• Tidak ada hasil yang ditemukan

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Desain Kurikulum dan Materi Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "School of Communication Inspiring Creative Innovation. Desain Kurikulum dan Materi Pembelajaran"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Desain Kurikulum dan

Materi Pembelajaran

(2)

Pengertian Kurikulum

Kurikulum dapat dimaknai sebagai suatu dokumen atau rencana

tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar.

Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai mutu yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut.

Aspek lain dari makna kurikulum adalah pegalaman belajar.

Pengalaman belajar disini dimaksudkan adalah pengalaman belajar yang dialami oleh peserta didik seperti yang direncanakan dalam dokumen tertulis. Pengalaman belajar peserta didik tersebut adalah konsekuensi langsung dari dari dokumen tertulis yang dikembangkan oleh Instruktur,

(3)

Pengertian Kurikulum

Kurikulum

sebagai

rancangan

pendidikan

mempunyai

kedudukan yang sangan strategis dalam seluruh aspek

kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum

dalam pendidikan dan perkembangan kehidupan peserta didik,

maka dalam penyusunan kurikulum tidak bias dilakukan tanpa

menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.

Pengertian Kurikulum adalah seperangkat atau sistem rencana

dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran yang

dipedomani

dalam

aktivitas

belajar

mengajar.

Secara

etimologis, kurikulum berasal dari istilah curriculum dimana

dalam bahasa inggris, kurikulum adalah rencana pelajaran.

Curriculum berasal dari bahasa latin yaitu currere, kata currere

memiliki banyak arti yaitu berlari cepat, maju dengan cepat,

menjalani dan berusaha untuk mendapatkan

.

(4)

Fungsi Kurikulum

Fungsi Kurikulum sebagai alat dalam pendidikan memiliki berbagai macam

fungsi dalam pendidikan yang sangat berperan dalam kegunannya. Fungsi

Kurikulum adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function) : Kurikulum

berfungsi sebagai penyesuain adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya karna lingkungan bersifat dinamis artinya dapat berubah-ubah.

2. Fungsi Integrasi (the integrating function) : Kurikulum berfungsi

sebagai penyesuain mengandung makna bahwa kurikulum merupakan alat pendidikan yang mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh yang dapat dibutuhkan dan berintegrasi di masyarakat.

3. Fungsi Diferensiasi (the diferentiating function) : Kurikulum berfungsi

sebagai diferensiansi adalah sebagai alat yang memberikan pelayanan dari berbagai perbedaan disetiap peserta pelatihan yang harus dihargai dan dilayani.

(5)

Fungsi Kurikulum

4. Fungsi Persiapan (the propaeduetic function) : Kurikulum berfungsi

sebagai persiapan yang mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan mampu mempersiapkan siswa kejenjang selanjutnya dan juga dapat mempersiapkan diri dapat hidup dalam masyarakat, jika tidak melanjukan pendidikan.

5. Fungsi Pemilihan (the selective function) : Kurikulum berfungsi sebagai

pemilihan adalah memberikan kesempatan bagi siswa untuk menentukan pilihan program belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

6. Fungsi Diagnostik (the diagnostic function) : Kurikulum sebagai

diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum adalah alat pendidikan yang mampu mengarahkan dan memahami potensi siswa serta kelemahan dalam dirinya. Jika telah memahami potensi dan mengetahui kelemahannya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki kelemahannya.

(6)

Prinsip dan Fungsi Manajemen Kurikulum

1. Produktivitas: Pertimbangan bagaimana agar

peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai

dengan tujuan kurikulum harus menjadi sasaran

dalam manajemen kurikulum.

2. Demokratisasi: Semua yg terlibat melaksanakan

tugas dengan tanggungjawab

3. Kooperatif: Kerjasama yang positip dengan

berbagai pihak.

4. Efektivitas dan efisiensi: Memberikan hasil yang

berguna bagi biaya, tenaga dan waktu yg relative singkat.

5. Mengarahkan Visi, Misi dan Tujuan

(7)

Komponen Kurikulum (Sistim Kurikulum)

EVALUASI

ISI

METODE

TUJUAN

(8)

Komponen Kurikulum

Kurikulum mempunyai 4 unsur komponen yang membentuk/penyusun kurikulum. 4 Unsur komponen kurikulum adalah sebagai berikut:

a. Komponen Tujuan

Kurikulum merupakan suatu sistem pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan karna berhasil atau tidaknya sistem pembelajaran diukur dari banyaknya tujuan-tujuan yang tercapai.

b. Komponen Isi (Bahan pengajaran)

Kurikulum dalam komponen isi adalah suatu yang diberikan kepada anak didik untuk bahan belajar mengajar guna mencapai tujuan

(9)

Komponen Kurikulum

c. Komponen Strategi

Kurikulum sebagai komponen strategi yang merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan dalam proses pembelajaran (learning process). Strategi dalam pembelajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam pembelajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan baik umum maupun yang sifatnya khusus. Strategi Pelaksanaan adalah pengajaran, penilaian, bimbingan, dan penyeluhan kegiatan sekolah.

Tercapainya tujuan, ini diperlukan pelaksanaan yang baik dalam

menghantarkan peserta didik ke tujuan tersebut yang merupakan tolak ukur dari program pembelajaran (kurikulum)

d.

Komponen Evaluasi

Komponen evaluasi (evaluation) dalam kurikulum adalah memeriksa tingkat ketercapaian tujuan suatu kurikulum dalam proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki peranan penting dalam memberikan keputusan dari hasil evaluasi guna dalam pengembangan model kurikulum sehingga mampu mengetahui tingkat keberhasilan suatu siswa dalam mencapai tujuannya

(10)

TAKING STOCK

KNOWLEDGE, DEVELOPMENT AND CURRICULUM SOCIETY KNOWLEDGE DEVELOPMENT INDIVIDUALS E x p e r i e n c e

CURRICULUM

(11)

What a curriculum is not

A list of subjects to be transmitted and learned

that is a

syllabus

details of methods and times

that is a

timetable

(12)

Principles of curriculum design

A curriculum is :

“the public face of a profession’s best educational

thinking

Fish 2003

(13)

Principles of curriculum design

A curriculum is :

an attempt to communicate the essential features

and principles of an educational proposal in such a form

that it is open to critical scrutiny and capable of effective

translation into practice. “

Stenhouse 1975

Upaya untuk mengkomunikasikan gambaran dan

prinsip-prinsip yang penting dari suatu proposal

pendidikan dalam suatu bentuk sehingga terbuka untuk

pengawasan kritis dan mampu menterjemahkan secara

(14)

Sebagai ilmu

, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk

menciptakan

spesifikasi

pengembangan,

pelaksanaan,

penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas

pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk

berbagai

mata

pelajaran

pada

berbagai

tingkatan

kompleksitas.

Sebagai disiplin

, desain pembelajaran membahas berbagai

penelitian

dan

teori

tentang

strategi

serta

proses

pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya

Sebagai

sistem

,

desain

pembelajaran

merupakan

pengembangan

sistem

pembelajaran

dan

sistem

pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk

meningkatkan mutu belajar

(15)

Desain pembelajaran

adalah praktek penyusunan media

teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat

terjadi

transfer

pengetahuan

secara

efektif

antara

instruktur/guru dan peserta pelatihan/didik.

(16)

Tujuan Pembelajaran  penjabaran kompetensi yang akan

dikuasai oleh pembelajar.

Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui

meliputi, karakteristik mereka, kemampuan awal dan pra

syarat.

Analisis Pembelajaran

, merupakan proses menganalisis

topik atau materi yang akan dipelajari

Strategi Pembelajaran dan Bahan Ajar

Penilaian

Belajar

pengukuran

kemampuan

atau

kompetensi yang sudah dikuasai atau belum.

(17)

Kinerja

Pelatihan

atau

Kinerja

Proses

Pembelajaran

memerlukan

prinsip-prinsip

standar

mutu

yang

menjadi

rujukan kegiatan teknis operasional. Untuk itu prinsip-prinsip

standar mutu berikut ini sebagai persyaratan2 yang diperlukan

dalam mengelola lima bidang kinerja pelatihan, yaitu:

1

.

Pengembangan kurikulum dan pengorganisasian

bahan/materi pelatihan (course-content organization and curriculum development-COCD).

2. Pemilihan dan penetapan metode penyampaian pelatihan (Delivery methods and techniques).

3. Pengelolaan kelas pelatihan (classroom based management or activities).

4. Evaluasi pelatihan (learning assessment of evaluation of training performance or education measurement).

5. Pemilihan sarana-prasarana pelatihan/pembelajaran atau support materials or media development.

(18)

Kurikulum adalah rancangan atau desain cetak biru (blueprint)

yang

dibuat

untuk

mengorganisasikan

kegiatan

belajar

mengajar. Pengorganisasian itu berorientasi kepada tindakan

atau

kegiatan

(action

oriented).

Rencana

desainnya

senantiasa mencantumkan paling sedikit unsur2 penting yg

terdiri dari:

1. Cakupan materi pelatihan (training material)

2. Ekspektasi spesifik yang dituntut untuk peserta pelatihan 3. Prosedur pemuatan materi pelatihan

4. Metode atau teknik penyampaian yg disarankan untuk proses pelatihan

5. Identifikasi cara-cara evaluasi atau assessment kegiatan belajar peserta pelatihan.

6. Pemilihan sarana prasarana untuk kegiatan pelatihan.

(19)

Prinsip-Prinsip Dalam Mendesain

Prinsip-Prinsip Mendesain Kurikulum Saylor (Hamalik :2007):

1. Desain kurikulum harus memudahkan dan mendorong seleksi serta pengembangan semua jenis pengalaman belajar yang esensial bagi pencapaian prestasi pelatihan, sesuai dengan hasil yg diharapkan.

2. Desain memuat berbagai pengalaman belajar yang bermakna dalam rangka merealisasikan tujuan–tujuan pelatihan dan pengembangan, khususnya bagi kelompok siswa yang belajar dengan bimbingan guru;

3. Desain harus memungkinkan dan menyediakan peluang bagi instruktur untuk menggunakan prinsip-prinsip belajar dalam memilih, membimbing, dan mengembangkan berbagai kegiatan pelatihan;

(20)

Prinsip-Prinsip Dalam Mendesain Kurikulum (lanjutan)

4. Desain harus memungkinkan instruktur untuk menyesuaikan pengalaman dengan kebutuhan, kapasitas, dan tingkat kematangan peserta pelatihan.

5. Desain harus mendorong guru mempertimbangkan berbagai pengalaman belajar anak yang diperoleh diluar sekolah dan mengaitkannya dengan kegiatan belajar di sekolah.

6. Desain harus menyediakan pengalaman belajar yg

berkesinambungan, agar kegiatan belajar siswa berkembang sejalan dengan pengalaman terdahulu dan terus berlanjut

pada pengalaman berikutnya.

7. Kurikulum harus di desain agar dapat membantu siswa mengembangkan watak, kepribadian, pengalaman, dan nilai-nilai demokrasi yang menjiwai kultur.

(21)

Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan, isi,

serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap

perkembangan

pendidikan.

Dalam

desain

kurikulum

akan

tergambar unsur-unsur dari kurikulum, hubungan antara satu unsur

dengan unsur lainnya, prinsip-prinsip pengorganisasian, serta

hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya.

(22)

Referensi

Dokumen terkait

As it is said before many people have their own source of music, so how every students or the subjects do in their activity in listening to English songs as their

Mengacu pada hasil penelitian diharapkan bagi pemilik industri pengelasan untuk menyediakan alat pelindung diri pada mata sesuai dengan standar pengelasan dan sesuai dengan

Selain itu, efisiensi teknik dapat dipahami sebagai efisiensi yang merefleksikan kemampuan dari suatu perusahaan untuk memaksimalkan output

Kepastian hukum terhadap pemenang eksekusi hak tanggungan dalam praktiknya pelaksanaan pembuktian risalah lelang bagi pemenang eksekusi hak tanggungan pada Pengadilan Negeri

Budaya organisasi merupakan usaha untuk memperoleh rasa, perasaan, atmosfer, karakter atau citra dari sebuah organisasi, sehingga dapat dikatakan sebuah organisasi yang efektif

22. Penyeleksian makalah untuk diterbitkan pada Majalah Ilmiah Widyariset Volume 17 Nomor 1, 2, dan 3 Tahun 2014 Edisi Ilmu Pengetahuan Sosial, Alam, dan

Hasil : Penelitian menunjukan bahwa untuk antropometri tidak ada perkembangan satus gizi dari ke 2 responden sehingga status gizinya masih sama yaitu lebih, untuk

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau