• Tidak ada hasil yang ditemukan

Leadership. Compiled by : Ida Yustina, Prof. Dr.Msi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Leadership. Compiled by : Ida Yustina, Prof. Dr.Msi"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

Leadership

Compiled by :

Ida Yustina, Prof. Dr.Msi

(2)

Future leadership is not

by

(3)

Leadership

L = listening (mendengarkan)

E = empowering viewpoint

(memberdayakan)

A = ambition (ambisi)

D = desire (hasrat)

E = example (menjadi contoh)

R = respect (menghormati)

S = self-esteem (percaya diri)

H = heart (hati)

I = initiative (inisiatif)

P = patience (kesabaran)

(4)

Elements of Influential Leadership

1. Vision

2. Competency

(5)
(6)

Qualities of an Influential Leader

2. Competency

a. Technical competency

b. Conceptual knowledge

(7)

Qualities of an Influential Leader

3. Emotional Intellegence

• Self awareness

• Self regulation

• Motivation

• Empathy

• Social skills

(8)

3. Emotional Intelligence

Self awareness

• Ability to recognize own moods and

emotion and their effects on other people

• Self confidence

• Realistic self-assessment

• Self-depreciating

(9)

3. Emotional Intelligence

Self-regulation

• Ability to control disruptive impulses and

moods

• To suspend judgement

• Trustworthiness

• Open to change

(10)

3. Emotional Intelligence

Motivation

• Passion to work for reasons goes beyond

money or interest with persistent

• Strong drive to achieve

• Trustworthiness

• Optimism (even in time of failure)

• Commitment to organization

(11)

3. Emotional Intelligence

Empathy

• Able to understand ones emotional state

• Skills in treating people according to their

emotional reaction

• Ability in building and retaining talents

• Cross-cultural sensitivity

(12)

3. Emotional Intelligence

Social skills

• Capacity in building relations (networking)

• Ability to find common ground and build

rapport

• Expertise in building and leading team

• Effectiveness in leading changes

(13)

Foundation of

Influential Leader

Changing the “mind set” and “attitude” to:

• Build own identity

(14)

Influence Strategies

Strategy Ways

Reason Using facts and data to support and develop logical arguments

Friendliness Using impression management, flattery and the creation of good will

Coalition Mobilize other people to join force

Bargaining Using negotiation through the exchange of benefits Assertiveness Using direct force

Higher authority Gaining the support of higher levels in the organization Sanctions Using rewards and punishments

(15)

How to Build Identity

• Self Empowerment (personal leadership)

• Staff/Colleagues empowerment (formal

leadership)

(16)

Kepemimpinan ?

Kemampuan seseorang (pemimpin atau leader) untuk

memengaruhi perilaku orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya), sehingga orang lain

tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut (Soekanto, 1982)

Suatu bentuk dominasi yang didasari oleh kapabilitas/

kemampuan pribadi yaitu mampu mendorong dan mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan bersama (Kartono, 1991)

(17)

 Esensi dari kepemimpinan adalah seni untuk meyakinkan orang lain agar mau atau ingin melakukan sesuatu (Kouzes dan Posner, 1987)  Seni untuk mengoordinasi dan memberikan

dorongan terhadap individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan (John Pfiffner dalam Soewarno Handayaningrat, 1985)

(18)

 Blanchard dan Hersey (1992) mengatakan, kata “memengaruhi perilaku” dalam konteks kepemimpinan, tidak hanya diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi. Setiap saat seseorang berupaya memengaruhi perilaku orang lain, hal itu mengandung arti bahwa orang tersebut sedang melakukan proses kepemimpinan.

(19)

Keywords of Leadership

• Kompetensi (competence)/ Power • Memengaruhi (influence)

(20)

Upaya Kepemimpinan

Influence behavior

Should have competency

(21)

Power

• Power (kekuasaan) merupakan salah satu karakteristik kepemimpinan.

• Amitai Etzioni membedakannya atas : kekuasaan posisi

(position power) dan kekuasaan pribadi (personal power).  Menurut Etzioni :kekuasaan itu dapat berasal dari

struktur organisasi, pengaruh pribadi, atau

kedua-duanya. Seorang yang dapat memengaruhi orang lain untuk melakukan tindakan tertentu karena posisinya dalam organisasi dipandang memiliki kekuasaan posisi, sedangkan orang yang mendapat kuasa dari

(22)

• Kekuasaan posisi cenderung mengalir dari atas ke bawah, sedangkan kekuasaan pribadi berasal dari bawah atau pengikutnya.

• Kekuasaan pribadi menyangkut sejauh mana pengikut menghormati, merasa senang dan terikat dengan

pemimpin mereka, sekaligus merasa tujuan mereka terpenuhi oleh tujuan pemimpin.

• Etzioni beranggapan, seorang pemimpin sebaiknya memiliki kedua jenis kekuasaan tersebut.

(23)

 French dan Raven membagi kekuasaan atas 5 :  Kekuasaan paksaan (coercive power)

Kekuasaan keahlian (expert power)

Kekuasaan legitimasi (legitimate power) Kekuasaan referensi (referent power)

Kekuasaan penghargaan (reward power)

 Raven dan Kruglanski menambahkan : kekuasaan informasi (information power)

(24)

• Kekuasaan paksaan (coercive power) o Berdasarkan rasa takut

o Kepemimpinan ini suka menggunakan hukuman o Selalu menggunakan kekerasan fisik

• Kekuasaan keahlian (expert power)

o Bersumber dari keahlian, kecakapan, pengetahuan

• Kekuasaan legitimasi (legitimate power) o Bersumber pada jabatan

o Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar kekuatan legitimasinya

(25)

• Kekuasaan referensi (referent power)

o Bersumber pada sifat-sifat pribadi seseorang, seperti : jujur, konsisten, sederhana, rendah hati, disiplin, sabar, ramah, tegas, percaya diri,

tanggung jawab, kreatif, sopan, pintar, kekayaan, bijaksana.

• Kekuasaan penghargaan (reward power)

o Bersumber atas kemampuan untuk menyediakan penghargaan atau hadiah bagi orang lain,

seperti : gaji, promosi, penghargaan jasa. • Kekuasaan Informasi (information power)

o Bersumber karena adanya ekses informasi yang dimiliki pemimpin, yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya

o Pemimpin memiliki semua informasi mengenai organisasi, termasuk dari luar organisasi.

(26)

Teori Kepemimpinan

• Keturunan (

heredity theory

)

• Kejiwaan (

psychological theory

)

• Lingkungan (

situasional theory

)

(27)

Keturunan

o

Asumsi : bakat kepemimpinan telah ada sejak

manusia itu dilahirkan

o

Leaders are born and not made

o

Manusia ditakdirkan menjadi pemimpin dan

kelak keturunannya juga akan menjadi

(28)

Kejiwaan

o

Asumsinya bakat kepemimpinan seseorang

dapat dibentuk sesuai dengan jiwanya.

o

Leaders are made and not born

o

Seseorang dapat menjadi pemimpin jika

diberi pendidikan dan pengalaman

(29)

Lingkungan

o

Asumsinya pemimpin adalah hasil dari

lingkungannya

o

Sintesa dari teori keturunan dan kejiwaan

o

Timbulnya kepemimpinan karena pada diri

seseorang terdapat bakat-bakat

kepemimpinan, yang kemudian diteguhkan

melalui pendidikan dan pengalaman.

(30)

Kepemimpinan Berhasil

• Kepemimpinan boleh jadi

berhasil

tetapi

tidak

efektif

.

• Ciri-ciri kepemimpinan yang berhasil :

o

Pengaruhnya singkat atas perilaku orang

lain

o

Cenderung mengutamakan kekuasaan

posisi (

position power

)

o

Supervisi terhadap bawahan ketat

o

Dalam mencapai tujuan organisasi, lebih

berorientasi pada tujuan-tujuan jangka

pendek.

(31)

Kepemimpinan Efektif

• Kepemimpinan yang efektif, otomatis sudah

berhasil.

• Membawa pengaruh yang cenderung

menghasilkan produktivitas jangka panjang.

• Mengutamakan kekuasaan pribadi (

personal

power

)

(32)

Kepemimpinan Berhasil

Berhasil

Upaya kepemimpinan

A B Perilaku Resultan

Tidak berhasil

(33)

Kepemimpinan efektif

Efektif

Berhasil

Tidak efektif

Upaya kepemimpinan

A B Perilaku Resultan

Tidak berhasil

(34)

Gaya Kepemimpinan

Otokrat

Demokrat

Laissez-faire

Paternalis

Task oriented

Relation oriented

(35)

Leadership:

The Behavioural Model

Otokrat : Keputusan ada di tangan seseorang, sekaligus tanggung jawab

“Kau lakukan yang saya minta, saya tahu apa yang terbaik untukmu” Paternalis :

Demokrat: Merupakan katalisator dalam

pengambilan keputusan kelompok, dan membagi tanggung jawab

The Laissez-faire Menyerahkan semua keputusan dan tanggung jawab kepada kelompok

(36)

Leadership:

Situational Leadership

Leadership styles are not static but adapt to the

situation and the resources available to solve a given task.

(37)

Situational Leadership

Style Model

(38)

Model Kepemimpinan Situasional

(Contingency Model by Fiedler)

 Fiedler :

 Tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam mempelajari suatu situasi organisasi:

(1) Kekuatan-kedudukan pemimpin (2) Struktur tugas

(3) Hubungan anggota – pemimpin.

Kombinasi dari ketiga faktor tersebut menghasilkan 9

kemungkinan yang dikenal dengan Model Kepemimpinan Situasional (Contingency Model by Fiedler).

(39)

Oktan Kekuatan/ Kedudukan Struktur Tugas Hubungan Pemimpin-Anggota Gaya Kepemimpinan

I Kuat Jelas Baik TO

II Kuat Jelas Jelek TO

III Kuat Tidak jelas Baik RO

IV Kuat Tidak jelas Jelek TO/RO

V Lemah Jelas Baik RO

VI Lemah Jelas Jelek TO

VII Lemah Tidak jelas Baik RO

VIII Lemah Tidak jelas Jelek TO

(40)

Sifat Pemimpin (Astha Bratha)

• Delapan (astha) ajaran kepemimpinan yang

diwejangkan oleh Sri Rama kepada adiknya Raden Brata saat akan diserahi tampuk pimpinan Kerajaan Ayodya Phala :

• Watak Bumi (Laku Bumi)

o Bumi mempunyai sifat murah hati, memberi hasil kepada siapa pun yang mengolah dan

memeliharanya dengan jujur, tekun dan tulus. o Seorang pemimpin hendaknya berwatak murah

hati, suka beramal dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya.

(41)

• Watak Maruta (Laku Angin)

o Angin selalu berada di segala tempat tanpa

membedakan dataran tinggi atau rendah, kota atau desa, kebun atau hutan.

o Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyat tanpa membedakan derajat dan martabat, pangkat dan jabatan, suku dan agama sehingga

langsung dapat mengetahui keadaan dan keinginan rakyat.

(42)

• Watak Samudera (Laku Samudra/ Air)

o Laut/ air betapapun luas dan dalamnya mempunyai permukaan yang rata dan bersifat sejuk menyegarkan o Seorang pemimpin hendaknya menempatkan semua

rakyatnya pada derajat dan martabat yang sama di hatinya, dengan demikian ia dapat berlaku adil,

bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya. • Watak Chandra (Laku Bulan)

o Keberadaan bulan senantiasa menerangi kegelapan malam dan menumbuhkan harapan-harapan yang indah.

o Seorang pemimpin hendaknya sanggup memberikan dorongan, penerangan dan mampu membangkitkan semangat rakyatnya ketika mereka dalam kesulitan dan kegelapan.

(43)

• Watak Surya (Laku Matahari)

o Matahari adalah sumber energi dari segala

kehidupan yang menjadikan makhluk tumbuh dan berkembang. Tanpa membedakan satu sama

lainnya.

o Seorang pemimpin hendaknya mampu mendorong, menumbuhkan daya hdup rakyatnya untuk

membangun negara, dengan memberikan bekal lahir dan bathin untuk berkarya tanpa membedakan satu sama lainnya.

(44)

 Watak Akasa (Laku Langit)

 Langit mempunyai keluasan yang tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya.  Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan

bathin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, hingga dengan sabar mampu menampung

permasalahan dan pendapat rakyatnya yang beraneka ragam.

 Watak Dahana (Laku Api)

 Api mampu membakar habis dan menghancurleburkan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya

 Seorang pemimpin hendaknya membawa diri berwibawa dan berani menegakkan hukum dan kebenaran secara tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.

(45)

• Watak Kartika (Laku Bintang)

o Bintang senantiasa mempunyai tempat yang tetap di langit sehingga dapat menjadi

pedoman arah (kompas).

o Seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan rakyat kebanyakan, tidak ragu menjalankan

keputusan yang disepakati, serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang bertujuan

(46)

Astha Brata

Angin

Bulan

Langit

Bintang

Bumi

Sifat

Pemimpin

Air

Api

Matahari

(47)

Pertanyaan untuk Seorang Pemimpin

• Siapa saya ?

o Kenali kepribadian,kekuatan dan kelemahan.

• Siapa Anda ?

o Kenali rekanmu, kekuatan dan kelemahannya.

• Siapa kita ?

Referensi

Dokumen terkait

Maka perlu dilakukan penelitian mengenai penggunaan bioherbisida yang berasal dari ekstrak kirinyuh pada stadia pertumbuhan yang berbeda dengan beberapa konsentrasi,

Dari gambar di atas dapat dilihat pola dari kawasan industri masyarakat perkebunan di Kabupaten Banjarnegara yang terbentuk dari hubungan antara lokasi pusat produksi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengolahan sampah di tempat pengelolaan sampah

Saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Penerapan Model Reciprocal Teaching Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Terhadap Isu-Isu Lingkungan Hidup

 Sel mikroba secara kontinyu berpropagasi menggunakan media segar yang masuk, dan pada saat yang bersamaan produk, produk samping metabolisme dan sel dikeluarkan dari

Oleh karena itu, para guru yang bertugas mengelola pembelajaran biologi di sdc:olah di sam ping perlu memahami tentang pengembangan Silabus, guru juga perlu memahami

melaksanakan dengan bimbingan kegiatan membimbing guru dalam kegiatan proses belajar mengajar atau praktek atau bimbingan dan

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul