837.312.843,00 54.701.414.451,17 1.661.711.987,10 51.877.015.307,07 1. Bangunan Gedung 4.837.312.843,00 54.701.414.451,17 1.661.711.987,10 51.877.015.307,07

2. Bangunan Monumen - - - -

D Jalan, Irigasi, dan Jaringan - 222.370.500,00 - 222.370.500,00

1. Jalan dan Jembatan - - - -

2. Bangunan Air/Irigasi - 222.370.500,00 - 222.370.500,00

3. Instalasi - - - -

4. Jaringan - - - -

E Aset Tetap Lainnya 17.782.600,00 2.256.500,00 544.000,00 19.495.100,00 1. Buku Perpustakaan 17.782.600,00 2.256.500,00 544.000,00 19.495.100,00 2. Barang Bercorak

Kesenian/Kebudayaan

- - - -

3. Hewan Ternak dan Tumbuhan - - - - F Konstruksi Dalam Pengerjaan - 2.390.564.755,00 - 2.390.564.755,00 1. Konstruksi dalam Pengerjaan - 2.390.564.755,00 - 2.390.564.755,00

Jumlah Aktiva Tetap 8.516.310.310,70 57.853.732.236,71 2.647.936.955,87 63.751.105.591,54 I.5. Sarana dan Prasarana

(35)

Bab I Pendahuluan Halaman 27

No Uraian 31-12-2016 (Rp.) Bertambah

(Rp.) Berkurang (Rp.)

31-12-2017 *) (Rp.) G Aset Tak Berwujud 151.635.000,00 29.000.000,00 102.025.000,00 78.610.000,00

H Aset Kemitraan - - - -

1. Aset Kemitraan - - - -

Jumlah Total 8.667.945.310,70 57.882.732.236,71 2.749.961.955,87 63.829.715.591,54

Beberapa isu strategis atau permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut: 1. Belum optimalnya kemitraan antar pelaku usaha.

2. Masih rendahnya daya saing produk Sleman di pasar nasional maupun global

3. Belum lancarnya distribusi bahan pokok/barang strategis

4. Masih kurangnya kualitas manajemen pengelolaan usaha bagi UMKM 5. Terbatasnya akses modal, pasar dan adopsi teknologi

6. Kondisi fisik sebagian besar pasar tradisional kurang memadai dan tidak bisa menampung seluruh pedagang.

7. Sarana dan prasarana pasar kurang memadai.

8. Sebagian besar tanah yang dipakai untuk lokasi pasar belum ada legalitasnya.

9. Masih rendahnya kesadaran pedagang untuk mentaati peraturan.

10. Sumberdaya manusia yang tersedia sangat terbatas baik kualitas maupun kuantitas.

11. Anggapan masyarakat tentang citra pasar tradisional yang kumuh, kotor, dan tidak aman.

12. Belum optimalnya pengelolaan sampah dari sisi pemilahan dan pengolahannya.

(36)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 28

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

erdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Satuan Kerja Perangkat Daerah diwajibkan membuat Rencana Strategis (Renstra SKPD) yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah serta berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bersifat indikatif. Hal tersebut dimaksudkan agar perencanaan pembangunan nasional dan kegiatan pembangunannya berjalan efektif, efisien dan bersasaran.

Dalam pelaksanaan tugasnya, sebagaimana tertuang dalam Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman 2017-2021, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman harus ikut mewujudkan visi Kabupaten Sleman Tahun 2016-2021, yaitu: “Terwujudnya Masyarakat Sleman yang Lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya Sistem E-Government Menuju Smart Regency Pada Tahun 2021”

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Kabupaten Sleman menetapkan 5 (lima) misi, yaitu:

Misi 1: Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang responsif dan penerapan e-govt yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat

Misi 2: Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat

Misi 3: Meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan , aksesibilitas, dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan

B

II.1. Visi dan Misi

(37)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 29

Misi 4: Memantapkan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam, penataan ruang, lingkungan hidup dan kenyamanan

Misi 5: Meningkatkan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional.

Dari lima misi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman ikut berkontribusi melaksanakan misi 1, misi 2, misi 3, dan misi 4.

ntuk mewujudkan Misi, Kabupaten Sleman menetapkan Tujuan dan Sasaran RPJMD. Selanjutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menetapkan tujuan dan sasaran Renstra yang mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. Berikut Penjabaran misi Kabupaten Sleman dalam Tujuan dan Sasaran RPJMD yang terkait fungsi perindustrian dan perdagangan serta penjabarannya dalam Tujuan, dan Sasaran Renstra :

U

(38)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 30

Tabel II.1.

Penjabaran Misi Kabupaten Sleman dalam Tujuan, Sasaran RPJMD serta Tujuan dan Sasaran Renstra

Misi Tujuan RPJM Tujuan Renstra Sasaran RPJM Sasaran Renstra Indikator Sasaran Renstra

Target Indikator Sasaran Renstra Tahun-

2017 2018 2019 2020 2021 Misi 1 Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah Meningkatkan tata kelola perindustrian dan perdagangan Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan daerah Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Predikat LAKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan A A A A A Persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti 100% 100% 100% 100% 100% Meningkatnya kualitas pelayanan publik Meningkatnya kualitas pelayanan publik di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Indeks Kepuasan Masyarakat 78,87 78,80 78,87 78,90 79,00 Meningkatnya kemandirian keuangan daerah Meningkatnya PAD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Peningkatan retribusi yang bisa dipungut 3,27% 3,17% 2,56% 2,49% 2,43% Misi 2 Meningkatkan pembangunan manusia Meningkatkan keamanan pangan pada target usaha Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Meningkatnya keamanan pangan pada target usaha

Jumlah tempat usaha industri makanan yang dimonitor 30 35 35 35 35

(39)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 31 Misi Tujuan RPJM Tujuan Renstra Sasaran RPJM Sasaran Renstra Indikator

Sasaran Renstra

Target Indikator Sasaran Renstra Tahun-

2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah usaha yang dimonitor 29 29 29 29 29 Misi 3 Meningkatkan pemerataan ekonomi masyarakat Memantapkan daya saing sektor perindustrian dan perdagangan Pertumbuhan ekonomi Meningkatnya daya saing sektor perdagangan Nilai ekspor (US $) 42.500.000 43.000.000 43.500.000 44.000.000 45.000.000 Cakupan pembinaan pedagang 3,88% 3,87% 3,87% 3,86% 3,88% Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pasar tradisional Persentase pasar dalam kondisi baik 39,60% 46,80% 49,10% 58,70% 59,52% Meningkatnya ketertiban PKL Jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan 1.064 PKL 1.314 PKL 1.424 PKL 1.529 PKL 1.723 PKL Nilai produksi industri Meningkatnya daya saing sektor perindustrian Persentase pertumbuhan nilai produksi 2,8 2,9 3 3,1 3,2 Misi 4 Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan masyarakat Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan pedagang pasar Meningkatnya kualitas lingkungan hidup Meningkatnya pengelolaan sampah di pasar tradisional Sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA 100% 100% 100% 100% 100%

(40)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 32

erjanjian kinerja merupakan hal sangat penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan pemerintahan serta merupakan wacana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perjanjian kinerja yang dilakukan instansi dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perjanjian kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi menjadi lebih baik, sehingga tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah sesuai pilihan prioritas.

Perjanjian kinerja tahunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman ini merupakan alat yang bermanfaat untuk mengetahui apakah instansi dapat melaksanakan tugas yang telah dibebankan dan mengukur besaran capaian target yang ditetapkan.

Perjanjian kinerja tahunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman disusun mengacu kepada Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan tahun 2017-2021 yang mendasarkan pada program pembangunan daerah sebagaimana tertera dalam RPJMD 2017-2021.

Ini berarti indikator kinerja kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman harus diarahkan untuk mencapai target kinerja sesuai dengan kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman yang telah dicantumkan dalam target kinerja RPJMD.

Berdasarkan urusan dan kewenangan yang dimiliki serta dalam rangka pencapaian misi Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman berkontribusi untuk mewujudkan misi ke 1, yaitu Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang responsif dan penerapan e-govt yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat; misi ke-2, yaitu Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat; misi ke 3, yaitu Meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan; dan misi ke 4,

P

II.2. Perjanjian Kinerja

(41)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 33

yaitu Memantapkan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam, penataan ruang, lingkungan hidup dan kenyamanan.

Indikator kinerja dalam Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tahun 2017-2021 merupakan alat ukur keberhasilan kinerja dalam mendukung pencapaian visi misi Kabupaten Sleman dalam melaksanakan program-program selama kurun waktu 2017-2021.

Pencapaian indikator kinerja ditunjukkan dengan pencapaian output dan outcome program Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman yang menjadi indikator pada RPJMD. Rincian selengkapnya mengenai indikator kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD dapat dilihat pada Tabel II.2.

Tabel II.2

Indikator Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

No Indikator Target Kinerja Tahun- Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD 2017 2018 2019 2020 2021 1 Predikat LAKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan A A A A A A 2 Persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3 Indeks Kepuasan Masyarakat 78,74 78,8 78,87 78,9 79,00 79,00 4 Peningkatan Retribusi yang bisa dipungut 3,27% 3,17% 2,56% 2,49% 2,43% 2,43% 5 Jumlah tempat usaha industri 30 35 35 35 35 35

(42)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 34

No Indikator Target Kinerja Tahun- Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD 2017 2018 2019 2020 2021 makanan yang dimonitor 6 Jumlah usaha yang dimonitor 29 29 29 29 29 29 7 Nilai ekspor 42.500.000 US $ 43.000.000 US $ 43.500.000 US $ 44.000.000 US $ 45.000.000 US $ 45.000.000 US $ 8 Cakupan pembinaan pedagang 3,88% 3,87% 3,87% 3,86% 3,88% 3,88% 9 Persentase pasar dalam kondisi baik 39,06% 46,80% 49,10% 58,70% 59,52% 59,52% 10 Jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi yang telah ditentukan 1.064 PKL 1.314 PKL 1.424 PKL 1.529 PKL 1.723 PKL 1.723 PKL 11 Persentase pertumbuhan nilai produksi industri 2,8 2,9 3 3,1 3,2 3,2 12 Sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA 100% 100% 100% 100% 100% 100%

(43)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 35

Dari 12 (dua belas) indikator kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terdapat enam indikator yang ditetapkan sebagai Indikator Kinerja Utama. Ke-enam indikator kinerja utama tersebut adalah sebagaimana tersaji pada Tabel II.3. berikut ini:

Tabel II.3. Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman

No Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Rumus Perhitungan SKPD Penanggung jawab Sumber Dana 1 Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

Predikat LAKIP Predikat LAKIP Dinas Perindustriandan Perdagangan atas penilaian dari Inspektorat Kab. Disperindag Sekretariat 2 Meningkatnya daya saing sektor perindustrian dan perdagangan

Nilai ekspor Besaran total seluruh ekspor komoditas pada tahun yang bersangkutan

Disperindag Bidang Usaha Perdagangan 3 Meningkatnya kualitas pelayanan publik Indeks Kepuasan Masyarakat

Jumlah nilai IKM yang dilaksanakan dibagi seluruh IKM di SKPD dikalikan 100%

Disperindag Sekretariat

4 Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pasar traisional

Persentase pasar dalam kondisi baik

Jumlah pasar kabupaten dalam kondisi baik dibagi jumlah seluruh pasar kabupaten Disperindag Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional 5 Meningkatnya pengelolaan sampah di pasar tradisional Sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA

Jumlah pedagang yang dibina dibagi keseluruhan jumlah pedagang x 100 Disperindag Bidang Pembinaan dan Pengembang an Perdagangan Tradisional 6 Meningkatnya daya saing sektor perindustrian dan Persentase pertumbuhan nilai produksi

Selisih nilai produksi IKM pada tahun yang

bersangkutan dengan nilai

Disperindag Bidang Perindustrian II.3. Indikator Kinerja Utama (IKU)

(44)

Bab II Perencanaan Kinerja Halaman 36 No Kinerja Utama Indikator Kinerja

Utama

Rumus Perhitungan SKPD Penanggung jawab

Sumber Dana

perdagangan industri produksi IKM pada tahun sebelumnya dibagi nilai produksi IKM pada tahun sebelumnya dikalikan 100%

(45)

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 37

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

apaian kinerja organisasi dilihat melalui capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan capaian pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran indikator kinerja sasaran strategis organisasi yang telah ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja.

Penilaian keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi perlu dilakukan melalui pengukuran kinerja. Pengukuran dilakukan dengan cara membandingkan realisasi terhadap target atas indikator kinerja yang telah ditetapkan sesuai dokumen Perjanjian Kinerja pada tahun berjalan.

Predikat nilai capaian kinerja dikelompokkan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut:

Tabel III.1

Nilai dan Predikat Kinerja

No Nilai Kinerja Predikat Kinerja

1 > 95 Sangat berhasil

2 80 s.d. < 95 Berhasil

3 50 s.d. < 80 Cukup berhasil

4 0 s.d. < 50 Kurang berhasil

Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil persentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 100%. Angka capaian kinerja terhadap hasil persentase capaian

C

(46)

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 38

indikator kinerja yang mencapai kurang dari 0% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 0%

Dari hasil evaluasi kinerja, selanjutnya akan dilakukan analisis pencapaian kinerja yang menggambarkan penyebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

Capaian indikator Kinerja Utama (IKU) diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Hasil perhitungan capaian indikator kinerja utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2017, dapat dilihat pada Tabel III.2.

Tabel III.2. Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2017

Indikator Kinerja Utama Target Realisasi Capaian Predikat LAKIP Dinas

Perindustrian dan Perdagangan A Belum ada hasil penilaian Belum bisa dihitung Nilai Ekspor 42.500.000 US $ 39.316.185,53 US $ 92,51

Indeks Kepuasan Masyarakat 78,74 80,70 102,49

Persentase pasar dalam kondisi baik

39,06% 52,38 134,10

Sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA

100% 100% 100%

Persentase pertumbuhan nilai produksi industri

2,8 2,9 103,57

(47)

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 39

Dari indikator kinerja utama tersebut indikator kinerja nilai ekspor tidak dapat tercapai. Permasalahan terkait tidak tercapainya indikator tersebut dijelaskan lebih lanjut pada sub bab Evaluasi Kinerja Sasaran Strategis.

Berikut ini adalah data perbandingan capaian Indikator Kinerja Utama tahun 2017 dengan tahun 2016.

Tabel III.3. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2017 dan 2016

Indikator Kinerja Utama Capaian 2017 Capaian 2016 Predikat LAKIP Dinas Perindustrian dan

Perdagangan Belum ada penilaian AA (Dinas Pasar) A (Dinas Perindagkop) Nilai Ekspor 39.316.185,53 US $ 33.488.303,36 US $

Indeks Kepuasan Masyarakat 80,70 76,12 (Dinas

Pasar) 85,44 (Dinas Perindagkop) Persentase pasar dalam kondisi baik 52,38% 47,62% Sampah pasar yang bisa dikelola dan

diangkut ke TPA

100% 100%

Persentase pertumbuhan nilai produksi industri

2,9 2,78

Dari hasil perbandingan capaian tahun 2017 dan 2016 tersebut dapat dilihat bahwa semua indikator kinerja utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman tahun 2017 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016

Berdasarkan urusan dan kewenangan yang dimiliki serta dalam rangka pencapaian misi Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman berkontribusi untuk mewujudkan misi ke 1, yaitu Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan III.3. Capaian Kinerja Sasaran Strategis

(48)

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 40

kualitas birokrasi yang responsif dan penerapan e-govt yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat; misi ke-2, yaitu Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat; misi ke 3, yaitu Meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan; dan misi ke 4, yaitu Memantapkan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam, penataan ruang, lingkungan hidup dan kenyamanan.

Indikator kinerja dalam Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tahun 2017-2021 merupakan alat ukur keberhasilan kinerja dalam mendukung pencapaian visi misi Kabupaten Sleman dalam melaksanakan program-program selama kurun waktu 2017-2021.

Pencapaian indikator kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman untuk tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Tabel III.4. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2017

No Predikat Jumlah Indikator Kinerja

1 Sangat berhasil 9 2 Berhasil 1 3 Cukup berhasil 0 4 Kurang berhasil 1 5 Belum bisa disimpulkan 1 JUMLAH 12

(49)

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 41

Tabel III.5. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman

Tahun 2016-2017

Indikator Kinerja Capaian 2016 Capaian 2017

Predikat LAKIP 100% Belum ada

penilaian Persentase temuan hasil pemeriksaan yang

ditindaklanjuti

100% 100%

Indeks Kepuasan Masyarakat 96,75% (Dinas

Pasar), 100,52% (Dinas Indagkop)

101,75%

Peningkatan retribusi yang bisa dipungut 185,62% -82,87% Jumlah tempat usaha industri makanan yang dimonitor 100% 100%

Jumlah usaha yang dimonitor 126,67% 110,34%

Nilai ekspor 79,73% 92,51%

Cakupan pembinaan pedagang 100,52% 160,82%

Persentase pasar dalam kondisi baik 113,38% 134,10% Jumlah pedagang kaki lima yang menempati lokasi

yang telah ditentukan

109,15% 101,97%

Persentase pertumbuhan nilai produksi industri 550% 103,57% Sampah pasar yang bisa dikelola dan diangkut ke TPA 100% 100%

Perbandingan target, realisasi dan capaian kinerja tahun 2017 dengan tahun 2016 dan 2021 secara lengkap disajikan dalam lampiran.

(50)

Bab III Akuntabilitas Kinerja Halaman 42

A. Predikat LAKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Capaian indikator kinerja sasaran Predikat LAKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan belum bisa disajikan dikarenakan penilaian atas LAKIP tahun 2017 belum dilaksanakan. Oleh karena itu target kinerja nilai LAKIP A belum dapat diukur capainnya.

Indikator Predikat LAKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan didukung melalui program sebagai berikut:

a. Program Perencanaan Pembangunan Daerah

b. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Realisasi dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp.64.687.500,00 dari anggaran sebesar Rp.64.831.500,00 atau 99,78% dari target. Realisasi output rata- rata sebesar 100%.

Dalam upaya pencapaian indikator ini didorong oleh komitmen untuk melaksanakan reformasi birokrasi, dan komitmen untuk memberikan laporan-laporan yang akuntabel.

Permasalahan yang dihadapi lebih pada keterbatasan Sumber Daya Manusia yang mengakibatkan pelaporan-pelaporan baik dari sumber data maupun pengolah data menjadi kurang cepat.

B. Persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti

Hasil evaluasi capaian atas indikator kinerja sasaran persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti mendapatkan angka capaian sebesar 100,00% dengan predikat Sangat berhasil.

Hasil pengukuran capaian kinerja persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti adalah sebagai berikut:

Gambar

Tabel II.2
Tabel II.3. Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten  Sleman
Tabel III.1
Tabel III.2. Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Tahun 2017
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara

LAKIP ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP), Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur

Penelitian tentang per- an komite sekolah perlu dilakukan untuk men- getahui pelaksanakan peran komite sekolah di masing-masing SMK (SMK negeri dan SMK swasta) sebagai

Khadirin, S.Kom Devi Oktaviana, S.Si, Mkes 2.. Ima

Dari hasil fotomikroskop tampak bahwa dengan adanya penambahan polimer chitosan kationik dan selulosa kationik terhadap sistem emulsi menunjukkan bahwa produk skin lotion

Peneliti juga meneliti hal yang berkaitan dengan pendidikan, budaya kerja dan insentif tehadap produktivitas kerja karyawan yaitu dari tabel 4.23 dapat dilihat t hitung X

Dawson dan Bamman (Rahman, 1985: 6-8) mengemukakan prinsip-prinsip yang mempengaruhi minat baca sebagai berikut. 1) Seseorang atau siswa dapat menemukan kebutuhan dasarnya

Sesudah mereka itu mendapat tanah, terus mereka mendirikan sebuah dayah yang berukuran 8 x 10 meter, dari kayu bulat dengan Atap rumbia, dinding bambu, sesudah siap