• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PENGELASAN LAP JOINT SS 304L MENGGUNAKAN TIG DAN SMAW BERARUS 90A DAN 120A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI PENGELASAN LAP JOINT SS 304L MENGGUNAKAN TIG DAN SMAW BERARUS 90A DAN 120A"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGELASAN LAP JOINT SS 304L MENGGUNAKAN TIG DAN SMAW BERARUS 90A DAN 120A

Muhammad Fathi Ramadhan 03051381520050

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA

(2)

i

SKRIPSI

PENGELASAN LAP JOINT SS 304L MENGGUNAKAN TIG DAN SMAW BERARUS 90A DAN 120A

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Teknik Mesin Pada Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Muhammad Fathi Ramadhan 03051381520050

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA

(3)

HALAPIAN PENGESAHAN

SKRIPSI

PENGELASAN IttP

Л賀Ⅳ

r SS 304L DEENGGUNAKAN TIG

DAN SttW BERARUS90A DAN 120A

E)iusulkan 01ch:

PIUHAMMAD FATIIIRApIADEAN

03051381520050

Telah disetujui

pada tanggal J0 Desernber 20-l9

etua Jurusan Teknik Mesin

Irsyadi Yallt S.T,酔LEElg,Ph.D

NIP。 19712251997021CX11

Dr.IrrDiah Kusullla Fratiwi,M.T.

NIP。 196307191990032001

(4)

駅 USAN TEKNIK DIIESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAⅣTA NIM JUDUL DIBERIKAN SELESAI Agenda No. DiterimaTanggal Paraf SKRIPSI

ンlUHAPIⅣ歓D FATHI RAMADHAN

03051381520050

PENGELASANレ P Jθr,vr ss 304L ⅣlENGGUNAKAN

TIG DAN SⅣIAW BERARUS 90A DAN 120A OKTOBER 2018

DESEⅣIBER 2019

Palembang.jgDesember 20 1 9

Diperiksa dan disetujui oleh :

Tcknik Ⅳlcsin

T., M.Eng., Ph.D Dr. itt Kusuma Pratiwi,M.T

1997021001 NIP. 196307191990032001

Pembil■bing Skripsi

lIIマ

`シ

`1〆

IBvIぬiY NIP。 19711 engetahui.

(5)

HALAMAN PERSETIIJIIAN

Karya tulis ilmiah berupa Slripsi ini dengan judul "Pengelasan Lap Joint SS

304L menggunakan

TIG

dan SMAW Berarus 90A Dan 120A.'telah

dipertahankan di hadapan Tim Penguji Karya Tulis ILniah Fakultas Teknik

Universitas Sriwijaya pada tanggal 28 Desember 201 9.

Palernbang, 28 Desember 2019

Tim penguji karyatulis ilmiah berupa Skripsi

Kem:

1。 Amir A菫in,SoT,M.Eng,Ph.D NIP。 197909272003121004 Anggotat 2.Pro■

DR IL Nukman,M.T

NIP。 195903211987031001 3。 Gunawan,S.T,M.T,PhoD NIP.197705072001121001 bttetahui, (………) =.¨ :.… … … ) Pembimbing Skripsl,

DL IL Diah Kusuma Pn饉Ⅳi,コ旺

T

NIP.196307191990032001

V‖

(6)

:KNOLOGI DAN PENDIDlKAN TINGGI

こSITAS SRIヽ

VIJAYA

ULTAS TEKNIK

'SAN TEKNIK MESIN

カル″RのでPa′

`″みα′ば―ρ′αんイ″

7r/′力κV jP/′,t/7・α/t711″-0/たヶ√ぬ θF″jδθ2,f

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISPIE

Yang bcttandatangan di ba、vah ini :

Nama NIM Tempat/Tanggal Lahir Jurusan/Prograrn Studi Fakultas Alamat Rumah

Muharnmad Fathi Rarnadhan 0305r38r520050

Palernbang/ l7 Januari 1998

Teknik N{esin Teknik

JL. RA. Abusammah Komp Villa Suka.laya Indah Blok G3. RT.

046. RW. 006. Kelurahan Sukabanglrn. Kecamatan Sukarami, Kota Palenrbarrg

085 3665 1 5 847/[email protected]

No. Telp/HP/Ernail

Dcngan ini lllenyatakan dcngan scsungguhnya bah、 va skripsi/Tcsis/dise■ ai saya yang

bCttLldul i PENGELASANム

4P30ヽ

r ss 304L MENGGUNAKAN TIG DAN SMAヽ /

BERARUS 90A DAN 120A

Bcbas dari plagiarisill dan bLlkan hasll karya orang lain.

Apabila dikernudian l-rari ditemukan seluruh atau sebagian dari skripsi/Tesis/Disertasi tersebut terdapat indikasi plagiarisme. saya bersedia menerima sanksi dengan peratlrran perundang-u ndan-qan yang berlaku.

Demikian surat pemyataan

ini

saya buat dengan sesungguhn),a tanpa ada paksaan dari siapapun iu-ea dan Lrntuk dipergunakan sebagaimana mestirrl,a.

Dibuat

di

: Palembang Pada tanggal : 13 -lanuari 2020 Yans ry.etnbuat pernyataan.

lAHF2139075

IⅥunall11■ad Fathi Ramadhan

(7)

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

Yang bertanda tangan dibarvah ini:

Nama

: Muhammad Fathi Ramadhan

NIM

: 03051381 520050

Jtrdul

: Pengelasan Lap Joint SS 304L menggunakan TIG dan SMAW

Berarus 90A dan 120A

Memberikan izin kepada Pembimbing dan Universitas Sriwijaya untuk mempubiikasikan hasil penelitian saya untuk kepentirrgan akademik, apabila dalam w.aktu I (satu) tahun tidak mempublikasikan karva penelitian saya. Dalam kasus

ini

saya setuju untuk menempatkan Pernbinibing sebagai penulis korespondensi (Corresponding author).

Demikian pern)'ataan dari saya. sava buat dalam keadaan sadar dan juga tanpa ada paksaan dari siapapun.

Palembang,J 0 Desember 201 9

Muhammad Fatti Ramadhan

NIⅣl.03051381520050

(8)

ALAⅣ

N PERNYATAAN INTEGRITAS

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Muhammad Fatlri Ramadhan

NIM

: 03051381520050

Jr-rdr-rl : Pengelasn Lup,Ioittt SS 304L rnenggunakan TIG dan SMAW Berarus

90A dan l20A

Menyatakan bahwa Skripsi sava merupakan i-rasil karya serrdiri didarnpingi tirn pembimbing dan bukan hasil penjiplakaniplagiat. Apabila diiemukan unsur penjiplakan/piagiat dalarn Skripsi ini, rnaka saya bersedia menerima sanksi akademik dari Liniversitas Sriwijal'a sesiiai aturan yang berlaku.

Dernikian. pemyataan ini saya buat dalanr keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari siapapun.

Palernbang, ] JDesember 20 1 9

Muharnmad Fatlri Ramadhan

NIN,I.03051i8r520050

(9)

xiii

RINGKASAN

PENGELASAN LAP JOINT SS 304L MENGGUNAKAN TIG DAN SMAW BERARUS 90A DAN 120A

Karya Tulis Ilmiah berupa Skripsi, 28 Desember 2019

Muhammad Fathi Ramadhan; Dibimbing oleh Dr.Ir. Diah Kusuma Pratiwi, M.T

LAP JOINT SS 304L WELDING USING TIGS AND SMAWS FLOW 90A AND 120A

xxix + 60 halaman, 9 tabel, 29 gambar, 10 lampiran

RINGKASAN

Stainless steel merupakan material yang sangat luas penggunaannya, baik dalam bidang industri, kontruksi, perkapalan dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan material ini mempunyai sifat ketahanan terhadap korosi yang tinggi. Sifat tahan korosinya diperoleh dari lapisan oksida (terutama chrom) yang sangat stabil yang melekat pada permukaan dan melindungi baja terhadap lingkungan yang korosif. seringkali memerlukan sambungan dengan pengelasan. Sebagai konsekuensinya teknologi pengerjaan bahan ini harus dikuasai yang salah satunya adalah pengelasan dengan busur listrik dan juga argon. Pengelasan yang melibatkan pemanasan dan pendinginan cepat penyebab terjadi perubahan struktur mikro yang menyebabkan perubahan sifat mekanik Stainless steel merupakan baja paduan dengan kandungan kromium minimal 10,5% dengan atau tanpa elemen lain untuk menghasilkan tipe austenitic, ferritic, duplex (ferritic-austenitic), martensitic.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku fisik dan mekanik yang meliputi uji komposisi kimia, uji dye penetrant, uji metalografi, uji bending, uji kekerasan, Stainless Steel 304L yang di las menggunakan TIG dan SMAW yang masing- masing di las berarus 90A dan 120A. dari hasil Analisa pengujian komposisi kimia Stainless Steel 304L yang menggunakan XRF menunjukkan bahwa nilai unsur Cr adalah 18,52% yang berarti Stainless Steel 304L ini termasuk kelompok Austenitic Stainless Steel. Dari hasil pengujian dye penetrant didapatkan bahwa pada lasan SMAW terdapat cacat las porositas pada permukaan las nya. Sedanglan pada lasan TIG terdapat cacat las spatter akibat dari bunga api lasan yang jatuh pada permukaan spesimen. Dari hasil pengujian

(10)

xiv

makro terlihat jelas pada kedua jenis pengelasan yang berupa daaerah lasan, daerah HAZ, dan logam induk. Sedangkan pada pengujian mikro terdapat butir halus pada lasan SMAW yang menandakan bahwa lasan tersebut keras dan sebaliknya pada lasan TIG terdapat butir yang kasar yang menandakan lasan tersebut lunak. dari hasil pengujian bending yang dilakukan masing-masing menggunakan 3 sampel menunjukkan bahwa nilai rata-rata tegangan lentur dari lasan SMAW adalah 377 GPa dan nilai rata-rata tegangan lentur dari lasan TIG adalah 333GPa. Begitu juga dengan hasil pengujian kekerasan dimana nilai rata-rata VHN tertinggi pada lasan SMAW yang berarus 120A dengan nilai 103.222 sedangkan nilai VHN terendah pada lasan TIG yang berarus 90A dengan nilai 96.420

Kata Kunci: Stainless Steel, Pengelasan SMAW, Pengelasan TIG, Uji komposisi kimia, Uji Dye Penetrant, Uji Metalografi, Uji Bending, Uji kekerasan.

(11)

xv

SUMMARY

LAP JOINT SS 304L WELDING USING TIGS AND SMAWS FLOW 90A AND 120A

Scientific Writing in the form of a Thesis, December 28th, 2019

Muhammad Fathi Ramadhan; Supervised by Dr.Ir. Diah Kusuma Pratiwi, M.T

PENGELASAN LAP JOINT SS 304L MENGGUNAKAN TIG DAN SMAW BERARUS 90A DAN 120A

xxix + 60 pages, 9 tables, 29 images, 10 attachments

SUMMARY

Stainless steel is a material that is very widely used, both in industry, construction, shipping and so forth. This is because this material has high corrosion resistance properties. Its corrosion resistance is obtained from a very stable oxide layer (especially chromium) that adheres to the surface and protects the steel against a corrosive environment. Often requires a connection with welding. As a consequence the technology of working on this material must be mastered, one of which is welding with electric arcs and argon. Welding involving rapid heating and cooling causes changes in microstructure that causes changes in mechanical properties. Stainless steel is an alloy steel with a minimum chromium content of 10.5% with or without other elements to produce austenitic, ferritic, duplex (ferritic-austenitic), martensitic types. This research aims to analyze the physical and mechanical behavior which includes chemical composition tests, dye penetrant tests, metallographic tests, bending tests, hardness tests, 304L Stainless Steel welded using TIG and SMAW, each of which has 90A and 120A welding. From the results of the chemical composition testing Stainless Steel 304L analysis using XRF shows that the value of Cr is 18.52% which means that Stainless Steel 304L belongs to the Austenitic Stainless Steel group. From the dye penetrant test results it was found that in the SMAW weld there was a porosity welding defect on the surface of the weld. While in the TIG weld there is a welding spatter defect caused by sparks of welds that fall on the surface of the specimen. From the results of macro testing, it can be seen clearly in the two types of welding in the form of weld area, HAZ area, and parent metal. Whereas in micro testing there are fine grains on the SMAW weld that indicate that the weld is hard and

(12)

xvi

vice versa on the TIG weld there are rough grains which indicate the weld is soft. From the results of bending tests conducted each using 3 samples showed that the average value of the flexural stress of the SMAW weld was 377 GPa and the average value of the flexural stress of the TIG weld was 333GPa. Likewise with the results of the hardness test where the highest average VHN value on the SMAW weld which has a current 120A with a value of 103,222 while the lowest VHN value on the TIG weld that has a 90A current value of 96,420.

Keywords: Stainless Steel, SMAW Welding, TIG Welding, Chemical Composition Test, Dye Penetrant Test, Metallographic Test, Bending Test, Hardness Test.

(13)

KATA

PENGANTAR

Puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan

karunia-N,va, skripsi

ini

dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi

ini

berjudul

..PENGELASAN LAP JOINT SS 3O4L MENGGI.INKAN TIG DAN SMAW

BER{RUS 9OA DAN I2OA'"

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada .lurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik [Jniversitas Sriwijaya. Dalam penyusunan skipsi

ini

tentunya penuiis tidak berkerja sendirian, akan tetapi mendapat bantuan serta dukungan dari orang-orang secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu. dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak terkait, antara lain:

1. Allah SWT, karena kasih-Nyayang begitu besar. anugerah ilmu. kesempatan

dan kesehatan dari-Nya. penulis mampu melaksanakan penelitian dan menyelesaikan laporan tugas akhir yang saya buat.

2.

Kedua Orang J'ua Penulis Toyyib dan Yuli yang selah.r memberikan cinta

kasih sayang, dukungan moral, doa yang tulus, dan materi serta telah mendidik, mengarahkan.dan memotivasi dari arnal hingga selesainya skripsi ini.

3.

Irsyadi Yani. S.T. M.Eng. Ph.D selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Srirviiaya.

4.

Amir Arifin. S.T. N4.Eng. Ph.D selaku Sekretaris Jurusan di Jurusan Teknik Mesin Universitas Srir,vijaya.

5"

Dr.

Ir.

Diah Kusuma Pratirvi, N'I"T selaku Dosen Pernbinibing Skripsi Sekaligus Pembimbing Akademik di Jurusan Teknik Mesin Universitas Sriwijal'a.

6.

Seluruh Dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Sriwijaya yang telah membekali sa1'a dengan ilmu yang bermanfaat sebelum menyusun skrispi ini.

(14)

7.

Staf Administrasi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya yang telah bany'ak membantu dalam proses administrasi.

8.

Ketiga Saudara saya yaitu Nita Afriani,

M

tlkri Adriansyah dan Faisal Alharits -vang telah memberikan motivasi dan semangat dalam pen,vusunan

skripsi ini

9.

Teman-teman seperjuangan angkatan 20i5.

10. Teman, Sahabat dan Keluarga yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu.

Penulis berharap skripsi ini dapat rnemberikan manfaat dan berkontribusi

dalam dunia pendidikan dan industri manufaktlrr agar pengukuran kekasaran pennukaan lebih efisiensi dan murah dengan rnenggunakan sensor getaran dalam proses produksi.

PalembangJ )Desember 20 I 9

Muhammad Fathi Ramadhan

(15)

xix

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul ... i

Halaman Pengesahan ... iii

Halaman Pengesahan Agenda ... v

Halaman Persetujuan ... vii

Halaman Persetujuan Publikasi ... ix

Halaman Pernyataan Integritas ... xi

Ringkasan ... xiii

Summary ... xv

Kata Pengantar ... xvii

Daftar Isi... xix

Daftar Gambar ... xxiii

Daftar Tabel ... xxv

Daftar Lampiran ... xxvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Rumusan Masalah ... 1 1.3. Batasan Masalah ... 2 1.4. Tujuan Penelitian ... 2 1.5. Manfaat Penelitian ... 2

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Umum Pengelasan ... 3

2.2. Desain Sambungan Las ... 4

2.2.1. Las Fillet ... 4

2.2.2. Las Butt ... 7

2.3. Jenis – Jenis Pengelasan ... 7

(16)

xx

2.3.2. Sambungan Las Tekan ... 8

2.3.3. Sambungan Las Patri ... 8

2.4. Cacat yang Terjadi pada Proses Pengelasan ... 9

2.4.1. Porositas ... 10

2.4.2. Slag Inclusion ... 10

2.4.3. Inclompete Fusion ... 10

2.4.4. Pengerukan (Undercut) ... 11

2.4.5. Overlap ... 11

2.5 Las Busur Listrik (Shield Metal Arc Welding) ... 12

2.5.1. Bahan Fluks ... 12

2.5.2. Keuntungan Las SMAW... 12

2.5.3. Prosedur dan Teknik Pengelasan SMAW... 13

2.6. Las Tungsten Inert Gas (TIG) ... 14

2.7. Metalurgi Las ... 15

2.8. Elektroda ... 16

2.9. Stainless Steel ... 17

2.9.1. Austenitic Stainless Steel ... 17

2.9.2. Ferritic Stainless Stell ... 18

2.9.3. Martensitic Stainless Steel ... 19

2.9.4. Precipitation Hardened Stainless Steel ... 19

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian ... 21

3.2. Studi Literatur ... 22

3.3. Tempat dan Waktu ... 22

3.4. Persiapan Alat ... 22

3.5. Bahan Penelitian ... 23

3.6. Pengujian Spesimen ... 23

3.6.1. Pengujian Dye Penetrant ... 23

3.6.2. Pengujian Metalografi ... 24

(17)

xxi

3.6.4 Pengujian Bending ... 26

3.6.5 Pengujian Komposisi Kimia ... 27

3.7. Analisa Dan Pengolahan Data ... 27

3.8. Hasil Yang Diharapkan ... 27

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Proses Pengelasan ... 29

4.2. Uji Komposisi Material ... 29

4.3. Uji Penetrant ... 29

4.4. Uji Lengkung (Bending Test) ... 30

4.5 Pengujian Metalografi ... 32

4.6 Uji Kekerasan ... 39

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 47

5.2 Saran ... 47

DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN

(18)

xxiii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Desain sambungan las ... 4

Gambar 2.2. Cara mengukur las fillet ... 5

Gambar 2.3. Sketsa las fillet ... 5

Gambar 2.4 Amper Menentukan Kedalaman Penetrasi Sekaligus Menentukan Kekuatan Fillet ... 7

Gambar 2.5 Las tekan resistansi ( Titik atau Garis ) ... 8

Gambar 2.6 Perbandingan antara pengelasan dan pematrian ... 9

Gambar 2.7 Cacat Porositas ... 10

Gambar 2.8 Cacat Slag Inclusion ... 10

Gambar 2.9 Cacat Inclompete Fusion ... 10

Gambar 2.10 Cacat Undercut ... 11

Gambar 2.11 Cacat Overlap ... 11

Gambar 2.12. Skematis SMAW ... 14

Gambar 2.13 Desain Mesin Las TIG ... 15

Gambar 2.14 Daerah Lasan ... 16

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian ... 21

Gambar 3.2 Alat Uji Dye Penetrant ... 24

Gambar 3.3 Mikroskop Mikrologi ... 24

Gambar 3.4. Vickers Hardness Tester ... 25

Gambar 4.1. Spesimen Uji Dye Penetrant. ... 30

Gambar 4.2 Diagram Tegangan Lentur SMAW Vs TIG ... 32

Gambar 4.3 Hasil Makro ... 33

Gambar 4.4 Hasil Uji Mikro 120 SMAW ... 35

Gambar 4.5 Gambar Uji Mikro 90 TIG ... 36

Gambar 4.6 Gambar Uji Mikro 90 SMAW ... 37

Gambar 4.7 Gambar Uji Mikro 120 TIG ... 38

Gambar 4.8 Grafik Uji Kekerasan SMAW 90A ... 40

(19)

xxiv

Gambar 4.10 Grafik Uji Kekerasan TIG 90A ... 42 Gambar 4.11 Grafik Uji Kekerasan TIG 120A ... 44

(20)

xxv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Desain Kekuatan Las ... 6

Tabel 2.2. Daftar elektroda Tungsten dan tutup gas ... 16

Tabel 4.1 Pengujian Komposisi Material ... 29

Tabel 4.2 Hasil uji Bending SMAW 90A dan 120A ... 31

Tabel 4.3 Hasil uji Bending TIG 90A dan 120A ... 31

Tabel 4.4 Data Hasil Uji Kekerasan SS 304L Di Las SMAW Dengan Arus 90A ... 39

Tabel 4.5 Data Hasil Uji Kekerasan SS 304L Di Las SMAW Dengan Arus 120A ... 40

Tabel 4.6 Data Hasil Uji Kekerasan SS 304L Di Las TIG Dengan Arus 90A ... 41

Tabel 4.7 Data Hasil Uji Kekerasan SS 304L Di Las TIG Dengan Arus 120A ... 43

(21)

xxvii DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Gambar ... 51 Lampiran 2 Rumus ... 53 Lampiran 3 Tabel ... 59

(22)

PENGELASAN L,4P

IOINT

SS 3O4L

MENGGUNAKAN

TIG

DAN SMAW BERARUS 9OA DAN 12OA

Diah Kusuma Pratiwir, Muhammad Fathi Ramadhanl rJurusan Teknik Mesin

Fakultas Teknik. Universitas Srirvijaya Jalan Srija.va Negara Bukit Besar Palembang

Fath [email protected]

Stainless steel merupakan material yang sangat luas penggunaannya, baik dalam bidang industri. kontruksi, perkapalan dan lain sebagainl'a. Hal ini disebabkan material ini mempunl'ai sifat ketahanan terhadap korosi yang tinggi. Sitbt lahan korosinya diperoleh dari lapisan oksida (terutama chrom) yang sahgat stabil y"ang "delekat pada pennukadn dail rnelindungi 6aja terhadap lingkungan yanf

korosif. sEringkali memerlukan sambungan dengan pengelasan. Sebagai konsekuensinl'a teknologi nenscriaan tra"han ini harus dikuarai van! salah fatunia"adalah pengei-asan dengan busur listrik din

iugu- u'rgon. Pengelasan -rang meli6atk?n pernanasln dan pendiiginan cep-at pen.rebab terjadi

|e7ubah"an struktu"r m ikro .1ang"rnen1 ebabkan'perubahan silat mekanik-Stain lesi steel rni'rupakan 6a.ia

baduan dengan kandungan -kromium minimal 10.-i% dengan atau tanpa elernen lain untirk inenehasilka"n tipe austenitic. ferritic. duplex llerritic-austenitic-), manensitic.Penelitian ini bertu.iuan

untu[, mens.analisa oerilaku fisik dan mdkanik yans meliputi uii komposisi kimia. uiidle penetiant.

uii metalog"rafi. uii bcndine. uii kekerasan. Stainlefs Steel :O+L iang di las mcngg"unakari TIC dan

S'waW yairg mading- masTng di las berarus 90A dan I20A. darihasil Analisa pe"n"gujian komposisi

kinria Stain[ess Ste6l 304L Ians menssunakan XRF rnenuniukkan bahwa nilai-uritur Cr ddalah 18,52o yang berarti Stainless Ste"el 304t-ini termasuk kelompok Austenitic Stainless Steel. Dari hasil pencuiian d-ie penetrant didapatkan bahrva pada lasan SI\{AW terdapat cacat las porositas pada

berfitikaan ias nla. Sedanglan pada Iasan TIC terdapat cacat las spattei akibat dari bunga api Iasan

iang iatuh pada'pcrmukain sp'esimen. Dari hasil pbngujian makio terlihat jelas padaLedua jenis pengelasan -rang berupa daaerah lasan. daerah HA1.. dan losam induk. Sedangkan pada pengu.iian

initdo terdaiat trutir lialus pada lasan SMAW yang menandakan bahwa lasai ters'ebut kera-s "dan

sebaliknya pada lasan TIG tdrdapat butir yang kasar yang menandakan lasan tersebut lunak. dari hasil penguiia:n b'endine vang dilakukhn masing-m"asing mengigunakan 3 sampel menunjukkan bahwa nilai

i'atalrdta tegangafr lent[r dari lasan SMAV adalih 377"GPa dan nilai iata-rata tdgangan lentur dari lasan TIC iaatitr 333GPa. Begitu jugadenean hasil penguiian kekerasan dimana nilai-rata-rata VHN terlinggi pada lasan SMA W l Ing belanrs I)On dengan "n ilai t 03.222 sedangkan n ilai V H N terendah pada lasan TIC yang berarus 90A dengan nilai 96.420

Kata kunci: Stainless Steel,Pengelasan SfuI-A\T. Pengela.san TIG, Uji Komposisi Kimia, Liji Dye Penetrant,U.ii MetalograJi, Lji Bencling, rLii kekerason,

Mengetahui

Irs!'adi Yah./, S.T., M.Eng., Ph.D

NEIP.197112251997021001

Dr.Ir-Dfah Kusuma Pratiwi, M.T NIP。 196307191990032001

Palembang.]oDesember 20 1 9 Dosen

Pembimbing

/

(23)

49

DAFTAR RUJUKAN

ASM. (1998). ASM Handbook, Metallography. Vol 09. United States: ASM International

ASM. (1998). ASM Handbook, Fractography. Vol 12. United States: ASM International

Bakhori, A., 2017. Perbaikan Metode Pengelasan Smaw (shield metal arc

welding) pada industri kecil di kota medan 13, 14–21.

Bowo, Y.A., Pengajar, S., Teknik, J., Fakultas, M., Universitas, T., Yogyakarta, J., Jurusan, A., Mesin, T., Teknik, F., and Janabadra, U., 2012. Kajian pengaruh tempering terhadap sifat fisis dan mekanis las dan juga memperlebar HAZ , demilian sebaliknya . Pemakaian arus las makin tinggi juga dapat memperlebar manik las . Arus las mempengaruhi dilusi atau pencampuran . Semakin besar arus las maka. Jurnal Teknik 2, 47–53.

Pramono, C., 2017. Penyuluhan kampuh dan kekuatan las untuk pemuda desa gulon. pengabdian masyarakat 1, 21–28.

Sahlan, 2015. Analisis Cacat Las Incomplete Fusion Dan Retak Memanjang Pada Waterwall Tube Boiler PLTU Paiton Unit 1 18, 10–20.

Setyowati, V.A., and Suheni, 2016. Variasi Arus Dan Sudut Pengelasan Pada Material Austenitic Stainless Steel 304 Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro. Iptek 20, 29–36.

widharto, sri, 2013. welding inspection. mitra wacana media, jakarta.

Wiryosumarto,H,Okumura, T., 2000. Teknologi Pengelasan Logam, 8th ed, teknologi pengelasan logam. PT Pradya Paramitha, jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Penetrasi pengelasan pada material stainless steel SS304 dengan menggunakan pengaruh medan elektro- magnetik untuk arus I = 85 A dan delay 150 ms memiliki

Skripsi yang berjudul “Pengaruh Pre-heat Pada Pengelasan Dissimilar Antara Baja Karbon Rendah dan Tinggi Menggunakan Las SMAW”, disusun untuk menlengkapi salah satu

"Analisis Pengaruh Arus Pengelasan pada Sudut Elektroda 70 Terhadap Sifat Kekerasan dan Struktur Mikro Baja Karbon Rendah Menggunakan Jig Welding." Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Mesin Es Balok: Solusi Ideal untuk Kebutuhan Pendinginan Industri Dalam dunia industri, kebutuhan akan es sebagai media pendingin sangat penting, terutama di sektor perikanan, pengolahan makanan, dan logistik. Salah satu solusi paling efektif untuk memenuhi kebutuhan ini adalah mesin es balok. Mesin ini dirancang khusus untuk memproduksi es dalam bentuk balok yang padat, kokoh, dan tahan lama. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang mesin es balok, mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara memilih mesin yang tepat. Apa Itu Mesin Es Balok? Mesin es balok adalah perangkat industri yang berfungsi untuk memproduksi es berbentuk balok dengan ukuran besar. Proses pembuatannya melibatkan pembekuan air di dalam cetakan khusus yang ditempatkan dalam tangki berisi cairan garam atau brine solution. Mesin ini biasanya dilengkapi dengan sistem pendingin modern yang memungkinkan pembekuan cepat dan efisien. Es balok yang dihasilkan oleh mesin ini memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari 5 kg hingga 50 kg per balok, tergantung pada desain dan kapasitas mesin. Karena sifatnya yang padat, es balok mencair lebih lambat dibandingkan es berbentuk serpihan atau kubus, menjadikannya pilihan yang ideal untuk pendinginan skala besar. Keunggulan dan Manfaat Mesin Es Balok Daya Tahan Leleh yang Lama Es balok memiliki kepadatan tinggi, sehingga mencair lebih lambat dibandingkan jenis es lainnya. Hal ini membuatnya sangat efektif untuk menjaga suhu rendah selama transportasi atau penyimpanan bahan yang memerlukan pendinginan. Produksi Skala Besar Mesin es balok tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari 1 ton hingga lebih dari 100 ton es per hari, sehingga cocok untuk kebutuhan kecil hingga besar. Efisiensi Operasional Mesin ini dirancang untuk bekerja otomatis, mulai dari pengisian air hingga pelepasan es. Proses otomatisasi ini mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual, sehingga lebih hemat biaya. Kualitas Material yang Higienis Sebagian besar mesin es balok menggunakan bahan stainless steel atau material tahan karat lainnya untuk memastikan es yang dihasilkan bersih dan bebas kontaminasi. Hemat Energi Teknologi pendingin modern yang digunakan pada mesin ini memastikan efisiensi energi, mengurangi biaya listrik tanpa mengorbankan performa produksi. Ramah Lingkungan Mesin es balok modern menggunakan refrigeran ramah lingkungan yang meminimalkan dampak terhadap lapisan ozon dan perubahan