• Tidak ada hasil yang ditemukan

BULETIN PRAKIRAAN HUJAN BULAN FEBRUARI 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BULETIN PRAKIRAAN HUJAN BULAN FEBRUARI 2017"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

2

KATA PENGANTAR

Stasiun Klimatologi Semarang secara berkala menerbitkan buletin Prakiraan Hujan bulanan dan Prakiraan Musim Jawa Tengah. Prakiraan Hujan Bulan Februari, Maret dan April 2017 ini disusun berdasarkan hasil Analisa data curah hujan di Jawa Tengah dengan mempertimbangkan kondisi fisis dan dinamika atmosfer regional maupun global yang sedang berlangsung serta kecenderungannya yang dapat mempengaruhi kondisi iklim di Jawa Tengah.

Prakiraan Curah Hujan Jawa Tengah bulan Februari 2017 umumnya berkisar antara 201 – 400 mm kecuali Kab. Jepara, Wonosobo dan Pekalongan; sebagian besar wilayah Kab. Batang, Kudus, Banjarnegara dan Purbalingga; Kab. Tegal dan Pemalang bagian selatan; Kab. Demak bagian utara; sebagian wilayah utara Kab. Pati, Purworejo dan Banyumas ; wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagian wilayah barat Kab. Magelang dan Temanggung; sebagian kecil wilayah Kab. Brebes dan Sragen curah hujannya > 400 mm

Untuk sifat hujan pada bulan Februari 2017 wilayah Jawa Tengah umumnya diprakirakan memiliki sifat hujan Normal (N).

Dalam buletin ini disampaikan pula hasil Analisa Hujan dan informasi banyaknya hari hujan, intensitas hujan, iklim mikro, informasi cuaca ekstrim yang terjadi di Jawa Tengah selama bulan Desember 2016 serta Analisa Indeks Kekeringan dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) bulan Oktober – Desember 2016.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Instansi terkait yang telah membantu kegiatan pengumpulan data. Harapan kami semoga buletin Prakiraan Hujan ini bermanfaat sebagai bahan acuan dalam pengambilan kebijakan bagi semua pihak yang berkepentingan. Kritik dan saran sangat kami harapkan guna peningkatan kualitas publikasi ini.

Semarang, 17 Januari 2016

KEPALA STASIUN

Ir. TUBAN WIYOSO, MSi NIP. 196306281989031001

(3)

3

I. Kondisi Dinamika Atmosfer

Pada bulan Februari Fenomena ENSO (El Nino dan perbedaan tekanan udara) diprediksi berada pada kondisi Normal. Suhu muka laut di perairan Indonesia umumnya masih hangat dan bulan Februari 2017 diprediksi Normal yang berdampak masih banyaknya potensi hujan di wilayah Jawa Tengah meskipun Curah Hujan diprediski lebih kecil di banding bulan Januari 2017.

II. Kejadian Cuaca Ekstrim Bulan Desember 2016

Informasi Cuaca Ekstrim Wilayah Jawa Tengah Bulan Desember 2016

1. Curah Hujan Maximum ≥ 50 mm: Kab. Banjarnegara (Penusupan 115 mm tgl 30, Limbangan 189 mm tgl 30); Kab. Banyumas (Banyumas 74 mm tgl 7, Klopo Gading 90 mm tgl 30);Kab. Boyolali (Simo, 74 mm tgl 30), Kab. Brebes (Nambo 105 mm tgl 5, Larangan 99 mm & Bantarkawung 179 mm tgl 17); Kab. Cilacap (Stamet Cilacap 159 & Nusawungu 107 mm tgl 7); Kab. Demak (Banyumeneng 104 mm tgl 15), Kab. Grobogan (Brati 113 mm tgl 14,& Butak 172 tgl 6, Ngaringan 68 tgl 2);Kab. Karanganyar (Jumantono 69 mm tgl 30);Kab. Kebumen (Kd. Wringin 78 mm tgl 7, Gombong 114 mm tgl 6, Kd.Samak 105 mm tgl 16); Kab. Kendal (Merbuh 61 mm tgl 29); Kab. Klaten (Cokrotulung 68 mm tgl 27); Kab. Kudus (Kudus 81 mm tgl 30); Kab. Magelang (Kajoran 106 mm tgl 30, Magelang 98 & Plered 94 mm tgl 27); Kab. Pati (Jollong 89 mm tgl 21 ); Kab. Pekalongan (Kandangserang 75 mm tgl 18, Lebakbarang 86 mm tgl 14); Kab. Pemalang (Kajene 92 mm tgl 18); Kab. Purworejo (Bruno 150 mm & Sawangan 97 mm tgl 30, Kd. Gupit 116 mm tgl 27, Trirejo 114 mm tgl 1); Kab. Rembang (Kragan 101 mm tgl 2); Kab. Semarang (Ungaran 85 mm tgl 24); Kab. Sragen ( Ketro 63 tgl 30); Kab. Tegal (Batuagung 129 mm tgl 15, Jejeg 87 mm tgl 7, Warureja 70 mm tgl 2, Pesayangan 75 mm tgl 5); Kota Tegal (Stamet Tegal 114 mm tgl 5); Kab. Temanggung (Kledung 56 mm tgl 2, Pakisdadu 58 mm tgl 18); Kab. Wonogiri (Pracimantoro 139 mm & Batuwarno 59 mm tgl 2); Wonosobo (Bedakah 134 mm tgl 30).

2. Suhu Maximum ≥ 35oC: Kota Semarang. 3. Suhu Minimum ≤ 17 oC: Tidak terjadi 4. Kelembaban Udara ≤ 40% : Tidak terjadi 5. Kecepatan Angin ≥ 45 km/jam : Stamet Cilacap. III. Prakiraan Hujan Bulan Februari 2017

Prakiraan Curah Hujan wilayah Jawa Tengah bulan Februari 2017 umumnya berkisar antara 201 – 400 mm kecuali Kab. Jepara, Wonosobo dan Pekalongan; sebagian besar wilayah Kab. Batang, Kudus, Banjarnegara dan Purbalingga; Kab. Tegal dan Pemalang bagian selatan; Kab. Demak bagian utara; sebagian wilayah utara Kab. Pati, Purworejo dan Banyumas ; wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagian wilayah barat Kab. Magelang dan Temanggung; sebagian kecil wilayah Kab. Brebes dan Sragen curah hujannya > 400 mm.

Prakiraan Sifat Hujan bulan Februari 2017 wilayah Jawa Tengah umumnya memiliki sifat hujan Normal (N).

(4)

4

I. PENGERTIAN A. Sifat Hujan :

Perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan,dengan nilai rata-rata atau normal dari bulan tersebut di suatu tempat.

Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu : 1. Atas Normal (AN)

Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115 %. 2. N o r m a l (N)

Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85 % - 115 %. 3. Bawah Normal (BN)

Jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85 %. B. Normal Curah Hujan :

1. Rata-rata Curah Hujan Bulanan

Nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode minimal 10 tahun.

2. Normal Curah Hujan Bulanan

Nilai rata-rata curah hujan masing -masing bulan selama periode 30 tahun. 3. Standar Normal Curah Hujan Bulanan

Nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama periode 30 tahun dimulai dari 1 Januari 1901 s/d 31 Desember 1930, 1 Januari1931 s/d 31 Desember 1960, 1 Januari1961 s/d 31 Desember1990 dan seterusnya.

C. Kekeringan Meteorologis

Berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang ( bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst).

a. Tingkat Kekeringan :

1) Sangat Kering : Jika nilai SPI ≤ -2,00

2) Kering : Jika nilai SPI – 1,50 s/d -1,99 3) Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49 b. Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99 c. Tingkat Kebasahan :

1) Sangat Basah : Jika nilai SPI ≥ 2,00 2) Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99 3) Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49

(5)

5

II. RINGKASAN

A. Kondisi DinamikaAtmosfir

Prakiraan Curah Hujan bulanan di Jawa Tengah dibuat dengan melihat perkembangan dinamika atmosfer beberapa fenomena, antara lain :

 Sirkulasi Angin Musim

 Suhu Permukaan Laut (SST) wilayah Indonesia & Anomali wilayah Pasifik Ekuator

 El Nino – La Nina  Dipole Mode.

a. Sirkulasi Angin

Angin Musim bertiup secara periodik di Jawa Tengah, angin Musim Timuran bersifat kering dan angin Musim Baratan bersifat basah. Indikasi pengaruh Angin Musim bisa dilihat dari data arah angin.

Hingga awal Januari 2017 sirkulasi angin di Jawa Tengah masih di dominasi angin Baratan yang bersifat basah sehingga menambah peluang terbentuknya awan-awan hujan.

Gambar 1. Sirkulasi Angin di Wilayah Indonesia 14 Januari 2017

b. Suhu Permukaan Laut (Sea Surface Temperature / SST) dan Anomali Wilayah Pasifik Equator

Perkembangan dinamika atmosfir sampai awal Januari 2017 menunjukkan SST di wilayah Indonesia rata-rata 28.89°C.

Anomali SST di Wilayah Indonesia rata-rata 0.33°C. Kondisi SST yang masih hangat ini menyebabkan peluang terbentuknya awan-awan hujan sangat potensial. Bulan Februari 2017 umumnya SST perairan Indonesia diprediksi Normal, sedangkan Maret s/d Juli 2017 dipredikasi Hangat

(6)

6

Gambar 2. Suhu Permukaan Laut Wilayah Indonesia1 2Januari 2017

(7)

7

Gambar 4. Prediksi Spasial Anomali SST Indonesia s.d Juni 2017 (Oleh NCEP/USA)

c. El Nino – La Nina

El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan - atmosfer yang ditandai memanasnya suhu permukaan laut (SST) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4) atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya). Pengaruh El Nino di Indonesia tergantung kondisi perairan di wilayah Indonesia. Jika suhu perairan Indonesia cukup dingin maka mengurangi curah hujan, sebaliknya jika suhu perairan Indonesia cukup hangat maka tidak mempengaruhi curah hujan.

La Nina merupakan kebalikan dari El Nino, ditandai dengan anomali suhu permukaan laut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4). La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat bila diikuti dengan menghangatnya suhu permukaan laut wilayah Indonesia. Anomali dianggap dalam kondisi normal ketika nilainya + 0,5.

Sampai awal Januari 2017 anomali SST di Ekuator Pasifik Tengah berkisar -0,41 (kategoriNormal).

Bulan Februari 2017 anomali suhu permukaan laut Ekuator Pasifik Tengah diprediksi berkisar -0,27 (kategori Normal).

Gambar5.Prediksi El Nino - La Ninasampai dengan Juni 2017 d. Dipole Mode

Dipole Mode merupakan fenomena interaksi laut – atmosfer di Samudera Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai (selisih) suhu permukaan laut antara pantai timur Afrika dengan pantai barat Sumatera. Perbedaaan nilai anomali suhu permukaan laut tersebut disebut sebagai Dipole Mode Indeks (DMI). Jika DMI positif umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia bagian barat, sedangkan DMI negatif berdampak pada meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat. DMI dianggap normal ketika nilainya + 0,4.

(8)

8

Sampai dengan awal Januari 2017 nilai DMI berkisar 0,08 (kategori Normal). Bulan Februari2017 nilai DMI diprediksi 0,1(kategori Normal).

Gambar 6.Prediksi Indeks Dipole Mode sampai dengan Juni 2017

Berdasarkan evaluasi kondisi dinamika atmosfer tersebut di atas maka Jawa Tengah pada bulan Februari 2017 curah hujan diprakirakan berkisar antara 201 mm s/d 400 mm dengan sifat hujan umumnya Normal (N).

B. Analisa Hujan Bulan Desember 2016

1. Analisa Sifat Hujan pada bulan Desember 2016 wilayah Jawa Tengah bervariasi mulai dari Bawah Normal (BN), Normal (N) dan Atas Normal (AN).

(Lihat lampiran 5).

2. Analisa Curah Hujan pada bulan Desember 2016 pada umumnya wilayah Jawa Tengah memiliki curah hujan 200 – 500 mm, kecuali: sebagian wilayah Kab. Rembang, Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Kendal, Pati, Karanganyar, Grobogan, Boyolali, Temanggung dan Kota Semarang curah hujan < 200 mm.

Sedangkan sebagian besar wilayah Kab. Wonosobo; sebagian wilayah Kab. Cilacap, Banjarnegara, Pemalang, Kebumen dan Purworejo; sebagian wilayah utara Kab. Kudus dan Banyumas; sebagian wilayah selatan Kab. Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Pekalongan, Demak, Grobogan, Magelang, Jepara, Pati dan Semarang curah hujan > 500 mm.

(Lihat lampiran 6).

C. Prakiraan Hujan Bulan Februari 2017

1. Prakiraan Sifat Hujan bulan Januari 2017 wilayah Jawa Tengah umumnya Normal (N).

(9)

9

2. Prakiraan Curah Hujan wilayah Jawa Tengah bulan Februari 2017 pada umumnya berkisar antara 201 – 400 mm kecuali Kab. Jepara, Wonosobo dan Pekalongan; sebagian besar wilayah Kab. Batang, Kudus, Banjarnegara dan Purbalingga; Kab. Tegal dan Pemalang bagian selatan; Kab. Demak bagian utara; sebagian wilayah utara Kab. Pati, Purworejo dan Banyumas ; wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagian wilayah barat Kab. Magelang dan Temanggung; sebagian kecil wilayah Kab. Brebes dan Sragen curah hujannya > 400 mm.

(Lihat lampiran 8).

D. Prakiraan Hujan Bulan Maret 2017

1. Prakiraan Sifat Hujan bulan Maret 2017 di wilayah Jawa Tengah Normal (N) (Lihat lampiran 9).

2. Prakiraan Curah Hujan Jawa Tengah bulan Maret 2017 pada umumnya 2017 pada umumnya berkisar antara 201 – 400 mm kecuali sebagian wilayah Kab. Rembang dan Pati; sebagian wilayah utara Kab. Pemalang dan Kota Pekalongan curah hujan < 201 mm. (151 – 200 mm). Sedangkan Kab. Wonosbo; sebagian besar wilayah Kab. Banjarnegara; Kab. Pemalang dan Pekalongan bagian selatan; sebagian wilayah selatan Kab. Batang dan Tegal; Kab. Purbalingga bagian utara; sebagian wilayah utara Kab. Purworejo; sebagian kecil wilayah barat Kab. Temanggung dan Magelang; sebagian kecil wilayah Kab. Kebumen curah hujannya > 400 mm. (Lihat lampiran 10).

E. Prakiraan Hujan Bulan April 2017

1. Prakiraan Sifat Hujan bulan April 2017 wilayah Jawa Tengah umumnya Normal (N).

(Lihat lampiran 11).

2. Prakiraan Curah Hujan Jawa Tengah bulan April 2017 pada umumnya berkisar antara 151 - 300 mm kecuali sebagian besar wilayah Kab. Rembang; sebagian wilayah Kab. Pati dan Jepara; sebagian wilayah utara Kab. Demak; sebagian wilayah barat Kab. Klaten curah hujannya < 150 mm. Sedangkan Kab. Wonosobo; sebagian besar wilayah Kab. Banjarnegara; sebagian wilayah Kab. Temanggung dan Purbalingga; Kab. Tegal, Kab. Pemalang, Kab. Pekalongan dan Kab. Batang bagian selatan; sebagian kecil wilayah selatan Kab. Kendal Brebes dan Semarang; sebagian kecil wilayah utara Kab. Banyumas curah hujan > 300 mm.

(Lihat lampiran 12)

F. Informasi Hari Hujan dan Cuaca Ekstrem Bulan Desember 2016

Berdasarkan Data Klimatologi yang terhimpun dari beberapa Stasiun pengamatan di wilayah Jawa Tengah selama bulan Desember 2016, dapat disajikan cuaca ekstrim sebagai berikut :

(10)

10

Tabel 1.

Cuaca Ekstrim Bulan Desember 2016

KRITERIA KOTA / KABUPATEN

Kejadian hujan > 20 hari

Sebagian besar wilayah Kab. Cilacap dan Wonosobo; sebagian wilayah Kab. Purbalingga, Batang, banjarnegara, Purworejo, Wonogiri dan Temanggung; sebagian wilayah utara Kab. Jepara; sebagian wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagian wilayah selatan Kab. Pemalang; sebagian wilayah barat Kab. Kendal; sebagian kecil wilayah Kab. dan Kota Semarang.

Kejadian hujan < 10 hari

Sebagian wilayah Kab. Rembang; wilayah barat laut Kab. Wonogiri,; sebagian wilayah selatan Kab. Sukoharjo dan Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Boyolali dan Grobogan.

Curah Hujan ≥ 50 mm/hari

Kab. Banjarnegara, Banyumas, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Tegal, Teamanggung, Wonogiri, Wonosobo.

Angin dengan kecepatan

≥ 45 Km/Jam Stamet Cilacap

Suhu Udara ≥ 35

C -

Suhu Udara ≤ 17

C -

Kelembaban Udara < 40% -

G. Analisis Indeks Kekeringan Bulan Desember 2016

Analisis tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan Index SPI, untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (Oktober - Desember 2016) pada umumnya NORMAL – BASAH, kecuali sebagian Kab. Batang dan sebagian kecil wilayah selatan Kab. Pemalang AGAK KERING – KERING.Sedangkan sebagian wilayah barat Kab. Wonogiri dan Karanganyar; sebagian wilayah selatan Kab. Klaten dan Sukoharjo; sebagian wilayah timur Kab. Boyolali memiliki kriteria SANGAT BASAH.

(11)

11

III. ANALISA HUJAN BULAN DESEMBER 2016 A. Analisa Sifat Hujan Bulan Desember 2016

Berdasarkan data curah hujan bulan Desember 2016 yang diterima dari stasiun di Provinsi Jawa Tengah, maka Analisa Sifat Hujan bulan Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.

Analisa Sifat Hujan Bulan Desember 2016

K R I T E R I A W I L A Y A H

Atas Normal (AN)

Sebagian besar wilayah Kab. Pemalang dan Kudus; sebagian wilayah Kab. Brebes, Tegal, Pati, Wonosobo, Purbalingga, Cilacap, Kebumen dan Purworejo; sebagian wilayah selatan Kab. Wonogiri; sebagian wilayah utara Kab. Banyumas; sebagian kecil wilayah Kab. Grobogan, Sragen, Rembang, Demak, Semarang dan Jepara..

Normal (N)

Sebagian besar wilayah Kab. Pekalongan, Klaten dan Demak; sebagian wilayah Kab. Brebes, Tegal, Batang, Kendal, Jepara, Pati, Rembang, Grobogan, Semarang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Magelang, Boyolali, Karanganyar, Sragen dan Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Sukoharjo.

Bwah Normal (BN)

Kota Salatiga; Sebagian besar wilayah Kab. Blora, Sukoharjo dan Grobogan; sebagian wilayah Kota Semarang, Kab. Wonogiri, Karanganyar, Semarang, Temanggung, Banjarnegara Purworejo dan Kendal; sebagian wilayah utara Kab. Jepara dan Brebes, sebagian wilayah selatan Kab. Magelang dan Batang; sebagian kecil wilayah Kab. Pekalongan, Pati, Sragen, Boyolali, Purbalingga dan Banyumas.

Lanjutan Tabel 2;

Peta Distribusi Sifat Hujan bulan Desember 2016 Provinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 5

B. Analisa Curah Hujan Bulan Desember 2016

Berdasarkan data curah hujan bulan Desember 2016 yang diterima dari Stasiun hujan di Provinsi Jawa Tengah maka Analisa Curah Hujan bulan Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.

Analisa Curah Hujan Bulan Desember 2016

K R I T E R I A W I L A Y A H

(12)

12

Lanjutan Tabel 3;

K R I T E R I A W I L A Y A H

101 – 150 mm Sebagian wilayah utara Kota Semarang; sebagian kecil wilayah Kab. Pati, Rembang da Wonogiri.

151 - 200 mm

Sebagian wilayah Kab. Blora dan Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Kendal, Pati, Grobogan, Temanggung, Karanganyar, Boyolali dan Pati.

201 - 300 mm

Kab. Klaten; Sebagian besar wilayah Kab. Grobogan, Sukoharjo dan Boyolali; sebagian wilayah Kab. Rembang, Pati, Blora, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Semarang, Banyumas dan Kota Salatiga; sebagian kecil wilayah Kab. Brebes, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Temanggung, Kendal dan Purworejo.

301 - 400 mm

Kota Magelang; Sebagian besar wilayah Kab. Batang dan Demak; sebagian wilayah Kab. Kendal, Temanggung, Banyumas, Cilacap dan Magelang; sebagian wilayah utara Kab. Jepara; sebagian wilayah selatan Kab. Purbalingga; sebagian kecil wilayah Kab. Tegal, Pati, Blora, Semarang, Banjarnegara, Kebumen, Karanganyar dan Wonogiri.

401 - 500 mm

Sebagian besar wilayah Kab. Pekalongan; sebagian wilayah Kab. Tegal, Jepara, Kudus, Kebumen dan Cilacap; Kab. Brebes bagian selatan; sebagian wilayah utara Kab. Pemalang; sebagian kecil wilayah Kota Semarang, Kab. Batang, Kendal, Semarang, Grobogan, Temanggung, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas dan Purworejo.

> 500 mm

Sebagian besar wilayah Kab. Wonosobo; sebagian wilayah Kab. Cilacap, Banjarnegara, Pemalang, Kebumen dan Purworejo; sebagian wilayah utara Kab. Kudus dan Banyumas; sebagian wilayah selatan Kab. Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Pekalongan, Demak, Grobogan, Magelang, Jepara, Pati dan Semarang

Peta Distribusi Curah Hujan bulan Desember 2016 Propinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 6.

IV. PRAKIRAAN HUJAN BULAN FEBRUARI 2017 A. Prakiraan Sifat Hujan Bulan Februari 2017

Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa serta mempertimbangkan kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan Sifat Hujan bulan Februari 2017 di Propinsi Jawa Tengah sebagai berikut:

(13)

13

Tabel 4.

Prakiraan Sifat Hujan Bulan Februari 2017

KRITERIA W I L A Y A H

Atas Normal

(AN) Sebagian kecil wilayah selatan Kab. Cilacap.

Normal (N)

Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Kota dan Kab. Semarang, Kota dan Kab. Magelang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Kota Surakarta dan Salatiga; sebagian besar wilayah Kab. Kudus; sebagian wilayah Kab. Grobogan, Blora dan Pati.

Bawah Normal (BN)

Sebagian wilayah Kab. Grobogan, Blora dan Pati; sebagian kecil wilayah utara Kab. Kudus.

Peta Prakiraan Sifat Hujan bulan Februari 2017 Propinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 7.

B. Prakiraan Curah Hujan Bulan Februari 2017.

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada uraian di atas, maka diprakirakan Curah Hujan bulan Februari 2017 di Propinsi Jawa Tengah sebagai berikut:

Tabel 5.

Prakiraan Curah Hujan Bulan Februari 2017

K R I T E R I A W I L A Y A H

201 – 300 mm

Kab. Blora, Kab. Grobogan dan Kab. Rembang; sebagian besar wilayah Kab. Pati; sebagian wilayah Kab. Cilacap, Purworejo, Wonogiri, Klaten, Semarang dan Boyolali; sebagian wilayah selatan Kab. Demak; sebagian kecil wilayah Kab. Brebes, Kebumen dan Kota Semarang.

301 – 400 mm

Kota Tegal, Salatiga dan Surakarta; sebagian besar wilayah Kab. Brebes, Kendal, Sragen, Banyumas, Kebumen dan Sukoharjo; Kab. Tegal dan Pemalang bagian utara; sebagian wilayah Kab. Demak, Temanggung, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Semarang, Magelang, Purworejo dan Cilacap; sebagian kecil wilayah Kab. Kudus dan Pati.

401 – 501 mm

Kab. Jepara; sebagian besar wilayah Kab. Kudus, Wonosobo dan Banjarnegara; sebagian wilayah utara Kab. Pekalongan Pati dan Demak; sebagian wilayah barat Kab. Temanggung dan Magelang; wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagian kecil wilayah Kab. Brebes, Tegal, Batang, Kendal, Sragen dan Kota magelang.

(14)

14

Lanjutan Tabel 5;

K R I T E R I A W I L A Y A H

> 500 mm

Sebagian wilayah Kab. Batang dan Pekalongan; Kab. Pemalang bagian selatan; sebagian wilayah selatan Kab. Tegal; Kab. Purbalingga bagian utara; sebagian kecil wilayah utara Kab. Banjarnegara dan Kab. Purworejo.

Peta Prakiraan Curah Hujan bulan Februari 2017 Propinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 8.

V. PRAKIRAAN HUJAN BULAN MARET 2017 A. Prakiraan Sifat Hujan Bulan Maret 2017

Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa serta mempertimbangkan kondisi dan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan Sifat Hujan bulan Maret 2017 di Propinsi Jawa Tengah sebagai berikut :

Tabel 6.

Prakiraan Sifat Hujan Bulan Maret 2017

K R I T E R I A W I L A Y A H

Atas Normal (AN)

Sebagian kecil wilayah Kab. Jepara, Pati, Semarang, Boyolali dan Purworejo.

Normal (N)

Kota Tegal, Semarang, Salatiga, Magelang dan Surakarta, Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Kendal, Demak, Kudus, Blora, Grobogan, Temanggung, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Klaten, Sukoharjo, Sragen dan Wonogiri; sebagian besar wilayah Kab. Jepara, Pati, Rembang, Karanganyar, Boyolali, Semarang, Purworejo dan Demak; sebagian wilayah Kab. Pekalongan.

Bawah Normal (BN)

Kab. Pekalongan bagian selatan; sebagian wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagain wilayah tenggara Kab. Rembang.

Peta Prakiraan Sifat Hujan bulan Maret 2017 Propinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 9.

(15)

15

B. Prakiraan Curah Hujan Bulan Maret 2017

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada uraian di atas, maka diprakirakan Curah Hujan bulan Maret 2017 di Propinsi Jawa Tengah sebagai berikut:

Tabel 7.

Prakiraan Curah Hujan Bulan Maret 2017

K R I T E R I A W I L A Y A H

151 – 200 mm Sebagian wilayah Kab. Rembang dan Pati; sebagian wilayah utara Kab. Pemalang dan Kota Pekalongan

201 – 300 mm

Kab. Grobogan, Blora, Demak, Kota Tegal; sebagian besar wilayah Kota Semarang; Kab. Wonogiri dan Klaten; sebagian wilayah Kab. Kendal, Sukoharjo, Cilacap, Kebumen, Boyolali Pati dan Rembang; Kab. Purworejo bagian selatan; Kab. Tegal bagian utara; sebagian wilayah utara Kab. Pemalang, Pekalongan dan Brebes; sebagian kecil wilayah Kab. Semarang, Temanggung, Kudus, Sragen dan Magelang.

301 – 400 mm

Kab. Karanganyar, Kota Salatiga dan Magelang; sebagian besar wilayah Kab. Brebes, Temanggung, Semarang, Sragen dan Banyumas; sebagian wilayah Kota Surakarta; Kab. Tegal, Kudus, Sukoharjo, Boyolali, Purworejo, Kebumen dan Cilacap; sebagian kecil wilayah utara Kab. Wonogiri; sebagian kecil wilayah selatan Kab. Kendal dan Kota Semarang; sebagian kecil wilayah timur Kab. Jepara; sebagian kecil wilayah barat Kab. Pati.

401 – 500 mm

Sebagian besar wilayah Kab. Wonosobo, Banjarnegara; Kab. Pemalang dan Pekalongan bagian selatan; sebagian wilayah selatan Kab. Batang dan Tegal; Kab. Purbalingga bagian utara; sebagian kecil wilayah utara Kab. Purworejo; sebagian kecil wilayah barat Kab. Temanggung dan Magelang; sebagian kecil wilayah Kab. Kebumen

>500 mm

Sebagian kecil wilayah selatan Kab. Pemalang; sebagian kecil wilayah utara Kab. Purworejo dan Purbalingga; sebagian kecil wilayah timur Kab. Banjarnegara dan sebagian kecil wilayah Kab. Wonosobo.

Peta Prakiraan Curah Hujan bulan Maret 2017 Propinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 10

VI. PRAKIRAAN HUJAN BULAN APRIL 2017 A. Prakiraan Sifat Hujan Bulan April 2017

Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa serta mempertimbangkan kondisi dan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan Sifat Hujan bulan April 2017di Propinsi Jawa Tengah sebagai berikut :

(16)

16

Tabel 8.

Prakiraan Sifat Hujan Bulan April 2017

K R I T E R I A W I L A Y A H

Atas Normal (AN)

Sebagian wilayah Kab. Boyolali; sebagian kecil wilayah Kab. Klaten dan Purworejo.

Normal (N)

Kota Tegal, Pekalongan, Salatiga, Surakarta dan Magelang, Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Rembang, Semarang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Magelang, Sragen, Sukoharjo dan Wonogiri; sebagian besar wilayah Kab. Jepara, Pati, Kudus, Grobogan, Karanganyar, Klaten, Purworejo, banyumas dan Cilacap; sebagian wilayah Kab. Boyolali. Bawah Normal

(BN)

Sebagian wilayah utara Kab. Kudus; sebagian wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagian kecil wilayah Kab. Cilacap, Banyumas, Purworejo, Pati, Demak dan Grobogan.

Peta Prakiraan Sifat Hujan bulan April 2017 Propinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 11.

B. Prakiraan Curah Hujan Bulan April 2017.

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada uraian di atas, maka diprakirakan Curah Hujan bulan April 2017 di Propinsi Jawa Tengah sebagai berikut:

Tabel 9.

Prakiraan Curah Hujan Bulan April 2017

K R I T E R I A W I L A Y A H

101 – 150 mm

Sebagian besar wilayah Kab. Rembang; sebagian wilayah Kab. Pati dan Jepara; sebagian wilayah utara Kab. Demak; sebagian wilayah barat Kab. Klaten.

151 – 200 mm

Kab. Blora, Kudus dan Kota Pekalongan, sebagian besar wilayah Kab. Sukoharjo dan Klaten; sebagian wilayah Kab. Demak, Pati; Kab. Pekalongan dan Pemalang bagian utara; sebagian wilayah utara Kab. Batang, Kendal, Brebes; Kab. Purworejo bagian selatan; wilayah tenggara Kab. Kebumen; sebagian kecil wilayah Kab. Cilacap, Sragen dan Kota Semarang.

201 – 300 mm

Kota Magelang dan Kab. Karanganyar; sebagian besar wilayah Kota Semarang, Slatiga, Kab. Brebes, Semarang, Boyolali, Magelang, Banyumas dan Cilacap; sebagian wilayah Kab. Kendal, Tegal, Batang, Grobogan, Sragen, Temanggung, Kebumen dan Purworejo; wilayah utara Kab. Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Pemalang, Kab. Pekalongan, Pati dan Sukoharjo.

(17)

17

Lanjutan Tabel 9:

K R I T E R I A W I L A Y A H

301 – 400 mm

Kab. Wonosobo; sebagian besar wilayah Kab. Banjarnegara; sebagian wilayah Kab. Temanggung; Kab. Tegal bagian selatan; sebagian wilayah selatan Kab. Kendal; sebagian kecil wilayah Kab. Pemalang, Pekalongan, batang dan Semarang bagian selatan; sebagian kecil wilayah utara Kab. Purworejo dan Banyumas.

401 – 500 mm

Kab. Pekalongan bagian selatan; sebagian wilayah selatan Kab. Pemalang; sebagian kecil wilayah selatan Kab. Batang; sebagian kecil wilayah utara Kab. Purworejo.

Peta Prakiraan Curah Hujan bulan April 2017 Propinsi Jawa Tengah tercantum pada lampiran 12.

VII. DATA IKLIM WILAYAH JAWA TENGAH BULAN DESEMBER 2016

Berdasarkan data iklim dari beberapa Stasiun BMKG dan SMPK di wilayah Jawa Tengah selama bulan Desember 2016, maka dapat disampaikan sebagai berikut :

Tabel 10.

Data Iklim Wilayah Jawa Tengah Bulan Desember 2016

NO POS IKLIM TEMPERATUR LEMBAB NISBI ( % ) LAMA PENYINARAN MATAHARI (%) HUJAN RATA ( oC ) MAKS ( oC ) MIN ( oC ) CURAH ( mm ) HARI (hari) 1 KOTA SEMARANG 27.6 31.1 24.8 82 37.6 125 21 2 TEGAL 27.9 31.9 25.4 81 55.6 466 20 3 BANJARNEGARA 24.1 27.7 21.6 84 36.5 581.6 26 4 KEBUMEN 26.7 32.0 23.5 88 41.8 640 22 5 BOYOLALI 26.6 30.2 22.3 83 38.3 283.2 18 6 KUDUS 24.7 27.8 20.3 78 - 564 19 7 PEKALONGAN 27.8 33.1 24.7 85 58 339 18 8 PATI 28.2 31.1 21.6 74 51.1 255 14 9 CILACAP 27.7 31.4 24.9 83 51 483 24 10 WONOSOBO 27.2 32.5 24.0 83 39.3 615 19

(18)

18

VIII. INFORMASI BANYAKNYA HARI HUJAN BULAN DESEMBER 2016

Berdasarkan tingkat keseringan hujan yang terjadi di wilayah Jawa Tengah selama bulan Desember 2016, maka dapat disampaikan sebagai berikut :

Tabel 11.

Banyak Hari Hujan Bulan Desember 2016

K R I T E R I A D A E R A H

< 10 Hari

Sebagian wilayah Kab. Rembang; wilayah barat laut Kab. Wonogiri,; sebagian wilayah selatan Kab. Sukoharjo dan Wonogiri; sebagian kecil wilayah Kab. Boyolali dan Grobogan.

10 – 20 Hari

Kab. Brebes, Kota dan Kab. Tegal, Demak, Kudus, Blora, Sragen, Kota Salatiga, Surakarta dan Magelang; sebagian besar wilayah Kota Semarang dan Salatiga, Kab. Pekalongan, Pati, Grobogan, Semarang, Boyolali, Banyumas, Kebumen dan Klaten; sebagian wilayah Kab. Pemalang, Batang, Kendal, Jepara, Rembang, Temanggung, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, Purworejo, Magelang, Wonogiei dan Karanganyar; sebagian wilayah selatan Kab. Wonosobo.

> 20 Hari

Sebagian besar wilayah Kab. Cilacap dan Wonosobo; sebagian wilayah Kab. Purbalingga, Batang, banjarnegara, Purworejo, Wonogiri dan Temanggung; sebagian wilayah utara Kab. Jepara; sebagian wilayah timur Kab. Karanganyar; sebagian wilayah selatan Kab. Pemalang; sebagian wilayah barat Kab. Kendal; sebagian kecil wilayah Kab. dan Kota Semarang.

IX. INTENSITAS HUJAN MAKSIMUM BULAN DESEMBER 2016

Berdasarkan curah hujan per satuan waktu yang terjadi di wilayah Jawa Tengah selama bulan Desember 2016, maka dapat disampaikan intensitas curah hujan maksimum (dalam mm) sebagai berikut:

Tabel 12.

Intensitas Hujan Maksimum Bulan Desember 2016 (satuan dalam millimeter)

STASIUN / POS 5mnt 15mnt 30mnt 1Jam 2Jam 6Jam 12jam 24jam

1. Klimatologi

Semarang 10 20 26.8 39.4 39.4 45.2 45.5 45.5 2. Stamet

Cilacap 13 40 60.2 111.2 123.7 138.2 146.5 146.5 3. MeteoTegal 6.5 35.0 45.0 100.0 110.0 113.0 113.0 113.0

(19)

19

X. INFORMASI IKLIM MIKRO BULAN DESEMBER 2016

Berdasarkan pengamatan selama bulan Desember 2016 di Stasiun Klimatologi Semarang dapat disampaikan informasi Iklim Mikro melalui gambar grafik berikut ini :

Gambar 10. Grafik Suhu Tanah Gundul Gambar 11. Grafik Suhu Tanah Berumput

Gambar 12. Grafik Intensitas penyinaran Matahari(Actinograph)

Gambar 14. Grafik Kelembaban Udara Rata-rata

Gambar 13. Grafik Laju Penguapan

Gambar 15. Grafik Suhu Udara Rata-rata

(20)

20

Gambar 16. Grafik Intensitas Hujan

Gambar 17. Grafik Profil Kecepatan Angin

XI. INFORMASI CUACA/ IKLIM EKSTRIM BULAN DESEMBER 2016 Tabel 13.

Informasi Cuaca Ekstrim Jawa Tengah Bulan Desember 2016

NO LOKASI RR_MAX (≥ 50mm) KEC.MAX (≥45km /jam) T_MAX (≥35oC) T_MIN (≤17oC) RH (≤40% ) 1 Stageof Banjarnegara 149 mm tgl 30 - - - - 2. Stamet Cilacap 159 mm tgl 7& 93 mm tgl 18 49 km/jam tgl 16 - - - 3 Sempor Kebumen 75 mm tgl 7, 102 mm tgl 13, 123 mm tgl 27 - - - - 4 Stamet Tegal 114 mm tgl 4, 91 mm tgl 26 & 95 tgl 29 - - - - 5 Adisumarmo Boyolali 52mm tgl 13, 53mm tgl 29 - - - - 6 Colo Kudus 84mm tgl 19, 68mm tgl21, 76mm tgl 30 - - - - 7 Gamer Pekalongan 70mm tgl 17 - - - - 8 Wadaslintang Wonosobo 101mm tgl 27, 97mm tgl 30 - - - -

(21)

21

Tabel 14.

Kejadian Bencana di Jawa Tengah Bulan Desember 2016

Kriteria

Kecamatan

Kabupaten/Kota

Tanggal

Puting Beliung

Slawi Tegal 02 Desember 2016

Tegal Tegal 04 Desember 2016

Patimuan Cilacap 05 Desember 2016

Bukateja Purbalingga 08 Desember 2016

Sidareja Salatiga 08 Desember 2016

Purbalingga Purbalingga 09 Desember 2016

Kaliwungu Kudus 10 Desember 2016

Singorojo Kendal 10 Desember 2016

Bantarsari Cilacap 11 Desember 2016

Grabag Purworejo 14 Desember 2016

Talun Pekalongan 15 Desember 2016

Sawangan Magelang 16 Desember 2016

DayeuhLuhur Cilacap 18 Desember 2016

Dawe Kudus 19 Desember 2016

Wonosegoro Boyolali 19 Desember 2016

Purwokerto Banyumas 19 Desember 2016

Wonosegoro Boyolali 19 Desember 2016

Tanon dan Plupuh Sragen 23 Desember 2016

Meteseh Magelang 23 Desember 2016

Gandrung Cilacap 26 Desember 2016

Parakan Temanggung 27 Desember 2016

Weleri Kendal 30 Desember 2016

Kaliwungu Kendal 31 Desember 2016

(22)

22

Lanjutan Tabel 14;

Kriteria Kecamatan Kabupaten/Kota Tanggal

Tanah

Longsor

Purwanegara Banjarnegara 03 Desember 2016

Slogohimo Wonogiri 05 Desember 2016

Tawangmangu Karanganyar 05 Desember 2016

Cimanggu Cilacap 06 Desember 2016

Kaliangkrik &

Kajoran Magelang 06 Desember 2016

Purwanegara Banjarnegara 07 Desember 2016

Kebasen Banyumas 07 Desember 2016

Patikraja &

Purwokerto Banyumas 08 Desember 2016

Candisari Semarang 09 Desember 2016

Kejajar Wonosobo 09 Desember 2016

Surengede Wonosobo 10 Desember 2016

Ungaran Semarang 10 Desember 2016

Jebres Surakarta 13 Desember 2016

Lebakbarang Pekalongan 14 Desember 2016

Cimanggu Cilacap 15 Desember 2016

Bumiayu Brebes 15 Desember 2016

Pakis Magelang 16 Desember 2016

Bringin Semarang 16 Desember 2016

Gemawang Temanggung 16 Desember 2016

Cilacap Cilacap 17 Desember 2016

DayeuhLuhur Cilacap 17 Desember 2016

Bumijawa Tegal 18 Desember 2016

Petungkriyono Pekalongan 18 Desember 2016

Cepu Blora 18 Desember 2016

Kandangserang Pekalongan 18 Desember 2016

Bumijawa Tegal 19 Desember 2016

Watukumpul Pemalang 19 Desember 2016

Gembong Pati 21 Desember 2016

DayeuhLuhur Cilacap 23 Desember 2016

Patikraja Banyumas 25 Desember 2016

Singorojo Kendal 31 Desember 2016

DayeuhLuhur Cilacap 31 Desember 2016

(23)

23

Lanjutan Tabel 14;

Kriteria Kecamatan Kabupaten/Kota Tanggal

Banjir

Banjarharjo Brebes 04 Desember 2016

Kersana Brebes 05 Desember 2016

Pracimantoro Wonogiri 06 Desember 2016

Kroya Cilacap 07 Desember 2016

Randublatung Blora 13 Desember 2016

Undaan Kudus 13 Desember 2016

Pekalongan Barat Pekalongan 14 Desember 2016

Kradenan Blora 14 Desember 2016

Cepu Blora 14 Desember 2016

Randublatung Blora 14 Desember 2016

Kedung Tuban Blora 14 Desember 2016

Bringin Semarang 16 Desember 2016

Kalikurmo Semarang 16 Desember 2016

Gayamsari Semarang 16 Desember 2016

Tembalang Semarang 16 Desember 2016

Jekulo Kudus 19 Desember 2016

Geyer Grobogan 20 Desember 2016

Grobogan Grobogan 30 Desember 2016

(24)

24

XII. ANALISIS INDEKS KEKERINGAN BULAN DESEMBER 2016 Tabel 15.

Tingkat Kekeringan Berdasarkan Metode SPI di Jawa Tengah KABUPATEN/ KOTA TINGKAT KEKERINGAN SANGAT KERING KERING AGAK KERING NORMAL

BREBES - - - Hampir seluruh wilayah.

TEGAL - - -

Kec. Warurejo, Suradadi, Kramat, Tarub, Pangkah, Dukuhwaru, Pagarbarang,

Adiwerna, Bojong, dan Bumijawa. Sebagian besar Kedungbanteng, Margasari, dan Lebaksiu BATANG - Kec. Bandar. Sebagian besar Kec. Blado. Sebagian Kec. Reban, Subah, dan Wonotunggal. Sebagian Kec. Tulis dan Wanatunggal. Sebagian kecil Kec. Subah, Reban, dan Blado.

Kec. Batang, Warungasem. Sebagian Kec. Tulis, Subah, Bawang, Reban, dan Blado. Sebagian kecil Kec. Limpung

dan Wanatunggal.

PEMALANG - -

Sebagian Kec. Belik dan Watukumpul.

Kec. Petarukan, Ulujami, Comal, Taman, Ampelgading, Bodeh, dan Pulosari. Sebagian

besar Kec. Pemalang, Bantarbolang, Belik, dan Watukumpul. Sebagian kecil

Kec. Moga PEKALONGAN - Sebagian kecil wilayah Timur Kec. Talun. Sebagian wilayah Timur Kec. Talun. Sebagian kecil Kec. Petungkriyono.

Kec. Sragi, Wiradesa, Tirto, Buaran, Kedungwuni, Bojong,

Wonopringgo, Kesesi, Kandangserang, dan Kota Pekalongan. Sebagian Kec. Talun, Doro, Petungkriyono,

Paninggaran, dan Kajen.

KOTA

SEMARANG - - -

Kec. Tugu, Semarang Utara, Semarang Timur, Semarang Tengah, Semarang Barat,

Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang selatan, Gajahmungkur, Candisari, dan Ngaliyan.

(25)

25 Lanjutan Tabel 15 : KABUPATEN/ KOTA TINGKAT KEKERINGAN SANGAT KERING KERING AGAK KERING NORMAL KENDAL - - -

Kec. Cepiring, Patebon, Kendal, Brangsong, Kaliwungu, Singorojo, dan

Boja. Sebagian Kec. Kangkung, Pegandon,

Limbangan, Patean, Pageruyung, dan Plantungan.

SEMARANG - - - Sebagian wilayah Barat Kec.

Sumowono.

DEMAK - - -

Kec. Sayung, Bonang, Karangtengah, Wonosalam, dempet, dan Guntur. Sebagian Kec. Mranggen, Karangawen, Gajah, Demak, dan Wedung.

JEPARA - - -

Kec. Tahunan, Jepara, Mlonggo, dan Bangsri. Sebagian besar Kec. Keling

dan Batikalit.

KUDUS - - - Wilayah selatan Kec. Undaan

BLORA - - - Seluruh wilayah.

PATI - - -

Kec. Jaken, Pucakwangi, dan Dukuhseti. Sebagian Kec.

Sukolilo, Kayen, Tambakkromo, Winong,

Jakenan, dan Juwana. Sebagian wilayah utara Kec.

Tayu.

TEMANGGUNG - - -

Kec. Candiroto, Jumo, Kandangan, Kedu, dan Bulu.

Sebagian Kec. Tretep, Ngadirejo, Parakan, Tembarak, Temanggung, dan

Kaloran. Sebagian wilayah Kec. Kranggan.

(26)

26 Lanjutan Tabel 15 : KABUPATEN/ KOTA TINGKAT KEKERINGAN SANGAT KERING KERING AGAK KERING NORMAL GROBOGAN - - -

Kec. Klambu, Brati, Grobogan, Tawangharjo, Wirosari, Ngaringan, Gabus,

Toroh, Purwodadi, Penawangan, Karangrayung, Karangharjo, dan Tegowanu.

Sebagian besar Kec. Kedungjati, Pulokulon, Kradenan, Godong, dan Gubug. Sebagian kecil Kec.

Geyer.

SRAGEN - - -

Kec. Samborejo dan Kedawung. Sebagian wilayah

Selayah Kec. Karangmalang dan Gondang.

TEMANGGUNG - - -

Kec. Candiroto, Jumo, Kandangan, Kedu, dan Bulu.

Sebagian Kec. Tretep, Ngadirejo, Parakan, Tembarak, Temanggung, dan

Kaloran. Sebagian wilayah Kec. Kranggan.

GROBOGAN - - -

Kec. Klambu, Brati, Grobogan, Tawangharjo, Wirosari, Ngaringan, Gabus,

Toroh, Purwodadi, Penawangan, Karangrayung, Karangharjo, dan Tegowanu.

Sebagian besar Kec. Kedungjati, Pulokulon, Kradenan, Godong, dan Gubug. Sebagian kecil Kec.

Geyer.

SRAGEN - - -

Kec. Samborejo dan Kedawung. Sebagian wilayah

Selayah Kec. Karangmalang dan Gondang.

(27)

27 Lanjutan Tabel 15: KABUPATEN/ KOTA TINGKAT KEKERINGAN SANGAT KERING KERING AGAK KERING NORMAL MAGELANG - - -

Kec. Kaliangkrik, Kajoran, Ngluar dan Salam; sebagian Kec. Windusari, Bandongan, Magelang Selatan, Magelang utara, Candimulyo, Muntilan

dan Srumbung; sebagian wilayah selatan Kec. Mungkid

dan Dukun.

REMBANG - - - Seluruh wilayah.

WONOGIRI - - - Seluruh wilayah.

WONOSOBO - - -

Sebagian besar Kec. Wadaslintang; sebagian Kec.

Kaliwiro, leksono, Sapuran, Kepil dan Kalikajar; sebagian

kecil Kec. Watumalang.

BANYUMAS - - -

Kec. Lumbir, Gumelar, Kebasen, Banyumas, Kalibagor, Sumogede, Sumpiuh, Tambak, dan Kemranjen. Sebagian besar

Pekuncen, Ajibarang, dan Patikraja. Sebagian Kec. Baturraden, Kedungbanteng,

dan Cilongok.

KEBUMEN - - -

Kec. Rowokele, Sempor, Karanggayam, Sadang, Pejagoan, Sruweng, Petanahan,

Puring, Ayah, Buayan, Kuarasan, Adimulyo, Gombong dan Karanganyar; sebagian kecil Kec. Klirong,

Mirit, dan Kebumen.

CILACAP - - -

Kec. Dayeuhluhur, majenang, Wanareja, Cimanggu, Karangpucung, Cipari, Sidareja, Gandrungmangu,

Kedungreja, Patimuan, Adipala, Maos, Sampang, Kroya, Winangun, Nusawungu;

sebagian Kec. Kawunganten dan Jeruklegi.

(28)

28 Lanjutan Tabel 15: KABUPATEN/ KOTA TINGKAT KEKERINGAN SANGAT KERING KERING AGAK KERING NORMAL

BANJARNEGARA - - - Seluruh wilayah

PURBALINGGA - - Sebagian Kec. Karangreja; sebagian wilayah utara Kec. Karangmoncol.

Kec. Rembang, Bobotsari, Karanganyar, Pangadegan, Kejobong; sebagian Kec. Mrebet, Kaligondang dan Bukateja; sebagian kecil Kec.

Bojongsari dan Kemangkon

BOYOLALI - - -

Kec. Juwangi; sebagian besar kec. Musuk dan Mojosongo; sebagian wilayah selatan Kec.

Cepogo, Boyolali dan Teras.

KLATEN - - -

Kec. Tulung dan Jatinom; sebagian Kec. Kemalang, Karangnongko dan Polanharjo; sebagian wilayah Kec. Ngawen

KARANGANYAR - - -

Sebagian besar Kec. Kerjo; sebagian wilayah utara Kec.

Sambirejo dan Mojogedang

SUKOHARJO - - - -

PURWOREJO - - -

Kec. Grabag, Ngombol, Purwodadi, Bagelan dan Purworejo; Kec. Butuh Kutoarjo dan Bayan bagian selatan; sebagian wilayah utara

(29)

29

Tabel 16.

Tingkat Kebasahan Berdasarkan Metode SPI di Jawa Tengah KABUPATEN /

KOTA

TINGKAT KEBASAHAN

AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH

BREBES Sebagian kecil wilayah

Timur Kec Brebes. - -

TEGAL

Kota Tegal, Kec. Balapulang, Jatinegara.

Sebagian wilayah Kec. Lebaksiu dan Margasari.

Sebagian kecil Kec. Kedungbanteng.

- -

PEMALANG

Kec. Randudongkal dan Belik. Sebagian Kec. Moga dan Bantarbolang. Sebagian

kecil Kec. Belik

-

BATANG

Kec. Gringsing dan Tersono. Sebagian besar Kec. Limpung. Sebagian kecil Kec. Reban dan Bawang.

Sebagian kecil Kec. Reban

dan Bawang. -

PEKALONGAN

Kec. Lebakbarang dan Karanganyar. Sebagian Kec.

Paninggaran, Doro, Petungkriyono, dan Kajen.

- -

JEPARA

Sebagian Kec. Pecangaan, Mayong, Nalumsari, Kedung, dan Batikalit. Sebagian wilayah Timur

Kec. Keling.

Kec. Welahan. Sebagian Kec. Nalumsari, Mayong,

dan Pecangaan.

-

KENDAL

Kec. Weleri, Gemuh, dan Rowosari. Sebagian Kec. Plantungan, Pageruyung,

Patean, Limbangan, Pegandon, dan Kangkung.

Sebagian kecil Kec.

Kendal dan Plantungan. -

KODYA SEMARANG

Sebagian Kec. Gunungpati, Banyumanik, dan Tembalang. Sebagian kecil wilayah selatan Kec. Mijen.

- -

SEMARANG

Kec. Ungaran, Bergas, Getasan, dan Tengaran. Sebagian Kec. Pringapus,

Bawen, Ambarawa, Sumowono, Banyubiru, Argomulyo, Suruh, dan Simo. Sebagian wilayah Selatan Kec. Tuntang dan

Sidomukti.

Kec. Jambu, Bringin, Pabelan. Sebagian Kec.

Ambarawa, Bawen, Pringapus, Suruh, Banyubiru, Tuntang, dan

Simo.

-

(30)

30

Lanjutan Tabel 16 : KABUPATEN /

KOTA

TINGKAT KEBASAHAN

AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH

KUDUS

Sebagian besar Kec. Gebog dan Dawe. Sebagian kecil

Kec. Jekulo dan Undaan.

Kec. Kaliwungu, Kudus, Bae, Mejobo, dan Jati. Sebagian besar Kec. Jekulo. Sebagian

Kec. Gebog dan Undaan.

-

REMBANG - - -

DEMAK

Sebagian Kec. Wedung, Mijen, Demak, dan Gajah.

Sebagian wilayah Selatan Kec. Mijen, Mranggen dan

Karangawen.

Sebagian besar Kec.

Karanganyar dan Mijen. -

BLORA - - -

PATI

Kec. Cluwak, Gunungwungkal, Gembong,

dan Gabus. Sebagian besar Kec. Margoyoso, Tayu, Tlogowungu, Gabus, dan Tambakkromo. Sebagian Kec. Sukolilo, Kayen, Winong, Jakenan, dan Juwana. Sebagian wilayah

Utara Kec. Batangan.

Kec. Trangkil, Wedariyaksa dan Pati. Sebagian wilayah Utara Sukolilo dan Kayen. Sebagian wilayah barat Kec. Margorejo

dan Gabus.

-

GROBOGAN

Sebagian besar Kec. Geyer. Sebagian wilayah Kec. Kedungjati, Pulokulon dan

Kradenan. Sebagian kecil Kec. Godong dan Gubug.

- -

TEMANGGUNG

Sebagian Kec. Ngadirejo, Tretep, Parakan. Tembarak, Temanggung, dan Kaloran.

Kec. Pringsurat. Sebagian wilayah Barat Kec. Tretep,

Ngadirejo, dan Parakan. Sebagian wilayah Timur Kec.

Kranggan dan Kaloran.

-

BANYUMAS

Kec. Sumbang, Kota Purwokerto, Cilongok, Purwojati, Jatilawang, dan

Wangon. Sebagian besar Kec. Baturraden, Kedungbanteng, Sokaraja,

Patikraja, dan Ajibarang. Sebagian kecil Kec.

Pekuncen.

- -

(31)

31

Lanjutan Tabel 16 :

KABUPATEN / KOTA

TINGKAT KEBASAHAN

AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH

PURWOREJO

Sebagian besar Kec. Bener, Gebang, Kemiri dan Bayan; sebagian Kec.

Kaligesing dan Butuh; sebagian wilayah utara Kec. Kutoarjo; sebagian

kecil Kec. Pituruh dan Bruno.

Sebagian besar kec. Bruno, Loano dan Pituruh; sebagian

kec. Kemiri, Bener dan Kaligesing. - KEBUMEN Kec. Alian, Kutowinangun, Ambal dan Buluspesantren; sebagian besar Kec. Mirit,

Klirong, dan Kebumen; sebagian Kec. Prembun.

Sebagian Kec. Prembun -

MAGELANG

Kec. Sawangan; sebagian besar Kec. Salaman, Mertoyudan, Dukun, Pakis, Ngablak, Secang dan Tegalrejo; sebagian

Kec. Tempuran, Candimulyo, Windusari dan Bandongan; sebagian

wilayah utara Kec. Magelang Utara,

Kec. Grabag; sebagian kecil wilayah Kec. Secang, Ngablak

dan Pakis.

-

WONOSOBO

Kec. Selomerto; sebagian besar Kec. Watumalang;

sebagian Kec. Leksono, Kaliwiro, Kretek, Kalikajar, Sapuran, kepil

dan Wadaslintang; sebagian wilayah selatan

Kec. Wonosobo

Kec. Kejajar; Garung dan Mojotenangah; sebagian Kec.

Watumalang, Wonosobo, Kretek dan Kepil; sebagian wilayah selatan Kec. Sapuran

-

BANJARNEGARA - - -

CILACAP

Kec. Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap

Utara; Sebagian besar Kec. Kawungangten dan Jeruklegi; sebagian kecil

Kesugihan

- -

Dilanjutkan halaman 29

(32)

32

Lanjutan Tabel 16 : KABUPATEN /

KOTA

TINGKAT KEBASAHAN

AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH

PURBALINGGA

Kec. Kutasari, Padamara, Kalimanah, dan Purbalingga; sebagian Kec. Bukateja, Kemangkon, Bojongsari, Kaligondang dan Mrebet; sebagian wilayah barat Kec.

Kaligondang

- -

SRAGEN

Kec. Sumberlawang, Mondokan, Sukodono,

Gesi, Tangen, Jenar, Sambungmacan, Ngampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, dan

Tanon. Sebagian Kec. Plupuh, Gondang dan

Miri

Kec. Gemolong. Sebagian Kec. Miri dan Plupuh.

Sebagian wilayah Bara Kec. Kalijambe.

BOYOLALI

Kec. Ampel, Selo dan Kemusu; sebagian besar

Kec. Cepogo, Boyolali; Teras, Wonosegoro;

sebagian Kec. Mojosongo.

Kec. Klego dan Karanggede; sebagian besar Andong; sebagian Simo dan Banydono;

sebagian wilayah barat Kec. Wonosegoro dan Sambi.

Kec. Nogosari dan Ngemplak; sebagian Kec. Simo, samba dan

Banyudono

KARANGANYAR

Kec. Tawangmangu dan Ngargoyoso; sebagain besar kec. Kebakkramat;

Jaten, Mojogedang, Jenawi dan jatiyoso;

sebagian kecil Kec. Tasikmadu, Karangpandan dan

Matesih

Sebagian Kec. Gondangrejo, Tasikmadu, Jatipuro, Jatiyoso

Karangpandan dan Mojogedang; sebagian kecil

wilayah Matesih

Kec. Jumantono dan Jumapolo; sebagian

besar Kec. Karanganyar dan Matesih; sebagian Kec. Gondangrejo , Jatipuro

dan Karangpandan

SUKOHARJO

Kec. Grogol, Mojolaban, Baki dan Pasar Kliwon;

sebagian besar Kec. Sukoharjo; sebagian Kec.

Bendosari, Polokerto, Jebres dan Serengan; sebagian wilayah selatan

Kec. Gatak.

Sebagian Kec. Gatak, Banjarsari, Bendosari dan Polokerto; sebagian wilayah

utara Kec. Tawangsari dan Nguter

Kec, Weru, Bulu dan Colomadu; sebagian besar Kec. Kartasura,

Tawangsari dan Nguter; sebagian wilayah timur Kec.

Bendosari dan Polokerto; sebagian kecil wilayah Banjarsari dan Serengan Dilanjutkan halaman 30

(33)

33

Lanjutan Tabel 16: KABUPATEN /

KOTA

TINGKAT KEBASAHAN

AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH

KLATEN

Kec. Manisrenggo dan Kebonarum; sebagian besar Kec. Jogonalan, Klaten utara, Ngawen, Delanggu dan Wonosari;

sebagian Kec. Juwiring, Klaten Selatan dan Kemalang; sebagian

kecil Kec. Ceper

Sebagian Kec. Gantiwarno, Klaten Selatan, Klaten Tengah

dan Juwiring; sebagian wilayah selatan Kec. Prambanan; sebagian kecil

Kec. Wonosari.

Kec. Wedi, Bayat, Cawas, Karangdowo,

Pedan, Trucuk dan Kalikotes; sebagian Kec. Gantiwarno,

Klaten Selatan, Klaten Tengah dan

Ceper

WONOGIRI

Kec. Bulukerto, Jatipurno dan Girimarto

bagian utara

Kec. Kismantoro, Purwantoro, Slogohimo, Jatisrono, Jatiroto, Tirtomoyo, Karangtengah,

Batuwarno, Baturetno, Kuntoronadi, Ngadirojo dan

Sidoharjo; sebagian Kec. Giriwoyo, Woyantoro dan

Wonogiri; Kec. Bukerto, Jatipurno dan Girimarto

bagian selatan. Kec. Panggupito,Giritonro , Pracimantoro, Eromoko, Selogiri dan Manyaran; sebagian Kec. Wuryantoro dan Wonogiri

(34)

34

Lampiran 1

Tabel 17.

Analisa Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Desember 2016 NO STASIUN / POS NORMAL DESEMBER (mm) ANALISA CURAH HUJAN (mm) ANALISA SIFAT HUJAN KAB. BANJARNEGARA 1 WANADADI 470 - 636 242 BN 2 PURWONEGORO 320 - 433 3 PENUSUPAN 342 - 462 558 AN 4 LIMBANGAN 499 - 675 623 N KAB. BANYUMAS 1 LUMBIR 322 - 435 386 N 2 KELOPO GADING 266 - 360 298 N 3 BANYUMAS-PU 328 - 444 320 BN 4 JATILAWANG 257 - 348 5 ARCA.WNGN PHP. 356 - 482 538 AN KAB. BATANG 1 SUBAH 230 - 311 329 AN 2 BLADO SP 457 - 618 325 BN 3 TERSONO 326 - 441 452 AN KAB. BLORA 1 JIKEN 229 - 310 165 BN 2 SAMBONG 215 - 291 KAB. BOYOLALI 1 KLEGO 230 - 311 2 SIMO BPP 259 - 351 281 N 3 MUSUK 273 - 370 4 ADISUMARMO 261 - 354 177 BN KAB. BREBES 1 LARANGAN 298 - 403 2 NAMBO BD 339 - 458 3 KARANGSEMBUNG 244 - 330 355 AN 4 CIMUNDING 240 - 325 5 LOSARI 239 - 323 230 BN 6 BANTARKAWUNG 317 - 429 472 AN KAB. CILACAP 1 MAJENANG BBP 318 - 431 517 AN 2 WANAREJA 294 - 398 Dilanjutkan di halaman 32

(35)

35 Lanjutan Tabel 17 : NO STASIUN / POS NORMAL DESEMBER (mm) ANALISA CURAH HUJAN (mm) ANALISA SIFAT HUJAN KAB. CILACAP 3 CILACAP METEO 376 - 508 517 AN 4 KESUGIHAN 259 - 350 273 N 5 KEDUNGREJO 240 - 325 6 KAWUNGANTEN 225 - 305 7 NUSAWUNGU 311 - 421 385 N 8 BINANGUN 310 - 419 430 AN KAB. DEMAK 1 BANYUMENENG 260 - 352 519 AN 2 BRUMBUNG 241 - 326 310 N 3 JATISONO 285 - 385 382 N 4 BUNGO 336 - 454 5 JUNGSEMI 320 - 433 KAB. GROBOGAN 1 SAMBIREJO 269 - 364 218 BN 2 BRATI PHP 321 - 435 287 BN 3 KRAMAT 222 - 301 4 PURWODADI 261 - 353 196 BN 5 KEPOH 232 - 313 161 BN 6 WONOTUNGGAL 249 - 337 272 N 7 BUTAK WD. 276 - 374 517 AN 8 POJOK 273 - 369 277 N 9 NGARINGAN 229 - 310 215 BN 9 NGAMBAK KAPUNG 243 - 328 218 BN KAB. JEPARA 1 KELING 438 - 592 319 BN 2 MLONGGO 349 - 472 402 N KAB. KARANGANYAR 1 JUMANTONO 257 - 348 306 N 2 TAWANGMANGU 393 - 531 195 BN KAB. KEBUMEN 1 KD.WRINGIN SMP 365 - 493 2 GOMBONG 334 - 451 406 N 3 AYAH 284 - 384 4 KEDUNGSAMAK 263 - 356 593 AN 5 SRIMADONO SMPK 322 - 436 440 AN Dilanjutkan di halaman 33

(36)

36 Lanjutan Tabel 17 : NO STASIUN / POS NORMAL DESEMBER (mm) ANALISA CURAH HUJAN (mm) ANALISA SIFAT HUJAN KAB. KENDAL 1 SOJOMERTO I 247 - 334 312 N 2 SIKOPEK 222 - 300 151 BN 3 PATEAN CURUG 346 - 468 4 MERBUH 353 - 477 371 N 5 WELERI 202 - 274 KAB. KLATEN 1 COKROTULUNG 191 - 258 255 N 2 BAWAK 185 - 251 211 N 3 KARANG NONGKO 181 - 244 4 KETANDAN 151 - 204 KAB.KUDUS 1 KUDUS 309 - 417 458 AN 2 COLO 361 - 488 564 AN KAB. MAGELANG 1 SALAMAN 325 - 439 295 BN 2 KAJORAN 402 - 544 421 N 3 PLERED 264 - 357 343 N 4 BOROBUDUR 257 - 348 208 BN KOTA MAGELANG 1 MAGELANG 319 - 432 334 N 2 MERTOYUDAN 274 - 371 304 N KAB. PATI 1 CLUWAK 390 - 528 568 AN 2 JOLLONG KEB. 441 - 597 528 N 3 PAKISBARU PG. 214 - 289 332 AN 4 DUKUHSETI 338 - 457 173 BN 5 KARANGANYAR 153 - 207 BN 6 TRANGKIL 183 - 247 278 AN 7 CABEAN/KEDUNGL 200 - 271 201 N 8 JAKENAN 185 - 250 149 BN KOTA. PEKALONGAN 1 GAMER 227 - 307 301 N KAB. PEKALONGAN 1 SRAGI PG 278 - 376 2 KANDANGSERANG 435 - 589 3 LEBAKBARANG 486 - 658 494 N Dilanjutkan di halaman 34

(37)

37 Lanjutan Tabel 17 : NO STASIUN / POS NORMAL DESEMBER (mm) ANALISA CURAH HUJAN (mm) ANALISA SIFAT HUJAN KAB. PEMALANG 1 KECEPIT 409 - 554 2 KEJENE 346 - 468 525 AN 3 SOKOWATI 252 - 341 4 BANJARDAWA 273 - 370 396 AN 5 KLAREAN 238 - 322 6 WATUKUMPUL 486 - 657 706 AN KAB. PURBALINGGA 1 KARANGKEMIRI SMPK 326 - 442 389 N 2 BOBOTSARI 466 - 631 KAB. PURWOREJO 1 BRUNO 542 - 733 511 BN 2 JOGOBOYO KEL 292 - 394 325 N 3 HAL KEC.NGOMBOL 233 - 315 4 KEDUNGKAMAL 302 - 409 298 BN 5 JRAKAH 307 - 415 469 AN 6 KEDUNGGUPIT 317 - 428 562 AN 7 SAWANGAN 456 - 617 387 BN 8 KALIMENENG 346 - 468 9 TRIREJO 229 - 310 505 AN 10 PURWOREJO 294 - 398 KAB. REMBANG 1 REMBANG PELABUHAN 234 - 316 256 N 2 KRAGAN 164 - 221 227 AN 3 MRAYUN 243 - 329 97 BN KAB.SEMARANG 1 UNGARAN 332 - 449 494 AN 2 KOPENG KBB 362 - 489 309 BN 3 BANYUBIRU II B 254 - 343 4 DADAP AYAM 231 - 313 KOTA. SEMARANG 1 SEMARANG KLIM 269 - 364 103 BN 2 SUMURJURANG 327 - 443 228 BN KOTA SALATIGA 1 GETAS SMPK 288 - 390 278 BN Dilanjutkan di halaman 35

(38)

38 Lanjutan Tabel 17 : NO STASIUN / POS NORMAL DESEMBER (mm) ANALISA CURAH HUJAN (mm) ANALISA SIFAT HUJAN KAB. SRAGEN 1 KETRO WD 244 - 330 359 AN 2 MASARAN 296 - 401 3 BATUJAMUS 259 - 350 257 BN 4 MOJO 231 - 313 250 N KAB. SUKOHARJO 1 GROGOL 235 - 318 206 BN 2 PABELAN 217 - 293 KAB. TEGAL 1 BATUAGUNG 301 - 407 402 N 2 JEJEG 353 - 477 451 N 3 WARUREJO 397 - 537 415 N 4 PESAYANGAN 292 - 395 369 N KOTA. TEGAL 1 METEO TEGAL 207 - 280 434 AN KAB. TEMANGGUNG 1 REJOSARI 229 - 310 513 AN 2 ROWOSENENG 312 - 422 170 BN 3 LEMPUYANG 378 - 512 KAB. WONOGIRI 1 PRACIMANTORO 228 - 309 611 AN 2 BATUWARNO 261 - 353 341 N 3 WURYANTORO 231 - 313 185 BN 4 JATIROTO 260 - 352 200 BN 5 KISMANTORO 246 - 333 BN 6 NGADIROJO 232 - 531 85 BN 7 BALEPANJANG 322 - 435 KAB. WONOSOBO 1 BEDAKAH 410 - 554 687 AN 2 TAMBI 414 - 560 609 AN 3 WADASLINTANG 425 - 576 Keterangan : N = Normal AN = Atas Normal BN = Bawah Normal

(39)

39

Lampiran 2

Tabel 18.

Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Februari 2017 NO STASIUN / POS NORMAL FEBRUARI (mm) PRAKIRAAN CURAH HUJAN (mm) PRAKIRAAN SIFAT HUJAN KAB. BANJARNEGARA 1 WANADADI 360 - 488 401 - 500 N 2 PURWONEGORO 350 - 473 401 - 500 N 3 PENUSUPAN 325 - 439 401 - 500 N - AN 4 LIMBANGAN 436 - 590 401 - 500 N KAB. BANYUMAS 1 LUMBIR 329 - 445 301 - 400 N - BN 2 KELOPO GADING 290 - 393 301 - 400 N 3 BANYUMAS-PU 265 - 359 301 - 400 N - AN 4 JATILAWANG 274 - 371 301 - 400 N 5 ARCA.WNGN PHP. 303 - 410 301 - 400 N KAB. BATANG 1 SUBAH 515 - 696 >500 N 2 BLADO SP 634 - 858 >500 N 3 TERSONO 553 - 748 >500 N KAB. BLORA 1 JIKEN 225 - 305 201 - 300 N - BN 2 SAMBONG 221 - 298 201 - 300 BN - N KAB. BOYOLALI 1 KLEGO 224 - 302 201 - 300 N 2 SIMO BPP 313 - 424 301 - 400 N 3 MUSUK 367 - 496 301 - 400 N - BN 4 ADISUMARMO 375 - 507 301 - 400 N - BN KAB. BREBES 1 LARANGAN 343 - 464 301 - 400 N - BN 2 NAMBO BD 356 - 482 301 - 400 N - BN 3 KARANGSEMBUNG 317 - 428 301 - 400 N 4 CIMUNDING 288 - 390 301 - 400 N 5 LOSARI 235 - 318 201 - 300 N - BN 6 BANTARKAWUNG 344 - 465 301 - 400 N - BN KAB. CILACAP 1 MAJENANG 343 - 465 301 - 400 N - BN 2 WANAREJA 289 - 391 301 - 400 N Dilanjutkan di halaman 37

(40)

40 Lanjutan Tabel 18 : NO STASIUN / POS NORMAL FEBRUARI (mm) PRAKIRAAN CURAH HUJAN (mm PRAKIRAAN SIFAT HUJAN KAB. CILACAP 3 CILACAP METEO 223 - 302 301 - 400 AN - N 4 KESUGIHAN 221 - 299 301 - 400 AN - N 5 KEDUNGREJO 246 - 333 201 - 300 N - BN 6 KAWUNGANTEN 215 - 292 201 - 300 N 7 NUSAWUNGU 252 - 341 201 - 300 N - BN 8 BINANGUN 215 - 291 201 - 300 N KAB. DEMAK 1 BANYUMENENG 235 - 318 201 - 300 N - BN 2 BRUMBUNG 281 - 380 201 - 300 N - BN 3 JATISONO 305 - 413 301 - 400 N 4 BUNGO 366 - 495 401 - 500 N 5 JUNGSEMI 409 - 553 401 - 500 N KAB. GROBOGAN 1 SAMBIREJO 261 - 353 201 - 300 BN - N 2 BRATI PHP 289 - 391 201 - 300 N - BN 3 KRAMAT 212 - 287 201 - 300 N 4 PURWODADI 251 - 339 201 - 300 N - BN 5 KEPOH 214 - 290 201 - 300 N 6 WONOTUNGGAL 254 - 343 201 - 300 N - BN 7 BUTAK WD. 255 - 346 201 - 300 BN - N 8 POJOK 241 - 325 201 - 300 BN - N 9 NGARINGAN 201 - 272 201 - 300 N 9 NGAMBAK KAPUNG 188 - 254 201 - 300 N KAB. JEPARA 1 KELING 482 - 652 401 - 500 N - BN 2 MLONGGO 440 - 595 401 - 500 N - BN KAB. KARANGANYAR 1 JUMANTONO 323 - 437 301 - 400 N 2 TAWANGMANGU 447 - 605 401 - 500 N - BN KAB. KEBUMEN 1 KD.WRINGIN SMP 354 - 478 301 - 400 N 2 GOMBONG 325 - 440 301 - 400 N 3 AYAH 200 - 270 201 - 300 N 4 KEDUNGSAMAK 261 - 353 301 - 400 N - AN 5 SRIMADONO SMPK 290 - 392 301 - 400 N Dilanjutkan di halaman 38

(41)

41 Lanjutan Tabel 18 : NO STASIUN / POS NORMAL FEBRUARI (mm) PRAKIRAAN CURAH HUJAN (mm) PRAKIRAAN SIFAT HUJAN KAB. KENDAL 1 SOJOMERTO I 329 - 445 301 - 400 N 2 SIKOPEK 277 - 375 301 - 400 N 3 PATEAN CURUG 356 - 481 401 - 500 N 4 MERBUH 329 - 445 301 - 400 N 5 WELERI 286 - 388 301 - 400 N KAB. KLATEN 1 COKROTULUNG 269 - 364 201 - 300 N - BN 2 BAWAK 234 - 317 201 - 300 N - BN 3 KARANG NONGKO 296 - 400 301 - 400 N 4 KETANDAN 261 - 353 301 - 400 N - AN KAB.KUDUS 1 KUDUS 363 - 490 401 - 500 N 2 COLO 468 - 633 401 - 500 BN - N KAB. MAGELANG 1 SALAMAN 401 - 542 401 - 500 N 2 KAJORAN 385 - 521 401 - 500 N 3 PLERED 289 - 391 301 - 400 N 4 BOROBUDUR 294 - 397 301 - 400 N KOTA MAGELANG 1 MAGELANG 352 - 476 401 - 500 N 2 MERTOYUDAN 266 - 360 301 - 400 N - AN KAB. PATI 1 CLUWAK 419 - 567 401 - 500 N 2 JOLLONG KEB. 418 - 565 401 - 500 BN 3 PAKISBARU PG. 271 - 367 201 - 300 BN 4 DUKUHSETI 409 - 553 401 - 500 N 5 KARANGANYAR 215 - 291 201 - 300 N 6 TRANGKIL 238 - 322 201 - 300 BN - N 7 CABEAN/KEDUNGL 202 - 274 201 - 300 N 8 JAKENAN 185 - 250 201 - 300 N - AN KOTA. PEKALONGAN 1 GAMER 367 - 496 401 - 500 N KAB. PEKALONGAN 1 SRAGI PG 374 - 506 401 - 500 N 2 KANDANGSERANG 668 - 904 >500 N 3 LEBAKBARANG 756 - 1023 >500 N Dilanjutkan di halaman 39

(42)

42 Lanjutan Tabel 18 : NO STASIUN / POS NORMAL FEBRUARI (mm) PRAKIRAAN CURAH HUJAN (mm) PRAKIRAAN SIFAT HUJAN KAB. PEMALANG 1 KECEPIT 605 - 818 >500 N 2 KEJENE 458 - 619 >500 N 3 SOKOWATI 339 - 458 301 - 400 N 4 BANJARDAWA 387 - 523 301 - 400 N 5 KLAREAN 337 - 456 301 - 400 N 6 WATUKUMPUL 683 - 924 >500 N KAB. PURBALINGGA 1 KARANGKEMIRI SMPK 306 - 414 301 - 400 N 2 BOBOTSARI 476 - 643 >500 N KAB. PURWOREJO 1 BRUNO 489 - 661 >500 N 2 JOGOBOYO KEL 265 - 359 201 - 300 N - BN 3 HAL KEC.NGOMBOL 197 - 266 201 - 300 N - AN 4 KEDUNGKAMAL 280 - 379 201 - 300 N - BN 5 JRAKAH 247 - 335 201 - 300 N - BN 6 KEDUNGGUPIT 312 - 422 301 - 400 N 7 SAWANGAN 459 - 621 >500 N 8 KALIMENENG 316 - 427 301 - 400 N 9 TRIREJO 225 - 305 301 - 400 N - AN 10 PURWOREJO 264 - 357 201 - 300 N - BN KAB. REMBANG 1 REMBANG PELABUHAN 218 - 295 201 - 300 N 2 KRAGAN 159 - 215 201 - 300 N - AN 3 MRAYUN 210 - 284 201 - 300 N KAB.SEMARANG 1 UNGARAN 317 - 429 301 - 400 N 2 KOPENG KBB 333 - 450 301 - 400 N 3 BANYUBIRU II B 241 - 326 201 - 300 N - BN 4 DADAP AYAM 262 - 354 201 - 300 N - BN KOTA. SEMARANG 1 SEMARANG KLIM 317 - 429 301 - 400 N 2 SUMURJURANG 301 - 408 301 - 400 N KOTA. SALATIGA 1 GETAS SMPK 274 - 371 301 - 400 N Dilanjutkan di halaman 40

(43)

43 Lanjutan Tabel 18 : NO STASIUN / POS NORMAL FEBRUARI (mm) PRAKIRAAN CURAH HUJAN (mm) PRAKIRAAN SIFAT HUJAN KAB. SRAGEN 1 KETRO WD 307 - 415 301 - 400 N 2 MASARAN 305 - 413 301 - 400 N 3 BATUJAMUS 347 - 469 401 - 500 N 4 MOJO 311 - 421 301 - 400 N KAB. SUKOHARJO 1 GROGOL 318 - 430 301 - 400 N 2 PABELAN 285 - 386 301 - 400 N KAB. TEGAL 1 BATUAGUNG 429 - 580 401 - 500 N 2 JEJEG 553 - 748 >500 N 3 WARUREJO 300 - 406 301 - 400 N 4 PESAYANGAN 381 - 516 301 - 400 N - BN KOTA. TEGAL 1 METEO TEGAL 283 - 383 301 - 400 N KAB. TEMANGGUNG 1 REJOSARI 233 - 315 201 - 300 N 2 ROWOSENENG 306 - 414 301 - 400 N 3 LEMPUYANG 345 - 467 401 - 500 N - AN KAB. WONOGIRI 1 PRACIMANTORO 248 - 336 201 - 300 N - BN 2 BATUWARNO 333 - 450 301 - 400 N - BN 3 WURYANTORO 284 - 384 301 - 400 N 4 JATIROTO 305 - 413 301 - 400 N 5 KISMANTORO 294 - 397 301 - 400 N 6 NGADIROJO 262 - 355 201 - 300 N - BN 7 BALEPANJANG 365 - 494 301 - 400 N - BN KAB. WONOSOBO 1 BEDAKAH 362 - 490 401 - 500 N 2 TAMBI 404 - 546 401 - 500 N 3 WADASLINTANG 390 - 528 401 - 500 N Keterangan : N = Normal AN = Atas Normal BN = Bawah Normal

(44)

44

Lampiran 3

Tabel 19.

Indeks SPI Tiga Bulanan Beberapa Tempat di Jawa Tengah

No NAMA STASIUN INDEX SPI

DESEMBER 2016 1 Karangkobar_Banjarnegara (06064X) 0,19 2 Limbangan_Banjarnegara (06062D) 0,98 3 Wanadadi_Banjarnegara (06060) 0,65 4 Purwonegoro_Banjarnegara (06057b) 0,57 5 Arcawinangun_Banyumas (06040x) 1,5 6 Banyumas pu_Banyumas (06046b) -0,15 7 Jatilawang_Banyumas (06021) 1,1 8 Lumbir_Banyumas (06011) 0,95 9 Tersono_Batang ( 05147 ) 1,2 10 Blado_Batang (05138) -1,9 11 Jiken_blora (11023) 0,28 12 Ngemplak_Ads Boyolali(09065k ) 2,1 13 Bantarkawung, Brebes (05026) 0,95

14 Karangsembung, Brebes (05012a) 0,17

15 Binangun_Cilacap(06049) 0,99 16 Kesugihan_Cilacap(06022) 0,83 17 Majenang_Cilacap(06004) -0,3 18 Nusawungu_Cilacap (06052) 0,75 19 Stamet Cilacap_Cilacap (06016) 1,3 20 Brati_Grobogan (10196) 0,64

21 Ngambak Kpng_Grobogan (10139A) 0,67

22 Ngaringan, Grobogan (10220) 0,29

23 Pojok pulokulon_Grobogan (10214a) 1

24 Wonotunggal_Grobogan (10137) 1,2 25 Kepoh_Grobogan (10135) -0,37 26 Keling_Jepara (10145) -0,024 27 Jumantono_Karanganyar (09127x) 2,3 28 Tawangmangu_Karanganyar (09130) 1,2 29 Gombong_Kebumen (07004) 0,58 30 Srimadono Prembun_Kebumen (09034) 1,1 31 Merbuh_Kendal (10037A) 0,43 32 Sikopek_Kendal (10025b) 0,27 Dilanjutkan di halaman 42

(45)

45

Lanjutan tabel 19

No NAMA STASIUN INDEX SPI

DESEMBER 2016 33 Sojomerto_Kendal (10031) 1,1 34 Patean_Kendal (10018) 0,98 35 Bawak_Klaten (09099B) 2,6 36 Cokrotulung_Klaten (09071) 0,95 37 Colo Dawe_Kudus(10156a) 2 38 Kudus_Kudus (10164) 1,3 39 Borobudur_Magelang(07091A) 0,62

40 Kaliloro Kajoran_Magelang (07075A) 0,071

41 Magelang_Magelang (07090) 0,89 42 Plered_Magelang (07088) 1,3 43 Salaman_Magelang (07077) 1,4 44 Seneng Mertoyudan_Magelang(07090b) 1,1 45 Cluwak_Pati (10168) 1,3 46 Dukuhseti_Pati (10167) 0,3 47 Jakenan_Pati (10179) 0,89 48 Jollong_Pati (10180) 1 49 Pakisbaru_Pati (10171) 1,1 50 Trangkl_Pati (10175) 1,8 51 Kandangserang_Pekalongan (05102) 0,87 52 Lebakbarang_Pekalongan (05125) 1,3 53 Banjardawa_Pemalang (05079) 0,61 54 Kajene_Pemalang (05067) 1,4 55 Watukumpul_Pemalang (05090) -1,3 56 Karangkemiri_Purbalingga (06036c) 1,1 57 Bruno_Purworejo (07043) 1,7 58 Jogoboyo_Purworejo (07063) 0,61 59 Jrakah_Purworejo (07049a) 1,1 60 Kedunggupit_Purworejo (07033) 1,8 61 Kedungkamal_Purworejo 0,16 62 Purworejo_(07055a) 0,81 63 Sawangan_Purworejo (07044) 1,3 64 Trirejo_Purworejo (07053) 1,8 65 Kragan_Rembang (11013) 1 66 Pelabuhan_Rembang (11004x) 0,57 Dilanjutkan di halaman 43

Gambar

Gambar 1. Sirkulasi Angin di  Wilayah Indonesia 14 Januari 2017
Gambar 3.Anomali Suhu Permukaan Laut Wilayah Indonesia1 2 Januari2 017
Gambar 4. Prediksi Spasial Anomali SST Indonesia s.d Juni 2017 (Oleh NCEP/USA)
Gambar 6.Prediksi Indeks Dipole Mode sampai dengan Juni 2017
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sesi/Shift : Sesi 2 Pukul : 13:00 s/d 14:00. No Nama Fakultas

Dari pengolahan data pada bab empat dapat diketahui bahwa dengan melakukan improvement terhadap tata letak fasilitas yang dilakukan perubahan urutan proses kerja yang berdasarkan

Penyakit busuk batang akar (Phytium) ini disebabkan karena jamur menyukai tempat lembab yang berkembangbiak melalui spora yang tersebar melalui udara, air serta tanah.

penghitungan benih ikan nila menggunakan alat yang diusulkan agar dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan. Cara kerja alat yang diusulkan adalah menghitung setiap benih

1) Program asing yang disukai. Dalam penelitian ini, program yang disukai merupakan siaran televisi yang diproduksi di luar Indonesia. 2) Siaran televisi Indonesia

Dari hasil yang dilakukan penelitian pada kegiatan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah al-Usmaniyah Pemalang mengenai “Implementasi Actuating Dakwah Tarekat Qadiriyah

Pengukuran sinyal yang dilakukan untuk menguji performansi suatu cell atau nobe b (BTS) tertentu, tujuan dilakukannya drive test ialah untuk mengetahui kondisi

Sesuai dengan rumusan permasalahan, maka penelitian dinamika komunikasi bertujuan memetakan dan menganalisis pengkomunikasian pesan yang dijalankan oleh Klinik IPTEK