• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTIF KINCIR ANGIN SEBAGAI SUMBER IDE DA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MOTIF KINCIR ANGIN SEBAGAI SUMBER IDE DA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MOTIF KINCIR ANGIN SEBAGAI SUMBER IDE DALAM

PERANCANGAN RAGAM HIAS UNTUK SARUNG

Disusun Oleh :

Nama : Anang Afrilyan Firmansyah

NIM : 1614050039

Mata Kuliah : Ragam Hias

Kelas : Desain Kria Tekstil 3 Dosen : Nova Haryanto S.Sn

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI PROGRAM STUDI DI LUAR DOMISILI (PDD)

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA (PNJ) AKADEMI KOMUNITAS NEGERI KOTA PEKALONGAN

Jl.Perintis Kemerdekaan No.30 Telp.(0285) 427943 Pekalongan

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PERANCANGAN

Tekstil yang dikenal sejak jaman Neolithikum, telah berkembang dari masa ke masa. Semula tekstil yang dipakai digunakan untuk melindungi tubuh saja, tetapi sekarang banyak produk-produk tekstil yang berfungsi pada kehidupan sehari-hari selain digunakan untuk pakaian. Bidang pertekstilan adalah suatu lingkungan yang berhubungan dengan masalah teknologi, ekonomi, kesenirupaan dan kesehatan serta disiplin ilmu yang lain.. Jadi, pengertian tekstil bukan hanya kain tenunan saja, tetapi dapat pula dibagi menurut cara pembuatannya seperti kain rajut yaitu hasil dari merajut, kain renda yaitu kain dari hasil merenda.

Tekstil mempunyai bagian yang disebut desain. Desain tekstil dibedakan menjadi dua yaitu desain struktur dan desain permukaan. Desain struktur merupakan desain yang tercipta pada saat pembuatan kain sedang berlangsung, sedangkan desain permukaan adalah desain yang tercipta setelah kain jadi atau pemberian desain di atas permukaan kain. Desain permukaan meliputi batik, printing dan ikat celup. Hal ini juga bertujuan untuk mengikuti perkembangan jaman yang selalu dituntut kecepatan waktu dengan tidak meninggalkan kesan keindahan dan keunikan tersendiri agar selalu dapat diterima masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian kebutuhan tersebut dirancang bukan sekedar untuk memenuhi segi fungsional saja, tetapi juga merupakan kebutuhan estetika didalam menciptakan atau menghadirkan kesempurnaan baik segi fisik dan psikis. Apabila kebutuhan tersebut dirancang hanya untuk memenuhi segi fungsional saja dan secara visual tidak menarik serta cenderung membosankan, maka perlu adanya sentuhan baru dalam menciptakan suatu produk tekstil yang diharapkan dapat diterima oleh banyak konsumen.

(3)

pernak-pernik tersebut disebut pelengkap busana. Fungsi pelengkap bahan rumah tangga yang populer pada saat ini adalah bersifat universal, artinya penggunaan dan penerapannya tidak hanya pada kesempatan formal saja, tetapi juga bersifat multifungsi. Salah satu contoh pelengkap busana yang menjadi trend akhir-akhir ini adalah sarung. Fungsi sarung tidak hanya terbatas sebagai pelengkap untuk sholat saja, tetapi juga biasa dipakai untuk pemenuhan desain interior suatu ruangan, melalui motif dan warnanya yang bervariasi dan terkini. Melihat dari sini terdapat banyak sekali berbagai macam sprei, diantaranya ada yang disaksikan secara struktural (ditenun) dan ada pula yang dirancang dengan tekstil permukaan (non tenun). Ada berbagai tehnik desain permukaan yang bisa diterapkan dalam perancangan sprai, salah satunya pencapan. Berangkat dari sinilah, akhirnya penulis tertarik untuk menggunakan sablon dalam perancangan sarung.

B. MASALAH PERANCANGAN 1. Pembatasan Masalah

Supaya masalah tidak meluas diperlukan pembatasan masalah yaitu tekhnik yang digunakan adalah sablom. Media penerapan memakai sprei berbahan CVC (Cotton Viscose) dan zat warna reaktif.

2. Rumusan Masalah

Untuk masalah perancangan ragam hias menggunakan bunga iris sebagai sumber ide pencapan memunculkan pertanyaan :

1. Bagaimana konsep perancangan ragam hias untuk pelengkap busana sarung dengan bertema “Motif Kincir Angin”?

2. Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan tersebut dengan menggunakan bahan CVC (Cotton Viscose) bahan pewarna zat reaktif.

(4)

C. TUJUAN DAN MANFAAT 1. Tujuan

Memahami konsep perancangan ragam hias yang menggunakan “Motif Kincir Angin” sebagai sumber ide untuk penciptaan produk sarung.

Memahami faktor – faktor tentang perancangan ragam hias dengan produk pencapan yang menggunakan media kain CVC (Cotton Viscose)

Dapat menvisualisasikan ragam hias sumber ide “Motif Kincir Angin” pada produk sarung sesuai dengan konsep perancangan.

2. Manfaat a) Keilmuan

(5)

Studi pustaka dan analisa dokumen denngan mengumpulkan data -data yang dibutuhkan.

Eksperimen yang dilakukan untuk mencari ragam hias yang sesuai dengan perancangan.

2. Sumber data

Sumber data yang diperoleh guna mendukung pembuatan ragam hias yang didapat dari beberapa sumber yang terkait dan mempunyai hubungan erat dengan produk yang akan digarap. Untuk melengkapi sumber-sumber data itu maka dilakukan beberapa teknik yang dilakukan dengan tujuan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai segala sesuatu yang dianggap penting, sehingga dalam pembuatan ragam hias nantinya dapat digunakan sebagai acuan. Sumber data diperoleh dalam melakukan observasi. Diantaranya :

Narasumber -Bapak Aji

Nama perusahaan: Firman HS.

Alamat :Jalan Asia Afrika No.15 Pekalongan Timur Jabatan :Sebagai pemilik perusahaan

-Ibu Zahra

Nama Perusahaan: Zahra Finance

Alamat :Jalan Jendral Sudirman No.25 Pekalongan Raya Jabatan :Sebagai pemilik perusahaan

Peristiwa

(6)

perlengkapa tersebut dapat dilihat berbagai bahan-bahan yang biasa digunakan maupun hasil jadi yang sudah siap dipakai.

3. Literatur dan Dokumentasi.

(7)

BAB II KAJIAN TEORI

A. KAJIAN PUSTAKA 1. Pencapan

Pencapan adalah suatu proses pemberian warna pada kain secara tidak merata sesuai dengan motif yang telah ditentukan dan hasilnya memiliki ketahanan luntur warna. Untuk mencapai hasil pencapan yang baik pada proses pencapan dibutuhkan kondisi yang spesifik, peralatan khusus dan desain yang sempurna, desain memiliki nilai seni yang tinggi dan biasanya diciptakan sebagai hasil karya seni.

2. Sarung

Sarung merupakan sebutan untuk lembaran kain yang biasa digunakan untuk menutupi bagian tubuh yang sering biasa dipakai untuk melaksanakan sholat.

Ada beberapa bahan kain yang biasa digunakan untuk membuat saarung.Diantaranya adalah: katun, linen, satin, sutra, rayon, serat bambu, dan juga campuran polyester dengan katun. Material baru seperti kain polipropilene tak-bertenun memungkinkan sarung digunakan untuk sekali pakai. Hal ini karena harga bahan tersebut yang relatif murah. Sarung dengan bahan ini biasa dipergunakan di tempat-tempat ibadah.

(8)

3. Sarung

Sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa/tabung. Ini adalah arti dasar dari sarung yang berlaku di Indonesia atau tempat-tempat sekawasan. Dalam pengertian busana internasional, sarung (sarong) berarti sepotong kain lebar yang pemakaiannya dibebatkan pada pinggang untuk menutup bagian bawah tubuh (pinggang ke bawah).

Kain sarung dibuat dari bermacam-macam bahan: katun, poliester, atau sutera. Penggunaan sarung sangat luas, untuk santai di rumah hingga pada penggunaan resmi seperti ibadah atau upacara perkawinan. Pada umumnya penggunaan kain sarung pada acara resmi terkait sebagai pelengkap baju daerah tertentu.

Motif kain sarung yang umum adalah garis-garis yang saling melintang. Namun, sarung untuk pakaian daerah dapat pula dibuat dari bahan tenun ikat, songket, serta tapis.

4. Grafiti

(9)

B. KERANGKA PIKIR

Perancangan Ragam hias dengan Sumber Ide kepala rusa pada batik lukis Pengenalan dan pendekatan masalah

(10)

PROSES KREATIF

Dalam perancangan ragam hias motif kincir angin sebagai sumber ide untuk pembuatan produk sarung, melalui proses kreatif pencarian ragam hias yang memenuhi aspek keselarasan, yang antara lain : proporsi, warna, komposisi dan arah pendukung. Berikut proses kreatif pada perancangan ragam hias dengan sumber ide “motif kincir angin” untuk sarung:

Perancangan ini memiliki motif utama yaitu bunga Iris yang terletak di bagian tengah sebuah lingkaran graffiti. Motif Kincir Angin melambangkan harapan, kesetian, kebijaksanaan serta asmara dan apabila dikaitkan dengan bulan, Motif Kincir Angin merupakan motif yang sumber idenya dari Kinciran, itulah salah satu alasan penulis memilihnya. Warna biru pada bunga iris memberikan kesan kedamaian nan tenang.

Graffiti berbentuk melingkar hanya terdiri dari pola-pola abstrak yang berfungsi sebagai Kekkai; pelindung atau pembatas. Warna hijau yang ada seolah menggambarkan bahwa kekkai semacam itu muncul secara alamiah untuk melingkupi sang Iris.

(11)

VISUALISASI KARYA

Pada sebuah perancangan ragam hias berbagai pertimbangan harus dipenuhi guna terselesaikannya sebuah perancangan yang memenuhi kriteria konsumen dan memiliki konsep terarah. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah visualisasi karya, dimana visualisasi ini sebagai pelengkap data pada sebuah desain yang akan diproses. Hal ini harus sesuai dengan masalah yang relevan. Berikut adalah hasil visualisasi desain pada perancangan ragam hias dengan sumber ide “motif kincir angin” untuk sarung :

(12)

PENUTUP

Sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa/tabung. Ini adalah arti dasar dari sarung yang berlaku di Indonesia atau tempat-tempat sekawasan. Dalam pengertian busana internasional, sarung (sarong) berarti sepotong kain lebar yang pemakaiannya dibebatkan pada pinggang untuk menutup bagian bawah tubuh (pinggang ke bawah).

Kain sarung dibuat dari bermacam-macam bahan: katun, poliester, atau sutera. Penggunaan sarung sangat luas, untuk santai di rumah hingga pada penggunaan resmi seperti ibadah atau upacara perkawinan. Pada umumnya penggunaan kain sarung pada acara resmi terkait sebagai pelengkap baju daerah tertentu.

Motif kain sarung yang umum adalah garis-garis yang saling melintang. Namun, sarung untuk pakaian daerah dapat pula dibuat dari bahan tenun ikat, songket, serta tapis.

Referensi

Dokumen terkait

Similarly, the concept of the symbolic use of knowledge tends towards the dominance of political rationality as it assumes the relevant politico- administrative actors tap and

Untuk merancang jenis pelatihan dan pemberian keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan real sumber daya manusia pendukung pariwisata di Kabupaten Bantul, maka perlu

Negara dapat mempekerjakan para tawanan perang, kecuali para perwira, sesuai dengan pangkat dan kapasitas mereka. Tugas-tugas mereka tidak boleh berlebihan dan

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Suhardjanto et al (2012) pada annual report perusahaan perbankan yang menemukan bahwa frekuensi rapat dewan komisaris

Laporan Tugas Akhir dengan judul “Pemberkasan Arsip Dinamis Aktif di Biro Umum Sekretariat Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia” terdiri

Kajian Tim Pokja Anti-Korupsi PP Muhammadiyah menilai bahwa ghulul memenuhi unsur korupsi karena; Pertama, ghulul terjadi lantaran ada niat memperkaya diri sendiri;

If we also consider other related journals like the Managing Service Quality (nine papers), The Service Industries Journal (two papers), International Review of Retail,

(1) Apabila PIHAK KEDUA tidak manInggalkan dan mengosongkan Sarusunawa Bukan Hunian/Kios Kegiatan Usaha dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak pemberitahuan