• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRADISI BULLYING DI MATA PANCASILA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TRADISI BULLYING DI MATA PANCASILA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Pengertian Bullying

Bullying diambil dari Bahasa Inggris “Bully” yang

berarti “ancaman”. Bullying adalah suatu tindakan

diskriminasi, ancaman atau penganiayaan secara

verbal atau dengan perkatan atau secara fisik berupa

penganiayaan kepada orang lain, dengan maksud

untuk mempermalukan, melampiaskan amarah, atau

hanya sekedar bercanda kepada korbannya.

(4)

Faktor :

Menjadi pelaku “bullying” bisa dari berbagai faktor seperti orang tua yang terlalu

memanjakan anaknya, keadaan keluarga yang berantakan sehingga diri anak tersisihkan, atau hanya karena anak tersebut meniru perilaku “bullying” dari kelompok pergaulannya serta tayangan bernuansa kekerasan di internet atau televisi. Selain itu lingkungan sekitar rumah sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku bullying ini, misalnya anak hidup pada lingkungan orang yang sering berkelahi atau bermusuhan, berlaku tidak sesuai dengan norma yang ada, maka anak akan mudah meniru `perilaku lingkungan itu dan merasa tidak bersalah. Lingkungan sekolah juga bisa menjadi factor penyebab anak melakukan bullying, misalnya guru yang berbuat kasar kepada siswa, guru yang kurang

memperhatikan kondisi anak baik dalam social ekonomi maupun dalam prestasi anak atau perilaku sehari-hari anak di kelas atau di luar kelas bagaimana dia bergaul dengan teman-temannya teman yang sering meledek dan mengolok-ngolok, menghina, mengejek dan sebagainya.

Faktor lain yang berpengaruh cukup kuat terhadap anak untuk berbuat bullying yaitu

adanya tayangan televisi yang sering mempertontonkan kekerasan dalam sinetron atau film atau acara lain seperti acara sidik, berita utama dan lain sebagainya. (Dra.

(5)

Analisis

Ketuhanan yang Maha Esa

Sesuai dengan makna dari sila pertama dalam video ini sama sekali tidak mengamalkan sila “Ketuhanan yang Maha Esa”. Tidak ada sikap saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

• Kemanusiaan yang adil dan beradab

Dalam video juga tidak mencerminkan kesadaran sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan tuntutan hati nurani, dan tidak ada juga rasa saling menyayangi dan mencintai antar sesma umat manusia. Perilaku Bullying disebut sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beradab karena pelaku telah merendahkan dan memberi label yang buruk terhadap korban. Selain itu, kita semua sebagai generasi muda Indonesia harusnya dapat menjiwai semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti Berbeda-beda namun tetap satu.

• Persatuan Indonesia

Tindakan Bullying juga bertentangan dengan nilai Pancasila sila yang ketiga karena dapat memecah persatuan warga.

• Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan dan perwakilan

Didalam video tersebut sama sekali tidak mencerminkan sila ke-4, buktinya mereka tidak mendapatkan kedudukan, hak dan kewajiban yang sama serta tidak mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

• Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(6)

Solusi Bullying

Untuk menanggulangi bullying ada beberapa prinsip utama, antara lain :

Merubah lingkungan lebih berdampak kuat daripada merubah individu per

individu.

Pencegahan lebih baik dari pada intervensi. Prinsip ini merupakan prinsip dasar

yang selalu dipakai dalam berbagai permasalahan yang terjadi.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk me!ljawab permasalahan penelitian, penelitian ini menggunakan metode kualitatif,dimana data dikumpulkan dan dianalisis, dengan earn mereduksi,mempresentasikan

Kisaran ukuran pertama kali matang gonad ikan pari blentik betina 550–799, sedangkan untuk ikan pari jantan adalah dengan kisaran panjang total tubuh 550–760 mm.. Tingkat kematangan

(3) Bagaimana analisis pemikiran Hasbi ash-Shiddieqy dalam konteks beragama?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan fakta bahwa pada tiap-tiap agama

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh data dan fakta yang valid mengenai tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin serta upacara

Analisis data kasus individu pada penelitian ini dilakukan pada masing-masing objek, yaitu MTs Darul Hikmah dan MA Darul Hikmah. Peneliti menganalisis dengan

Hal ini menunjukkan adanya negasi dari feminisme yang menjunjung kesetaraan seperti tujuan politik modern yang paling dekat dengan feminisme liberal (Tong, 2004). Dalam

Penelitian mendapatkan hasil bahwa baik secara simultan maupun parsial keempat variabel independen yang meliputi Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional